[FF Freelance] My All My Everything (Chapter 1)

my all my everything copy

  • Title: My all my everything (chapter 1 : Hot chocolate)
  • Scriptwriter (Author): Mawar
  • Main Cast:
  • Support Cast:
  1. Super junior Cho kyuhyun
  2. Ulzzang Seo jihye
  3. Ulzzang Shin hoseok
  1. Kyuhyun’s family
  2. Super junior members
  3. Other Ulzzangs
  • Genre: Romance
  • Duration (Length): Chapter
  • Rating: PG 15

 

Disclaimer : Para cast adalah milik Tuhan sedangkan tulisan ini adalah hasil ketikan saya sendiri, masih dengan takdir Tuhan karena saya juga milik Tuhan. Wkwkwk, anyway 100% my imagination.

 

 

Summary

“aaaaaaaa, cicakkkkk!!!” teriak seseorang dari belakangku dan ‘BRUK’ pinggangku tertubruk sesuatu. Terasa lebih sakit karena badanku masih belum sembuh 100% dari kecelakaan kemarin.

Begitulah cara mereka bertemu. Cho kyuhyun dan Seo jihye. Keduanya tidak menyangka bahwa takdir mereka tidak berhenti hanya sampai disitu saja. Motto kyuhyun yang selalu dipegangnya teguh ‘cinta pada pandangan pertama’ pun tidak mempan dengan jihye.

-o0o-

My All, My Everything.

Chapter 1 : Hot Chocolate

(2009)

Sabtu sore, jadwal jihye dan kyuhyun mendatangi perpustakaan favorit mereka, Yonsei Samsung Library. Terlalu banyak buku yang bisa mereka baca disana, bukan hanya buku cetak, ya di zaman yang secanggih ini tidak ketinggalan ada e-book dan ada pc center juga.

“apa yang sedang kau pikirkan?” kyuhyun mengagetkan jihye yang sedang menatap kosong ke arah kyuhyun.

“hehehe, ani…

“oke, kalo ada apa-apa inget cerita ya!”

eo~” jihye mengangguk “minggu depan ke jepang ya?”

“mm” kyuhyun mengangguk “kenapa?”

“oleh-oleh juseyo~” jihye tersenyum manis agar permintaannya kali ini dikabulkan

“apa?”

“hmm……………..make up?” jihye membulatkan matanya

“jihye….please……….” seru kyuhyun menandakan tidak setuju

“mmmmmmmm….areo~” jihye menjulurkan lidahnya

“hei!!” kyuhyun mulai jengkel

“iya iya, belikan aku standing figure ultraman tiga aja!!” jihye menggoyang-goyangkan tangan kyuhyun

araseo, dasar maniak ultraman” kali ini kyuhyun mengiyakan, berhubung tidak susah mencari toko yang menjualnya disana

“bodo”

“kamu”

“kamu”

“kamu tuh”

“iya iya iya iya iya” kebiasaan jihye mengucapkan iya tanpa jeda jika sudah menyerah dengan kyuhyun.

“gitu dong, mengakui..”

eisshhhhhiiiiii” jihye menatap kyuhyun dengan tatapan super bengis “hufffffffffffftt” dia menghembuskan nafasnya keatas hingga poninya berterbangan ke atas dahi.

“hahaha, kenapa?” bukannya takut, kyuhyun malah menertawai tingkah pacar anehnya itu.

“engga” ucap jihye menyerah

“kapan mulai shoot lagi?”

“belum ada jadwal, untuk sementara ini aku cuma akan menghabiskan uang saja”

“lakukan hal yang bermanfaat”

“kamu belum tau, aku juga sedang melakukan hal yang bermanfaat…”

“apa?”

“jadi guru lepas di panti asuhan, aku mengajari mereka teknik memoto yang bagus”

“cocok denganmu….pendek….”

“terima kasih, entah itu pujian atau hinaan…” jihye menahan diri untuk membalas godaan kyuhyun yang ini, dia lebih fokus membaca buku ensiklopedia yang sedang terbuka tepat didepannya.

“…” untuk sepersekian menit ruangan itu menjadi lebih tenang untuk mereka berdua yang sedang fokus dengan kegiatan mereka masing-masing. Kyuhyun yang gemar dengan matematika dan jihye yang lebih senang mempelajari alam semesta. Kyuhyun adalah seorang member dari boyband yang sudah debut 4 tahun dari 2005, super junior, itu adalah nama grup tempat dia bernaung, sedangkan jihye, dia seorang model yang popular dikalangan anak-anak remaja. Berpacaran? Ya. Bagaimana bisa? Karena sebenarnya kyuhyun bukanlah member yang dikenal public secara luas, orang mengenalnya setelah kejadian kecelakaannya pada tahun 2007 lalu, dan status jihye yang seorang membuatnya lebih leluasa untuk kencan bahkan didepan publik, karena model bukanlah artis, bahkan ulzzang couple adalah hype tersendiri untuk remaja di korea.

“haacchhiiiiiiiiiiiiiimmmm” jihye yang bersin mengagetkan beberapa orang disekitarnya, jihye Cuma menundukkan kepalanya.

“hei, gwaenchana??” Tanya kyuhyun

“…” jihye hanya mengangguk dan tetap menunduk

Kyuhyun langsung berdiri dan pergi keluar area baca. Jihye kemudian menutup hidungnya dan mulai mengangkat kepalanya tetap dengan dirinya yang sekali-sekali bersin. Tak lama kemudian kyuhyun langsung datang dan membawa sebungkus tissue untuk jihye.

gomawo~” ucap jihye sambil mengambil tissue dari tangan kyuhyun dan menutup kedua hidungnya dengan itu.

“kalo lagi flu harusnya kita kerumahmu saja, nonton dirumah atau main game”

“hehe, kamu ambil dari tas aku ditempat penitipan tas ya? Wuah jjang!! Baik sekali~” jihye lalu mengangkat tangan kanan kyuhyun dan ditempelkannya ke pipi kirinya “aaahhh~ hangatnya~~~”

Kyuhyun yang hafal sekali dengan sikap jihye yang ini kemudian mengangkat tangan kirinya untuk diletakkan dipipi kanan jihye.

“besok aku pergi, kamu minum obat, disekolah jangan naik-naik motor sama teman-temanmu yang laki-laki, jangan keluar tengah malem buat ketemu temen-temen kamu. Inget! Selama aku ga ada dikorea ga boleh main sama temen-temen kamu yang tatoan itu!”

“tapi tato dipunggung aku seksi kan?” jihye membulatkan matanya semangat

“ga seksi sama sekali, kamu masih anak sekolah, kalo guru tau pasti langsung dihukum”

“kan pake seragam, ga mungkin guru aku meriksa-meriksa ke situ”

“tetep aja, itu melanggar peraturan”

“ih, kaya kamu lurus-lurus aja disekolah, kamu koleksi yadongnya kan lengkap, wleee” jihye menjulurkan lidahnya

“tidak selengkap eunhyuk hyung”

“iya iya iya iya” jihye membalas tanpa putus

“bagus, ayo pulang, nanti kamu tambah sakit” kyuhyun bangkit sambil menarik tangan jihye pelan untuk bergerak dari kursinya.

Jihye kemudian mengiyakan dan berdiri berjalan kearah kyuhyun sambil tetap bersin. Tiba-tiba seorang lelaki berdiri diantara mereka sambil menunduk memastikan apakah itu orang yang dikenalnya atau bukan.

“jihye?”

Jihye mengangkat kepalanya, “ah hoseok! Apa kabar?” ucap jihye semangat, tiba-tiba hoseok menarik tubuh jihye dan memeluknya tiba-tiba. Jihye terkejut dan melirik kearah kyuhyun yang membuang mukanya kearah lain sambil mengepal tangannya, sontak jihye melepaskan pelukan itu sedikit kasar.

“hahaha, bro wassap!!” ucap jihye mencoba menetralisir suasana.

“kenapa? Kamu ga kangen sama aku? Aku balik ke korea karena ada tawaran photoshoot buat couple suit lagi, yang pastinya sama kamu…”

“aku?….aaaa, aku udah ga jadi model di gabalmania lagi” jihye beralasan.

“begitukah? Tapi aku udah minta sama mereka buat ngejadiin kamu sebagai couple aku”

“ah?” jihye semakin bingung melihat wajah kyuhyun yang berubah merah sambil menahan nafasnya yang berat, “eia, kenalin dulu, ini kyuhyun oppa, oppa, hoseok~”

Hoseok yang membelakangi kyuhyun pun memutar badannya menghadap kyuhyun.

“kyuhyun, pacarnya jihye” ucap kyuhyun mengulurkan tangan sambil tersenyum palsu, membuat hoseok merasa tertantang dengan sapaan kyuhyun yang kurang hangat.

“hoseok, mantan pacarnya jihye” dia membalas jabatan kyuhyun.

“jihye lagi flu, aku mau mengajaknya pulang” ucap kyuhyun.

“oh gitu, jihye jangan lupa minum susu! Minum obat flu juga! Kalo 2 hari ga sembuh harus minum antibiotic, jangan lupa beli nanti, antibiotikmu juga bukan yang biasa kan, kamu alergi sebagian obat. Kamu tuh alergi udara makanya jadi pilek, inget harus rajin minum susu!” ucap hoseok sangat detail membuat kyuhyun memasang tampang tanda Tanya besar ke arah jihye.

Tak ingin suasana aneh ini berlangsung lebih lama lagi, jihye menyudahinya dengan ucapan, “iya, sampai jumpa hoseok” kemudian dia menggandeng tangan kyuhyun menjauhi hosoek tanpa mendengarkan balasan hoseok terlebih dahulu.

***

-flashback-

(31 juli 2008)

Junjin 4 Highschool Girl, reality show yang dibintangi oleh jihye bersama ulzzang lain yaitu kang byul, choi eunhee dan kim dahye sebagai anak perempuan yang diasuh oleh junjin yang merupakan member shinhwa sudah selesai minggu lalu. Ini membuat jihye yang baru pulang dari sekolah dan sedang tidak ada jadwal pemotretan menjadi bosan.

shimshimhae… huft” jihye menghela nafas singkat

Bola mata jihye kemudian mulai mengitari ruangan kamar yang berwarna biru muda dan tepat diatas sebuah meja matanya berhenti dan melihat laptop kesayangannya menganggur. Dengan sigap dia langsung menghidupkannya dan berselancar didunia maya.

Banyak yang meninggalkan komentar di cyworld miliknya, ada kebahagiaan tersendiri ketika melihat beberapa fans memberikan komentar hangat, sementara di berbagai situs gossip lain banyak juga netizen yang mencibir dirinya karena memiliki sikap tomboy. ‘Dasar, orang-orang yang terlalu sibuk memperhatikan keburukan orang lain’ batinnya.

Jihye mengupload beberapa foto dirinya dengan cast di reality shownya kemarin di cyworld nya dan kemudian mengganti background music nya menjadi lagu-lagu instrument. ‘ah~ autumn kembali~’ jihye mengupdate statusnya seperti itu. Itu artinya akan banyak photoshoot menggunakan baju hangat namun bukan jaket, dan jihye paling suka hal itu.

Sambil melihat-lihat daum, cyworld dan nate, jihye menemukan sebuah headline yang cukup membuat matanya membulat. Ada sebuah lomba photoblog dengan hadiah jalan-jalan ke eropa. ‘30 days challenge’ Itu impian jihye. ‘SWISSSSSS’ teriaknya. Buru-buru jarinya menyentuh keyboard dan log-in ke dalam photoblog miliknya. Kali ini temanya vintage. ‘jihye hwaiting!!!!!!’ ucapnya sambil mengepalkan tangannya.

***

-kyuhyun’s pov-

“kalau dipikir-pikir, hidupku santai sekali. Jarang punya acara tetap seperti para hyung.” Kyuhyun berucap pelan sambil berjalan-jalan mengitari pasar yang menjual buku-buku bekas. Apa yang dicarinya? Komik mungkin, atau bisa dibilang hanya untuk melepaskan kebosanan yang dilandanya setelah pulang dari kampus.

Kalau dipikir-pikir komik-komik disini tidak begitu jelek tampilannya, dan buku-buku yang dijual juga kondisinya tidak buruk. Harganya murah. Masih bisa digunakan. Sepertinya aku akan mulai mengumpulkan buku-buku kuliahku dari tempat ini saja.

“aaaaaaaa, cicakkkkk!!!” teriak seseorang dari belakangku dan ‘BRUK’ pinggangku tertubruk sesuatu. Terasa lebih sakit karena badanku masih belum sembuh 100% dari kecelakaan kemarin.

Aku meringis sambil membungkuk memegangi pinggang bagian belakangku, tiba-tiba seorang gadis bertubuh kecil sudah ada dihadapanku dengan wajah yang khawatir.

gwaenchanayo? Gwaenchanayo? Mianhaeyo, eotteokhaeyo? Eotteokhae? Aaaaaa, pabo jihye” ucapnya sambil mengelus-elus pinggangku dan sekali-sekali menggetok kepalanya.

eishhhiiiii!! Jinjja, bekas luka oprasiku pasti terbuka lagi gara-gara kau, bodoh!”

mianhaeyo, jeosonghaeyo, mianhamnida” dia berulang-ulang kali membungkukkan badannya.

“sudahlah, aku akan kerumah sakit saja…” aku berjalan meninggalkannya.

anieyo…. Aku akan membantu ahjussi” gadis itu mengikutiku berjalan sambil mencoba membantuku berjalan dengan tenaganya yang…. Nol besar.

mwo!!! Ahjussi!!! Ya!!! Ahjumma, kau harus bertanggung-jawab dengan semuanya” kesabaranku habis, seenaknya saja memanggilku ahjussi. Lihat saja, kau akan membayarnya.

Dia menyetop taksi dan membukakan pintu untukku. “maaf, tapi aku masih smp kelas 3” ucapnya sambil menunjukkan seragam sekolahnya, lalu kami berdua masuk ke dalam mobil. “rumah sakit pak!” ucap gadis itu pada supir.

“lalu aku harus memanggilku apa? Halmeoni?” haha, makan itu.

halmeoni? Wah, kalau begitu kau adalah ahjussi dari seorang halmeoni” sialan, gadis gila, bisa-bisanya dia menatap ku dengan bengis seperti itu.

“kaki pendek!!” balas ku tidak mau kalah

“jerawatan” dia tersenyum, senyuman menghina. Benar-benar anak sekolah jaman sekarang.

ya!!” aku menginjak kakinya

“ahhh!! Sakit!!!” gadis itu berteriak dan sontak taksi berhenti mendadak. Pak supir melihat kearah kami dengan tatapan bingung. Kami pun seakan membeku, tidak tau bagaimana menjelaskan situasi ini pada pak supir yang jelas-jelas mengkhawatirkan kami karena gadis itu berteriak.

“aaaa… aaaa… aaa….” Aku melihat gadis itu mengatur nada suaranya “ah, kok bisa serak begini ya… aaa… a…”

Setelah memastikan tidak ada apa-apa taksi kemudian berjalan kembali.

“alasan” bisikku padanya

“bodo” ucapnya sambil menjulurkan lidahnya

-kyuhyun’s pov end-

***

Dokter mengatakan tidak ada yang harus dikhawatirkan dengan tulang rusuk kyuhyun dan pinggangnya karena masalah tadi. Tulangnya sudah cukup kuat dan hanya membuat rasa sakit saja. dokter juga mengomeli kyuhyun karena mulai jarang kontrol. Hari ini perbannya yang sudah sebulan tidak diganti itu mau tidak mau harus diganti. Jihye, sati-satunya orang yang sekarang ada bersama kyuhyun dan membuat kecelakaan kecil itu terjadi mau tidak mau juga harus bertanggung jawab sedikit merawat kyuhyun. Dia menemani kyuhyun didalam ruangan kecil sambil menunggu suster datang.

“sudah sana pulang saja” kyuhyun malas meladeni gadis kecil itu, omelan dokter membuatnya unmood.

“tidak, aku tidak mau. Aku pernah membuka perban temanku yang kakinya patah karena naik motor. Aku akan bukakan perbanmu ya.” Ucap jihye dengan nada memohon ijin dan berjalan kearah kyuhyun sambil memperhatikan perbannya, mencari dimana pengaitnya.

“coba saja, perbannya sangat ketat, kau tak akan bisa membu_” belum sempat kyuhyun menyelesaikan ucapannya, helai perhelai dengan lihai jemari jihye membuka balutan dari badan kyuhyun.

“cih” kyuhyun semakin unmood melihat jihye yang berhasil mematahkan omongannya. “lepaskan ini, aku mau lihat” ucapnya sambil memegang kamera yang bertengger dileher jihye.

Jihye pun memberikannya pada kyuhyun tanpa protes. Ada sedikit rasa bersalah pada diri jihye yang sempat-sempatnya bertengkar dengan orang yang dicelakainya. Ya, walaupun itu kecelakaan kecil namun orang yang terkena sudah punya traumatik sendiri.

“seenaknya saja mengambil poto orang” komentarnya pada poto dirinya yang berada didalam kamera jihye “hmm, untungnya ini bagus, kalo ga langsung aku hapus”

“aku sedang ikut lomba, 30 days challenge. Hadiahnya ke swiss, temanya vintage, makanya tadi main ke pasar buku loakan” jihye menjelaskan pada kyuhyun yang sedang melihat-lihat isi kameranya.

“swiss? Yakin bisa menang?” kyuhyun sedikit mengejek

“iya, swiss… mau ketemu sapi” jihye menatap kyuhyun dengan semangat

“aneh sekali, harusnya gadis-gadis seperti mu ini lebih senang ke paris untuk berbelanja” kyuhyun benar-benar tidak bisa menebak jalan pikiran gadis didepannya.

Setelah membuka semua gulungan perban, jihye berpura-pura tidak melihat bekas luka dan bekas jahitan dibadan kyuhyun dan bersikap santai.

ahjussi, aku ini model, tidak perlu ke paris juga aku selalu kebagian baju-baju gratis dari brand terkenal” jihye menjulurkan lidahnya pada kyu.

mwo?? Ahjussi?? Ya!! Ahjumma!!” kyuhyun menjewer jihye.

“huuuuuuuu… ini namanya kekerasan dalam rumah tangga!!” jihye mencibir kyuhyun sambil meringis “sakit sekali……dasar_” belum sempat jihye melanjutkan ucapannya terlihat pintu ruangan terbuka dan seorang suster masuk ke dalam ruangan.

Dengan lihat suster itu membersihkan bekas-bekas luka kyuhyun, memang yang dibagian pinggang sudah hamper sembuh total namun dibagian tulang rusuk tidak. Masih ada bekas-bekas jahitan yang terbuka kembali. Perih. Kyuhyun terlihat menahan rasa perih ketika obat-obat mulai diolesi kembali dan jarum suntik masuk keatas kulit punggung kyu. Jihye mengipasinya dan sesekali menghembusnya agar rasa sakitnya sedikit menghilang.

“aku saja yang pasang perbannya” ucap jihye pada suster yang mulai melebarkan gulungan perban.

“terima kasih, aku ambil obatnya dulu kalau begitu.” Balas sang suster

“obat?”

“iya, anda sudah sebulan tidak kontrol dan beberapa bekas luka mulai terbuka kembali, kemungkinan bagian dalamnya juga masih belum sembuh, bagian rusuk anda paling vatal dan anda paling tau hal itu, saya akan ambil obatnya dulu” ucap suster sambil berjalan keluar ruangan.

“gara-gara kau, aku harus minum obat lagi”

“harusnya berterima kasih, gara-gara aku kau jadi kembali kerumah sakit untuk kontrol” jihye sibuk memasangkan perban ditubuh kyuhyun dan kyuhyun juga sepertinya menurut saja dengannya.

“aku haus, ambilkan aku minum” jihye segera mengaitkan perbannya dengan kencang “oke” balasnya sambil berjalan mengambilkan air dari dalam dispenser di sudut ruangan.

Segara kyuhyun langsung menghabiskan air minumnya. “keringatku terus mengalir, tinggikan volume ac nya” komentar kyuhyun yang sebenarnya dia sendiri bisa untuk melakukan hal itu.

Tanpa protes, jihye langsung melakukannya. kyuhyun terlihat senang bisa membalas jihye. Terlebih lagi karena kali ini jihye tanpa perlawanan mematuhi setiap perintahnya.

“pasangkan bajuku, bagaimana bisa kau tidak mengerjakan perkerjaanmu dengan tuntas” kyuhyun menunjuk bajunya.

“ah iya! Aku lupa~” jihye cengengesan dan segera memasangkan baju kyuhyun.

Pintu ruangan terbuka kembali, ada seorang wanita paruh baya dan wanita muda disana.

eomma!!!” teriak kyuhyun

eo~” balas wanita itu mendekat kearah mereka.

eomma?” jihye berbisik pelan disambut dengan juluran lidah kyuhyun.

Segera jihye sedikit mundur menjauhi kyuhyun dan membiarkan keluarga itu berkumpul.

“terima kasih ya, kalo ga karna kamu pasti adik aku ga akan pernah mau datang kerumah sakit untuk kontrol” wanita muda itu berjalan ke arah jihye dan memegang kedua tangan jihye

“apa-apaan, dia yang buat lukaku tambah parah” kyuhyun tidak terima karena kakaknya lebih membela jihye.

“kyuhyunah~ kami udah denger penjelasan dokter, kamu memang bandel sekali” ucap ibu kyuhyun sedikit mengomeli anak paling kecilnya.

“ayo makan malam bersama kami, ini sudah hampir malam, sekalian kami akan antar kamu pulang” ucap si wanita muda.

noona~ kau mau kita makan malam dengannya? Untuk apa? Ah, iya. Asal noona tau, dia itu model… dia menjual badannya untuk mendapatkan uang, jangan anggap dia anak baik-baik, lihat saja kelakuannya, bahasa kasar dan benar-benar anak sekolahan jaman sekarang sudah tidak punya sopan santun”

ya!! Cho kyuhyun!!” ahra menggetok dahi kyuhyun sambil melihat kearah jihye dengan khawatir. “maaf ya, dia memang seperti ini, dia ga bermaksud seperti itu” ahra tidak enak hati dengan jihye.

“apanya? Aku emang bermaksud seperti itu kok” kyuhyun membalas tanpa rasa bersalah sedikitpun.

“hehe, mianhaeyo… aku pulang deluan saja ya, udah mau malem harus ngerjain pr” ucap jihye sambil menundukkan badannya pada ibu dan kakak kyuhyun “sampai ketemu lain kali ya ahjumma~ eonnie~” ucap jihye tersenyum pada mereka dan berjalan kearah pintu.

“untuk apa bertemu denganmu lagi” balas kyuhyun

Jihye berhenti tepat didepan pintu dan membalikkan badannya lagi kearah mereka. “aku memang model, tapi aku tidak menjual badanku demi uang, aku menjadi model karena aku senang photography, aku senang menjadi objek photo, cobalah lihat segala hal dari sudut pandang yang berbeda-beda” sepersekian detik kemudian dia sudah berada diluar ruangan sambil menangis.

pabo ya!!!! Dia menangis!!!! Kau keterlaluan sekali” ahra menjitak kepala kyuhyun untuk kesekian kalinya.

“ahra benar, kamu seharusnya berterima kasih padanya, bukan seperti itu caranya. Lagian dia masih kecil, tidak bisakah kamu mengalah dengannya sedikit?”

Kyuhyun memajukan bibirnya tanda tidak setuju namun karena itu adalah ucapan ibunya dia tidak akan melawan, “arraseo” ucapnya.

“ini kamera mu?” Tanya ahra sambil melihat poto-poto didalamnya, “ah ada potomu sambil membaca komik di pasar buku bekas, siapa yang mengambil?”

“itu kameranya” ucap kyuhyun merasa sedikit bersalah “dia ingin ikut lomba photoblog, bodoh sekali, kenapa benda sepenting ini bisa ketinggalan”

Pintu ruangan kembali terbuka, namun orang yang masuk kedalam bukanlah orang yang saat ini mereka harapkan kembali kedalam.

“ini obatnya, harap dimakan sesuai petunjuk.” Suster memberikannya pada ibu kyuhyun, “sewaktu saya berjalan kesini saya lihat nona yang tadi ada disini menangis sambil berjalan dilorong, saya jadi khawatir takut ada apa-apa sampe-sampe saya sedikit berlari kesini, untungnya tidak ada apa-apa. Kalau begitu saya permisi dulu. Pasien juga sudah boleh meninggalkan ruangan.” Ucapnya sambil tersenyum dan meninggalkan mereka.

“yasudah, besok kan bisa kau pulangkan kepadanya” balas ibunya, “sekalian minta maaf” tambahnya, “ayo kita pulang”

Tak ada jawaban dari kyuhyun, mereka bertiga berjalan keluar dari rumah sakit.

wae?” Tanya ahra pada adiknya yang terlihat bingung.

“aku tidak mengenal dia sama sekali” balas kyuhyun.

***

Sudah 2 minggu dari kejadian itu, kyuhyun terlihat frustasi melihat kamera DSLR bertengger diatas meja kamarnya. Berulang-ulang kali dia melihat poto jihye namun dia benar-benar tidak punya koneksi seorang model ataupun ulzzang yang bisa ditanyai.

“itu poto siapa sih? Pacarmu?” Tanya sungmin yang tanpa kyuhyun sadari sudah berada disebelahnya sambil ikut melihat poto-poto dikamera itu.

“…” kyuhyun hanya menggeleng.

“jangan bohong, banyak sekali selca gadis itu dikamera ini…” sungmin sedikit merampas kamera itu dan melihat-lihatnya sendiri.

“ini memang kameranya” terlihat pasrah dan putus asa, tidak seperti kyuhyun yang biasanya.

“lalu? Kenapa ada denganmu?” sungmin bingung “jangan-jangan kau beli kamera bekas, lalu kau jatuh cinta dengannya?” sungmin melirik kyuhyun, “dan kau berharap bisa menemukannya? Hahahaha kisah cinta macam apa itu maknae?” sungmin tertawa sangat puas.

hyung!! Harusnya kau membantu ku, bukan malah menggodaku” kyuhyun mulai kesal.

“aku harus bantu apa memangnya?” sungmin menggeleng-gelengkan kepalanya takjub dengan teknik poto dari orang yang mengambil poto-poto dikamera itu “jangan bilang kau mau aku membantumu menemukannya?”

“iya, memang benar, bantu aku menemukannya”

“hah?” sungmin tak percaya ternyata tebakannya benar “jadi kau benar-benar mencintai pemilik kamera yang sebelumnya?”

“bukan hyung, ceritamu terlalu mengada-ada. Bantu aku menemukannya, lalu mengembalikannya”

“oh, kau meminjam kamera dengan orang ceroboh yang lupa memintanya kembali kepadamu? Jangan-jangan itu fans mu”

“bukan hyung, malah dia tidak mengenal aku siapa”

“ah, terserahlah” ucap sungmin tidak mau ribet “lalu kita mulai dari mana?”

“mulai dari awal dong lee sungmin, masa mulai dari akhir” 2 jitakan keras mendarat dikepala kyuhyun.

“itu untuk kau yang tak sopan memanggil namaku dan untuk kau yang bisa sempat-sempatnya tidak serius menjawab pertanyaanku” kyuhyun hanya bisa meringis sambil mengelus kepalanya.

“oke kita mulai, namanya siapa?” ucap sungmin sambil mengeluarkan notes kecil dan pena dari laci meja disebelah tempat tidurnya.

“tidak tahu”

“umur?”

“dia kelas 3 smp, berarti dia lahir tahun 1991-1992”

“alamat?”

“tidak tahu”

“ponsel?”

“tidak tahu”

“hmm….susah juga…. Tidak ada clue lain?”

“dia model dan sepertinya ulzzang”

“ah!!” sungmin teringat sesuatu “Tanya kibum saja”

Buru-buru mereka langsung mendatangi kibum dikamarnya.

“kibumah~” ucap kyuhyun sambil mengetok-ketok pintu kamar kibum-siwon

“password!!” teriak seseorang dari dalam

“password??” sungmin bingung “ya!! Ini aku!! Dasar kalian ga sopan sama yang lebih tua”

Kyuhyun mengacungkan jempolnya pada sungmin. Umur sungmin bisa menjadi senjata handalan pada saat seperti ini. Dan tepat saja, pintu segera terbuka.

chu~ jangan marah chu~” siwon membujuk-bujuk sungmin “ada apa sih kalian? Heh, maknae tumben sekali tau caranya ketok pintu” tambahnya.

wae?” Tanya kibum tenang.

“kenal dia?” kyuhyun segera menyodorkan poto jihye padanya.

“sepertinya pernah melihat, tapi entah dimana, siapa? Sedang main apa kalian? Main detektif-detektifan? Dasar” kibum lanjut membaca naskahnya.

ya! Serius, pernah melihat dimana?” kyuhyun menyingkirikan naskah kibum.

“ditivi, tapi aku lupa… memangnya dia siapa?” seketika kibum jadi ikut penasaran.

nugu? Nugu?” siwon yang tidak ingin ketinggalan segera melihat poto-poto jihye, “wajahnya familiar”

“kalian mengenal? Wah, dia memang model ternyata” sungmin setuju, “aku kira dia hanya seorang photographer karena teknik poto-poto yang diambilnya bagus sekali”.

“ditivi ya? Siapa yang paling rajin nonton tivi disini?” Tanya kyuhyun sambil mengingat.

“kau!!” teriak kibum, siwon dan sungmin bersamaan.

“maksudnya selain aku, yesungie hyung?” kyuhyun memasang tampang bertanya dan dibalas anggukan dengan yang lain.

Siwon, sungmin dan kyuhyun keluar dari kamar itu, sedangkan kibum tidak tertarik dengan permainan detektif sang maknae. Mereka mendapati yesung sedang santai tiduran didepan tivi.

hyung~ hyung~” panggil kyuhyun pada yesung

ya! Ya! Lihat itu!” ucap sungmin pada kyuhyun dan siwon sambil menunjuk kearah tivi, refleks keduanya melihat kearah tivi dan hanya ada tayangan iklan.

“kenapa? Kalian bingung sama junjin hyung di situ?” Tanya yesung bingung.

“ah! Ituuu, iya benar!!” ucap siwon dan membuat kyuhyun mengecek kembali wajah gadis dipoto dan ditivi, “iya kyuhyun, itu dia”

“berarti tinggal Tanya junjin hyung saja…. Selamat cho kyuhyun!” ucap siwon menyalami kyuhyun yang terdiam menyadari betapa bodohnya dia yang tidak ingat dengan wajah orang yang selalu muncul diselingan tayangan drama favoritnya, jumong.

“ada apa sih??” Tanya yesung bingung “ah, dasar aneh” dia kembali melanjutkan tontonannya ketika iklan berakhir.

“kenapa? Harusnya kan kau senang bisa mengembalikan lagi kamera ini padanya” ucap sungmin pada kyuhyun sambil kembali masuk kekamar mereka.

“entahlah…sebenarnya kami bertengkar…”

“bertengkar?”

“iya hyung, kalau begitu temani aku mengembalikannya bagaimana? Aku yakin dia tidak ingin melihat wajahku lagi…”

“hei bodoh! Kau ini laki-laki dan sudah besar, selesaikan sendiri masalahmu”

“iya iya baiklah” kyuhyun menggerutu

***

Hari ini jadwal shoot namun Jihye datang lebih cepat karena junjin berpesan pada jihye ada temannya yang ingin bertemu jihye di coffee shop dekat tempatnya shoot, mungkin saja membahas masalah photoshoot dengan brand yang lain. Sambil sibuk mengutak-atik ponselnya, tiba-tiba terdengar suara seseorang di hadapannya.

“annyeonghaseyo” ucap kyuhyun menundukkan kepalanya dan duduk dihadapannya.

Air muka jihye berubah, seketika moodnya jadi jelek dan tidak ingin membalas sapaan kyuhyun, “bukannya tidak ingin bertemu lagi denganku?” ucapnya malas menatap kyuhyun dan lebih memilih lanjut mengutak-atik hapenya.

“aku mau mengembalikan ini” kyuhyun mengeluarkan kamera jihye dari tasnya.

“lupakan saja, tidak perlu repot-repot memulangkannya”

“bukannya kau membutuhkannya untuk ikut lomba itu?”

“apa urusanmu? Aku sudah tak ingin mengikutinya lagi, bukannya kau jijik denganku? Sana pergi saja, aku ada janji dengan teman appa ku”

“junjin hyung? itu aku”

“ah, kau teman junjin appa? Haha, dunia ini aneh sekali”

“aku sudah mengambil poto setiap hari selama 2minggu lebih ini, jadi kau bisa melanjutkannya hingga hari ke-30”

“kau pikir aku orang macam apa? Sebegitu hinanya kah aku dipandanganmu? Jalang, tidak tau diri, tidak tau sopan santun, menjual diri, lalu sekarang kau menganggap aku orang curang yang terobsesi sama hadiah?” jihye berdiri sambil terengah-engah menahan air matanya, “orang sepertimu, bisa mati sajakah?” kemudian dia membalikkan badannya berniat meninggalkan kyuhyun.

“kau benar, harusnya pada kecelakaan tahun lalu aku mati saja agar tidak bertemu dengan mu dan membuatmu selalu menangis, maafkan aku….maaf…. aku tau kau pasti marah sekali denganku, aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya berniat membantumu, maafkan aku”

Kyuhyun terlihat sangat bersungguh-sungguh, seketika amarah jihye sedikit mereda ketika ingat masalah punggung kyuhyun yang dipenuhi bekas luka. ‘pasti kecelakaannya parah sekali’ batinnya.

Jihye membalikkan badannya dan kembali duduk namun dengan muka yang masih masam. Ada perasaan lega dari hati kyuhyun melihat jihye kembali ketempat duduknya.

“bagaimana lukamu? Sudah kontrol untuk minggu ini?” Tanya jihye ketus.

“aku sudah makan obat…”

“aku Tanya, sudah kontrol untuk minggu ini?”

“…” kyuhyun menggeleng

“aku tidak akan memaafkanmu sebelum kau kontrol kerumah sakit”

“aku akan kontrol hari ini juga, tapi kau harus ikut agar kau percaya”

“sebentar lagi aku akan ada photoshoot, biasanya sampe 5 jam”

“akan kutunggu, rumah sakit buka 24jam kan”

“oke” ucap jihye santai mengiyakan.

“kopi atau coklat hangat?” Tanya kyuhyun sambil bangkit dari tempat duduknya.

“coklat hangat, aku suka coklat~” ucap jihye sambil tersenyum.

“oke nona~”

***

Jihye dan kyuhyun makan malam disebuah restoran didekat rumah sakit. Bukan, ini bukan restoran, lebih akrab jika disebut warung makan. Mereka memesan samgyupsal sebagai menu makan malam makan ini, tak lupa kyuhyun memesan arak, ya dia menyukai alcohol.

“jangan lupa obatnya harus dimakan, kontrol selanjutnya bulan depan, untung saja lukamu sudah hampir sembuh” ucap jihye sambil memainkan jari-jarinya diatas meja yang masih kosong.

“ngomong-ngomong, kita belum berkenalan. Tidak seharusnya kau memanggilku sebaya seperti itu karna faktanya aku lebih tua darimu dan kau hanyalah anak kelas 3 smp”

“oke kalau gitu, ahjussi?” jihye menggoda kyuhyun dan dibalas dengan tatapan bengisnya “arraseo

“kau deluan”

Jihye kemudian berdiri dan membungkukkan badannya sebentar “annyeonghaseyo, jeoneun seo jihye imnida, 92line imnida, yeogosaeng imnida, bangapseumnida” kemudian dia duduk kembali.

“chokyuhyun, 89line, bangapta dongsaeng~” ucapnya sambil menjulurkan lidah

“tidak sopan”

“kau yang seharusnya sopan”

“iyaiyaiyaiyaiya” balas jihye tanpa jeda

“kesinikan hapemu” kyuhyun menjulurkan tangannya

“untuk apa?”

“ini perintah”

eishhiiiiii!!!!” dengan gerutu jihye sambil memberikan hapenya pada kyuhyun. Kyuhyun mulai menyentuh layar hape jihye.

‘don’t don! Modeun ge don sesang won ane gadhin neo what is your mind’ terdengar hape kyuhyun berdering.

eo? Super junior?” jihye menebak lyric ringtone kyuhyun.

“kau kenal suju?” Tanya kyuhyun tak percaya.

“aku fans suju, suka lagu-lagu mereka”

“hah? Kau fans suju tapi kau tak mengenalku?….” kyuhyun menjedotkan kepala ke dinding “cho kyuhyun! Kau harus berusaha lebih keras tahun ini!” desisnya

wae? Wae? Memangnya kau siapanya suju? Yang menulis lagunya? Wah!!!! Aku memasang lagu chagunchagun di cyworld ku!!!” jihye eksited

“sudahlah lupakan saja…” wajah kyuhyun datar dan kemudian mengembalikan ponsel jihye tepat keatas tangannya.

‘you’re my all my everything, eoreopji ahnke nega neukkyeojigo inneun geol’ hape jihye berdering, langsung dilihatnya layar untuk mengetahui siapa yang menelpon.

“apa ini? Kyuhyun oppa?” dia membaca nama yang muncul dilayar hapenya.

“siapa yang paling kau suka di super junior?” ucap kyuhyun tidak menghiraukan perkataan jihye.

“kibum oppa~”

“ah, harusnya aku tau dari awal” kyuhyun kembali menyadari kebodohannya bahwa di grupnya memang kyuhyun lah yang paling terkenal.

wae?

ani…nanti akan kuberikan album super junior dengan tanda tangannya”

“wah! Janji?”

“janji!” kyuhyun menyodorkan kelingkingnya dan kemudian jihye membalasnya “ngomong-ngomong kenapa makanannya lama sekali, aku sudah lapar, ahjumma!!!!” kyuhyun berteriak sambil menekan bell yang ada dimeja mereka.

-to be continued-

 

 

One thought on “[FF Freelance] My All My Everything (Chapter 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s