[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 5)

chapter 5

Title                 : Twins Sister Chapter 5

Author            : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating              : –

Genre              : Romance, Sad

Main Cast      :

  • Lay
  • Yuri a.k.a Soori
  • Yoona

Supporting cast: Cari aja di ceritanya ya

Pairing            : LaYoon

Quote              : I can make you happy, trus me~

Previous        : Chapter 1Chapter 2Chapter 3, Chapter 4,

Disclaimer     : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster : by Lee Yongmi @cafeposterart.wordpress.com

A.N                   : WARNING Typo bertebaran, please dont be silent reader, ur comment its so precious for me. Akhirnya author kembali dengan chapter 5 dari Twins Sister ini, semoga bisa semakin menambah rasa penasaran kalian. Hehehe/ngarep dot com.

 

 

Kenapa kita terlihat begitu mirip jika dibandingkan dengan foto ini, aku seperti melihat bayanganku sendiri. Lalu jika ini Yuri dan foto ini  adalah Yuri, kenapa wajah mereka tidak sama?

Yoona POV

“Kenapa foto Yuri dan Yuri yang ada disini memiliki wajah yang berbeda? Jika kalian salah mengenaliku dna menganggap aku adalah Yuri yang ada di foto ini aku bisa memahaminya tetapi Yuri ini kan berbeda?” tanyaku pada Lay yang sedang menatap lekat wajahku yang dipenuhi kebingungan. “Dia..” kata Lay sambil matanya tertuju pada Yuri, “Mengalami insiden kebakaran hebat yang sengaja dibuat oleh tunangannya sendiri, Kim Kai. Wajahnya sebagian besar melepuh akibat kebakaran itu, saat itu aku tidak tahu kalau dia itu adalah Yuri karena saking rusak wajahnya akupun tidak mengenalinya, lalu wajahnya mengalami rekonstruksi besar-besaran yang membbuat seluruh wajahnya sama sekali berbeda dengan wajah sebelumnya dan dokter yang membedahnya adalah aku,” lanjut Lay sambil menundukkan wajahnya, mungkin dia merasa bersalah mengubah wajah Yuri sehingga sangat berbeda seperti ini. “Mungkinkah jika aku adalah benar-benar saudara kembarnya?” tanyaku pada semuanya, pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban justru itulah yang menjadi tugasku untuk mencari tahu.”Ouh baiklah, aku mengerti besok aku akan mencari tahu mengenai benar atau tidaknya dia saudara kembarku,”lirihku lemas, karena berita dan kejadian hari ini benar-benar menguras pikiranku.”Aku harap, kamu bisa membantu kami dengan rencana yang kami buat Yoona ssi,” kata Luhan. Lay oppa hanya terdiam setelah dia menjelaskan padaku alasan dibalik semua ini, sepertinya dia sangat terpukul sekali tangan ahlinya membuat seseorang dalam keadaan bahaya dan bisa selamanya tidak dikenali oleh orang-orang disekelilingnya. Aku ingin sekali mengangkat beban namja itu, tanpa sadar aku memegang pundaknya yang ada disebelahku, “Tenanglah semuanya pasti bisa diselesaikan, aku akan menuruti semua rencana yang telah kalian buat. Hubungi aku lagi besok,” kataku sambil memegang handphone Lay oppa yang sedari tadi diletakkan dimeja aku telpon nomorku sendiri dan aku save nomorku disana, melihat hal itu Lay oppa terlihat kaget meski beberapa detik kemudian dia menyunggingkan senyuman tipisnya yang membuat kedua lesung pipitnya itu terbentuk. “Baiklah, terima kasih nanti aku akan merencanakannya dirumah saat kami bertiga nanti.” Katanya sambil memegang  tanganku dengan halus yang sedari tadi bertengger dipundaknya. Tidak kusadari, sepasang mata lainnya sedang mengikuti semua gerakan yang kami buat seakan dia sedang bersiap menerkamku, Yuri… dia sepertinya menyukai Lay.

 

Yuri POV

Mereka begitu mesra, padahal sudah lebih dulu aku yang mengenali Lay oppa semenjak dia menangkapku ditangga saat itu hatiku mulai berdebar untuknya, bagaimana kalau nantinya Lay oppa menyukai Yoona? Yoona dengan wajah yang sama dengan wajahku saat kami berdua ditangga. Sebuah moment yang takkan bisa aku lupakan. “Sebelum kita membicarakan rencana ini semua sepertinya lebih baik kita mengisi perut kosong kita ya?” teriak Luhan,” Aku pergi belanja dulu ya,” teriaknya lagi sambil berlalu. Tidak ada jawaban dari Lay oppa, lalu akupun mencarinya seluruh pojok rumah, dan aku melihat Lay oppa sedang berdiri di ruangan dekat kamarnya, dia terlihat menangis dan memandangi foto itu. “Seohyun ah, maafkan aku… karena keegoisanku yang merindukanmu, aku membuat dia seperti itu. Aku benar-benar sangat merindukanmu, maafkan hatiku yang telah berubah.” Katanya sambil tetap menangis, sekejap kulihat siluet dan wajah dari foto yang dipegang Lay oppa, Itu.. yeoja itu? Wajahnya sama persis dengan wajah yang kupunyai saat ini, siapakah dia? Ujarku dalam hati.

Luhan oppa sudah kembali dari pasar dengan kedua tangannya yang penuh dengan belanjaan, dengan sigap aku bantu dirinya dan hanya kami berdua yang ada di dapur itu. Aku membantunya memotong sayuran dan memasak sup kesukaan Luhan oppa, sekarang ini aku lebih lihai ketimbang Luhan oppa dalam hal memasak yeah!!. Kurasakan kedua tangan menelisik masuk dan memegang pinggangku dengan kedua tangan itu saat aku sedang sibuk memotong kimchi, aku kaget dan membalikkan kepalaku dan kulihat sepasang tangan itu adalah milik Luhan oppa ya miliki siapa lagi tidak ada orang lagi selain kami berdua karena Lay oppa sedang mandi. “Yuri, aku merasa sedih jika merasakan apa yang harus kau lalui selama ini.Bagilah kesedihan itu denganku, Yuri ah…” Lirihnya dibelakang kupingku, “Ah, oppa… saat ini aku tidak begitu menderita, berkat keberadaan kalian berdua. My guardian angels,” sahutku sambil mencoba melepaskan ikatannya dari pinggangku,”Jangan begitu, aku tak ingin melepaskanmu.” Sergahnya sambil semakin mengeratkan pelukannya kepadaku, akupun hanya bisa menangis entah kenapa airmata ini mengalir begitu saja, Luhan oppa yang melihatku menangis kaget diapun melepaskan pelukannya pergi menuju kamarnya dna meninggalkan masakan yang belum selesai dia buat.

Akupun melanjutkan masakan itu sambil menangis, tangisan itu adalah tangisan kebahagiaan, tangisan haru yang mewakili perasaanku, rupanya masih banyak orang yang menyayangiku. Meja makan sudah di set dan akupun memanggil kedua oppaku itu,”Oppadeul, ayo kita makan.”, kulihat Luhan duduk dengan canggungnya sementara Lay oppa tidak menangkap sisi kecanggungan saat ini. Setelah makan, kamipun duduk ditengah ruangan, dan Lay oppa memulai pembicaraan.”Aku sudah menimbang-nimbang semua ini, dan aku rasa masalah ini ahrus segera diselesaikan sebelum kelakuan Kai semakin berada di luar batas, meski kita pergi kesana dan mengatakan bahwa Soori  ini adalah Yuri pasti tidak akan ada yang mempercayai kita lebih baik kita meminta bantuan Yoona untuk berpura-pura sebagai Yuri, sementara Yuri mendampinginya sebagai sahabat Yoona selama dia ada disana. Bagaimana?” kata Lay oppa menjelaskan rencananya, Luhan oppa terlihat berpikir…”Bagus hyung, aku suka ide itu tetapi sepertinya aku harus berperan juga sebagai teman Yoona, karena aku tidak ingin Yuri disakiti, karena aku yakin Kai pasti ingin menyakiti Yuri kembali jika tahu wajahnya yang dipanggil Soori ini adalah Yuri yang asli.” Ujarnya sambil menatapku.”Ne, aku ikut sajalah dengan semua rencana kalian,” kataku karena pikiranku masih membayangkan saat Luhan oppa memelukku. Setelah rencana yang dibuat terbentuk dengan rapi, rencananya besok kita akan pergi kembali mengajak Yoona dan mencoba membujuknya agar dia mau berpura-pura menjadi putri keluarga Oh, Lay oppa kembali ke kamarnya dia terlihat sudah sangat ngantuk. Tetapi  Luhan oppa belum pergi dia mengangkat semua piring yang ada dan mencucinya, akupun membantunya mencuci piring. Karena kejadian saat memasak sebelumnya itu membuat kita berdua canggung bahkan saat mencuci piring bersama, lalu suara Luhan oppa terdengar memecah keheningan yang ada,”Yuri sudah sejak pesta ulang tahun itu,,,,”katanya sambil terpotong dan tidak melanjutkan kalimatnya,”Sudah sejak itu aku mencintaimu….aku tidak peduli wajahmu berubah seperti bagaimana, yang jelas saat aku tahu Soori itu adalah dirimu aku sangat bahagia karena meski sosokmu berubah menjadi Soori pun aku tidak bisa menahan untuk tidak peduli padamu, meski kau itu sebagai Soori atau Yuri aku tetap mencintaimu, segalanya tentangmu dan kepribadianmu itu.” Luhan oppa menyatakan cintanya padaku, kata demi kata terdengar begitu tulus… berbeda dengan ucapan dari mulut Kai yang jahat itu… Hatiku yang pada awalnya hanya memandang Lay Oppa, sekarang sepertinya mulai berubah, aku mulai memandangnya sebagai namja, bukan lagi sebagai oppa yang selalu melindungiku.

 

Yoona POV

“Oppa, apakah aku bukan adikmu yang sebenarnya?” mendengar pertanyaanku itu Kris oppa yang sedang sibuk dengan buku resepnya terlihat kaget,”Apa maksudmu Yoona-ya?” jawab kris oppa bingung,”Kalau begitu, apakah aku mempunyai saudara kembar?” tanyaku lagi, sementara itu Kris oppa yang bingung hanya terdiam tidak menjawab tidak terpuaskan oleh jawabannya yang hanya diam itu akupun berteriak,”Jadi siapakah aku ini??!!! Jawab aku oppa, apakah aku mempunyai saudara kembar?” teriakku sambil terisak, eomma  yang sedari tadi sedang mengangkat jemuran kaget mendengar teriakanku yang terdengar sampai luar, dia bergegas masuk kedalam dan menatapku sendu..”Maafkan aku Yoona-ya, seharusnya kau tidak perlu menanyakan pada oppamu, dia tidak tahu apa-apa,” kata eomma Tiffany,”Kau memang bukan putri keluarga Im, sebelum appa meninggal dia membawamu ke keluarga kami. Tapi satu hal yang pasti, kau mempunyai saudara kembar.” Jawaban dari eomma Tiffany itu seperti sambaran petir di siang bolong, jadi memang benar bahwa aku ini memiliki saudara kembar dan aku sangat yakin Oh Yuri adalah saudara kembarku, mataku berlinang airmata tangisanku semakin menjadi-jadi. Eomma dan oppa yang melihatku ikut menangis denganku dna memelukku mencoba menenangkanku karena fakta yang baru saja aku ketahui, Kris oppa pun sama sepertiku baru mengetahui tentangku bahwa aku bukanlah putri dari keluarga Im melainkan putri dari keluarga Oh yang tidak aku ketahui sama sekali.

 

Author POV

Beberapa jam kemudian

“Baiklah jika memang begitu, aku harus membantu Yuri bukan? Dia adalah saudara kembarku.” Sahut Yoona saat Lay mulai menjelaskan rencananya dan mengharuskan Yoona berpura-pura sebagai Yuri. “Yoona sudah setuju, kita hanya harus mempersiapkannya selama seminggu ini. Ini semua tidak akan mudah pertama kita harus dapat membohongi semua staff dan pelayan dirumah Yuri termasuk Kai didalamnya, semua informasi Yuri juga harus diketahui Yoona misalnya Yoona harus mempelajari cara tandatangan Yuri, password yang sering digunakan Yuri, makanan dan minuman kesukaan dan yang paling dibenci Yuri, pokoknya semua mengenai Yuri. Karena hal itu tidak mudah, maka mulai dari sekarang Yoona akan tinggal bersama kita di rumah kita.” Kata Lay dengan tegas.

 

Kai POV

Sudah beberapa hari ini aku menjabat menjadi Presiden Direktur, belum ada yang mencurigai kemana Yuri pergi, akupun belum menemukan jasadnya saat kebakaran yang kubuat di villa beberapa bulan yang lalu, meski kemungkinannya kecil untuk bisa bertahan di kebakaran yang hebat itu, tetapi aku harus tetap siaga hingga satu tahun ini, dan sepertinya aku harus memberi Jessica liburan keliling dunia agar dia tidak merusak rencanaku. Aku yakin meski dia memang gadis berhati dingin spertiku adakalanya dia mencair dan meleleh seperti salju di musim panas, karena itulah aku harus memperhitungkan segalanya dengan matang.

 

Author POV

 

Lay mulai menginstruksikan segala rencana dan detail mengenai hal-hal kecil pada Luhan, Luhan yang membantu Yoona dan Yuri untuk me matching kan segala jawaban bilamana ada pertanyaan saat mereka tinggal di rumah Yuri, mulai dari apa yang terjadi, sejak kapan mereka berteman, hingga pada isu-isu detail yang lainnya yang mengharuskan keduanya bisa menjawab, termasuk kejadian saat Kai dan Yuri di villa Yoona pun harus mengetahui detailnya, setiap perkataan Kai dan kelakuan Kai terhadap Yuri. Saat ketiganya Luhan, Yuri dan Yoona mencocokkan semuanya wajah Luhan terlihat berbeda, raut mukanya masam saat mendengar bagaimana Kai mencium Yuri saat di villa, Yuri yang menangkap gelagat cemburu dari Luhan hanya bisa tersenyum, maka dari itu setelah mereka selesai Yoona langsung membantu Lay yang sedang mencuci piring di dapur, sedangkan keduanya duduk di teras depan klinik yang sudah tutup.

“Yuri-ah, sudahkah kau pertimbangkan cintaku ini?” tanya Luhan dengan tatapannya yang lembut. “Sudah aku pertimbangkan, berkat semua sikapmu padaku akhirnya aku luluh olehmu. Aku siap menerima cintamu Oppa.” Jawab Yuri sambil tersenyum malu. Kemudian tangan Luhan mendekap pinggang Yuri dari belakang sementara yuri bersender pada pagar teras rumah mereka yang menghadap taman kecil. “Luhan, Yuri, ! sudah malam waktunya kalian tidur, tutup pintunya sekarang!” teriakan Lay dari dalam sukses membuat suasana romantis yang tercipta diantara mereka menjadi rusak.”Arghh,.” keluh Luhan yang diiringi tawa renyah dari Yuri yang melihat wajah konyol dari pacar barunya itu. Padahal saat keduany masuk kedalam rumah terlihat Yoona dan Lay sedang asyik saling membantu mencuci piring-piring kotor didepan mereka. Luhan dan Yuri yang kesal karena panggilan Lay itu langsung masuk ke kamar masing-masing, meninggalkan Yoona dan Lay yang  berduaan di dapaur.

 

Tiba-tiba air sabun mengenai wajah Yoona dekat mata Yoona, Lay yang khawatir langsung mencoba menghapus sisa air sabun itu dari kelopak bawah mata Yoona dan meniupnya perlahan, saat itu mata keduanya saling bertatapan ada desiran hangat yang terjadi dihati keduanya desiran yang berubah menjadi debaran-debaran jantung yang hebat saat wajah keduanya menjadi semakin dekat, kemudian saat Lay akan menekankan bibirnya pada bibir Yoona dengan dagu Yoona yang ditarik oleh Lay untuk mendekatinya, “Oppa, sudah beres cuci piringnya.” Ujar Yoona gugup sambil membuka sarung tangan karet berwarna pinknya, tetapi saat dia akan beranjak pergi dari ruangan itu tangan Lay yang kuat menahannya pergi. “Khajima..”lirih Lay mengucapkan kata-katanya dengan lembut tepat disekitar telinga Yoona yang sengaja dia dekatkan dengan bibirnya. Semuanya membuat Yoona semakin gugup dan mencoba kembali untuk pergi, bukan karena dia tidak suka dengan Lay tapi dia masih merasa Yuri menyukai Lay dan dia belum tahu bahwa Yuri sudah menjadi pacar resmi dari Luhan sejak malam itu.”Waeyo?” gumam Lay yang sedih saat Yoona mencoba untuk pergi darinya untuk kedua kalinya tetapi Yoona menanggapinya dengan wajah dingin dan berhasil melepaskan pergelangan tangannya dari genggaman tangan Lay yang kuat.

 

Keesokkan paginya, saat pasangan Luhan dan Yuri sedang mesra-mesranya yoona hanya bisa mengamatinnya,”Kalian berpacaran ya? Sejak kapan?” celetuk Yoona yang kesal dengan pemikirannya yang salah akan Yuri,”Tahu gitu semalam aku tidak akan menolaknya.”gumam Yoona kembali saat melihat Yuri dan Luhan menganggukan kepalanya dan kembali dengan aktivitas sok romantisnya itu, huh.Ternyata gumaman itu terdengar oleh Lay yang memang kemampuan pendengarannya yang lebih dari orang normal pada umumnya, senyuman dengan lesung pipitnya itu berhasil Lay ciptakan saat dia mendengar gumaman tersebut. Ouh jadi karena itu kau menolakku dua kali, untuk malam ini sepertinya kau tidak akan menolakku, ujar Lay dalam hati.

Hari ini pasangan baru jadian itu memutuskan untuk pergi berkencan ke Namsan Tower dna ketempat romantis lainnya di Seoul, karena itu Lay yakin mereka akan pulang pada malam hari. Hanya akan ada Lay dan Yoona yang tidur diperaduannya malam ini, saat semua cucian piring telah dibersihkan oleh Lay, Lay lalu membuat dua cokelat panas yang diatasnya dia tambahkan marshmallow cokelat untuk Yoona dan dirinya, “Ini, chocolada marshmallow kesukaanmu,” ujar Lay sambil menyodorkan gelas yang berisi chocolada marshmallow itu, lalu Lay duduk disamping Yoona mengikuti mata Yoona yang tengah asyik menonton berita mengenai gempa yang terjadi di Jepang. “Apa menariknya menonton berita Yoona-ya?” ujar Lay kemudian yang disertai dengan wajah kesal Yoona pada Lay yang begitu tidak peduli pada berita dunia, segmen terfavoritnya selama ini. Lay mengetahui dia salah bicara saat melihat raut wajah Yoona yang memberikan aura kesalnya itu.”Kau tidak senang dengan komentarku sebelumnya ya? Maaf…”lirih Lay,”Aku tidak bermaksud seperti itu, aku hanya ingin kita menghabiskan waktu lebih banyak untuk berdua, tanpa adanya TV dan dua orang yang ngerepotin itu.”lanjut Lay yang membuat kepala Yoona mengarah kepadanya dan dengan dalam Yoona menatapnya seperti ingin mengatakan, lalu kau mau apa? Tapi hanya dengan melihat wajahnya saja Lay mampu membaca nya,”Aku ingin kita juga mengikuti Luhan dan Yuri untuk berpacaran, karena aku juga mencintaimu Yoona-ya.”

 

͛šÎ

Seminggu telah berlalu begitu cepat, semua waktu itu tidak mereka sia-siakan buktinya Yoona sukses menghafalkan semua kebiasaan Yuri, Luhan berhasil menjadi sahabat Yoona yang nantinya akan berperan sebagai Yuri sedangkan Lay yang pada awalnya dia mempunyai basic sebagai pengacara diapun disini berdiri sebagai seorang pengacara Nona Oh Yuri. Kedatangan Oh Yuri yang mendadak berhasil membuat pelayan dan para staf rumah Yuri menjadi kelimpungan dan terpaksa memberitahu Kai yang saat itu sedang diluar kota. Mereka memberitahukan bahwa Yuri telah kembali. Kai yang tahu bahwa Yuri yang dia kenal itu telah terbakar dalam kebakaran beberapa bulan yang lalu terkaget-kaget mendengarnya dan sesegera mungkin dia memesan tiket pesawat untuk berangkat saat itu juga.

Saat ini Yoona tengah berdebar-debar, tetapi sepertinya semuanya berjalan dengan mulus. “Syukurlah kalau misalnya tidak ada masalah.” Kata Yoona,”Ya, untuk hari ini sepertinya semuanya akan lancar, maka dari itu sebelum Kim Kai sampai aku ingin sesegera mungkin membuktikan bahwa aku adalah Yuri.” Jawab Yuri dengan penuh antusias,”Aku akan menghubungi pengurusku, akan kubujuk dia agar dia yakin.” Ujar Yuri diiringi kakinya yang melangkah menuju pintu.

 

Yoona POV

“Syukurlah kau kembali Nona Yuri, sudah banyak sekali hal yang berubah dirumah ini.” Lapor pengurus utama rumah Yuri saat melihat kedatanganku bersama Yuri dan Luhan oppa, Lay oppa tidak ikut karena dia sedang sibuk mengurus beberapa surat termasuk salah satunya adalah surat untk mengetes DNAku dan Yuri. Beberapa saat kemudian saat aku memasuki kamarku eh maksudnya kamar Yuri seorang pelayan mengikutiku masuk dan menyodorkan secarik kertas,”Nona sepertinya tuan Oh meninggalkanmu surat.” Katanya sambil berlalu saat aku menerima surat tersebut.

Yuri ah, sengaja aku membuat surat ini dan aku sangat yakin pada saat kau membaca surat ini appa sudah tidak bisa lagi ada disampingmu, nak. Maafkan appa yang sudah pergi meninggalkanmu kuharap kau bisa menjaga dirimu sendiri dan menjaga seseorang. Sebenarnya kau tidaklah sendiri Yuri, kau mempunyai seorang kembaran yang dibuang oleh nenekmu, aku berinisiatif untuk menitipkannya pada keluarga yang aku kenal dan aku percaya, sudah lama pula aku tidak pernah melihatnya, sedih kurasakan setiap kali aku melihat parasmu itu dan sekilas selalu memikirkannya, saudara kembarmu. Aku sangat yakin, saat aku tiada itu adalah waktu yang pas untukmu mencari saudara kemabrmu itu nak, agar kau tidak kesepian..” kulihat Yuri membaca surat yang belum selesai itu dengan seksama, tangisnya sudah tak terbendung lagi begitu juga denganku, saat aku membaca surat tersebut kusadari betapa menyedihkannya diriku ini yang dibuang oleh nenekku sendiri. Kami saling berpelukan, kulihat Luhan oppa pun yang melihat kami berdua ikut serta menitikkan airmatanya.

Tok, tok, tok pintu digedor cukup kerasnya oleh orang yang berada dibalik daun pintu tersebut.”Yuri ah, buka pintu ini!” teriak Kim Kai dari luar pintu,”Aku harus bagaimana?” tanyaku sambil berbisik pada Yuri yang sedang berada disampingku. Sesuai dengan instruksinya kubuka pintu itu lalu,” Kau benar-benar masih hidup.” Sahut Kim Kai begitu takjub melihat keberadaanku dan masih tidak percaya melihatku yang berperan sebagai Yuri. Tetapi beberapa kemudian… Kim Kai keluar dari pintu seraya berkata..

.

“Kau bukan Oh Yuri! Keluar!” teriaknya…

 

To be continue

P.S: kalau repsonnya bagus aku akan melanjutkannya dengan cepat, yeay!! ^^ True readers tolong merapat, ne? Ayoo ayoo koment ya, hehehe.. 😀

SIDERS tolong menjauh…ne…

Advertisements

3 thoughts on “[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 5)

  1. Wowww keren n menegangkan. … apakah Kai sengaja berkata sprt itu. … atau emang dia tau bhw yoona bukan yuri…. penasaran thor… ditunggu lanjutannya n jangan lama2 ya thor. … hehehehe

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s