[FF Freelance] Love Really Hurts (사랑참아프다) (Chapter 2)

sarang

Title : Love Really Hurts (사랑참아프다) – Chapter 2

Author : @pijicalangek

Cast : Son Naeun

Kim Myungsoo

Kim Jongin

Length : Chaptered

Genre : Tragedy, Hurt, Romance, Angst and Crime

Rating : PG-14

Previous : Chapter 1,

Preview: Son Naeun, gadis itu menghadapi hal buruk dalam hidupnya menikah dengan Kim Myungsoo yang sedikitpun tak ada kasih sayang untuknya, setiap hari ancaman dan siksaan diterimanya membuat batin serta fisiknya sakit. Hanya satu orang yang dapat mengubah kehidupannya menjadi indah, seseorang bernama Kim Jongin. Siapakah Kim Jongin? Akankah Naeun bertemu dengannya dan mengubah hidupnya seperti dulu, sebelum ia bersama Kim Myungsoo? Let’s read it!

A/N: Annyeong readers J thanks ya admin readfanfiction udah mau share ff biasa ini haha. Walaupun biasa begini tolong banget commentnya ya ;)) happy reading!! FF ini udah aku post di WP ku sendiri ( bebekejang.wordpress.com ) main main kesana ya😉 juga udah di post di MyungEun WooRong Fanfiction Facebook.

****

Naeun mendorong keranjang belanjanya, tangannya entah sudah keberapa kalinya mengambil bahan-bahan yang harus ia beli dan mendorong keranjang tersebut sembari mengingat hal apa lagi yang harus ia beli.

“Aaa~ Sepertinya aku akan memasak Bulgogi saja. Myungsoo-sshi pasti akan senang,” senyuman indah merekah di bibir Naeun, dengan semang iapun mendorong keranjang tersebut ke tempat daging.

Ajhussi! Tolong daging sapi dan paha babinya satu, ne?” ujar Naeun semangat kepada ajhussi yang sedang menjaga stan daging itu.

Aigoo.. Nampaknya kau semangat sekali nona, apakah kau akan membuat makanan special untuk suamimu? Pasti ia akan sangat senang! Aku jadi teringat istriku dulu sama sepertimu haha,” Ajhussi itu tertawa kecil dan menaruh daging yang sudah di bungkus ke keranjang belanja Naeun.

“Eum, ne ajhussi, gomawo!”Naeun membungkukan tubuhnya.

‘Aku juga berharap semoga Myungsoo-sshi akan menyukainya,’  batin Naeun menghela nafasnya, kembali mendorong keranjang belanjanya ke arah stan sayuran.

“Tinggal daun bawang dan cabai,” gumam Naeun mengingat-ingat hal yang perlu ia beli, kedua manik matanya menjelajahi bahan makanan yang tersaji disana.

“Disitu kau rupanya,” Naeun tersenyum melihat bahan makanan yang ia cari, saat tangannya hendak mengambil, sebuah tangan tiba-tiba ikut mengambilnya.

Joesonghamnida(maaf dengan kata sopan),” ujar Naeun membungkukan badannya dengan cepat kearah seseorang yang kini berada di depannya.

“Son Naeun?” seseorang di depannya itu memanggilnya dengan refleks Naeun segera mengangkat wajahnya.

Omo!Jonginnie!!” teriak Naeun dengan cepat memeluk seseorang yang dipanggilnya Jongin itu.

Aish..bogoshiposeo(aku sangat merindukanmu), kenapa kau tidak datang ke pernikahanku?” tanya Naeun mengerucutkan bbirnya membuat Jongin seketik tertawa dan mengacak rambut yeoja yang masih berada di hatinya.

Mianhae, mendadak aku ada urusan di Busan,” bohong Jongin. Walaupun sejujurnya ia mendatangi pernikahan itu. Namun, siapa yang akan tahan meihat seseorang yang dicintainya akan menikah di hadapannya?

“Sebagai permintaan maafku, bagaimana dengan secangkir kopi?” tawar Jongin tersenyum yang disambut dengan anggukan semangat dari Naeun.

“Tapi sebelumnya ini,” Naeun mengarahkan manik matanya kearah keranjang belanjanya.

Arraseo,” ujar Jongin mengacak rambut Naeun dan segera mendorong keranjang belanja itu ke kasir.

“Bisakah kau seperti Jongin juga, Myungsoo-sshi?” gumam Naeun pelan dan mengikuti Jongin dari belakang.

Jongin dan Naeun memasuki kedai kopi yang tak jauh dari supermarket tadi.Seorang pelayang menyambut mereka dengan hangat.Jongin dan Naeun segera mencari tempat duduk.

Dan disanalah mereka berdua, duduk disamping jendela tertawa lepas seakan sebuah pasangan yang sedang berkencan di tengah hujan salju di luar sana.

Americano coffee saru dan Cappuccino,” ujar Jongin ke arah pelayan yang menunggu pesanan mereka.

“Yak!Kim Jongin aku belum sempat memilih!”Naeun mengembungkan pipinya dengan kesal.

Jongin hanya tertawa gurih melihat wajah sahabatnya itu kesal, “Aku sudah mengetahui apa yang akan kau pesan Naeunnie.”

“Maaf Tuan Kim Jongin.Hari ini kau salah haha.Aku tidak jadi Cappuccino, tolong Coffee Lattenya,” ujar Naeun memeletkan lidahnya, dan menggati pesanan.

“Hanya Americano dan Latte?Tunggu lima menit lagi,” ucap pelayan mengulang pesanan tersebut dan meninggalkan Naeun dan Jongin.

‘Latte?Tidak biasanya,’ batin Jongin bingung.

“Jadi bagaimana hari-harimu?” tanya Jongin membuka percakapan.

“Aku?Hmm… tidak jauh berbeda dari yang sebelumnya, dirimu?”Naeun bertanya kembali kepada Jongin.

“Seperti yang kau lihat sekarang, aku baik-baik saja Naeunnie, apakah Kim Myungsoo berprilaku baik padamu?” Jongi menatap manik mata Naeun, membuat Naeun segera mengalihkan pandangannya ke arah lain.

“T-tentu saja! Myungsoo-sshoppa begitu baik kepadaku,” bohong Naeun tersenyum kaku.

“Kau berbohong kepadaku?”Jongin mencodongkan wajahnya beberapa senti kedepan.

“A-aniya Jonginnie, untuk apa aku berbohong padamu hahaha,” tawa Naeun hambar kembali berbohong dan menundukan kepalanya.

“Lihat wajahku Naeunnie, kau masih ingat mediang appamu mengajarkan untuk melihat siapa saja yang tengah berbicara padamu!” ujar Jongin tegas membuat Naeu mengangkat wajahnya.

Jongin menatap mata Naeun dengan lembut, terlihat jelas disana kebohongan dari mata gadis itu.

Waeyo?” tanya Jongin mengenggam tangan Naeun yang terletak di meja.

Ne?” ujar Naeun tak mengerti.

Waeyo?Mengapa harus berbohong Naeunnie? Apakah ia menyakitimu? Mengapa tidak cerita padaku atau Hayoung?” pertanyaan dengan nada halus kembali terucap dari bibir Jongin.

“Karena aku masih bisa menanggungnya Jongin-ah.Mianhae,” jawab Naeun kembali menundukan wajahnya.

Jongin menghembuskan nafasnya dengan pasrah, “Ini bukan masalah dirimu bisa menanggungnya atau tidak, Naeunnie.”

“Aku janji jika aku sudah tidak sanggup, aku akan menceritakan semua padamu,” janji Naeun tersenyum paksa.

Kensunyian terjadi beberapa menit di meja itu. Jongin, namja itu kini tengah sibuk dengan pikirannya sendiri, sedangkan Naeun kini ia tenga memperhatikan orang yang sedang berlalu lalang diluar sana. Hingga di sebrang sana manik matanya menangkap pasangan yang tengah berciuman membuat matanya memanas.

Tidak, ia tidak cemburu dengan romantisnya kedua pasangan itu berciuman di tengah salju yang tutun, saling berbagi kehangata satu sama lain. Melainkan ia mengenali sosok lelaki itu, lelaki yang begitu banyak menaruh luka di hatinya.

Ya. Kim Myungsoo suaminya sendiri yang sedang berciuman dengan gadis lain di depan matanya.

“Jongin-ah aku permisi ke kamar mandi,” Naeun segera berdiri dan meminta izin kepada namja di hadapannya ini dengan suara bergetar, membuat Jongin terbangun dari lamunannya. Namun saat Naeun hendak pergi…

‘Brak!’

Tubuh Naun betabrakan dengan tubuh seorang pelayan yang hendak membawa pesanannya, kopi panas kini sudah berpindah tempat di tubuh Naeun.

“Naeun-ah gwenchanayo?”Jongin dengan spontan berdiri dan menghampiri Naeun.

Naeun hanya mengangguk pelan dan kembali duduk di kursinya, sedangkan pelayan tersebut hanya membungkukan badannya meminta maaf dan segera pergi membuat kopi baru untuk Jongin dan Naeun.

“Lepas kardiganmu!” suruh Jongin khawatir.

“Aniya, tidak perlu Jongin-ah,” Naeun menggelengkan kepalanya.

“Naeun-ah lepas, kau akan sakit bodoh!” kini Jongin membentak Naeun, dengan takut Naeun membuka kardigannya, terlihat jelas luka-luka merah melepuh di lengannya.

“Son Naeun, igo mwoya?” tanya Jongin kaget, sedangkan Naeun hanya menunduk enggan menatap wajah Jongin.

“Apakah Kim Myungsoo yang melakukannya?” tanya Jongin setengah berteriak ke arah Naeun membuatnya menundukan kepalanya semakin dalam.

“Naeun-ah jawab aku!” kini Jongin sudah tidak bisa menorah amarahnya.

“Jongin-ah, sudahlah biar nanti aku jelaskan.Jangan menggangu pelanggan yang lain,” Naeun meminta Jongin untuk duduk kembali dan membungkukkan kepalanya ke arah pelanggan yang sudah terganggu akibat ulah Jongin.

“Aku janji akan menceritakannya padamu, namun tentu tidak disini Jonginnie,” ucap Naeun lembut memegang tangan Jongin, berusaha merendam amarah Jongin yang bisa menghancurkan kedai kopi ini.

Dengan pelan Naeun menyesap Lattenya merasakan kombinasi rasa manis dan pahit di dalamnya sembari mentap salju yang turun dengan indahnya di balik kaca kedai kopi itu.

Kini keduanya telah berada di Sungai Han.Sungai yang menampakan keindahannya dengan lampu-lampu gemerlap di malam hari.

Naeun sedari tadi menggosokkan tangannya berusaha menahan dinginnya angin dan butiran salju yang menerpa tubuhnya membuat tulangnya sedikit mengilu, Jongin menyelimuti Naeun dengan jaketnya dan memeluknya dari belakang berusaha membuat gadis yang sudah lama ia cintai ini teteap hangat.

“Mengapa gadis sepertimu memasuki kehidupan yang begitu sulit Naeun-ah?”

“Aku tidak apa-apa, jika Tuhan sengaha memberikanku hidup seperti ini. Aku percaya cepat atau lambat, Tuhan akan membalasnya dengan kebahagiaan,”

“Apakah ia sering meyakitimu?”

Ani, Myungsoo-sshoppa—“

“Jika kau tidak biasa memanggilnya dengan panggilan itu, sebut saja namanya dengan apa saja,”

“Hmmm, Myungsoo-sshi tidak akan menyiksaku jika aku selalu melakukan hal yang salah. Ini semua salahku Jongin-ah,”

“Aku mohon jangan berbohong padaku Son Naeun!”

“Aku tidak berbohong Kim Jongin, aku baik-baik saja,”

“Apa ini yang kau maksud baik-baik saja?Aku mengkhawatirkanmu Naeun-ah!”

Naeun mendenguskan nafasnya dengan lelah, “Aku sudah mengatakan, aku baik-baik saja Kim Jongin!”

Jongin memutarkan tubuh Naeun menghadap kearahnya, menatap mata Naeun dengan tatapan yang sulit di artikan.Perlahan tapi pasti bibir Jongin mendarat di bibir Naeun, membuat mata Narun terbelala jaget dan berusaha melpaskan ciuman tak terduga dari sahabatnya sendiri.

Dari kejauhan seorang lelaki tersenyum sinis dan memutar tubuhnya membawa seorang gadis di sebelahnya pergi.

“Kim Jongin, apakah kau gila?!” teriak Naeun di depan wajah Jongin dengan berlumuran air mata.

“Aku mencintaimu Naeun-ah!!” kini Jongin mencoba memegang tangan Naeun.Namun, dengan kasar Naeun menepisnya.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Naeun kini lebih pelan dari sebelumnya.

“Kumohon Naeun-ah menikahlah denganku kau akan jauh lebih bahagia, daripada kau bersamanya yang sudah jelas tidak mencintaimu sedikitpun,” Jongin kembali mencoba memegang tangan Naeun dan menghapus air mata yang terus mengalir di pipi Naeun.

Ani, kumohon Jongin jangan seperti ini, aku tidak bisa!”

“Apakah ini karena orangtuamu mempunyai hutang dengan orangtua bajingan itu?” tanya Jongin mencengkram tangan Naeun.

“Jangan pernah kau berkata seperti itu Jongin-sshi, aku tak mengenal dirimu yang seperti ini!”Naeun menghempaskan tangan Jongin dengan kasar.

“Lalu apalagi? Jika karena hal itu, aku akan melunasu semua hut—“

“CUKUP JONGIN!! Itu bukan karena hutang atau apa. Aku mencintainya dan juga mencintaku!” bentak Naeun memotong ucapan Jongin.

“Apa bukti dia mencintaimu?Apakah semua luka itu menjadi buktinya?” cerca Jongin menatap wajah Naeun.

Diam.

Mulut Naeun kini diam tak bersuara, sibuk memikirkan bukti Myungsoo mencintainya, yng sebenarnya tidak ada.

“Jawab aku Son Naeun!Apa bukti yang bajingan itu berikan padamu? Apakah ia ada disaat kau menangis? Apakah ia memelukmu ketika kau kesakitan?” tanya Jongin memegang kedua pundak Naeun menuntut jawaban atas pertanyaanya.

“A-aku mengandung anak darinya Jonginnie,” jawab Naeun pelan, membiarkan air matanya terus keluar membanjiri wajahnya.

Jongin memasang wajah tak percaya, “Apakah kau berbohong lagi kepadaku?”

“Tidak, ia melakukannya padaku 2 bulan yang lalu, dengan keadaan mabuk berat,”

“Gugurkan anak itu!Ia tidak mencintaimu!”

“Kau gila?Anak ini tidak bersalah!”

“Lalu apakah kau pikir ia akan menerima anak itu?Tidak Son Naeun!”

“Aku tidak mau membunuhnya Kim Jongin!”

“Apa yang kau lakukan jika anak itu lahir dan bertanya siapa ayahnya?”

“A-aku belum memikirkannya,”

Jongin memeluk tubuh Naeun, “Ceraikan Kim Myungsoo, aku akan menikahimu dan menjadi ayahnya,” bisik Jongin.

“Tidak Jongin-ah!Aku mencintai Myungsoo,” ujar Naeun pelan dan mendorong Jongin yang tengah memeluknya.

“Pikirkan hal ini baik-baik Son Naeun.Pikirkan masa depan anak itu juga dan pikirkan apakah Myungsoo mencintaimu?” ujar Jongin lembut.

“Aku lelah Kim Jongin, aku pulang!” pamit Narun dan berjalan menjauhi Jongin, untuk pulang kerumahnya dan juga… Myungsoo.

Jongin menatap punggung Naeun yang semakin menjauhi Jongin menghembuskan nafasnya.

“Bisakah kau melihatku Son Naeun?”

TBC

 

21 thoughts on “[FF Freelance] Love Really Hurts (사랑참아프다) (Chapter 2)

  1. Ah wah !sedih banget ni..lanjutin aja aku kepingin tahu pengakhirannya..aku harap myungsoo itu cepat sadar kalau naeun itu adalah yeoja yang baik..bukan seenak enaknya layan kasar macam sampah…em ngomong ngomong apa nama blog author ?

  2. Kayaknya bakal makin seru nih,,, si L itu ngeliat naeun & kai ciuman kan ?. Sampai rumah naeun bakalan di apain ya ? Next… .

  3. Astaga thorr-_- myungsoo jahat banget sih-_-
    Kesian naeunnya thor-__- jongin juga kesian sih sebenernya/?
    Lanjut thor penasaran sama lanjutannya

  4. Hhuuuuaaaaa kenapa myungeun nya gini sih?😦
    Kapan myungsoo baik ke naeun?
    Semoga dengan adanya jongin, myungsoo jadi sadar kalo dia cinta sama naeun!🙂
    Semoga endingnya myungeun ya, jangan kaieun!
    Lanjjuuuttt^^

  5. ironis banget–”
    kurang panjang thor.
    aku suka banget konfliknya, kapan L sadar kalau punya anak? kapan naeun pergi? kapan anaknya lahir?

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s