[FF Freelance] Almost is Never Enough

park_ji_yeon_t-ara_12

Author: Intanbluesky

Genre: Romance, Angst, Sad

Length: Ficlet

Rating: T

Main cast:

-Park Jiyeon (T-ARA)

-Choi Minho (SHINee)

Disclaimer: ORIGINAL made by Intanbluesky. No COPAS!

 

~~oOo~~

 

Mungkin di antara ratusan bahkan ribuan pria yang pernah datang kehidupku, dirimulah yang paling membekas di hatiku. Kau datang dengan tiba-tiba. Menawarkan sebuah tangan sebagai tumpuan bagiku yang lemah.

Mungkin aku bodoh. Sejak awal akulah yang bodoh. Menganggap uluran tanganmu adalah sebuah awal kisah cinta yang berakhir bahagia.

Khayalku yang terlalu tinggi untuk menggapaimu, yang semenjak awal tidak mungkin menjadi milkku yang tidak tahu diri ini.

Mungkin sejak awal dirimu menganggap semua ini adalah hal yang biasa. Berbeda bagiku. Aku dengan berani menganggap semua itu adalah hal yang mungkin akan menjadi bahagia di akhirnya. Aku memang orang bodoh. Sangat bodoh.

 

~~oOo~~

 

Dengan berani aku menyatakan cinta kepadamu. Berharap kau akan menerima cinta wanita bodoh ini. Kau memang menerima cintaku. Dengan senyum lembut yang ku dambakan. Senyum indah yang ku harap dapat menyinari hidupku yang tiada istimewa dibanding kehidupanmu yang ku lihat terlihat amat indah.

Hidupmu dengan duniamu yang menyenangkan. Dan hidupku dengan duniaku yang datar. Semenjak itu hidupku menjadi berwarna dengan kehadiranmu di hidupku. Kau memperkenalkan diriku kepada teman-temanmu yang menyenangkan.

Tetapi semua itu berubah semenjak itu. Semenjak aku melihat dirimu bersamanya.

 

~~oOo~~

 

Saat itu sedang berjalan bersama kakakku. Tiba-tiba kakakku menunjuk kesatu arah. Dan betapa terkejutnya, ketika aku melihatmu bersama seorang wanita yang sangat cantik sedang berpelukan mesra.

Apakah itu adalah hukuman bagiku karena menganggap dirimu mencintaiku seperti diriku mencintaimu?

Yang ku lakukan hanya terdiam dan terus memandang kearahmu. Apa kau tidak merasakan wanita lemah ini mencintaimu dengan sangat dalam?

Tanganku perlahan mengambil ponsel dari tas-ku. Lalu mengetik pesan singkat untuk dirimu.

 

‘To: Minho Oppa

Oppa Eodiga? Sedang apa? Aku merindukanmu. :)’

 

‘From: Minho Oppa

Oppa sedang menemani Eomma berbelanja. Aku juga merindukanmu. Jaga kesehatanmu 🙂 saranghae :)’

 

Masih beranikah dirimu mengatakan ‘saranghae’ kepadaku? Apakah kata ‘saranghae’ tidak berarti bagimu?

Hingga dengan mudahnya kau mengatakan hal itu saat kau sedang bersama wanita lain? Apakah aku yang salah?Mempercayai pengelihatanku selama ini yang menggap bahwa kau mencintaiku?

 

~~0Oo~~

 

Kini kita duduk berhadapan. Di sudut kafe yang berdesign teduh dan sederhana.Ku remas tanganku erat.

“Oppa, apakah kau mencintaiku?” tanyaku padanya yang sedang mengaduk Brown Sugar Macchiato-nya.

“Waeyo Jiyeon-ah?”Tanya-nya bingung.

“Jawablah pertanyaanku oppa.” Kataku sambil memandang matanya. Tersirat kegugupan di mata bulat-nya.

“Aku mencintaimu.Tentu aku mencintaimu.Memangnya ada apaJiyeon-ah?” Tanya-nya.

“Lalu siapa yeoja yang bersamamu 3 hari yang lalu oppa? Bukankah kau sedang menemani eomma-mu berbelanja?”Tanya-ku dengan suara lemah. Aku terlalu lemah dengan semua ini.

“D-dia bukan siapa-siapa Jiyeon-ah. Dia adalah teman kuliahku.”

Bohong. Kau berbohong kepadaku. Matamu menjelaskan semuanya Minho-ah. Kali ini kau berbohong padaku.

“Teman katamu?Jika dia teman-mu kenapa kalian berpelukan dengan sangat mesra?” tanyaku dengan suara bergetar dan memandang mata bulatmu yang selalu berhasil membuatku jatuh hati.

“Katakan padaku.Kau harus jujur. Tidak apa-apa jika itu menyakitkan asal kau jujur. Apakah dia kekasih-mu yang lain?” tanyaku sambil menundukan kepala. Tangisku turun bersamaan dengan kata kekasih keluar dari mulutku.

“Dia..dia..dia kekasih-ku. Dia selingkuhanku. Mianhae Jiyeon-ah! Aku akan memutuskan dia sekarang juga-“ kata-katanya ku potong.

“Apakah kau mencintaiku?” tanyaku kepadanya sambil memandang matanya. Matanya membesar melihat dua buah suang mengalir deras dari kedua kelopak mataku.

“Jujurlah oppa, aku mohon!”

“Aku..aku-aku hampir mencintaimu.” Jawabnya dengan suara lemah.

Seketika tanganku terasa panas. Hatiku sakit.Apakah ini hukuman bagiku?

Tanpa terkontrol, tanganku telah mendarat di pipi-nya. Aku memandang tangan-ku yang telah menampar wajahnya.

“Apakah aku sekecil itu di matamu?! Kenapa kau menerima cintaku jika kau tidak mencintaiku?!!” kata dengan tersendat karena tangisku. Tanganku memukul-mukul dada-ku yang terasa amat sakit mendengar perkataanmu.

“Jiyeon-ah, hajima! Jangan seperti ini!” katanya sambil mencoba memegang tangan-ku. Mencegah agar aku tak memukul dada-ku lagi.

“Aku akan mencoba mencintaimu. Aku akan memutuskan dirinya. Lalu kita akan bersama-sama lagi. Jangan seperti ini Jiyeon-ah.“ kata Minho sambil memelukku.

Mencoba mencintaiku? Bersama-sama lagi? Apakah mungkin? Karena di hatiku telah terdapat luka yang menganga besar karena perbuatanmu.

Ku lepas pelukannya dan menyekatangisku. Aku tersenyum lemah sambil memandang kearahnya dan bersiap-siap pergi dari kafe itu.

“Kau tahu Minho-ah. Di hati ku telah terdapat luka yang besar. Dan aku tidak tahu apakah kau dapat menyembuhkan luka itu kembali. Tapi kau harus tahu.”

“Ketika kau mencintai seseorang, cintailah dia dengan sepenuh hatimu. Jika tidak, mungkin dia akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah kembali. Karena, hampir itu tidak akan pernah cukup.” Ku tarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya.

“Ketika kau mencintai seseorang, cintailah dia 100%. Karena 99,99%  pun tidak cukup. Berikanlah seluruh hatimu kepadanya. Agar dia dapat merawat hatimu dan menjaganya agar hati itu tidak berpindah haluan. Karena hampir tidaklah cukup dalam cinta.” Ku berikan senyuman terakhirku kepadanya. Dan berjalan ke pintu keluar kafe ini.

“Because almost is never enough.”

Dan aku berjanji. Setelah aku keluar dari pintu kafe ini, akan ada cinta baru yang akan menyambutku dengan kehangatannya. Dan tak akan ada lagi tangis karena masa lalu.

Dan ketika saat itu datang. Aku akan mencintainya dengan 100% bahkan 1000%.

Karena hampir itu tak akan pernah cukup.

 

~~The End~~

 

2 thoughts on “[FF Freelance] Almost is Never Enough

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s