[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 1)

cats

Title: I chose to get married part 1

Author: Ishani

Length: Chaptered

Rating: PG15

Genre: Married life, family, Romance

Main cast:

v  Park Chaera ‘OC’

v  Cho Kyuhyun

Other cast:

v  Ny. Cho dan Tn.Cho

v  Ny Kim dan Tn Kim

v  All member super junior

v  And many more

Disclaimer: Cerita ini murni hasil karya sendiri

 

 

Disinilah disebuah restaurant didaerah Seoul, seorang gadis yang terbilang masih sangat muda harus berlarian dari meja satu ke meja lainnya hanya untuk mencatat sebuah pesanan. Apakah ia lelah? tentu saja ia sangat lelah, sehabis pulang dari kuliah ia harus berlomba dengan waktu untuk mencapai ke restaurant ini.

 

Meski restaurant ini milik pamannya. Tapi ia cukup tahu diri untuk tidak menyusahkan paman dan bibinya. Masih untung mereka berdua mau menampungnya, setalah kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakan mobil yang merenggut dua nyawa orang yang paling berharga baginya. Seakan belum cukup dengan itu, tuhan kembali meniupkan cobaan untuknya dengan membuat satu-satunya keluarga kandungnya yang masih tersisa tidur dengan nyenyak diatas ranjang rumah sakit.

 

Ya kakak laki-lakinya masih terbaring koma diranjang rumah sakit, akibat kecelakan itu. Oh God, kenapa bukan ia saja yang kau ambil untuk tinggal di surgamu? kenapa harus kedua orang tuanya?

 

Meski sudah enam bulan mereka pergi. Tapi apa aneh jika ia masih merasa sedih? Apa aneh jika ia merasa sepi?Apa aneh jika ia merindukan omelan eommanya, dan petuah-petuah Appanya?Dan apa aneh jika ia juga merindukan saat-saat ia bercanda dengan Oppanya? Rasanya tidak mungkin ia dapat melupakan itu semua dalam waktu enam bulan sementara, kenang-kenangan itu sudah ada sejak 20 tahun hidupnya.

 

“Chaera” Panggil seorang pria paruh baya yang menghampiri gadis itu. “Park Chaera”

 

Dan ya gadis yang enam bulan lalu baru saja kehilangan orang tuanya bernama Park Chaera. Gadis berkulit putih bersih, berambut cokelat, dan memiliki bibir tipis yang merah dan menggoda. Yang dapat menarik semua mata untuk menatap kearahnya.

 

Meski saat ini, penampilanya bisa dikatakan berantakan, dengan rambut yang digulung asal keatas yang memperlihatkan lehernya yang jenjang, dan peluh yang membasahi dahinya. Tapi ia tetaplah seorang gadis yang cantik. Sungguh jika ia berniat, mungkin ia sudah berada di dalam layar tv sejak dulu.

 

“Eh.. paman kau menganggetkanku saja” ucap Chaera dengan cengirannya.

 

“Kau melamun lagi” Kim Jongin, menatap keponakannya itu dengan sendu.

 

Ia tahu kalau Chaera sangat terpukul atas musibah yang menimpanya. Tapi gadis itu selalu berhasil menyembunyikannya, bahkan saat tahu kalau kedua orang tuanya sudah tiada Kim Jongin sama sekali tidak melihat cairan bening itu keluar dari kedua bola mata keponakannya itu.

 

Gadis itu sama sekali tidak menanggis, atau gadis itu tidak menanggis dihadapannya atau dihadapan siapapun. “Jangan khawatir semua akan baik-baik saja, masih ada paman dan bibi”

“I’m fine” ucap Chaera dengan sebuah senyum diwajahnya untuk meyakinkan pamannya itu. “Aku serius paman. Aku baik-baik saja. Lebih baik sekarang aku mengantar pesanan untuk meja nomor 8”

 

Chaera  segera berlalu dari hadapan pamannya, hanya agar pemannya itu tidak mengetahui apa yang baru saja ia pikirkan. Ia segera mengambil nampan yang berisikan pesenan meja nomor 8. Dengan hati-hati ia berjalan menuju meja itu.

 

“Selamat malam bibi Cho” sapa Chaera dengan sebuah senyuman manis di wajahnya, setelah ia sampai di meja nomor 8 itu, yang di tempati oleh  seorang wanita paruh baya, yang beberapa bulan ini sudah menjadi pelanggan setia di restaurant ini.

 

Selama beberapa bulan ini, bibi Cho sapaan Chaera untuk wanita paruh baya yang duduk dimeja nomor 8 itu, sudah ia anggap seperti bibi keduanya, setelah bibi Kim. Bibi Cho adalah wanita yang baik, dan hangat. Hampir setiap beliau berkunjung mereka pasti selalu berbincang-bincang.

 

Dan bibi Cho selalu berkunjung di saat beberapa jam sebelum restaurant tutup, atau lebih tepatnya saat restaurant sepi. Jadi mereka dapat berbincang lebih leluasa.

 

“Malam Chaera” sapa bibi Cho balik. “Bisa temani bibi makan?”

Chaera hanya memberikan sebuah senyuman untukmenjawab ajakan bibi Cho, dan duduk di bangku yang berhadapan dengan bibi Cho. “Kenapa bibi selalu datang sendiri kemari?” tanya gadis itu, yang sedikit penasaran karena bibi Cho selalu makan sendiri di restaurant ini.

 

“Anak bibi terlalu sibuk, jika hanya untuk menemani bibi makan” jawab bibi Cho sambil menyumpitkan sayuran ke dalam mulutnya. “Jika saja anak bibi sudah menikah, mungkin sekarang bibi akan ditemani oleh menantu bibi, atau mungkin dengan cucu bibi”

 

Lagi-lagi Chaera hanya menanggapi ucapan bibi Cho dengan sebuah senyuman. Bukannya dia tidak sopan, dia hanya tidak tahu bagaiamana caranya untuk menanggapi obrolan itu. Sungguh ia bukan orang yang pandai berkata-kata, ia jauh lebih suka jika orang tidak mengajaknya bicara. Apa lagi jika ia baru mengenal orang itu.

 

Tapi akan lain ceritanya jika ia sudah kenal orang itu cukup lama. Sebenarnya Chaera yang dulu, atau lebih tepatnya Chaera enam bulan yang lalu sebelum kedua orang tuanya meninggal adalah gadis yang manja. Namun sekarang ia cukup dapat besikap dewasa.

 

“Bagaimana jika kamu menjadi menantu bibi?”

 

Seketika Cheara menatap bibi Cho dengan syok, seolah bibi Cho adalah hantu yang baru di lihatnya didalam film haror. Apa tadi? Apakah tadi bibi Cho menanyainya menantu? Dia? Oke meski tidak sampai membuat mulutnya terbuka syok, karena ekspresi itu sangat tidak cocok untuk wajahnya yang pintar, dan cantik ini.

 

Tapi itu cukup membuat matanya yang sudah bulat, makin membulat sempurna. Hallo wanita ini baru saja manawarkannya untuk menikahi anaknya. Dan bibi Cho mengatakan itu seperti ‘Hai bagaiman kalau rambutmu diberi warna biru’

“I’ts funny bi” jawab Chaera singkat dengan tawanya yang garing.

 

“Bibi tidak bercanda Chaera” kali ini bibi Cho meletakan sumpitnya dan menatap Chaera dengan intens. “Apa kau tahu alasan bibi beberapa bulan ini sering datang ke restaurant ini?” tanya bibi Cho, sambil tetap menatap kearah Chaera.

 

“Itu karena bibi sudah jatuh cinta kepadamu. Bibi ingin kamu menjadi menantu bibi. Bibi tahu apa yang terjadi dengan oppamu dari tuan Kim? Dan izinkan bibi membantumu” Bibi Cho menggenggam tangan Chaera dengan lembut.

 

Hangat itulah yang ia rasakan saat bibi Cho menggenggam tangannya. Tuhan kenapa sekarang ia melihat sosok eommanya di diri bibi Cho? “Kenapa? Kenapa bibi mau membantuku” tanya Chaera dengan wajah yang datar.

 

“Bukankah bibi sudah bilang kalau bibi sudah jatuh cinta padamu” Jawab bibi Cho dengan yakin, tanpa ada keraguan di wajahnya. “Dan jika bibi sudah jatuh cinta, bibi akan melindungi orang yang bibi cintai agar tetap tersenyum dengan cara apapun” ucap bibi Cho dengan suara ke ibuan.

 

Chaera tersenyum miring, ini sungguh tidak masuk akal, bukankah ia baru mengenal bibi Cho, dan begitupun sebaliknya. Tapi kenapa bibi Cho menginginkannya menjadi menantunya.

Awalnya Chaera tentu saja akan menolak tawaran itu. Namun saat ia melihat tatapan penuh harap dari mata bibi Cho, tiba-tiba saja ia merasa tidak tega untuk membuat wanita paruh baya itu kecewa karenanya. Terlebih lagi ia memang membutuhkan uang untuk perawatan kakaknya itu

 

Chaera membasahi bibirnya yang tiba-tiba saja terasa kering karena pembicaraan ini. Hai, bukankah ia sudah bilang kalau ia tidak pandai dalam berbicara dengan orang yang baru ia kenal. “Kurasa jadi menantu bibi tidak begitu buruk”

 

Setelah Chaera bicara seperti itu, tiba-tiba saja bibi Cho langsung memeluknya erat. “Terima kasih sayang. Terima kasih” ucap bibi Cho sambil memeluknya. Chaera hanya dapat membeku menerima pelukan hangat itu.

 

Apakah bibi Cho menangis? Kenapa tadi Chaera merasa bibi Cho terisak dalam pelukannya? Apakah wanita itu begitu bahagia Ia menjadi menantunya? Dan apakah Chaera bahagia dengan keputusannya?

 

Jawabannya tentu saja tidak. Bagaiaman tidak, jika tiba-tiba di hadapanmu muncul seorang wanita paruh baya yang menyuruhmu untuk menikahi anaknya, sementara kamu tidak mengenali dia, maupun anaknya. Ya, setidaknya Chaera tahu kalau anaknya itu bukanlah saudara sepersusuannya.

 

Lalu kenapa ia lantas mau menyetujui permintaan bibi Cho, meski itu tidak membuatnya bahagia? Alasannya hanya satu karena ia sudah tidak punya apa-apa lagi. Semua yang ia punya sudah habis untuk membiayai kakaknya yang sedang koma dirumah sakit.

 

Semuanya, rumah, tabungannya, bahkan uang yang ia dapat sebagai kompisasi atas kecelakan itu sudah ia gunakan untuk membiayai rumah sakit kakaknya. Sementara ia, beruntungnya ia karena ia termasuk murid yang pandai. Jadi ia tidak perlu bertambah pusing dengan dengan uang kuliahnya, karena ia dapat biasiswa, bukankah sudah ia katakan kalau ia adalah anak yang pandai.

 

Oh bodohnya ia. Ia lupa, tidak semuanya. Chaera masih memiliki oppanya meski dia sekarang sedang tertidur nyenyak, setidaknya oppanya masih bisa untuk menjadi sandaran hidupnya, dan masih bisa untuk menjadi alasan kenapa ia masih berada disini. Dan oppanya jugalah yang membuat ia menyetujui alasan bibi Cho yang sedikit tidak masuk akal itu.

 

Meski tidak masuk akal, tapi ia tahu tawaran itu cukup membuatnya untung. Karena bibi Cho akan membiayai rumah sakit kakaknya. Apakah ia terlihat murahan?I’don’t care, siapapun yang beranggapan itu tentangnya nanti ia tidak peduli, untuk sekarang yang ia pikirkan adalah oppanya.

 

Dan apakah sebagai wanita ia tidak berpikiran untuk menikah dengan pria yang ia sayangi. Tentu saja ia juga berpikiran seperti itu. Tapi apakah kalian percaya jika  diusianya yang sudah 20 tahun ini, ia belum pernah sekalipun merasakan yang namanya jatuh cinta, atau menyukai seorang pria.

 

Tentu saja ia wanita yang normal, hanya saja perasaan itu belum mampir di hidupnya. Dan sekarang Chaera sama sekali tidak peduli dengan itu, untuk sekarang semua pusat perhatiannya ada pada oppanya.

 

“Sekali lagi terima kasih sayang. Bibi janji kamu tidak akan menyesali keputusanmu” ucap bibi Cho, yang membuyarkan lamunannya, dengan mencium kedua pipinya dengan sayang. “Beberapa hari lagi bibi akan memperkenalkanmu dengan anak bibi”

 

Dan lagi Chaera hanya menanggainya dengan sebuah  senyum. Ini gila, hanya butuh beberapa menit untuk ia memutuskan nikah. Dan ini sama sekali tidak ada didalam planing hidupnya.

 

“Kalau begitu bibi pulang, selamat istirahat Chaera sayang” Bibi Cho membelai lembut rambut Chaera, dan tuhan lagi-lagi ia beranggapan kalau bibi Cho adalah eommanya.

 

“Jangan bekerja terlalu lelah” tambah bibi Cho. “Eomma tidak mau anak eomma kelelahan”

 

Dan kalimat terakhir bibi Cho sukses membuat mata Chaera kembali membulat sempurna. Oh God kenapa wanita ini suka sekali membuatnya syok? Dan seakan tidak peduli dengan wajah syok Chaera wanita itu, dengan kurang ajarnya mencium kening Chaera dan melenggang pergi keluar restauran dengan mobil silvernya.

 

 

 

At House Kim

06:30

 

Seperti hari-hari sebelumnya, sebelum ia berangkat ke kampus ia akan sarapan bersama bibi, paman Kim, dan juga kedua anaknya. Sehun adalah anak bibi, dan paman Kim yang pertama, dia masih berumur 12 tahun. Sementara sun young anak kedua paman Kim yang masih berumur 8 tahun.

 

“Chaera apa kau yakin dengan keputusanmu untuk menikah” tanya paman Kim, setelah ia semalam bercerita pada pamannya itu mengenai keputusannya, termaksud alasan kenapa ia mau menerima tawaran itu. Sama seperti sekarang paman Kim kembali menanyainya tentang keputusannya itu.

 

“100%” jawabnya  singkat.

“Kamu tahu bibi, dan paman sama sekali tidak merasa terbebani dengan keberadaanmu disini” kali ini bibi Kim ikut menyeruarakan suaranya atas keputusan yang diambilnya dalam beberapa menit itu.

 

Kali ini Chaera meletakan sumpitnya, dan menatap bibi dan pamannya bergantian. “Aku tahu. Tapi ini lebih dari itu” Chaera membasahi bibinya yang kering.

 

“Kalian pasti tahu aku sudah tidak punya apa-apa lagi. Dan jika aku tidak mengumpulkan uang secepatnya maka semua peralatan untuk memabantu oppa untuk tetap hidup akan dicabut”

 

“Jika hanya itu alasanmu, paman masih punya tabungan untuk membayar perawatan oppamu” Chaera tersenyum hambar mendengar ucapan pamannya itu. Ia sudah menebak kalau pamannya akan bicara seperti itu.

 

“Untuk berapa lama tabungan paman sanggup membayar perawatan oppa?” ucap Chaera dengan senyumnya, meski ia mengucapkan kalimat itu dengan nada dingin.

 

Sementara paman, dan bibinya hanya sanggup mematung. Mereka berdua sama sekali tidak menyangka kalau Chaera akan berbicara seperti itu pada meraka.

“Dengar. Aku hanya tidak mau mengambil apa yang sudah paman dan bibi persiapkan untuk masa depan Sehun, dan Sun young”

 

“Dengan kalian menampungku disini itu sudah cukup untukku” Chaera mengambil gelas susunya, dan menegguknya tanpa sisa. Tanpa peduli dengan ekspresi paman, dan bibinya yang masih terlihat syok “Ayo Sun young, eonnie akan mengantarmu sekolah”

 

Chaera menggandeng lembut tangan mungil Sun young. Semenjak ia tinggal dirumah bibi,dan pamannya mengantar Sun young sekolah adalah rutinitas paginya sebelum berangakat ke kampus.

 

“Apa eonnie akan menikah” tanya gadis kecil itu saat mereka sedang berjalan menuju sekolah Sun young, yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah paman dan bibi. “Jika eonnie menikah apa eonnie tidak akan mengantar aku sekolah lagi?”

 

Kali ini Chaera menghentikan langkahnya, dan berlutut dihadapan gadis kecil itu. “Tidak, Sun young. Eonnie akan tetap mengantar Sun yong pergi ke sekolah”

 

Diluar dugaan gadis kecil itu justru memeluk leher Chaera dengan erat. “Sun young sayang eonnie” ucapnya sambil mencium kedua pipi Chaera.

 

“Eonnie juga sayang Sun young” balas Chaera dengan senyum tulus pertama di hari ini. “Kajja, kita berangkat”

 

 

Two months later

At restaurant

20:30

 

Sepertinya apa yang dikatakan bibi Cho waktu itu hanya sebuah leluconnya  saja. Karena nyatanya sudah dua bulan sejak pembincangan mereka waktu itu bibi Cho sudah tidak pernah mengunjungi restaurantnya lagi.

 

Bodohnya ia percaya begitu saja pada ucapan wanita itu. Mana ada orang asing yang mau membantunya membayar biaya perawatan rumah sakit oppanya yang tidak sedikit itu.

 

Oh iya bahkan kemarin ia harus menggadaikan satu-satunya kalung peninggalan eommanya yang masih tersisa untuk mambayar perawatan oppanya. Jika sampai 5 bulan ia tidak menebus kalungnya, maka kalung itu akan di lelang.

 

Persetanan dengan kalung, jangankan memikirkan kalung itu, ia justru memikirkan bagaiman cara membayar perawatan kakaknya untuk bulan depan.

 

Chaera sudah memikirkan beberapa alternative, salah satunya mungkin ia akan mencoba untuk mejejalkan dirinya. Sekarang ia sudah tidak peduli dengan kata wanita terhormat.

 

Apa dengan menjadi wanita tehormat dapat memberimu makan? Atau dapat menyelamatkan nyawa kakakmu yang terbaring koma? Tapi jika pamannya melarangnya untuk menjual diri. Chaera masih punya alternative lain, yaitu dengan menjual ginjalnya.

 

Sudah pasti dengan menjual salah satu ginjalnya ia masih akan tetap hidup, dan tetap menjadi wanita terhormat. Chaera tahu dampak dari memiliki ginjal satu. Setidaknya beberapa hari yang lalu ia sempat browsing tentang hal itu. meskipun itu tidak bisa sama sekali dijdaikan pegangganya.

Saat Chaera masih sibuk memikirkan cara alternative lain untuk membayar perawatan kakaknya, tiba-tiba saja bunyi dari ponselnya mengaggetkannya. Sebuah nomor yang tidak ia kenal muncul di layar ponselnya.

 

Awal Chaera ingin mengabaikan panggilan tidak di kenal itu, karena ia sering sekali mendapat panggilan tidak di kenal dari seorang pria yang mengaku sebagai temannya, dan mungkin ini salah satu dari mereka.

 

Namun entah mengapa tangan Chaera justu menekan tombol hijau bericon telephone itu. “yeoboseyo”

 

“Malam sayang ini eomma”

Deg…

 

Apa-apa wanita ini? Kenapa bicara seperti itu padanya. Meski ia yakin itu bukan eomma, karena seperti yang kita tahu eomma sudah meninggal enam bulan yang lalu. Tapi dengan bodohnya Chaera tetap menatap layar ponselnya dan memastikan kalau itu bukan nomor ponsel eommanya.

 

“Hallo  sayang…” ucap wanita disebrang sana lagi, saat sapaanya tadi tidak dibalas oleh orang yang ia hubungi. “Oh, pasti kamu tidak tahu nomor eomma ya. Kalau begitu kamu harus menyimpan nomor eomma. Save dengan nama eomma Cho ya”

 

Deg….

 

Lagi-lagi wanita itu mengejutkannya dengan ucapannya.  Kenapa harus meyapanya dengan sebutan eomma membuat syok saja. “Ehm.. iya, bi ada apa?”

 

“Eomma hanya mau meminta maaf karena sudah beberapa hari ini menghilang tanpa kabar. Pasti kamu mengira kalau eomma membohongimu ya?” ucap bibi Cho dengan kekehannya disebrang sana.

 

Bukan beberapa hari tapi lebih tepatnya hampir dua bulan. Dan bukan hanya beranggapan di bohongi ia, bahkan beniat untuk melupakannya. Dumel Chaera dalam hatinya, karena merasa kesal medengar kekehan dari mulut wanita disebrang sana.

 

Tapi ia cukup menghormati orang yang lebih tua darinya itu, untuk tidak mengeluarkan kekesalannya. “Eh, tidak apa-apa bi. Aku bahkan sudah tidak menginga…”

 

“Jangan seperti itu” potong bibi Cho cepat, bahakan sebelum ia sempat meyelesaikan ucapannya itu. “Kamarin ada sedikit masalah dirumah, jadi bibi harus menyelesaikannya. Tapi kamu jangan khawatir, bibi baik-baik saja”

 

Cheara menghela napas beratnya, lagian siapa juga yang menanyakan keadaannya disana. “Oh iya bisakah kamu kirimkan alamat rumah pamanmu?”

 

“Untuk apa bi?”

 

“Kita tidak mungkinkan mengadakan pertemuan keluarga di restaurantkan. Tapi jika kamu ingin direstaurant juga tidak masalah. besok bibi akan datang ke restaurant bersama calon suamimu”

 

Deg….

 

 

 

 

 

Title                 : I chose to get married part 2

Author           : Ishani

Length           :Chaptered

Rating                        :PG15

Genre             :Married life, family, Romance

Main cast       :

v  Park Chaera ‘OC’

v  Cho Kyuhyun

Other cast      :

v  Ny. Cho dan Tn.Cho

v  Ny Kim dan Tn Kim

v  All member super junior

v  And many more

Disclaimer     : Cerita ini murni hasil karya sendiri

 

At Kim House

19:00

Dan seperti yang dikatakan bibi Cho, kemarin bahwa Chaera akan bertemu dengan anak wanita paru baya itu. Siapa namanya? Oh, bahkan ia lupa menanyakan nama calon suaminya itu? sauminya?

 

Ehm.. rasanya menggelitikan saat kata suami itu melintas di pikirannya. Dan apakah Chaera tenggang, jika ia boleh jawab jujur, tidak. Entah kenapa ia sama sekali tidak tegang akan pertemuan keluarga ini.

 

Bahkan tadinya ia berniat untuk menggunakan t-shirt dan hot pants, namun hal itu harus digagalkan karena bibinya kelewat cerewet dengan penampilannya. Mungkin ia memang gadis berusia 20 tahun, namun penampilannya tidak memperlihatkan gadis yang akan beranjak dewasa.

 

Chaera lebih suka menggunakan celana, di banding rok, lebih suka menggunakan piama dibandingkan gaun tidur, lebih suka menggunakan flat shoes, dibandingkan high heels. Jika di lihat dari penampilannya ia tidak ubahnya gadis SMA yang tidak tahu mode.

 

Tapi bukannya ia sombong, dengan penampilannya yang begini saja banyak mengundang lirikan dari mata lelaki, dan decakan iri yang benada kesal dari para wanita di kampusnya. Dan perlu di garis bawahi bukan hanya cantik ia juga termaksud murid terpandai di kampusnya

 

Dengan semua itu, sudah di pastikan separuh dari mahasiswi di kampusnya banyak yang kesal dengannya. Karena patah hati ternyata lelaki incarannya banyak yang menyukainya.

 

Dan demi apapun ia tidak peduli dengan semua itu. Ia mungkin hanya memiliki beberapa teman saja di kampus. Tapi itu sama sekali tidak membuat Chaera kesulitan. Oh iya, ia juga masih mempunyai beberapa oppa.

 

Antaranya adalah lee seung gi yang satu fakultas dengannya yaitu fakultas seni, Kim woo bin fakultas bisnin, dan Jung il woo yang satu fakultas dengan kakaknya di fakultas psikologi. Mereka semua satu tingkat diatasnya, karena mereka sahabat dari oppanya yang sekarang sedang terbaring dirumah sakit yaitu Park Yoohwan.

Tidak hanya di kampus, mereka juga membantunya untuk mengahadapi cobaan yang diberikan tuhan padanya, bukan hanya materi tapi juga dukungannya.

 

“Nah perfect” ucap bibi Kim sambil menatap takjub atas kerjanya yang berhasil membuat Chaera 10 kali lipat lebih cantik. Keponakannya itu makin cantik dengan dress putih dan make-up natural, dan rambut yang dibiarkan jatuh bebas

 

Bibi Kim menatap keponakannya itu yang lagi-lagi tetangkap basah dihadapannya sedang melamun. Wanita itu menatap Chaera dengan penuh prihatin, tidak ada lagi Chaera yang manja seperti dulu, yang ada hanya Chaera yang penuh ketertekanan.

 

Chaera yang bibi Kim kenal bukanlah Chaera yang seperti sekarang ini, bukan yang kerjaannya hanya melamun. Tapi Chaera yang manja, bahkan panacaran mata Chaera tidak seperti dulu lagi.

 

Gadis ini, gadis ini begitu pintar menyembunyikan perasaannya. Bahkan siapapun tidak akan mengira kalau gadis ini begitu tertekan akan semua ini. Tapi bibi Kim cukup tahu kalau Chaera tidak cukup kuat untuk menghadapi ini semua.

 

Bibi Kim memeluk keponakannya itu dengan lembut. “Berjanjilan, jika nanti kau jadi menikah. Kau harus hidup dengan bahagia apapun alasanmu menikah” ucap bibi Kim di telingahnya.

 

Chaera hanya sanggup mengangguk kepalanya karena ia tahu, ia belum bisa menjanjikan itu pada bibinya. Tapi ia janji akan melakukan apapun sebaik-baiknya atas hidupnya.

 

“Eomma di bawah ada Ajuhssi yang suka masuk tv” ucup Sun young yang tiba-tiba mengaggetkan bibi dan keponakan itu. Gadis kecil itu menghampiri eommanya yang sedang berdiri di samping meja rias Chaera

 

“Siapa sayang?” tanya bibi Kim.

 

“Eonnie, eonnie cantik sekali” bukannya menjawab pertanyaan eomma, Sun young justru menghampiri Chaera dan meminta untuk di pangku.

 

“Terima kasih sayang” balas Chaera.

 

“Eomma” panggil Sehun yang baru masuk ke kamar Chaera sambil memainkan pspnya. “Appa menyuruh eonnie untuk turun”

 

“Baiklah sayang” Bibi Kim menatap wajah keponakannya itu, untuk memastikan kalau gadis itu sudah benar-benar sempurna. “Sepertinya calon suamimu sudah datang. Sebaiknya kita turun sekarang”

 

“Ayo Sun young berdiri, kita ke bawah” ajak bibi Kim, pada sun young yang masih berada didalam pangkuan Chaera.

 

“Aku ingin digendong oleh eonnie” ucap gadis itu dengan polos. “Sun young kamu…”

 

“Tidak apa-apa bi” potong Chaera saat sebelum bibinya menyelesaikan kalimat bantahan untuk Sun young. “Ayo” ajak Chaera sambil menggendong Sun young.

 

Chaera berjalan menurunin tangga dari atas ia dapat melihat, bibi Cho, dan seorang pria paruh baya yang ia yakini adalah suami bibi Cho, bersama dengan seorang pria yang menundukan kepalanya dan yang ia yakini juga pria itu adalah calon suaminya.

 

Chaera masih memerhatikan pria itu, ia sedang menerka-nerka seperti apa wajah calon suaminya itu. Kenapa pria itu tidak mengangkat kepalanya saja? Membuat penasaran saja, Chaera masih terus memerhatikannya, sampai ia merasakan hembusan kecil di lehernya yang di sebabkan oleh Sun young.

 

“Eonni wangi” bisik Sun young dengan kikikan kecilnya, yang secara otomatis membuat Chaera menahan tawa mendengar bisikan polos itu. “Cantik lagi, aku ingin seperti eonnie jika besar nanti” lanjut  Sun young.

 

Chaera lagi-lagi hanya tersenyum menahan tawa mendengar ucapan Sun young, sampai tanpa sadar ia sudah sampai di ruang keluarga.

 

“Astaga sayang kamu cantik sekali” Chaera mengahlikan perhatiannya pada bibi Cho.

 

“Terimakasih bibi” dan tepat saat ia mengucapkan kata terimakasih itu ia melihat pria itu, pria yang ia yakini sebagai calon suaminya. Pria itu adalah Cho Kyuhyun super junior. Ok apakah perlu di jelaskan lagi disini, pria itu adalah CHO KYUHYUN SUPER JUNIOR.

 

Dan apakah sekarang ia sedang bermimpi? Ini seperti ia memenangkan jackpout, ia sudah tidak perlu memusingkan biaya perawatan rumah sakit oppanya lagi, ia juga akan menikah dangan magne dari boyband terkenal itu.

 

Ok bukannya ia sombong tapi sepertinya ia cocok bersanding dengan kyuhyun, seperti yang ia bilang diawal kalau ia ini cantik.

 

Makan malam pertemuan keluarga ini berlangsung cukup hangat, meski yang dominan paman, dan bibi Kim, dan juga paman dan bibi Cho. Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Chaera ataupun Kyuhyun dua-dua sama-sama kompok untuk membisu.

 

Tapi sesekali Chaera bicara, itupun pada Sun young untuk membantu gadis itu memotong dagingnya. Sudah sekian lama mereka diam, hingga akhirnya paman Kim mengajak untuk mengobrol diruang keluarga lagi.

 

“Bibi, paman maaf sepertinya aku harus kembali kekamar, ada tugas kampus yang harusku selesaikan” pamit Chaera sambil membungkukan badan, dan pergi setelah mendapat tanggapan dari paman, dan bibi Kim, dan Cho. Mengingat sekarang sudah jam sepuluh, dan ia juga masih seorang mahasiswi yang harus menyelesaikan kewajibannya itu, jika tidak mau beasiswanya dicabut.

 

Setelah Chaera sampai kamarnya, ia segara mengganti pakaiannya dengan sebuah piama tidur, dan mencuci mukanya dari bekas-bekas make-upnya itu. Sebelum ia melanjutkan tugas kampus yang ia katakan tadi, rasanya tidak nyaman jika ia harus melanjutkan tugas-tugasnya itu dengan menggunakan dress dan make-up di wajah.

 

Saat Chaera keluar dari kamar mandi, saat itulah matanya membulat. Bagaimana tidak ia melihat Kyuhyun yang sedanng bersandar didepan pintu kamarnya, semantara pria itu menatapnya dengan datar. “Op…pppa” ucapnya terbata, karena masih dihinggapi rasa syok. “Ada apa oppa kekamarku” kali ini Chaera sudah dapat mengusai dirinya.

 

“Batalkan perjodohannya” ucap pria itu dengan datar.

 

“Ap-pa” dan untuk kesekian kalinya ia kembali syok, sungguh apakan ibu dan anak ini mempunyai hobi yang sama untuk membuatnya syok.

 

“Apa yang kau mau dari pejodohan ini, katakan saja. Aku akan tetap memberikannya jika kau membatalkan perjodohan ini” Kali ini Kyuhyun berjalan menghampirinya, sambil terus manatapnya dengan tajam. Sementara Chaera hanya berdiri mematung menghadapinya

 

“Aku tidak mau apa-apa” ucapnya sambil tersenyum manis.

 

Melihat senyum itu Kyuhyun justru tertawa mengejek. Apa gadis ini berusaha untuk menggodanya? Ok dia akan jujur kalau gadis dihadapannya ini memang cantik, dan ia mengakui, bahkan saat tadi ia melihatnya turun dari tangga dengan senyumannya itu. Kyuhyun seperti baru saja melihat bidadari.

 

Tapi tetap meski gadis itu cantik Kyuhyun tetap tidak dapat menerima perjodohan ini, karena dia tidak mencintai gadis itu. “Jujur saja padaku apa yang kau inginkan?”

 

Kali ini gantian Chaera yang tertawa mengejek, sepertinya ‘colan suaminya’ ini benar-benar penasaran dengan alasan kenapa ia menerima perjodohan ini

 

“Apa yang dilihat ibuku darimu, sampai ia mati-matian menyuruhku untuk menikahimu” Kali ini Kyuhyun melangkahkan kaki mendakati Chaera, sampai tidak ada jarak diantara mereka. Sementara Chaera kali ini tidak ada senyuman manis diwajah, yang ada hanya tatapan tajam yang ia berikan untuk Kyuhyun sebagai balasan tatapan tajam yang diberikan pria itu padanya.

 

“Apa ya?” Chaera memasang raut wajah berpikirnya. “Aku juga tidak tahu tapi yang jelas ibumu itu, sangat menginginkanku untuk menjadi menantunya. Bahkan beliau rela membayar perawantan oppaku”

 

“Oh jadi, karena oppamu kau menerima perjodohan ini” Kali ini Kyuhyun meraih pinggang Chaera untuk mendekat padanya.  Awalnya Chaera sedikit syok atas perlakuan Kyuhyun, ia pikir pria itu hanya akan mendekatinya saja. “Bagaiman jika aku tetap membayar perawatan oppamu itu, tapi kau harus membatalkan perjodohan ini”

 

“Tawaran yang cukup menggiurkan. Tapi maaf aku tidak suka berhutang budi. Jika kau ingin membatalkan perjodohan ini, kenapa tidak kau lakukan sendiri saja”

 

Chaera sempat melihat senyum mengejek dari wajah Kyuhyun sebelum wajah pria membenamkan wajahnya di lekukan lehernya, dan menghembuskan napasnya disana.

 

Awalnya Chaera ingin mendorong tubuh Kyuhyun tapi ia tahu itu akan membuatnya semakin terintimidasi. Hingga ia hanya membiarkan saja apa yang Kyuhyun lakukan padanya.

 

Toh pria itu tidak akan macam-macam padanya sementara kedua orang tuanya sedang beraada dirumah ini juga “Jika aku bisa aku sudah melakukannya. Pikirkan ini baik-baik” bisik Kyuhyun dengan suara yang rendah, sebelum pria itu keluar dari ruangan pribadinya ini.

 

Jika kalian bertanya bagaimana ekspresi Chaera setelah mendapat serangan dari Kyuhyun tadi. Ekspresinya biasa saja, seolah tidak terjadi apa-apa, ia hanya mengangkat kedua bahunya tidak peduli, dan mulai membuka buka pelajaranya yang sempat tertunda tadi.

 

 

 

 

Tiga bulan setelah pertemuan keluarga itu Chaera tidak pernah bertemu lagi dengan Kyuhyun. Tapi ia tetap bertemu dengan bibi Cho dengan intens, bahkan ia sudah bertemu dengan kakak perempuan Cho Kyuhyun, yaitu Cho Ahra beberapa minggu setelah pertemuan keluarga itu.

 

Bibi Cho bilang Kyuhyun sedang sibuk promo album di beberapa negara. Jadi pria itu tidak bisa ikut berkunjung ke restaurant bersamanya.

 

Tapi apa yang di pikirkan Chaera berbeda lagi, Chaera pikir itu hanya alasan pria itu saja untuk tidak menemuinya jika dilihat dari terakhir kali mereka bertemu tidak begitu baik. Bibi Cho memang memberikan nomor Kyuhyun agar ia menghubungi pria itu.

 

Tapi apa yang akan ia ucapkan pada pria itu. Soal persiapan pernikahan mereka, pernikahan yang bahkan tidak diharapkan oleh Kyuhyun. Atau memastikan pria itu, apakah dia masih hidup atau tidak. Mungkin saja Kyuhyun lebih memilih bunuh diri dibandingkan jika harus menikah dengannya.

 

Oh lupakan, ia tidak akan menghubungi Kyuhyun apapun alasannya. Toh pria itu juga tidak menghubunginya. Dan Chaera sama sekali tidak mengaharapkan pria itu menghubunginya

 

Soal pernikahannya dengan Kyuhyun akan dilaksanakan setelah Kyuhyun selesai promo di Cinna, kurang lebih satu bulan lagi. Dan semua persiapan pernikahannya sudah diurus oleh bibi Kim, bibi Cho, dan eonnie Ahra.

 

Dan jika kalian katakan apa yang ia lakukan. Yang ia lakukan hanyalah pergi kekampus, dan ke rumah sakit untuk mengunjungi oppanya. Sejak pertemuan keluarga itu,  paman, dan bibi melarangnya untuk membantu di restaurant, alasannya untuk menghormati keluarga Cho, yang sebentar lagi akan menjadi bagian dari keluarganya.

 

“Oppa apa kabar?” Sapa Chaera dengan riang saat ia sampai di kamar rawat kakaknya. Gadis itu mengganti bungga lily yang ada di kamar itu, dengan bungan yang lebih segar.

 

Setelah itu ia kembali menatap wajah oppanya itu yang masih betah untuk tidur. “Oppa ayo kita dengar musik bersama” Chaera memasangkan airphone di telinga oppanya itu, dan sebelahnya lagi di telingahnya, dan ia mulai bersenandung dengan riang dengan senyuman yang menghiasi wajahnya.

 

Dan tanpa ia duga wajah yang awalnya dihiasi dengan senyuman itu berubah menjadi tetesan-tetesan air asin, yang keluar dari kedua matanya. “Oppa aku akan menikah” ucapnya datar meski air matanya terus menetes. “Aku bahagia Oppa, akhirnya cita-citaku menjadi pengantin akan terwujud. Sungguh aku bahgia”

 

Chaera menagatakan itu semua dengan air mata yang berjatuhan, dan senyuman manis diwajahnya. Entah air mata itu jatuh karena ia begitu senang akan pernikahannya, atau air mata itu jatuh karena perasaan tertekannya yang selama ini selalu ia redam dalam-dalam. Tidak ada yang tahu selain dirinya sendiri.

 

 

 

Hingga hampir hari yang di nanti-nanti itu tiba. Sehari sebelum pernikahannya pria itu datang kehadapannya setelah menghilang bagaikan masuk kedunia sihir.

 

Dan lagi pria itu kembali membuatnya syok dengan membawa seorang gadis cantik, yang dia akui sebagai kekasihnya. Lagi pria itu memintanya untuk membatalkan perjodohan itu. Dan Chaera hanya sanggup menjawab “Mianhe oppa, seharusnya sejak awal oppa bilang padaku kalau alasan oppa tidak mau di jodohkan denganku karena oppa sudah memiliki yeojachingu”

 

Tapi Kyuhyun tidak putus asa sampai disitu pria itu bahkan rela berlutut dihadapannya, demi agar Chaera membatalkan perjodohan itu.

 

Astaga dimana harga diri pria itu, sampai mau berlutut dihadapannya. Bukannya Chaera tidak punya hati hanya saja, seperti yang ia katakan tadi jika pria itu bicara padanya sejak awal mungkin tidak akan terjadi seperti ini.

 

Tidak mungkin jika ia membatalkan pernikahan hari ini, sehari sebelum mereka berucap janji di hadapan tuhan. Ia tidak cukup gila untuk melakukan itu. Dengan terpaksa Chaera hanya meninggalkan pria yang masih berlutut dihadapannya dengan wanitanya.

 

Ia tidak bisa melakukannya sungguh, ia sudah tidak punya apa-apa lagi untuk mebiayai perawatan oppanya itu. Ia tidak bisa terus membebani paman, dan bibinya, juga ketiga sahabat oppanya itu.

 

Biarlah ia menjual harga diri, biarlah ia menjadi egois, dengan merusak kebahagian orang lain. Asalkan oppanya dapat sembuh dan kembali sedia kala. Ia akan menerima hukumannya atas apa yang ia lakukan saat ini, biar tuhan yang menghukumnya nanti, asalkan oppanya dapat bangun kembali.

 

 

 

Sudah seminggu ia menyadang status sebagai nyonya Cho. Dan ya, pernikahan itu tetap berlanjut secara tertutup dan rahasia. Selain karena Kyuhyun masih ada kontrak kerja, itu juga demi keselamatannya itu juga yang di katakan eommonim padanya.

Tidak ada yang berubah setelah pernikahan itu, yang berubah hanyalah status mereka. Dari yang tadinya kau single menjadi, kau yang bersuami, dan beristri. Meski setelah pernikahan itu Kyuhyun tetap bersikap dingin dengannya justru lebih dingin dari sebelumnya.

 

Dan pemuda itu tidak mau repot-repot menyembunyikan sikap dingin padanya di hadapan kedua orang tuanya. Memang semenjak mereka menikah, mereka tinggal dirumah eommonim untuk sementara, sampai apartemen yang akan mereka tempati siap. Dan hari ini mereka akan pindah, karena apartemen itu sudah siap.

 

Chaera mengamati aparteman baru mereka. Apartemen ini sangat cocok untuk mereka yang hanya tinggal berdua, tidak terlalu besar, namun tidak terlalu kecil juga. Dan apartemen ini tidak ada privasi sama sekali bagi penempatnya, karena dari pintu masukpun semua dapat terlihat. Tidak ada pembatas dari ruang keluarga ke dapur.

 

“Oppa akan tidur dimana?” tanya Chaera yang tidak memperdulikan ekspresi Kyuhyun yang tetap tajam padanya. Pria itu hanya melenggang kesebuah pintu, yang Chaera yakini itu adalah sebuah kamar. Abonim bilang di apartemen ini ada dua kamar jika Kyuhyun menempati kamar itu, berarti ia menempati kamar yang ada disebelahnya.

 

Chaera mendorong kopernya menuju kamar satunya. Namun langkahnya terhenti saat mendengar suara berat seorang pria. “Mau apa kau kekamar itu?”

 

Chaera mengerutkan dahinya bingung. Apa Kyuhyun melarangya tidur didalam kamar. Oh God ia tahu kalau Kyuhyun membencinya, tapi apakah ia sekejam itu menyuruhnya tidur diluar.

 

“Kita tidur satu kamar” ucap pria itu sambil masuk kedalam kamarnya, tanpa memperdulikan ekspresi Chaera.

 

Apa yang dikatakan pria itu? satu kamar? Mereka? Tapi, bukankah Kyuhyun membencinya. Yah meski saat tinggal dirumah eommonim mereka memang satu kamar, bahkan berbagi tempat tidur.

 

Tapi sunggu tidak ada yang terjadi diantara mereka. Mereka bahkan tidur saling mempunggungi hingga pagi menjelang. Oke Kyuhyun memang pernah menicumnya tapi itu hanya bagian dari penscaralan pernikahannya saja.

 

Dan ia yakin pria itu tidak akan pernah sudi menyentuhnya karena rasa benci padanya. Jangankan menyentuhnya, menatapnya saja mungkin pria itu tidak mau, meski banyak yang bilang dia cantik. Tapi sepertinya itu tidak berpengaruh pada Kyuhyun, mungkin karena dihatinya sudah ada wanita lain.

 

Tunggu, bukankah Kyuhyun sudah punya yoejachingu? Lalu kenapa pria itu menyuruhnya untuk tidur bersama. “Oppa bukankah sebaik kita tidur berpisah” lagi-lagi Kyuhyun mengabaikannya. Pria itu sibuk memasukan bajunya didalam lemarinya.

 

“Bukankah oppa sudah punya kekasih?  Tidur bersama itu akan membuat kita semakin sulit”

 

Kyuhyun membanting pintu lemarinya hingga menimbulkan bunyi yang keras, dan berjalan menghampiri Chaera dengan mata yang memendam amarah yang besar. Chaera hanya dapat mematung di tempat saat Kyuhyun menghampirinya.

Kyuhyun mencengkram kedua pundak Chaera dengan kuat. “Dengar itu adalah urasanku” ucap Kyuhyun dengan nada dingin. “Dan satu yang harus kau tahu” ucap Kyuhyun masih dengan nada dinginnya.

 

“KALAU AKU TIDAK SUKA JIKA ADA YANG MEMBANTAH PERINTAHKU, TERUTAMA KAU” kali ini Kyuhyun mengucapkan dengan nada yang penuh emosi, semantara Chaera hanya sanggup menahan sakit akibat cengkraman Kyuhyun dipundaknya. “Kau degar aku tidak suka dibantah”

 

 

Title                 : I chose to get married part 3

Author           : Ishani

Length           :Chaptered

Rating                        :PG15

Genre             :Married life, family, Romance

Main cast       :

v  Park Chaera ‘OC’

v  Cho Kyuhyun

Other cast      :

v  Ny. Cho dan Tn.Cho

v  Ny Kim dan Tn Kim

v  All member super junior

v  And many more

 

Disclaimer     : Cerita ini murni hasil karya sendiri

 

 

Dan yang seperti Kyuhyun katakan mereka tidur satu kamar, walaupun sampai sekarang Chaera tidak tahu apa alasan Kyuhyun menyuruhnya untuk tidur satu kamar dengannya.

 

Meskipun tidur satu kamar, dan satu ranjang mereka tetap tidur saling memunggungi. Tidak akan pernah terjadi adegan dimana mereka terbangun di keadaan saling berpelukan. Bahkan alam bawah sadar merekapun saling acuh.

 

Kyuhyunpun lebih sering menghabiskan waktunya didom super junior dibandingkan diapartemen mereka. Mungkin dalam seminggu, Kyuhyun hanya semalam atau dua malam di apartement mereka. Dan apakah Chaera kesepian?

 

Tentu saja tidak, justru ia berpikiran ada baiknya seperti itu. Entahlah sejak pertengkaran mereka yang pertama setelah mereka menyandang status baru itu. Chaera jadi berpikir untuk tidak mengusik pemuda itu.

 

Biarlah mereka seperti ini, seperti dua orang yang tidak saling kenal, namun tinggal satu atap, dan satu ranjang, karena ini akan jauh lebih mudah baginya. Toh Kyuhyun juga lebih suka berada disekeliling namja-namja itu, dari pada pria itu harus mengahabiskan waktu bersamanya.

 

Chaera menggoreskan cat berwarna blue lagoon di atas kanvasnya. Beginilah kerjaannya jika sedang berada diapartemennya. Hari ini ia tidak ada jadwal kuliah, dan ini masih terlalu pagi untuk megunjungi rumah sakit.

 

Jika ia ke restauran bibi, dan paman akan curiga tentang kehidupan rumah tangganya yang tidak normal ini karena ia terlalu sering datang kesana, dan itu akan membuat mereka khawatir.

 

Chaera meletakan kuasnya, saat mendengar bunyi bel apartemennya. Tanpa melihat intercom dulu, ia langsung membukakan pintu, dan terlihatlah tiga orang yang cukup mencurigakan karena mereka bertiga menggunakan masker, dan kacamata hitam.

 

“Nuguya” ucapnya dengan alis yang terangkat sebelah.

 

Namun bukannya langsung menjawab ketiga orang itu malah mematung di hadapannya. Karena tidak ada tanggapan dari ketiga orang itu, akhirnys Chaera menggerak-gerakan telapak tangannya di hadapan ketiga orang itu.

 

“Oh Chaera maaf kami kesini ingin mencari Kyuhyun” ucap seorang pria yang berdiri tepat dihadapannya setelah tadi ia menggerakan tepalak tangannya dihadapan mereka. Ketiga pria itu melepaskan kacamatanya, dan terlihatlah wajah tampan dari ketiga pria itu yaitu Lee Donghae, Lee Sungmin, dan Lee Hyukjae.

 

“Kalau begitu silahkan masuk oppadeul” ucap Chaera yang menyilahkan mereka masuk.

 

Chaera memang pernah bertemu dengan mereka bertiga sebelumnya, bahkan dengan semua member super junior, kecuali Heechul yang ia ketahui sedang menjalankan wamil, saat acara pernikahannya dulu.

 

Dan ia juga tidak cukup bodoh untuk tidak tahu, kalau semua member super junior membencinya. Tidak perlu ditanya apa alasannya karena ia juga sudah cukup tahu penyebabnya.

 

Jika boleh jujur ia adalah salah satu Elf, dan ia sangat mengidolakan Lee Donghae. Tapi apa yang terjadi, ia justru dibenci oleh idolanya sendiri miris bukan. Meskipun Donghae oppa tidak seketus yang lain, tapi ia cukup tahu diri untuk tidak berharap banyak.

 

“Tunggu sebentar aku akan membangunkan oppa dulu” Ucap Chaera sebelum ia menghilang dari balik pintu. Tanpa di sadari oleh gadis itu, ketiga pemuda itu hanya tertawa sambil meggelengkan kepalanya, setelah mengingat kebodohan mereka didepan pintu tadi.

 

Tidak berapa lama gadis itu sudah keluar kembali dari dalam kamar, dan berjalan menuju dapur, untuk membuatkan minuman untuk ketiga pemuda itu.

 

Chaera hanya melirik Kyuhyun yang keluar dari kamar mereka dengan muka yang terlihat jelas masih mengantuk, meski pria itu sudah mencuci mukanya. Kyuhyun membuka lemari es yang berada tidak jauh dari tempat Chaera berdiri, dan mengambil sebotol minuman dari dalam lemari itu.

 

Pria itu menatap gadis itu sejenak, melihat apa yang sedang dikerjakan Chaera didapur, karena yang Kyuhyun tahu gadis itu tidak bisa memasak, selain memasak masakan instan.

 

Tiba-tiba pandangannya jatuh pada pipi gadis itu yang berwara biru. Tanpa Kyuhyun sadari tangannys bergerak kepipi gadis itu, dan mengahapus noda cat disana. Chaera hanya menatap Kyuhyun datar, dan berucap terimakasih lalu melanjutkan kegiatannya membuat minuman.

 

Sementara Kyuhyun berlalu, menemui hyung-hyungnya yang ada di ruang tengah, tanpa ada percakapan berarti diantara mereka. Jika kalian bertanya apakah Kyuhyun sering meghapus noda cat diwajahnya setiap ia habis melukis, jawabannya adalah tidak pernah, itu adalah yang pertama kali.

 

Dan Chaera tidak mau memusingkan alasan kenapa Kyuhyun melakukan itu padanya. Setiap melukis Chaera memag sering kali memberi warna ditempat-tempat yang tidak seharusnya, seperti sekarang di pipinya.

 

Setelah selesai membuat minum untuk keempat namja itu, Chaera segera megantarkannya kemeja mereka, dan berlalu pergi untuk melanjutkan lukisannya disudut ruangan yang berada di samping jendela apartemen itu.

 

Chaera memang sengaja melukis didekat jendela karena ia dapat melihat pemandangan kota Seoul dari atas tempat tinggalnya ini.

 

“Hyung bukankah latihan dua jam lagi?” Chaera dapat mendengar suara Kyuhyun yang masih terdengar mengantuk, karena memang tidak ada tembok yang menghalangi ruang keluarga itu.

 

“Kami hanya ingin melihat apartement barumu. Apa kami menganggu pagi pasangan pengantin baru?” ucap seorang pria, yang Chaera yakini itu adalah suara

Eunhyuk oppa

 

Oh ia rasa tidak baik jika ia terus menguping pembicaraan keempat namja itu. Teelebih lagi mereka membawa-bawa status barunya, sebagai pengatin baru. L:ebih baik ia mendengar musik dengan mp3nya.

 

Kyuhyun hanya mendegus berat mendengar alasan dari hyung-hyungnya itu. Tanpa perlu ditanya sebetulnya Kyuhyun tahu apa alasan mereka datang keapartement ini.

 

Alasannya sudah pasti karena Park Chaera, gadis yang dapat membuat semua hyung-hyungnya kompak satu pendapat kalau gadis itu cantik. Bahkan mereka semua selalu menyuruhnya untuk bersyukur karena Kyuhyun tidak perlu repot-repot untuk membuat gadis itu menjadi miliknya.

 

Sementara diluaran sana sudah pasti banyak yang mengincar gadis itu, untuk menjadi wanitanya. Jangankan pria lain, semua hyungnya saja berminat dengan Chaera.

 

“Beruntungnya kau, dapat melihat pemadangan seperti ini setiap pagi” ucap Sungmin

 

Kyuhyun megerutkan keningnya tidak mengerti, dan menatap ketiga hyungnya itu yang sedang menatap ke satu titik yang sama, yaitu siapa lagi kalau bukan Chaera yang sedang melukis disudut ruangan.

 

Jadi selama tadi ia melamun hyung-hyung justru sibuk menatapi gadis itu. “Hyung jangan terus menatap dia seperti itu” ucap Kyuhyun dengan nada kesal.

 

“Lebih baik kita jangan menatapnya lagi, karena suaminya sudah beraksi” Kyuhyun langsung menatap hyungnya yang yadong itu dengan tatapan membunuh. Dia tidak suka jika dirinya disebut sebagai suami, telebih lagi suami dari gadis itu. Orang itu benar-benar harus diberi pelajaran nanti.

 

Oke bukannya Kyuhyun cemburu karena ketiga hyungnya itu menatap istrinya denga tatapan terpesona seperti itu. Kyuhyu hanya merasa terkhianati oleh ketiga hyungnya itu, oke larat mungkin dengan semua hyungnya.

 

Bagaiman tidak jelas-jelas mereka tahu, kalau gadis itu telah membuat hidupnya hancur hanya dalam beberapa bulan, dan sekarang Kyuhyun terjebak harus hidup dengan gadis itu, entah untuk berapa lama.

 

Sementara saat ini Kyuhyun masih mencintai wanita lain, Shin Jewo. Gadis itu Kyuhyun tidak aka pernah melepaskannya. Meskipun sekarag ia sudah menyandang setatus sebagai seorang suami.

 

Tapi siapa yang peduli? Bukankah Kyuhyun sudah menyuruh gadis itu untuk membatalkan perjodohannya, dan ia juga sudah memperingatkan Chaera. Tapi dasar gadis itu saja yang keras kepala dan tidak mempunyai hati.

 

Jadi jangan harap jika Kyuhyun akan memperlakukannya dengan hati juga, jangan harap itu tidak akan terjadi.“Kalian tahu tatapan kalian seperti kalian akan memakannya hidup-hidup”

 

“Lebih baik aku siap-siap sekarang” Kyuhyun mencoba untuk mengahlikan topik. Entah kenapa setiap topik yang mengarah pada Chaera ia selalu tidak suka. Mungkin rasa bencinya pada gadisitu sudah sampai dititik didih.

 

“Dan kalian jangan mencoba untuk mengkhianatiku” Kyuhyun berlalu meninggalkan ketiga hyungya itu, yang hanya membalas ucapannya dengan senyum garing. Meski Kyuhyun sudah memperingati mereka, tetap saja mereka mencuri pandang untuk dapat melihat sosok cantik diruangan itu.

 

Dan itu sangat sayang untuk dilewatkan, kerana alasan mereka kemari untuk melihat gadis cantik itu.

 

Saat Chaera sedang asik melukis di kanvas itu, tiba-tiba saja keseangan gadis itu harus terganggu dengan dering ponselnya. Chaera menatap layar ponselnya sejenak yang bertuliskan Lee seung gi, dan saat itu senyuman terbit diwajahnya. “yeoboseyo oppa”

 

Chaera mendengar sapaan balik dari sebrang sana dengan nada hangat. Dan saat itu juga gi oppa panggilannya untuk pria yang lebih tua satu tahun darinya itu, mengajaknya untuk keluar. Kebetulan sekali saat ini ia sedang sangat bosan sendirian di apartemen.

 

Tanpa pikir panjang Chaera segera merapikan peralatan lukisnya, dan mengganti pakaiannya dengan cepat, karena gi oppa sedang dalam perjalanan menuju apartemennya.

 

Hanya butuh beberapa menit untuk ia mengganti pakaiannya, dan Chaera sudah keluar dengan sebuah t-shirt kebesaran, dan hot pants yang memperlihatkan kaki jenjangnya.

 

Sungguh dengan panampilan yang terbilang sederhana itu Chaera tetap terlihat menawan. “Maaf oppadeul sepertinya aku harus pergi sekarang” pamit Chaera sebelum, gadis itu berlalu keluar.

 

Sementara ketiga namja itu hanya sanggup tersenyum aneh dihadapan gadis cantik itu. Oh bertapa beruntungnya Kyuhyun menikah gadis itu, tanpa perlu susah-susah. Tapi pria itu justru membenci gadis cantik itu sampai ke akar-akarnya.

 

 

 

At Apaertemen Kyura

21:30

 

Seperti biasa Kyuhyun hanya akan menempati apartemen mereka seminggu sekali, dan kemarin pria itu telah melakukannya. Jadi, hari ini sudah dipastikan jika Kyuhyun tidak akan pulang.

 

Dan Chaera dapat pergi tidur sekarang. Sebetulnya bagi gadis itu, Kyuhyun pulang atau tidakpun bukan urusannya, nyatanya gadis itu tidak pernah menunggu Kyuhyun pulang. Sungguh cerminan istri yang buruk.

 

Tapi toh nyatanya, jika Chaera menunggu Kyuhyun pulangpun, pria itu tetap akan mengabaikannya, dan Chaera juga tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat Kyuhyun pulang nanti.

 

Apakah ia harus menyiapkan makan malam untuk Kyuhyun? Oh ayolah, ia rasa pria itu tidak cukup berani untuk menyuruhnya masak bukan karena pria itu takut untuk menyuruhnya masak. Hanya saja pria itu sudah tahu kemampuannya didapur yang dibawah rata-rata.

 

Lagian jika ia jago masakpun ia ragu Kyuhyun akan memakannya. Jadi dari pada melakukan hal yang sia-sia, lebih baik ia tidur karena besok ia memiliki jadwal kuliah pagi.

 

Belum sempat Chaera berkelana dialam mimpi. Tiba-tiba ia merasakan kasur tempat ia berbaring bergerak. Meski sudah tahu siapa yang menduduki ranjang tempat ia berbaring itu, tapi Chaera tetap memalingkan wajahnya, dan ia melihat Kyuhyun yang sedang duduk membelakanginya.

 

Bukankah biasanya pria itu akan menginap di dorm, kenapa dia sekarang datang lagi? Oke apartemen ini memang milik pria itu jadi wajar saja jika dia ingin datang sesuka hatinya. Chaera sama sekali tidak punya hak untuk melarang pria itu datang.

 

Gadis itu masih asik memandangi punggung suaminya, sampai ia sadar sesuatu kalau sedari tadi Kyuhyun terus saja memegangi keningnya. Apa pria itu sakit?

 

“Oppa” ucap Chaera dengan suara serak, meski ia ragu untuk memanggil pria ini, toh ia juga sudah melakukannya. “Apa oppa baik-baik saja?”

 

Kyuhyun hanya medengus geli, sambil meliriknya. “Berhentilah bersikap manis dihadapanku, itu membuatku muak”

 

Setelah mengucapkan kalimat menusuk itu Kyuhyun bangkin dari ranjangnya, dan masuk kedalam kamar mandi tanpa memperdulikan perasaan gadis itu.

 

Sudah ia tebak seharusnya ia tidak perlu menyapa pria itu, kurang lebih ia sudah tahu kalau reaksinya akan seperti ini. Chaera hanya menghela napas berat, pernikahan macam apa seperti ini. Ini sama saja mengantarkannya kedepan pintu nereka.

 

Jika saja ia tidak mengingat oppanya yang masih terbaring, dan membutuhkan biaya sudah sejak lama ia meninggalkan pria itu. Chaera bangkit dari ranjangnya, dan berjalan keluar kamar.

 

Moodnya untuk tidur sudah hilang sejak kepulangan Kyuhyun, jadi lebih baik ia lanjutkan saja lukisannya yang belum selesai untuk membuat moodnya kembali baik.

 

Tapi belum selesai Chaera melangkahkan kakinya menuju pintu keluar kamar mereka, tiba-tiba saja terdengar bunyi suara pintu lain. Siapa lagi jika bukan Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi.

 

“Mau kemana kau?” Chaera membalikan badannya, dan saat itu, tepat ia melihat Kyuhyun yang sedang mengeringkan rambutnya dengan sebuah handuk. Chaera sempat menahan napasnya sejenak melihat Kyuhyun yang menurutnya begitu menggoda, dan menggemaskan, hanya sejenak setelah itu ia sudah dapat mengusai dirinya kembali.

 

Jika saja Kyuhyun adalah oppanya, mungkin ia sudah berlari kearah pria itu dan mencubiti pipiya yang chuby itu dengan gemas. Tapi sayangnya pria itu adalah Kyuhyun pria dengan sifat dingin, dan ketus padanya.

 

“Aku belum ngantuk, jadi aku akan melanjutkan gambarku saja” jawab Chaera dengan datar.

 

“Aku mengantuk” balas Kyuhyun singkat dengan nada tegas.

 

Tanpa perlu dijelaskanpun Chaera tahu apa maksudnya. Maksudnya adalah ia juga harus lekas tidur. Kadang Chaera suka berpikir kalau Kyuhyun kadang suka bersifat protect padanya, seperti saat ini. Meski pria itu mengucapkannya dengan nada yang sangat dingin. Tapi itu hanya firasatnya saja.

 

Toh ia juga sudah tahu kalau Kyuhyun masih menjalin hubungan dengan kekasihnya itu. Bagaimana ia tidak tahu kalau setiap hari ia melihat Kyuhyun yang selalu menghubungi seseorang dengan wajah yang berseri-seri, siapa lagi kalau penyebabnya bukan kekasih pria itu.

 

Dengan terpaksa Chaera kembali menaiki ranjang mereka, dan menarik selimut  menutupi tubuhnya, dan gerakan terakhirnya adalah memuggungi orang yang sudah lebih dulu memunggunginya itu.

 

 

32 thoughts on “[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 1)

  1. i like it, crtanya bgus, seru and menrik tuk d.bca
    Smga ff ni ampe ending ya chingu^ fiGHting!!

  2. Annyeong,, ‎​ªªк̣̣̥ц readers bru dsni,,
    Slam knal,,,

    Thorr. ‎​ªªк̣̣̥ц mw tnya deh,,
    Kok kyak ny tdi da part 1, 2, 3 ny??

    Sbnrny ni part brpa??
    ‎​ªªк̣̣̥ц bingung ni thor!!
    Tpi crtany ‎​ªªк̣̣̥ц suka kok,,

    Ayo!!! Lanjutkan lgi thor,,
    ‎​ªªк̣̣̥ц tunggu

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s