[FF Freelance] It’s Love (Chapter 1)

It's Love

Title                       : It’s Love

Length                  : Chapter

Rating                   : General

Genre                   : Romance, Friendship, Sad story

Author                  : Inge Venesia (twitter: @ingevenesia)

Cast                       : Taeyeon (SNSD), Leeteuk (SJ), Sunny (SNSD), Ljoe (Teen Top)

Support cast       : SNSD and SJ members

Disclaimer           : Jika ada kesamaan nama, unsur cerita, dll berarti hanya kebetulan.

Summary:

Semua sisi kehidupan memiliki sisi terang maupun gelap. Bisa saja terang datang sebelum atau setelah gelap. Sama halnya dengan cinta. Cinta datang disaat yang tidak terduga. Cinta juga datang dari orang yang tak terduga. Cinta bisa datang dan pergi kapan saja tanpa bisa diprediksi. Cinta datang dengan indah dan dapat pergi dengan indah juga. Sebaliknya cinta datang dengan indah dan pergi menyisakan kenangan dan luka yang mendalam. Cinta bisa juga pergi dan kembali dalam beberapa waktu. Semua dapat dilakukan oleh sosok yang disebut cinta. Cinta itu baik. Cinta itu jahat. Cinta itu memberikan kita kebahagiaan. Cinta juga memberikan kita luka. Semua dapat dilakukan oleh cinta. Cinta sejati akan selalu menjadi hal terindah bagi setiap insan. Cinta yang tulus dan abadi akan menyisakan kenangan yang tak terlupakan bagi yang ditinggalkan. Cinta… cinta.. cinta…


 

Part 1

Taeyeon POV

Matahari bersinar terik menyelimuti kota Seoul. Aku membuka sedikit jendela bus yang aku naiki menikmati hembusan angin pagi yang menyejukkan sembari mendengarkan lagu favorite dari MP3 kesayanganku. Bagi kebanyakan orang, perjalanan ke sekolah baru itu menakutkan, tapi bagiku sangat menyenangkan. Yup, hari ini hari pertamaku masuk SMA. Sekolah baru, lingkungan baru, teman baru. Harapanku yah agar aku dapat melupakan kenangan buruk di SMP. Ah, tidak perlu dibahas lagi.

Sekitar 30 menit perjalanan, aku sampai di sekolah baruku. Korean Art and Culture High School, sekolah seni terbaik di Seoul. Tidak sembarangan orang bias masuk ke sekolah ini. Jadi suatu kebanggaan bagiku dapat masuk melalui jalur prestasi. Pertama kali aku sudah disambut oleh gerbang yang sangat megah. Aku segera bergegas menuju papan pengumuman yang sudah dipenuhi oleh calon siswa baru sepertiku. Hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit, aku sudah menemukan namaku di daftar kelas yang akan kutempati. Kelas terluas di sekolah yang berada di lantai 4, paling pojok sebelah kanan. Aku segera menaiki tangga tak sabar ingin melihat kelas tersebut. Di atas pintu tertulis “ART OF VOCAL 1”. Aku masuk ke dalam kelas tersebut dan ternyata benar apa yang orang-orang katakan. Kelas paling luas di sekolah dengan luas sekitar 150m2 . Sangat luas untuk ditempati 30 siswa.

Aku duduk di salah satu bangku di kelas tersebut, meja barisan kedua. Baru saja aku meletakkan tasku tiba-tiba ada seorang gadis mendekati mejaku.

“Permisi, apakah disebelahmu ada orang?” Tanya gadis itu sambil tersenyum manis.

“Tidak ada.” Jawabku singkat membalas senyumannya.

“Boleh aku duduk di sampingmu?” tanyanya lagi.

“Tentu saja.” Jawabku sambil mempersilahkan gadis itu duduk disampingku. Dengan anggunnya dia duduk disampingku. Bagiku dia gadis yang cantik, memiliki eye-smile walau tidak sempurna, bentuk tubuh yang bagus, ukuran tubuh yang mungil.

“Annyeonghaseo Lee Sunkyu imnida, tapi lebih sering dipanggil Sunny. Namamu?” ia memperkenalkan dirinya. Suaranya sangat manis.

“Kim Taeyeon imnida. Panggil Taeyeon saja ne” jawabku. Mulai dari situ kami banyak bertukar cerita, tentang kepribadian, teman, keluarga, sampai orang yang disuka. Dan ternyata kami memiiki banyak kemiripan. Sunny adalah teman terbaik yang pernah kutemui.

Ternyata kelasku tidak sebaik yang kubayangkan. Tetap ada pembullyan terutama gangnya Jooyeon. Entah apa salah orang lain sampai-sampai mereka membully seperti itu, tak terkecuali aku dan Sunny. Kami hanya dapat pasrah tanpa memperdulikan bullyan mereka.

“Taeyeon-ah, apa salah kita sampai-sampai dibully seperti itu? Kurasa orang itu sudah tidak waras ne. Dunia sudah terbalik.” gerutu Sunny sambil mengerucutkan bibirnya di sepanjang jalan menuju kantin.

“Mollayo Sunny-ah, sepertinya kita harus membuat suatu perubahan untuk melawan mereka.” Jawabku asal-asalan.

“Perubahan apa?” tanyanya cepat.

“Entahlah” jawabku singkat sambil meneruskan perjalanan ke kantin.

Jam istirahat tempat terramai adalah kantin. Aku dan Sunny memesan makanan lalu mencari tempat kosong. Hanya ada 1 yang kosong, tempat paling pojok kiri kantin. Aku dan Sunny langsung kesana sebelum ada orang lain yang mengambilnya. Sembari menunggu makanan, Sunny mengajakku mengonbrol seperti biasanya

“Taeyeon-ah, kurasa perkataanmu yang tadi benar”

“Yang mana?”

“Yang tadi di jalan, yang membuat perubahan tadi.”

“Ah itu…” belum sempat aku menyelesaikan kalimatku, ada sebuah suara asing terdengar.

“Annyeonghaseo. Boleh aku bergabung? Tidak ada tempat kosong lagi disini.” Kata gadis itu. Aku memperhatikannya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Rambut panjang sepinggang diurai, mata besar, kulit yang cukup gelap kemeja putih dengan cardigan panjang berwarna biru tua, rok kotak-kotak biru langit dan hitam di atas lutut dan sneakers putih. Jauh berbeda dengan seragamku yang hanya kemeja putih, rok kotak-kotak merah dan hitam, serta sneakers putih.

“Permisi?” katanya lagi.

“Ah ne tentu saja boleh.” Kataku mempersilahkan. Ia duduk berhadapan denganku dan Sunny. Kami hanya saling bertatapan.

“Annyenghaseo Kwon Yuri imnida. Jangan menatapku seperti itu ne. Aku murid pindahan jadi wajar kalau seragamku berbeda.” Katanya yang menyadari bahwa aku dan Sunny menatapnya dengan penuh keanehan. Kami hanaya ber ‘oh’ ria mendengar penjelasannya. Berhubung makanan yang tak kunjung datang, kami banyak bercerita dengan Yuri. Ternyata dia anak yang menyenangkan dan super somplak.

Bel sudah berbunyi menandakan waktunya masuk kelas. Aku dan Sunny mengantarkan Yuri ke ruang kepala sekolah kemudian bergegas kembali ke kelas. Pemandangan yang tidak mengenakkan di jalan, bertemu Jooyeon dan 5 anggota gangnya. Aku dan Sunny hanya pura-pura tidak melihat. Untung mereka tidak mencegat.

Baru saja sampai di kelas, tiba-tiba kepala sekolah masuk

“Anak-anak harap tenang! Kalian kedatangan teman baru dari sekolah lain.” kata kepala sekolah yang pendek, gendut, botak licin, cerewet, kepo, mana hidup lagi.

“Annyeonghaseo Kwon Yuri imnida. Senang bertemu kalian. Mohon bantuannya.” Aku dan Sunny langsung menoleh ke arah suara tersebut. Ternyata benar, itu Yuri yang tadi di kantin.

“Hai anak baru!” teriak Jooyeon dengan nada meremehkan. Aku yakin Yuri akan jadi bahan bullyan baru bagi Jooyeon dan ganknya

“Hai Lee Jooyeon and gank!” balas Yuri. Anak satu kelas bingung darimana Yuri tahu tentang Jooyeon.

“Yak Kwon Yuri! Tidak ada seorangpun yang berani memanggilku seperti itu.” Jooyeon mendekati Yuri dan mendorongnya ke tembok.

“Oh! Berarti aku orang pertama yang memanggilmu seperti itu, Lee Jooyeon-ssi.” Yuri menyunggingkan senyuman meremehkan.

“Berani sekali kau padaku, Yuri-ssi. Apa kau tidak tahu siapa aku?” Jooyeon sudah seperti hewan buas yang siap menerkam mangsanya.

“Tentu saja aku tahu, Jooyeon-ssi. Bullyer nomor 1 di sekolah, anak dewan komisaris paling berpengaruh di sekolah. Benarkan?” Yuri menjawab sangat santai.

“KWON YURI! Kau benar-benar …”

“Wae? Tidak suka? Aku benarkan? Tampar aku sekarang!”

“Hentikan! Apa-apaan kalian ini! Semuanya bubar!” tib-tiba guru yang akan mengajar masuk. Semuanya bubar seketik layaknya banci yang dikejar trantib (?)

Kelas bubar setelah bel berbunyi. Aku membereskan buku-buku yang berserakan di meja.

“Taeyeon-ah, Sunny-ah, mau pulang bersama?” Tanya Yuri.

“Mianhae, aku sudah dijemput oleh kakakku. Kalian saja ne.” jawab Sunny.

“Ah gwenchana Sunny. Hati-hati di jalan ne.” kataku

“Ne. Kalian juga yah. Kakakku pasti akan mengomel jika aku lama. Annyeong.” Sunny berlari cepat menuruni tangga.

“Yuri, kajja.” Ajakku kepada Yuri.

Sepanjang jalan aku dan Yuri hanya terdiam. Tidak ada salah satu dari kami yang membuka suara. Akhirnya aku yang membuka pembicaraan.

“Yuri-ah, darimana kau tahu tentang Jooyeon?” tanyaku membuka pembicaraan.

“Jooyeon? Mereka sudah mendaji bahan pembicaraan di yayasan. Ganknya sulit diberantas karena ayahnya ketua dewan komisaris paling berpengaruh di sekolah.” Jelasnya.

“Darimana kau tahu semua itu?” tanyaku penuh penasaran.

“Jangan kaget ne, ayahku ketua yayasan.” Jawab Yuri. Aku yang sedang minum lantas tersedak gara-gara pengakuannya.

“Bagaimana kalau kita buat gank seperti mereka? Gang pemberantas bullyers gitu?” saranku asal-asalan.

“Nah, itu aku setuju! Nanti bantu aku cari orang ne.” Yuri bersemangat sekali mendengar usulku. Padahal tadi aku hanya asal-asalan saja.

Setelah kerja keras selama kurang lebih 1 minggu, akhirnya terkumpulah 9 orang. Aku, Taeyeon, sebagai leader dari gank ini. Jessica, anak sekelas yang super dingin dan bersuara indah. Tapi jika sudah didekati, ia lumayan menyenangkan. Sunny, ‘kembaranku’, gadis mungil partnerku dalam segala hal. Tiffany, gadis cantik, pemilik eye smile sempurna, suara super keras namun indah. Yuri, gadis yang super somplak dan …sexy haha. Hyoyeon, anak kelas dance yang badannya seperti karet. Sooyoung, gadis tertinggi di kelas, makan super banyak tapi tetap langsing. Yoona, gadis yang sangat cantik. Hanya itu yang dapat ku deskripsikan dari seorang Yoona. Terakhir, Seohyun, gadis yang sangat pintar, pendiam, suaranya bagus, dan umur di bawah rata-rata. We are GANGSTA GIRLS 9!

Menggabungkan 9 kepribadian sekaligus bukanlah hal yang mudah. Satu tahun bukanlah waktu yang cukup untuk benar-benar tahu kepribadian seseorang. Setidaknya tujuan GG9 sudah terpenuhi. Bullyan sudah berkurang, Jooyeon dan ganknya sudah mulai berubah. GG9 sudah terkenal di sekolahan dan diangkat sebagai dewan perwakilan siswa.

“Eonnie cepat kemari, bantu aku!” teriak Seohyun dari tengah lapangan. Sedangkan aku hanya bengong di koridor kelas lantai 2. Aku segera bergegas menuruni tangga menuju Seohyun dan membantunya mengangkat speaker. Maklumlah besok penerimaan siswa baru, sebagai dewan perwakilan siswa jadi kami sibuk menyiapkan segalanya, termasuk data anak baru. Lebih banyak siswa laki-laki daripada perempuan dan mereka semua tampan. Sayangnya adik kelas haha.

“Taeyeon-ah, Leeteuk oppa menunggumu di ruang dewan.” Jerit Sooyoung dari lantai 2.

“Ne tunggu sebentar.” Jawabku. Leeteuk oppa adalah ketua dewan perwakilan siswa. Dia kakak kelasku. Wajahnya sangat tampan dan ….tidak dapat dijelaskan, perfect. Gadis yang berhasil mendapatkannya adalah gadis yang paling beruntung di sekolah. Kudengar selama di SMA ia belum memiliki pacar. Tapi di SMP banyak, yang ku dengar. Hyuna, Sohyun, Jiyoung, Nana, dan masih banyak lagi. Dia termasuk lelaki playboy, tapi whatever lah.

Selesai memindahkan speaker, aku segera naik ke lantai 2. Ruang dewan berada di pojokan. Tempatnya sangat terang, disinari matahari dari pagi sampai sore.

“Annyeong, oppa memanggilku?” sapaku dari depan pintu. Kulihat Leeteuk oppa sedang menulis sesuatu, sepertinya surat.

“Ne masuklah.” Jawabnya tanpa menolehkan pandangan sedikitpun. Aku pun masuk dan duduk dihadapannya. Jarak kami dibatasi sebuah meja kantor.

“Ada apa?” tanyaku. Leeteuk oppa menolehkan wajahnya kepadaku. Sungguh mengerikan, wajahnya pucat seperti mayat. Aku hanya menunjukkan ekspresi kaget.

“Wae Taeyeon-ah? Mengapa kaget seperti itu? Apa wajahku terlalu tampan sampai-sampai kaget seperti itu?” dia tetap menyunggingkan senyum manisnya dibalik wajah pucatnya. Kuakui walaupun sekarang wajahnya 11:12 dengan mayat, ia tetap tampan.

“Oppa, sempat-sempanya kau bercanda. Wajahmu? Wae?” kataku yang masih kaget.

“Nah makanya aku memanggilmu. Pulang ini aku mau ke rumah sakit dan kemungkinan besok tidak masuk. Sebagai leader GG9, kau sangat berpengaruh di sekolah ini dan aku yankin kau dapat menggantikanku selama aku tidak masuk. Pimpin acara besok dengan baik ne. Ini surat pengantar dariku yang menerangkan tugas ini kuserahkan padamu.” Jelasnya panjang lebar lalu menyerahkan surat yang ditulisnya tadi padaku.

“Ne, aku akan melakukannya dengan baik. Terima kasih sudah memberikan tugas ini kepadaku.” Jawabku sambil mengambil amplop yang berisi surat. “Cepat sembuh ne.” sambungku lalu meninggalkan ruangannya. Aku melihat sekilas bahwa ia membalas dengan senyuman. Aku kembali ke lapangan menyiapkan persiapan untuk besok.

Persiapan sudah dilakukan seminggu sebelum hari H, tapi tetap saja harus pulang sore. Untung saja ada Sunny dan Yuri yang menemani, tepatnya pulang bersama karena rumah kami berdekatan.

“Apa yang tadi Leeteuk oppa katakan padamu?” Tanya Sunny.

“Haha jangan kepo ne.” jawabku sambil tersenyum jahil.

“Yak Taeyeon-ah, apakah tadi Leeteuk oppa menyatakan cinta kepadamu?” kata Yuri asal ceplos

“Kwon Yuri! Kalau bicara dipikir dulu ne. Mana mungkin Teuk oppa suka padaku.” Aku sedikit enikkan suaraku.

Hal pertama yang kulakukan saat sampai di rumah adalah masuk ke kamar lalu merebahkan tubuhku di kasur. Baru saja aku memejamkan mata, tiba-tiba HPku bergetar menandakan ada SMS masuk.

“Taeyeon-ah, sudah jam 6 sore. Pasti kamu baru sampai di rumah. Cepat ganti bajumu lalu makan malam ne. Jalankan tugamu besok dengan baik. Pimpim mereka sampai acara selesai 4 hari kedepan. Sepertinya aku tidak akan masuk sekolah seminggu kedepan.
Fr: oppa tertampan di sekolah.”

Aku hanya tersenyum menahan tertawa membaca pesan tersebut. Aku yakin itu pasti Leeteuk oppa tapi darimana dia tahu nomorku.

“Nuguseyo? Mengapa kau GR sekali? Darimana kau tahu nomorku?” Balasku.

“Ketua dewan. Aku tidak GR, hanya mengatakan kenyataan bahwa aku tampan. Kamu saja sampai kaget melihat wajahku. Dari seseorang.”

Tidak sampai 2 menit ia sudah membalas sms ku. Pasti HP nya sedang dipegang.

“Yak oppa ketua dewan, tadi aku kaget karena wajahmu seperti mayat. Siapa yang memberitahu nomorku?” Balasku lagi.

“Diamlah Kim Taeyeon-ssi. Mulai sekarang aku akan sering mengirimkanmu sms ne. kkk~” balasnya lagi.

 

TBC

Advertisements

3 thoughts on “[FF Freelance] It’s Love (Chapter 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s