[FF Freelance] Ghost Melody (Chapter 2)

wpid-picsart_1391338853238

Title                 : Ghost Melody Chapter 2

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : PG 13+

Genre              : Horror, School Life, Romance

Main Cast        : Yoona dan Baekhyun

Pairing             : Baekhyun dan Yoona

Other Cast       : Chen, Sehun, dan Kai

Quote               : Sing a song and i will come to you…just wait for me…

Previous          : Chapter 1,

Credit Poster   : Hwang Min Chan @highschoolgraphics.wordpress.com

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                 : WARNING Typo bertebaran, SIDERS please go away, TRUE READERS yook merapat ^^

Aku merindukanmu sahabatku, kulihat kau sudah tidak bisa menampakkan dirimu padaku saat terakhir kali aku ke gedung musik itu seberapa lamanya aku menunggu kau tidak pernah muncul. Kenapa?Sepertinya saat kau menangis itu adalah saat terakhir kita bisa bertemu. Kedua murid inikah yang hanya bisa melihatmu sekarang?

 

Oppa, ayo coba makan ini juga,” ucap Yoona dengan tangannya yang memegangi sumpit, ebi furai tercapit diantaranya. Aku tidak bisa berkata-kata lagi  hanya bisa membukakan mulutku dan tersenyum tipis melihat kehangatan yang Yoona berikan, padahal aku mendekati mereka karena aku ingin tahu sesuatu mengenai Chen. Aku tahu saat malam itu mereka sedang ketakutan setelah dari gedung tua itu, karena itu aku yakin sekali mereka telah melihat Chen sahabatku yang malang itu. “Kalian, boleh aku menanyakan sesuatu pada kalian?” tanyaku,”Boleh,” jawab Yoona dengan cepat meski mulutnya masih penuh dengan sushi salmon.”Apa kalian mengetahui sesuatu mengenai gedung tua yang terpisah dari gedung sekolah kalian itu?” tanyaku,”Aku sangat yakin kalian sebenarnya melihat sesuatu didalamnya kan?” lanjutku sambil mengedarkan pandanganku pada mereka berdua yang terdiam dari kesibukan mereka yang sedang makan sushi. “Aku tidak tahu apapun soal itu oppa, tetapi….-“,”Tidak ada sesuatu yang kami lihat.” Jawab Baekhyun memotong kalimat Yoona.”Kalian jangan berbohong. Atau haruskah aku ceritakan kenapa aku sangat tertarik mengenai hal yang berada digedung tua itu?” jelasku memancing mereka agar mau mengakui bahwa mereka melihat Chen disana, aku ingin mereka membantuku berhubungan dengan Chen.

“Sebenarnya saat aku masih SMA disekolah kalian saat ini itu aku mempunyai seorang sahabat dekat, sangat dekat hingga kedua orangtua kami sudah saling mengenal.  Namanya Chen, dia orangnya berbeda jauh dengan aku yang bersifat ekstrovert, dia introvert saat dia ada masalahpun dia lebih memilih untuk menutupinya. Hal ini sangat fatal baginya, saat itu aku tidak tahu dia tengah dibully oleh seseorang yang sekelas dengannya, aku tidak sekelas dengannya jadi kurang tahu bagaimana cara dia bersosialisasi dengan teman-teman lain di kelasnya. Pada suatu hari dia meninggal secara mendadak di gedung musik itu, dokter melihat banyak tulang rusuknya yang patah yang mengakibatkan pendarahan pada organ dalamnya sehingga dia meninggal seketika saat itu juga. Aku sendiri yang membawanya ke ambulans, kau bisa membayangkannya bukan betapa sedih dan sakit hatiku?” tanyaku yang disertai anggukan keduanya membayangkan apa yang baru saja aku ceritakan pada mereka.”Ahhh sekarang aku ingat, aku pernah mendengar cerita yang sama saat diperpustakaan, lalu siapa yang jahat itu? yang membully Chen?” tanya Baekhyun dengan penuh antusias.”Kalian harus mau membantuku terlebih dahulu, nanti aku baru beritahu siapa orangnya.” jawabku,”Apa yang harus kami lakukan?” jawab Baekhyun cepat, dia sudah terpancing oleh ceritaku itu dan pasti rasa penasaran sudah mengendalikan otaknya saat ini.

“Bantu aku untuk menemui Chen. Karena aku yakin kalian sudah bertemu dengan Chen sebelumnya.” Mendengar jawabanku Baekhyun dan Yoona mulai merinding, mereka akhirnya tahu identitas hantu yang saat itu menampakkan diri saat mereka menyanyi di gedung tua itu. “Kalian tertarik pada musik kan? Jadi aku yakin kalian pasti memiliki selera yang sama dengan Chen mengenai musik dan lagu. Chen sangat menyukai lagu My Turn to Cry dan aku tahu kalian menyenangi lagu yang sama, apa kalian saat di gedung itu menyanyikan lagu ini?” tanya Sehun penuh selidik.”i..i..iya.. oppa,” jawab Yoona dengan gemetaran, dia membayangkan kembali saat di gedung itu. “Dia menemui kalian kan? Jangan takut, dia baik kok hanya saja jika kalian melakukan sesuatu kalian akan di….” kataku mencoba menakut-nakuti mereka yang sudah takut setengah mati itu, Baekhyun hampir kocar kacir karena candaan yang aku buat itu, hehehheehhee kekehku saat tingkah dan wajah seram mereka yang berlebihan yang justru terlihat konyol bagiku itu. “hahahahah,,kalian lucu sekali.” Ujarku sambil memegangi perutku yang sakit akibat terlalu banyak tertawa,”Tidak, dia tidak akan menyerang siapa-siapa kok.” Lanjutku meyakinkan mereka.”Ta,,tapi hyung, sepertinya dia mendatangi kami berdua melalui mimpi,” ucap Baekhyun lagi yang diam ini anggukan kecil dari Yoona yang memilih diam itu. “Dia mendatangimu melalui mimpi, kenapa kau sangat yakin sekali?” tanyaku, berbaliklah situasi kami bertiga kini giliranku yang penasaran dengan cerita yang akan Baekhyun ceritakan.

 

Author POV

Akhirnya Baekhyun menceritakan kejadian yang tergambar dalam mimpinya itu, Baekhyun sangat yakin orang yang sedang dipukuli itu adalah Chen, “karena kami berdua tidak bisa melihat wajah keduanya baik itu yang dipukuli maupun yang memukulinya, hyung,”Ujar Baekhyun mencoba menjelaskan dengan baik pada Sehun. “aku juga jika memimpikan hal tersebut pasti aku akan menyimpulkan bahwa yang berada dalam mimpinya itu Chen, tapi…” ujar Sehun memotong kalimatnya,”Untuk apa dia memberikanmu gambaran saat dia sedang dibully? Bukankah sudah terlambat, dia kan sudah tiada jadi tidak ada hal yang bisa menguntungkannya bukan? Kecuali kalau pelaku pembully an dirinya sedang mencari korban baru lagi,” ujar Sehun dengan tangan kanannya menopang dagu, posenya itu mirip seperti di serial detektif yang terkenal. “Aaaah, sudahlah aku menjadi takut nih jika kalian berdua dari tadi membicarakan hal yang menakutkan ini terus lebih baik aku pergi saja sendiri!” ancam Yoona yang sudah ketakutan itu,”Ya, ya.. jangan marah dong, kamu jangan pulang sendiri sini aku antar pulang.” kata Baekhyun dengan sigap mengikuti Yoona kearah luar rumah makan itu meninggalkan Sehun yang terpekur sendirian memikirkan apa maksud temannya itu dengan memberikan gambaran dalam mimpi yang tidak bisa dia lihat, hanya dua anak itu kuncinya saat ini.

 

Yoona POV

Dasar laki-laki, tidak tahu waktu! Sembarangan saja mereka berdua menceritakan semuanya dengan santai, tak bisa melihat apa aku sudah ketakutan setengah mati dibuat, huh! Keluhku dalam hati sambil mencoba menghentikan taksi yang lewat didepanku,”Kau jangan marah lagi, maaf ya.” ujar Baekhyun yang tidak kusadari kehadirannya disampingku sedari tadi, dia memegang tanganku lembut seakan ingin aku mengandalkan dirinya disaat aku ketakutan seperti ini. Aku pun luluh, hatiku luluh lantak olehnya, akupun memegang tangannya erat-erat dan menyunggingkan senyum manisku. Di bis aku bicara tidak terlalu banyak karena perutku yang kekenyangan ini sehingga tubuhku ingin beristirahat segera, kulihat Baekhyun masih membukakan matanya mendengarkan musik dengan headphonenya, letak rumahku dan rumahnya tidak terlalu jauh tetapi biasanya Baekhyun selalu mengantarku kerumah lebih dahulu baru dia bisa pulang kerumahnya. Aku yang ketiduran di bis, tidak menyadari bahwa aku menyandarkan kepalaku kepundaknya yang hangat itu. “Yoong, sudah sampai.” Ucap Baekhyun pelan sambil mengusap kepalaku mencoba membangunkanku,”Eoh? Udah sampai, baiklah.. bye, bye, Baekhyun hati-hati dijalan ya.” Kataku sambil melambaikan tanganku kearahnya.

 

Saat aku berbalik Baekhyun sudah berjalan menjauh dari rumahku, sekelebat saja aku melihat punggungnya kulihat sesuatu sedang menghinggapi pundaknya, sesuatu seperti bayangan tapi berbentuk seperti dia sedang menunggangi pundak Baekhyun membuat bulu kudukku ikut berdiri. Setelah Baekhyun pulang, aku mulai mengalami banyak keanehan dirumahku, aku melihat banyak roh halus didalam rumahku pertamanya saat aku memasuki rumahku kulihat rumahku terlihat kosong tetapi kudengar ada suara suara pisau yang sedang memotong-motong sayuran di papan ternyata ada seseorang yeoja yang sedang memasak didapur rumahku, kupikir itu eomma jadi aku cuek saja dan langsung pergi ke kamarku yang berada di lantai 2, baru setelah aku mengganti baju seragamku dengan baju santai kudengar eomma memanggilku,”Yoonaa… ayo kita makan!” teriak eomma dari bawah,”Eomma masak ya hari ini? Ujarku sambil memasukkan sepotong daging yakiniku kedalam mulutku,”ah kamu menyindir eomma ya? Maaf ya akhir-akhir ini eomma tidak bisa memasak untukmu makan malam sekarang saja eomma beli dari rumah makan yang berada disekitar rumah, hehee enak kan?” jawab eomma yang berhasil membuat bulu kudukku berdiri dan kulihat eomma terlihat khawatir melihat raut wajahku yang berubah dan wajahku yang berubah menjadi pucat pasi, lalu yang tadi sedang sibuk memasak dan memotong sayuran didapur itu siapa? Tanyaku dalam hati, aku tidak ingin memberitahu dan mengkhawatirkan eomma mengenai diriku jadi aku pun memaksakan untuk tersenyum padanya ditengah rasa takutku yang mulai menjalar. Ah lebih baik aku mandi saja, sepertinya aku sedang kelelahan hari ini, ujarku dalam hati,”Eomma, aku lebih baik mandi dulu ya,” kataku setelah menyelesaikan makan malamku,”Ya sudah kalau begitu, eomma nyalakan dulu air panasnya ya agar kau tak masuk angin,” sahut eomma sambil beranjak dari meja makan dan menuju ke arah pompa yang ada dibelakang rumah. Saat aku mau masuk ke kamar mandi, terdengar suara gemericik air dari dalam dan kulihat bayangan seorang yeoja dibalik tirai kamar mandiku, dia berambut panjang kupikir pasti dia bukan eomma jadi aku langsung saja kocar kacir berlari kembali ke kamarku. Tubuhku masih merasakan ketegangan akibat bertemu dengan makhluk halus di kamar mandi, saat jantungku  masih belum bisa kembali normal dan nafasku masih tersengal-sengal kulihat sebuah kepala muncul dibalik pintu lalu,”Yoona, kau tidak jadi mandi nak? Kalau begitu eomma duluan ya yang mandi.” Ucap eomma dari belakang daun pintu, sumpah jantung dan mataku hampir copot melihat rambut pendek eomma dibalik pintu tersebut, kenapa harus bersembunyi dibalik pintu sih membuatku takut saja, keluhku dalam hati. Kupikir hari ini aku tidak bisa mandi tanpa pikiran yang tenang dan tanpa gangguan makhluk-makhluk tersebut, aku tidak bisa tidur dengan nyenyak malam itu karena dua tuyul menggangguku saat aku tertidur dan membuatku tidak bisa lagi tertidur.

 

Author POV

“Yoona-ya, kau kenapa? Kantung matamu sepertinya bisa mengalahkan seorang Presiden Indonesia deh!” teriak Baekhyun dari mobilnya saat dia menjemputku untuk pergi bersama kesekolah.”Tahu apa kau tentang politik dunia? Sok tahu kau mengenai Presiden itu, mana mungkin seorang Presiden mempunyai waktu untuk mengkhawatirkan kantung matanya, Presiden kan menghabiskan waktu untuk memikirkan rakyatnya.” Keluh Yoona sembari memasuki mobil Baekhyun dan duduk disamping tempat duduk supir.”ya sudahlah, seriusan nih, kau kenapa? Sepertinya kurang tidur.” ujar Baekhyun lagi dengan memasang mimik muka yang serius khas-nya.”Aku.. sepertinya bisa melihat makhluk halus.”ujar Yoona pelan dengan desahannya yang menunjukkan dia sangat lelah dan tidak bisa beristirahat.”ah jinjja?!!” teriak Baekhyun yang langsung memberhentikan mobil yang sedang dia kemudikan itu,”Kau serius kan? Lalu bagaimana? Apa mereka mengganggumu?” cerocos Baekhyun yang ingin mengetahui dengan jelas ceritaku yang bertemu dan melihat hantu. “Ya begitulah aku melihat banyak hantu dirumahku.” Keluhku sambil memijat-mijat keningku yang agak pusing karena kurang tidur.”Sepertinya kau memang harus benar-benar beristirahat meski sebentar, nanti aku antar ke UKS sekolah ya siapa tahu Park Seonsaengnim mempunyai obat agar kau bisa tidur,” ujar Baekhyun tampak cemas. Saran Baekhyun bukannya membuatku lebih baik melainkan membuatku merasa tampak lebih buruk lagi, kulihat banyak sekali hantu diseluruh pojok UKS, kenapa mereka semua tampak terperangkap di ruangan ini ya? Tanyaku dalam hati, aku sengaja tidak memberitahu Baekhyun keadaan diruangan ini karena aku takut hal ini malah akan membuatnya ketakutan juga. “Terima kasih Seonsaengnim,” ujar Baekhyun pada Park Seonsaengnim yang memberikan obat untukku,”Ouh ya!,” seru Baekhyun saat kami berdua berjalan di lorong menuju arah kelas ku, seperti biasa dia mengantarku ke kelasku dulu baru nanti dia kembali ke kelasnya, ah sungguh gentlemen temanku ini pujiku untuknya dalam hati, “kenapa?” tanyaku baru menyadari kalimatnya tadi terputus dan dia tidak melanjutkan kalimatnya itu membuatku bertanya-tanya,”Aku baru ingat tadi Sehun hyung mengsmsku mengajak kita bertemu di gedung tua itu.” Ujar Baekhyun lemas, karena dia sangat membenci ruangan itu meski dia tertarik dengan arwah Chen teman Sehun itu aku tahu dari raut wajahnya itu dia takut hantu.”Sehun oppa?” tanyaku,”Asyik!” seruku baru menyadari inti dari kalimat Baekhyun, kulihat bibir Baekhyun mengkerut dia mempoutkan bibirnya tanda dia tidak setuju dengan ekspresiku mengenai Sehun.”Kau cemburu ya?” ahahaha, “tenanglah..” ujarku lagi, aku sendiri tidak mengerti maksud perkataanku sendiri.

 

Author POV

Saat waktunya istirahat tubuh Yoona sudah mulai agak segar bugar karena obat itu, Baekhyun mengsmsku dan menyuruhku untuk pergi ke atap sekolah. Tiba di atap sekolah angin bertiup sangat kencang dari tiap penjuru arah, aku melihat bayangan seorang wanita yang sedang terjun dari pinggir atap sekolah, dan kejadian itu berulang-ulang dilakukan oleh wanita yang kurasa bukanlah seorang manusia. Sesaat ketakutan Yoona akan hantu mulai muncul, kenapa sih harus aku yang bisa melihat hantu-hantu ini, isak Yoona yang mulai gemetaran melihat hantu-hantu yang mulai mendekatinya, muncullah Baekhyun dari arah belakangnya,”Yoona ya, kenapa kau menangis?” tanyanya sambil merangkul Yoona sementara tangannya memegang bunga anggrek kesukaan Yoona,”Banyak sekali arwah diatap sini Baekhyun-ah, aku takut.”isak Yoona dan membenamkan wajahnya kepelukan Baekhyun yang bingung harus bagaimana agar yeoja yang dicintainya tidaklah takut, kemudian dia mengelus lembut kepala Yoona yang masih membenamkan wajahnya ke dada Baekhyun, “Tenanglah, coba kau tarik nafas dalam-dalam..” ujar Baekhyun menenangkan Yoona yang masih terlihat takut itu.”Ayo kita pergi saja dari sini,, hmm” desah Baekhyun saat tahu ternyata rencananya di atap ini gagal, sisi romantisnya yang akan dia tunjukkan pada yeoja ini gagal dia pamerkan hanya gara-gara kerumunan hantu.

Ditangga sekolah Baekhyun dna Yoona berhenti untuk sementara, Yoona sudah mulai bisa mengendalikan dirinya dan mnegakkan wajahnya yang sedari tadi terbenam dalam dada Baekhyun.”Baekhyun-ah gomawo,”ujarnya “sekarang sudah tidak apa-apa lagi disini,” lanjutnya yang disertai dengan senyuman tipisnya itu. Apa lebih baik sekarang saja aku menyatakan cintaku? Batin Baekhyun saat melihat suasana sudah mulai berubah.”Yoona-ya sebenarnya aku mengajakmu kesini karena aku ingin mengatakan sesuatu,” kata Baekhyun sambil terlihat grogi, keringatnya terlihat jelas mulai muncul didahinya,”hmm? Kamu mau bicara apa emang?” tanya Yoona yang benar-benar belum mengerti situasi,”Aku ingin kamu menjadi kekasihku, maukah kamu jadi kekasihku? Aku mencintaimu.” Ucap Baekhyun lembut tangannya iya ulurkan sementara tangan satunya iya sembunyikan,”Aku mau Baekhyun-ah,” jawab Yoona-kekasih resmi Baekhyun-,”Ah syukurlah kau menerima perasaanku,” ujar Baekhyun sembari menyodorkan bunga anggrek yang sedari tadi dia pegang.”Aku pikir kamu tidak akan menerimaku sebagai pacarmu.” Ucap Baekhyun,”Ahhh,, aku tahu kau pikir aku benar-benar menyukai Sehun oppa makanya nyalimu menjadi ciut kan? Halah, begitu saja kok jadi ciut sih.” Ledek Yoona membuat Baekhyun malu dan pipinya berubah menjadi kemerah-merahan, Baekhyunpun memeluk Yoona pacar dan cinta pertamanya itu.

“Cie,, cie,, yang baru jadian…wit wiw..” ledek Luhan saat tahu Yoona dan Baekhyun sudah resmi berpacaran dia terus saja meledek Yoona dan Baekhyun sampai mereka sampai digerbang sekolah, Sehun sudah menunggu mereka digerbang sekolah saat itu Luhan masih berjalan bersama Yoona dan Baekhyun,”Hyung perkenalkan temanku, Xi Luhan.” Ucap Baekhyun saat Sehun mendekat kearah mereka.”ouh iya, annyeong aku Sehun,” jawab Sehun saat Luhan membungkuk saat Baekhyun memperkenalkannya.”Kau mau ikut juga ke gedung tua di sekolah?” ajak Sehun, Luhan yang belum tahu apapun mulai diceritakan oleh Baekhyun apa yang sebenarnya terjadi.

 

Yoona POV

“Oppa sini,” bisikku saat berjalan menuju gedung tua.”Aku berhasil, aku mengikuti semua saranmu, kau tahu kan apa yang kumaksud? Saat aku curhat padamu mengenai Baekhyun yang cuek itu, aku terus menerus menggunakan oppa agar bisa membuat dia cemburu, tahu tidak oppa?” ucap Yoona setengah berbisik pada Sehun, sementara Sehun membungkukkan badannya agar bisa mendengar bisikan Yoona itu,”Lalu bagaiman?” tanya Sehun penuh antusias mendengar yeoja yang sudah dia anggap dongsaeng kandungnya itu saat bercerita mengenai kehidupan asmaranya,”Dia hari ini menyatakan cinta padaku, oppa! Hari ini aku akan mentraktirmu makan sup miso.” Jawab Yoona, disertai cengengesan keduanya membuat Baekhyun kesal melihat kedekatannya.”Opps,” seru Sehun saat melihat tatapan elang Baekhyun yang sedang cemburu itu.

 

Gedung musik yang sudah tua itu sudah memakin dekat,”Kalian dengar itu tidak?” tanyaku sat mendengar suara-suara dari dalam gedung musik tua itu, “Seperti nyanyian seseorang lebih tepatnya gumaman yang dinyanyikan,” jelasku kepada Baekhyun, Luhan dan Sehun yang sudah mulai mendekati gedung musik tua itu, saat kami berempat membukanya tiba-tiba..”Arghhhhh!!! TIDAK!!!!! JANGAN!!!!” teriakku….

.

.

.

.

.

.

To be Continue

p.s: suka? Komentnya ditunggu ya…. >,<

 

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s