[FF Freelance] My All My Everything (Chapter 2)

my all my everything copy

  • Title: My all my everything (chapter 2 : Soju)
  • Scriptwriter (Author): Mawar
  • Main Cast:
  • Support Cast:
  1. Super junior Cho kyuhyun
  2. Ulzzang Seo jihye
  3. Ulzzang Shin hoseok
  1. Kyuhyun’s family
  2. Super junior members
  3. Shinhwa Junjin
  4. Ulzzang Hong Younggi
  5. Chocoball members
  6. Others
  • Genre: Romance
  • Duration (Length): Chapter
  • Rating: PG 15
  • Previous: Chapter 1,

 

Disclaimer : Para cast adalah milik Tuhan sedangkan tulisan ini adalah hasil ketikan saya sendiri, masih dengan takdir Tuhan karena saya juga milik Tuhan. Wkwkwk, anyway 100% my imagination.

 

Summary

“aaaaaaaa, cicakkkkk!!!” teriak seseorang dari belakangku dan ‘BRUK’ pinggangku tertubruk sesuatu. Terasa lebih sakit karena badanku masih belum sembuh 100% dari kecelakaan kemarin.

Begitulah cara mereka bertemu. Cho kyuhyun dan Seo jihye. Keduanya tidak menyangka bahwa takdir mereka tidak berhenti hanya sampai disitu saja. Motto kyuhyun yang selalu dipegangnya teguh ‘cinta pada pandangan pertama’ pun tidak mempan dengan jihye.

-o0o-

 

My All, My Everything.

Chapter 2 : Soju

 

(2009)

Kyuhyun menggendong tas jihye dan jihye merangkul tangannya sambil berjalan menuju mobil. Mobil warna hitam kyuhyun berada diantara ribuan mobil yang sedang terparkir dihalaman perpustakaan.

“aku tidak tau kalo kamu alergi udara…” ucap kyuhyun sambil berjalan tanpa melirik kearah jihye, “aku tidak tau kalo kamu harus rutin minum susu saat pancaroba” suaranya terdengar mulai berat, “aku tidak tau kalo kamu alergi beberapa obat…” kali ini suaranya terdengar tertahan seperti menahan emosi, “hmm….” Dia menghela nafas singkat, wajahnya memerah, “apa yang aku tau ya?” pertanyaan itu terlontar tepat didepan mobil kyuhyun.

Setelah memastikan jihye sudah masuk dengan nyaman, kyuhyun pun masuk kedalam mobilnya dengan membantingkan pintu mobil dengan cukup keras. Jihye tau, kyuhyun sedang menahan emosinya, dia tidak ingin menyulut api dengan gas maka kali ini dia hanya diam.

Mobil kyuhyun berlari dengan kecepatan standar, sesekali berhenti saat lampu merah di perempatan. Sunyi. Hanya itu kata yang bisa mendeskripsikan suasana di mobil sekarang. Jemari kecil jihye menyentuh bagian radio dan menyentuh beberapa tombol, terdengar lagu dari TVXQ yang berjudul BOLERO menggema di dalam mobil dengan volume ringan. Kemudian dia menyenderkan kepalanya kearah kaca jendela, memainkan nafasnya disana dan menuliskan sesuatu, sebuah lambang, heart. Dia tersenyum, lalu meraih ponselnya dan memotretnya.

Beberapa menit kemudian, kyuhyun merasakan hapenya bergetar dari dalam kantung celananya, dengan sigap tangan kanannya meraih benda petak tersebut dan melihat pesan yang masuk. Ada semburat senyum tipis yang mengembang di wajahnya. Jemarinya kemudian mengetuk-ketuk layar ponsel pintar miliknya, dan kemudian menyimpan kembali ke tempatnya. Belum semenit berlalu, kini giliran hape jihye yang bergetar, dengan reaksi yang sama, ya, tersenyum setelah melihat isi pesan yang masuk, mirip sekali dengan yang dilakukan kyuhyun barusan. Beginilah malam ini berlalu diantara keduanya, kyuhyun tidak jadi marah dan jihye tertidur diperjalanan.

***

(2008 – September)

Lampu ribuan watt mulai dimatikan, cahaya di studio mulai normal kembali,membuat pupilmata jihye kembali rileks setelah terpapar dengan kilatan-kilatan cahaya super tajam sang photographer.

“kau sudah berusaha dengan baik jihye” ucap sunmi unnie masih sibuk me-rewind poto yang diambilnya hari ini.

“terima kasih unnie~” balas jihye sambil menundukkan badannya.

“jihye!! Hari ini mau kemana?” younggi buru-buru mendatangi jihye yang mulai membereskan tasnya berniat pergi dari studio itu.

wae?” Tanya jihye ringan.

“hari ini ada undangan party, ayo ikuttttttt… banyak yang datang!! Chihoon oppa, taejun oppa, jiho oppa, dan teman-teman dari ulzzang shidae juga ikutan… kau harus datang!! Bersama hoseok ok!!!” younggi bersemangat hingga tak sadar menarik-narik tangan jihye “yang pasti banyak artis yang ikut, ada janggeunsuk!! Janggeunsuk!!” mata younggi membulat.

jinjja????” seketika dada jihye berdegup kencang saat mendengar nama artis favoritnya disebutkan.

Younggi mengangguk cepat berulang kali, “ini undangannya, harus datang bersama hoseok!! Soalnya hampir semua ulzzang membawa couple, ok!! Jangan lupa!! Aku pergi dulu ya, mau bersiap-siap untuk nanti malam” sambil melompat-lompat kecil younggi berjalan menjauhi jihye yang masih sibuk membuka undangan yang diberikannya.

“jam 10 malam?” jihye bergumam membacakan jam acara tersebut dimulai, “pantas saja dia menyuruhku pergi bersama hoseok, cih! Mereka semua pasti pergi bersama pacar masing-masing” dengan sedikit emosi jihye memasukkan undangan itu ke dalam tasnya.

‘mau kemana sekarang?’ itu adalah pertanyaan besar dalam benak jihye. Dia ingin sekali pergi ke acara itu, tapi ini adalah hari dimana hoseok berangkat ke jepang untuk melanjutkan sekolahnya disana. Walaupun dia ingin sekali bertemu dengan jang geunsuk, tapi kalau harus membuat repot hoseok untuk kesekian kalinya, maka jihye akan langsung mengurungkan niatnya.

Sambil tetap berjalan menuju arah apartemen rumahnya, ponsel jihye bergetar sebentar menandakan ada sms masuk. Ada tulisan ‘hoseok’ dilayarnya.

‘aku diberitahu younggi akan ada party malam ini, ayo datang. Sekalian nanti aku akan memberi tahu teman-teman bahwa besok akan berangkat, belum ada yang tau soal ini kan. bagaimana?’

Jihye pun kemudian membalas pesan itu, ‘oke, jemput aku ya’. Belum sempat beberapa menit berlalu, sebuah pesan masuk kembali ke ponselnya tetap dari pengirim sebelumnya ‘hoseok’.

‘baiklah’. Jihye tak berniat membalasnya. ‘hari ini pakai baju apa?’ sebuah pertanyaan baru muncul dikepalanya. Sambil mengingat-ingat ingin memakai gaun yang mana, jihye masih tetap berjalan menuju halte bus yang memiliki rute nenuju apartemennya.

***

Mobil hoseok sudah berada didepan apartemen jihye. Tanpa harus masuk ke dalam parkirang dan memanggil jihye ke dalam apartemennya, jihye sudah berdiri menunggu di dipinggir jalan. Seperti biasa, mobil hoseok berhenti tepat di depannya dan jihye tanpa canggung masuk ke dalam.

“huuu, cantik sekali” puji hoseok pada gadis yang memakai gaun merah gelap di sebelahnya.

“iya dong, mau ketemu geunsuk oppa harus cantik~” jihye membalas godaannya.

Mobil itu kini berjalan menuju tempat party yang tertera di undangan yang jihye pegang dengan santai. Tak perlu buru-buru karena ini acara santai dan hoseok juga tidak berniat kebut-kebutan jika bersama jihye.

“hey hey, walaupun kamu ga pernah cinta sama aku, tapi kita pernah berpacaran” hoseok protes.

“huuuuu, kita juga kan pacarannya karena di couple-in terus-terusan di gabalmania”

“iya sih, tapi kita pernah pacaran jihye… tetap saja kamu harus hargain aku sedikit” manjanya hoseok keluar.

“maunya dihargain berapa? Aku ga bawa uang banyak nih”

“dasar jihye, ga pernah romantis sedikit pun” hoseok tampak menyerah melihat sikap tomboy jihye.

oppa~ya~~~” jihye menunjukkan aegyo-nya pada hoseok.

Langsung saja guratan senyum mengembang di wajah hoseok, dia sangat menyukainya. “ppoppo~” ucapnya sambil menyodorkan pipinya pada jihye.

“huuuuuuuu” jihye menjewer telinga kanan hoseok, “dasar mesum!” ejek jihye. Dan hoseok hanya membalasnya dengan wajah datar. Frustasi. Dia tidak akan bisa menang melawan jihye.

Tanpa sadar mobil hoseok sudah terparkir di tempat parkir gedung yang menjadi tujuan mereka. Ada beberapa wartawan disana, namun jihye dan hoseok tidak perlu khawatir karena semua orang tidak mengetahui bahwa mereka sudah putus. Dengan manner seorang namja, hoseok membukakan pintu untuk jihye. kedua tangan mereka bertautan sambil berjalan masuk ke ruangan yang di tuju. Ada kilatan-kilatan cahaya ke arah mereka, namun para wartawan tidak begitu tertarik dengan kisah cinta yang biasa-biasa saja. Mereka berdua tetap tenang ‘berperan’ sebagai sepasang kekasih.

Hoseok memberikan undangan tersebut pada pelayan yang bertugas didepan pintu club, setelah mengeceknya, dia membiarkan jihye dan hoseok masuk ke dalam. Ada suasana riuh yang biasa terdengar disebuah diskotik. Malam minggu biasanya ramai dengan anak-anak muda, tapi hey mereka anak di bawah umur, untung saja punya undangan yang bisa dijadikan alas an untuk masuk ke dalam club malam itu, namun sepertinya tempat ini sudah disewa oleh seseorang yang membuat acara ini. Sebuah acara ulang tahun dari anak sang empunya club, anaknya mengundang para artis dan ulzzang untuk datang. Ya, teman-temannya juga tentu saja.

“jihye!! Kesini!!!!!” teriak younggi dari salah satu meja disana.

Dengan tangan yang masih bertautan, jihye dan hoseok bergabung di meja teman-temannya. Ada dahye, younggi, eunhee, byul, seulgi, jiho, hyungseok,  taejun, chihoon, daeun, jiho, minjoon dan lain-lain di meja panjang itu.

Baru saja jihye duduk dibagian pinggir, tiba-tiba ada seorang lelaki dewasa menghapirinya. “ junjin appa!!” ucapnya pada orang itu.

“ayo appa kenalin sama artis-artis disini!!” bisik junjin pada jihye.

Jihye mengangguk kencang, “hoseok, kamu main disini, aku mau sama appa ya. Kalo mau pulang, bilang aja, ok ok?”

Hoseok dengan tanpa masalah mengacungkan jempolnya kepada jihye. Dengan niat awal ingin bersama teman-teman sebelum berangkat ke luar negeri, dia akan terus berbincang dan menghabiskan malam ini dengan sahabat-sahabat dekatnya terutama minjun, hyungseok dan daeun.

***

Sekitar setengah jam jihye duduk disebelah geunsuk sambil berbincang-bincang, efeknya adalah tubuhnya yang seakan-akan melayang tak sanggup dengan pompaan darah dari jantung yang begitu cepat. Kini junjin menarik tangan jihye menuju meja yang berisi para idol.

“kita akan bertemu orang yang kau kenal sekarang” ucap junjin,

“siapa?” balas jihye menebak sambil mencoba mempersiapkan jantungnya jika kali ini dia akan bertemu aktor lain yang sehebat jang geunsuk.

Mereka berhenti tepat diujung meja artis-artis sm, “super junior!! Ada kibum, sungmin, siwon dan kyuhyun!!” junjin memperkenalkan mereka berempat pada jihye.

“kibum oppa~~~” jihye mencoba menahan teriakannya dengan menutup mulut.

“jihye-ssi??” Tanya sungmin

“iya, ini jihye, bukannya kalian berteman? Hah? Kyuhyun? Kau kan yang menyuruhku menelepon jihye kemarin” junjin menanyai kyuhyun dengan tampang bingung.

“kyuhyun?” jihye tersadar dengan nama itu, kemudian dia mengedarkan pandangannya dari kibum kesebelahnya, ada sungmin lalu siwon dan tepat di sebelah siwon ada kyuhyun, kyuhyun yang dikenalnya dari kecelakaan kecil bulan lalu.

eo? Wasseo?” Tanya kyuhyun bingung tak menyangka dirinya dengan jihye akan bertemu di tempat seperti ini.

“ah!! Super junior kyuhyun??” jihye akhirnya mengingat wajah itu, salah satu wajah di album yang bertengger dilemari kaca jihye.

“hahaha, apa-apaan ini? Kalian berteman tapi kau tidak tau bahwa dia member super junior?” seketika tawa junjin pecah ke udara.

“ooooo~ jadi ini jihye yang sering dibicarakan kyuhyun” siwon menggendong kedua tangannya sambil meledek kyuhyun.

neomu yeppeo~ jihye-ssi~ bangawayo~” sungmin melebarkan tangannya dan disambut dengan jihye.

ne~ gomawoyo~” tangan jihye sedikit bergetar.

“imut ya, imut sekali” ucap siwon ke arah jihye “bisa-bisanya kau membuat dia menangis hingga dua kali” siwon kembali meledek kyuhyun.

hyung, itu kan sudah berlalu….” Kyuhyun protes.

“tanganmu dingin sekali, gwaenchana?” sungmin mulai memijit-mijit kecil jemari jihye.

anieyo, oppa gwaenchanayo~ oppa, aku fans super junior~” jihye berbicara dengan lambat sambil mengatur nafasnya.

jinjja?” sungmin tak percaya, dia kemudian menarik tangan jihye untuk ikut duduk bersama mereka ditengah-tengah dirinya dan kibum.

Disudut lain ada kyuhyun yang wajahnya memerah melihat kelakuan para hyungnya terutama yang baru saja dilakukan sungmin. Buru-buru dia meminum bir yang ada dihadapannya.

“hahaha, kau fans super junior tapi tak mengenal kyuhyun?” siwon segera menjauhkan dirinya dari kyuhyun, takut si maknae itu melakukan kekerasan terhadap dirinya.

“dia fans kibum” dengan wajah datar, kyuhyun melontarkan perkataan yang membuat kibum tercengang.

“ah, pantas saja” siwon menimpali dengan malas. Ya. Alasannya adalah, kali ini dia kalah lagi dengan kibum.

lemme hug you girl” ucap kibum pada gadis yang ada disebelahnya sambil memeluk dengan hangat.

Jantung jihye berdetak tak beraturan. Tak ada kata-kata yang bisa keluar dari bibirnya. Dadanya tercekat. Wajahnya merah. Kepalanya seakan melayang. Seperti dihipnotis, dia tidak mendengar suara kegaduhan musik disana, seakan hanya ada mereka berdua disana. Sangat berbeda dengan kyuhyun, dia menegak bir berulang kali, berharap bisa segera mabuk dan melupakan segala yang terjadi namun gagal. Emosinya malah makin menjadi, tangannya mengepal keras dan rahangnya menegang.

“sudah-sudah, aku mau mengenalkannya dengan shinhwa” junjin melepaskan pelukan kibum dengan jihye.

‘BRUK’ tak tahan mendengar perkataan junjin barusan, tanpa sadar kyuhyun menggebrak meja mereka cukup keras. Terasa sedikit kontak dibagian rusuknya yang masih luka. “geumanhae” ucapnya pelan. Kemudian dia menarik tangan jihye yang dikejutkan dengan perlakuan kyuhyun.

Dengan kasar kyuhyun membuat jihye terduduk dikursi dibagian sudut ruangan. Ya. Meja kecil itu memang dikhususkan untuk 2 orang saja.

Hening. Hanya bagi keduanya karena ruangan itu memang terdengar sangat berisik. Tiba-tiba pandangan semua orang menuju ke tengah lantai dansa. Ini acara puncaknya, semuanya berteriak karena si putri semalam akan meniup lilin berangka 17. Entah apa yang terjadi selanjutnya karena jihye sudah tidak fokus terutama dengan sikap kasar kyuhyun.

Emosi kyuhyun mulai menurun, kini dia bisa merasakan sakitnya tulang rusuk yang terkena tekanan getaran yang dihasilkannya dimeja tadi. Dengan sedikit meringis dia mulai mengelus-elus rusuknya.

manhi apeo?” Tanya jihye khawatir. Kyuhyun tak berniat menjawabnya. Jemari jihye kemudian dengan lincah ikut mengelus bagian yang dianggap kyuhyun sakit. Sesekali bibirnya mengembuskan udara agar sakitnya tidak begitu terasa.

Ada satu rasa yang tidak bisa mereka bendung. Kangen. Keduanya sama-sama merindu karena sudah sebulan tidak berjumpa, hanya saling berkirim pesan. Sebenarnya keduanya sudah saling janjian untuk bertemu, besok, saat kyuhyun kontrol ke rumah sakit. Sangat tak disangka-sangka bisa bertemu di kejadian semacam ini.

Setelah merasa cukup di bagian punggung, kini jihye mengarahkan jemarinya ke kedua tangan kyuhyun yang tadinya mengeras. Dia mencoba memijit-mijit kecil, membuat urat dan otot-otot disana menjadi lebih rileks.

“ah, tanganmu kecil sekali, seperti tangan anak sd” kyuhyun mencoba membandingkan jemarinya dengan jemari milik jihye.

eishhiii” jihye mulai memajukan bibirnya dengan sebal.

“hahaha, kau harus mengakuinya pendek” kyuhyun puas membalas kekesalannya tadi.

oppa, harus makan banyak… kurus sekali…” jihye tidak ingin berdebat dengan kyuhyun kali ini.

oppa? Tumben sekali?” kyuhyun menyindir jihye “kau tak sadar, kau juga kurus…sekali….seperti anak sd” kyuhyun mengejek jihye lagi.

“ah, dwaesseo!!” jihye melepas tangan kyuhyun dan menginjak kakinya.

ya!!” kyuhyun berteriak meringis.

mwo??” jihye balas mengejek kyuhyun.

“galak sekali” ucap kyuhyun pelan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

ahjussi~” balas jihye dengan nada menggoda.

isanghan yeoja” kyuhyun menjauhkan dirinya dari jihye.

Jihye bukannya berhenti malah semakin menjadi, dia mendekatkan wajahnya dengan wajah kyuhyun sampai jarak 10cm. Kyuhyun bergidik ngeri. Detak jantungnya kembali tak normal. Nafasnya mulai berat. ‘apa dia mabuk?’ batinnya.

“hey hey hey” kyuhyun melambai-lambaikan tangannya di depan wajah jihye, mencoba menyadarkan gadis itu. Namun usaha itu gagal, jihye malah tambah mendekatkan wajah mereka. Mulai memiringkan kepala dan mendekatkan bibir mereka berdua hingga jarak 5cm. kyuhyun terbawa suasana. Keringatnya mengucur deras. Jika saja waktu ini bisa di-pause kyuhyun akan menyadari bahwa dia menyukai gadis itu. Ya. Sejak kejadian waktu itu kyuhyun sering sekali memikirkan jihye. Gadis yang sudah 2 kali dibuatnya menangis. Gadis yang bisa membuatnya kembali kontrol ke rumah sakit.

Kyuhyun ikut memiringkan wajahnya berlawanan dan mulai menutup matanya. ‘huuuuuuuuuufft’ tiba-tiba saja jihye menghembuskan nafasnya kuat kearah atas, membuat poni kyuhyun berantakan seperti kartun son goku.

“hahahahahaha” jihye menjauhkan badannya dari kyuhyun sambil tertawa puas, sesekali memukul meja mereka.

“cih” kyuhyun menatap jihye dengan sorot seorang pembunuh. Ya. Yang dibayangkannya salah, jihye bukan mau menciumnya tapi mau membuat rambutnya berantakan.

“yeay, aku yang menang hari ini!” jihye menatap kyuhyun dengan tatapan mengejek.

“awas saja, nanti ku balas”

“bodo ah, yang penting hari ini aku yang menang….” Jihye mengangkat kedua tangannya sambil membentuk angka 1 dan 0 “1-0 menang telak tanpa perlawanan, haha” dia bangga pada dirinya sendiri.

“tanding starcraft saja denganku” kyuhyun menantang tak ingin kalah.

“males dih, aku ga akan mau bertarung kalo jelas-jelas kalah”

“memangnya kau bisa apa selain melakukan hal-hal aneh seperti tadi?”

“walaupun aneh tapi aku bisa menang”

“karena tingkat keanehanmu sudah di luar nalar”

“di dalem kok”

“di luar”

“di dalem”

“buktinya?”

“olah tkp dulu, Tanya sama pak polisi”

“aneh, dasar aneh”

“bodo”

Hape jihye yang bergetar diatas meja membuat mereka berdua menghentikan percakapan yang tak akan ada ujungnya itu.

“dari siapa?” kyuhyun yang penasaran kemudian mendekatkan dirinya dengan jihye dan ikut membaca pesan yang masuk ke dalam hapenya.

‘dimana?’ begitu tulisan yang muncul dilayar. Jihye kemudian membalas dengan cepat, ‘dimeja yang ada disudut sebelah kiri dari meja kita tadi’, send.

Jihye tak menjawab pertanyaan kyuhyun, layar hapenya kembali keluar dari kotak pesan. Terlihat wallpaper baru di hape jihye yang bergambar dirinya sedang dicium oleh seorang lelaki dipipi sebelah kanan.

“sebentar lagi juga dia mencari kita, mungkin sudah waktunya pulang” ucap jihye santai sambil melirik kyuhyun, “wae?” Tanya jihye bingung melihat kyuhyun dengan air muka yang tidak enak.

Kyuhyun membuang mukanya dari jihye, “entahlah” balasnya singkat.

‘mungkin lagi unmood’ batin jihye. “oppa mau pulang jam berapa?” jihye mulai terbiasa dengan panggilan itu.

“bukan urusanmu…:” balasnya ketus.

Jihye menatap kyuhyun dalam, kyuhyun menyadarinya namun pura-pura tidak tau.

kkakkung!!” ucap jihye sambil memencet hidung kyuhyun dengan telunjuknya, “oppa, hidungmu panjang sekali wuah” jihye membulatkan matanya sambil tetap kagum dengan hal yang baru saja disadarinya.

‘imut sekali’ batin kyuhyun. “hidungku mahal” balas kyuhyun tetap ketus.

“dih, aku juga ga berminat beli… nanti kau jadi pake hidung apa? Nyamuk gitu?”

“siapa yang mau ngejual jihye!!” kyuhyun frustasi.

“tadi sih ngomongnya mahal”

“bukan berarti buat dijual juga ji” kyuhyun benar-benar tak habis pikir dengan cara pikir jihye yang …. Terlalu polos untuk anak seumurannya. ‘Entah polos atau bodoh’ pikirnya, ‘itulah yang membuata aku bisa menyukai gadis seperti ini…’ kyuhyun malah menganggap hal itu yang membuat jihye menarik.

“kirain”

“pikiranmu aneh”

“ga aneh”

“aneh pokoknya aneh”

“ga aneh pokoknya ga aneh”

Keduanya kembali saling ngotot dengan ucapan yang tak kan ada habisnya.

“hey” ucap seseorang dari belakang mereka, “ayo pulang jihye, aku tidak bisa lama-lama” hoseok kemudian menarik tangan kanan jihye dan membungkukan dirinya kepada kyuhyun yang terdiam.

“oke hoseok” jihye bangkit dari kursi namun sesuatu menghalanginya. Kyuhyun menarik tangan kirinya pelan. Jihye berhenti dan melihat ke arah kyuhyun.

“jangan lupa besok” ucap kyuhyun dengan nada tegang dan kemudian melepaskan tangan jihye.

araseoyo” jihye kembali mengejek kyuhyun, “bye bye” tambahnya sambil mendadahkan tangannya ke arah kyuhyun dan hanya dibalas senyuman kecut.

***

(kyuhyun’s POV)

Bisa-bisanya anak kecil memperlakukan aku seperti ini. Wuah. Cho kyuhyun, kau benar-benar telak. Kalah telak. Rasa apa ini? Suka? Yang benar saja cho kyuhyun, kau tidak lihat yang tadi itu pacarnya. Nasibmu benar-benar menyedihkan.

Suasana party masih riuh, aku tak berminat sedikitpun lagi mengenai pesta disini. Hyung bilang akan ada banyak wanita-wanita cantik dan seksi, tapi mana? Aku malah bertemu orang yang ku suka bersama pacarnya. Jantungku sepertinya mulai tak sehat. Bisa-bisanya dia, di saat yang sama membuatku naik ke atas langit dan kemudian menjatuhku ke dalam jurang.

Dengan malas aku mengetik beberapa hurup diatas layar hape dan mengirimkan ke sungmin hyung. ‘aku pulang deluan’. Aku berdiri dan kemudian berjalan keluar dari ruangan tanpa memperdulikan apapun lagi, entah itu party, wartawan atau beberapa fans yang berteriak menyebut namaku.

Ah iya, tadi ikut menumpang dimobil siwon hyung artinya sekarang aku harus pulang naik taksi atau bus. Naik taksi? Ya, bagaimana dengan naik taksi? Lebih baik dari pada naik bus dan lebih aman pastinya.

Beberapa menit berdiri dipinggir jalan, ada sebuah taksi yang lewat dan tentu saja aku langsung menyetopnya. Taksi itu berhenti dihadapanku dan pintunya langsung terbuka. Dengan santai aku masuk kedalam, namun ketika aku ingin menutupnya ada seorang anak kecil yang ikut masuk ke dalam. Dia melihat ke arahku dan tersenyum tanpa berdosa.

“ya!! Choi sulli!!”

oppa~” ucapnya mencoba mengedip-kedipkan matanya padaku. Aku tau, ini tanda bahwa dia menginginkan sesuatu dariku.

Choi sulli, seorang trainee dan masih SD. Anak ini merupakan stalker heechul hyung. heechul hyung yang nyentrik itu, setelah mengetahui bahwa anak ini memujanya malah mengajaknya menikah setelah dewasa. Cocok! Cocok sekali…..mereka sama-sama aneh.

“apa?” aku membentaknya sedikit.

“hongdae pak!” ucap sulli pada supir taksi. Sang supir pun langsung melajukan taksinya.

“heh, aku ngantuk. Ingin tidur di dorm! Ngapain ke hongdae? Lagian kau masih anak sd kenapa bisa berkeliaran jam segini? Ini jam 1 pagi!”

“bertemu heechul oppa~ lagian malam ini kan malam minggu, trainingnya lebih lama. Aku baru keluar dari gedung sm dan malah bertemu dengan oppa

“cih, kalau kau ingin bertemu dia sendirian saja sana, ngapain harus numpang di taksi orang?”

“biar ongkos taksinya dibayarin sama oppa~

Aku memasang ekspresi datar. Tak ada yang bisa mengalahkan isi kepala anak ini. Pasrah, dengan kepala yang sedikit pusing akibat bir yang kutegak tadi aku menyenderkan badan ke kursi dan menutup mataku.

***

Aku merasakan badanku digoyang-goyangkan oleh sesuatu secara kasar.

oppa, bangun!!” ada yang berteriak di telingaku. Sontak aku langsung mencoba membuka mataku dan melihat ke arah sekeliling. Masih di dalam taksi. “sudah sampai oppa, cepat bayar taksinya” ucap bocah tengik itu padaku. Kemudian dengan santainya dia keluar dari taksi dan berlari ke dalam sebuah tempat makan di sebelah kiri jalan.

Dengan kepala yang masih sedikit pusing aku mencoba mengeluarkan beberapa lembar dolar won kepada si pengemudi taksi dan kemudian melangkahkan kaki ku keluar menuju tempat yang dituju sulli.

Di depan toko sudah terdengar bunyi oseng-oseng dan wangi dari makanan yang dimasak oleh si empunya toko, membuat perutku berbunyi kelaparan. Hongdae, tempat yang selalu sibuk di malam hari. Aku melirik ke segala arah di dalam toko dan di sudut kiri ada heechul hyung bersama teman-teman chocoball nya termasuk yesung hyung. aku mengedarkan kembali pandanganku ke sudut lain. Kutemui wajah yang sudah sangat familiar denganku beberapa waktu ini, dia tersenyum ke arahku seakan memang sudah menungguku untuk menoleh ke arahnya. Seketika mood ku rusak karena hal yang baru saja ku lalui beberapa jam lalu. Tanpa menghiraukannya aku berjalan menuju meja heechul hyung.

“eh, maknae… bagaimana bisa sampai ke sini?” Tanya yesung hyung yang menyadari kedatanganku saat aku duduk di sebelahnya.

“wajahnya kusut sekali” komentar heechul.

“gara-gara sulli sialan…..dia yang membawa ku kesini” balasku sambil menatap sulli penuh kesal.

“kok aku sih oppa” gadis itu benar-benar tidak merasa bersalah sedikitpun.

“sudahlah, aku mengantuk..berikan aku soju” aku menunjuk ke botol putih yang ada di hadapan hongki”

“tidak ada hubungannya hyung” hongki memberikan botol itu padaku. Kubuka botol itu kemudian kutuang ke dalam gelas kecil dan buru-buru menegaknya.

Mereka kemudian tertawa-tawa lagi sambil menceritakan hal-hal aneh yang aku tidak ingin mengerti sama sekali. Ada hongki, heechul, yesung, sulli, boA, dan tablo disini. Sudahlah, lupakan saja soal mereka. Bagaimana dengan gadis itu? Aku melirik ke arahnya. Dia sendirian sambil membalik-balik daging yang ada di atas panggangan di depannya. Sesekali menyentuh tombol-tombol di atas laptop kecil miliknya. Ah, ada kamera juga di atas meja itu. Kamera yang pernah ku pegang selama 2 minggu lebih. Ekspresinya bahagia. Apa dia menghiraukan ku? Hebat sekali! Dia tau aku disini namun bukannya mendatangiku malah sibuk sendiri dengan dunianya.

Aku menegak beberapa gelas soju ini lagi. Sambil sesekali menyumpitkan daging yang ada di atas meja. Panas. Soju membuat badanku menjadi panas. Tapi semakin aku kesal dan memikirkan gadis itu semakin aku ingin menegak isi botol soju ini.

Sudahlah! Aku tidak tahan lagi. Aku berdiri dan berjalan ke arahnya.

“mau kemana?” Tanya yesung hyung.

“bertemu teman” balas ku sambil melirik ke arah gadis itu.

“mm…cantik! Setelah jadi pacar harus dikenalkan dengan kami ya” heechul mengejekku yang belum pernah pacaran semenjak debut.

Aku tak menghiraukaukannya dan tetap berjalan meninggalkan meja mereka.

(kyuhyun’s POV end)

“Ya!! Seo Jihye!!” kyuhyun membentak jihye sambil duduk di hadapannya.

“eh, kyuhyun?” jihye sedikit terkejut.

“sombong sekali!” kyuhyun membalas cepat sambil menarik sumpit di tangan jihye dan mengapit beberapa daging yang sudah matang dan memasukkannya ke dalam mulutnya.

“siapa?” jihye mencoba mencerna hal yang dimaksud kyuhyun.

“kau sombong sekali, kau tau kan aku ada disini, kenapa tidak menyapa?”

“aku udah mencoba senyum tapi kau sepertinya tidak melihatku, lagian aku takut salah orang. Aku bisa mati malu kalau salah orang.”

“ga mungkin mati gara-gara malu”

“mungkin”

“engga”

“iya iya iya” jihye melirik kyuhyun bengis

“ah, kepala ku pusing” kyu sedikit meringis sambil menegak segelas soju di hadapannya.

“sakit sekali?” Tanya jihye yang mulai khawatir sambil mencoba memijit-mijit kepala kyuhyun pelan.

“tidak, hanya sedikit pusing saja…”

“kau sudah mabuk, jangan minum soju lagi” jihye menyingkirkan soju yang ada ditangan kyuhyun.”

“lagian kau juga minum kan?”

Jihye mengangguk, “bosen sih jadi minum deh”.

“ngapain jam segini masih keliaran di hongdae?”

“apartemenku ada di depan toko ini, dan aku kelaparan. Jadi ga boleh turun bentar trus makan hah?” jihye protes.

Kyuhyun terdiam, melancipkan bibirnya. “pacarmu mana?” Tanya nya ketus.

“pacar apa? Aku tidak punya pacar, jangan mengejek.” Jihye juga membalas dengan ketus.

“yang tadi?”

“mantan” entah kenapa jihye ingin meyakinkan kyuhyun soal yang satu ini, “marah karena tadi aku pulangnya cepet banget ya? Dia itu mau berangkat besok pagi ke luar negeri, jadi masih mau packing. Aku kan numpang mobil dia, mau gimana lagi?”

“begitukah?” kyuhyun mulai mempercayai ucapan jihye.

“walaupun begitu, hoseok itu baik. Dia mantan pacar yang sangat baik. Tak pernah selingkuh dan selalu menjagaku kapanpun. Kami juga berpisah baik-baik, karena dia harus belajar keluar negeri dan sudah tidak bisa melanjutkan menjadi model lagi.”

“sepertinya kau masih mencintainya” nada bicara kyuhyun terdengar sangat kesal.

“memangnya cinta itu apa? Kami berpacaran karena disuruh berpacaran sama brand yang kami promosiin. Biar lebih dapet chemistry-nya kata mereka. Tak pernah sekalipun mengucapkan kata-kata cinta.”

“oh” kyuhyun masih ketus namun terlihat senyum di wajahnya mengembang setelah mendengarnya, “tapi kenapa di wallpaper hapemu masih ada foto seperti itu?” Tanya nya lagi namun sekarang nada bicaranya terkesan sedang ngambek.

“karena, imut” jihye tersenyum bahagia.

“ganti” perintah kyuhyun.

wae???” jihye protes.

“jadi pacarku saja” kyuhyun menantang jihye.

“hah?” Tanya jihye semakin bingung.

“iya, jadi pacarku…kita sama-sama cari tau apa itu cinta”

“memangnya harus berpacaran?”

“iya…aku tidak suka kau memasang foto itu di wallpapermu”

“ck…apa untungnya bagiku? Kau kan member super junior, nanti aku dibunuh oleh sasaeng-mu” jihye bergidik ngeri.

backstreet… lagian aku tidak begitu terkenal, tenang saja…”

“hmm……” jihye mencoba berpikir.

“aku bosan, ayolah jihye…kita berpacaran saja” kyuhyun memelas.

“oke, aku juga lagi bosan. Deal! Kita berpacaran saja..” jihye menjulurkan tangannya pada kyuhyun dan disambut oleh kyuhyun,

deal!!” mereka bersalaman.

Kyuhyun melepaskan tangan mereka dan menuang soju ke dalam dua gelas kecil. Dia menyodorkan segelas pada jihye. “bersulang!!”

“tapi minum sedikit saja” jihye menekankan ucapannya.

araseo~” kyuhyun mencoba meyakinkan gadis itu.

“oke” ucap jihye sambil mengambil gelas itu dan membenturkannya ke gelas kyuhyun pelan.

“untuk hubungan kita!” ucap kyuhyun.

“untuk hubungan kita!” balas jihye.

“jangan memasang wallpaper orang lain selain fotoku” sindir kyuhyun.

“kurangi kebiasaan marah yang tiba-tiba” balas jihye.

“jangan terlalu dekat dengan teman-teman lelakimu”

“kalau kau selingkuh langsung ku bunuh”

“jangan mudah menangis”

“jaga tulang rusukmu sampai benar-benar sembuh”

“dengarkan setiap ucapanku”

“kurangi kata-kata kasarmu pada perempuan”

Kyuhyun menyipitkan matanya, tak ada lagi yang bisa disindirnya dari kebiasaan-kebiasaan jihye yang lain, “cheers!” ucapnya menyerah.

cheers!” balas jihye. Mereka kemudian menegak habis soju di gelas itu. “kan aku bilang minum sedikit saja”. Protes jihye pada kyuhyun.

“ah, aku lapar” kyuhyun tak memperdulikan ucapan jihye barusan, dia malah memasukkan daging-daging itu ke dalam mulutnya.

Jihye yang malas untuk berdebat mulai sibuk dengan laptopnya.

“sedang apa?”

“memasukkan beberapa foto ke cyworldku”

“kesinikan laptopnya, ayo berteman di cyworld”

Jihye menuruti perintah kyuhyun yang itu, sebelum itu dia menyabut kabel data yang tersambung diantara kamera itu dan laptopnya. Kyuhyun mulai fokus dengan laptopnya sedangkan jihye sibuk dengan kameranya. Sesekali dia memotret kyuhyun yang memasang tampang serius.

“apa ini, banyak sekali fans lelakimu di cyworld” protesnya masih dengan menatap laptop.

“memangnya itu salahku?” jihye tertawa pelan sambil menutup kembali kameranya. “jangan lupa, besok kontrol dan janjimu memberikanku kaset dengan tanda-tangan kibum oppa kapan mau ditepati?” jihye melirik jam di dinding toko, “sudah jam 3, ayo pulang”

Kyuhyun tak bergeming, dia sudah larut dengan game onlinenya. Baru saja diberikan laptop, penyakitnya itu langsung kumat.

“ya!! Aku ngantuk!! Bodo!! Aku pulang deluan!! Sampai jumpa!!” jihye berdiri dan membuat kyuhyun kaget.

mianhae~ hehe… iya, ayo pulang” kyuhyun mematikan laptop jihye dan memasukkan ke dalam tas kecil. “aku antar” dia memegang laptop dan menggantungkan kamera jihye ke lehernya.

“huuuu~ baik sekali… lagian rumah aku kan dekat…” jihye memberikan jempol kanannya.

“cium dulu~” ucapnya sambil menunjuk pipi kanannya.

“mesum!!” jihye protes.

“mesum apa? Cuma cium pipi”

“tetap saja mesum, untuk apa harus cium-cium segala”

“kita ini berpacaran jihye, itu hak ku”

araseo~” ucapnya sebal dan tak ingin berdebat lama dengan kyuhyun ‘chu’ bibir mungil itu mendarat di pipi kanan kyuhyun.

(to be continued~)

 

Advertisements

2 thoughts on “[FF Freelance] My All My Everything (Chapter 2)

  1. Wuahh udah part 2,,lucu bgt kisahnya,aq suka sm cerita yg gini,persis kehidupan nyata.
    Mian baru komen pas part 2.
    Ditunggu lanjutannya…

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s