[FF Freelance] Closer (Chapter 1)

Closer cover

Title: Closer (Chapter 1)

Author: Trifa & Aul

Rating: T

Length: Chaptered

Genre: Romance, School Life

Main Cast:

-Park Suri (OC)

-Kris (EXO)

-Kai (EXO)

-Chanyeol (EXO)

-Lee Jin Young (OC)

Support Cast:

-Xiumin (EXO)

-Chen (EXO)

-Park Yoorin (OC) and Other

Disclamer: Ide cerita berasal dari khayalan kami dan OC milik kami. EXO milik mereka sendiri. Dan ini adalah ff pertama kami.

 

 

“Eomma aku berangkat!”

“Tapi kau belum menghabiskan sarapanmu”

“Tidak usah eomma, nanti aku bisa terlambat”

“Yasudah hati-hati”

Park Suri berlari keluar dari rumahnya menuju halte bis. Tidak lama menunggu, bis pun datang. Ia segera menaikinya dan duduk di bangku paling belakang, karena hanya itu bangku yang tersisa.

“Ah gawat, sekarang sudah jam setengah delapan lewat 5” gerutunya dalam hati seraya melirik jam tangannya. 10 menit kemudian dia telah sampai di halte tempat ia turun. Halte itu tidak terlalu jauh dari sekolahnya, ia hanya perlu berjalan kaki untuk sampai ke sana. Saat ia turun, seorang paman pun ikut turun dan berjalan di belakang Suri. Mereka berdua berjalan di jalanan yang sepi dan tiba-tiba…

SSREET… “Hah tasku! HEI PAMAN… KEMBALIKAN TASKU!” Tas milik Suri dicuri oleh paman itu. Suri pun berlari mengejarnya, namun Suri kalah cepat dengan paman itu.

“Hosh..hosh..sial! bagaimana ini, ponselku ada di tas itu, aku tidak bisa menghubungi siapa-siapa. Dan, ya ampun! aku sudah benar-benar terlamblat sekarang. Arrggh.. apakah aku harus pulang ke rumah? Aaahhh Eomma…” rengek Suri.

Bruuum… bruuumm… tiba-tiba Suri melihat seseorang laki-laki yang menaiki motor berhenti di depannya.

“Heh? Kenapa orang ini? Ya tuhan itu kan tasku!” ucapnya samibil menunjuk tas yang sedang dibawa oleh orang itu.

Laki-laki itu turun dari motornya dan mengampiri Suri tanpa melepas helmnya, hanya kacanya yang terbuka.

“Ini tasmu kan?” ucap laki-laki itu dingin.

“Iya.. syukurlah. Terimakasih” Suri membungkukkan badannya. Namun belum selesai ia membungkuk, laki-laki itu sudah menaiki motornya dan langsung pergi.

“Kenapa dia? Padahal aku pun belum selesai berterimakasih. Lagipula aku ingin tahu di mana ia bersekolah, habisnya tadi dia menggunakan jaket jadi aku tidak melihat seragam sekolah mana yang dia pakai. Tapi syukurlah tasku sudah kembali. Celaka! Aku harus cepat-cepat, nanti aku bisa dimarahi oleh Lee Seonsaengnim”

 

<SMA Seirin, kelas 2-3>

 

“Permisi Lee seonsaengnim. Maaf Saya terlambat” ucap Suri seraya membuka pintu kelas dengan tangan gemetar, takut jika nanti ia akan akan dimarahi oleh gurunya itu.

“Park Suri, kau telat 15 menit. Kenapa kau bisa terlambat?”

“Maafkan saya, tadi di jalan terjadi sesuatu” jawab Suri dengan menundukkan kepalanya.

“Yasudah, sekarang kau boleh duduk, tapi jika ini terulang lagi akan saya hukum”

“Terimakasih Seonsaengnim” Suri berjalan menuju mejanya yang terletak di sebelah meja Jin Young dengan hati gembira. Saat itu ia melihat seorang laki-laki duduk di meja paling belakang dan ia tidak mengenalnya.

“Jin Young apakah orang yang duduk di bangku paling belakang itu murid baru?” Tanya Suri pada Jin Young dengan penasaran.

“Iya. Namanya Kris, Dia pindahan dari Cina tapi dia juga fasih berbahasa Korea. Bukankah dia Tampan?”

Suri tidak menjawab. Ia hanya diam memperhatikan murid baru itu sambil mengingat-ngingat.

‘Apakah aku pernah melihat orang itu sebelumnya? Wajahnya sedikit tidak asing. Tapi apakah mungkin, dia kan dari Cina’ ucapnya dalam hati.

 

–Jam istirahat–

 

“Suri kenapa tadi kau bisa terlambat?” Tanya Chen, teman Suri yang duduk di belakanngnya.

“Iya, kau bilang tadi di jalan terjadi seuatu, apa?” Xiumin, yang tadi sedang membaca komik ikut bergabung sekarang.

“Tadi di jalan tasku dicopet, lalu ada seseorang yang mengembalikannya” Jawab Suri datar.

“Siapa dia?” Jin Young penasaran.

“Tidak tahu” Suri menggelengkan kepala.

“Kenapa begitu? Memang kau tidak melihat wajahnya” Tanya Jin Young merasa heran.

“Tadi dia menggunakan helm tanpa melepasnya, hanya membuka kacanya” Jelas Suri.

“Mungkin dia seperti superhero yang tidak ingin diketahui identitasnya haha” Celetuk Xiumin tertawa.

“Mungkin, haha” semuanya ikut tertawa.

“Hei, kau lihat murid baru itu? Dia aneh, sepertinya dia orangnya sangat dingin” Chen mengganti topik.

“Iya, sejak perkenalan tadi wajahnya datar-datar saja. Tapi dia tampan” Jin Young tersenyum.

Pandangan Suri beralih ke salah satu sudut kelas. Dia mulai memperhatikan Kris yang sedang duduk dengan earphone yang menempel di telinganya. Suri hanya diam sampai beberapa detik kemudian Kris menyadari bahwa dia sedang diperhatikan oleh Suri. Suri yang tertangkap basah telah memperhatikannya langsung membuang muka dan langsung pura-pura melihat ponselnya.

Tiba-tiba seorang laki-laki masuk dan segera menghampiri Suri.

“Besok kami ada pertandingan basket dengan SMA Paran di gedung olahraga, kau datang ya?” Kai duduk di kursi kosong di depan meja Suri. Dia adalah kapten basket  SMA Seirin. Dia menyukai Suri dan selalu mendekatinya. Mendapatkan Suri mungkin salah satu obsesi terbesarnya selain basket.

“Untuk apa?” Tanya Suri dingin, tanpa sama sekali melihat wajah Kai.

“Untuk melihatku, oh maksudku melihat kami bertanding. Kau mau kan?”

“Baik. Jika aku ada waktu atau lebih tepatnya jika aku peduli” Jawaban Suri membuat Kai sedikit geram.

“Suri ada apa denganmu? ini adalah ajakanku yang kesekian kalinya, tapi kau tak pernah sekalipun mau!” Kai mulai menaikkan nada bicaranya.

Tiba-tiba seseorang berlari memasuki kelas.

“Rupanya kau di sini Kai” Seru Chanyeol. Dia adalah teman sekelas  Kai sekaligus teman satu timnya.

“Ada apa?”

“Pelatih sedang mencarimu. Dia sekarang ada di kelas”

“Kenapa tiba-tiba mencariku?”

“Mana ku tahu….” Jawab Chanyeol sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Kai.

“Baiklah, ayo pergi. Suri, sampai jumpa besok di gedung olahraga” Ucap Kai. Kata-kata itu jadi terkesan memaksa Suri untuk datang. Mereka berdua segera berjalan menuju pintu, tapi tiba-tiba Chanyeol menoleh ke belakang.

“Jin Young, jepit rambutmu bagus, sangat cocok untukmu” Ucap Chanyeol dengan senyum khasnya.

“Heh?” Jin Young hanya mengerutkan keningnya. Jelas saja, perkataan Chanyeol barusan membuatnya bingung.

“Ada apa dengan manusia bertelinga besar itu? Kenapa tiba-tiba berkata seperti itu kepadamu Jin Young?” Celetuk Xiumin.

“Kau tidak tahu? Perkataan itu secara tidak langsung tujuannya untuk memuji si pemakainya” Chen menjelaskan seakan-akan dia benar-benar tahu.

“AAahhhh…Apa mungkin Chanyeol menyukaimu Jin Young? Hihihi..” Tanggap Xiumin yang tertawa geli karena mendengar penjelasan Chen. Dia sangat senang meledek dan menertawakan Chanyeol. “Sepertinya sebentar lagi dia akan memintamu untuk menjadi yeojachingunya hahaha” Lanjutnya kembali tertawa.

“Memangya apa salahnya dengan Chanyeol? Dia baik dan lucu. Aku suka orang yang seperti itu” Jin Young tersenyum. Saat ini ia benar-benar sadar bahwa ia telah menyukai laki-laki itu, karena sebelumnya ia merasa ragu untuk meyakininya. Dan  perkataan teman-temannya itu, membuatnya bertanya dalam hati ‘apa benar Chanyeol juga menyukainya?’ Entahlah.

“Sudahlah. Sekarang ayo kita ke kantin” Ajak suri menyudahi pembicaraan mereka.

“Iya aku juga sudah mulai lapar” Balas Xiumin beranjak dari kursinya.

“Bukankah kau memang selalu lapar Xiumin?” Ucap Jin Young meledek. Karena memang pada kenyataannya Xiumin terkadang sembunyi-sembunyi makan di dalam kelas saat pelajaran masih berlangsung.

“Apa maksudmu?”

“Tidak. Ayo!” Jawab Jin Young singkat sambil menggandeng tangan suri dan berjalan keluar kelas meninggalkan Chen dan Xiumin.

“Errrggh.. awas kau Lee Jin Young”

“Sudahlah Xiumin. Lagipula dia benar, kau ini rakus dasar tukang makan haha” Ledek Chen sambil berlari keluar.

“Hei tunggu kau Chen!”

 

Bel pun berbunyi, menandakan pelajaran terakhir di hari ini telah selesai dan sekarang waktunya untuk mereka pulang. Suri dan Jin Young berjalan bersama melewati tempat parkir menuju gerbang sekolah. Saat itu Suri melihat seseorang yang sedang menuju tempat parkir dan segera menaiki salah satu motor yang ad di tempat parkir itu.

‘Bukankah itu Kris?’ Ucap Suri dalam hatinya. Tiba-tiba hati Suri  terlonjak saat menyadari bahwa motor yang digunakan Kris itu persis dengan motor milik seseorang yang sudah menolongnya tadi pagi. Dan helmnya pun sama. Dia ingat persis di belakang helm yang dipakai seseorang itu tedapat tulisan angka 00 berwarna putih, sama dengan yang ia lihat di helm yang dipakai Kris sekarang.

‘Apa mungkin dia….’

 

6 thoughts on “[FF Freelance] Closer (Chapter 1)

  1. aha! ceritanya oke. sejauh ini msh ringan. baru mau memperlihatkan konflik. mgkn di chapter 2? (⌒▽⌒) krn msh chapter 1 jd dilanjutkan saja author-nim. aku tunggu… (⌒▽⌒)

  2. awal yg menarik, kayanya suri d ff ini cantik bgt..sampe kapten basket, kai ngincer dia terus..jd penasaran sama kelanjutannya..

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s