[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 2)

cats3

Title: I chose to get married part

Author: Ishani

Length: Chaptered

Rating: PG17

Genre: Married life, family, Romance

Main cast:

v  Park Chaera ‘OC’

v  Cho Kyuhyun

Other cast:

v  Ny. Cho dan Tn.Cho

v  Ny Kim dan Tn Kim

v  All member super junior

v  And many more

Previous: Chapter 1,

Disclaimer: Cerita ini murni hasil karya sendiri. Warning Typo bersebarann.

 

Chaera keluar dari kamar mandi, setelah ia selesai membersihkan diri. Hari ini ia memiliki jadwal pagi di kampus, jadi ia harus bangun lebih pagi dari biasaya. Chaera melihat Kyuhyun yang masih betah bergulung di balik selimut tebalnya itu.

 

Apa pria itu tidak memiliki jadwal pagi ini? Menimang-nimang apakah ia harus membagunkan pria itu untuk menanyakan hal itu. Tapi sepertinya ia tidak perlu melakukan itu, itu bukanlah otoritasnya, membangunkan Kyuhyun sama saja membunuh moodya di pagi hari.

 

Jadi lebih baik pria itu tetap tertidur sampai ia berangkat kuliah. Chaera berjalan ke meja riasnya, sambil mengerikan rambut panjangnya dengan handuknya. Setelah itu ia mulai mengoleskan handbody ke tangannya.

 

Sementara Chaera sedang asik mengoleskan handbody ditangannya. Tanpa ia sadari kalau ada sepasang mata tajam yang terus menatapnya entah sejak kapan. Orang itu adalah Kyuhyun.

 

Rasanya memang tidak nyaman jika melihat seorang gadis yang sedag mengoleskan handbody di tubuhnya, telebih lagi dengan rambut yang basah, dan wangi yang menyerebrak memanjakan penciumannya di pagi hari.

 

Tapi ada sesuatu hal yang ingin Kyuhyun katakan pada gadis itu saat ini. Chaera membalikan badannya setalah gadis itu selesai mengoleskan handbody ketangannnya.

 

Dan betapa terkejutnya ia, saat ia melihat Kyuhyun yang sedang menatapnya dengan tatapan yang selalu tajam padanya seolah pria itu ingin menelannya hidup-hidup.

 

Kyuhyun meneguk salivanya yang tiba-tiba saja terasa sangat sulit untuk pria itu telan. Astaga apakah ia harus memperjelaskannya setiap saat kalau gadis dihadapannya itu memang cantik, dan banyak yang sependapat dengannya.

 

Meskipun Chaera selalu berpakaian seperti layaknya anak SMA, padahal jelas-jelas gadis itu sudah dewasa. Tapi secantik apapun gadis itu Kyuhyun tetap membencinya, sangat, dan kadarnya mungkin tidak akan bisa berkurang.

 

“Apa eomma sudah menghubungimu?”

 

Chaera hanya menganggukan kepalanya. Kemarin eommonim memang sudah menghubunginya prihal ulang tahun Ahra eonnie hari ini. Ya hari ini, eommonim akan membuat perayaan kecil-kecilan dirumahnya, untuk merayakan ulang tahun Ahra eonnie, dan kemarin beliau sudah meghubunginya agar datang ke perayaan itu.

 

“Baguslah kalau begitu, aku ada jadwal hingga nanti malam” Kyuhyun bangkit dari ranjang, dan berjalan menuju kamar mandi tanpa adanya tambahan penjelasn dari kalimatnya tadi.

 

Lagian tanpa perlu dijelaskanpun Chaera cukup mengerti apa maksud dari kalimat itu. Maksudnya adalah mereka tidak akan mungkin berangkat bersama kerumah eommonim. Lagian Chaera juga tidak berharap akan berangkat bersama dengan ‘suaminya’ itu.

 

Jadi mungkin ia akan langsung kerumah eommonim setelah ia pulang dari kampus. Dibandingkan ia berharap Kyuhyun akan mengantarnya kesana, Chaera justru lebih berharap salah satu dari ketiga oppanya itu, akan mengantarnya kesana.

 

Sama seperti hari ini, ia meminta woo oppa, panggilan akrabnya kepada namja bernama Jung il woo itu, untuk menjemputnya di apartemen. Dan sepertinya namja itu akan sampai sebentar lagi, jadi lebih baik ia segera bersiap-siap. Jika ia tidak mau mendengar ceramahan dari pria itu lagi.

 

Chaera segera menyisir rambut panjangya, dan mengikatnya menjadi satu. Sebelum gadis itu keluar dari kamar ia dan Kyuhyun. Tepat saat ia menutup pintu kamarnya, bel pintu apartemennya berbunyi, menandakan kalau woo oppa sudah sampai.

 

“Pagi nona Park” sapa namja tampan itu dengan hangat.

 

Dan Chaera mempersilahkan namja itu untuk masuk. “Apa oppa ingin sarapan dulu?” tawar gadis itu.

 

“Oh jadi kau sudah mulai mendalami karakter untuk menjadi istri yang baik” goda Jung il woo pada adik sahabatnya itu. Sedikit banyak namja itu tahu, kalau Chaera menikahi Kyuhyun karena terpaksa, atau lebih tepatnya karena keadaan yang memaksanya.

 

“Masih sama seperti dulu, roti isi selai. Oppa mau?” ucap Chaera dengan senyuman manis, yang langsung membuat hati namja dihadapannya itu menghangat karena melihat senyuman cantik itu sebagai pembuka paginya.

 

Namja itu hanya menganggukan kepalanya menerima tawaran dari gadis itu. “Tapi dimasukan dikotak bekal saja, karena kita sudah telat sekarang”

 

Tanpa berpikir lagi gadis itu segera berjalan kedapur, untuk menyiapkan bekal mereka. Dan apakah ia sudah menyiapkan sarapan untuk suaminya jawabannya adalah tidak. Karena ia tahu Kyuhyun tidak akan mau memakannya, jadi dari pada bubazir mendingan tidak usahkan.

 

Il woo menatap gadis itu, yang sedang membuatkan bekal didapur kecilnya dengan sebuah senyuman. Pertanyaan ini sering sekali hinggap dipikiranya kenapa gadis itu begitu pandai menyembunyikan kesedihannya?

 

Gadis yang dulunya ia anggap sebagai gadis yang manja, sanggup menjalankan penderitaannya dengan sebuah senyuman. Dan dapat menyelesaikan masalahnya, meski dengan cara menikahi pria yang tidak gadis itu cintai, maupun sebaliknya.

 

Awalnya ia, maksudnya lebih tepatnya mereka bertiga sebagai sahabat oppa gadis itu, dan kakaknya. Karena ya, mereka bertiga sudah menganggap Chaera seperti adik mereka sendiri.

 

Tidak menyetujui alasan dibalik Chaera menerima tawaran itu, karena menurut mereka itu sangat tidak masuk akal. Tapi gadis itu terlalu keras kepala, meski tidak sampai menangis, tapi gadis itu sampai memohon-mohon pada mereka bertiga untuk mengizinkannya menikah.

 

Hal yang tidak pernah namja itu lihat, dan termaksud kedua sahabatnya juga. Sungguh hal itu membuat hati mereka seperti tersayat. Melihat dengan jelas bertapa mederitanya gadis itu setelah kecelakaan maut itu menimpa keluarganya.

 

Dan mereka yang mengklaim diri mereka sebagai oppanya, tidak sanggup berbuat apa-apa. Chaera selalu menolak bantuan yang mereka berikan, dengan alasan mereka terlalu sering membantunya.

 

Hingga terpaksa mereka harus menyetujui pernikahan bodoh itu. Lagian apa yang bisa mereka lakukan lagi jika gadis itu tetap bersih keras, ingin menikah. Jika pamannya saja mengizinkannya, lalu apa hak mereka untuk tidak mengizinkannya?

 

Il woo menatap pria yang baru saja keluar dari sebuah ruang yang ia yakini itu adalah kamarnya. Pria yang sama yang ia lihat mencium Chaera dihari pernikahan gadis itu.

 

“Hyung” sapanya, yang terdengar sangat ragu. Karena ia memang ragu untuk menyapa pria itu. Dan respon pria itu hanya meliriknya sebentar, dan kembali melanjutkan langkahnya menuju lemari es dan mengambil sebotol susu yang namja itu tuangkan kedalam gelasnya. Sungguh respon yang tidak sopan

 

Kyuhyun melihat Chaera yang sedang mengoleskan selai ke rotinya. Apa gadis itu sedang menyiapkan sarapannya? Cih, Kyuhyun tidak sudi untuk memakannya, meski itu hanya sebuah roti, jika yang buat adalah Park Chaera Kyuhyun tidak akan pernah memakannya.

 

Tapi apa Chaera akan berangkat berasama namja itu? namja yang ia ketahui adalah sahabat gadis itu. Kyuhyun kurang yakin dengan kata sahabat itu, jika dilihat dari ketersedian namja itu yang mau mengantar Chaera ke kampus.

 

Kyuhyun masih asik memperhatikan Chaera, sampai pria itu sadar sesuatu. Gadis itu memasukan semua roti buatannya kesuatu kotak bekal, tanpa ada yang tersisa dipiring.

 

Apa maksudnya? Apa Chaera berniat untuk membuatkannya bekal? Atau…?

 

“Oppa, apa lima roti sudah cukup?” teriak gadis itu, yang juga sudah menjawab pertanyaan Kyuhyun mengenai roti itu.

 

Tanpa perlu pria itu bertanya, Kyuhyun sudah tahu oppa mana yang dimaksud oleh Chaera.

 

Jadi sejak awal gadis itu memang tidak berniat untuk membuatkannya sarapan. Dan Kyuhyun dengan yakinnya mengira kalau Chaera tadi akan membuatkannya sarapan. Kyuhyun medesah tidak percaya, pada apa yang baru saja sempat dia pikirkan.

 

“Apa oppa juga mau roti isi?” Kali ini Kyuhyun yakin kalau oppa yang dimaksud oleh Chaera adalah dirinya.

 

“Tidak” jawab Kyuhyun dengan ketus, sambil kembali meneguk susunya yang tinggal setengah.

 

“Baiklah, kalau begitu aku berangkat kuliah dulu” pamit Chaera tanpa memperhatikan wajah Kyuhyun, yang sudah merah padam. Dan dengan kurang ajarnya gadis itu berjalan keluar apartemen mereka dengan ‘sahabatya’ itu.

 

Kyuhyun meletakan gelasnya dengan kasar, sampai terdengar bunyi tumbukan dua benda yang keras.

 

Meski Chaera tahu kalau Kyuhyun tidak akan memakan makanan yang dibuat olehnya. Tapi, tetap saja seharunya gadis itu membuatkannya sarapan. Tidak peduli kalau nanti Kyuhyun akan memakannya atau tidak.

 

Dan perlu dicatat, seaneh apapun hubungan suami istri. Seorang istri tetap harus menyiapkan sarapan untuk suaminya, menyiapkan pakaian suaminya untuk kerja, dan menunggu suaminya hingga pulang salarut apapun itu.

 

Tidak seperti ‘istrinya tercinta’ itu, yang lebih memilih membuatkan sarapan untuk sahabatnya, dan pergi tidur disaat gadis itu merasa mengantuk. Tidak perduli Kyuhyun pulang atau tidak. Sungguh cerminan istri yang teladan.

 

*  *  *

 

 

Kyuhyu turun dari mobilnya bersama beberapa member lain, setelah namja itu memakirkan mobilnya dihalaman rumahnya. Tadi Kyuhyun habis siaran disukira bersama dengan Leeteuk, Hyukjae, dan Yesung.

 

Sementara member yang lain sudah lebih dulu, datang kerumahnya.

 

“Apa istrimu yang cantik itu juga ada Kyu?” Hyukjae hanya memberikan cengiran bodohnya, saat ia melihat tatapan tajam yang di lempar magne mereka padanya.

 

“Sekali lagi kau bicara, aku akan membuang semua persedian susu strawberrymu di lobang wc”

 

“Hai Kyu aku hanya bercanda” ucap Hyukjae, sambil merangkul pundak Kyuhyun.

 

“Lagian kurasa Hyukjae tidak salah, istrimu memang cantik Kyu” kali ini sang leder ikut angkat bicara.

 

Sementara Kyuhyun sudah lebih dulu meninggalkan mereka dihalaman, tanpa memperdulika tawa ketiga hyungnya yang saling menyahut karena melihat ia yang pergi begitu saja.

 

Sungguh, apa semua hyung-hyungnya tidak bosan membicara gadis itu? setiap hari Kyuhyun harus mendengar celotehan dari mulut hyung-hyungnya itu tentang Chaera. Dan itu justru membuat kadar kebencian Kyuhyun pada gadis itu semakin tinggi.

 

“Oh sayang kau datang tepat waktu” sambut nyonya. Cho, saat beliau melihat anaknya yang saja baru datang. “Yang lain sudah ada dihalaman belakang”

 

Kyuhyun baru saja ingin melangkahkan kakinya menuju halaman belakang. Tapi nyonya Cho mengintrupsikan langkahnya kembali. “Bisakah kau panggilkan Chaera dulu. Dia sedang  membersihkan dirinya dikamar, mungkin sekarang dia sudah selesai”

 

Tanpa banyak bicara Kyuhyun langsung melangkahkan kakinya menuju ke tempat dimana pria itu dulu selalu beristirahat, yaitu kamarnya. Kyuhyun membuka pintu kamarnya yang tidak dikunci, dan pandangannya langsung tertuju pada seorang gadis yang duduk membelakaginya didepan meja riasnya.

 

Siapa lagi kalau bukan Chaera. Detik itu juga matanya membesar sempurna, bukan karena namja itu terpesona pada Chaera. Tapi lebih tepatnya Kyuhyun terkejut melihat gadis itu yang hanya terbalut dengan handuk, dan memperlihatkan kulit punggungnya yang putih.

 

Sementara Chaera hanya melirik Kyuhyun yang berada didepan pintu kamar pria itu melalui cermin dihadapannya, dengan tatapan yang datar seolah segalanya memang normal.

 

Tapi tidak dengan Kyuhyun wajah Kyuhyun sugguh sangat lucu. Chaera sebelumnya tidak pernah melihat eksprsi Kyuhyun yang seperti itu, kecuali saat ia melihatnya dilayar televisi. Karena memang pria itu selalu memberikan tatapan tajam, dan penuh intimidasi padanya.

 

Tapi kali ini tatapan namja itu sungguh lucu. Apa karena Kyuhyun sedang melihatnya dalam keadaan seperti ini. Sejujurnya Chaera juga sangat malu harus terlihat seperti ini didepan Kyuhyun, kesannya seperti ia berniat untuk menggoda namja itu.

 

Ya, meskipun namja itu adalah suaminya sendiri tapi tetap saja, ia merasa tidak seharusnya seperti ini. Chaera sedang menunggu kakak iparnya itu, yang katanya akan meminjamkannya baju, karena sejak awal memang ia tidak berniat membersihkan diri dirumah eommonim. Tapi tanpa diduga eommonim menyuruhnya untuk mandi.

 

“Maaf sayang menunggu lama, tadi eonnie harus menyambut teman eonnie dulu” Chaera langusung membuyarkan lamunannya saat ia melihat pantulan seorang gadis cantik.

 

“Eh, Kyuhyun kau sudah datang. Ku pikir kau tidak akan datang” sindir Ahra, saat melihat adiknya itu yang hanya berdiri diambang pintu. “Cih, suami macam apa kau yang membiarkan istrinya pergi sendiri”

 

Kyuhyun hanya mendesah berat mendengar sindiran-sindiran yang keluar dari noonanya itu, dan berjalan pergi. Percuma saja jika ia meladenin mulut noonanya itu, wanita itu tidak akan pernah mau mengalah padanya bukan.

 

“Hai kau mau kemana?” teriak Ahra, saat melihat dongseangnya yang berlalu begitu saja. “Aish, anak itu. selalu saja seperti itu”gumamnya kesal.

 

Chaera hanya menatap kakak iparnya itu yang terlihat sangat kesal setelah kepergian Kyuhyun.

 

“Oh Chaera, ini bajunya” Ahra memberikan Chaera sebuah dress berwarna biru malam, yang berada diatas lutut yang memperlihatkan kaki jenjangnya yang putih. Meski diatas lutut dress itu masih dalam kadar yang sangat sopan, sangat cocok untuk pesta kebun mereka malam ini.

“Cepatlah pakai dressnya, dan segera turun. Tadi aku sudah menghubungi bibi, dan pamanmu agar mereka datang ke acaraku” Ahra melirik arlojinya sebentar “Mungkin sebentar lagi mereka akan sampai”

 

“Benarkah eonnie juga mengundang mereka?” tanya Chaera dengan wajah yang berbinar, yang membuat Ahra ingin sekali mencubit pipi adik iparnya itu.

 

Ahra hanya menganggukan kepalanya, “Oh iya, terimakasih atas kadonya” ucapnya  sebelum yoeja itu melangkahkan kakinya keluar.

 

Chaera segara mengganti handuknya itu dengan sebuah dress cantik dari eonnienya. Dan menatap pantulan wajahnya dicermin. Cantik itulah yang ia lihat meski ia tidak bisa berdandan, tapi ia tetap merasa cantik dengan muka polosnya ini.

 

Bukankah kita harus percaya dengan diri kita sendiri.Jika kita tidak percaya dengan diri kita sendiri, lalu bagaiaman orang lain mau percaya pada kita?

 

Setelah yakin penampilannya sempurna, Chaera segera turun kebawah, dan berjalan menuju halaman belakang tempat berlangsungnya pesta perayaan ulang tahun eonnienya itu.

 

Sebetulnya Chaera tidak begitu suka berada dikeramaian, ia sudah cukup bosan mendapat tatapan dari orang-orang entah itu suka atau tidak padanya. Tapi demi menghormati eommonim, dan Ahra eonnie yang mengundangnya ia terpaksa harus datang. Lagian Ahra eonnie juga mengundang bibi, dan paman Kim.

 

“Eonnie” teriak seorang gadis kecil, saat melihat Chaera yang baru saja melangkah kedalam halaman belakang itu. Dan langsung berlari kearah Chaera di ikuti oleh seorang anak lelaki dibelangkangnya, dan membuat mereka menjadi pusat perhatian.

 

Chaera segera membalas pelukan gadis kecil itu, padanya.

 

“Eonnie bohong padaku”

 

Chaera mengangkat sebelah alisnya tidak mengerti, saat melihat Sun young yang memajukan bibirnya. Gadis kecil itu sedang merajuk padanya, sungguh menggemaskan sekali wajah Sun young saat ini. “Bohong?” tanya Chaera yang tidak mengerti.

 

“Iya, eonnie bilang akan mengantar aku sekolah setiap hari. Tapi kemarin, kemarin, kemarin, dan banyak kemarin eonnie tidak mengantarku” Chaera manahan tawanya, saat melihat Sun young yang berbicara, sambil menghitung hari berapa lama ia tidak mengantar gadis kecil itu kesekolah dengan jari mungilnya itu.

 

“Maafkan eonnie Sun young, eonnie sedang sibuk belakangan ini” Chaera membelai lembut rambut gadis kecil dihadaannya itu. “Tapi, eonnie janji hari minggu nanti eonnie akan mengajak Sun young, dan oppa Sehun jalan-jalan, kita makan ice cream, dan beli mainan. Sun young maukan?”

 

Chaera kembali tersenyum, begitu melihat Sun young yang menganggukan kepalanya. “Sehun juga mau ikutkan?” Chaera mengahlikan perhatiannya pada anak laki-laki yang berdiri tepat disamping Sun young, dan kembali tersenyum saat melihat Sehun yang juga menganggukan kepalanya.

 

“Oh iya tadi eonnie buat puding, apa Sun young, dan Sehun mau?”

 

“Mau” ucap kedua anak itu bersamaan.

 

Chaera menggandeng tangan kedua anak kecil itu, dan bertapa terkejutnya ia, saat ia melihat halaman belakang rumah eommonimnya yang sudah ramai.

 

Bahkan bukan hanya member super junior saja yang datang, tapi juga beberapa artis SM. Tidak hanya dengan Super Junior, Ahra juga mengenal beberapa artis SM, dan juga beberapa artis lainnya.

 

Pekerjaan sebagai designer menuntutnya untuk banyak bergaul dengan kalangan artis. Dan entah seuatu kebetulan atau tidak adiknya juga adalah seorang artis.

 

Chaera menarik napas panjang, saat ia sadar kalau ia tadi sudah menarik perhatian banyak orang. Dan mulai melangkahkan kakinya ke meja, dimana terhidang banyak pudding disana, tanpa memperdulikan tatapan-tatapan itu.

 

Setalah ia mengambil beberapa pudding, Chaera kembali menuntun kedua anak kecil itu menuju meja, dimana paman, dan bibinya berada. “Apa kabar sayang?” ucap bibi Kim, sambil memeluk Chaera dengan sayang.

 

“Aku baik bi” Chaera membalas pelukan hangat dari bibinya itu. “Oh, kau bertambah cantik saja sayang” Chaera hanya tersenyum menerima pujian dari bibinya itu.

 

Hanya sesaat sampai senyum diwajahnya itu hilang, karena pemandangan dihadapannya saat ini. Chaera melihat sepasang namja, dan yoeja yang sedang mengobrol di sudut halaman.

 

Ya, pasangan itu, adalah suaminya bersama dengan kekasihnya. Terlihat sekali Kyuhyun amat bahagia berada didekat yoeja itu, tidak seperti saat namja itu berada didekatnya. Seperti yang kita tahu Kyuhyun selalu saja bersikap dingin, dan acuh padanya.

 

Tapi anehnya di saat seorang istri yang melihat suaminya sedang mengobrol mesra dengan wanita lain, terlebih lagi wanita itu adalah kekasinya seharusnya ia marah, dan menjambak rambut wanita itu.

 

Tapi Chaera justru senang melihat hubungan Kyuhyun, dan pacarnya yang tetap terlihat baik, setelah pernikahannya. Setidaknya rasa bersalahnya pada Kyuhyun sedikit berkurang. Dan lagian rasanya sayang sekali jika ia harus menjambak, rambut indah itu

 

Chaera segera mengahlikan perhatiannya ketempat lain, rasanya tidak enak sekali kalau ia sampai ketahuan memperhatikan pasangan itu. Chaera tidak mau kalau orang-orang salah paham padanya, dan menganggapnya cemburu melihat hal itu.

 

“Selamat malam Chaera”

 

Chaera menatap dua orang namja yang berdiri dihadapannya. “Ah oppa selamat malam” sapa Chaera balik, saat tahu kalau yang menyapanya adalah Leeteuk, dan Donghae.

 

“Kau cantik sekali malam ini” puji Donghae, dengan senyuman penuh arti.

“Terimakasih, tapi oppa juga tampan malam ini” puji Chaera balik hanya untuk sekedar basa basi. Rasanya Chaera ingin sekali pergi dari hadapan kedua namja itu, karena yang ia tahu semua member super junior membencinya bukan?

 

Mungkin kedua namja itu juga hanya ingin berbasa-basi padanya. Dan Chaera tidak ingin berharap banyak, dengan mengira bahwa kedua namja itu sudah dapat menerima kehadirannya. Bukan sebagai istri dari magne mereka, tapi sebagai ELF yang berhasil menghancurkan kebahagian idolanya sendiri.

 

“Bagaimana dengan oppa?” kali ini gantian sang leder untuk minta di puji. “Oppa juga tampan” puji Chaera lagi, yang tidak habis pikir dengan tingkah kedua namja dihadapannya itu, yang begitu narsis untuk minta dipuji. “Oh ya Chaera bolehkah oppa meminjam ponselmu”

 

Chaera mengerutkan keningnya tidak mengerti, saat Leeteuk oppa meminta ponselnya. Tapi toh gadis itu tetap memberikan ponselnya pada namja itu. “Ini, hadiah untukmu yang sudah memuji oppa”

 

Chaera melihat deretan nomor, yang terpampang dilayar ponselnya, dan diatas nomor itu bertuliskan Leeteuk oppa. “Dan oppa juga sudah menyimpan nomormu”

 

Donghae hanya mendegus geli melihat kelakuan hyungnya itu. Sungguh cara hyungnya itu, untuk mendapatkan nomor Chaera sangatlah norak. Tapi dengan cara norak itu dia sudah kalah satu kosong dari hyungnya itu.

 

Hai, bukankah sudah dikatakan kalau hampir semua member Super Junior mengidolakan istri dongsaeng mereka itu. Sudah dipastikan setelah mereka pulang dari sini, mereka akan berebut untuk mendapatkan nomor itu, dari sang leder.

 

“Oppa” sapa beberapa yoeja yang menghampiri mereka. Yang Chaera ketahui adalah member SNSD. “Pantas saja kalian berdua betah berada disini, ternyata disini ada gadis cantiknya”

 

Chaera hanya tersenyum lebar mendengar pujian dari Tiffany Hwang. Bagaimana gadis itu tidak tersenyum mendengar pujian dari seorang artis yang menurutnya lebih cantik darinya, dan ia mengidolakannya. Di luar dari Tiffany yang mungkin juga hanya ingin berbasa-basi padanya.

 

“Kau istrinya Kyu oppa bukan?” Chaera hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan dari Choi Sooyoung. “Ternyata benar apa yang dikatakan mereka” ucap Sooyoung sambil tersenyum penuh arti.

 

Yoeja itu memang tidak datang diacara pernikahan Kyuhyun karena pada saat itu dia sedang ada kerjaan. Dan karena itu ia sangat penasaran dengan sosok istri Kyuhyun oppa, karena hampir semua keluarga SM membicarakannya. Dan ternyata benar apa yang dikatakan orang-orang selama ini. Istri dari magne Suer Junior sangat cantik

 

Sementara Chaera yang melihat senyuman Sooyoung hanya dapat mengerutkan keningnya tidak mengerti. Tapi sebelum ia mendapat jawaban dari senyuman itu tiba-tiba saja sebuah tangan menariknya dengan kasar keluar dari kerumunan kecil itu.

 

“Oppa” ucap Chaera saat gadis itu melihat orang yang menariknya keluar secara kasar adalah suaminya sendiri. Namja itu terus menariknya tanpa peduli teriakan dari orang-orang yang memanggilnya.

 

Astaga apa lagi yang akan terjadi padanya kali ini?

 

* * *

 

Chaera memasuki apartemennya di ikuti oleh Kyuhyun, dan dentuman keras dari pintu apartemen yang dibanting oleh namja itu. Oh God, sebetulnya apa lagi yang terjadi pada namja ini? Geram Chaera dalam hati.

 

“Oppa sebetulnya oppa kenapa?” tanya Chaera saat namja itu akan masuk kedalam kamarnya.

“Kenapa oppa menarikku seperti itu dihadapan orang-orang? Apa oppa tidak tahu kalau tadi eommonim meneriaki oppa?” ucap Chaera lagi yang tidak habis pikir dengan sikap namja 26 tahun itu

 

Chaera melihat Kyuhyun yang menghentikan langkahnya. “Astaga sebetulnya ada apa dengan oppa?”

 

Kyuhyun mengepal tangannya dengan kuat, saat mendengar geraman yang keluar dari Chaera. Namja itu segera membalikan badannya menghadap Chaera. “Kau bilang ada apa denganku” ucap Kyuhyun dengan nada yang sangat dingin.

 

“Kau bertanya ada apa denganku?” ulang Kyuhyun sekali lagi, namun kali ini dengan tawanya yang garing. Chaera hanya sanggup memandang namja itu dengan bingung. Namun sedetik kemudian.

 

“APA KAU TIDAK SADAR, KAU TELAH MENGHANCURKAN HIDUPKU” teriak  Kyuhyun dengan penuh emosi tepat dihadapan wajah Chaera. “HIDUPKU”

Chaera hanya dapat mematung ditempatnya. Ini kedua kalinya Kyuhyun meneriakinya. Oh tuhan sungguh, apa namja itu harus selalu meneriakinya, apa tidak cukup dengan tatapan tajam yang selalu namja itu berikan padanya?

 

“Kau wanita licik yang menghalalkan segala cara demi mendapatkan uang. Berpura-pura polos. Demi selembar uang”

 

Kali ini Chaera mengedip-ngedipkan matanya, berusaha mencerna kalimat yang baru saja dilontarkan oleh suaminya itu. “Maksud oppa?” dan dengan bodohnya ia tetap tidak dapat mencerna.

 

“Sungguh jika kau mau, kau bisa mendapatkan banyak uang dengan mengandalkan wajah cantikmu, dan tubuh indahmu itu” lanjut namja itu lagi dengan nada dingin, dan menusuk.

 

“BERHENTI” kali ini girilan Chaera yang meneriaki namja dihadapannya itu. Sungguh ia tahu apa maksud dari ucapan Kyuhyun tadi. Dan rasanya sangat menyakitkan terlebih lagi yang mangatakan itu semua adalah pria yang masih berstatus sebagai suaminya.

 

“JANGAN BERTERIAK DIHADAPANKU” balas Kyuhyun yang meneriaki gadis itu. “Kau tidak punya hak meneriakiku. Bahkan meski aku menidurimu saat ini juga”

Tanpa dapat Chaera cegah, tangannya sudah mendarat mulus, diatas pipi Kyuhyun begitu ia mengerti maksud dari ucapan Kyuhyun. Bukankah tadi namja itu sama saja mengatakan kalau ia tidak ubahnya seorang wanita murahan, meskipun namja itu tidak mengatakannya secara langsung.

 

Sungguh itu benar-benar menyakitkan. Ia tahu Kyuhyun memang punya hak atas dirinya. Tapi bukan seperti ini cara pria itu meminta haknya, bukan dengan merendahkannya.

 

Dan Chaera cukup sadar kalau ia memang telah menjadi duri dianatara Kyuhyun, dan kekasihnya. Tapi sungguh didalam hatinya ia tidak memiliki maksud seperti itu, hanya keadaan saja yang membuatnya harus bersikap seperti itu.

 

Lagian, Chaera tidak pernah sekalipun melarang hubungan Kyuhyun, dan kekasihnya. Bukan sudah ia katakan kalau ia bahagia melihat hubungan mereka yang tetap baik-baik saja setelah pernikahan itu. “Aku tidak menyangka seorang super star sepertimu memiliki mulut yang tajam, dan kasar”

 

Kyuhyun mendengus mengejek mendengar kalimat lontaran yang keluar dari mulut istrinya itu. Hai, bukankah semuanya terjadi karena gadis itu. Jika saja gadis itu mau menerima tawarannya, dan membatalkan perjodohan mereka mungkin semua ini tidak akan terjadi pada mereka.

 

“Dan aku….”

 

Belum sempat Chaera menyelesaikan kalimat penuh emosinnya, Kyuhyun sudah lebih dulu membungkam mulutnya. Chaera membulatkan matanya saat gadis itu merasakan benda lembut, yang  bergerak dengan kasar diatas permukaan bibirnya. Astaga Kyuhyun sedang menciumnya saat ini.

 

Dan detik itu juga air mata Chaera keluar, ia sudah berusaha untuk menahan air matanya agar tidak jatuh, tapi ternyata ia tidak sanggup menahannya. Pria ini sungguh hebat dapat membuatnya menangis.

 

Bahkan dulu saat orang tuanya meninggalnya, Chaera tidak mengeluarkan air mata setetespun. Karena menangis adalah hal yang selama ini selalu Chaera hindarkan. Dan Kyuhyun berhasil membuatnya menangis hanya dengan menciumnya.

 

Bukankah mereka bilang rasanya sungguh indah. Tapi yang Chaera rasakan sungguh sangat sakit bukankah itu sama saja Kyuhyun membuktikan kalau ia memang seorang wanita murahan.

 

Oke Kyuhyun memang pernah menciumnya saat penikahan mereka dulu, tapi saat itu dibandingkan dibilang dengan ciuman, lebih mirip dengan bersentuhan bibir.

 

Kyuhyun masih betapa mencium bibir Chaera dengan membabi buta, sementara gadis itu sudah meronta-ronta untuk Kyuhyun menghentikan ciuman itu dengan memukul dada namja itu dengan kedua tangannya.

 

Tapi yang terjadi Kyuhyun justru menahan satu-satunya senjata Chaera untuk menghentikan aksi pemuda itu, dengan menangkap kedua tangan Chaera dalam satu genggamannya, dan mendorong tubuh Chaera ketembok.

 

“Le…pa..s” ucap Chaera yang lebih mirip seperti cicitan, saat Kyuhyun menarik bibirnya untuk untuk mengisi udara diparu-parunya yang mulai menipis. Tapi hanya sesaat setelah itu namja itu kembali menciuminya lagi. Hingga akhirnya Chaera hanya dapat memejamkan matanya menahan sakit, akibat perlakuan namja dihadapannya itu.

 

Persetanan, Kyuhyun tidak pernah tahu kalau rasa dari bibir Chaera sungguh manis. Sampai detik ini Kyuhyun tidak berniat untuk menghentikan aksinya. Pria itu itu tidak peduli jika akhirnya nanti ia akan menarik gadis itu keranjang mereka. Toh tidak akan ada yang mungkin melarang seorang suami untuk meniduri istrinya, meski dimata Kyuhyun Chaera bukanlah istri baginya.

 

Untuk saat ini, Kyuhyun hanya ingin melampiaskan emosinya pada Chaera. Ia juga tidak peduli jika apa yang ia berbuat sudah menyakiti Chaera. Lagian sejak kapan ia memikirkan perasaan gadis itu?

 

Sampai Kyuhyun merasakan sesuatu yang asin, dan berbau anyelir disudut bibirnya. Kyuhyun memundurkan kepalanya, dan menatap yoeja dihadapannya itu yang memejamkan matanya dengan air mata yang terus menetes disudut matanya, dan sudut bibir yang mengeluarkan cairan berwarna merah. Semua itu terjadi akibat perbuatannya.

 

Seakan baru diguuyur air dingin, Kyuhyun baru saja sadar kalau ia sudah berbuat keterlaluan pada yoeja itu. Melihat tubuh Chaera yang bergetar ketakutan dihadapan membuat namja itu iba pada yoeja itu.

 

Chaera bahkan masih menutup matanya denga rapat dengan isakan kecil yang keluar dari bibirnya yang berdarah. Kyuhyun menjabak rambutnya dengan frustasi “Arghhhh” teriaknya sambil meninju tembok yang berada disamping Chaera untuk melampiaskan kekesalannya.

 

“Berengsek” makinya, entah pada siapa. Setelah itu namja itu berjalan memasuki kamarnya, dengan membanting pintu. Meninggalkan gadis yang sekarang sudah terduduk lemas dilantai dengan air matanya yang terus mengalir.

 

Kyuhyun melepas jaketnya, dan melemparnya dengan kasar kesembarang tempat. Namja itu kembali menjambaki rambutnya, seolah ia ingin mencabuti rambut itu satu persatu.

 

Kyuhyun sangat sadar kalau tadi ia sudah keterlaluan, bahkan tadi namja itu sempat berpikir untuk meniduri gadis itu saat ini juga. ‘Berengsek kau Cho Kyuhyun’ makinya dalam hati.

 

Semua ini terjadi, karena obrolan ia dan appanya tadi. Kyuhyun kembali teringat pada apa yang diucapkan appanya tadi, sebelum ia menarik Chaera pulang.

 

Seperti kaset yang rusak bayangan itu kembali berputar didalam otaknya, saat appanya menyuruhnya untuk mejauhi Je wo. Dengan kata lain Kyuhyun harus mengakhiri hubungannya dengan gadis itu, dan meninggalkannya.

 

Jelas Appanya tidak bercanda dengan hal itu, karena bercanda bukanlah sifat appanya yang ottoriter. Tapi demi tuhan Kyuhyun tidak dapat melakukan itu, jangankan melakukannya membayangkan ia akan melakukan dua hal itu saja ia tidak ingin.

 

Kyuhyun tidak bisa jika ia harus meninggalka Je wo. Baginya Je wo sama saja seperti super junior, tanpa mereka Kyuhyun bukanlah siapa-siapa, dan ia tidak berarti apa-apa.

 

Kenapa pengaruh gadis itu begitu hebat terhadap kehidupannya? Semenjak Chaera datang dalam hidupnya, Kyuhyun tidak pernah lagi merasa bahagia. Namja itu selalu merasa tertekan.

 

Tuhan pernikahan macam apa yang sedang ia jalani? Bukankah mereka bilang menikah itu menyenangkan? Tapi kenapa Kyuhyun justru merasa sangat tertekan atas pernikahannya?

 

Kyuhyun meghelas napas panjang. Sudahlah lebih baik saat ini ia istirahat karena besok jadwalnya sangat padat. Dan untuk sekarang Kyuhyun sangat membutuhkan waktu untuk istirahat, bukan hanya untuk mengistirahatkan badannya, tapi juga untuk mengistirahatkan pikirannya akan kehidupan pernikahannya ini.

*  *  *

            Bunyi jam weker membangunkan seorang namja yang sedang tertidur lelap diranjang king sizenya. Kyuhyun bangkit dari ranjang, dan berjalan kekamar mandi. Sebetulnya namja itu masih sangat ingin bergelut dengan selimutnya itu, tapi Kyuhyun tahu kalau itu tidak bisa ia lakukan, karena jadwalnya yang sangat padat.

 

Setelah namja itu selesai membersihkan diri, dan mempersiapkan barang-barangnya untuk perform nanti. Kyuhyun segera keluar dari kamar itu, dan bertapa terkejutnya namja itu, saat ia melihat Chaera yang tetap berada ditempat terakhir kali Kyuhyun meninggalkannya.

 

Bahkan posisi gadis itu sama sekali tidak berubah. Kyuhyun pikir semalam Chaera tidur dikamar samping, atau paling tidak gadis itu akan tidur disofa. Tapi ternyata gadis itu justru duduk diatas lantai yang dingin sambil memeluk kedua lututnya.

 

Kyuhyun dapat melihat gadis itu yang menatap kesatu titik dengan tatapan kosong. Dan namja itu juga dapat melihat mata Chaera yang bengkak karena habis menangis.

 

Ya tuhan, apa gadis itu tidak tidur? Dan apa Chaera seperti itu selama semalaman? Sebenci apapun Kyuhyun pada gadis itu, tapi Kyuhyun tetap merasa kasihan melihat keadaan Chaera yang seperti ini, terlebih lagi gadis itu seperti ini karenanya.

 

Kyuhyun berjalan menghampiri yoeja itu, dan berjongkok dihadapan Chaera. Sementara yoeja itu masih tetap menatap lantai yang ada dihadapannya, seolah lantai itu lebih menarik dibandingkan wajah tampan Kyuhyun pagi ini.

 

Tanpa diperintah, dan ucapan Kyuhyun segera menggendong Chaera, masuk kedalam kamar mereka, dan membaringkan yoeja itu dikasur. Dan entah sejak kapan Chaera sudah menutup matanya, mungkin ketika Kyuhyun menggendongnya kekamar.

 

Kyuhyun menarik selimut menyelimuti tubuh Chaera, yang saat ini terlihat sangat rapuh. Kyuhyun tidak yakin kalau Chaera tetap dapat berdiri tegak jika tertiup angin bila keadaaan yoeja itu seperti ini. Namja itu meletakan telapak tangannya dikening Chaera, hanya untuk memastikan kalau yoeja itu dalam keadaan baik-baik saja.

 

Kyuhyun masih memperhatikan wajah yoeja yang tertidur dihadapannya saat ini. Sungguh jika Chaera mau, yoeja itu dapat mendapatkan pria mana saja yang dia mau. Seperti yang Kyuhyun katakan, yoeja itu sangat cantik, dan sempurna.

 

Chaera dapat mendapatkan 100 kali lebih dari Kyuhyun. Yang mungkin tidak akan menyakiti yoeja itu seperti ia menyakitinya. Chaera begitu sempurna, hanya saja kenapa yoeja itu harus memiliki sifat yang egois?

 

Andai saja Chaera tidak egois, yoeja itu akan benar-benar sempurna. Dan mungkin mereka tidak akan berakhir seperti ini. Tapi bukankah didunia ini tidak ada yang sempurna?

 

“Mianhe”bisik Kyuhyun, entah Chaera akan mendengarnya atau tidak. Tapi ia pikir, ia memang harus minta maaf pada yoeja itu. Setelah mengatakan itu Kyuhyun segera keluar dari kamar mereka, dan pergi meninggalkan Chaera sendiri di

apartemen.

 

Sementara Chaera, gadis itu tidak benar-benar tertidur. Meski badannya sangat lelah, dan lemas, tapi ia masih sadar 100 %.

 

“Kau minta maaf untuk kesalahan yang mana oppa?” gumam Chaera dengan lirih.

 

*  *  *

 

Sudah seminggu lebih sejak kejadian itu, Kyuhyun belum lagi mengunjungi apartemen mereka. Biasanya seminggu sekali Kyuhyun pasti akan tidur diapartemen mereka. Tapi kali ini pria itu tidak melakukannya.

 

Dan Chaerapun tidak mau ambil pusing dengan hal itu. Meski ia mempunyai nomor ponsel Kyuhyun tapi tidak pernah sekalipun ia melakukan panggilan kenomor ponsel namja itu, untuk menanyakan keadaannya.

 

Jangankan menghubungi, mengirim pesan singkat ke namja itupun ia tidak pernah, maupun sebaliknya. Dan yang Chaera tahu kemarin lusa super junior baru saja pulang dari tournya diluar kota. Yoeja itupun tahu dari portal berita yang terpampang diinternet.

 

Chaera tidak tahu, apakah Kyuhyun melakukan itu, karena namja itu merasa bersalah padanya atas insiden ciuman itu. Atau karena namja itu memang sudah benar-benar membencinya hingga namja itu sampai tidak sanggup lagi menatap wajahnya karena sudah terlalu muak padanya. Bahkan mungkin Kyuhyun tidak sudi, meski hanya untuk menanyakan kabarnya disini.

 

Masa bodohlah, Chaera tidak peduli mungkin memang lebih baik mereka seperti ini. Chaera menekan tombol lantai dimana kamar oppanya dirawat, seperti biasa ia selalu mengunjungi oppanya sepulang dari kampus.

 

Dentingan lift, membuyarkan lamunan yoeja itu, Chaera segera  melangkahkan kakinya kedalam lift, dan bertambah terkejutnya ia, saat melihat sosok perempuan cantik yang berdiri dihadapannya dengan jas putih.

 

“Masuklah” ucap yoeja cantik itu, saat Chaera hanya mematung didepan lift, dan tak kunjung masuk kedalam juga. Awal Chaera akan memilih untuk menunggu lift yang lain saja. Tapi akhirnya ia mengurungkan niatnya itu saat mendengar perintah dari yoeja tadi.

 

Chaera pikir riwayatnya akan habis begitu ia melangkah masuk kedalam lift itu. Mungkin sebentar lagi Chaera akan mendapat kekerasan fisik, dan cacian dari yoeja itu, terlebih lagi mereka hanya berdua didalam lift ini.

 

Tuhan selamatkanlah dirinya, ia masih ingin melihat oppa yang bagun dari tidur panjangnya itu. Chaera menatap pintu lift dihadapannya itu yang sudah tertutup, oh god apa sudah terlambat untuk ia keluar sekarang?

 

“Kau ingin ke lantai berapa?” Chaera dapat mendengar suara lembut yoeja disampingnya itu. Bukan berarti kalau yoeja itu bicara lembut padanya itu berarti ia akan selamat.

 

Chaera meremas kedua tangannya, untuk mengahlikan rasa gugupnya. “Ti..tiga” ucapnya gugup tanpa memandang lawan bicaranya itu.

 

Berbanding terbalik dengan Chaera yang terlihat gugup, yoeja itu justru tersenyum manis pada Chaera. “Ingin mengunjungi teman?”

 

“Bukan, aku ingin bertemu oppaku”

 

“Jadi oppamu dirawat dirumah sakit ini?” tanya yoeja itu lagi, dan Chaera hanya menganggukan kepalanya, tetap tidak ingin memandang wajah yoeja itu. “Kebetulan sekali, aku adalah dokter baru dirumah sakit ini”

 

Chaera sedang berpikir kapan yoeja itu akan menyerangnya? Jika nenti yoeja itu akan menyerangnya, Chaera akan lebih memilih menerima perlakuan apa saja yang akan diberikan yoeja itu padanya.

 

“Bolehkah aku mengunjungi oppamu?”

 

Deg, kalimat itu bagaikan hantaman keras yang memukul kepala Chaera. Chaera segera memutar kepalanya menatap yoeja itu, yang memberikan senyuman padanya.

 

Bukan senyuman dendam, ataupun senyuman sinis yang diberikan yoeja itu padanya. Tapi Chaera dapat melihat kalau senyuman itu adalah senyuman tulus. Tuhan apa yoeja itu memang sebaik, dan seramah ini pada semua orang? Termaksud pada orang yang telah merebut kekasihnya itu.

 

Bagaimana yoeja itu tetap dapat memberikan senyum bersahabat padanya. Sementara ia telah mengambil paksa Kyuhyun dari sisinya. Chaera akan lebih merasa senang jika yoeja itu menjambak, atau memakinya sekarang. Bukan malah melempar senyuman padanya.

 

“Kau tenang saja aku tidak akan berbuat macam-macam pada oppamu. Seperti yang kau tahu, aku adalah dokter dan aku tidak akan mungkin melanggar kode etikku” Tambah yoeja itu saat tidak mendapatkan respon dari Chaera.

 

Chaera hanya menganggukan kepalanya dengan ragu, saat denting lift berbunyi, dan mereka keluar dari lift menuju kamar rawat Yoohwan oppa.

 

Chaera membuka pintu kamar rawat oppanya, dan mempersilahkan yoeja itu untuk masuk. Chaera memperhatikan yoeja itu yang menatap intens oppanya yang masih memejamkan matanya.

 

“Sudah berapa lama?” yoeja itu mengahlikan tatapannya pada Chaera

 

“10” Chaera menatap wajah pucat oppanya. “10 bulan”

 

Yoeja itu tersenyum tipis, melihat wajah Chaera yang terlihat sangat sendu. “Kau harus sering-sering memberikan rasangan padanya” yoeja itu kembali memberikan senyumannya, saat Chaera menatap kearahnya.

“Meski sekarang dia memejamkan matanya, tapi alat indranya yang lain masih dapat berfungsi. Dia masih dapat mendengar setiap ucapanmu, dia masih dapat merasakan sentuhanmu. Yang perlu kau lakukan hanyalah membuatnya merasakan kehadiranmu, dengan sentuhanmu itu akan mengantarkan implus keotak besarnya. Dan membuatnya merasakan kehadiranmu” jelas yoeja itu panjang lebar.

 

Dan Chaera hanya kembali dapat mematung ditempat. Oh tuhan terbuat dari apa hati yoeja itu? pantas saja Kyuhyun sangat mencintai yoeja itu, karena memang yoeja itu pantas untuk dicintai.

 

Dan ia, kenapa ia dapat melukai yoeja sebaik itu? tidakkah ia terlihat sangat buruk sekarang. Semua orang selalu berpikiran kalau ia adalah yoeja yang sempurna, tapi ia masih tidak ada apa-apanya dibandingkan yoeja dihadapannya sekarang. Bahkan Chaera tidak pantas dibandingkan dengan yoeja itu.

 

“Shin Je wo” ucap yoeja itu. “Panggil saja aku Je wo. Tapi karena aku lebih tua darimu. Jangan lupa menggunakan kata eonnie dibelakang namaku”

 

Chaera tertawa kecil mendengar ucapan yoeja dihadapannya itu. Sungguh yoeja itu memiliki hati yang sangat cantik seperti wajahnya. Dan lagi-lagi kenyataan kalau ia telah menyakiti yoeja itu datang lagi didirinya.

 

“Mianhae” ucap Chaera pelan sambil menundukan kepalanya namun masih dapat terdengar oleh yoeja itu.

 

Yoeja itu hanya menatap Chaera sambil tersenyum tulus. Senyum yang benar-benar tulus dari hatinya.

 

 

Yoeja itu hanya menatap Chaera sambil tersenyum tulus. Senyum yang benar-benar tulus dari hatinya.

 

 

 

23 thoughts on “[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 2)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s