[FF Freelance] If We Fall In Love, What Should We Do?

iwfilove

{ Baby’s present }

Title : if we fall in love, what should we do ?

Genre : romance, little hurt, friendship.

Length : Vignette (1.479 words)

Cast : Song Joohee || Xi Luhan

~this fic is mine and I’m yours~

{the cast doesn’t belong to me, they belong to god and themselves, the story is purely mine and from my own thoughts, if there are similarities with other story please tell me}

Enjoy for read, guys !

_baby’s storyline_

 

Seorang gadis berjalan anggun didepan seorang pemuda yang menarik sebuah koper sedang berwarna putih. Saat si gadis jelita itu melewati sebuah garis merah, ia berhenti. Lalu, dengan senyum mengembang,ia berbalik badan mengahadap sang pemuda. Pemuda itu menatap gadis itu sendu, dengan segaris senyum keterpaksaan ia menyerahkan koper yang dia bawa sedari tadi kepada si gadis.

“jaga dirimu baik-baik..” lirihnya kepada si gadis berambut sebahu. Gadis itu tersenyum lembut seraya mengangguk penuh keyakinan.

“kau juga, berbaiklah kepada nara, dan beritahu aku jika kalian menikah” dengan sedikit kata ketidak relaan, gadis itu tersenyum seakan ia baik-baik saja.

“hajima..” gumamnya saat pemuda didepannya itu melangkah, siap melewati garis merah. Pemuda itu kembali terdiam.

“keure, aku pergi !” gadis jelita itu melambai tangan lalu berbalik dan pergi meninggalkan pemuda tampan yang terdiam kaku tanpa bisa melakukan apa-apa untuk mencegah kepergiaan gadis impiannya. Disisi lain, senyum sang gadis hilang tergantikan dengan derai air mata yang mengalir pilu mengiringi setiap langkahnya meninggalkan malaikat penjaganya, sahabat jiwanya.

_baby’s storyline_

Hari ini, seperti biasa, xi luhan pergi kesekolah diantar oleh ayahnya tercinta, sesosok mungil berumur 9 tahun itu berjalan menyamai langkah ayah tercintanya menuju kelas, bukannya dia manja atau apa, masalahnya, hari ini luhan sedikit terlambat dari biasanya.

Sampai dikelas, mengucapkan salam kepada gurunya dan meminta maaf atas keterlambatannya, luhan segera duduk dikursinya dan sedikit bingung menemukan penghuni lain dikursi sebelahnya yang dari awal memang sudah kosong tanpa penghuni. Gadis mungil dengan mata indahnya yang seketika luhan sukai, tersenyum manis membuat getaran berbeda muncul dihati seorang anak berumur 9 tahun itu.

_baby’s storyline_

“song joohee imnida”

Pemuda yang dengan setia berdiri tepat dihadapan garis merah yang membentar sampai ujung ruangan.Pertemuan pertamanya dengan gadis itu bergitu biasa, salamnya pun begitu khas anak berumur 9 tahun.Selalu teringat dalam pikirannya, hampir 15 tahun yang lalu disaat gadis berambut coklat keabuan itu tersenyum menunjukan deretan giginya yang belum utuh seraya mengulurkan tangan dengan menyebutkan namanya.Namanya yang indah, yang dalam tidurpun masih pemuda itu gumamkan.

“di dunia ini, ada garis yang tak boleh kita lewati, itu, di namakan garis terlarang, jika kita melewatinya maka kita akan melukai satu sama lain, itu yang kakekku katakan !”

Menatap sendu garis dibawahnya, ia teringat, pertama kali mereka bermain, gadis itu membuat sebuah garis menggunakan sebuah ranting diatas tanah dan melarang dia untuk melewati garis terlarang itu karna itu akan membuat mereka terluka. Namun, bukankah dengan berdiam diri diambang garis terlarang itu membuat mereka lebih terluka ?

_baby’s storyline_

Song joohee, gadis cantik dengan rambut coklat yang bergaya stacked braidnya, berjalan pelan menuju gerbang sekolahnya. Dia tersenyum, menatap seorang pemuda tampan yang berdiri tegap menanti kehadirannya, pemuda dengan topi miring itu menoleh dan menampakan senyum indahnya saat melihat joohee. Tanpa banyak kata, ia merangkul joohee, membawanya kedalam suasana yang membuat ia menjadi pusat perhatian. Tak apa, asalkan bersama pemuda itu, joohee tak apa.

Menatap wajah penuh pesona dari pemuda disampingnya itu, membuat joohee lemah, tak bisa seperti ini.Mata indah bercahayanya seketika menjadi sendu saat melihat pemuda itu memalingkan wajah kearah gadisnya, gadis milik dia sesungguhnya.Walau rangkulan itu tak pernah terlepas, namun, senyumnya kini bukan milik joohee.

Joohee sadar, jika dia tak boleh melewati batas terlarang persahabatannya.

_baby’s storyline_

Joohee dan luhan berbeda. Joohee sangat pemalu sedangkan luhan sangat pemberani, joohee memiliki keterbatasan ekonomi sedangkan luhan selalu menghambur-hamburkan uang, joohee anak yang rajin sedangkan luhan sangat pemalas, namun, perbedaan itu yang membuat mereka sempurna, menutupi kekurangan yang lain dengan kelebihan yang ada. Indah, persahabatan yang selalu indah.Joohee yang selalu sabar menghadapi luhan, juga, luhan yang selalu mencoba membuat joohee merasa aman berada didekatnya.

Selalu seperti itu, tak pernah ada yang berubah dari mereka berdua, walaupun luhan selalu mempunyai kekasih di minggu yang berbeda, namun, joohee tak pernah terlupa.Posisi joohee, selalu berada dipaling atas, diatas segalanya, diatas kebahagiaannya.

Saat guru In bertanya,

“siapa orang yang menurut kalian sangat penting dalam hidup kalian ?”

Maka, luhan menjawab lantang,

“Song joohee !”

setelahnya, ia mengedipkan mata kearah joohee, joohee hanya terkekeh kecil dengan perasaan haru yang menyenangkan.

Dan juga,

“siapa orang tercantik versi kalian ?”

“Song joohee !”

“lalu, siapa orang yang bersamanya kau tak butuh siapapun lagi, dan kau merasa sempurna ?”

Tanpa banyak berpikir, dengan menatap joohee yang sedang menatap kearah jendela dengan wajah berseri, luhan menjawab,

“Song joohee, hanya joohee, satu-satunya joohee dan akan selalu joohee !”

Setiap pertanyaan, bagi luhan, song joohee-lah jawabannya, tak ada yang lain. takkan pernah ada jawaban yang lain.

Karena, joohee adalah paket sempurna kehidupannya.

_baby’s storyline_

Dibalik tembok tebal di bandara itu, seorang gadis tengah membekap mulutnya sendiri, menahan raungan yang akan keluar dari mulutnya. Air matanya tak pernah berhenti mengalir, membasahi setiap inchi wajah cantiknya, terkhusus mata yang sangat disukai pemuda itu.melongok untuk yang kebeberapa kalinya, menatap luka kearah pemuda yang tak pernah pergi seinchi-pun dari tempatnya.

“maafkan aku, maaf,”

Selalu kata maaf yang terucap, tak perduli siapa yang salah dan apa yang dilakukan, kata maaf seakan tak pernah hilang dari deretan kata yang harus ia ucapkan.Maaf menjadi urutan pertama dikamusnya.

_baby’s storyline_

Duduk berhadapan, dengan sepanci ramyun yang masih mengebul diatas meja kecil dihadapan mereka.luhan menatap joohee dengan mata berbinar sedangkan joohee hanya tersenyum menyesal membalasnya.

“maafkan aku,” luhan mendesis dengan apa yang joohee ucapkan.

“tak ada kata lain seperti, ayo makan atau apalah selain kata maaf ?” joohee menunduk mendengar omelan luhan kepadanya,

“ayo kita makan, nanti ramen buatan song joohee-ku dingin,” joohee tersenyum mendengar ucapan luhann, segera saja mereka melahap ramen itu. joohee menatap luhan, dia tersenyum, luhan balas menatapnya, luhan mengacak poni joohee dan tersenyum.

“ramen buatan joohee memang yang paling enak !” joohee tersenyum tipis.

“tapi harusnya aku bisa membuatkan makanan lain untukmu, mian, karna hanya bisa membuatkan ramen ini,”

“asal bersamamu, bersama malaikat kecilku, memakan tanah yang diberi garampun rasanya seperti memakan bulgogi,” joohee tertawa mendengar sahutan dari luhan.

“aku tahu, kau adalah pemuda perayu, tapi, jangan merayuku karna itu terlihat sangat konyol !”

_baby’s storyline_

Hari ini, joohee mengantar luhan yang sedang menjalani sidang akhir semesternya, luhan sangat terlihat tampan hari ini, tidak, setiap hari begitu.Luhan menghela nafas.

“kau harus menungguku, disini, jangan pernah beranjak sedikitpun !” joohee terkekeh, mengangguk tanpa menjawab sedikitpun.

Luhan berjalan, namun, ia berbalik dan melihat joohee yang duduk bosan disana. Ia kembali, berjongkok dihadapan joohee, lalu, mengikatkan kaki joohee dikursi, mengantisipasi agar joohee tak bisa kemana-manq. Joohee terkekeh pelan, sebegitu takutnyakah luhan ia tinggalkan ?

Jawabannya, iya.Sangat, dan terlampau takut.baginya, jika joohee pergi maka semangatnya juga akan pergi, keberaniannya juga akan pergi, jadi, dengan memastikan bahwa joohee takkan pergi, ia takkan kehilangan konsentrasinya, dan bisa menemui sahabat cantiknya dengan cepat.

Jadi, joohee tak boleh kemana-mana, harus tetap disana, tempat yang akan dibayangkan luhan saat pikirannya berada dalam kebuntuan.

_baby’s storyline_

Luhan berlari dengan kencang, menemui joohee, ingin menjelaskan segalanya. Segala apa yang joohee lihat tadi pagi. Ia bersama dengan nara, berciuman. Dengan nafas memburu, luhan melihat joohee tak jauh didepannya, menatapnya, namun bukan dengan senyuman indah yang sangat luhan candui, namun, dengan tatapan asing yang menyiratkan kesedihan.Luhan berjalan, menghampiri joohee, tidak, mereka berjalan saling melewati. Tanpa menoleh, melirik, seakan dua orang yang sama sekali tak saling mengenal.

Setelah jarak mereka sedikit renggang, joohee berbalik dan menatap luhan yang hanya terdiam, menahan pilu, ditempat dia menatap sendu kearah luhan sebelumnya.

“Luhanie !” teriak joohee, luhan berbalik menatap joohee.

“aku, akan pergi lusa !” luhan terdiam mematung, tanpa penjelasan lebih berarti joohee berbalik dan pergi meninggalkan luhan, disana, sendirian.

Luhan terdiam, merenung, akankah dia kehilangan satu-satunya cinta didalam hidupnya ?

Tidak, ini tak bisa berakhir seperti ini.

Tapi, batas itu tetap tak bisa dilewati.Batas persahabatan suci mereka tak boleh dilewati oleh sebuah jalinan baru bernama cinta. Itu terlalu asing, akan menjadi asing jika mereka merubahnya. Tapi, luhan ingin memiliki joohee, hanya joohee, satu-satunya joohee, dan akan selalu song joohee. Luhan terlalu tak bisa hidup tanpa song joohee, terlalu lemah berjalan tanpa genggaman joohee.

_baby’s storyline_

Perlahan, pemuda itu, xi luhan, berjalan mundur dengan tatapannya yang tak pernah berubah.Mungkin, akhirnya memang harus seperti ini, dia dan gadis cantiknya digariskan untuk tetap menjadi sahabat.Takkan pernah berubah.Namun, selamanya, takkan pernah terkikis sedikitpun rasa dihati luhan untuk gadis itu, untuk song joohee-nya. Selamanya hanya joohee, satu-satunya joohee dan akan selalu joohee.

Luhan berbalik, berjalan pergi meninggalkan tempat itu.

Bersamaan, joohee pun berjalan menjauh untuk pergi, meninggalkan luhan sendirian, disini, tanpa kehadirannya.Walau terasa perih dan berat, namun, ini yang terbaik.Persahabatan akan selamanya menjadi persahabatan, itu janji mereka.

Berjalan bersamaan, diarah yang berbeda, menuju tempat yang berbeda.Berbeda, perbedaan membuat mereka sempurna.Dan, inilah kesempurnaan mereka.

Walau, mereka kini akan terpisah jauh, namun, hati mereka selalu terikat. Takkan pernah, mereka mencoba memutuskan ikatan itu, sudah permanen, takkan bisa dilepas atau diputuskan.

Biarlah, ini menjadi kisah mereka, kisah dua sahabat yang saling mencintai, namun, tak tahu apa yang harus mereka lakukan saat mengetahui jika keduanya saling jatuh cinta.

_END_

{Baby’s storyline-LuhanxJoohee}

6 thoughts on “[FF Freelance] If We Fall In Love, What Should We Do?

  1. keren thor aku suka alur ceritanya, tapi agak greget kenapa mereka ga saling mengungkapkan satu sama lain aja>,<

  2. iya nie…. tp mungkin juga mereka takut…
    kalau mangakui perasaan akan merusak persahabatan itu sendiri…
    lebih baik bersama sebagai sahabat drpada berpisah…

  3. ikh atulah aku seneng banget sama ff ini
    udah falling in love sama ff ini, what should i do?
    sequellah please…
    rame banget, kena banget ^^
    prok prok buat author..^^

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s