[FF Freelance] Finding Happiness (Chapter 3)

POSTER [FF FREELANCE] FINDING HAPPINESS

Title              : Finding Happiness (chapter 3)

Author          : @leenami0203

Rating           : PG-13

Length          : Chaptered

Genre           : Angst, Hurt, Family

Main Cast    : Lee Nami (OC), Cho Kyuhyun (super junior), Shin Yong Ra (OC)

Support Cast  : Cho Ahra, Lee Hyukjae, Cho Hana, dll

Previous         : Chapter 1, Chapter 2,

Disclaimer      : Semakin membosankan? Maapin author deh, author keabisan ide cerita di tengah jalan. Selamat membaca yaa *kedip-kedipin mata*

Happy Reading !!

 

 

“Heh yeoja babo… Aku ingin bertanya sesuatu padamu,”

“Mwo?” jawab Nami singkat tanpa menoleh.

“Kenapa kau berubah?” tanya Kyuhyun langsung.

Merasa tidak mengerti dengan pertanyaan Kyuhyun, Nami menoleh dan menampakkan raut bingung.

“Maksudku, dulu kau manja dan cengeng. Kenapa sekarang kau jadi cuek dan dingin?” lanjut Kyuhyun karena menemukan raut kebingungan di wajah Nami.

“Bukan urusanmu,” jawab Nami ketus.

“Aish galak sekali, yasudah jika tidak mau menjawab,” Kyuhyun ikut membalas dengan nada ketus.

“Oiya, lalu kenapa kau mau menikah denganku?” Kyuhyun kembali bertanya.

Nami terkejut dengan pertanyaan yang dilontarkan Kyuhyun, tapi dia buru-buru menormalkan raut mukanya. Sejujurnya Nami bingung akan menjawab apa, jika dia mengatakan karena mencintai Kyuhyun itu tidak mungkin. Bisa-bisa Kyuhyun semakin sering membullynya.

Nami menghela nafas dan menjawab seadanya, “Aku ingin bahagia”

“Mwo? Alasan macam apa itu, Adakah alasan yang lebih aneh? Hahahaha, ” ejek Kyuhyun.

“Jadi menurutmu dengan menikahi namja tampan dan kaya raya bisa menjadikanmu bahagia? Cih tak kusangka kau sangat matre,”

“Tutup mulutmu Cho Kyuhyun!!” Nami berusaha menahan amarah, kata-kata yang Kyuhyun lontarkan sangat menusuk hatinya tapi dia berusaha untuk tetap tegar dan tidak menangis karena sekali lagi dia mengingat kata-kata terakhir Eommanya.

Sejenak suasana kembali hening tanpa ada obrolan sama sekali, hanya ada suara TV yang masih menyala. Kyuhyun kembali melanjutkan bermain PSP.

Tak berapa lama terdengar pintu depan dibuka, nampaklah Cho Ahra dan suaminya bersama 2 buah koper dan tas tenteng di tangannya.

“Hyunnie, Nami, kakakmu yang tampan ini sudah dataaaaaang,” sapa Eunhyuk singkat dan berlalu menuju kamar yang biasa mereka tempati jika meginap untuk meletakkan koper dan istirahat.

Sedangkan Ahra yang melihat Nami langsung berhambur memeluknya, “Namiiiiiiii aku merindukanmu,”

Kyuhyun yang melihatnya hanya menggerutu pelan yang masih bisa didengar oleh kakaknya, “Cih, adiknya sendiri dilupakan dan memilih memeluk orang lain,” Ahra hanya tertawa mendengarnya dan beralih merentangkan tangan untuk memeluk Kyuhyun, “Omo…Adikku yang tampan ini cemburu rupanya hahaha…”

Kyuhyun sangat menyayangi kakaknya –Ahra–, bisa dibilang hubungan mereka sangat dekat. Bahkan Kyuhyun sempat menangis ketika Ahra pindah rumah ikut suaminya. Mereka sering menghabiskan waktu dengan curhat, jalan-jalan atau kegiatan lainnya, bahkan Ahra mengetahui bahwa Kyuhyun menyukai Yong Ra. Hanya saja Ahra tidak tahu bahwa Kyuhyun telah menjalin hubungan dengan Yong Ra setelah menikah dengan Nami.

“Eomma bilang kau sakit Mi-ah? Benarkah?” ,tanya Ahra

“Hanya masuk angin saja Eonni, sekarang juga sudah baikan”

Kyuhyun berdiri, lalu berjalan menuju kamarnya untuk mengganti baju dan menyambar kunci mobil. Ketika dia akan keluar tiba-tiba Ahra mengahdangnya, ”Eitts, adikku yang tampan mau kemana?”

“Hanya ingin jalan-jalan diluar saja Nuna, aku bosan dirumah” Kyuhyun menyingkirkan tangan Nunanya.

“Hanya ingin jalan-jalan? Benarkah? Kalau begitu ajak Nami sekalian agar dia juga merasa tidak bosan,” ucap Ahra dengan semangat, sebenarnya itu hanya akal-akalannya saja agar dia bisa berduaan dengan Eunhyuk.

Kyuhyun melirik sekilas kearah Nami, lalu mengngguk “Baiklah, asal tidak menyusahkan”

***

Cho Kyuhyun POV

Aku merasa sangat bodoh karena menuruti Nuna untuk mengajak jalan-jalan yeoja gila disampingku ini. Padahal jelas-jelas itu hanya rencana liciknya agar bisa berduaan dengan monyet narsis itu.

Sejujurnya aku bingung ingin kemana, jadi aku hanya mengikuti kemauan Nami dan anehnya aku menurut tanpa protes sama sekali.

Kami mengunjungi taman kota untuk menikmati pohon sakura, lalu pergi ke sungai Han, dan sekarang disinilah kami, sebuah tempat luas dan tenang dengan hamparan rumput hijau serta nisan yang tertata rapi. Ya, kami mengunjungi makam Eomma dan Appa Nami.

Nami hanya duduk bersimpuh menatap dua buah gundukan tanah didepannya tanpa mengucapkan sepatah kata pun, aku hanya berdiri dan memandanginya dari belakang.

30 menit telah berlalu. Nami masih setia memandangi makam orang tuanya dengan diam. Aku mulai geram dengan sikapnya.

“Apakah masih lama? Aku lelah,” ucapku.

Nami mulai berbicara, tapi tidak menjawab pertanyaanku sama sekali, “Appa, Eomma aku sudah menikah beberapa bulan lalu. Dan namja menyebalkan dibelakangku adalah suamiku, kalian pasti sudah sangat mengenalnya jadi aku tidak perlu memperkenalkannya lagi. Maaf aku baru bisa mengunjungi kalian hari ini, aku harap Eomma dan Appa merestui pernikahan kami”

Nami berdiri dan beralih menatapku, “Adakah yang ingin kau sampaikan kyu?”, tanyanya.

Aku memandang 2 makam tersebut sejenak, “Ehm… Eomonim, Abeonim. Maafkan aku karena belum meminta restu dari kalian untun menikahi gadis ini, mungkin ini sangat terlambat tapi aku harap kalian merestui hubungan kami,” hanya ucapan singkat yang aku berikan kepada orang tua Nami.

“Kau ingin kemana lagi?”, tanyaku. Sepertinya hari ini aku benar-benar alih profesi menjadi supir pribadinya.

“Ke rumah lamaku”

***

Lee Nami POV

Hari ini Kyuhyun benar-benar menjadi selayaknya seorang suami, dia mengantarkan kemanapun aku mau tanpa protes sama sekali. Untuk perjalanan terakhir aku ingin mengunjungi rumah lamaku sekedar mengambil beberapa barang berharga.

Betapa terkejutnya ketika aku melihat sebuah tulisan tertempel pada pagar ‘DI SITA’, aku langsung berlari mendekat.

“Aku lupa mengtakan padamu, 3 hari yang lalu ada beberapa pihak bank datang ke rumah dan ingin bertemu denganmu”, ucap Kyuhyun.

Flashback

“Permisi. Apakah nona Lee Nami tinggal disini?” tanya salah satu namja dari pihak bank.

“Ne, ada perlu apa dengannya?” tanya appa Kyuhyun sambil mempersilakan masuk dan duduk di dalam.

“Maaf mengganggu, kami dari pihak bank ingin memberikan surat penyitaan rumah kepada nona Lee Nami untuk ditandatangani. Alm Tuan Lee pernah meminjam uang pada pihak bank dan menjadikan rumahnya sebagai jaminan.” jawab namja lainnya.

Appa Kyuhyun terkejut mendengan penuturan dari pihak bank.

“Maaf sebelumnya, kalau saya boleh tau anda siapanya?”

“Saya mertuanya, tapi nona Lee Nami sedang tidak berada dirumah bisakah diwakilkan oleh suaminya?”

Sejenak pihak bank terlihat ragu, tapi akhirnya mengangguk. Lalu appa Kyuhyun memanggil Kyuhyun untuk menandatangani surat penyitaan tersebut.

Flashback end

“Lagipula sekarang kau sudah tinggal bersama kami. Bukankah kau sudah menemukan kebahagiaanmu?” ucap Kyuhyun sambil memberi tekanan pada kalimat terakhir.

Aku hanya menjawabnya dengan anggukan kecil, pikiranku melayang entah kemana. Ada sebuah perasaan tidak rela. Rumah itu adalah satu-satunya peninggalan orang tua ku, dan sekarang telah disita.

“Kau marah karena kami tidak memberitahumu dulu?”, Kyuhyun menyadarkan ku kembali ke dunia nyata.

“Ah, ani. Gwaenchana… Kyu, bisakah kita pulang sekarang?” moodku benar-benar buruk saat ini. Badanku rasanya lemas, kepalaku tiba-tiba pusing. Yang aku inginkan hanyalah cepat-cepat sampai rumah dan mengistirahatkan pikiran serta tubuhku.

***

Author POV

Setelah sampai rumah Nami langsung naik ke kamarnya dan tidur. Bahkan panggilan Ahra tidak diperdulikan sama sekali.

“Kyu, ada apa dengannya? Apakah terjadi sesuatu? Kenapa wajahnya sangat pucat? Jangan-jangan kau menyiksanya tadi? Mengaku saja.” Ahra yang melihat tingkah aneh Nami langsung menyemprot Kyuhyun dengan berbagai macam pertanyaan.

“Aiiissh Nuna, diamlah dulu dan dengankan ceritaku,” Kyuhyun menceritakan semua kejadian yang dialaminya tadi. Ahra hanya menghela nafas dan merasa iba atas kejadian yang dialami adik iparnya itu.

Kyuhyun masuk ke kamarnya dan berjalan menuju Nami. Dia menyentuh dahi Nami dengan telapak tangan.

“Panas… Kau bahkan tetap tidur di sofa sempit ini ketika sakit,” dengan perlaha Kyuhyun menggendongnya menuju kasur dan menarik selimut hingga menutupi bahu Nami. Mata Kyuhyun menatap lekat wajah Nami, lalu beralih pada bibir pucatnya. Perlahan Kyuhyun mendekatkan bibirnya pada bibir Nami, entah setan apa yang merasuki Kyuhyun hingga dia ingin merasakan bibir milik Nami. Perlahan-lahan bibir Kyuhyun semakin mendekat hingga jarak mereka kurang 1 cm lagi, tiba-tiba…

Ddrrrrtt ddrrrttt

Kyuhyun menghentikan aktifitsnya dan melihat ponsel.

From : my angel

Oppa, aku akan kerumahmu sekarang.

Kyuhyun tersenyum melihat sms Yong Ra.

To : my angel

Ne chagi, tapi aku mau mandi dulu.

Jika sudah datang, kau bisa langsung masuk dan menungguku diruang tamu.

Kyuhyun berjalan menuju kamar mandi, dan membersihkan dirinya. Dia terlihat lebih segar setelah mandi, lalu berjalan keluar kamar. Sebelumnya dia sempat melihat ke arah Nami yang masih memejamkan matanya.

“Ra-ya, sudah lama menunggu?” tanya Kyuhyun sambil menuruni tangga.

“Ani Oppa, aku baru datang. Kenapa rumahmu sepi? Paman dan Bibi kemana?”

“Mereka mengurusi proyek di Pulau Jeju,” jelas Kyuhyun yang hanya dibalas ‘oh’ oleh Yong Ra.

Yong Ra mengambil sesuatu dari balik badannya, lalu pemperlihatkan pada Kyuhyun, “Taraaaaa, lihatlah apa yang ku bawa Oppa?”

“MWOOOO? Game keluaran terbaru. Kapan kau membelinya?” mata Kyuhyun berbinar seolah-olah sedang melihat bidadari yang sangat cantik didepan matanya.

“Tadi, ayooo kita main Oppa”

Mereka telah tenggelam dalam game yang dimainkannya.

Ahra yang sedang menyiapkan makan malam di dapur terlihat risih melihat kedekatan Yong Ra dan adiknya. Bukannya membenci Yong Ra, hanya saja Kyuhyun sedang mempunyai istri sakit yang harus diperhatikannya tapi dia malah keasikan bermain game.

“Kyu,” Ahra mencoba mengalihkan Kyuhyun dari game yang dimainkannya.

“Hmmm,”

“Apakah Nami masih tidur?”

“Hmmm,” kembali disahut dengan gumaman tanpa mengalihkan pandangan dari layar gamenya.

“Ajaklah turun untuk makan malam Kyu,”

“Nanti dulu Nuna. Ini sedang seru-sernya, kenapa tidak kau saja?”

Yong Ra melirik sekilas ke arah Kyuhyun, dia tersenyum bangga karena Kyuhyun lebih memilih bermain game bersamanya.

“Tapi dia istrimu Kyu,” Ahra semakin sebal dengan kelakuan adiknya itu.

Kyuhyun tidak menyahutnya, dan malah semakin sibuk dengan gamenya, “Ra-ya, lihat setelah ini kau akan kalah lagi. Hahahaha…”

“Tidak mungkin Oppa, aku pasti menang. Hahaha…”

***

Cho Ahra POV

Aish anak itu memang berubah sangat menyebalkan jika sudah berhadapan dengan game. Sudah tau istrinya sedang sakit, bukannya menjaga malah bersenang-senang. Lebih baik aku saja yang membangunkannya.

“Mi-ah”, panggilku pelan

Aku melihatnya masih berbaring di tempat tidur dengan wajah pucat, ku sentuh keningnya. Panas.

“Eennggh Eonni,” Nami terbangun dengan suara lemah sambil mencoba mengangkat badannya untuk duduk, “Kau berbaring saja Mi-ah, aku akan mengambilkanmu obat dan makan malam lalu kau bisa istirahat kembali”

“Gomawo Eonni,”

Aku turun ke bawah untuk mengambil bubur dan obat untuk Nami, sedikit kulirik Kyuhyun yang asik bercengkrama dengan Yong Ra. Anak itu benar-benar tidak peka.

Aku kembali ke kamar Nami dengan semangkuk bubur, lalu membantunya untuk duduk bersandar pada dasbor ranjang.

“Mi-ah, kau makan dulu lalu minum obatnya. Jika sudah selesai kau bisa meletakkan mangkuknya di meja saja. Eonni tinggal ya,”

Aku meninggalkannya di kamar sendiri, sebenarnya ada perasaan tidak tega tetapi aku juga harus melayani suamiku di meja makan. Bukankah Nami adalah urusan Kyuhyun? biarkan Kyuhyun saja yang mengurusnya.

“Eonni, aku pamit pulang” suara Yong Ra terdengar dari ruang tengah. Setelah melihat Yong Ra keluar rumah, aku berjalan ke arah Kyuhyun.

Pletak pletak

Aku memukulinya pelan tapi berulang-ulang, “Dasar anak nakal, istrinya sakit bukannya prihatin malah bersenang senang dengan gadis lain. Rasakan ini, ini, dan juga ini. Akan ku adukan kepada Appa dan Eomma setelah mereka pulang”

“Yak, Nuna hentikan. Aww appo aw aw aw, kau sadis melebihi seekor beruang. Aw aw Nuna jebal,” aku terus memukulinya dan MWO? Apa katanya? Beruang? Aku tidak terima.

“Aww baiklah Nuna, aku minta maaf. Aku akan menjaga Nami, tapi hentikan pukulanmu yang menyakitkan melebihi gigitan kuda ini,” aku menghentikan pukulanku sambil tersenyum kemenangan.

“Tapi aku ingin makan malam dulu hahahaha”, lanjutnya.

***

Cho Kyuhyun POV

Nuna benar-benar menyebalkan, kenapa dia jadi sensitif seperti itu padahal aku hanya bermain selama 3 jam. Huh baiklah, mungkin baginya 3 jam itu lama.

Aku beranjak menuju kamar, kulihat Nami sudah memejamkan mata kembali lalu pandangan ku beralih pada mangkuk bubur yang habis setengahnya dan mangkuk kecil tempat obat yang sudah kosong.

“Makananya tidak dihabiskan, tapi syukurlah dia mau meminum obatnya” aku mengembalikan mangkuk ke dapur lalu kembali ke kamar dan merebahkan diriku disampingnya. Kulihat dia tidur dengan damai, tapi tunggu kenapa matanya tiba-tiba mengeluarkan air? Jangan-jangan dia bermimpi buruk dan menangis.

“Eomma, Appa hahahaha…” awalnya ku kira dia bangun, tapi ternyata matanya masih menutup. “Aah, jadi dia memimpikan orang tuanya. Tadi menangis kenapa sekarang tertawa? Aneh.”

Ketika aku mulai masuk ke alam mimpi,tiba-tiba…

“ANDWAEEEEEE….”, aku tersentak langsung bangun dari tidurku, kulihat Nami bergerak-gerak gelisah dengan mata yang masih tertutup. Reflek aku memeluknya dan mengusap punggungnya dengan pelan.

“Sssstttt, gwaencaha. Aku ada disini,” dia kembali tenang setelahnya.

Tunggu, aku merasa ada getaran aneh yang menjalar ditubuhku ketika aku memeluknya. Sebuah getaran yang tidak pernah ku rasakan ketika berada di dekat Yong Ra. Jangan-jangan aku mulai menyukainya? Aish,apa yang aku pikirkan. Aku mengacak-acar rambutku frustasi, tidak mungkin aku menyukai yeoja aneh sepertinya. Kuputuskan untuk kembali memejamkan matanya. Tiba-tiba sekelebat bayangan wajah Nami hadir di pikiranku, aku kembali membuka mata. Kualihkan pandangan ke samping, perlahan wajahku medekat dan CHUP~ aku mencium bibirnya. Hanya sebuah kecupan ringan.

Lagi, getaran aneh itu datang lagi bahkan lebih parah dari sebelumnya. Aku menyentuh dadaku, rasanya jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya.

***

Aku mengerjapkan mata ketika kurasakan sinar hangat matahari masuk melalui jendela yang memang lupa kututup semalam, aku melihat sekilas Nami memandangiku.

Mataku baru terpejam sempurna sekitar 3 jam yang lalu, jadi aku masih ingin melanjutkan tidur tampan ala pangeran negeri dongeng.

Aku mengerjapkan mata sekali lagi, kulihat Nami masih memandangiku juga tanpa beranjak sedikitpun dari atas kasur.

“Kau tahu, wajah tampanku bisa luntur karena tatapanmu,” aku mulai menggodanya masih dengan mata terpejam. Dia kelabakan menjadi salah tingkah lalu bangun menuju kamar mandi dengan wajah memerah, hahahaha aku tertawa puas melihatnya.

***

Lee Nami POV

Aku terbangun dari tidurku dan terkejut ketika wajah Kyuhun tepat berada di depan mataku. Sejujurnya aku merasa senang karena jarang sekali aku melihat Kyuhyun sedekat ini, ani bahkan tidak pernah karena kami selalu tidur terpisah –di sofa dan di ranjang– dan ini pertama kali aku tidur dengannya.

“Kau tahu, wajah tampanku bisa luntur karena tatapanmu,” mwo? Kyuhyun sudah bangun, kenapa aku tidak menyadarinya, aku langsung turun dari tempat tidur dan terus merutuki diriku karena benar-benar bodoh sambil berjalan ke arah kamar mandi.

Aku tahu pasti wajahku sudah berubah warna seperti udang goreng. Setelah menutup pintu aku mendengar dia tertawa keras. Aish bodohnya kau Lee Nami.

Aku turun kebawah, kulihat Ahra Eonni dan Hyukjae Oppa sedang menonton TV bersama.

Hyukjae Oppa yang menyadari keberadaanku langsung menyapa seperti biasa, “Good morning Mi-ah, apa kau sudah sembuh?”, belum sempat aku menjawab Ahra Eonni menoleh lalu menanyakan hal yang sama hanya saja ditambah dengan embel-embel ‘dimana Kyuhyun?’

“Ne, aku sudah merasa lebih baik. Kyu masih tidur dikamar”, hanya dengan mengatakan namanya saja tiba-tiba aku mengingat kejadian memalukan tadi pagi wajahku kembali memerah, sebelum Eonni dan Oppa menyadarinya aku berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Kudengar Ahra Eonni berteriak menyuruhku sarapan.

Tak berapa lama kulihat Kyuhyun yang sudah berpakaian rapi berjalan menuju dapur untuk sarapan. Bukankan ini hari minggu, mau kemana dia? Tanyaku dalam hati karena melihat penampilannya seperti orang mau pergi.

Kami sarapan dengan diam, setelah selesai dia langsung pergi begitu saja seolah-olah dia tidak melihatku.

“Nuna aku pergi dulu,” pamit Kyuhyun kepada Ahra Eonni.

“Kau mau kemana Kyu? Kenapa Nami tidak diajak?”

“Aku ada janji bersama temanku, jadi aku tidak bisa mengajaknya”

“Baiklah, jika kau pulang larut malam aku akan mengadukanmu pada Eomma”.

“Yak, kau benar-benar pengadu Nuna” Kyuhyun langsung melesat pergi dengan mobilnya tanpa berpamitan padaku. Berpamitan? Tentu saja hal itu tidak akan dilakukanya, memang siapa aku? Aku hanyalah orang lain yang kebetulan datang untuk mengacaukan hidupnya dengan status ‘istri’.

“Mi-ah, nanti siang aku akan pergi jalan-jalan dengan Hyukjae. Kau mau dirumah saja atau ikut?” suara Ahra Eonni mengagetkanku, “aku ikut saja Eonni”

***

Kami berjalan-jalan sekitar sungai Han. Sebenarnya aku tidak ingin mengganggu acara mereka, tapi mau bagaimana lagi aku bosan jika berada dirumah besar itu apalagi sendirian.

Eonni dan Oppa berjalan duluan di depanku sambil bergandengan tangan, sejujurnya aku sangat iri dengan mereka. Andai saja Kyuhyun memperlakukanku seperti itu.

“Saeng, ayoo jalan. Kenapa kau diam disitu?” suara Hyukjae Oppa menyadarkanku dari lamunan. Eonni juga ikut menolehkan kepalanya ke arahku.

“Ah… Oppa dan Eonni jalan duluan saja, aku masih ingin melihat pemandangan disini”. Jawabku bohong, tentu sja aku tidak ingin menjadi nyamuk yang mengganggu acara romantis mereka.

Aku mendudukkan diriku di sebuah kursi pinggir sungai, tiba-tiba mataku menangkap sosok orang yang sangat kukenal, dia Kyuhyun.

Tapi tunggu dulu, dia bersama seorang yeoja. Ya yeoja itu adalah Yong Ra, sahabatnya. Awalnya aku hanya memandanginya biasa, tapi seketika mataku membulat ketika menyaksikan adegan yang sangat membuat hatiku sakit luar biasa.

TBC

Gimana gimana? Bosen ya? moga aja enggak. Terima kasih selalu saya ucapkan kepada readers yang masih tetap setia dengan FF abal-abal saya. Coment lho !!! #maksalagi. Hehe #garingselalu

Advertisements

3 thoughts on “[FF Freelance] Finding Happiness (Chapter 3)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s