[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 6)

twinssisterchapter6-quorralicious

Title                 : Twins Sister Chapter 6

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating              : –

Genre               : Romance, Sad

Main Cast       :

  • Lay
  • Yuri a.k.a Soori
  • Yoona

Supporting cast: Cari aja di ceritanya ya

Pairing             : LaYoon

Quote                : I can make you happy, trust me~

Previous          : Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4, Chapter 5,

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster  : by Lee Yongmi @cafeposterart.wordpress.com

A.N                     : WARNING Typo bertebaran, please dont be silent reader, ur comment its so precious for me. Akhirnya author kembali dengan chapter 6 dari Twins Sister ini, semoga bisa semakin menjawab rasa penasaran kalian. Hehehe/ngarep dot com.

Tok, tok, tok pintu digedor cukup kerasnya oleh orang yang berada dibalik daun pintu tersebut.”Yuri ah, buka pintu ini!” teriak Kim Kai dari luar pintu,”Aku harus bagaimana?” tanyaku sambil berbisik pada Yuri yang sedang berada disampingku. Sesuai dengan instruksinya kubuka pintu itu lalu,” Kau benar-benar masih hidup.” Sahut Kim Kai begitu takjub melihat keberadaanku dan masih tidak percaya melihatku yang berperan sebagai Yuri. Tetapi beberapa kemudian… Kim Kai keluar dari pintu seraya berkata..

.

“Kau bukan Oh Yuri! Keluar!” teriaknya…

Flashback ON

Kai POV

“Detektif Do Kyungsoo,  bisakah kau membantuku? Mencari seseorang yang bernama Oh Yuri nanti fotonya akan aku kirimkan via email. Ne, tolong secepatnya kirimi aku kabar.” Ucap Kim Kai ditelepon, sepertinya orang yang  dia suruh adalah kaki tangannya yang juga membantu dia menutupi kasus Yuri beberapa bulan yang lalu. Kai sepertinya belum tenang menjadi Presdir Perusahaan Crown jika dia belum bisa memastikan Yuri sudah meninggal atau belum. “Kau sekarang bisa melihat penderitaan anakmu Oh Sehun, kau dan putrimu akan menanggung akibatnya,” ujar Kim Kai menampilkan senyuman khas nya yang jahat dan tatapan matanya yang tajam lurus menatap kedepan, saat ini dia sedang mengemudi menuju apartment Jessica yang tidak jauh dari apartmentnya sendiri.

“Appa akhirnya aku bisa merebut kembali perusahaan yang temanmu ambil darimu, si Oh Sehun itu sudah menanggung akibatnya semua rencanaku berjalan mulus, termasuk kecelakaan yang sengaja kubuat saat dia menaiki jet pribadinya itu…”gumam Kai saat meneguk Americano favoritnya di balkon sambil berdiri. “Sayang, kau sudah bangun duluan ya?” ucap Jessica sambil menguap pelan, kesadaran dirinya belum pulih sepenuhnya akibat wishky yang terlalu banyak dia tenggak semalam. Kai berjalan menuju ranjang tempat Jessica berbaring kemudian mengecup bibir yeoja yang berrambut blonde itu pelan,”Aku harus segera kembali ke kantor, ada banyak proyek yang harus aku tangani sebagai Presiden Direktur yang baru,” kata Kai sambil membawa baju kemeja, jas dan celananya ke kamar mandi, dia tengah bersiap untuk pergi sementara itu Jessica kembali tertidur karena kepalanya masih pusing.

Flashback OFF

Kai POV

Saat aku dalam perjalanan kembali dari luar kota, kedua handphoneku berbunyi aku angkat satu dahulu,”Apa?! Oh Yuri sudah kembali?baiklah aku segera kesana.” Ucapku sambil mempercepat laju mobilku ditengah jalan raya,”Yeoboseyo, Detektif Do Kyungsoo ada apa tadi kau meneleponku?”tanyaku saat aku tahu penelepon kedua adalah detektif Do Kyungsoo, anak teman baik appaku dulu.”Hah? jadi dia sebenarnya belum mati? Lalu kemana dia sekarang? Ouh aku mengerti, melakukan test DNA dengan siapa dengan Im Yoona?” teriakku kaget dengan kedua berita ini. Sesampainya aku dirumah Oh Yuri aku bisa melihat seseorang yang benar-benar mirip dengan Oh Yuri, semua pelayan rumah memanggilnya Nona Oh Yuri, tapi aku tahu satu hal dari detektif Do Kyungsoo meski Oh Yuri belum mati tapi setidaknya dia akan kembali untuk meminta haknya. Sedikit yang aku tahu, Oh Yuri yang asli mempunyai tanda lahir ditengkuknya dan aku sangat tahu hal itu karena aku pernah menciumi tengkuknya itu di villa, jadi saat aku menggebrak pintu dan mencoba memasuki kamarnya aku langsung mencari tanda ditengkuknya yang tertutupi rambut.

“Kau benar-benar masih hidup.” Aku mengatakan itu agar dia tidak memerhatikan aku yang mencari tanda lahir ditengkuknya saat aku sadar tidak ada tanda itu, aku berjalan ke arah pintu dan langsung menggugat aksinya itu, “Kau bukan Oh Yuri! Keluar!” teriakku. Kulihat gadis yang berwajah sama dengan Oh Yuri itu menatapku dengan perasaan marah. “Memang aku bukan Oh Yuri aku adalah saudara kembarnya Oh Yoona!!!” teriaknya dengan nada meninggi yang sukses mendengung pada telingaku, yeoja dan namja yang bersamanya terlihat kaget dengan aksinya yang berada diluar jalur itu mereka berdua membelalakan matanya saat Yoona malah menantangku, aku terkekeh melihat dia seperti itu melihat kekehanku sepertinya yeoja yang baru mengakui bahwa dia adalah Oh Yoona dan bukan Oh Yuri menatapku kebingungan dengan kekehan kejamku,”Kenapa? Kau baru sadar kau telah membuka kedokmu sendiri? Aku sudah tahu sejak di mobil tadi bahwa kau bukanlah Oh Yuri, kau adalah imitasi! Dimana Oh Yuri sekarang?!!” bentakku tepat didepan wajahnya.

Yoona POV

Dasar Yoona bodoh, bagaimana bisa kau malah melakukan hal tersebut, rutukku dalam hati, sepeninggalnya Kai dari kamar Yuri aku sendiri terdiam karena sebenarnya aku sendiri masih kaget dengan responku yang seperti itu, aku justru malah membuat Yuri dalam bahaya. Melihatku yang diam, sepertinya Yuri mengerti isi pikiranku, “Jangan khawatir, aku tidak mungkin ada dalam bahaya, toh sebentar lagi hasil dari test DNA akan segera muncul,” ucapnya lembut mencoba menenangkan pikiranku yang mulai kalut. “Kita tidak bisa apa-apa lagi Yuri-ah,” ucapku ditengah perasaan kalutku, aku takut sekali Kai akan menyakiti Yuri seperti beberapa bulan yang lalu. “Oppa dimana? Sudah beres mengurusi test DNA nya? Aku ketahuan oleh Kim Kai, harus bagaimana sekarang?” ucapku ditelepon saat kudengar seseorang namja sudah mengangkat telpon diseberang sana, “Mwo? Ketahuan? Bagaimana bisa?tenanglah, Aku masih di jalan menuju rumah keluarga Oh, kau masih disana kan?tunggu aku,” jawab Lay dan teleponpun ditutupnya.

Kai POV

Dia sangat mirip dengan Oh Yuri, gadis itu… Yoona, ketika menatapnya kenapa hatiku berdegup tak karuan ada apa denganku padahal baru kali ini aku bertemu dengannya, ataukah hati ini sudah sejak lama berdegup kencang untuk Oh Yuri-tunanganku yang telah aku sakiti. Kucoba untuk menepis rasa itu dengan mengundang Jessica-pacarku itu untuk datang menemaniku minum wine, yah.. untuk Presiden Direktur muda sepertiku ditemani sebotol wine mahal dan wanita cantik merupakan hal yang biasa ketika aku harus atau menginginkan untuk melupakan sesuatu.

“Annyeong Sajangnim, sedang apa kau? Hehe..” tegur Jessica sambil menepuk pundakku saat dia memanggil namaku dan melihatku masih melamun, masih belum sadar akan kedatangan dan kehadirannya dikamarku ini,”Eoh, Sica-ah sudah lama kau menunggu?” tanyaku mencoba mengalihkan pandanganku yang sedari tadi menatap pemandangan pantai langsung dari jendela kamarku.”Sudah lama, aku hampir jamuran jika saja tanganku ini tidak cerdik dan berinisiatif untuk menepuk pundakmu kau sedang memikirkan apa sih?” tegur Jessica yang tidak menyukai sikap namjachingunya itu. Untuk meredakan amarah wanita berrambut blonde itu akupun mengusap-ngusap rambutnya yang halus itu dengan lembut  dan mulai mengecupi bibirnya yang sempurna tersapu lipstick berwarna pink-cukup menggodaku. Aku mulai memberikan ciuman-ciuman yang intens padanya namun ditengah-tengah keasyikan kami berdua itu wajah Yoona mulai terbayang dan mengganggu saat-saat aku berdua dengan Jessica, bahkan saat ini bukan wajahnya saja yang menggangguku bayangan dirinya satu persatu mulai menghantuiku, kucoba untuk memfokuskan diriku pada Jessica tetapi tidak bisa yeoja itu… Yoona, bayangannya tengah duduk disofa ruangan tengah yang langsung menghadap kamarku seakan-akan dia sedang memperhatikanku yang sedang bersama Jessica.

Aku tidak bisa tidur saat ini, bagaimana mungkin aku bisa tidur bayangannya tetap selalu mengikutiku kemana pun aku pergi membuat tubuhku terguncang dan jantungku sudah tidak dapat kukendalikan aku sangat yakin saat ini baik itu Oh Yuri maupun Oh Yoona yang bisa aku pastikan adalah aku mulai mencintai yeoja yang bermarga Oh itu, keduanya mampu menelusup masuk kedalam relung hatiku dan aku merindukannya, ingin segera esok datang menyambut.

FLASHBACK ON 4 months ago

Kai POV

Sebenarnya jika saja dia bukanlah puteri dari keluarga Oh, keluarga yang merusak dan menyengsarakan keluargaku dan membuat ayahku gantung diri mungkin saja aku bisa menerimanya sepenuh hati tanpa kepura-puraan yang berarti, karena saat ini aku mulai menyukainya menyukai sifatnya yang ceria dan sangat terbuka, dan Oh senyumnya itu senyuman seorang malaikat yang tidak bisa dimiliki gadis manapun termasuk oleh Jessica-wanita yang kuperalat dan kujadikan yeojachinguku itu.

Di villa…

Rambutnya masih basah, rupanya dia baru saja beres membersihkan dirinya dan berkeramas dengan hanya berbalutkan pakaian tidur saja dia sudah mampu menghipnotisku membuatku hampir mengurungkan niatku untuk membunuhnya malam ini, “Kai, ayo kita makan malam,” tegurnya membuyarkan fantasyku mengenai tubuhnya ditengah sandiwaraku ini sudah kupastikan obat tidur kububuhkan kedalam makanan favoritenya itu kuyakin Oh Sehun akan menyesali perbuatannya di masa lalu jika tahu saat ini aku sedang merancang kematian anaknya, Oh Yuri. Kukecupi dahulu kening, kelopak mata dan hidung, dan terakhir bibirnya yang mungil kulumat habis, sekedar ucapan perpisahanku padanya yang sebentar lagi akan memasuki dunia kematian yang aku persiapkan untuknya. “Makanlah,” ujarku sambil menyunggingkan senyum terindahku, Sebentar lagi aku akan membuatmu sakitnya rasa kematian itu dan aku yakin selanjutnya kau akan merasakan panasnya api neraka, batinku dalam hati sambil tak kusadari aku tersenyum penuh kemenangan saat menatapnya. Saat ini yang bisa kulihat dari kejauhan hanyalah kobaran api ditengah pegunungan yang sepi ini, kupastikan dia tidak akan bisa selamat.

FLASHBACK OFF

Yoona POV

“Yoona-ya, Kai tidak mungkin bertindak gegabah pastinya dia tidak akan sembarangan bilang pada semua orang bahwa kau bukanlah aku, aku yakin butuh waktu untuknya mencari bukti tersebut. Jadi, menginaplah disini dan besok hadirilah rapat pemegang saham itu, ingat kau tidak sendirian menghadapi si brengsek Kai.” Ucap Yuri menasihatiku dan memintaku untuk meneruskan penyamaran ini. “Aku tidak mungkin selamanya disini, aku akan pulang dulu bersama Luhan oppa. Kalau ada apa-apa hubungi saja aku atau Luhan oppa, ne?” lanjutnya lagi, akupun hanya menjawabnya dengan anggukan dan keduanya berlalu begitu saja keluar dari rumahnya (rumah Yuri) yang amat luas ini.

Sesaat setelah kedua orang yang sedang berpacaran tadi keluar meninggalkanku kudengar suara ketukan pintu yang halus,”hmm.. Yoo,,, eh Yuri-ah ini aku Lay,” ujar namja yang berada dibalik pintu kamar Yuri, ”Oppa,”kataku sesaat setelah dia memasuki kamar.”Jadi, bisa kau ceritakan bagaimana kejadian tadi?” tanyaa Lay oppa padaku, akupun menceritakan semuanya dengan detail dan sangat jelas, dan akupun terisak saat menyadari Yuri pasti berada dalam bahaya. Lay oppa yang melihatku menangis mengusap pipiku yang dipenuhi oleh butiran-butiran air mataku,”Uljima, semuanya pasti akan baik-baik saja,” ucapnya lagi, semua rasa khawatirku yang membuncah sedari tadi aku tahan dihadapan Yuri dan aku meluapkannya pada Lay oppa. Sembari mengusap airmataku Lay oppa kemudian memelukku dan menepuk-nepuk punggungku. “Lebih baik sekarang kita makan malam dulu, tadi sebelum aku naik menuju kamarmu pelayan sudah mengingatkan aku untuk mengajakmu makan malam,” bujuknya.

Kami berduapun makan malam bersama di ruang makan yang sangat luas itu, meja makannya begitu panjang sehingga kupikir bisa memuat12 kursi, ahh meskipun rumah ini sangat luas, mewah dan megah tetapi tidak ada kehangatan yang bisa kurasakan dari rumah yang terlalu luas ini, akupun membayangkan bagaimana Yuri yang harus selalu makan malam sendiri hanya ditemani oleh pelayan disampingnya karena ayahnya Oh Sehun selalu sibuk bekerja, ah aku lupa Oh Sehun adalah ayahku juga. Setelah selesai makan malam, aku meminta Lay oppa untuk tetap tinggal disini menemaniku, sudah aku perintahkan pelayanku untuk mempersiapkan kamar tamu untuknya.

“Makan malam yang fantastis,”gumamnya sambil berdiri disampingku saat kami berdua di bakon rumahku di lantai dua.”Syukurlah kalau kau menyukainya, meski terlihat mahal dan mewah kupikir aku lebih menyukai makanan yang dibuat eomma,” tukasku,”Hm.. kau merindukan keluargamu? Sudah seminggu lebih kau tidak pulang.” tanya Lay sambil memegang tanganku yang sedari tadi tanganku itu memegang pagar besi yang ada dibalkon. “Yoona-ya tahukah kau seberapa besar cintaku padamu? Cintaku ini tidak akan pernah memberikanmu luka, meski begitu yang aku tawarkan hanyalah usahaku untuk terus membuatmu tersenyum tetapi untuk tidak membuatmu menangis.. aku tidak bisa menjanjikannya,” lirihnya sambil menoleh padaku dia memberikan tatapan yang begitu lembut dan meneduhkan, “Saat ini, bisakah kau mempercayaiku dan menerimaku sebagai kekasihmu Oh Yoona,?” tanya Lay lagi memastikan perasaan Yoona kepadanya-yeoja yang entah mengapa begitu dia puja dia memegang erat tanganku seakan tidak ingin melepaskanku dan saat itulah aku bisa merasakan betapa tulusnya dia mencintaiku sama sepertiku yang juga tidak ingin kehilangannya.”aku juga mencintaimu oppa,” jawabku sambil malu-malu menatap wajahnya yang terkenap terpaan lampu taman.

.

.

.

“Sudah malam, kuyakin besok jadwalmu akan sangat padat melihat bagaimana Kai akan melawanmu.” ujarnya kemudian tanpa melepaskan tatapan matanya yang hangat kepadaku, kemudian dia menarik tanganku mendekat padanya dan dia mengecup keningku, membuat pipiku menjadi hangat dan kuyakin warna merah sudah dapat terlihat dengan jelas dipipiku diapun tersenyum saat melihatku tersenyum setelah kecupannya itu, lalu dia merengkuhku kedalam pelukannya yang hangat disaat malam itu dan kemudian mencium bibirku pelan tetapi sangat bergairah.”Iya oppa, sampai ketemu besok,” keluhku tak ingin cepat-cepat hari esok menyambut karena aku yakin Kai pasti akan menyambutku esok hari.”Janganlah seperti itu, semuanya harus kamu jalani entah itu hari esok, lusa atau kapanpun lagi kau harus tetap bisa menghadapi Kai,” bujuk Lay oppa,”Baiklah,” jawbaku pelan sambil melangkahkan kakiku menuju kamarku dan kulihat Lay oppa mengikutiku dari belakang,”Oppa, kenapa kau mengikutiku? Kau kan harusnya tidur di kamar tamu,” ucapku sambil membalikkan badanku agar jelas melihatnya,”Hehehe, kau lupa sesuatu?” tanyanya sambil menunjuk bibirnya dengan telunjuknya itu,”Ciuman selamat malam,” ujarnya lagi akupun mencium bibirnya pelan,”Lagi pula kan kamar tamu yang aku pilih tepat berada disebelah kamarmu Yoog-a,” lanjut Lay oppa yang disambut dengan tatapan tajamku karena dia selalu keceplosan memanggil namaku,”YURI oppa, YURI!” seruku lagi padanya yang membuat Lay oppa otomatis membungkam mulutnya sendiri,”Yuri..” ujarnya lagi pelan kemudian diapun masuk kekamarnya, begitupun juga aku.

.

.

.

“Pagi oppa,” ujarku sambil tangan tetap fokus mengoleskan selai strawberry keatas roti,”Pagi Yoo,,, Yuri-ya,” jawabnya agak gelagapan karena dia hampir keceplosan lagi, untung saja saat aku melihat kearah para pelayanku mereka sedang sibuk mempersiapkan sarapanku sehingga tidak sempat mendengar ceplosan Lay oppa.”Maaf hari ini aku tidak bisa mengantarmu ke kantor, aku harus mengurus hasil test DNA itu,” ujar Lay oppa sambil memakan roti yang tadi sudah kuolesi selai. “Ya sudah tidak apa-apa oppa aku bisa sendiri kok supir Cho akan mengantarku,” jawabku.

Di kantor..

Saat aku sedang melangkahkan kakiku menuju ruangan kantorku aku tersentak kaget karena sebuah tangan sudah menarikku ke arah koridor yang sepi,”Apa-apaan sih kamu,” seruku yang hampir berteriak kencang jika saja tidak kulihat ternyata Kai yang menarik tanganku. “Mau apa kau?” sungutku tidak senang dengan sikapnya dipagi hari ini,”Aku ingin melakukan perjanjian denganmu, tetapi sepertinya hal ini tidak mungkin kita lakukan diruangan kantormu karena saat kulihat teman-temanmu sudah menunggumu disana, ah Luhan dan Yuri sudah diruanganku rupanya pikirku dalam hati,”Lalu apa yang mau kau tawarkan dalam perjanjian ini, Kim Kai ssi?” dengusku masih memperlihatkan wajah tidak sukaku kepadanya karena bisa kuingat jelas sikap jahatnya pada Yuri, kembaranku.

“Aku ingin kau menjadi kekasihku sesungguhnya, tanpa ada kepura-puraan karena aku mencintaimu, sebagai balasan untukmu, aku akan merahasiakan identitas aslimu aku bahkan akan mendukungmu untuk terus berpura-pura sebagai Yuri,” ujar Kai begitu bersemangat.

“Aku tidak mau, tidak ada yang bisa kudapatkan dan tidak ada yang menjadi keuntunganku jika aku bersedia menjadi kekasihmu, lebih baik aku ungkap identitasku sekarang juga daripada menjadi kekasihmu,” tolakku cepat, sambil mencoba emlepas cengkeraman tangannya yang semakin kuat seiring dengan tolakanku yang kasar,

“Jangan!! Kau tidak bisa menolakku menjadi kekasihmu. Jika kau menolakku, kau akan tahu akibatnya kau tidak bisa memprediksikan apa yang akan terjadi pada Yuri, Luhan dan Lay kekasihmu itu, Yuri itu adalah temanmu yang sedang menunggumu diruangan sekarang, bukan???!!! Bisik Kai dengan suara rendahnya mengancamku, membuatku merinding..

Apa yang harus aku lakukan, Yuri, Luhan dan OMG! Lay oppa… desahku dalam hati…

To Be Continue

P.S: gimana menurut kalian? Harus bagaimanakah Yoona?

Advertisements

6 thoughts on “[FF Freelance] Twins Sister (Chapter 6)

  1. Kai oppa jahat banget, Hiks kasihan yonna eonni. Eonni yang sabar yah jgn dengerin kai oppa eoh. Next chapter thor, jgn lama”

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s