[FF Freelance] I Love You, More Than I Know (Chapter 6)

hunzy Publist

Title : I LOVE YOU, MORE THAN I KNOW

Author : Monchan

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG-13

Main Cast : Bae Sooji a.k.a Suzy

Oh Sehun

Krystal Jung

Xi Luhan

Kris  exo

Park Chanyeol

Kai exo

Previous : Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4, Chapter 5,

 

Annyeong semuanya, I’m back with new chapters,….plok..plok…. (tepuk tangan sendirian)

Aku tak mau banyak cincong, langsung aja ya readers…^^

 

^^HAPPY READING^^

 

 

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? 

Ketika kita menangis?

Ketika kita membayangkan? Itu karena

hal terindah di dunia tidak terlihat

Ketika kita menemukan seseorang

yang sejalan dengan kita

kita bergabung dengannya dan jatuh

kedalam suatu keanehan serupa yang

                             dinamakan cinta   kahlil gilbran

 Cinta!

Aku tak tahu kata itu hingga aku bertemu denganmu.

Tanpa banyak bicara aku tahu

aku mencintaimu.

 

 

 

 

Suzy POV

Dengan berlari kecil aku berencana menghampirinya ketika melihat sosok tinggi berambut cepak turun dengan gagah dari motor merah itu. Dia keren, kan? Kuyakin siapapun akan berpendapat demikian.

“Kris-ssi..” seruku tanpa lupa melambaikan tangan padanya.

Sepertinya ia tidak menyadari jika aku memanggilnya. Bodoh kau Bae Sooji, siapapun pasti tidak akan mendengarnya jika kau memanggil dengan jarak sejauh ini. Aku memilih mendatanginya yang masih berada di area parkiran.

“Kris-ssi..” Aku kembali memanggilnya ketika jarak diantara kami hanya tinggal beberapa meter.

Tapi ia tidak merespon panggilanku dan justru melihat ke arah gerbang sekolah yang kala itu tiba-tiba saja muncul sebuah mobil sport yang dengan cepat melintasiku dan masuk ke area parkiran.

Kris yang tadi sempat bersandar di atas motor kini beranjak ke mobil itu ketika mobil itu berhenti, lalu menarik knop pintu untuk membukakan pintu bagi si yeoja pengendara yang dengan anggunnya menenteng sebuah tas  mahal bermerek Louis vilton.

Tangan yang sempat kuangkat, secara refleks kuturunkan kembali. Menatap kedua sejoli itu dari belakang. Aku mengikuti kris dan krystal─ si yeoja pengendara─ hingga ke kelas.

Aku tak begitu pasti dengan apa yang kurasakan saat ini. Yang kutahu, ada semacam perasaan sesak di dada.

“Hei, mau kemana?” seru seseorang yang secara lancang menghalangi jalanku dengan tangannya ketika aku sampai di ujung pintu kelas. Dengan bersandar pada tembok, ia menaikkan alis kiri, lalu menatapku tanpa ekspresi.

Kenapa dia harus muncul disaat-saat seperti ini?

“Hei, kau mau maling buku ku itu sampai kapan? Kembalikan buku ku, cepat!!” katanya dengan menyentikkan jari  beberapa kali ke wajahku.

Ada apa dengannya, kenapa dia suka sekali mencari masalah denganku? Aku menghela nafas dan menatapnya dengan emosi. Dia memang namja paling brengsek yang pernah kukenal.

“Heh, kenapa manatapku begitu?” tubuh yang tadi bersandar di tembok beralih bangkit dan bertolak pinggang di depanku seolah tak terima jika aku memandanginya begitu.

Aku melihat sekilas dirinya tanpa minat. Terserah apa katanya karena aku tak peduli dengannya.

Mataku saat ini justru terfokus pada obyek yang ada di belakang sana. Kris berdiri di samping krystal ketika krystal telah duduk di kursi. Tangan kris kulihat sempat membelai rambut hitam panjang milik krystal saat krystal menunjukkan sesuatu padanya dan setelah itu keduanya tertawa.

“Heh, mana buku ku, Bae Sooji? Kau benar-benar mau mencurinya?”

Dia ini berisik sekali. Aku memalingkan wajahku menatapnya saat ia semakin memajukan tubuhnya. Yang benar saja aku mencuri bukunya! Satu lagi panggilanku untuknya. Dia memang namja brengsek!!

“Hei, Oh Sehun-ssi. Tidak bisakah kau berbicara baik-baik padaku? Kau tiba-tiba menghalangi jalanku dengan mengatakan jika aku mau mencuri bukumu. Kapan aku mencurinya, hah?” Ku dorong tubuhnya hingga ia mundur beberapa langkah.

Dia memajukan tubuhnya kembali. “Kalau kau tidak mencurinya lalu, apa? Seharusnya buku itu kau kembalikan kemarin. Tapi nyatanya kau membawanya hingga sampai ke rumahmu. Kalau diibaratkan dengan pencurian, aku bisa melaporkanmu pada polisi karena sudah 24 jam kau membawa kabur bukuku.” Ucapnya sambil tertawa.

Dia tertawa? Apa isi kepalanya, kenapa dia selalu mengatakan sesuatu yang menyebalkan? Aku tak tahu anak ini makan apa tiap harinya hingga dia bisa sepintar itu menghancurkan suasana hati seseorang.  Cukup sudah berusan dengannya.

“Baiklah..baiklah,” kataku. Aku mengeluarkan buku paket berwarna kuning dari tas dengan tergesa-gesa hingga membuat penutup tasku menjadi macet. “Ini tuan besar!!” lalu menyerahkannya padanya.

Ketika aku akan melangkah ke dalam kelas, ia kembali menahanku dengan tangannya. Apa sih, maunya? Aku hanya bisa mendesah melihat tingkahnya.

Ia mengamati setiap sisi buku seakan meneliti kalau-kalau ada yang tidak beres, lalu memanyunkan bibirnya, “Hm, untung kau tidak rusak.” Katanya dengan membelai buku itu.

Dia menahanku cuma untuk ini? Dasar orang sinting. Dengan sengaja  aku menabrak bahunya lalu segera masuk ke dalam kelas dan menuju ke tempat dudukku.

Dadaku kembali terasa sesak ketika melihat kris dan krystal. Aku tahu mereka dari dulu berteman, tapi aku ..aku..

Aku menopang dagu dan memandang ke luar jendela dengan menghela nafas.

Apakah kris…

 

 

Sehun  POV

Aku cukup kesal karena dia tidak mendengarkan aku, tapi malah menatap kris dan krystal yang ada di belakang. Saat aku meminta bukuku padanya dia malah marah-marah.

Kenapa dia jadi marah-marah padaku ?

Setelah memberikan buku itu dia langsung meninggalkan ku dan  pergi ke mejanya dengan terlebih dahulu menabrak bahuku. Untuk ukuran seorang yeoja dia cukup kuat. Bahuku sampai sakit.

Aku masih heran, apa yang salah dengannya? Padahal aku cuma mau ngobrol.

Apa ada kata-kataku yang salah?

Kenapa jadi begini?

Aish, aku memang payah kalau urusan yeoja!

 

 

Author POV

Suzy kembali menghela nafas ketika ia berada di depan lampu merah. Mata hitam besar miliknya menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. Kakinya melangkah mengikuti langkah pejalan kaki lainnya ketika lampu telah menyala hijau. Ia segera memekik, ketika melihat sosok seorang namja yang kebetulan sedang memasuki sebuah toko buah.

Suzy mendorong pintu kaca lalu masuk ke dalamnya mencari sosok itu dan ia menemukannya sedang kebingungan di depan tumpukan buah jeruk. Namja itu mengurut dagunya sesaat. Memilih yang satu, melihat lagi, lalu menaruhnya kembali dan mengambil yang lainnya. Suzy melihatnya sudah  tertawa tanpa suara. Yeoja itu sepertinya telah  lupa dengan kejadian tadi pagi yang membuatnya tidak bersemangat.

“Annyeong, kris-ssi.” Suzy berkata sambil menepuk bahu kris yang masih terlihat sibuk memilih buah jeruk. Kris yang menyadari itu langsung tersenyum kepadanya dan sekali lagi itu membuat pipi gadis ini bersemu merah.

“Kau ingin membeli yang ini?” tanya suzy dengan mengambil sebuah jeruk mandarin dan kris menganggukkannya.

“Menurutmu mana yang bagus. Ini atau ini?” namja itu berkata sambil menunjukkan dua buah jeruk yang ada ditangan kanannya. Ada jeruk mandarin dan ada jeruk lokal.

“Aku bingung yang mana. Karena jeruk ini juga enak. Kau mau mencobanya?” namja itu kembali berkata dengan mengambil sepotong taster buah jeruk lalu menyuapkannya ke mulut suzy. Sekali lagi wajah suzy menjadi memerah mungkin karena.

“Bagaimana? Enak ?” tanyanya dan suzy hanya mengangguk di sampingnya tanpa suara.

“Kuyakin dia pasti menyukainya. Krystal akan menyukai ini.” Ucap kris sambil tersenyum lebar lalu memilih jeruk lokal.

Suzy hampir tersedak ketika kris mengatakan itu. Senyum yang tadi bertengger di wajahnya hilang seketika. Ia kembali murung seperti tadi pagi dan tidak berbicara sepatah katapun sampai keduanya keluar dari toko buah.

Suzy mengepal kuat kedua tangannya. Kini matanya terasa perih. Ia memberanikan diri menatap kris yang masih  menceritakan segala hal tentang krystal. Dengan mulut bergetar, suzy  mencoba berbicara.

“Kris-ssi, apakah kau menyukai krystal?” Matanya menatap kris dengan serius berharap jika jawaban yang diperolehnya adalah tidak. Dengan gelisah suzy menunggu jawaban dari kris.

Kris menatap suzy sebentar lalu mengalihkan pandangannya ke arah jalan menatap kosong orang-orang yang lewat di sana.

“Ah, mian. Jika aku salah bicara. Aku hanya asal bicara saja.” Suzy tertawa garing. Ia sempat memukul kepalanya karena perkataan lancangnya ini dan kembali menatap kris.

“Ne, aku menyukainya.” Kris menjawab tetap dengan posisi wajah melihat ke arah jalan. “Dari dulu aku menyukainya.” Ia lalu menatap suzy. “Aku sangat menyukainya.”

 

 

Suzy POV 

“Aku sangat menyukainya.”

Kata itu mengiris hatiku. Aku tahu akan begini. Tapi setidaknya lebih baik aku mengetahui ini darinya. Walaupun ia tampak  tersenyum, tersirat kesedihan dibaliknya. Kenapa?

Aku merasa menyesal, seharusnya aku tak selancang itu.

“Tapi dia malah menyukai s─”

Ponsel ku tiba-tiba berdering dan membuat kris menghentikan perkataannya sambil menatapku.

Aduh, ini mengacaukan saja.  Dengan cepat aku mengambil ponsel yang ada di saku jaketku lalu melihat pada layar.

Mampus,  ini omma!

“A..Ah mian. Kris-ssi.” Ucapku kemudian mengangkat telepon. Dari seberang, ibuku berteriak keras hingga aku sampai menjauhkan ponsel dari telinga. Ppaboya, aku lupa tujuanku kemari.

“Kris-ssi sepertinya aku harus pergi.” Ucapku kemudian berlari meninggalkannya.

Ku tahu hatiku cukup sakit ketika harus mengetahui kenyataan ini. Aku berhenti, dan memegangi dadaku ketika di depan pintu supermarket.

Untunglah aku hanya mengaguminya bukan benar-benar menyukainya.

Baguslah jika yeoja yang disukainya adalah krystal. Ku lihat, krystalpun sepertinya menyukainya. Bukankah sebagai sahabat aku harus mendukung hubungan mereka?

Mulai detik ini, aku harus melupakan kris. Aku memutuskan itu ketika tanganku membuka pintu.

Ketika telah di dalam supermarket aku mengeluarkan catatan yang diberikan omma tadi. Aku menyusuri tiap rak untuk mengambil barang yang perlu dibeli dan menaruhnya ke dalam keranjang.

Setelah berkeliling hampir dua puluh  menit, sekarang tinggal sereal saja yang perlu ku beli.

Astaga, kenapa mereka menaruhnya dibagian yang paling atas? Inikan tinggi sekali. Aku berjinjit berusaha mengambilnya tapi sia-sia saja.  Sial, tanganku tak sampai. Bahkan hanya untuk menyentuhnya saja aku tak bisa.

Tiba-tiba ada sebuah tangan yang membantuku untuk mengambilnya dan menyerahkan sekotak sereal  padaku.

“Gamsahamnida.” Ucapku pada orang yang baik hati ini tanpa lupa membungkuk padanya.

 

 

Author POV

“Gamsahamnida.”

Mata suzy membulat sempurna. Mulutnya menganga. Ia mengerjabkan matanya berkali-kali. Ia merasa menyesal mengucapkan kata terima kasih pada orang itu.

Di hadapannya berdiri seorang namja. Namja itu memutar bagian depan topinya menghadap ke belakang lalu secara tiba-tiba menoleh ke arah suzy dengan memamerkan innocent style andalannya.

“Se..sehun-ssi? Kenapa kau bisa di sini?” tanya suzy.

Dengan melipat tangan di dada, sehun menatap suzy dari atas sampai bawah. Membuat suzy merasa risih.

“Ya berapa tinggi mu? Kau ini cebol sekali. Mengambil yang beginian saja tidak bisa. Pasti dulu kau malas minum susu makanya kau jadi cebol. Ya, susu itu bisa membuatmu tinggi. Begini saja kau tidak tahu? Ckck, menyedihkan!”

Sehun kemudian membalikan tubuhnya menghadap rak, lalu berkacak pinggang. “Ada yang perlu ku ambil?” tanyanya.

“Tidak perlu.” Ucap suzy dingin. Ditatapnya sehun dengan kesal. Sehun yang melihat hal itu justru merasa heran.

“Waeyo?” tanya sehun. Menurutnya ia telah membantu suzy, tapi kenapa suzy justru terlihat marah padanya?

Namja itu ke mudian menelan ludahnya sendiri  ketika suzy menatapnya tanpa berkedip. Tersirat kemarahan di balik mata hitam yeoja itu.

“Ya boleh ku tahu apa alasanmu kemari?” tanya suzy.

Sehun mengusap tengkuknya. Matanya namja itu melihat ke sana ke mari seperti tidak tenang.

“Ten..ten.. ten.., Ya tentu saja siapapun yang kemari pasti mau belanja. Pertanyaan bodoh macam apa itu? Kau ini aneh sekali.” Sahut sehun dengan mencoba tertawa. Tapi suzy sama sekali tidak tertawa. Yeoja itu justru memicingkan matanya menatap curiga padanya.

Sehun kembali menelan ludahnya sendiri.

“Benarkah?” tanya suzy dan sehun menggangguk dengan cepat.

“Kau bohong!” sergah suzy.

Ucapan suzy barusan membuat sehun menjadi salah tingkah. Namja itu tak tahu lagi kata-kata apa yang harus dikeluarkannya agar suzy percaya.

“Kuyakin kau kemari hanya untuk menghinaku. Kau selalu mengatakan sesuatu yang menyakitkan. Aku tidak tahu jika kau segitu tidak sukanya pada murid pindahan sepertiku. Ya memangnya sekolah itu milikmu? Dan orang sepertiku tidak berhak masuk ke sana?” ucap suzy sambil memajukan tubuhnya ke arah sehun membuat sehun semakin mundur ke belakang.

“A..A…A..a..a…” sehun tergagap-gagap. Namja itu sepertinya tak mampu mengeluarkan kata-katanya lagi. Dia gugup dan semakin gugup ketika suzy kembali bertanya padanya.

“Ya apa kau membenciku?” tanya suzy sambil bertolak pinggang.

“Eh? A..ny..yo” jawab sehun dengan mengibaskan tangannya di udara seolah mengatakan jika itu tidak benar. Tapi sepertinya itu tidak mempengaruhi suzy. Yeoja itu justru semakin bertambah kesal padanya.

“Hah, aniyo?!” ucap suzy sambil tersenyum sinis ke arah sehun.

“Kau mau membodohiku? Ya aku tahu, kau pasti membenciku Oh sehun. Aku yakin seyakinnya jika kau sangat membenciku. Kau juga tak pernah menganggapku teman. Dibandingkan dengan semuanya hanya kaulah orang yang paling jahat padaku dari hari pertama.” Suzy berkata sembari menunjuk-nunjuk wajah sehun membuat namja itu memundurkan kembali langkahnya hingga tubuhnya tak sengaja menabrak rak.

“Aku tidak membencimu.” Sehun kembali menjawab dengan menggelengkan kepalanya berkali-kali. Matanya melihat ke belakang. Tubuhnya telah merapat pada rak. Tak ada lagi jalan. Ia benar-benar terperangkap sekarang.

“Bohong! Kalau kau tidak membenciku, lalu apa?”

“Kau salah. Kau salah paham.” balas sehun kalang kabut. Ia tak mampu menatap mata suzy. Matanya bergerak ke sana ke mari untuk mencari posisi berdiri yang lebih baik.

“Kau membenciku, kan? Mau menyangkalnya lagi!” ucap suzy emosi.

“Anyo.” Balas sehun.

“Kau membenciku!” balas suzy.

“Aniyo!” balas sehun.

Keduanya terus mengatakan kata-kata itu tanpa henti. Hingga akhirnya suzy memutar bola matanya dan menatap sehun dengan geram. “Wuah, kau memang menyebalkan ya oh sehun!!  Jangan bercanda, aku tahu k─“

Aku justru menyukaimu!

 

 

 

T B C

NB: mengenai krystal pada chapter kemarin, saya simpan untuk chapter selanjutnya.  

 

 

20 thoughts on “[FF Freelance] I Love You, More Than I Know (Chapter 6)

  1. authorrrrr ko lama sih publish.y????
    aku tiap hari cek blog ini nungguin ff ini..

    thor aku pkir yg nolongin suzy itu kris
    ternyata eh ternyata…
    ditunggu thor part 7.y
    next part jgn lama² thor publish.y
    jeballl author-nim

  2. Wahh suzy bakal kayak gimana tuh thor pas sehun ngucapin itu ke suzy??? Penasaran thor!!! Lanjut thor yang cepet next chapter!😉 keep writing and fighting thor!😀

  3. sehun udah ngungkapin prasaannya, reaksi suzynya gmana yaa? Aaa makin penasaran sma klanjutannyaa. Jangan lama lamaa yaa thoorr. Jebaaaaalll

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s