[FF Freelance] My Sister VS My Girl (Chapter 2)

POSTER MY SISTER VS MY GIRL

Title : My Sister VS My Girl (Chapter 2)

Twitter/Fb : @leenami0203 / Nami Lee

Author : Nami

Rating : PG-13

Length : Chaptered

Genre : Family, Life, Humor

Main Cast : Cho Raehyun (OC), Lee Anna (OC), Cho Kyuhyun (super junior)

Support Cast: Jr (J&J) / Ui Bong (Dream high), Lee Sera, Anna Appa dll

Previous: Chapter 1

Author kembali lagi di part 2, masih setia kan? Semoga aja masih. Hindari plagiat atau copas TANPA IJIN, kalo ijin dulu pasti diijinin kok asal sertakan nama authornya. Gomawo😀 *pelukciumbuatkamu*

Happy Reading !!

 

 

Ketika sampai di rumah Anna, Rae langsung menghentikan langkahnya. Wajahnya mendadak pucat, matanya menyorotkan keterkejutan dan kebencian akan sesuatu. Kyuhyun yang mengetahui hal itu lekas bertanya, “Waeyo?” Rae hanya menggeleng dan melanjutkan berjalan mengikuti Kyuhyun masuk ke rumah Anna.

Kebenciannya semakin bertambah ketika melihat sebuah foto keluarga yang di pajang diruang tamu. Tapi sebisa mungkin Rae mengendalikan emosinya.

Jika Rae sedang merasa emosi, lain halnya dengan Kyuhyun yang merasa sangat gugup, bahkan kegugupannya semakin bertambah karena sedari tadi Appa Anna menatapnya dengan dingin. Anna menggenggam tangan Kyuhyun dan menahan geli melihat ekspresi tegangnya.

“Mohon maaf sebelumnya jika ucapan saya nanti kurang berkenan di hati Abeonim, saya berniat untuk menjadikan Anna pasangan seumur hidup dengan menikahinya. Walaupun belum terlalu lama pacaran, tapi saya yakin dan bersungguh-sungguh dengan ucapan saya. Saya berharap Abeonim dapat memberikan restu untuk kami.”

“Hahahahahahaha…” Anna tertawa keras seketika dan sukses membuat Kyuhyun bingung dengan apa yang terjadi.

“Appa hentikan sandiwaramu, kau tidak lihat wajah Kyuhyun Oppa sudah pucat.. Hahaha,”

“Aish kau ini, aku kan hanya ingin melihat seberapa seriusnya dia,” ucap Appa Anna tidak terima lalu beralih memandang Kyuhyun, “Apapun itu asalkan bisa membuat Anna bahagia, aku merestuinya.” lanjutnya dengan senyuman hangat.

“Kamsahamnida Abeonim,” ucap Kyuhyun sambil membungkukkan badan dan mengecup tangannya.

***

“Hyung…emm setelah ku pikir-pikir lebih baik kau tinggalkan Anna Eonni saja, batalkan pernikahan dan segalam macamnya.” ucap Rae dengan ekspresi takut-takut.

“Leluconmu tidak lucu sama sekali Rae,” sahut Kyuhyun.

“Aku tidak bercanda, kau harus meninggalkannya karena dia bukan yeoja baik”

“Mwo? Shireo!!! Bukankah kau yang menyuruhku untuk cepat-cepat menikah, bahkan kau juga bilang dia baik. Sekarang apa-apaan ini, kau menyuruhku putus? Aish, aku tidak tahu jalan pikiranmu Rae,”

“Hyuuung, kau harus parcaya padaku!! Aku tidak ingin sesuatu beruk menimpamu,”

“SHIREO.. SHIREO.. SHIREO !!! Aku sudah melamarnya di depan Abeonim dan kau pikir aku akan menaruh muka dimana jika membatalkannya?” Kyuhyun benar-benar tidak mengerti kenapa adiknya tiba-tiba berubah pikiran dan menolak Anna. Sangat plin plan, pikirnya.

“Jika kau tidak mau memutuskannya, aku akan pergi dari rumah ini!!” ancam Rae tidak mau kalah.

“Pergilah jika itu maumu, aku akan tetap mempertahankan Anna!!”

Mata Rae mulai berkaca-kaca, dia benar-benar tidak percaya bahwa Kyuhyun menolak permintaannya. Seorang Kyuhyun yang selama ini selalu membela dan menurutinya tiba-tiba menolaknya begitu saja. Hatinya terasa sakit. Ini adalah pertama kalinya Kyuhyun membuatnya menangis, sebelumnya Kyuhyun tidak pernah berbuat seperti ini.

“Hyung… aku janji setelah ini kau boleh menikahi siapapun dan aku tidak akan mengganggu…asal…bukan dengan Anna Eonni,”

“Memangnya kenapa jika dengan Anna?” tanya Kyuhyun sedikit penasaran. Rae hanya membalasnya dengan gelengan kepala dan berlari menuju kamar.

“DASAR KEKANAKAN!!” teriak Kyuhyun.

Dikamarnya Rae menangis semalaman, dia benar-benar tidak rela jika Kyuhyun menikah dengan Anna. Trauma beberapa tahun lalu menghantuinya kembali seperti sebuah mimpi buruk. Dia benar-benar takut hingga memejamkan mata pun tak sanggup.

***

Besoknya keadaan sudah mulai membaik, Kyuhyun sudah bersikap biasa kepada Rae ataupun sebaliknya. Rae beranggapan bahwa Kyuhyun bersedia memutuskan Anna, berbeda dengan Kyuhyun dia berpikiran bahwa Rae sudah menerima Anna kembali.

“Annyeong, Oppa kau dirumah?” suara seorang yeoja –Anna– terdengar dari arah pintu.

Kyuhyun muncul dan menghampiri Anna dengan senyuman sumringah, lalu mengecup keningnya singkat. Berbeda dengan Rae, dia benar-benar menahan amarah melihat kakaknya dan yeoja yang dibencinya sedang bersama.

“HYUNG, KENAPA KAU BELUM MEMUTUSKANNYA?” teriak Rae tak kuat menahan marah, tangannya mengepal hendak melayangkan pukulan pada Anna tapi buru-buru ditahan oleh Kyuhyun.

“APA-APAAN KAU INI?”

“BAIKLAH, JIKA MAUMU BEGITU !! AKU AKAN BENAR-BENAR PERGI !!” lagi-lagi mata cantik milik Rae berkaca-kaca, tanpa aba-aba Rae berlari keluar rumah tanpa membawa apapun, kini air matanya sukses mengalir dipipi mulusnya.

“PERGILAH!!” teriak Kyuhyun.

Anna yang melihat pertengkaran saudara itu hanya bengong tidak mengerti sama sekali, “Oppa, sebenarnya ada apa ini? Kenapa Rae seperti itu?”

“Molla, biarkan saja. Dia masih sangat labil, nanti sore pasti juga pulang.” ucap Kyuhyun sambil meletakkan minum di atas meja untuk Anna.

Hari sudah malam dan Rae tak kunjung pulang, Kyuhyun mulai khawatir sehingga mencoba menghubungi Rae. Tapi yang didengarnya adalah dering HP Rae dikamarnya. Sekali lagi, Rae pergi tanpa membawa apapun.

“Semoga besok pagi Rae sudah pulang,” ucap Kyuhyun penuh penyesalan.

***

Sore hari setelah pulang kerja Kyuhyun menyadari rumah masih terasa sepi, itu menandakan Rae belum pulang ke rumah. Dia memutuskan untuk mencari Rae.

Ketika akan pergi keluar, Anna menghampiri Kyuhyun dan menanyakan kabar Rae. Kyuhyun hanya menggeleng tanda tak ada kabar.

“Aku akan mencarinya”, ucap Kyuhyun.

“Aku ikut Oppa,”

“Maafkan aku Anna sepertinya aku akan mencarinya sendiri saja. Mm…aku ingin mengatakan sesuatu padamu ini menyangkut Rae…” Anna mendongakkan kepalanya menatap Kyuhyun.

“Rae… dia tidak suka jika kita bersama, aku tidak tahu pasti alasannya. Dia juga anak yang tidak mudah mengeluarkan air mata, kecuali memang sudah benar-benar menyakitkan untuknya dan ini adalah kali pertama aku membuatnya menangis. Kebahagiaan Rae adalah prioritasku, jadi lebih baik kita akhiri hubungan kita sampai sini. Mianhae, aku sangat menyesal,” Anna sebisa mungkin menahan air matanya yang sudah menggenang di ujung mata.

“Tapi Appa__,” belum selesai Anna berbicara Kyuhyun sudah mendahuluinya.

“Aku akan membicarakan ini pada Abeonim secepatnya, kau tidak usah khawatir… Permisi.” Kyuhyun langsung pergi tanpa memperdulikan Anna yang sudah menangis dibelakangnya.

Saat ini hati Anna benar-benar hancur, dia tidak menyangka bahwa Kyuhyun meninggalkannya begitu saja.

***

Kyuhyun melihat Rae dari jauh sedang duduk di kursi taman dengan wajah ditenggelamkan pada lututnya. Kyuhyun merasa sangat bersalah dan lekas menghampiri. Rae merasa ada seseorang yang memeluknya, dia tahu itu adalah Kyuhyun karena tercium dari aroma parfumnya. Tapi tetap enggan mengangkat kepalanya.

Dengan perlahan Kyuhyun membelai rambut Rae, “Mianhae, pulanglah…tanpamu rumah sangat sepi, serasa tidak ada kehidupan.” kata Kyuhyun. Rae merasa diajak bicara mendongakkan kepalanya.

Muka kusut, mata sembab, rambut berantakan, baju lusuh, benar-benar seperti seorang pengemis jalanan.

“Aku akan pulang jika kau sudah memutuskan Anna Eonni,”

“Aku sudah melakukannya,” jawab Kyuhyun dengan tersenyum.

“Benarkah?” seketika Rae berdiri dan melompat-lompat kegirangan. Kyuhyun yang melihat hal itu hanya tersenyum, walaupun jauh di lubuk hatinya yang paling dalam dia tidak rela putus dengan Anna karena masih mencintainya

“Sekarang ceritakan kenapa kau membenci Anna,” Rae mengangguk mengiyakan.

***

Flashback

Raehyun POV

Dulu saat SMA aku memiliki seorang teman bernama Lee Sera, dia sangat pandai dalam berbagai macam hal sehingga membuatku kagum. Seiring berjalannya waktu dia berubah menyebalkan, dia sering mengejekku karena aku miskin dan tidak memiliki orang tua, dia juga beranggapan bahwa aku saingannya. Awalnya aku bisa menahan emosi, tapi semakin lama kesabaranku habis sehingga aku memukulnya dan kami terlibat adu fisik.

Kami berdua disuruh menghadap kepala sekolah saat itu.

“Dia duluan yang memukul saya Pak!!” ucap Sera.

“Benar itu Rae?” tanya kepala sekolah. Aku hanya menganggukkan kepalaku karena memang kebenarannya seperti itu, tapi aku melakukan karena memiliki sebuah alasan dan tidak asal memukul.

“Aku akan mencabut beasiswamu dan mengeluarkanmu dari olimpiade matematika,” aku shock mendengar penuturan kepala sekolah. Aku terus memohon agar tetap mendapat beasiswa itu, masalah keluar dari olimpiade matematika tidak kuperdulikan.

Aku selalu mengingat kata-kata Kyuhyun Hyung –selama masih mampu dan bisa carilah ilmu sebanyak-banyaknya, gapai cita-cita setinggi mungkin–, aku berpikir bagaimana aku bisa melanjutkan sekolah jika beasiswaku dicabut.

Akhirnya setelah melakukan beberapa penawaran dengan kepala sekolah beasiswaku tidak jadi dicabut dengan syarat aku memenangkan olimpiade matematika.

Aku meminta Kyuhyun Hyung untuk mengajari setiap hari hingga akhirnya aku mendapatkan medali emas di olimpiade itu karena memenangkan juara 2.

Seiring berjalannya waktu Sera tidak pernah menggangguku lagi. Aku merasa tenang. Tapi ketenanganku tidak berjalan lama karena Sera kembali membuat masalah.

Saat itu sedang ujian kenaikan kelas dan semua murid mendapat nilai sama rata, Kang seongsangnim yang mengetahuinya mersa curiga sehingga menyelidiki dan menemukan rekaman seorang siswa perempuan memakai topeng membobol tempat penyimpanan soal-soal. Beliau mengancam tidak akan menaikkan semua murid jika tidak ada yang mengaku. Tiba-tiba…

“Rae yang melakukannya, dia membagikan soal itu secara cuma-cuma kepada kami semua. Kami mengira itu adalah kisi-kisi untuk belajar jadi kami menerimanya. Bukankan begitu teman-teman?” ucap Sera menuduhku.

Semua teman-teman mengangguk mengiyakan karena Sera menyuap mereka dengan uang. Aku tidak terima dengan ucapan Sera lantas membalasnya.

“Bukankah kau yang mengambilnya, kemarin aku melihatmu menyebarkan soal itu pada teman-teman, kau bahkan menyuap mereka dengan uang untuk tutup mulut. Mengaku saja, jangan menuduh orang yang tidak bersalah!!”

Sera marah dengan ucapanku, “Jadi kau menuduhku? Kenapa tidak kau tanyakan saja pada teman-teman,”

Aku tidak bisa menahan emosiku, sehingga sebuah tamparan berhasil mendarat di pipi putih Sera. Tidak hanya berhenti di situ, Sera membalas dengan menarik rambutku. Kami terlibat adu fisik kembali dan lagi-lagi kepala sekolah memanggil kami beserta ‘orang tua/wali murid’.

Saat itu aku tidak berani mengatakannya kepada Kyuhyun Hyung karena tidak tega membebani pikirannya. Dia benar-benar bekerja keras diusia mudanya, setiap pagi dia bekerja sebagai pengantar koran, setiap pulang sekolah selalu bekerja di café hingga sore dan malam harinya sebagai guru privat. Selain itu saat weekend dia mencari pekerjan sampingan lain dengan menjadi kuli panggul di pasar.

Apa yang akan dikatakannya jika mengetahui aku terlibat masalah di sekolah, dia bisa sangat kecewa padaku.

Dengan berat hati aku memasuki ruang kepala sekolah sendirian, disana aku melihat Eomma Sera menatapku dingin.

Kepala sekolah salah mengartikan ketidakdatangan waliku dan menuduhku sebagai pelaku pencurian soal tersebut. Eomma Sera pun ikut menuduhku serta menambahkan embel-embel menyangkut keadaan finansialku, aku merasa sangat sakit hati.

“Kau resmi dikeluarkan!” ucap kepala sekolah yang membuat Sera tersenyum kemenangan. Aku hanya bisa bersedih mertapi nasibku yang malang ini.

Ketika semua murid sudah pulang, aku sengaja masuk ruang kepala sekolah untuk melakukan penawaran kembali. Aku menceritakan semua keadaanku kepada kepala sekolah, akhirnya beliau tidak jadi mengeluarkanku dengan syarat diadakan ujian ulang.

Teman-teman tidak setuju dengan diadakannya ujian ulang dan menyuruhku mengikuti ujian sendiri. Mana mungkin mereka mau mengerjakan soal-soal yang membuatnya mual itu. Akhirnya dengan terpaksa hanya aku yang mengikuti ujian ulang.

Kang Seongsangnim memberiku soal yang lebih sulit dari sebelumnya, tapi aku tetap bisa mengerjakan dan mendapatkan nilai sempurna. Aku merasa lega.

Satu tahun berlalu, saat itu adalah hari kelulusan. Aku berniat ke kamar mandi, tapi langkahku terhenti ketika melihat Sera sedang bercinta dengan seorang namja kelas sebelah bernama Jr. Aku benar-benar terkejut, bagaimana bisa seorang anak yang masih dibawah umur melakukan hal seperti itu.

Secepat kilat aku berlari ke ruang guru untuk melaporkan apa yang kulihat. Sera dan Jr sukses mendapatkan omelan panjang dari kepala sekolah, pada awalnya mereka akan dikeluarkan tapi toh percuma saja karena ini adalah hari kelulusan.

Tidak berhenti sampai disitu, Sera berniat balas dendam dengan memerintahkan 5 orang namja untuk melecehkanku.

Saat itu aku berlari sekuat tenaga menghindari kejaran mereka, tapi nasib buruk sedang berada di pihakku karena salah satu dari namja itu menarik kakiku dan mendorong badanku kedepan sehingga membuatku jatuh tersungkur. Kejadian itu berlangsung sangat cepat, aku tak sanggup melawan, aku hanya bisa pasrah dan berteriak minta tolong serta menangis, berharap ada seorang malaikat yang datang menolongku.

Tiba-tiba ada seorang namja menarikku dari gerombolan itu dan membawa pergi menjauh, aku berusaha memberontak bahkan semakin memberontak ketika kulihat namja itu adalah Jr. Aku mencoba menghentakkan tanganku dari genggamannya, tapi tenaganya lebih kuat sehingga tidak berhasil.

Setelah sampai di tempat yang sepi, dia perlahan-lahan melepas jaketnya. Aku terkejut dengan apa yang dia lakukan, sehingga kupejamkan mataku erat. Aku berharap dia tidak melakukan sesuatu yang buruk.

“Pakailah,” katanya singkat.

Aku membuka mataku kembali dan mengambil jaket dari tangannya. Cepat-cepat aku mengenakan jaket tersebut karena memang bajuku yang sudah sobek dimana-mana.

“Sera benar-benar keterlaluan, kau tidak apa-apa?” tanya Jr, aku hanya membalasnya dengan anggukan.

Aku berbohong. Aku tidak merasa baik-baik saja. Badanku bergetar, tubuhku rasanya lemas, aku benar-benar takut, bahkan sangat takut.

“Pulanglah, hati-hati dijalan..” ucap Jr dan pergi meninggalkanku begitu saja.

Flashback end

***

Author POV

Rae memeluk Kyuhyun erat sambil menangis didadanya. Kyuhyun juga melingkarkan tangannya di leher Rae sambil membelai kepala untuk menenangkannya.

“Kau mempunyai masalah seberat ini, kenapa tidak pernah menceritakannya kepadaku? Setidaknya aku bisa membantumu,” tanya Kyuhyun.

“Aku takut kau kecewa padaku,”

Kyuhyun melepaskan pelukannya, lalu memegan pipi Rae dan menghapus air matanya, “Uljima, ini benar-benar bukan gaya Rae. Lalu apa hubungannya dengan Anna?”

“Anna Eonni, adalah kakak Sera. Aku baru tahu saat kita berkunjung kerumahnya. Aku benar-benar tidak ingin berurusan dengan keluarga itu lagi.. aku.. aku takut Hyung”

Mereka tidak menyadari jika ada orang yang mendengar pembicaraan mereka dari balik pohon.

Sebenarnya dari tadi Anna sengaja membuntuti Kyuhyun untuk melihat apa yang terjadi. Setelah mengetahui pengakuan mengejutkan dari Rae, Anna menangis dan berlari pulang. Dia benar-benar merasa menjadi kakak yang buruk.

“Aku tahu kau mengalami trauma bukan? Tapi tidak seperti ini caranya Rae. Anna bukan Sera, mereka dua orang yang berbeda. Mungkin kau boleh membenci Sera tapi tidak seharusnya kau membenci Anna, mengerti?” Kyuhyun mencoba memberi nasehat kepada Rae. Tetapi Rae diam saja tidak merespon.

***

Hari minggu yang cerah. Kyuhyun dan Rae memutuskan untuk mengunjungi makam kedua orang tuanya dengan membawa seikat bunga mawar putih kesukaan Eommanya dan seikat bunga dahlia warna kuning kesukaan Appanya.

“Eomma hari ini kami membawakan mawar kesukaanmu, dan Appa kami juga membawakan bunga dahlia… kami merindukanmu, sangat-sangat merindukanmu” ucap Kyuhyun mengwali.

“Apakah Eomma dan Appa bahagia disana? Kami harap kalian bahagia karena kami disini juga bahagia,” sambung Rae dengan senyuman.

Mereka melanjutkan dengan berdoa di depan makam orang tuanya.

Saat Kyuhyun dan Rae berjalan menuju mobil, dikagetkan dengan kedatangan Anna. Sebaliknya, Anna tidak merasa terkejut sama sekali karena memang sedari tadi dia sudah melihat Kyuhyun dan adiknya.

“Annyeong Oppa, Rae” sapa Anna lembut.

“Annyeong, apa yang kau lakukan disini Anna?” Tanya Kyuhyun penasaran.

“Tentu saja mengunjungi makam Ibu dan adikku,” Kyuhyun terlihat menyernyitkan keningnya tanda tak mengerti, sedangkan Rae tidak mau melihat Anna sama sekali dan mengalihkan pendangannya melihat hal lain.

“Adik? Lee Sera?”

TBC

Akhirnya selesai juga. Sebentar lagi part akhir looh, ayo ayo kritik dan saran dari readers author tunggu. TengKyu~

2 thoughts on “[FF Freelance] My Sister VS My Girl (Chapter 2)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s