[Chapter 1] XXME BASTARD!!!

XXME PART1

 

Title: XXME BASTARD!!! | Author: Cimolxx92 | Main Cast: BIGBANG’s Kwon Jiyong (G-Dragon), Sandara Park (2NE1), Jennie Kim(New YG Artist), Nam Taehyun (WINNER), Mizuhara Kiko |Support Cast: YG FAMILY |Rating: PG-15| Genre: Romance, Family, Friendship |Length: Chapter.

 

Disclaimer

Plot Is Mine. The Characters are belong to God. Say No To Plagiarism🙂

 

©2014

Love Is Painful, All The Love Is Painful

Kwon Jiyong.

Laki-laki yang genius dalam menciptakan musik itu tengah duduk di café YG. Earphone berwarna Ungu menempel di telinganya. kakinya bergoyang mengikuti beat dari lagu hip hop favoritnya. dia sama sekali tidak menghiraukan keadaan disekitarnya yang ramai oleh beberapa staff YG dan artis YG yang berlalu lalang mengambil sarapan mereka atau hanya duduk sambil menikmati secangkir kopi.

Pagi yang indah. awal yang lumayan untuk meneruskan jadwal padatnya hari ini.

Dia masih berpikir begitu sampai sudut matanya menangkap sosok seorang gadis berjalan cepat kearahnya. gadis itu terlihat urakan. T-shirt putih yang kebesaran, Blue Jeans yang robek dibeberapa tempat, tas ransel besar yang dapat memuat anak singa masuk kedalamnya. namun, dibalik penampilannya yang terlihat seperti gengster itu, dia memiliki rambut hitam yang panjang dan sedikit ikal, jatuh halus disekitar punggungnya, dan juga wajah yang manis.

Oh Tidak… kenapa dia harus mengganggu hariku yang indah ini. Jiyong berusaha bangkit dari duduknya untuk menghindari bahaya yang sedang mengancamnya sekarang. tapi terlambat, gadis yang bernama Jennie Kim itu dengan cepat duduk dihadapannya dan membanting tas ranselnya dengan kasar. mata bulatnya menatap Jiyong dengan tajam.

“Aiish, Ajjushi… aku kan belum selesai bertanya padamu tadi!” Jennie berteriak keras, bahkan Jiyong dapat mendengar teriakannya yang cempreng itu bercampur dengan suara Eminem yang sedang berkoar dari Earphone yang masih menggantung ditelinganya.

“Ya! aku bilang panggil aku “oppa”! aku ini bukan Ajjushi!!!” Jiyong berkata kesal, membanting dirinya kembali ke kursi yang dikiranya paling nyaman di pagi ini. melepaskan Headphone-nya dan menatap gadis berusia 18 tahun itu dengan marah.

“Ajjushi. kau ingin secangkir capucinno? aku akan traktir.” Jennie tersenyum mengabaikan omelan Jiyong.

“Tidak, aku harus pergi sekarang.” Jiyong berkata dingin, membereskan barang-barangnya yang masih berserakan.

“Tidak bisa begitu! cepat jelaskan padaku! bagaimana rasanya melakukan hubungan sex?!!!” Jennie berteriak kencang.

Seluruh orang mulai menatap kearah mereka. menghentikan aktivitas indah mereka. yang terdengar hanya suara musik Café yang memutar lagu Linkin Park yang berjudul Numb. Jiyong menatap gadis dihadapannya dengan wajah siap membunuh. berani-beraninya gadis berengsek ini merusak mood-nya di pagi hari.

“Ya, Jennie Kim. ada apa dengan kalian berdua?” Tablo berkata pelan sambil mendengus menahan tawa. “kembalilah beraktivitas semua. ini hanya lelucon yang dibuat anak kecil.” Tablo berdiri sambil berkata riang. berusaha membuat suasana kembali normal.

Jiyong duduk menatap Jennie. Tablo menggeser kursinya mendekat ke samping gadis yang masih tampak bingung. apa yang salah pada kata-katanya tadi? bukankah mereka semua orang dewasa yang sudah mengerti. bukan anak remaja penasaran seperti dirinya.

“Ada apa?” Tablo berkata pelan sambil menyodorkan teh hijau hangat kepada Jennie. Jennie mengernyit menatap cairan hijau menjijikan dihadapannya. Ajjushi ini ternyata lebih parah dari yang diduganya. sikapnya mirip kakek-kakek yang bau balsam.

“Aku harus tahu bagaimana rasanya berhubungan sex.” Jennie berkata putus asa.

“Ya, kenapa kau harus tahu. dan kenapa kau harus bertanya pada Jiyong? bukankah bertanya pada kedua orang tuamu itu lebih baik?” Tablo berkata sabar.

“Aku harus menyelesaikan novel online-ku secepatnya. pokoknya harus. tapi karena aku tidak pernah jatuh cinta dan juga merasakan hubungan orang dewasa, makanya aku bingung bagaimana mendeskripsikannya dengan baik.” Jennie merengek.

“Whoaaa… kau ini. Sekolah, menjalani trainee, dan kau masih sempat menulis?” Tablo merasa sedikit bingung pada gadis remaja dihadapannya. apakah novel online-nya itu benar-benar penting sampai dia menjadi seperti ini?

“Pokoknya aku harus tahu!!!” Jennie kehabisan kesabaran dan menggebrak meja dengan keras. melotot kearah pria dihadapannya yang sedang asik memainkan game.

“Ya, Blo Hyung, kau sudah punya istri kan? jelaskan padanya.” Jiyong berkata sambil menyeringai. Tablo yang mendengar itu hanya tersedak teh hijau hangatnya.

“Kau yang harus menjelaskannya padaku! pokoknya kau!!!” Jennie memajukan wajahnya kearah Jiyong dan mendesis.

“Kenapa? kenapa harus aku?”

“karena aku melihatmu melakukannya dengan model Jepang bernama Mizuhara Kiko tadi pagi.” Jennie menampilkan seringai lebarnya seperti rubah betina.

Tadi pagi? ah, kejadian sial itu…

 

Flashback – Seoul, 4.30 Dini Hari

Jiyong merasakan hantaman keras dikepalanya saat dia mencoba membuka matanya yang terasa sangat berat. Mencoba menyesuaikan diri pada keadaan disekitarnya. ini aneh, sepertinya posisi tidurnya benar-benar aneh karena dia merasakan kakinya tertekuk tidak nyaman.

Dengan mengerang, Jiyong membuka matanya. hal pertama yang dilihatnya adalah langit biru gelap yang dihiasi semburat orange, menandakan matahari akan terbit, Kemudian hembusan angin dingin.

Sial… tempat apa ini? Sambil mengeluarkan sumpah serapahnya, Jiyong benar-benar bangkit. dan betapa kagetnya dia menyaksikan keadaan disekitarnya.

Dia tepat berada didalam mobilnya dengan atap terbuka, beberapa botol soju berserakan di jok kemudi depan, dan dengan takut dia menoleh kearah seseorang yang masih tertidur disampingnya dalam keadaan naked.

Wajah penuh kengerian menghiasinya saat disadari bahwa wanita itu adalah Mizuhara Kiko, gadis Jepang yang menyebalkan dan selalu menempel padanya. dan fakta bahwa dia berada di bawah jembatan sungan Han dan seorang gadis tidak dikenal dengan pakaian olah raga yang lusuh sedang berdiri di depan mobil mewahnya, ternganga menatapnya sambil menenteng anjing yang juga terduduk diam menatapnya.

Bunuh diri di sungai Han tidak terlalu buruk juga saat ini.

Flashback End

 

“Jadi itu kau?” Jiyong menatap tepat ke manik hitam gadis itu. Jennie mengangguk dengan antusias.

“Dan aku punya foto.” Jennie memamerkan sebuah foto paling memalukan yang pernah dilihat Jiyong seumur hidupnya. hingga pria dengan rambut blonde itu hanya bisa terdiam kehabisan kata-kata.

“Ajjushi pasti tahu apa yang akan terjadi jika foto sial ini tersebar di internet.” Jennie lagi-lagi menyeringai. dengan santai, gadis itu menggoyang-goyangkan layar ponselnya tepat didepan hidung Jiyong.

“Jadi?” Jiyong yang sudah malas meladeni tingkah remaja dihadapannya hanya mengangkat satu alisnya. sambil memasang wajah “APA MAUMU, BITCH?”

“Ajari aku.” Senyum mengembang dibibir gadis itu, entah ide gila apa yang sedang berputar diotaknya. “Ajari aku cinta yang sesungguhnya.”

Tablo terbatuk tanpa alasan yang jelas. Jennie lagi-lagi mendekatkan wajahnya kearah pria dihadapannya yang masih menatapnya tanpa ekspresi.

“Bukan cinta remaja, tapi cinta dewasa. buat aku bisa mendeskripsikan dengan baik. hingga novelku layak dibaca oleh orang lain.” Gadis itu berbisik pelan.

“Kalau aku tidak mau?”

“Ajjushi akan melihat foto ini beberapa detik kemudian tersebar ke seluruh dunia. Ajjushi tahu kan, karir Ajjushi bisa saja berakhir loh…” Jennie terkikik ketika membayangkan foto seorang Kwon Jiyong didalam mobilnya yang mewah, tidak mengenakan apapun selain boxer, dengan gadis naked yang tertidur disampingnya.

Jiyong hanya menghela napas putus asa. ini adalah kesalahan terbesar yang pernah dibuatnya. Jika CEO YG tahu tentang hal ini, maka habislah dia.

“Baiklah, Jennifer Kim. kita lihat seberapa berani dirimu menghadapiku.” Jiyong menampilkan senyum mautnya.

Jennie tertawa senang. kali ini, dia tidak akan membiarkan para pembaca novel online-nya mengejeknya amatiran lagi.

Aku bisa bernyanyi, menari, melakukan rapp dan penampilan panggung yang keren. tapi menulis adalah langkah ampuh melepaskan kejenuhanku. lihat saja hasilnya nanti!

***

Even if a long time passes by, we will still remember each other. Those times when there was still “US” – 2NE1 Missing You

Mizuhara Kiko menatap butiran salju pertama yang jatuh di Seoul. Wajah cantiknya begitu kosong, rasa kesepian dapat membunuhnya saat ini juga. Dengan malas dia menatap layar ponselnya yang terus bergetar. Managernya berusaha membawanya kembali ke Jepang. Tapi, dengan bersikeras wanita anggun itu menolak. Setidaknya sebentar saja, beri dia waktu sebentar saja untuk tinggal lebih lama di Seoul. Ada hal yang harus diselesaikannya dengan laki-laki itu. Laki-laki yang telah menorehkan luka dalam dihatinya.

“Apa karena kau takut kehilangan popularitas? Apa karena kau takut para fansmu itu meninggalkanmu?”

“Bukan, bukan karena omong kosong seperti itu.”

“Lalu kenapa? Kenapa kau bilang kita sudah selesai?”

“Karena aku bastard. Karena aku tidak merasakan kehangatan saat kau menggenggam tanganku ataupun memelukku. Kurasa ini sudah cukup. Aku sama sekali tidak pernah mencintaimu. Maaf.”

Maaf? Kata maaf itu seperti racun yang membunuhnya dalam hitungan detik. Tapi, Kiko tidak percaya. Buktinya pria itu masih mau tidur bersamanya. Buktinya pria itu masih ingin menikmati tubuhnya. Apakah ini salah? Kiko bukan seorang pelacur. Tetapi, dihadapan pria itu dia rela walau harus menjadi seorang pelacur.

***

“23.40 KST” Jennie menatap jam ditangannya yang terus bergerak. Ini sudah sangat larut malam, dan besok adalah hari yang sibuk, karena dia harus latihan vocal pagi-pagi. Rencana sajangnim untuk mendebutkannya tahun ini membuatnya benar-benar bersemangat. Apakah dia harus tetap keras kepala menunggu laki-laki yang masih bersenang-senang didalam club? Dengan kesal, Jennie menghentakan kakinya keras dan terus mondar-mandir di depan pintu masuk. Andai saja umurnya sudah cukup, dia pasti akan langsung masuk dan menyeret Ajjushi sombong itu keluar dari tempat terkutuk ini.

Gerakan kesal Jennie terhenti saat disadarinya seorang PSK keluar dari dalam club. Dia terhuyung mabuk dan muntah di pinggir trotoar. Jennie mengernyitkan hidungnya karena baunya hampir membuatnya pingsan. Dengan tidak berdaya, PSK Itu terhuyung ke rerumputan dan jatuh tertidur.

Jennie terdiam menyaksikan pemandangan dihadapannya. Dia hampir bersumpah pada dirinya, jika saja dia bisa menjadi seorang kepala Negara, dia akan membasmi wanita-wanita menjijikan seperti ini.

Jennie kembali menatap jam tangan pororo-nya 00.01 KST. Dia yakin Ajjushi sombong itu memang berusaha menghindarinya. Itu alasannya langsung kabur ketika jadwal padatnya hari ini selesai. Dia kabur ketempat dimana Jennie tidak akan bisa masuk. Tapi, jangan sebut dirinya Jennifer Kim jika dia tidak bisa menangkap Jiyong hari ini. Senyum mengembang dibibirnya saat dilihatnya PSK itu sedang nyenyak tertidur tidak bergerak sedikitpun. Dilihatnya tas tangan channel milik wanita itu tergeletak dengan sedikit terbuka. Tanda pengenalnya terlihat jelas dibawah cahaya temaram.

***

Bau bir, vodka, rokok.

Dentuman musik, pria dan wanita di lantai dansa. Dan adegan XX di bangku.

Pusing. Itulah yang didapati Jennie saat dirinya melangkah memasuki club dengan balutan dress hitam pekat yang kekurangan bahan disana-sini. Sakit kepala langsung menyapanya saat kilatan lampu berwarna-warni menyerbunya. Butuh beberapa menit bagi Jennie untuk menyesuaikan diri dengan keadaan sekitarnya.

Jennie berjalan pelan menembus kerumunan orang dan waiters yang berlalu lalang. Matanya mencari seorang pria. Tetapi, dimanapun dia mencari, tidak ada pria yang terasa familier dimatanya.

Sekarang, Jennie merasa ketakutan. Apa Jiyong sudah pergi dari sini? Mungkin Ajjushi itu sudah keluar dari sini lewat pintu belakang. Jennie benar-benar merasa bodoh sekarang. Dan dia sama sekali tidak suka dengan tempat ini.

Dengan kebingungan Jennie berdiri mematung di pojok ruangan temaram. Dia menyisir rambut hitamnya dengan gugup, Sepertinya dia harus segera keluar dari tempat aneh ini. Saat dirinya berjalan cepat menuju pintu keluar, tiba-tiba tangannya ditarik kasar oleh seseorang. Jennie terbelalak kaget melihat siapa yang sekarang sedang membimbingnya kesuatu tempat dengan langkah gontai karena mabuk.

Pria mesum. Yang sama sekali tidak Jennie kenal.

Jennie berteriak dan berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari pria itu. Tetapi pria brengsek itu malah semakin bersemangat. Dengan kasar dia memojokan Jennie ke tembok dingin. Beberapa orang memperhatikan mereka. Tetapi, tidak ada seorangpun yang ingin menolong Jennie.

“Woah, tangkapanku memang selalu bagus” Pria mesum itu berbicara, bau alkhohol menyembur membuat Jennie mengernyitkan hidung. Harusnya dia belajar ilmu bela diri, kung fu? Taekwondo? Apapun asal dirinya bisa terbebas dari cengkraman pria mesum yang seolah ingin memakannya itu.

“L-Lepaskan aku ajjushi. Aku masih dibawah umur.” Jennie berkata pelan. Tetapi, pria mesum itu malah tertawa terbahak-bahak sampai wajahnya benar-benar merah seperti kepiting rebus.

“Gadis manis. Aku akan melakukannya dengan lembut, tenang saja…” Tangan pria mesum itu terangkat kearah wajah Jennie. Jennie hanya bisa memejamkan matanya dengan takut. Jantungnya berdegub kencang. Dia menyesal, sangat menyesal masuk ke tempat terkutuk ini. Seumur hidup, ketika dia dewasa, dia berjanji tidak akan pernah menginjakan kakinya ketempat busuk ini lagi.

Jennie memejamkan matanya menunggu pasrah sentuhan kotor pria mesum itu, tetapi setelah bebarapa detik berlalu, Jennie tidak merasakan apapun, dan dia malah mendengar seruan kaget disekitarnya. Dengan gugup, Jennie membuka matanya dan memandang takjub dengan apa yang sedang terjadi dihadapannya.

Kwon Jiyong. Berdiri sambil mencengkram kuat tangan pria mesum itu.

Jennie hampir ingin berteriak sambil menangis kencang. Bahkan dia rela sujud sukur pada Ajjushi itu.

“Siapa kau?” pria mesum itu berkata dengan serak. Melotot marah pada Jiyong.

“Aku?” Jiyong berkata dingin. Dia benar-benar terlihat keren. Dimata Jennie, Jiyong seperti superman yang datang menyelamatkannya. Bahkan, Jennie melihat pria itu bercahaya diantara temaramnya tempat itu. “Aku ini kakak laki-lakinya!!! Berani sekali kau menyentuh adikku!!!” Jiyong memelintir pergelangan tangan pria mesum itu. Pria mesum itu mulai mengerang kesakitan.

“Aku ini bukan adiknya!!!” Tiba-tiba Jennie berteriak dengan suara melengking. Seluruh orang mulai memperhatikannya. Jennie berdehem kemudian tersenyum sambil mengibaskan rambut ikalnya yang halus. “Aku ini pacarnya!” Jennie berkata manis sambil terkikik.

Jiyong mengerutkan keningnya sambil memandang ngeri pada Jennie. Kenapa bisa ada makhluk menyebalkan bernama Jennie Kim. Gadis remaja itu benar-benar bencana untuknya.

“YA!!! GADIS GILA! AYO KELUAR DARI SINI!!!” Jiyong berteriak keras, suaranya bahkan terdengar bergema ditelinga Jennie. Jiyong mulai menyeretnya pergi dan meninggalkan kerumunan orang-orang yang asik menonton dan pria mesum yang masih tampak linglung.

Jennie mendesah bahagia saat dirinya kembali menghirup udara segar kota Seoul. Jiyong melepaskan tangannya dengan kasar dan mengacak rambutnya dengan frustasi. Sang naga sedang sangat marah sekarang.

“Ajjushi, ini salahmu karena menghidariku.” Jennie tersenyum kearah Jiyong yang masih menatapnya garang. “Aku tidak akan pernah masuk kesana lagi.” Jennie berkata mantap dengan tubuh menggigil kedinginan karena baju yang kekurangan bahan disana-sini.

Jiyong hanya menatap remaja itu dengan kesal. Bagaimana caranya membuat gadis dihadapannya ini lari tunggang langgang darinya? Dia tidak tahan kalau terus ditempeli Jennie setiap saat. Jiyong memang sengaja mampir ke club langganannya karena tidak ingin bertemu dengan gadis ini. Tapi rupanya otak Jennie kim benar-benar sudah rusak parah. Dia bahkan berani mencuri pakaian tidak senonoh dan tanda pengenal dari seorang PSK.

“Baiklah Jennie Kim.” Jiyong menyeringai menatap gadis dihadapannya yang sedang kedinginan. “ Lesson 1” Jiyong berjalan mendekat kearah Jennie.

Jennie menatap Ajjushi yang sekarang sedang menatapnya dengan tajam sambil menyeringai, Dia tidak mengerti arti tatapan Jiyong, tetapi tatapan mata itu membuatnya berdebar. Apa ini saatnya? Jennie tersenyum. Ternyata sangat mudah memancing naga itu. Jennie bersorak bahagia dalam hati saat Jiyong semakin mendekat kearahnya.

Jiyong mendekatkan tubuhnya pada tubuh Jennie. Mengeliminasi jarak yang memisahkannya. Jennie mendongak menatap mata cokelat Jiyong yang memicing saat menatapnya. Ajjushi itu pasti sedang menebak-nebak apa yang sedang Jennie pikirkan.

Catat semuanya J. Jennie memulai dialog dalam hatinya. Catat semuanya dengan detail. Rasakan semuanya dengan baik.

Jiyong mulai menempelkan tubuhnya pada tubuh Jennie. Jennie terdiam, merasakan udara disekitarnya semakin menghangat karena panas tubuh laki-laki itu. Jennie memejamkan matanya. Dia menghirup harum tubuh maskulin pria itu. Harum yang benar-benar menggoda dan sexy. Entah jenis parfum apa yang dia gunakan, tetapi aroma tubuh Jiyong benar-benar berhasil menghipnotis Jennie.

“Kau ingin apa?” Jiyong berbisik ditengkuk Jennie. Dengan suara berat dan hembusan napas yang membuat Jennie merinding. “Peluk? Cium? Atau…” Jiyong menggantungkan perkataannya.

Jennie mulai merasakan sesuatu yang aneh sedang terjadi pada tubuh, otak, dan hatinya. Jantungnya mulai berdegub tidak beraturan, darahnya seolah mengalir cepat menuju ubun-ubun kepalanya dan membuat wajahnya memanas. Napas Jennie mulai tidak beraturan saat dirasakannya tangan Jiyong melingkar sempurnya di pinggang mungilnya.

“A… Ajjushi… apakah baik-baik saja melakukan disini?” Jennie berkata terbata. Dia benar-benar memalukan sekarang. Kemana perginya keberanian seorang Jennie Kim? Dia tidak akan kalah oleh ulah Ajjushi yang semakin mengeratkan pelukan pada pinggangnya. “Bagaimana kalau Dispatch menangkapmu?” Jennie kembali berkata pelan, suaranya sedikit gemetar, takut akan sentuhan yang sedang dirasakannya sekarang. Tangan Jiyong tengah bergerak kerambutnya dan mulai membelainya pelan. Oh, ayolah, demi Tuhan. ini merupakan tempat umum. Mereka jelas-jelas sedang melakukan mesum tepat didepan pintu masuk sebuah tempat clubbing yang cukup terkenal di Seoul.

Sebelum Jiyong melakukan sesuatu yang lebih jauh lagi. Sebuah suara seorang wanita membuat gerakan tangan pria itu berhenti. Jiyong menatap sipemilik suara dengan sorot mata malas. Seolah wajahnya berkata “BITCH INI LAGI?”

“Ji…”

Jiyong mulai menjauhkan diri dari Jennie yang sedang asik didekapnya. Kedua tangannya masuk kedalam saku Jeans-nya. Pria itu mengangkat satu alisnya.

“A-apa yang kau lakukan disini?” Suara wanita itu sedikit bergetar. Jelas dia berbicara dalam bahasa inggris. Jennie menoleh dan mendapati Mizuhara Kiko berdiri sambil memandang mereka berdua. Leher jenjang wanita cantik itu terbuka mengundang siapapun yang melihatnya untuk tertarik padanya. Sayangnya, efek pakaian sexy itu tidak berlaku bagi Kwon Jiyong.

“Aku?” Jiyong mendengus menahan tawanya yang hampir meledak. “Bersenang-senang.” Jiyong mengangguk dengan senyum yang menawan, kemudian dia mengeluarkan tangannya dari saku Jeans dan mengeluarkan kotak rokok. Pria itu mencabut sebatang rokok dan menyalakannya, kemudian dengan perlahan menghisapnya nikmat. Matanya sekarang menerawang ke langit malam tanpa bintang. Memperhatikan setiap asap yang melayang pelan diudara.

“Aissh, Ajjushi, kau bisa mati muda kalau merokok. Paru-parumu itu akan digerogoti oleh nikotin sampai hitam seperti daging panggang.” Jennie menggerutu sambil mengernyitkan hidungnya. Berusaha menghalau asap yang terbang disekitarnya masuk kedalam tubuhnya.

Jennie menatap Kiko yang masih berdiri bagai patung. Tatapannya tidak lepas dari Jiyong. Tatapan yang benar-benar menginginkan. Jelas, wanita itu sekarang sedang sangat menginginkan Jiyong. Jennie hanya menyeringai, entah mengapa dia merasa sedikit kasihan pada wanita yang menjadi korban Jiyong.

“Aku tahu kau akan kesini setelah jadwal padatmu usai.” Kiko melangkahkan kakinya mendekati Jiyong dan Jennie. Sepatu High Heels setinggi hampir 30 cm itu berderak berisik saat menyentuh trotoar yang sedikit basah karena salju yang mencair. Pandangan mata gadis itu tepat kemanik Jiyong. Dia seolah lupa kalau ada Jennie yang tengah berdiri diantara mereka. “Kita butuh bicara.” Kiko melanjutkan.

Jiyong mengepulkan asap rokoknya lagi keudara malam. Matanya tetap fokus pada langit, tidak memandang wajah cantik yang sedang menatapnya dengan pandangan memohon. Jiyong muak pada wanita ini. Wanita dihadapannya benar-benar tidak punya harga diri. Dia bahkan bersedia membuka kakinya untuk pria manapun yang ingin tidur dengannya.

“Kita sudah selesai kan?” Jiyong berkata dingin dengan suara berat. “Apa kau tidak punya otak untuk mengerti itu?! Kau itu Cuma pelampiasanku saja! Ingat? Aku sudah mengatakan itu saat pertama kali kita bertemu. Kau sangat tahu kalau hatiku milik siapa.” Jiyong menggeram kesal kemudian membanting rokoknya ke trotoar yang dingin dan menginjaknya asal.

“Aigooo, ahjumma. Apa kau tidak punya sedikit saja harga diri? Tsk… sebagai seorang wanita, aku merasa malu.” Jennie berkata sinis, memandang Kiko yang masih berdiri diam seperti batu dihadapan Jiyong.

Jiyong menyeringai pada Jennie. Jennie tersenyum dibalik punggung Kiko sambil membentuk huruf V pada kedua tangannya.

“Aku butuh tidur, J, ayo pulang.” Jiyong mendekati Jennie dan menarik tangan gadis itu tanpa memperdulikan Kiko yang sedang menangis dalam diam. Kejamkah dia? yeah, dia memang kejam. Salahkan wanita yang sekarang sedang mengurung diri di dalam studio YG Entertainment bersama ketiga temannya yang sudah membuatnya gila dan membuatnya jadi jahat seperti ini.

“Sandara Park.” Kiko berteriak. Menghentikan langkah kaki Jiyong dan Jennie. “Aku akan membuatnya menderita dan merasakan hal yang sama seperti yang kualami sekarang!”

Jennie mendengus kesal. Kiko benar-benar wanita gila yang menyeramkan!

“Kau tahu kan, apa akibatnya jika kau melakukan hal itu?” Jiyong berkata dingin, tatapan matanya bahkan membuat Jennie takut. “Aku tidak akan pernah membuat hal itu terjadi, jadi jangan buang-buang waktumu dan hiduplah seperti wanita normal!”

Jiyong kembali menyeret Jennie, meninggalkan tempat itu, meninggalkan Mizuhara Kiko yang terus menangis dalam diam.

 

TO BE CONTINUED

 

A/N

Leave your comments juseyooo yorobuuunn!!! Kkk, Btw, Mohon maaf karena saya bawa-bawa Kiko. Saya sama sekali gak benci sama Kiko, Cuma pas mikirin tokoh antagonis di FF ini malah si Kiko yang kebayang -__- mian yo! Ini kan Cuma fiksi… so yang suka FF ini terimakasih banyak! Please leave your comments, Please, Please!!! Hehe See U soon!

 

 

 

25 thoughts on “[Chapter 1] XXME BASTARD!!!

  1. Oh my god emosinya naik turun baca ini ff. Kereeen ngetzzz!!!
    Agak risih ya sama karakternya Jenie disini, terlalu ambisius
    Kasian tante kiko dijadiin pelampiasan, penasaran nih ada apa dengan daragon. Fighting author!😉

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s