[Chapter 2] XXME BASTARD!!!

xxme part 2

Title: XXME BASTARD!!! | Author: Cimolxx92 | Main Cast: BIGBANG’s Kwon Jiyong (G-Dragon), Sandara Park (2NE1), Jennie Kim(New YG Artist), Nam Taehyun (WINNER), Mizuhara Kiko |Support Cast: YG FAMILY |Rating: PG-15| Genre: Romance, Family, Friendship |Length: Chapter

Disclaimer

Plot Is Mine. The Characters are belong to God. Say No To Plagiarism:)

Previous: Chapter 1

©2014

Baby… I am so lonely…

Sandara menatap malas kearah rekaman ulang penampilannya di Mama Award 2013. Seperti biasa, dia, yang memang tidak punya bakat apa-apa itu hanya bisa menjual wajah cantiknya dengan tersenyum manis kearah kamera. Hatinya yang terasa kosong kembali sakit lagi saat dia membaca banyak komentar dari Netizen.

Dengan berat, gadis itu menghempaskan diri ke sofa. Jam dinding apartemennya terus berdetak. Tidak bisakah sebentar saja jarum jam itu berhenti? Dia hanya ingin terdiam sambil merenungkan semua hal yang sudah terjadi pada hidupnya selama 29 tahun lamanya. Dirinya, Seorang Sandara Park, gadis biasa yang mencintai keluarganya dan memiliki banyak mimpi. Atau Sandara Park, anggota 2NE1 yang paling tidak bisa melakukan hal berguna untuk kelompoknya. Yeah, itulah yang selalu dia rasakan. Dia merasa benar-benar menjadi member paling tidak berguna dalam kelompoknya.

Sambil cemberut, gadis itu menggapai ponselnya dan membukanya. Keningnya berkerut ketika mendapati sebuah panggilan tidak terjawab dari seseorang. Seorang pria yang selama ini berusaha dihindarinya jauh-jauh. Sandara menghela napas. Apakah terjadi sesuatu? Ini sudah hampir dini hari dan dia mendapatkan telepon dari seorang Kwon Jiyong. Kekhawatiran mulai merasukinya. Ada apa? Tidak seperti biasanya sunbae-nya yang SANGAT-AMAT-TERKENAL itu menelponnya. Sandara menghela napas berat sambil menimang-nimang ponselnya. Haruskah dia menelpon Jiyong? Atau mengiriminya pesan?

Ketika Sandara sibuk berdebat dengan dirinya sendiri, tiba-tiba seseorang menekan bel apartemennya, berulang kali dan sepertinya sangat mendesak. Sandara melompat cepat dari sofanya dan berlari secepat kilat dan langsung membuka pintu tanpa melihat siapa orang yang mengunjunginya saat pukul 2.30 dini hari.

“Seperti biasa, noona yang satu ini memang ceroboh.” Jiyong berkata dengan wajah datar. “Ya! Bagaimana kalau yang berkunjung ke rumahmu itu orang jahat dan kau langsung membuka pintu tanpa bertanya dulu?!”

Sandara hanya terdiam dan tidak mempedulikan ocehan Jiyong. Karena dia sibuk melihat pemandangan disamping Jiyong. Jennie Kim berdiri dengan kedinginan, gaun pesta yang tidak pantas dikenakan oleh remaja berumur 17 tahun dan tas ransel yang sangat besar. Tangan Jennie menenteng sepatu Sneakers dan wajahnya benar-benar kusut.

Sandara mengalihkan pandangannya pada Jiyong sambil ternganga. Apa yang sudah dilakukan pria mesum itu pada Dongsaeng yang masih tidak mengerti apa-apa itu?!

“Apa aku harus menelpon polisi?” Sandara mengangkat ponselnya ragu sambil bergumam. “Pelecehan seksual dibawah umur oleh G-Dragon…”

“Aish, Ya! Darong, aku sudah sangat lelah. Biarkan kami masuk dulu dan menjelaskan sebelum otak kecilmu itu membayangkan hal yang tidak normal.” Jiyong menerobos pintu apartemen itu sambil menyeret ponsel ditangan Sandara. Jennie Kim mengikuti Jiyong dan memberi hormat sambil mengucapkan “annyeonghaseo” dengan lesu.

Jiyong membuka mantel dan melonggarkan kancing kemejanya, berjalan kearah lemari es dan mengambil sebotol air dingin yang ditenggaknya langsung dari botol. Kemudian duduk di sofa sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Sandara hanya bisa berdiri sambil menatap pria itu, lingkaran dikelopak matanya benar-benar terlihat jelas dan dia tampak sangat lelah sampai matanya hanya bisa menatap kosong kearah Televisi. Sandara berjalan kearah kamarnya dalam diam dan membereskan barang-barangnya yang berantakan disana. Apartemennya hanya memiliki dua kamar. Satunya untuk adik laki-lakinya yang jarang pulang dan Sandara tahu kalau Jiyong tidak akan nyaman menggunakan kamar adiknya. Setelah kamarnya rapih dia menghampiri Jiyong dan menepuk bahunya, berusaha memanggil Jiyong yang jiwanya sudah melayang entah kemana.

“Masuk dan istirahat. Besok hari minggu dan aku punya jadwal pagi, jadi ketika kau terbangun nanti, kemungkinan aku tidak ada disini. Jadi jangan lupa pasang alarammu dan biarkan ponselmu tetap hidup, managermu akan bingung menghubungimu kalau kau keras kepala dan susah untuk bangun. Jadi aku akan memberitahunya kalau kau ada disini.” Sandara menghela napas dan melirik Jennie yang meringkuk dikursi meja makan. “Aku akan urus Jennie, jangan khawatir.”

Tanpa disuruh dua kali Jiyong bangkit dan menyeret dirinya menuju kamar Sandara, namun langkahnya berhenti saat dia berhadapan dengan Sandara. Entah sadar atau tidak, Jiyong malah mendekati Sandara dan menempelkan bibirnya pada bibir gadis itu. Pria itu melumat bibir Sandara dengan lembut. Sandara dapat mencium aroma rokok dan rasa manis dari bibir Jiyong. Saat Jiyong melepaskan ciumannya, bukannya pergi, dia malah memeluk Sandara dan menghirup aroma tubuh gadis itu dalam-dalam.

Sandara hanya terdiam menerima perlakuan itu. Yang ada dihadapannya sekarang bukan G-Dragon, tetapi Kwon Jiyong. Dan Sandara sangat mengenal sosok Kwon Jiyong. Jiyong seperti buku terbuka bagi Sandara, mudah dibaca. Berbeda dengan sosok asing yang sering berada didepan kamera dan diatas panggung. Sosok asing yang sangat sering membuatnya merasa sakit, sosok asing yang memiliki banyak skandal dan teman wanita yang seksi dan cantik.

Jiyong menghembuskan napasnya, membuat Sandara bergidik. Pria ini memiliki sejuta kisah dan misteri yang kadang tidak dimengerti Sandara. Sekarang pria itu sedang dipenuhi kesedihan, kesepian, kelelahan, dan kerinduan pada Sandara. Sandara juga merasakan hal yang sama. Tidak bisakah seperti ini terus? Berpelukan melepas rindu, berciuman, dan berbicara mengenai apa yang sudah terjadi hari ini? Jawabannya sudah pasti ada dibenak siapapun yang mengenal G-Dragon dan Sandara Park 2NE1. Tidak.

‘Because we are so dangerous.’

Karena jika mereka terlalu keras kepala, mereka akan menghancurkan semuanya. Mereka akan menghancurkan Big Bang dan 2NEI. Dua group yang menjadi pondasi kuat YG Entertaiment. Mereka akan menghancurkan dan menyakiti banyak orang.

“Kau baik-baik saja?” Sandara berbisik dan mengelus leher Jiyong. Pria itu mendesah dan menggumamkan sesuatu yang tidak bisa Sandara mengerti. “Kau lelah. Tidurlah.”

“Benar ajjushi, kau seperti mayat hidup… Hoammm…” Jennie nyeletuk sambil menguap dan menatap malas kearah dua orang yang sedang berpelukan sambil berusaha menahan air mata masing-masing.

Sandara meringis dan merasa sedikit tidak nyaman. Dia benar-benar sudah melupakan kehadiran Jennie karena sentuhan tangan Jiyong. Jiyong melepaskan pelukannya, mengelus puncak kepala Dara dengan sayang dan berjalan gontai kearah kamar gadis itu. Sandara bergerak kikuk karena Jennie terus menatapnya dengan pandangan kosong. Tiba-tiba tangan Jennie menyodorkan sesuatu.

“Unni, tolong beritahu omma kalau aku menginap ditempatmu.” Jennie menghampiri Sandara sambil terus menyodorkan ponselnya. Sandara mendengus, gadis kecil ini sama sekali tidak menyadari kesalahan besar yang sedang dibuatnya.

“Jennie Kim, kau tidur dengan seorang G-Dragon dan sekarang kau mau melarikan diri dengan minta tolong padaku?!”

Jennie mengangkat sebelah alisnya. Kemudian tatapannya berubah menjadi tatapan memelas. Seperti seekor anak anjing yang kehilangan majikannya.

“Unni, aku? Tidur dengan ajjushi pengecut itu?” Jennie tersenyum menyindir. “Maaf saja, tadinya aku sangat penasaran kenapa dia bisa bermain begitu liar dengan banyak wanita. Tetapi beberapa menit yang lalu, saat aku melihat kalian berdua, aku hanya bisa berpikir betapa menyedihkannya dia. alasan kenapa dia seperti itu terhadap wanita dan seolah tidak pernah puas saat mencapai klimaks seks-nya dengan Mizuhara Kiko karena saeorang Sandara Park adalah hal yang sangat konyol.” Jennie memutar bola matanya.

“Apa yang terjadi diantara kalian?” Sandara memicingkan mata menatap gadis kecil yang urakan dan bicara semaunya itu dengan curiga.

“Aku mengancam ajjushi itu dengan ini!” Jennie memamerkan foto mesum ulah Jiyong dengan Mizuhara Kiko. Wajah Sandara memerah saat melihat foto memalukan itu. “Aku harus menyelesaikan novel online-ku secepatnya, jadi aku minta bantuannya… hoaaammm” Jennie kembali menguap, dia menatap Sandara dengan pandangan memohon yang seolah berkata ‘Introgasinya besok saja, jebaaal’

Sandara menggangguk sambil merampas ponsel Jennie dan memberi isyarat agar gadis itu masuk kekamar adik laki-lakinya. Jennie tersenyum dan berjalan gontai kearah kamar. Saat dia sampai dipintu, Jennie berbalik dan tersenyum melihat Sandara yang masih menatap foto memalukan Jiyong.

“Percuma unni menghapusnya, karena aku sudah menyimpannya ditempat lain. Oh ya, nomor omma ada dipanggilan pertamaku, dan tolong biarkan aku tidur sendiri. Unni bisa tidur dengan Ajjushi pengecut itu, kasihan dia…” Jennie menggeleng-gelengkan kepalanya dan menghilang kedalam kamar.

Sandara terdiam menatap foto itu. Dia tahu, dia tahu kalau Jiyong akan tidur dengan gadis yang dianggapnya manis dan cantik. Tetapi, ini pertama kalinya Sandara melihatnya secara langsung – walau hanya foto – Kwon Jiyong benar-benar melakukannya. Didalam mobil mewahnya, bersama Mizuhara Kiko. Model cantik dan sangat berbakat.

Sandara buru-buru menghapus foto itu dan melakukan panggilan cepat ke ibu Jennie. Sambil berbicara dan tertawa lepas pada ibu Jennie, gadis itu tidak sadar bahwa air matanya meleleh begitu saja.

***

13.25 KST

Seseorang mengetuk pintu kamar yang ditempati Jiyong dengan keras dan berteriak-teriak seperti orang kesetanan. Jiyong mengerutkan kening mendengar kebisingan yang mengganggu tidur nyenyaknya. Pria itu menggeliat sambil bergumam tidak jelas dan kembali menghirup harum seprai dan selimut yang sedang bergelut ditubuhnya. Aroma wangi yang selalu Jiyong rindukan, aroma Sandara Park.

“G-DRAGON!!! KWON G-RAL!!! SANDPAPER YONG!!! MAU SAMPAI KAPAN KAU TIDUR?!!! KAU ADA JADWAL DI INTERVIEW 1 JAM LAGI!!! BANGUUUN!!!”

Teriakan membahana yang dapat membangunkan gajah di hutan rimba itu sampai pada telinga Jiyong. Tetapi, seperti biasanya, dia tidak peduli. Yang dia inginkan sekarang hanya berbaring disini dan bermimpi tentang Sandara Park.

Beberapa menit kemudian, suara bising itu berhenti dan sekarang giliran ponselnya yang berdering. Jiyong menyipitkan mata melihat siapa yang memanggilnya. Ternyata bukan Managernya, nama yang tertera disana adalan ‘Darong’. Sambil tersenyum jahil, Jiyong mengangkat panggilan itu.

“Kwon Jiyong?! Kau masih di apartemenku? Kau gila?! Ini sudah hampir sore!!! Cepat bangun dan berhenti menyusahkan orang lain!!!” Suara cempreng gadis itu langsung menyambut Jiyong dan membuatnya benar-benar tersadar dari pulau kapuk yang sangat nyaman. Sambil mengeluh, Jiyong bangkit dan menatap sekelilingnya. Gelap, tapi jelas matahari sudah bersinar dengan sangat terang benderang di atas sana.

“Aku bangun.” Jiyong berkata dengan nada lembut pada gadis yang masih menggerutu tidak jelas diseberang sana.

“Jadwalku hari ini sudah selesai dan aku ada didepan apartemenku. Aku membelikanmu makanan. Cepat bersihkan dirimu! Kalau sajangnim tahu, kau akan dapat masalah!!!” Sandara berkata dengan cepat, tetapi Jiyong bisa menangkap rasa senang gadis itu. Sambil tersenyum Jiyong hanya mengangguk dalam diam, seolah bisa melihat anggukan Jiyong, Sandara memutuskan teleponnya dengan kata terakhir “pyong”.

Setelah mandi, pria itu melangkah keluar dan mendengar managernya terus berbicara kesal pada Sandara, mengeluh tentang sikap Jiyong. Sandara malah sibuk mengatur makanan dimeja untuk Jiyong, seolah tidak mendengarkan ocehan manager Jiyong.

“Hyung, aku benar-benar minta maaf.” Jiyong menghampiri meja dan berbicara pada managernya. “Kau tahu kan, aku punya penyakit ‘susah bangun’ yang dinamakan wakeupsomnia.” -___- Jiyong berkata dengan nada menyesal dan duduk sambil menatap makanan dengan penuh minat.

“Aku sudah tidak sanggup berkata-kata lagi tentangmu. Aku tunggu dibawah, 15 menit lagi kau harus turun atau kita akan benar-benar terlambat.” Manager Jiyong menghela napas kesal dan berpamitan cepat pada Sandara kemudian menghilang dibalik pintu.

“Makan yang banyak.” Sandara menaruh sepotong daging dimangkuk nasi Jiyong. “Hari ini kami sangat bekerja keras. Abum 2NE1 kali ini terasa sangat penting bagiku. Tapi lagu yang kau tulis itu…” Sandara menggantungkan kalimatnya, Jiyong yang sedang sibuk dengan makanannya menengadah menatap Sandara, sebelah alisnya terangkat.

Because you are so GOOD TO ME.” Jiyong berkata pelan.

“Yeah…” Sandara tersenyum kecut “I Know…

“Tapi, karena itu aku tidak pernah bisa pergi meninggalkanmu kan?” Jiyong menatap mata besar Sandara. “Karena itu, sekeras apapun aku mencoba mengalihkan hatiku darimu, secantik apapun wanita yang kutiduri, hatiku tetap menjadi milik Sandara Park.” Jiyong menghembuskan napas kesal “Kau benar-benar mengendalikanku dengan sangat baik.”

“Bagaimana kalau kau tidur denganku?” Sandara menyeruput americanno latte dengan nikmat dan tidak menghiraukan Jiyong yang mulai tersedak. “Jennie sangat penasaran dengan “rasamu” aku juga ingin merasakanmu.”

Mata Jiyong membesar dan mulutnya ternganga mendengar perkataan Sandara, gadis dihadapannya memang lebih tua, tetapi gadis itu sama sekali tidak punya pola pikir orang dewasa dan sekarang tiba-tiba saja dia mengajak Jiyong berhubungan seks?

“Noona, kau bercanda kan?” Jiyong sering sekali memanggil Sandara noona jika dirinya sedang bingung dengan tingkah polah gadis yang selalu dirindukannya itu.

“Tidak, memangnya kenapa? Aku sudah menginjak usia 30 dan belum pernah merasakan seks, sementara kau sudah berkelana kemana-mana dan selalu melakukan seks dengan siapapun yang kau suka.” Sandara menjilat krim yang menempel pada bibirnya “Uhmmm… apa aku harus mencari namja lain untuk melakukannya…”

“YA!!!” Jiyong membentak marah mendengar ocehan Dara. Sandara hanya tersenyum geli melihat ekspresi Jiyong.

“Aku akan melakukannya!” Jiyong melanjutkan makannya yang tertunda.

“Baiklah, apa sekarang? Kau bisa melakukannya dalam hitungan… uhmmm… tiga menit?” Sandara menerawang kelangit-langit, membuat Jiyong memukul kepala Sandara dengan sendok sup yang sedang dipegangnya.

“Berhenti bercanda!!!” Jiyong mendengus melihat Sandara yang pura-pura mati dikursinya.

Heiii… I am serious…” Sandara menatap Jiyong dengan sungguh-sungguh “Aku hanya ingin melakukannya…” Sandara terdiam, dia menatap Jiyong dengan dalam, menatap mata cokelat itu. Kenapa dia jadi seperti ini? Ini karena cemburu. Karena Sandara tidak tahan melihat wanita bernama Mizuhara Kiko itu bisa berada dalam satu ranjang dengan Jiyong. Mungkin ini adalah hal gila, mengingat mereka berdua sekarang bukan sepasang kekasih.

“Kita… tidak memiliki komitmen sama sekali.” Jiyong meneguk air mineral dinginnya dengan rakus, pembicaraan aneh ini membuat tenggorokannya terasa sangat kering dan jantungnya berdegub lebih kencang dari biasanya.

“Yeah, kau benar. Apa kau memiliki komitmen pada Mizuhara Kiko?” Sandara bertanya ragu, dia takut mendengar jawaban Jiyong.

“Tidak.” Jiyong mulai berdiri dan mengenakan mantelnya. “Aku tidak pernah sedikitpun jatuh cinta padanya.” Nada suara pria itu dingin, seolah dia lelah berbicara mengenai Mizuhara Kiko.

“Uhmmm… lupakan saja permintaanku tadi.” Sandara ikut berdiri dan mulai membereskan meja. “Cepatlah turun dan jangan meracau tidak jelas saat interview.”

Jiyong mendekati Sandara dan mencium pipi gadis itu. Kemudian tersenyum seperti anak kecil yang baru saja mendapat lollipop.

“Aku ke Jepang nanti malam.” Jiyong berbisik dan membelai rambut gadisnya.

“I Know… Makan Sushi yang banyak. Entah kapan bisa bertemu denganmu lagi.”

“Aku akan segera mencarimu saat jadwal kita berdua kosong.” Senyum jahil Jiyong mulai menghiasi wajahnya. “Aku akan memenuhi permintaanmu sampai kau benar-benar puas.”

Wajah Sandara memerah dalam seketika, Jiyong tertawa senang, sambil membelai lembut rambut Sandara, pria itu bergerak meninggalkan apatemen Sandara. Meninggalkan gadis yang hanya bisa berdiri diam sambil meringis dengan sedih.

***

“STRATEGI MENDAPATKAN CIUMAN AJJUSHI PENGECUT”

Jennie menyeringai melihat coretannya pada kertas yang seharusnya ditulis dengan lirik lagu dan not balok. Gadis itu berada dalam ruang latihan vokal bersama trainee yang lain, mereka diberi tugas untuk menciptakan sebait lirik berserta melodi dalam waktu 30 menit. Seluruh trainee mengerjakan dengan serius, kecuali Jennie Kim yang sibuk cekikikan sendiri di pojok ruangan.

“Uhmmm… Strategi yang pertama…” Jennie bergumam dan mengerutkan kening. Berusaha berpikir serius. Siapapun yang sedang melihatnya pasti yakin kalau dia memang sedang berpikir keras untuk menciptakan lirik yang menarik dan indah.

  1. Memaksa Ajjushi menciumku
  2. Memaksa Ajjushi menciumku
  3. Memaksa Ajjushi menciumku

“Kenapa harus memaksa?”

Jennie tersentak bangkit dan tanpa sadar kepalanya yang dipenuhi rambut memukul dagu seseorang yang sedang berusaha mengintip tulisannya dengan bunyi “BUG” yang mematikan.

Seluruh ruangan mulai hening. Mereka memperhatikan Jennie yang berdiri sambil membuka mulut lebar dengan seseorang memakai Hoodie hitam yang berguling dilantai kayu sambil mengerang kesakitan.

“AIGOOO!!! NAM TAEHYUN?! KAU BAIK-BAIK SAJA?!” Guru vocal Jennie berlari panik, berlutut dan mencoba memeriksa keadaan Taehyun yang masih berguling menahan rasa sakit.

Jennie mengusap ujung kepalanya yang tadi memberikan pukulan maut pada Taehyun sambil cemberut. Untuk apa dia mengintip dan menghampiri Jennie? Benar-benar! Ini bukan kesalahannya sama sekali dan Jennie tidak berniat meminta maaf sama sekali!!!

“YA!!! Jennie Kim!!! Kau sedang dalam masalah besar sekarang!!!” Guru vocal itu bangkit dengan marah dan menatap Jennie.

“Aku?! Apa salahku?! Itu salahnya yang tiba-tiba muncul dan mengagetkanku yang sedang sibuk mengerjakan tugas darimu!!!” Jennie menunjuk Taehyun dengan kesal dan terperangah saat melihat Taehyun bangkit. Ada lebam di rahang sebelah kanannya. Dan lebam itu mulai bengkak.

“A…Aku…” Jennie tidak sanggup mengeluarkan kata-katanya karena rasa bersalah mulai merasukinya. Salahkan kepalanya yang bodoh dan tidak punya mata! Dengan kesal Jennie memukul kepalanya sendiri dan menunduk malu. Biar bagaimanapun Taehyun itu termasuk Sunbae-nya karena dia sudah masuk dalam program TV YG dan persiapan debutnya sudah matang. Matilah dia jika para fans Winner melihat lebam itu saat mereka syuting Winner TV.

“Itu… oh Sh*t, sepertinya… Fu*ck hanya kecelakaan… B*TCH.” Taehyun berkata sambil terengah dan menahan rasa sakit pada rahangnya sehingga yang keluar dari mulutnya adalah kata-kata yang seharusnya keluar dikebun binatang.

“S, Sepertinya kita harus mengurus dirimu dulu.” Guru vocal yang kebetulan adalah seorang wanita baik-baik itu sedikit meringis saat mendengar sumpah serapah Taehyun. Dengan galak, dia menoleh pada Jennie dan menggedikan kepalanya kearah pintu keluar. “Antar dia ke klinik. Cepat!!!”

Sambil menundukan kepala, Jennie menghampiri Taehyun dan tersentak saat dirasakannya tangan Taehyun menggenggam tangannya dan membawa Jennie keluar ruangan. Mereka berjalan dalam diam, sampai Jennie merasa mereka agak menjauh, dengan kasar gadis itu menarik tangannya dan membuat Taehyun menghentikan langkahnya.

“Ya! Alis aneh, aku tidak akan minta maaf padamu!” Jennie menjulurkan lidah sambil melipat tangannya didepan dada.

“Aku tidak berharap gadis kurang ajar sepertimu akan melakukan itu.” Taehyun meringis dan memegang pipinya yang mulai bengkak. “Lagi pula, itu salahku” Taehyun memandang Jennie yang cemberut. Entah kenapa, gadis yang tidak suka diatur itu sangat cantik dimatanya. “Siapa Ajjushi beruntung itu?” Taehyun tersenyum aneh sambil menaik turunkan alisnya, mencoba menggoda Jennie.

“G-Dragon.” Jennie berkata blak-blakan, seolah itu adalah masalah enteng. Dengan cepat dan tidak memperhatikan wajah terkejut Taehyun, Jennie menggapai tangan Taehyun dan menyeretnya ke klinik. Biar bagaimanapun, Jika Yang Hyunsuk tahu masalah ini, maka matilah dia. Dia tidak ingin berurusan dengan Ajjushi dengan suara anehnya itu, membayangkan dirinya harus diceramahi oleh CEO YG itu membuat Jennie meringis kesal.

“YA! JENNIE KIM!!! KAU TIDAK BISA MELAKUKAN ITU PADA JIYONGIE HYUNG!!! DIA ITU IDOLAKU!!!” Suara Taehyun menggema diseluruh koridor YG, Dengan Jennie yang terus menyeret pria malang itu tanpa ampun.

***

“Kiko?” Chaerin, yang sedang bersandar dibahu Sandara langsung tersentak dan menatap unnie-nya dengan mata membulat sempurna.

“Uhmmm” Sandara tampak tidak tertarik dan terus memakan es krim vanilla miliknya yang masih penuh. Mereka sedang makan siang di café YG, Dan Sandara menceritakan tentang foto memalukan G-Dragon yang sempat dia lihat beberapa waktu lalu. Sandara selalu bercerita mengenai hubungan antara dirinya dan leader Big Bang itu.

Chaerin kembali menghempaskan tubuhnya disamping Sandara dan cemberut. Sandara tahu apa yang sedang dipikirkan temannya itu. Hubungan Chaerin dan Jiyong sangat dekat seperti kakak adik, dan banyak fans mereka yang menginginkan mereka bersama. Akan tetapi, seperti yang Chaerin dan Jiyong katakan, jika mereka berdua berpacaran, mereka tidak akan sempat berciuman atau melakukan hal yang romantis dan hanya bisa tertawa sampai kehabisan nyawa.

“Oppa harus kuberi peringatan lagi.” Chaerin cemberut. “Sudah berapa kali kubilang padanya untuk tidak berurusan dengan model itu lagi! Memuakkan.”

“Sudah tiga tahun.” Sandara bergumam. “Mereka sudah berhubungan selama tiga tahun Roo, aku rasa Jiyong memang jatuh cinta padanya. Mereka sangat cocok bukan?” Sandara menghela napas dalam “Aku dan dia tidak akan pernah berhasil. Lagi pula aku tidak percaya pada cinta. Buktinya orang yang sudah menikah dan bersumpah dihadapan tuhan saja bisa bercerai.”

“Unni, kau tidak percaya padanya lagi?”

“Sulit bagiku sekarang.” Sandara menatap mata kucing Chaerin dan tersenyum miris “Aku yang semakin tua dan dia yang semakin bersinar dipanggung. Perasaan seseorang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Aku rasa, kami memang tidak akan pernah bisa bersama.”

Chaerin terdiam. Jiyong dan Sandara sudah saling menyukai bahkan sebelum mereka berdua terkenal seperti sekarang. Jiyong yang berusaha melindungi Unni-nya dari jauh dan Sandara yang semakin lama semakin muak dengan skandal yang dibuat Jiyong.

“Aku tidak mengerti cinta” Chaerin bergumam sambil kembali menyandarkan kepalanya dibahu Sandara.

***

Gomennasai…” Kiko berbisik pelan dan memberi hormat pada seorang laki-laki yang berdiri dalam balutan jas mahal dan sepatu yang mengkilap.

“Kau meminta maaf setelah kembali dari Seoul. Meminta maaf karena gagal mendapatkan G-Dragon kembali?” Pria itu berkata marah sambil menatap wajah menunduk Kiko. “Apapun cara yang kau lakukan, dapatkan kembali perhatian pria sial itu jika kau masih ingin menjadi bagian Agensiku! Kau tahu kan? Ciptakan skandal yang membuat dia terpaksa mengakuimu sebagai pasanganmu! Jangan melindunginya lagi!!!”

Kiko mengatupkan rahangnya. Matanya memerah karena air mata yang berusaha ditahannya agar tidak jatuh. Perasaan terhina kembali menyelimuti hatinya. Terhina seolah dia bukan seorang model yang bisa menghasilkan banyak uang untuk kelangsungan hidup agensinya.

“Dia sekarang sedang dijepang bukan?”

Kiko mengangguk pelan, tangannya terkepal dengan kuat, tetapi dia masih belum bisa mengangkat kepalanya untuk menatap orang yang selama ini memberikan popularitas palsu padanya.

“Kau tahu? Kau bisa terkenal seperti sekarang karena G-Dragon.” Pria itu tersenyum menghina pada kiko “Kau memang cantik, tetapi tubuhmu itu bukan tubuh seorang model.” Pria itu menyentuh rahang pipi Kiko dengan lembut. “Popularitasmu berasal dari kedekatanmu dengan bintang Korea itu. Gunakan otak licikmu sekarang!!!”

Kiko mengangguk, dengan gemetar dan masih menundukkan kepalanya, wanita itu berjalan cepat menuju kepintu. Hatinya sekarang benar-benar hancur. Apakah dia benar-benar harus melakukan ini? Jika ini terkuak ke media, dia tahu apa yang akan terjadi pada Leader Big Bang itu.

Kemudian, dengan cepat, Kiko menyambar ponsel ditasnya dan menghubungi seseorang. Dia berbicara cepat pada orang disebrang saluran teleponnya.

“Bunuh Sandara Park! Buat seolah itu adalah bunuh diri atau kecelakaan!”

Kiko memutuskan Sambungan telponnya dengan amarah yang berusaha dipendamnya. Kau harus merasakan neraka seperti yang kurasakan Dara… kau bukan lagi seorang princess yang akan dia lindungi… aku… akan mengambil tempatmu dihatinya…

 

TO BE CONTINUED

A/N

Leave your comments juseyooo…🙂 terimakasih banyak yang sudah meluangkan waktu untuk baca tulisan ini dan meninggalkan jejak! Have a nice day!!! See u soon!

 

20 thoughts on “[Chapter 2] XXME BASTARD!!!

  1. waaawww… dara sama gd itu saling suka? tapi gd-nya kurang ajar bangett… dan kiko? ternyata di paksa ya? arrggghh tapi dia jg mau bunuh dara… next thorr

  2. kiko lagi kiko lagi… seharusnya di yang pergi jauh2 dari kehidupan jiyong ama dara… siapa pria yg mengancam kiko ya ??
    omo jenie memaksa ingin mencium jiyong kekek🙂
    berhasil ga ya??…
    semoga dara masih di lindungi keke🙂
    next^^

  3. G bisa koment ma kelakuan Jiyong..
    bayangin jd dara pas liat foto jiyong ma kiko! Klo aku sih pasti ngamuk kesetanan!!!
    Jngn ma kiko lg dong jiyong, nyesek bngt liatnya.

    Next chap..
    Semangat!!!

  4. gd thu kenapa sih gak bisa jaga perasaan dara dan kiko ngapain lgi ikut”an gak ada dia hubungan dara sama gd aja udah ribet di tambah dia lagi ughhhh……… lanjut thor

  5. Konflik yang mulai bemunculan yaa gimana nasib Dara sm Jiyong ya??
    Semoga Dara ga apa-apa..
    Di tunggu part selanjutnya🙂
    Fighting😉

  6. Yah sdko jpng it klau smpae Unnie aq knpa2 bklan aq bnuh klutin aq pnggang dh it sdoko jpang it ??? Next thor knplik’a bkin aq skt kpla klau kya bgni ???? Next thor Fighting

  7. Yah itu ngapain sih kiko .. awas aja nanti kalo dara kenapa* !! Jennie kenapa penasaran banget sih malah jiyong lagi yang jadi korbannya ~ jadi jiyong ama dara itu saling suka yah ??

  8. dasar nenek lampir sadako !! jahat banget lu! pengen gw kulitin, seenak jidatnya pake mau ngebunuh Unni gw lagi !! ><
    Jiyong juga! dasar badboy ganteng!😀

    next thor .. Fighting…

  9. kyaaaa…… kiko trouble maker bagaimana dengan nasib dara.
    jennie jg pnsaran bnget sm adegan dewasa dan gd yg jdi korbannya ksian bnget
    lngsung baca next chapter yah thor….

  10. Oh, jd seperti itu kisah mereka.
    Hanya karena mereka anggota dr 2 grup penyokong terbesar YG, yg mana sulit u/membuat mereka dpt bersatu~ miris. Kasihan. Kayaknya banyak jg ya artis yg mengalami hal seperti itu😦
    Taehyun muncul!! #heboh.
    Duh Jenny masih aja ckckck.
    Kiko kiko itu, ternyata engga beneran suka sama Ji opp, malah sekarang mau pakai cara licik dgn membunuh Dara eonni. Hiiiih.

    Sippo. Seru! Aku suka! Keep writing n fightin ne!!^^

  11. omo jd ternyata gitu??gd dara sama2 suka tp peraturan idol ya bikin mereka gitu..hiks
    n isss aku sebel bgt ma kiko beneran deh..

  12. Ish bangsat tengkorak hidup tu.
    Aigo~ shiro
    Kapan daragon bisa happy ending ya
    Heheheehe mengkhayal itu indah
    Hoho

  13. bener2 ga suka ma si kiko itu..dy cuma mau numpang populer, truz mau nyakitin dara yg g pernah jahatin dy..aakh..
    ji n dara tuch salling terikat satu samalain walaupun g terikat dalam sebuah status hubungan y?

  14. Nyeseeeeeeeeeeekk:'(😥
    Antara kasian sama kesel nih sama si kiko. Tapikan dara gak salah jangan bunuh daraaaaaaaaa
    Ya ampun jiyong disini bener2 bastard abizzz, berapa cewe yg udh dia tidurin-_-
    Fighting!!🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s