[Two-Shoot] Veracity (Epilogue)

jeeyeonie

A Two-Shoot Fanfiction by Jeeyeonie//Starring SECRET’s Jieun & the rest of B.A.P//Rated PG-13//Sci-fi, fantasy genres. Inspired by AM 11.00 (2013).
WARNING TYPOs & OOC! Poster Credit: Babyhyunnie@HSG

I JUST OWN THE PLOT.
Happy reading~

Pernahkah kau berpikir tentang alat yang mampu melampaui kecepatan cahaya?

Seoul. Desember 31st,2014.
“Kau akan baik-baik saja noona,” sahut seseorang yang sedang sibuk memainkan gadgetnya, ia merupakan orang termuda yang ikut menjalankan proyek. Jieun hanya sedikit menghela nafasnya dan tersenyum simpul. Esok ia akan melakukan itu. Melakukan hal yang menurut orang lain tidak mungkin tapi ternyata kenyataan. Menjelajah waktu. Setelah bertahun-tahun proyek itu dilaksanakan akhirnya, mesin yang dulunya khayalan sekarang menjadi kenyataan.
Jieun dan Daehyun pencetus pertama pertama proyek itu. Jadi mereka berdualah yang akan menggunakan mesin itu untuk pertama kalinya, dalam proses percobaan mesin itu. Mereka akan menjadi penjelajah waktu pertama di dunia. Tujuan mereka adalah untuk mendapatkan mesin-mesin canggih di masa depan untuk dibawa ke masa sekarang sehingga manusia yang hidup di masa sekarang dapat juga menggunakan mesin impian di masa depan sebelum mereka pergi dari dunia.
“12 jam lagi.” Gumam Jieun melihat jam tangannya. “Jangan terlalu cemas Jieun-ah.” Sahut seseorang pemilik rambut hitam dan gummy smile yang berada di belakangnya. “Aku tidak, Bang Yongguk!” celotehnya.
Jieun kembali lagi kedalam pikirinnya. Apa yang akan ia temukan di masa depan? Bagaimana jika mesin itu akan rusak? Apakah ia dapat kembali lagi? Pikiran-pikiran negatif selalu menghantuinya setiap saat. Ia sangat takut. “Bagaimana jika aku dan Daehyun tidak kembali, atau mungkin mesinnya rusak?” sahut Jieun.
Enam orang laki-laki yang berada di depannya yang kerap disebut B.A.P hanya bersikap tenang, hingga salah satu dari mereka menjawab pertanyaan Jieun, “Daehyun hyung tau segalanya tentang mesin itu. Ia pasti melindungimu, noona.” Sahut Jongup, tetap terlihat tenang. Perkataannya disambut oleh anggukan yang lainnya.
Tidak terasa, waktu berjalan begitu cepat. Satu jam lagi Jieun dan Daehyun akan memulai perjalanan mereka. Perjalanan awal mereka. Jieun segera menghampiri Daehyun untuk segera bersiap-siap dengan seluruh peralatannya dan mengecek kembali apa yang kurang. Jieun menginginkan hasil yang maksimal tanpa kegagalan.
“Daehyun-ah.” Sahut Jieun tenang. “Kau sudah siap noona? Satu jam lagi.” Jawabnya sambil tetap mengecek mesin rumit yang tenaganya membatasi kecepatan cahaya itu. Jieun hanya bersikap tenang dan tersenyum.
Waktu sudah menujukkan pukul sebelas lewat lima puluh menit. Itu artinya waktu mereka untuk menjelajah waktu adalah 10 menit lagi. Jieun sudah memasuki tempat keberadaan mesin itu berada. Ke lima dari B.A.P sudah mengecek semua peralatan. Jieun dan Daehyun sudah siap untuk pergi. “Kau siap noona?” sahut Daehyun tenang. Jieun hanya menganggukkan kepalanya tanda ia siap.
Perlahan-lahan mereka berdua memasuki mesin itu, dengan penuh harapan dan kepercayaan atas keberhasilan. Ke lima dari B.A.P melambai-lambaikan tangan mereka dengan tatapan yang memiliki banyak harapan yang mereka berikan kepada Jieun dan Daehyun.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua belas tepat. Saatnya mereka untuk pergi.
Mesin itu mulai bergetar. Mengeluarkan suara-suara bising yang memekakan telinga. Ia akan memulai perjalanan waktunya. Perjalanan menembus cahaya. Perjalanan menembus ruang dan waktu. Jieun sedikit melirik Daehyun, ia hanya bersikap tenang, tetapi Jieun tahu bahwasanya di dalam hati kecil Daehyun ia juga merasakannya ketakutan yang sama.
Sampai Jieun merasakan getaran paling hebat dari yang lainnya. Ia hanya menutup mata dan berusaha tenang, dan berharap yang terbaik baginya, Daehyun, dan B.A.P.
Getaran itu perlahan-lahan semakin membaik, dan hilang.

Seoul. January 1st,2050.
Jieun membuka kelopak matanya dan perlahan berjalan keluar dari mesin itu.
Masa depan. Ia berhasil menjadi penjelajah waktu pertama.
Tapi apa yang dilihatnya?
Jieun tersendak, yang dilihatnya bukan kota mewah penuh dengan pencakar langit tetapi hanya kota mati. Tidak ada orang. Gedung-gedung yang terbakar berada dimana-mana. Tumbuhan habis. Sunyi.
Tidak ada manusia yang berkeliaran. Tidak ada satupun. Langit sangat kelam tanpa matahari. Suana suram menyelimuti dirinya. Ada apa dengan masa depan?, Jieun meneteskan setitik air matanya. Ia tidak menyangka dengan apa yang ia lihat saat ini.
Jieun melangkah kembali ke mesin rakitannya itu untuk melihat Daehyun. Mungkin ia masih belum bangun dari pingsannya. Ia berjalan tersentak-sentah, ia merasa tak mempunyai tenaga yang tersisa di dirinya.
Apa yang dilihatnya?
Kosong.
Tidak ada orang.
Daehyun menghilang, tanpa jejak sama sekali.

-TBC-
Thank you for reading🙂 RCL~🙂
Maaf ya kalau B.A.P-nya belum ditampilkan banyak, soalnya ini baru epilogue nanti di chapter 1 dan 2 banyak ditampilkan kok~🙂

3 thoughts on “[Two-Shoot] Veracity (Epilogue)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s