[FF Freelance] Our Little Promise – Beginning (Chapter 1)

tumblr_ldrda8WGxg1qdbbywo1_500_large

Title                 :           Our Little Promise : Beginning

Author            :           Red Rose

Length             :           Chaptered

Rating              :           PG-15

Genre               :           Romance, Angst, Hurt

Main Cast       :           Jung Soo Jung & Kim Jong In

Other Cast      :           Stay Waiting

Credit Poster:           Google

Disclaimer      :           The story is mine. Read it and give me some advice about my story.

 

 

“Apakah kau percaya pada semua yang mustahil terjadi di dunia ini dapat menjadi kenyataan?”

“Maksudmu? Hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh manusia, seperti itu?”

“Ya. Kurang lebih seperti itu. Hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa seperti kita.”

“Ehm… Bagaimana ya? Menurutku hal itu mungkin saja terjadi, mungkin saja tidak. Aku pernah mendengar dari orang-orang kalau hal-hal yang seperti itu memang sudah ditakdirkan memang tidak bisa dilakukan oleh manusia.”

“Hal itu bisa dilakukan sebenarnya. Hanya saja manusia tidak pernah mau mencobanya.”

“Benarkah? Bagaimana caranya?”

“Makhluk yang kita kenal sebagai manusia itu memiliki tabiat yang bermacam-macam. Namun, kebanyakan dari mereka adalah manusia yang tidak pernah puas. Mereka serakah. Satu hal lagi, beberapa dari mereka-bahkan hampir sebagian besar dari mereka-ketika mencoba sesuatu dan tidak berhasil, mereka tidak akan mencoba lagi. Mereka mudah menyerah. Atau lebih parahnya lagi, mereka yang kita sebut manusia ini bisa melakukan apa saja untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Dengan cara yang keji sekalipun.”

“Kata-kata yang kau ucapkan itu sangat frontal. Memangnya kita bukan manusia seperti yang kau bicarakan barusan? Secara tidak langsung kau juga mengatakan bahwa kita berdua masuk dalam kategori manusia yang kau sebutkan tadi.”

Tawa terdengar dari mulut orang yang mendengar penuturan tadi.

“Kau benar. Siapa bilang kita bukan manusia? Lagipula, tidak mungkin kita tidak termasuk dalam kategori manusia yang seperti itu.”

“Lalu apa hubungan pernyataan yang baru saja kau katakan itu dengan hal-hal yang mustahil dilakukan oleh manusia?”

“Kau pernah dengar bahwa dulu ada orang yang mengatakan bahwa dia bisa membuat sesuatu seperti burung yang bisa terbang dan mampu mengangkut banyak manusia didalamnya sehingga manusia dapat terbang layaknya burung?”

“Rasanya pernah tapi itu sudah lama sekali dan aku juga masih kecil.”

“Kau percaya?”

“Jujur waktu pertama kali aku mendengarnya aku hanya bisa terdiam. Lagipula waktu itu aku masih kecil dan aku mendengarnya dari cerita nenekku.”

“Kau tahu bahwa hal itu menjadi kenyataan?”

“Bagaimana mungkin? Manusia tidak bisa terbang. Bukan kodrat kita untuk hal itu. Manusia hanya bisa berada diatas tanah tanpa menginjaknya dan jatuh hanya manusia itu naik pesawat.”

“Nah, kau sudah tahu jawabannya.”

“Maksudmu?”

“Masih belum mengerti juga? Jawabannya baru saja kau katakan tadi. Bahkan dengan jelasnya.”

Seorang gadis yang memang sedari tadi tidak mengerti kemana arah topik pembicaraan mereka sejauh ini hanya bisa mengerutkan dahinya. Dia bingung sejadi-jadinya sampai dia sadar dan reflex menepuk dahinya.

Betapa bodohnya aku!

Sedangkan laki-laki yang membuatnya bingung itu mengulas senyum diwajahnya. Akhirnya dia sadar juga.

“Maksudmu… Pesawat??”

Laki-laki itu mengangguk. Dia puas karena berhasil membuat orang itu harus berpikir lebih. Biasanya gadis itu hanya mau yang instan saja. Tidak mau repot-repot menguras tenaganya untuk berpikir.

“Ada satu hal lagi yang ingin aku katakana padamu. Apakah kau percaya jika nanti aku bisa terkenal? Wajahku bisa menghiasi salah satu papan yang biasa diisi oleh wajah artis-artis terkenal itu?”

“Kau ingin menjadi orang yang seperti itu? Dikejar-kejar wartawan, diterpa gossip tidak benar, diserbu para penggemar yang terkadang tidak waras, tidak punya waktu istirahat yang cukup, makan harus ditakar, harus diserbu oleh barang-barang yang membuat wajahmu terlihat lebih bersinar, didepan kamera dengan beribu gaya,….”

“Sudah bicaranya? Aku berharap yang keluar dari mulutmu itu adalah kata-kata yang mendukung apa yang telah aku inginkan selama ini.”

Desahan lemah lolos dari mulut laki-laki itu. Raut wajahnya seketika menjadi lesu setelah mendengar jawaban dari gadis itu. Gadis itu menundukkan kepalanya. Lagi-lagi mulutnya itu tidak bisa ditahan. Lau gadis itu mencoba untuk mencairkan kembali suasana yang karena ulahnya menjadi kaku.

“Jadi…”

“Ya, aku serius dengan ucapanku. Aku benar-benar ingin menjadi seperti yang kau bilang tadi. Dikejar wartawan, punya penggemar sinting. Tapi tidak untuk diterpa gossip yang tidak enak seperti yang kau katakana tadi.”

Setelah mendengar pengakuan dari laki-laki tersebut, gadis  itu diam. Dia tidak tahu harus bicara apa. Laki-laki itu tidak sedang bergurau atau main-main. Ini nyata. Ini fakta. Inilah mengapa dia tidak antusias sama sekali ketika mendengar masalah ini lagi yang akan dibicarakan oleh laki-laki itu. Dia memang tahu betapa besarnya keinginan laki-laki itu untk mewujudkan mimpinya. Dia mendukung bahkan sangat-sangat mendukung keputusan laki-laki itu. Hanya saja, kali ini entah mengapa dia merasa tidak bisa melepaskan laki-laki itu. Karena ini bukan impian yang main-main. Ini akan membutuhkan jangka waktu yang lama. Bahkan dia sendiri tidak tahu berapa lama.

“Kapan? Berapa lama?”

“Tidak tahu. Yang pasti aku sudah mendapat tawaran itu sekitar sebulan yang lalu.”

“Kau ditawarkan pekerjaan seperti itu? Aku kira kau melakukannya atas kemauanmu.”

“Memang. Tapi sebelumnya aku juga berpikir untuk memilih jalur itu. Mencoba peruntungan bisa dibilang seperti itu.”

“Coba saja. Siapa tahu kau berhasil. Lagipula wajahmu tidak jelek-jelek juga. Masih bisa untuk dipajang di layar kaca.”

Laki-laki itu tertawa mendengar celotehan gadis itu. Biarpun umurnya sudah 17 tahun, gadis itu masih saja bertingkah seperti anak kecil.

“Kau setuju? Kau mengizinkanku?”

“Mau bagaimana lagi? Itu cita-citamu. Aku akan menjadi orang yang jahat bila aku melarangmu pergi. Aku tidak mungkin membuat susah orang yang ingin meraih cita-citanya. Aku tidak sejahat itu.”

“Terima kasih. Kau memang orang yang mengerti bagaimana keadaanku sekarang.”

“Tapi kau harus janji padaku satu hal.”

“Apa itu?”

“Kau harus janji untuk tidak melupakanku jika kau sudah berhasil nanti. Kau juga harus menghubungiku, walau aku tahu kau pasti akan sangat sibuk nanti. Sempat kau saja. Bagaimana mudah, kan?”

“Baiklah aku janji akan menghubungimu. Aku janji itu.”

Kelingking laki-laki itu terangkat di langit-langit dan disambut hangat oleh kelingking lain yang lebih mungil dari punyanya. Kedua orang itu tersenyum bahagia.

Senyum bahagia antara keduanya yang terakhir.

Senyum yang berubah menjadi kepedihan.

Janji jari kelingking itu hanya bualan.

Nyatanya setelah hari itu berlalu dan setelah hari-hari selanjutnya berlalu dengan cepat, tidak ada percakapan yang terjadi ditelepon. Mengirim pesan saja tidak. Hari itu berganti bulan. Bulan bermetafosa menjadi tahun. Tahun berlalu dengan cepat.

Sekarang gadis itu sadar apa maksud pembicaraan antara dirinya dan laki-laki  itu.

Tentang hal yang mustahil manusia bisa lakukan.

Gadis itu sadar bahwa pemikiran dirinya waktu itu yang menganggap bahwa hanya hal itu seperti hal yang aneh dan tidak masuik diakal. Salah. Seratus persen dia salah. Bukan hal yang seperti itu. Melainkan hal-hal sederhana yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Sesederhana hidupnya kini.

Hitam. Putih. Tidak ada abu-abu. Tidak ada warna lain. Hanya hitam dan putih. Namun, hitam lebih mendominasi. Dia tidak percaya lagi. Dia menyesal menautkan jari kelingkingnya itu. Dia menyesal percaya begitu saja. Dia menyesal. Menyesal dalam segala hal yang dia lakukan akibat jari kelingkin itu.

Semuanya kini hanya tinggal sakitnya saja. Ampasnya saja. Dagingnya sudah habis. Tak bersisa. Habis ditelan waktu, kekecewaan, sakit hati, dan hal yang membuatnya jatuh.

Tidak ada airmata. Dia tidak menangis. Dia tidak ingin mengeluarkan barang setetes saja. Setengah tetes saja dia tidak akan mengeluarkannya. Dia tidak mau. Akibatnya, hatinya terasa sesak selama beberapa tahun itu. Penuh dengan sampah hati yang tidak dia buang sedikitpun.

Dia memendamnya bagai itulah harta paling berharga yang dia miliki. Satu-satunya bagian yang tidak akan dia buang. Bagian yang akan dia simpan sampai mati, mungkin.

Bebannya tidak berkurang. Bertambah banyak dan semakin berat saja rasanya.

Sampai menjadikan dia sebagai pribadi yang kuat.

Sekuat baja diluar, kayu lapuk didalam.

Dan satu hal lagi, dia menyesali janji jari kelingking itu.

***

Bagaimana? Ini cerita pertama saya dan saya butuh pendapat kalian sebagai pembaca mengenai cerita saya ini. Thanks.

27 thoughts on “[FF Freelance] Our Little Promise – Beginning (Chapter 1)

  1. baru liat update-an rff di twitter tadi dan nemu ff ini. aku seneng banget karena cast-nya kaistal❤
    oke, karena ada beberapa bagian filosofi jadi aku bacanya musti bener2 serius. sulit emang, tapi setelah ngerti aku langsung ngerasa puas dan mikir kalo pernyataan itu bener.
    ada beberapa typo yang aku temukan. but it's ok. typo itu hal wajar dalam menulis xD
    singkatnya, aku suka sama ff pertamamu ini dan aku tertarik untuk membaca chapter selanjutnya. semangat, author-nim!

    • thanks udah baca sekaligus review-nya ^^
      untuk chapter selanjutnya, saya akan lebih memperhatikan dan memperbaiki masalah typo-nya
      dan untuk chapter selanjutnya, diharap bersabar ya ^^
      sekali lagi thanks udah comment ^^

    • Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk baca dan juga review-nya ^^
      Part selanjutnya ditunggunya. Untuk typo, diusahakan part selanjutnya akan saya buat sebaik mungkin. ^^

  2. ini masih chap 1 kan? berarti masih ada lanjutannya~
    aku suka pemilihan katanya, walau agak sulit tapi keren kok bagus
    next part soon

    • Terima kasih udah baca ^^
      Iya, ini masih part satu. Part selanjutnya ditunggu ya
      Sulit ya? Bacanya pelan-pelan aja, kamu pasti ngerti kok dengan ceritanya nanti ^^

    • Terima kasih udah baca ^^ Iya, ini masih part satu. Part selanjutnya ditunggu ya Sulit ya? Bacanya pelan-pelan aja, kamu pasti ngerti kok dengan ceritanya nanti ^^

  3. jarang banget ada yang buat kata-kata yang kaya gini, bagus min aku suka bahasanya. tapi kadang kadang sih agak sulit juga dimengerti kata katanya tapi itu cuma sedikit kok wkwk. semoga lancar ya bikinnya, next to chapter 2 okayy hehe

  4. Hmm kalo dari cara pandangnya sih bagus (POV-nya). Tapi, kamu kalo misalnya ada dialog jangan berentet dialooogg aja gitu, harus disertai kalimat tak langsungnyaa. Hehe segitu aja sih yaa maaf kalau kurang berkenan~luvluvvvv

    • hai ^^ makasih udah baca plus kasih sarannya
      untuk dialognya memang part ini sengaja aku bikin begitu.
      kamu bisa baca part 2-nya
      comment kamu ditunggu ^^

  5. jadi ini yg ngebuat krystal nangis? jongin mo jadi artis, mo trainind dia tpi ga ngasih tau krystal dulu gitu ya? pake janjiin bakal ngejagaain oemma krystal pdhlkan dia ntar sibuk? pokoknya suka aja ma cerita ini, ttg persahabatan dua anak manusia yg berbeda gender, pasti ada rasa cinta🙂

  6. Hallo Nurul, wnd, dan Park Chanyeol ^^
    Makasih ya udah baca + komen ^^
    Semoga kalian suka sama ceritanya.

  7. thanks for the story authornim!

    new reader here!^^ aku suka nih ffnya. pemilihan katanya pas banget terus juga ga diburu-buru gitu. pairingnya apalagi! kaistal♥

    • Hallo flawlessey salam kenal ^^
      Thanks buat komennya + baca ff gaje dari aku ini ^^
      Hope you enjoy it !

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s