[FF Freelance] Strange Heartbeat

strange

Strange Heartbeat

By: Lee Haerin

Rating: PG-13

Length: Oneshot

Genre : Romance, Family

Main Cast: Cho Kyuhyun, Lee Haerin

Support Cast : Lee Donghae,Cho Ahra, Seo Joo Hyun

Disclaimer : FF Ini sebelumnya udah pernah di post di Superjuniorff2010. Happy reading!^^

 

 

Ikutilah kata hati dan debaran jantungmu. Karena mereka yang paling tahu apa yang kau rasakan pada dirimu sendiri.

 

Haerin berjalan gontai menuju kelasnya. Suasana sekolah itu benar-benar sepi sekarang, setelah kepergian Lee Donghae, kekasih Haerin.            Angin bertiup kecil menambah kedinginan di musim dingin. Salju sudah mulai menutupi beberapa rumput di tengah lapangan.

Haerin merapatkan jacket nya dan berjalan lurus menyusuri koridor-koridor sekolah, dan tiba-tiba pikirannya terbang lagi mengingat Lee Donghae. Donghae pria yang berumur lebih tua  setahun dari Haerin, ia mengidap kanker hati sejak kecil, dokter memperkirakan ia tidak akan bertahan sampai umur 12 tahun. Tapi, tetap saja Tuhan yang menentukan, Lee Donghae bisa bertahan sampai umurnya menginjak 18 tahun.

Donghae dan Haerin bersekolah di sekolah yang sama sejak TK di Sekolah Gamseong, tapi mereka baru mengenal satu sama lain saat di tingkat SMP dan akhirnya berpacaran. Kehadiran Haerin seakan menjadi penyemangat hidup Donghae yang baru, mereka bahkan terlihat mustahil untuk dipisahkan.

Haerin baru mengetahui tentang penyakit Donghae saat hubungan mereka menginjak usia satu tahun. Tapi Haerin tidak kehilangan cintanya sama sekali, hal itu malah mempererat hubungan mereka, sampai akhirnya Donghae mencapai batas usahanya dalam melawan penyakitnya itu beberapa hari yang lalu, dan pergi meninggalkan Haerin.

Sekarang sekolah itu benar-benar terasa sepi bagi Haerin, kepergian Donghae seperti membuat Haerin merasa kelihangan semua orang dalam hidupnya.

 

KRIING KRIING

Bel tiba-tiba membuyarkan semua lamunan Haerin, beruntung ia sudah berada tepat di depan kelasnya, Haerin mempercepat langkahnya, masuk dan duduk di mejanya.

-oOo-

 

Kyuhyun masih terus mengamati suasana sekolah itu sambil tetap melirik jarum panjang di jam tangannya dan memepercepat langkah kakinya. Entah bagaimana Kyuhyun merasa sangat tidak asing dengan sekolah itu, merasa ia pernah meninggalkan banyak kenangan di sekolah itu, juga melakukan banyak hal yang menyenangkan di sekolah itu sebelumnya.

Kyuhyun berhenti untuk menarik nafas setelah menaiki tangga, ia kembali melanjutkan langkahnya setelah nafasnya kembali stabil dan mengamati tulisan di papan yang terletak di masing-masing pintu kelas. Kyuhyun tertegun sejenak menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu kelas, rasa itu muncul lagi, ia juga merasa tidak asing dengan kelas itu. Perasaan itu tiba-tiba menimbulkan debaran-debaran aneh pada jantungnya, membuat dirinya seakan tersedak sesuatu. Kyuhyun membuka lipatan kertas kecil di tangannya, membaca isinya, dan nyaris akan berlonjak kegirangan setelah mengetahui kelas itulah yang dicarinya, kelas yang akan menjadi kelasnya.

Kyuhyun mengetuk pintu pelan, tapi rasa penasaran membuatnya membuka pintu perlahan tanpa menunggu jawaban dari dalam. Seorang wanita yang tampak seperti seorang guru berdiri di depannya tepat setelah pintu terbuka sepenuhnya,  wanita itu tersenyum lembut ke arahnya.

“Ahh, akhirnya kau datang..” wanita itu menarik Kyuhyun lembut untuk masuk ke dalam kelas.  Debaran itu datang lagi, semakin cepat membuat rasa sesak itu semakin terasa. Kyuhyun terus berjalan sampai ia tiba di tengah kelas.

“Ini yang Ibu bicarakan tadi, kita kedatangan murid baru, pindahan dari Jepang.” Wanita itu tersenyum ke arah murid-muridnya, dan mengisyaratkan Kyuhyun untuk memperkenalkan diri.

“Nama ku Cho Kyuhyun. Aku pindahan dari Jepang. Senang bertemu kalian.” Kyuhyun berkata dengan sedikit senyum, lalu membungkukkan badannya hormat.

Sesi perkenalan Kyuhyun akhirnya selesai setelah ia menjawab beberapa pertanyaan dari teman-teman barunya, Kyuhyun mendapat tempat duduk yang berada sedikit di belakang. Ia menunduk hormat pada  wanita tadi lalu berjalan menuju kursinya yang di tunjuk wanita itu.

Sebelum sampai di kursinya, Kyuhyun mendapati seorang siswi yang sepertinya sama sekali tidak menghiraukan kehadirannya sejak tadi, gadis itu tampak masih fokus ke buku yang dibacanya. Saat itu, Kyuhyun merasa waktu menjadi lambat. Demi Tuhan, ia tak pernah mencatat gaya gadis itu sebagai tipe gadis yang disukainya. Namun gadis itu tiba-tiba terlihat sangat menarik perhatiannya. Sejauh ini tidak ada yang menarik dari gadis itu tapi entah kenapa ia mampu membuat Kyuhyun merasakan debaran tak tentu pada jantungnya. Dan saat sepasang mata indah itu melihatnya, debaran dalam dadanya semakin bergejolak dan tak terkendali.

Kyuhyun segera menyadarkan dirinya lalu mempercepat langkahnya, dan duduk di kursinya.

 

-oOo-

Haerin memutuskan untuk melanjutkan membaca novel terbarunya sambil menunggu jam pelajaran pertama, bahkan sampai Hyeon Min seongsaengmin –guru mata pelajaran pertamanya- masuk Haerin masih melanjutkan kegiatannya karena belum ada satupun kalimat gurunya itu yang menyinggung soal pelajaran. Haerin mendengar ketukan pelan di pintu kelasnya disusul dengan seseorang yang membuka pintu pelan dan kemudian orang itu  memasuki kelasnya , tapi ia sama sekali tidak menoleh, melainkan masih tetap fokus pada novelnya.

“Ini yang Ibu bicarakan tadi, kita kedatangan murid baru, pindahan dari Jepang.” Haerin tersadar saat gurunya mengucapkan kalimat itu, ia menyusupkan jari telunjuknya di halaman novelnya, menutup novelnya dan menatap murid baru itu sejenak.

“Nama ku Cho Kyuhyun. Aku pindahan dari Jepang. Senang bertemu kalian.” Haerin kembali membuka novelnya setelah mendengar kalimat itu.

“Ahh Cho Kyuhyun.” Ujarnya dalam hati lalu kembali membaca novelnya. Selanjutnya Haerin hanya mendengar apa yang terjadi tanpa melihatnya, sampai saat Haerin merasakan Kyuhyun berjalan ke kursinya sambil menatap dirinya.

Haerin menoleh dan tertegun sejenak. Entah bagaimana ia merasa mata Kyuhyun saat ini sama seperti mata Donghae saat menatapnya. Membuat jantungnya berdebar aneh.Tapi Haerin segera menepis pikiran tidak masuk akalnya dengan mengalihkan matanya kembali ke novel di hadapannya.

-oOo-

Hari ini Kyuhyun benar-benar merasakan ada hal yang aneh dari dalam dirinya, mulai dari perasaan bahwa ia sangat mengenal sekolah ini, sampai hampir merasa tertarik pada seorang gadis yang sama sekali bukan tipenya. Lee Haerin, Kyuhyun sempat sekilas melihat nama gadis itu di denah kelas dan debaran itu datang lagi, bergejolak di dalam dadanya, debaran yang entah disebabkan oleh apa.

“Lebih mewah dari sekolahku di Jepang.” gumam Kyuhyun sambil menatap taman indah di sudut-sudut sekolah.  SMA Gamseong. Sekolah milik keluarga Lee Yoon Seong salah satu pengusaha sukses di Korea. Sekolah yang sangat luas dan memiliki taman hampir di setiap sudutnya. Gedung yang keempat sisinya merupakan dinding kaca dan di bangun dengan gaya paling modern. Terdapat lift dan eskalator juga disana.

Kyuhyun terus berjalan sampai ia menemukan kantin yang terletak di lantai bawah tanah. Kantin yang lebih terlihat seperti restoran di hotel mewah, tidak jauh berbeda dengan suasana kantin di sekolanya di Jepang, hanya menunya yang sepenuhnya berbeda. Baru beberapa langkah ia masuk, Kyuhyun bisa merasakan hampir seluruh mata siswi perempuan memandangnya. Rupanya gossip tentang kedatangan Kyuhyun sudah tersebar luar ke seluruh sekolah. Kyuhyun memang tampan, bahkan sangat tampan. Tinggi, kulit putih bersih dan bentuk badan yang idealnya bisa menghipnotis semua gadis yang melihatnya. Kyuhyun terus berjalan tanpa menghiraukan seluruh tatapan itu. Kini ia berhenti di depan stand makanan, melihat-melihat makanan yang akan menggugah seleranya.

Kyuhyun merasa ada ketertarikan saat ia melihat Sigumchi. Ini aneh. Bahkan Kyuhyun sangat benci sayuran. Apapun itu. Dan Sigumchi dibuat dengan bahan dasar bayam. Biasanya hanya dengan melihat warna hijaunya saja sudah membuatnya jijik namun kali ini, Kyuhyun melakukannya.

Ia mengambil mangkuk yang tersedia dan mengambil beberapa sendok Sigumchi ke dalam mangkuknya. Seperti ada kesenangan tersendiri yang ia rasakan.

Kyuhyun duduk di meja yang sedikit jauh dari keramaian setelah mengambil minumannya. Tapi seketika ia merutuki dirinya sendiri saat ia lupa mengambil sedotan, Kyuhyun bangkit dari duduknya cepat tanpa melihat keadaan di belakangnya terlebih dahulu.

Dan BRUUK.

Kyuhyun merasakan ada yang menabrak dadanya dan merasakan air yang mengalir di seragamnya. Ia melihat seorang siswi sudah berdiri di depannya dengan kepala menunduk sambil mengucap maaf beberapa kali, Kyuhyun tidak menghiraukannya ia malah sibuk melepas kancing jas seragamnya. Beruntung itu hanya air biasa dan kemejanya sama sekali tidak basah.

“Sudahlah, aku tidak apa-apa.” Kyuhyun tertegun, bagaimana mungkin kata itu meluncur begitu saja dari lidahnya. Kyuhyun menyadari itu bukan dirinya. Kyuhyun berkepribadian dingin terhadap semua orang yang tidak di kenalnya. Beberapa kali Kyuhyun mengalami kejadian ini, Kyuhyun akan langsung memaki-maki orang itu tidak peduli itu kesalahannya apa bukan, tapi kali ini berbeda.

Dan Kyuhyun makin terdiam saat gadis di depan nya menegakkan kepalanya. Lee Haerin, gadis yang saat pertama kali Kyuhyun melihatnya ia merasakan debaran dan gejolak aneh dalam dadanya. Dan itu terjadi lagi saat pertemuan kedua. Berada sedekat ini dengan Haerin hampir membuat Kyuhyun gila, jantungnya bergemuruh, berdebar sangat kencang tanpa ia tahu mengapa. Yang ia tahu, ia begitu tertarik melihaan Haerin. Bagaimana ekspresi wajah memelasnya, juga tampilan rambutnya yang berubah, kini Haerin mengikat tinggi rambutnya menampilkan leher indahnya, tipikal gadis idaman Kyuhyun. Mempunyai leher yang indah.  Tetapi Kyuhyun yakin bukan itu yang menjadi pusat ketertarikannya. Saat melihat Haerin ia seperti menemukan apa yang ia cari. Tapi entah apa yang ia cari itu. Kyuhyun tidak tahu. Benar-benar tidak bisa di mengerti. Perasaannya bergerak begitu saja tanpa ia kendalikan.

“Sekali lagi aku minta maaf. Kalau kau mau, aku bisa mengeringkannnya.” Kata-kata Haerin menyadarkan Kyuhyun kembali. Saat itu juga Kyuhyun menolak tawaran Haerin cepat.

“Tidak perlu, aku bisa sendiri.” Kyuhyun langsung melangkah pergi dari tempatnya itu. Kyuhyun hampir sampai di pintu keluar kantin, tapi seseorang menarik tangannya dan memaksanya untuk menoleh.

“Cho Kyuhyun!” Seorang gadis dengan rambut panjang kecokelatan tersenyum cerah kearahnya.

“Seo Joo Hyun?”  Gadis itu tertawa pelan mendengar Kyuhyun menyebut namanya.

“Kau sangat lucu kalau memanggil nama asliku Kyu.” Gadis itu, ia biasa di panggil Seohyun, mengelus pundak Kyuhyun pelan.

“Aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi.” Ujarnya. Sementara Kyuhyun sama sekali tidak mendengar apa yang Seohyun katakan, yang ada dipikirannya sekarang adalah bagaimana ia bisa pergi dari tempat itu sekarang juga. Dan saat itu Kyuhyun melihat Haerin.

“Ahh.. Lee Haerin!” Haerin langsung menoleh saat namanya di panggil.

“Kau bilang kau akan mengeringkan bajuku kan?” Haerin mengangguk cepat menjawab pertanyaan itu.

“Kalau begitu lakukan sekarang!” Setelah itu Haerin langsung melangkah dari tempatnya menghampiri Kyuhyun.

“Maaf aku punya urusan mendadak.” Kyuhyun menoleh ke Seohyun, menundukan kepalanya dan langsung menarik Haerin dari sana meninggalkan Seohyun dengan kebingungannya.

-oOo-

“Apa perlu aku mencucinya?” tanya Haerin setelah Kyuhyun menyerahkan jasnya yang basah.

“Tidak perlu.”

“Atau kau mau aku menggantinya dengan yang baru?” tanya Haerin lagi.

“Tidak perlu Lee Haerin.” Kyuhyun menekankan nada bicaranya saat menyebut nama Haerin. Haerin terdiam, untuk kedua kalinya hari ini ia merasakan ada kesaaman lagi antara Kyuhyun dan Donghae. Nada itu, Donghae selalu berbicara dengannya seperti itu. Benar-benar khas. Iya. Haerin masih ingat dengan jelas bagaimana sifat Donghae. Aneh.

“Kenapa kau melamun huh?” Kyuhyun sedikit membentak Haerin. Dan saat itu juga Haerin membuang jauh-jauh pikiran aneh nya tentang kesamaan Kyuhyun dan Donghae.

“Tidak apa-apa. Baiklah, aku pergi sekarang.”

-oOo-

Haerin menggigit bibirnya sendiri saat melihat Kyuhyun tiba di lapangan dan bergabung dengan yang lainya. Jam pelajaran hari ini adalah olahraga, seluruh siswa berkumpul di lapangan. Perlahan Haerin berjalan mendekat ke arah Kyuhyun.

“Eum.. Kyuhyun-ssi … masalah jas mu.. eum.. itu, aku.. tidak bisa mengeringkannya kemarin, jadi aku membawanya pulang, dan sekarang jas mu ada di kelas.” Haerin nyaris berbicara dengan cara  berbisik karena rasa bersalahnya, ia takut Kyuhyun akan marah.

“Bagus sekali, kau membuatku tampak aneh saat datang hanya dengan kemeja tanpa jas ku tadi.”Kyuhyun berbicara dengan nada datar, tapi makna dari kata-katanya benar-benar memojokkan Haerin. Gadis itu menggigit bibirnya lagi.

“Maaf..” Kini Kyuhyun sama sekali tidak mendengar lagi apa yang Haerin katakan, matanya tertuju pada beberapa gadis yang ikut bergabung bersama kelas mereka di lapangan. Seragam mereka sama dengan yang di pakai kelas Kyuhyun dan Haerin, hanya saja warnanya berbeda. Dan yang membuat Kyuhyun terfokus ke mereka adalah, Seohyun ada disana.

“Siapa mereka?” tanya Kyuhyun.

“Mereka dari kelas di sebelah kita. Setiap jam olahraga setiap kelas yang bersebelahan, akan di gabung. Ahh baiklah aku permisi sekarang.” Haerin bergerak dari tempatnya bergabung bersama yang lainnya di tengah lapangan setelah menjawab pertanyaan Kyuhyun.

“Hey ayo, pelajaran akan segera dimulai.” Haerin berteriak ke arah Kyuhyun sambil tetap berjalan ke tengah lapangan.

“Huh menyebalkan.” Kyuhyun berlari menuju tengah lapangan sambil mengumpat.

-oOo-

Haerin akhirnya merasakan suhu tubuhnya kembali stabil sekarang, setelah beberapa menit yang lalu keringat memenuhi beberapa bagian tubuhnya. Haerin duduk dan meneguk minumnya. Di tengah lapangan Haerin masih melihat beberapa murid laki-laki yang masih melanjutkan permainan, sementara murid perempuan sudah sepenuhnya berpencar, ke kantin, ke kelas, dan beberapa hanya duduk di pinggir lapangan seperti Haerin. Tidak jauh dari tempatnya sekarang Haerin bisa melihat ada beberapa murid laki-laki yang sudah menghentikan permainan dan beristirahat.

Haerin menarik handuk kecilnya yang berada di bawah tumpukan bola. Dan di luar perhitungannya, bola-bola itu jatuh menggelinding dan salah satu bola menggelingding ke belakangnya dan mengenai kaki seorang gadis yang sedang berjalan bersama seorang temannya.

Haerin menoleh ke belakang dengan terkejut.

“Maafkan aku.” Haerin berlari menghampiri gadis itu.

“Seo, kau tidak apa-apa?” tanya teman gadis itu, ia tersenyum kecil ke arah Haerin.

Seohyun berdiri dengan susah payah akibat seragam ketatnya dan berteriak kesal saat melihat hak sepatunya patah.

“Hei! Kau merusak sepatuku!”

“Sudahlah, dia tidak sengaja Seo..” tegur temannya lagi.

“Tidak bisa begitu Sulli-ah Sepatuku sudah tidak bisa di pakai lagi!”

“Maaf.. aku akan..”

“Haerin! Lee Haerin!” seseorang memanggil dari kejauhan. Kyuhyun tampak berlari kearah mereka. Seohyun gusar dan menduga-duga apakah Kyuhyun melihat yang baru saja ia lakukan, yaitu memarahi gadis yang tampak akrab dengannya ini. Seohyun meneguk ludah dan kemudian memohon maaf pada Haerin.

“Maaf sudah berlaku kasar padamu..” ujarnya cepat.

Kyuhyun segera membantu memunguti dan menyusun kembali bola-bola tadi.

“Ayo..” Kyuhyun menarik tangan Haerin untuk segera pergi dari sana.

“Ahh Kyu..” Kyuhyun menghentikan langkahnya saat mendengar suara Seohyun.

“Ahh ya, untuk mu Seo. Kau tampak terlihat seperti guru yang memakai sepatu ber-hak ke sekolah. Style mu menjadi buruk sekarang. Kuharap kau segera memperbaiki itu.” Kyuhyun tersenyum singkat dan melangkah cepat menarik tangan Haerin dari sana.

-oOo-

Kyuhyun terbangun dari tidurnya dan melihat jam menunjukan pukul 07.30 pagi. Kyuhyun tersentak dan langung duduk. Tapi kemudian tertidur lagi setelah mengingat hari itu adalah hari Minggu.

Saat Kyuhyun hampir terlelap lagi, ia merasakan seseorang mengguncang tubuhnya cepat. Kyuhyun membuka matanya, dan perlahan ia bisa melihat kakaknya Cho Ahra sudah duduk di ranjangannya.

“Hey! Apa kabarmu pemalas? Setelah mendapat donor jantung kau harusnya tidak hanya menghabiskan waktumu dengan tidur lagi.” Ahra berbicara dengan volume besar di telinga Kyuhyun dan mengguncang tubuh adiknya lagi.

“Untuk apa kau tiba-tiba datang kesini nunna?” Ujar Kyuhyun masih dengan mata yang setengah tertutup.

“Hey, kau menolak kedatangan kakakmu sendiri huh?” Ahra menarik Bantal di bawah kepala Kyuhyun dan memukulkannya ke adiknya itu.

“Aku kesini untuk melihat keadaanmu tentu saja.” Kyuhyun tersenyum dan membuka matanya. Menyelipkan bantal lagi di bawah kepalanya dan menatap dalam Ahra.

“Aku baik. Sangat baik.” Ujarnya singkat sambil tersenyum.

“Baguslah. Kau tidak merasa aneh kan? Ahh baguslah kukira kau akan berubah setelah transplantasi itu.”

“Berubah?” Kyuhyun duduk dan menatap tajam Ahra.

“Apa kau tidak tahu apa efek dari transplantasi jantung?” Kyuhyun menggeleng polos menjawab pertanyaan Ahra.

“Efeknya berbeda-beda memang, tapi kebanyakan efek yang terjadi adalah sang penerima jantung cenderung akan memiliki sifat seperti si pendonor, nada bicara, selera makan, bahkan soal cinta.” Kyuhyun mengerutkan keningnya mendengar penjelasan Ahra.

“Kau tidak merasakan hal aneh pada dirimu bukan?”

“Kurasa tidak..” jawab Kyuhyun cepat.

“Ahh, baguslah. Karena walaupun kau adalah adik paling kurang ajar, aku menyukai sikapmu itu.” Ujar Ahra sedikit bercanda dan mencubit pipi Kyuhyun. Kyuhyun hanya tersenyum melihat  tingkah kakaknya itu.

“Ahh nunna masalah cinta, atau selera makan yang kau sebutkan tadi, aku tidak mengerti maksudmu.”

“Ahh itu. Ada kejadian seorang penerima transplantasi jantung yang mencintai istri sang pendonor dan akhirnya menikahinya, dan selera makannya berubah menjadi seperti sang pendonor juga.”

“Benarkah begitu?” Ahra hanya menjawab dengan anggukan kecil dan bangkit dari duduknya.

“Nah sekarang, bangunlaah, waktuku hanya 2 minggu disini, ayo kita jalan-jalan.” Ahra menarik selimut yang melilit tubuh Kyuhyun sampai membuat pria itu ikut terjatuh ke lantai.

“Yaak! Nunna!” Kyuhyun berteriak dan mencoba keluar dari lilitan selimutnya sendiri, sementara Ahra sudah berlari jauh dan menuruni tangga.

 

-oOo-

 

“Kau yakin tidak mau ikut Kyu?” Kyuhyun kembali mendengar pertanyaan itu, kini dari Ibunya.

“Tidak bu. Nanti bawakan saja Jjangmyeon untukku.” Kyuhyun menjawab tanpa menoleh, pria itu masih sibuk dengan PSPnya.

“Baiklah kalau begitu kami pergi ya.” Ibu Kyuhyun mengelus pundak putranya lembut dan mencium pipinya.

“Ayah pergi, kau harus mejaga rumah.” Kini ayahnya, Cho Younghwan yang menepuk pundaknya pelan. Kyuhyun hanya menjawab dengan gumaman dan anggukan pelan.

“Merasa bayi lagi setelah dicium Ibu eoh?” Kini Ahra yang berbisik di telinganya.

“Yaak! Nunna! Pergilah! Jangan mengganguku!” Ahra hanya terkekeh pelan dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

 

Kyuhyun mematikan PSPnya setelah mendengar suara mobil perlahan menghilang. Kyuhyun membuka ponselnya kemudian melirik kunci mobilnya di atas meja. Perasaan itu semakin kuat seiring dengan Kyuhyun yang terus mengulang membaca alamat itu. Dan akhirnya ia bangkit, mengambil jaket dan kunci mobilnya. Beberapa menit kemudian Kyuhyun sudah duduk di mobilnya dan menginjak pedal gasnya dalam.

-oOo-

Kyuhyun memandangi rumah yang ada di depannya. Jantungnya kembali bergemuruh, timbul hasrat dalam dirinya untuk segera masuk ke dalam rumah itu. Tapi, ini aneh. Ia bahkan tidak punya hubungan apapun dengan Haerin, dia bisa disangka gila memasuki rumah orang sembarangan. Kyuhyun menghidupkan mesin mobilnya, tapi kemudian mematikannya lagi. Perasaanya, gejolak jantung ini meminta nya untuk tetap disitu.

“….Ada kejadian seorang penerima transplantasi jantung mencintai istri sang pendonor dan akhirnya menikahinya, dan selera makannya berubah menjadi seperti sang pendonor juga.” Kata-kata Ahra seperti berputar-putar di kepalanya.

-oOo-

 

Kyuhyun kecil tiba-tiba merasakan sesak yang tak terhingga, dadanya seperti tercekat, dan sekarang ia tidak bisa bernafas. Perlahan kesadarannya hilang.

“Kyu.. Kyuhyun.” Panggil Ibunya panik.

“Jantungnya lemah. Dia bisa disembuhkan dengan cara terapi, tapi tidak sembuh total tentunya. Kita harus melakukan transplantasi.”

“Lakukan dok! Lakukan yang terbaik untukunya..”

“Umurnya masih belum cukup untuk melakukan transplantasi. Kita harus menunggu sampai ia mencapai 17 tahun. Selama menunggu, jaga dan pastikanlah jantungnya akan tetap berdetak.”

-oOo-

“Hyung apakah benar-benar sakit?”

“Apa?”

“Penyakitmu, aku melihatmu mengerang kesakitan setiap malam.”

“Sebenarnya tidak. Tidak akan sakit jika kau tidak memikirkannnya. Jadi jika kau sakit berpikir lah kalau kau sekarang sedang merasa sehat. Sangat sehat.”

-oOo-

 

“Kyu, bagaimana jika ada seseorang yang akan mendonorkan jantungnya untukmu, apa kau akan menjaga jantungnya dengan baik?”

“Tentu hyung.”

“Kau akan bergerak kemana pun detak jantung itu mengarah?”

“Iya tentu saja.

“Bagus kalau begitu. Ku donorkan jantungku untukmu”

“hah?”

 

-oOo-

Kyuhyun tersadar dari lamunannya saat melihat gerbang kecil rumah itu terbuka, seorang gadis. Mata Kyuhyun membulat melihat siapa gadis itu. Haerin. Haerin berjalan dengan sangat cepat melewati mobil Kyuhyun, dan dengan cepat juga Kyuhyun keluar dari mobilnya berlari menyeimbangi langkah Haerin dan menarik tangan gadis itu.

Entah bagaimana kini Kyuhyun merasakan Haerin sudah memeluk tubuhnya erat. Tubuh Haerin bergetar dalam pelukan Kyuhyun, dan Kyuhyun juga merasakan dadanya basah. Seketika itu juga Kyuhyun baru menyadarinya. Haerin menangis.  Haerin menggengam erat jaket biru yang dipakai Kyuhyun. Tubuh Haerin masih bergetar hebat.

Kyuhyun mendorong pelan tubuh Haerin dari pelukannya. Ia menemukan wajah gadis itu yang basah oleh air mata. Betapa rasa sesak juga ikut melanda diri Kyuhyun. Melihat Haerin menangis hingga matanya tampak sembab.

Haerin mengangkat kepalanya dan balas menatap Kyuhyun. Tidak tahu kenapa tatapan Kyuhyun menjadi begitu hangat di mata Haerin, menimbulkan rasa nyaman tersendiri untuknya. Seperti tiba-tiba sosok Donghae muncul dalam diri Kyuhyun. Semuanya nyaris sama. Dan hal itu semakin membuat Haerin sangat menyesali kematian Donghae.

Sedangkan Kyuhyun merasakan hal aneh lagi dalam dirinya. Rasa sesaknya semakin besar. Meluap ke permukaan. Hatinya turut merasakan luka saat melihat Haerin bersedih. Perlahan tangan Kyuhyun bergerak menyentuh pipi Haerin menghapus air mata gadis itu. Ada desiran halus yang terjadi dalam hatinya. Pertanyaan itu kembali muncul, perasaan ini murni dari dirinya atau karena efek jantung dari kakak sepupunya Lee Donghae yang merupakan pendonornya sendiri?

-oOo-

“Sudah merasa baikan sekarang?” Tanya Kyuhyun hati-hati. Haerin sedikit terkejut lalu mengganguk lembut.

“Sebenarnya apa yang terjadi padamu?”

“Bukan apa-apa.” Nafas Haerin masih belum stabil setelah meluapkan segala sesak salam dadanya tadi.

“Tidak ada salahnya membagi masalahmu dengan orang lain agar kau merasa tenang.” Ujar Kyuhyun sedikit mendesak Haerin. Haerin menoleh dan menatap Kyuhyun dalam. Membuat pemuda itu akhirnya menutup mulutnya dan bilang “Baiklah, aku tidak akan bertanya.”

Haerin tersenyum samar. Ia menghembuskan nafas pelan ke udara, sembari membiarkan perasaan sedihnya luruh.

“Yang membuatku menangis tadi adalah Kakek. Dia membuatku semakin merasa tertekan setelah kematian kekasihku.” Haerin menarik nafasnya berat, dan meniupkannya lagi ke udara.

“Kakek selalu melihatku tampak murung semenjak kejadian itu. Kejadian yang bahkan belum genap terjadi sebulan yang lalu, apa aku salah masih memikirkannya? Tentu tidak kan? Kakek memang suka berlebihan, dan egois. Mengambil keputusan untuk menentukan hidup orang lain seenaknya. Memaksaku pindah ke Eropa agar bisa melupakan semuanya. Dia pikir semua akan semudah itu?” Haerin menoleh kearah Kyuhyun yang masih setia mendengarkan.

Sementara yang Kyuhyun rasakan adalah, jantungnya seperti tersayat sekarang. Mengetahui betapa Haerin mencintai pacarnya. Melihat mata indah Haerin seakan menghilang tergantikan dengan mata sayunya sekarang.

“Dia hanya tidak ingin melihatmu sedih terus-menerus.” Kyuhyun berkata dengan susah payah akibat gejolak dan perasaan sakit dalam dadanya.

“Iya, tapi seharusnya ia memberiku waktu untuk berhenti bersedih.” Hening. Untuk beberapa saat mereka tenggelam dalam pikiran masing-masing.

“Haerin..” Panggil Kyuhyun pelan. Haerin mengalihkan pandangannya ke arah Kyuhyun “Iya?”

“Boleh aku tahu siapa nama pacarmu itu?” Haerin tampak memandang bingung ke arah Kyuhyun tapi tetap menjawab apa yang Kyuhyun tanyakan.

“Donghae. Lee Donghae.” Waktu seperti terhenti saat Haerin menyebutkan nama itu. Apa ini sebuah kebetulan? Kyuhyun tiba-tiba merasa begitu kecewa. Jadi perasaannya ini…..

“Kenapa?” tanya Haerin. Kyuhyun menggeleng pelan seraya mengalihkan pandangannya dari perempuan itu. Rasa sesak menyerubungi dadanya. Ia benar-benar dilanda rasa kecewa.

“Kyu, sepertinya aku harus kembali sekarang.” Haerin berdiri, keadaannya jauh lebih baik sekarang.

Kyuhyun tidak bergerming. Ia masih duduk dengan pikiran-pikirannya sendiri. Kyuhyun merasa sangat kecewa mengetahui bahwa perasaannya ini hanyalah pengaruh pendonornya. Kakak sepupunya Lee Donghae. Pantas saja Kyuhyun merasa pernah mengenal Haerin sebelumnya. Ternyata inilah penyebabnya, Haerin adalah pacar dari Lee Donghae. Perempuan yang dicintai pendonornya itu.

“Kyu? Ada apa? Ayo kita pulang.” Ajak Haerin lagi.

“Bukan apa-apa, sebaiknya kita segera kembali.” Kyuhyun beranjak dan melangkah lebih dulu. Haerin keheranan, namun tidak banyak bertanya. Ia menyusul langkah cepat Kyuhyun.

-oOo-

Haerin menawarkan air mineral dan sebuah handuk untuk Kyuhyun yang tampak kelelahan setelah olahraga. Tidak ada respon dari pria itu, ia hanya duduk sambil mengatur nafasnya. Tanpa menghiraukan Haerin. Dan disaat gadis itu duduk di bangku kosong tepat di sebelah Kyuhyun, pemuda itu melakukan hal itu lagi. Hal yang sejak 3 hari yang lalu dilakukannya. Menghindar dari Haerin.Kyuhyun bangkit dan segera berlari cepat ke arah kelas.

-oOo-

 

Haerin menatap kosong suasana sekolah yang sudah tampak sepi. Jam sudah menunjukan pukul 06.00 sore. Haerin mempercepat langkah kakinya kearah gerbang.

“Lee Haerin!” langkah Haerin terhenti mendengar seseorang memanggil namanya. Haerin menoleh kebelakang. Gadis itu nyaris akan meloncat gembira karena melihat orang yang

beberapa hari menghindarinya kini muncul menghampirinya. Cho Kyuhyun. Kyuhyun berjalan ke arah Haerin dengan langkah cepat.

Kyuhyun langsung meraih tangan sebelah tangan Haerin dan meletakkanya diatas dada kirinya. Tempat dimana jantungnya berada dan sedang berdetak cepat.

“Apa maksudnya ini?” tanya Haerin. Kali ini Kyuhyun tidak menjawab, malah air mata Kyuhyun tampak mengalir. Dan Haerin semakin tidak paham apa yang terjadi dengan Kyuhyun.

“Kau bisa merasakannnya?” Haerin tidak tahu, apa maksud dari pertanyaan itu. Tangannya yang berada di atas dada kiri Kyuhyun hanya merasa debaran kecil yang bertempo cepat. Haerin menatap mata Kyuhyun dalam. Namun itu tidak berlangsung lama karena Kyuhyun tiba-tiba saja membuat wajah mereka merapat. Membungkan mulut Haerin dengan bibirnya cepat dan tanpa kata-kata.

Aku menyukaimu, apa kau bisa merasakannya?

Kyuhyun mendekap cepat tubuh Haerin. Dengan segala buncahan perasaannya yang masih belum jelas dari mana asalnya, Kyuhyun meluapkannya saat ini. Lewat kecupan dan dekapan erat pada tubuh Haerin. Kyuhyun tidak bisa berpikir jernih. Yang ia tahu ia menginginkan Haerin. Ingin melindungi gadis ini. Ingin menjadi bagian dari hidup Haerin. Tetapi detak jantung Donghae yang tertanam dalam tubuhnya membuat ia ragu akan perasaanya sendiri. Ini sangat menyiksanya.

“Kyu… apa yang kau lakukan?”

“Lee Haerin.. bisakah kau tidak memperlihatkan dirimu lagi di depanku?” Air mata Kyuhyun kembali turun lagi. Perasaannya semakin sesak. Ia sudah tidak kuat menahannya. Melihat Haerin di depannya atau dimanapun hanya akan memperburuk perasaannya. Haerin tampak menatap Kyuhyun bingung.

“Kumohon pergilah dari hidupku dan jangan pernah terlihat lagi.” Kyuhyun mundur. Pria itu tampak frustadi. Tak mau mendengar apapun yang akan terucap dari mulut Haerin, Kyuhyun memilih pergi dan meninggalkan gadis itu. Membuat Haerin semakin bingung atas semua sikap Kyuhyun.

-oOo-

 

“Ada apa dengan Haerin? Sudah seminggu ini dia tidak masuk dan kudengar dia memanggil guru ke rumahnya.” Kyuhyun mendengar pertanyaan itu berkumandang di seluruh kelas. Kyuhyun sama sekali tidak tertarik untuk membahas itu.

“Bukankah dia sedang di kantor guru sekarang? Dia akan mengurus kepindahannya ke Eropa.” Kalimat itu seakan membuat seluruh dunia terasa berputar di kepala Kyuhyun. Ia berlari cepat keluar dari kelasnya.

-oOo-

Haerin menarik nafas berat setelah menutup pintu ruang guru. Tinggal satu tanda tangan lagi, maka ia akan resmi keluar dari SMA Gamseong. Haerin merapatkan jaketnya  saat merasakan udara dingin semakin menusuk sampai ke tulangnya.

Haerin merasakan sepasang tangan kekar dan hangat tiba-tiba mendekapnya erat. Tidak terlalu lama. Tapi dekapan itu mampu membuat Haerin merasa seakan suhu disekitarnya mulai normal sekarang. Haerin menoleh dan mendapati Kyuhyun yang kini di depannya, tangan pria itulah yang mengahangatkannya tadi.

Haerin kembali terkejut ketika Kyuhyun meraih tangannya dan meletakkanya diatas dada kirinya dan meletakkanya diatas dada kirinya. Tempat dimana jantungnya berada dan sedang berdetak cepat. Hal sama yang Kyuhyun lakukan minggu lalu padanya.

“Kau bisa merasakan detakannya?” Haerin menatap dada kiri Kyuhyun yang kini disinggahi tangan kanannya. Haerin bisa merasakan degup-degup kencang dan cepat dari balik kemeja putih Kyuhyun.Haerin menatap Kyuhyun tak mengerti. Kyuhyun menatap Haerin seraya tersenyum.

“Kau belum mengerti?” Tanya Kyuhyun. Tidak ada jawaban dari Haerin yang sedang berpikir tentang arti semua ini.

“Baiklah, aku akan membuatmu mengerti.” Kyuhyun menarik tubuh Haerin mendekat. Merapat hingga tidak ada lagi jarak diantara mereka. Dan, bibir mereka bersentuhan lagi.

Terasa begitu hening. Namun Haerin bisa merasakan bahwa jantungnya berdebar lebih keras lagi akibat kecupan Kyuhyun. Haerin tidak tau Kyuhyun ingin membuatnya mengerti tentang apa? Tidak tahu arti dari kecupat lembut ini? Tidak tahu mengapa Kyuhyun harus melakukannya lagi.

Air mata Haerin tiba-tiba meluncur dari pelupuk matanya. Menduga-duga kalimat apa yang akan Kyuhyun ucapkan saat kecupan ini berakhir? Apa Kyuhyun akan menyuruhnya untuk tidak muncul lagi di hadapan pria itu?

Kyuhyun perlahan melepaskan kecupannya. Kini ia tersenyum samar. Matanya berkaca-kaca menahan tangis. Seumur hidupnya, ini pertama kalinya ia begitu menyukai seseorang. Mungkin juga karena jantung yang berdetak dalam tubuhnya juga sangat mencintai Haerin. Membuat perasaan ini menjadi dua kali lipat lebih besar.

“Sekarang apa? Suara Haerin terdengar serak. Ia menangis tanpa suara. Demi apapun ia tidak ingin mendengar laki-laki di hadapannya ini mengatakan bahwa ia tidak ingin melihat dirinya. Lagi. Haerin pasti akan segera enyah saat itu juga. Dan pergi selama-lamanya.

Kyuhyun masih diam. Ia ingin membiarkan Haerin mencerna makna dari perbuatannya tadi. Tapi sepertinya Haerin tidak mengerti. Haerin malah menangis dan menatapnya penuh tanya.

“Kau akan memintaku pergi lagi? Sebenarnya apa maumu Cho Kyuhyun? Apa arti dari semua ini?”

“Aku menyukaimu..” Sahut Kyuhyun. Mata Haerin terbelalak. Apa telinganya salah mendengar?

“Tidak… aku rasa perasaanku tidak sesederhana itu. Aku mencintaimu.” Bisik Kyuhyun.

Belum sempat selesai mencerna setiap makna dari kata tu. Haerin sudah dibawa kembali ke dalam pelukan Kyuhyun. Pelukan yang sangat erat.

“Kyu…”

“Tetaplah disisiku. Haerin. Aku ingin selalu melihatmu. Aku hanya meminta itu…”

Mata Haerin kembali basah. Tetapi kali ini bukan karena ia bersedih. Ia justru bahagia. Hatinya merasa begitu lega. Kalimat-kalimat Kyuhyun seketika membuang segala keraguannya untuk menyukai seseorang lagi.

Haerin tidak mau berpikir lagi. Tangannnya yang berada di sisi tubuhnya bergerak ke tubuh Kyuhyun. Membalas dekapan pria itu. Kyuhyun akhirnya tersenyum merasakan itu.

Haerin memejamkan matanya. Mungkin.. sudah waktunya ia memiliki seseorang dalam hidupnya lagi…

-oOo-

“Lee Haerin? Aku mengenalnya. Dia….” Ahra tidak melanjutakan kalimatanya, melainkan tampak terkejut.

“Dia pacar Donghae. Ya aku sangat ingat, Lee Haerin di pacar Donghae. Apa kau yakin dengan perasaanmu itu? Kau yakin kau mencintai Haerin sebagai dirimu? Bukan karena jantung Donghae yang kini tertanam di tubuhmu?”

“Aku menyukai Haerin, itu murni dari hatiku sendiri. Soal transplantasi jantung yang aku dapatkan dari Donghae hyung …. itu hanya perantara. Itu bagian dari takdir yang mempertemukan aku dengannya.” Sahut Kyuhyun tegas. Ahra tampak terdiam mendengarnya.

“Ayo cepat pergi, Ayah dan Ibu bisa mengamuk kalau kita terlambat.” Ujar Kyuhyun mengalihkan pembicaraan. Kyuhyun berjalan menuju pintu. Dan saat membukanya, Kyuhyun kaget karena adanya sosok perempuan yang juga menjadi bahan pembicaraan ia dan kakaknya. Haerin ada dibalik pintu dan mendengar semuanya.

“Haerin?” Seketika Ahra ikut terkejut. Mereka tidak mengira Haerin akan datang saat ini.

Haerin sudah tampak muram dengan mata yang basah. Kyuhyun tidak perlu bertanya apa alasan Haerin menangis, tentu saja karena Haerin mendengar semuanya tadi.

“Haerin-ssi…-“

“Maaf, tidak seharusnya aku datang..” Haerin membungkuk cepat dan segera pergi. Kyuhyun bergerak cepat mengejarnya namun di tahan Ahra.

“Segera susul aku setelah selesai bicara dengannya, aku akan memberikan alasan pada Ayah dan Ibu.” Kyuhyun hanya tersenyum berterima kasih dengan pengertian kakaknya itu dan menggangguk cepat.

-oOo-

Haerin benar-benar tidak bisa mempercayai apa yang baru ia dengar. Donghae mendonorkan jantungnya pada Kyuhyun tanpa memberitahukannya? Haerin tidak mengerti mengapa Donghae melakukannya.  Tapi sekarang yang ada di pikiran Haerin adalah perasaannya sendiri. Inikah jawaban dari semua kebetulan yang terjadi?  Kenapa Kyuhyun bisa menatap Haerin dengan tatapan yang hampir sama persis dengan tatapan Donghae? Kenapa Haerin merasa ia melihat sosok Donghae dalam diri Kyuhyun.

Jika benar, maka perasaanya terhadap Kyuhyun tidak tulus.  Ia hanya menemukan kembali sosok Donghae pada Kyuhyun.

“Haerin….” Karena terlalu sibuk dengan pikiran-pikirannya sendiri, Haerin sadar langkahnya telah melambat dan dapat disusul Kyuhyun.

“Kenapa tidak memberitahuku sejak awal?” Haerin membalikan tubuhnya dan menatap Kyuhyun. Kyuhyun tidak memberikan jawaban. Ia hanya menatap sendu Haerin.

“Kau sudah mengenal Donghae bahkan sebelum kita bertemu? Apa artinya ini? Kau sedang membodohiku?” tanya Haerin lagi.

“Tentu aku mengenalnya jauh sebelum aku mengenalmu. Karna Donghae adalah kakak sepupuku. Dan kau harus tahu bahwa dialah yang dengan suka rela memberikan jantungnya padaku. Apa ada masalah untuk itu?”

“Kau tidak jujur padaku, Kyuhyun. Itu masalahnya. Seharusnya kau beritahu aku agar…”
Suara Haerin tercekat. Ia ingin menangis rasanya.

“Agar apa? Agar kau melihatku sebagai Donghae? Atau supaya kau menghindar karena tidak yakin dengan perasaanmu sendiri?” tanya Kyuhyun. Haerin menurunkan kepalanya matanya berkaca-kaca dan saat ia berkedip, air mata jatuh ke atas pipinya.

 

“Sekalipun aku sudah tidak ada di dunia ini, aku pasti tetap menjadi bagian dari detak jantungmu. Selamanya pasti akan begitu.”  Haerin teringat kata-kata Donghae padanya. Inikah maksud dari ucapannya  itu?

“Donghae hyung pasti sangat mencintaimu, dia tidak ingin kau merasa kesepian.”

“Jadi itu alasan dia memberikan jantung itu padamu?” Haerin mendecak pelan seraya mengusap matanya.

“Bukankah seharusnya aku yang marah? Bukankah seharusnya aku yang merasa ini sangat tidak adil?” Haerin kembali menatap dalam Kyuhyun.

“Saat pertama kali melihatmu jantungku berdetak cepat, di pertemuan kita selanjutnya juga begitu. Aku menganggap diriku sendiri gila karena tertarik dengan wanita polos seperti mu. Tapi jantung ini selalu mendesakku untuk melakukannya. Kau tahu betapa sesaknya aku menentang perasaan ini? Jika aku bisa menghentikannya aku akan menghentikannya tetapi aku tidak bisa. Perasaan itu begitu kuat sampai aku tidak bisa mengendalikan diri. Semestinya akulah yang pantas marah, Lee Haerin.” Mata Kyuhyun berubah kelam, dan dihiasi genangan air mata.

“Tapi di sisi lain aku juga menyukaimu, aku merasa ingin tahu apa yang terjadi padamu. Ingin peduli. Aku yakin perasaan itu benar-benar dari diriku sendiri dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan pengaruh jantung Donghae.”

Haerin terdiam lidahnya benar-benar tercekat sekarang, tidak ada yang bisa ia ucapkan. Bahkan tidak ada penolakan darinya saat tubuhnya kembali berada dalam dekapan Kyuhyun.

“Aku mencintaimu dengan diriku sendiri. Dan dengan tertanamnya jantung Donghae dalam tubuhku, aku merasakan cinta itu beratus kali lipat.” Haerin masih diam, tidak ada respon apapun darinya terhadap kalimat Kyuhyun. Yang ia rasakan sekarang adalah jantungnya seperti akan mencelos keluar akibat getaran yang terlalu cepat.

“Kau tahu? Aku juga sempat merasa gila saat pertama kali kita melakukan hal ini. Bagaimana mungkin jantungku bisa berdegup sangat kencang? Dan sekarang jantungku berdegup dua kali lipat lebih cepat dari sebelumnya. Aku tidak melihatmu sebagai Donghae sekarang. Sungguh. Hanya saja mungkin ada bagian dari hatiku yang masih melihatmu sebagai Donghae.” Haerin berkata lirih di telinga Kyuhyun sambil membalas pelukan pria itu.

“Aku tahu. Kau hanya butuh waktu untuk melupakan itu.” Kyuhyun perlahan melepaksan dekapannya.

“Aku….mencintaimu.” ujar Haerin pelan. Kyuhyun tersenyum mendengar itu.

“Aku juga sangat mencintaimu.” Kyuhyun melakukan itu lagi. Mengecup lembut dan mendekap Haerin setelah menyelesaikan kalimatnya itu.

Prolog

Cho Kyuhyun dengan seragam pasiennya berjalan tertatih di sekitar koridor rumah sakit. Ia tidak punya tujuan lain selain mengurangi rasa bosannya karena berhari-hari ia hanya berbaring di atas ranjang.

Nafas Kyuhyun mulai tersenggal. Bukan efek kelelahan melainkan kondisi jantungnya yang belum stabil. Dokter bilang, yang ia butuhkan sekarang bukan hanya perawatan dan obat-obatan, tapi Kyuhyun butuh jantung yang baru. Ia membutuhkan seorang pendonor. Artinya ia mengharapkan seseorang mati demi kesempatannya untuk hidup.

Langkah Kyuhyun terhenti ketika ia menemukan seorang perempuan dengan mata sembab dan terpejam lelah, tertidur di depan kamar kakak sepupunya. Tapi ia sama sekali tidak mengenal gadis itu. Kyuhyun merasa empati terhadap gadis itu.

Kyuhyun tiba-tiba berinisiatif memberikan selimut kecil yang membungkus bahunya pada gadis malang itu. Kyuhyun tersenyum samar memandang gadis itu namun tidak lama. Karena seorang suster menariknya kembali ke kamarnya.

-oOo-

“Dokter, apa kau tahu tentang pasien yang bernama Cho Kyuhyun?” Tanya Donghae ketika ia akan diperiksa.

“Cho Kyuhyun? Ahh iya pasien pengidap penyakit jantung. Aku tahu. Memangnya ada apa?”

“Dia adik sepupuku, jika aku meninggal, bisakah aku mendonorkan organ tubuhku?” Dokter itu kini tampak terkejut dan menganggukkan kepalanya.

“Tentu saja jika organ itu berfungsi dengan baik.”

“Kalau begitu jika aku meninggal, maka aku ingin mendonorkan jantungku untuk Kyuhyun.”

“Kau serius?” Donghae mengangguk.

“Dia orang yang membutuhkan jantungku. Dan dia orang yang tepat untuk….” Donghae menahan kalimatnya.

“Tepat untuk apa Hae?” Tanya Dokter itu. Donghae tidak menjawab. Ia hanya tersenyum seraya melanjutkan kalimatnya dalam hati. Kyuhyun mungkin orang yang tepat untuk menjaga Haerin.

-oOo-

 

Thankyou soomuch for reading!^^

2 thoughts on “[FF Freelance] Strange Heartbeat

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s