[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 3)

cats8

Title: I chose to get married Chapter 3

Author: Ishani

Length: Chaptered

Rating: PG15

Genre: Married life, family, Romance

Main cast:

v  Park Chaera ‘OC’

v  Cho Kyuhyun

Other cast:

v  Ny. Cho dan Tn.Cho

v  Ny Kim dan Tn Kim

v  All member super junior

v  And many more

Previous: Chapter 1, Chapter 2,

Disclaimer: Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri. Jika ada kesamaan apapun itu hanya kebetulan semata. Dan please, tinggalkan jejak, agar aku tahu kalau kalian ada, dan suka sama karyaku. Maklum aja ini adalah karya pertamaku jadi kadang aku masih ragu untuk ngelanjutinnya *kok jadi     curhat*

 

 

 

Chaera menghembuskan napasnya dengan berat. Hari ini, entah angin apa ia dengan rajinnya merapihkan apartemannya. Ralat maksudnya apartemen ia, dan Cho Kyuhyun. Memang mereka memperkerjakan seorang untuk membersihkan apartemen mereka. Jung Ahjumma hanya datang dua kali dalam seminggu, dan hari ini bukanlah jadwal beliau merapikan apartemen mereka.

 

Dan berhubung hari ini Chaera tidak memiliki pekerjaan yang berarti. Selain kuliah, dan Chaera sudah pulang dari beberapa jam yang lalu karena tidak memiliki jadwal kuliah lagi. Jadi ia memutuskan untuk merapikan apartemen mereka ini. Chaera melirik jam yang terpajang indah disalah satu dinding apartemen mereka. Jam 2 siang.

 

Lagi dia menghembuskan napas dengan berat. Sekarang apa lagi yang harus ia lakukan? Rasanya Chaera ingin sekali mengunjungi oppanya dirumah sakit, namun tadi bibi Kim baru saja menghubunginya dan memberitahukannya, kalau beliau akan mengunjungi oppanya itu.

 

Jika Chaera kesana bibinya pasti akan curiga, dan menanyakan macam-macam perihal kehidupan pernikahannya. Terlebih lagi saat ulang tahun eonnie Ahra kemarin, bibi Kim melihat dengan jelas, bagaimana cara Kyuhyun menyeretnya tanpa alasan yang jelas.

 

Dan karena kejadian itu, Chaera harus menambah dosanya kembali yang sudah banyak itu dengan berbohong kepada bibinya lagi. Chaera mengatakan kalau saat itu, Kyuhyun sedang tidak enak badan, dan pria itu ingin istirahat diapartemen.

 

Chaera tahu kalau bibinya itu tidak percaya dengan alasannya 100%, karena bibi Kim masih suka menanyakan prihal kejadian itu, dan kehidupan pernikahannya. Lagian bagaimana beliau dapat percaya begitu saja. Jika bibi Kim melihat dengan jelas bagaiamana cara Kyuhyun menyeretnya dengan kasar.

 

Jadi dari pada Chaera harus menambah dosa lagi dengan berbohong pada bibi Kim. Bahwa ia bahagia akan pernikahannya, dan bersyukur dapat menikah dengan Kyuhyun, Chaera lebih memilih untuk menghindar dari bibinya itu untuk sementara waktu.

 

Lagi-lagi, Chaera menghembuskan napasnya dengan berat. Bersyukur? Bagian mana yang harus ia syukuri dari pernikahannya ini? Bersyukur karena ia menikahi maknae dari boyband terkenal di korea?

 

Oh lupakan jika alasannya itu. karena kau tidak akan lagi bersyurkur. Jika kau mendapat pelecehan dari suamimu, meskipun suamimu itu maknae dari boyband terkenal.

 

Dan satu-satunya yang dapat Chaera syukuri adalah ia tidak perlu dipusingkan lagi, tentang biaya pengobatan oppanya itu. Chaera sudah bertekad seberapa besarpun pelecehan yang ia dapat dari suaminya itu. Chaera tidak akan menyerah sampai oppanya itu dapat membuka matanya kembali. Dan begitu oppanya dapat membuka matanya kembali, Chaera akan mengadukan semua perlakuan yang ia dapat dari Kyuhyun.

 

Chaera yakin oppanya itu akan menghajar Kyuhyun sampai babak belur, dan saat nanti Kyuhyun meminta bantuan. Ia akan hanya menertawakan Kyuhyun yang dihajar oleh oppanya tanpa berniat membantu namja itu.

 

Chaera tertawa kecut membayangkan hal itu, membayangkan hal yang mungkin masih lama terjadi. Membayangkan hal yang masih berada jauh di angannya.

 

Daripada pikirannya melantur kemana-mana, dan membuatnya pusing. Chaera lebih memilih mengambil majalah yang ada diatas meja dihadapannya, dan membolak-balikan majalah itu untuk mengisi waktu luangnya.

 

Gadis itu masih sibuk memperhatikan isi majalah itu, sampai pada halaman yang menampilkan beberapa potong gambar seorang gadis yang menggunakan gaun berwarna pink soft yang cantik. Chaera tersenyum melihat nama designernya. Cho Ahra.

 

Seperti mendapat sebuah hidayah, Chaera segera mengambil ponselnya dan menghunbungi kakak iparnya itu.

 

“Yoeboseyo”  sapa seseorang disebrang sana, yang Chaera yakini adalah kakak iparnya.

 

“Eonnie” Chaera membalas sapaan dari kakak iparnya itu dengan riang. “Apa eonnie punya waktu? Aku sangat bosan sendirian diapartemen, dan kupikir sebentar lagi mungkin aku akan terbujur kaku disini”

 

Lebih dua bulan saling mengenal membuat Chaera tahu bagaimana kepribadian kakak iparnya itu. Ahra eonnie adalah pribadi yang hangat, dan periang dan juga terbuka kepada siapa saja.

 

Buktinya Chaera saja yang tidak bisa cepat akrab dengan seseorang yang baru ia kenal dapat cepat akrab dengan Ahra. Tapi anehnya kenapa sifat Ahra eonnie berbanding terbalik dengan adiknya itu, yang justru sangat dingin.

 

Oh ia salah, Kyuhyun, dan Ahra mungkin memiliki sifat yang sama. Hanya saja yang membedakan mereka adalah Ahra menyukainya, sementara Kyuhyun membencinya, itulah yang membedakan mereka. Dan Chaera tidak punya niat sedikitpun untuk mengubah hal itu.

 

Ahra, hanya tertawa mendengar ucapan polos dari adik iparnya. Yoeja itu sedang membayangkan wajah Chaera yang sedang merajuk pasti sungguh lucu. “Jika memang seperti itu Kyuhyun pasti menyesal, membiarkan istrinya terbujur kaku disana”

 

“Ku rasa namja itu tidak peduli” ucap Chaera secara spontan, dengan nada riang yang sama. Ia rasa semua keluarga Kyuhyun sudah tahu bagaiamana buruknya hubungan ia dengan anak lelaki mereka. Jadi buat apa ia harus repot-repot untuk menutupi kenyataan yang sebenarnya dari mereka, karena percuma saja.

 

Untuk berapa saat terjadi keheningan, dianatara mereka setelah Chaera mengatakan hal itu. Ahra sama sekali tidak bepikir kalau Chaera akan menanggapi serius leluconnya itu, yoeja itu pikir Chaera akan membalasnya dengan lelucon lagi.

 

“Baiklah sayang kalau begitu kita bertemu dicafe biasa, eonnie akan menunggumu”

 

“Baiklah” ucapnya sambil menganggukan kepala, meski Chaera sadar kalau Ahra pasti tidak dapat melihatnya.

 

*  *  *

 

At Café

14:30

 

Chaera mengedarkan pandangannya kesepenjuru café itu, mencari sosok cantik yang mungkin sedang menunggunya. Gadis itu segera melangkahkan kakinya begitu melihat lambaian dari kakak iparnya. “Apa eonnie sudah menunggu lama?”

 

“Tidak” Ahra memberikan senyum hangatnya pada adiknya itu. “Kau ingin memesan apa?”

 

“Milkshake vanilla saja, aku sudah makan tadi”

 

Tidak berapa lama seorang pelayan wanita menghampiri meja mereka, setalah Ahra mengangkat tangannya. Yoeja itu menyebutkan kembali pesanan mereka, kepada wanita yang sedang memegang pensil dan kertas itu.

 

“Apa aku menganggu eonnie tadi?” ucap Chaera setelah pelayan wanita itu pergi dari hadapan mereka. Ahra hanya menggeleng pelan, sambil tetap memperlihatkan senyumnya, dan menatap Chaera penuh arti.

 

Bodohnya adiknya itu, karena menyia-nyiakan istri seperti Chaera. Tapi Ahra juga tidak dapat menyalahkan Kyuhyun, karena semua ini memang begitu mendadak bagi pria itu.

 

Ahra masih mengingat dengan jelas bagaiaman eommanya dulu menyuruh Kyuhyun untuk menikahi wanita yang baru ditemuinya beberapa kali direstauran. Wajar saja jika namja itu menolaknya secara terang-terangan, dan Ahra memang sempat mendukung keputusan adiknya itu.

 

Dan pertengkaranpun tidak dapat mereka hindarkan. Dan hal itu pulalah yang sempat membuat eomma mereka harus dilarikan ke rumah sakit, dan dirawat selama tiga minggu, karena mengalami stres berat.

 

Hingga Ahra merasa semua ini begitu tidak masuk akal. Kenapa eommanya begitu ingin Kyuhyun untuk menikahi gadis pilihannya itu? padahal masih dengan jelas diingatannya kalau eommanya itu sering sekali memuji Jewo sebagai wanita yang sangat cocok mendamping Kyuhyun dimasa depan nanti.

 

Tapi sepertinya sekarang Ahra mengerti kenapa eommanya itu begitu menginginkan Chaera untuk menjadi menantunya. Ada sesuatu didalam diri Chaera yang tidak dimiliki oleh gadis lain, tidak Jewo, tidak pula dirinya. Bukan, bukan karena Chaera cantik, tapi lebih dari itu.

 

Ahra tersenyum melihat ekspresi Chaera ketika, milkshake vanilla pesanannya tiba. “Adik ipar,berapa umurmu?”

 

Chaera mengerutkan keningnya tidak mengerti begitu mendengar pertanyaan dari eonnienya itu. “Ehmm, 20”

 

Ahra kembali memerhatikan Chaera dengan seksama, semantara kerutan dikening Chaera makin bertambah, melihat kelakuan kakak iparnya itu. “Kita pergi setelah ini”

 

“Kemana?” tanya Chaera yang masih tidak mengerti arah pembicaraan kakak iparnya itu. Tapi Ahra hanya tersenyum penuh misteri.

 

*  *  *

At Salon

16:00

Dan disinilah mereka berakhir sekarang, setelah dari café mereka mampir ke butik Ahra eonnie sebentar, untuk mengambil beberapa baju untuk Chaera, dan setelah itu mereka langsung pergi ke salon.

 

“Biasanya kau kesalon dengan siapa?” Ahra menatap Chaera melalui cermin dihadapan  mereka, saat seorang sedang mengukir kuku-kuku mereka.

 

“Dulu bersama eomma. Tapi sekarang sudah tidak pernah lagi” Chaera membalas tatapan yang diberikan oleh kakak iparnya itu.

 

Oh, sepertinya ia salah pertanyaan. Tidak perlu ditanya kenapa tidak pernah lagi? Pasti sudah jelas karena eomma gadis itu, sudah tidak ada lagi. “Dengan temanmu?” Ahra berusaha mengahlikan topik pembicaraan mereka.

 

Chaera hanya tertawa menanggapi ucapan eonnienya. Bagaimana mungkin ia menyuruh ketiga oppanya untuk kesalon bersama? Membayangkan gi oppa, woo oppa, dan bin oppa ke salon saja sudah membuatnya ingin tertawa. Apa lagi jika ia benar-benar mengajak mereka kesalon. “Sudah jelas oppa-oppaku pasti tidak akan mau jika aku ajak kesalon”

 

Ahra hanya tertawa menanggapi ucapan polos adiknya itu. Tentu saja yang Ahra maksud bukanlah ketiga pria dari sahabat oppa gadis itu. Tapi teman gadis itu sendiri. Ahra memang sempat bertemu, dan berkenalan dengan ketiga pria itu, saat pernikahan Chaera, dengan adiknya waktu itu, tapi hanya sebatas kenal.

“Maksud eonnie bukan ketiga oppamu itu. Tapi temanmu yang lain, yang sejenis dengan kita pastinya” ucap Ahra masih dengan tawanya. Pantas saja penampilan Chaera masih terlihat seperti anak SMA, gadis itu saja selalu bergaul dengan pria-pria.

 

Dan kali ini Chaera kembali tertawa menanggapi ucapan eonnienya lagi, namun bukan tawa seperti tadi. Tapi lebih tepatnya tawa kecut yang ia berikan. “Aku tidak punya teman wanita”

 

Seketika itu juga tawa Ahra berhenti. Kali ini yoeja itu menatap Chaera dengan serius, saat tadi ia mendengar kalimat yang keluar dari bibir tipis adik iparnya itu. Tapi tidak mungkin Chaera tidak punya teman wanita, bukankah Chaera cantik, pintar, dan baik. Seharusnya gadis itu menjadi gadis populer di kampusnya bukan?.

 

Seakan mengerti dengan tatapan yang diberikan Ahra padanya, Chaera kembali melanjutkan kalimatnya. “Semua mahasiswi dikampusku, sepertinya membenciku. Mereka selalu bilang aku adalah wanita jalang, dan tukang merebut kekasih orang”

 

Chaera menghembuskan napasnya dengan berat, saat mengingat tatapan kesal dari teman-teman wanitanya. “Tapi percayalah, sedikitpun aku tidak pernah berniat merebut kekasih mereka. Aku bahkan tidak peduli dengan semua lelaki mereka yang mungkin mengejar-ngejarku. Tapi karena itu mereka pikir, mereka putus karena aku merayu kekasih mereka”

 

Chaera kembali menghembuskan napasnya, sambil tersenyum kecut. “Jikapun ada yang mau berteman denganku, mereka hanya mau memanfaatkan kepintaranku. Dan aku bukan tipe orang yang mau dimanfaatkan. Jadi dari pada aku dimanfaatkan lebih baik aku tidak punya teman. Toh aku juga tidak merasa terganggu dengan semua ini, dan aku cukup nyaman dengan ini semua”

 

Ahra hanya dapat mematung menatap Chaera masih dari cermin dihadapannya. Apakah sebegitu kuatnya pesona gadis itu, sampai Chaera harus dibenci semua mahasiswi dikampusnya? Ini sungguh konyol, jika mereka putus dari pacar mereka, kenapa harus menyalahkan gadis yang ada dihadapannya sekarang?

 

“Kau tahu, mereka seperti itu padamu karena mereka iri padamu” Akhirnya setelah cukup lama Ahra mematung, mendengar cerita Chaera. Atau lebih tepatnya ia terkejut dengan fakta yang baru saja diceritakan Chaera padanya. Ia sudah dapat lagi bersuara. “Lihat ke cermin Chaera, kau cantik, pintar, dan mereka hanya iri pada apa yang kau punya”

 

“Aku tahu” Chaera melihat pantulan dirinya dicermin, dan berusaha untuk menampilkan senyumnya. Apa yang dikatakan Ahra eonnie, persis dengan apa yang sering dikatakan eomma, dan oppanya saat dulu ia selalu bercerita tentang teman-temannya.

 

“Kadang aku berpikir, lebih baik memiliki wajah yang biasa saja” gumam Chaera pelan, namun masih dapat tertangkap oleh telingah Ahra.

 

Mendengar cerita Chaera tadi, membuat Ahra geram sendiri. Bagaimana bisa semua teman-teman, Chaera iri dengan kesempurnaan gadis itu. Seharusnya mereka justru menjadikan Chaera sebagai tolak ukur untuk membuat mereka menjadi lebih baik dari sebelumnya, bukannya malah bersikap seperti itu.

 

Sungguh jika ia menjadi Chaera, mungkin Ahra tidak tahu harus melakukan apa. Ternyata menjadi cantik, dan pintar tidak selamanya membawa keberuntungan, dan Chaera sudah membuktikan hal itu.

 

* * *

 

Chaera mendudukan dirinya di sofa apartemennya, setalah yoeja itu seharian jalan-jalan bersama Sehun, dan Sun young. Sesuai janjinya waktu itu, ia akan mengajak mereka jalan-jalan di hari minggu, dan Chaera baru saja melaksanakan janjinya itu.

 

Dan seperti biasa, ia sebagai penghuni tunggal apartemen ini harus memasak makan malam untuk dirinya sendiri. Ralat maksudnya membeli makanan untuk dirinya sendiri. Tapi sebelum ia membeli makan malam untuk dirinya sendiri ia harus membersihkan dirinya lebih dulu.

 

Chaera berjalan memasuki kamar mandi yang berada didalam kamarnya. Kamarnya, karena ia lebih suka menyebut kamarnya, dari pada kamar ia, dan Kyuhyun. Karena namja itu sudah menghilang dari hadapannya selama kurang dari dua minggu.

 

Setelah Chaera membersihkan dirinya, yoeja itu berjalan ke walk in closet yang berada di kamarnya, dan mengambil dress berwarna hijau tosca yang diberikan Ahra eonni waktu itu.

 

Semenjak pertemuan mereka waktu itu, Ahra eonnie berhasil mengubah imejnya dari yang tadinya anak SMA, menjadi wanita dewasa yang anggun. Sebetulnya memang sudah lama Chaera ingin berubah. Tapi ia hanya tidak punya waktu saja untuk melakukan itu semua. Apa lagi semenjak kecelakan itu.

 

Dan perubahannya disambut senang oleh bibi Kim, karena memang sudah sejak dulu bibi Kim selalu komentar tentang penampilannya itu. Dan beliau begitu senang saat melihat Chaera menggunakan dress, dan menata rambut panjangnya sedikit bergelombang, ditambah lagi dengan make-up yang natural.

Chaera selesai, memberi bedak pada wajahnya, karena saat ini ia hanya ingin makan dipinggir jalan. Jadi ia rasa tidak berlebihan jika ia hanya memberi bedak, dan lip gloss di bibir, dan wajahnya.

 

Saat Chaera masih asik memberikan lip gloss dibibirnya, tiba-tiba saja bel apartemennya berbunyi. Chaera segera menyelesaikan tatanan wajahnya, dan berlari membukakan pintu apartemennya.

 

Karena tidak mau membuat tamunya menunggu lama, jadi Chaera langsung membuka pintu itu tanpa melihat intercom terlebih dahulu. Sekarang dihadapannya berdiri dua orang namja yang lagi-lagi menggunakan masker, dan kacamata hitam.

 

Dari penampilannya Chaera dapat menebak kalau mereka adalah salah satu dari anggota boyband yang terkenal itu, siapa lagi kalau bukan Super junior.

 

“Astaga Chaera kau apakan dirimu?” ucap Eunhyuk, sambil melepas kacamatanya. Namja itu tidak mau repot-repot menyembunyikan keterpesonannya melihat, gadis dihadapannya itu.

 

Chaera hanya mengerutkan keningnya, tidak mengerti dengan pertanyaan yang dilempar oleh namja dihadapannya, yang baru ia ketahui adalah Eunhyuk oppa.

 

Melihat kerutan bingung diwajah gadis cantik itu. Siwon segera melepas kacamatanya juga, dan menyenggol lengan monyet yadong itu, agar tidak begitu memperlihatkan tampang bodohnya itu lagi.

 

Memang tadi Siwon sempat terpesona, mungkin masih sedikit terpesona oleh sosok dihadapannya. Tapi Siwon masih dapat mengendalikan ekspresinya itu, tidak seperti namja disampingnya saat ini.

 

“Chaera bisakah, kau ikut kami ke dorm sekarang?” Siwon berusaha mengahlikan pertanyaan yang sudah terlanjur dilempar oleh Eunhyuk pada gadis itu tadi.

 

“Untuk apa?” tentu saja Chaera bingung dengan ajakan dua namja dihadapannya itu. Setelah Kyuhyun menghilang begitu saja, sekarang dua namja itu justru mengajaknya untuk datang ke dorm, yang sudah pasti dihuni oleh suaminya itu.

 

Apa mereka tidak terima, karena ia telah menghancurkan kehidupan maknae mereka. Makanya mereka ingin menyiksanya di dorm. Astaga jika memang iya, ini sungguh tidak adil bagaimana bisa satu orang yoeja, melawan sekumpulan namja?

 

“Sudah kau ikut saja dulu. Kami sudah tahu mengenai pertengkaran kalian berdua” Dan dengan tampang innocentnya Eunhyuk menjawab pertanyaan Chaera, tanpa memperdulikan mata gadis itu yang sudah membulat sempurna.

 

Dan Eunhyuk masih sempatnya mencuri kesempatan itu untuk mencubit pipi Chaera dengan gemas. Sungguh jika yoeja dihadapannya ini belum menikahi maknae mereka. Sudah dipastikan ia dan beberapa member lain akan mengejar Chaera, untuk menjadi milik mereka.

 

Benar, Chaera syok, dengan jawaban yang keluar dari Eunhyuk oppa itu. mereka sudah tahu masalahnya dengan Kyuhyun, berarti mereka juga tahu kalau Kyuhyun dan ia….

 

Chaera tidak sanggup untuk melanjutkan pemikirannya itu. Belum selesai rasa syok Chaera, kedua namja itu sudah lebih dulu menariknya keluar apartemen. Tapi sebelumnya mereka mengunci pintu apartemennya dulu. Dan sudah dapat dipastikan kemana tujuan mereka selanjutnya.

 

*  *  *

 

At Dorm SUJU

20:00

 

Kyuhyun hanya dapat duduk diam diruang tengah dengan kepala yang tertunduk. Setelah ia dipaksa bercerita oleh hyung-hyungnya, karena ia tak kunjung pulang ke apartemennya, dan gadis itu. Di tambah lagi ia memang mudah uring-uringan sejak kejadian itu.

 

Kupingnya sudah cukup panas mendengar berbagai hujatan yang diberikan oleh semua hyungnya. Kyuhyun sadar ia memang bersalah dalam hal ini. Tapi bisakah semua hyungnya, melihat dari sudut pandangnya.

 

Disini dialah yang tersakiti, tapi kenapa justru Chaera yang mendapat banyak simpati dari semua orang. Apa karena gadis itu cantik? Oh ayolah jika semua orang membela yang cantik, dan tampan lalu siapa yang akan membela orang yang kurang cantik, dan kurang tampan?

 

Plakkkk

 

Belum selesai rasa kesalnya, tiba-tiba ada seseorang yang menampar pipi kirinya. Oke ini sudah keterlaluan, Kyuhyun akan menerima segala hujatan dari semua hyungnya, tapi tidak dengan sebuah tamparan.

 

Kyuhyun mengadakan kepalanya, dan bertapa terkejutnya ia saat melihat sosok yang sangat menakutkan dalam hidupnya, yaitu siapa lagi kalau bukan noonanya.

 

“Kau” Ahra mengacukan jari telunjuknya dihadapannya Kyuhyun dengan penuh emosi. Setelah ia tahu semua yang terjadi antara adik lelakinya itu dengan istrinya dari Leeteuk oppa, yang menelponnya tadi dan menceritakan semuanya.

 

Tapi yang membuat Ahra bingung adalah kenapa Chaera tidak menceritakan kejadian ini padanya. Padahal baru dua hari yang lalu mereka bertemu, dan menghabiskan waktu bersama. Gadis itu sungguh pintar menyembunyikan semuanya.“Kau lelaki berengsek Cho Kyuhyun”

 

“Noona, apa yang kau lakukan?” Kyuhyun memegangi pipinya yang tekena tamparan dari noonanya itu. “Kau dapat membuatku merugi hingga ratusan won, karena tamparanmu ini”

 

Ahra mendesah tidak percaya. Apa yang baru saja diucapkan oleh adiknya itu? merugi? Oh God, masih bisa-bisanya anak itu memikirkan uang setelah apa yang ia perbuat pada istrinya sendiri.

 

Ahra menjewer kuping kanan Kyuhyun dengan gemasnya, sementara member yang  lain hanya dapat menyaksikan pertengkaran kakak adik itu, sambil menggelengkan kepala mereka. Namun mereka tetap membenarkan kelakuan Ahra pada Kyuhyun.

 

“Akhh…” jerit Kyuhyun kesakitan, sambil berusaha melepas jeweran itu. “Akhhh.. sakit noonaaa”

 

Akhirnya setelah Ahra melihat raut kesakitan dari wajah Kyuhyun, ia melepaskan jewerannya dari kuping adiknya itu, dan menjatuhkan dirinya disofa yang berada dihadapan adiknya, sambil menatap Kyuhyun dengan penuh amarah.

 

“Minumlah”  Dan masih sempat-sempatnya Shindong mengacungkan segelas orange juice, kehadapan Ahra disaat suasana yang mencengkaram ini.

 

Tanpa pikir panjang Ahra segera menyambar orange juice itu, dan meminumnya dalam sekali tegukan. Ahra meletakan gelas bekas orang juicenya ke meja, dengan keras. Membuat semua orang yang berada disana, menatapnya dengan ngeri.

 

“Dengar Cho Kyuhyun saat kau menyakiti istrimu, saat itulah kau menyakiti noona, dan eommamu juga” Kali ini Ahra sedikit mengurangi oktaf suaranya, namun masih terdengar dengan jelas nada dingin dalam suaranya. “Karena apa?  Karena kami juga seorang wanita”

 

Ahra menghembuskan napasnya dengan berat, untuk menetralkan emosinya kembali, saat dilihat adik lelakinya itu hanya menundukan kepalanya. Haruskah ia memberi tahukan semuanya pada Kyuhyun, agar namja itu dapat menghargai sedikit istrinya itu.

 

“Noona tahu seperti apa hubungan pernikahan kalian. Tapi tidak sepantasnya kau tetap berhubungan dengan Jewo. Cobalah melupakan Jewo, dan mulai membukakan hatimu untuk Chaera. Noona yakin kamu bisa”

 

“Mianhae” Akhirnya Kyuhyun mengeluarkan suaranya, setelah namja itu berdiam diri cukup lama. “Aku tidak bisa noona. Sungguh bisakah kalian mengerti posisiku. Bukankah dulu kalian menyukai Jewo. Bahkan eomma bilang Jewo adalah menantu idaman eomma. Tapi kenapa? Kenapa setelah ada …”

 

Kyuhyun mengusap wajahnya dengan frustasi. Namja itu tidak sanggup menyelesaikan kalimatnya tadi. Demi tuhan kenapa hidupnya menjadi makin semakin rumit seperti didalam sebuah drama melankolis..

 

Padahal dulu hidupnya begitu sempurna. Ia memiliki karir yang bersinar, pacar yang baik, dan pengertian. Dan juga dulu keluarganya sangat menyetujui hubungannya dengan Jewo. Tapi kenapa semua berubah dalam sekejap mata?

 

“Kami memang masih menyukai Jewo Kyunie, dan tidak akan pernah membenci yoeja baik itu. Tapi sekarang keadaannya sudah berbeda, dan meski Chaera bukanlah menantu idaman eomma, tapi dia adalah menantu ideal untuk eomma”

 

Ahra berusaha memberikan pengertian pada adiknya itu. Ahra cukup mengerti kalau semua ini tidaklah mudah untuk dijalani. Tidak bagi Kyuhyun, tidak pula bagi Chaera. Dan Ahra sebagai kakak, ia tidak ingin pilih kasih.

 

Setelah ucapan Ahra tadi, tidak lagi yang besuara. Semua sibuk dalam pikiran mereka masing-masing. Dan suasana berubah menjadi canggung, dan tambah mencengkram.

 

Sementara Kyuhyun, Kyuhyun masih belum siap menerima semua kenyataan dalam hidupnya ini, dan tidak akan pernah siap. Sampai bunyi sebuah pintu membuyarkan pikirannya itu.

 

Semua mata kini tertuju pada ketiga sosok yang baru datang itu, atau lebih tepatnya pada yoeja yang menggunakan dress berwarna hijau tosca itu.

 

“Chaera’ Ahra segera berdiri, dan memeluk adik iparnya itu dengan hangat. “Kenapa kau tidak cerita pada eonnie tentang Kyuhyun yang memperlakukanmu dengan tidak baik” ucap Ahra setelah melepaskan pelukannya dan menatap adik iparnya itu

 

“Eo..eonnie tahu?” Tanya Chaera yang lagi-lagi syok, dan Ahra hanya menganggukan kepalanya. Astaga ternyata yang tahu bukan hanya member SUJU, tapi juga kakak iparnya itu tahu mengenai ciuman itu. Apakah Kyuhyun harus menceritakan mengenai hal itu pada semua orang.

 

Tidakkah pemuda itu malu dengan kejadian itu? yah, meskipun ciuman itu bukanlah ciuman manis yang patut di ingat. Tapi tetap saja Chaera malu, jika orang lain harus tahu prihal hal itu.

 

“Aigo, kau lucu sekali Chaera” ucap Yesung yang melihat wajah Chaera yang merona merah karena malu. Chaera segera mengahlikan perhatiannya dari yoeja yang ada dihadapannya itu, dan bertapa terkejutnya saat ia sadar kalau ada sembilan pasang mata yang memandangnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

 

Kecuali satu pasang mata, yang masih tidak berubah saat mata itu memandangnya. Yaitu Kyuhyun, namja itu masih saja memandangnya dengan tatapan tajam, dan dingin. Chaera pikir setelah mereka tidak bertatap muka cukup lama, ia akan melihat tatapan lain dari wajah Kyuhyun. Tapi ternyata sama saja.

 

“Chaera” panggil Ahra, untuk menarik perhatian gadis itu. “Kau belum menjawab pertanyaan eonnie. Apa kau belum bisa menerima eonnie, sebagai eonniemu?”

 

“Tidak eonnie” Chaera segera menggelengkan kepalanya dengan cepat. “Bukan seperti itu eonnie. Sungguh” Tambah Chaera, yang sangat takut kalau eonnienya itu salah paham padanya.

 

Bukannya ia belum bisa menerima Ahra eonnie, sebagai eonnienya. Tapi Chaera hanya merasa hal seperti ini tidak perlu ia ceritakan. Nanti juga akan berlalu dengan sendirinya.

 

Ahra tersenyum hangat, saat melihat raut panik di wajah Chaera. “Kali ini eonnie memaafkanmu” Ahra dapat melihat senyum yang muncul diwajah Chaera.

 

“Tapi” ucapnya dengan nada tegas. Dan seketika itu juga senyum diwajah Chaera lenyap. “Tapi, kau tidak boleh merahasiakan hal yang seperti ini lagi pada eonnie. Kau harus memberitahu eonnie jika si brengsek Kyuhyun itu menyakitimu lagi”

 

Chaera kembali tersenyum, sambil menganggukan kepalanya dengan patuh.

 

“Anak pintar” Ahra mengacak-ngacak rambut Chaera dengan gemas.

 

“Kalau begitu, sepertinya eonnie harus pergi sekarang. Eonnie sudah punya janji dengan seseorang sekarang” Ahra mencium kedua pipi Chaera dengan sayang.

 

Sementara member Super Junior minus Kyuhyun, yang melihat hal itu hanya dapat iri. Andai saja mereka Ahra, mereka pasti sudah mencubiti, dan menciumi pipi Chaera dengan gemas. Dan baru kali ini mereka menyesali dilahirkan sebagai pria.

 

Ahra baru saja ingin melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Namun ada sebuah tangan yang menahan gerakannya.

 

“Eonnie bolehkah aku ikut eonnie?” tanya Chaera dengan ragu.

 

“Maaf sayang. Tapi sepertinya tidak bisa” jawab Ahra dengan penuh penyesalan.

 

“Kalau begitu eonnie cukup mengantarku sampai depan saja” mohon Chaera sekali lagi. Sungguh Chaera tidak tahu apa yang harus ia perbuat jika Ahra eonnie benar-benar pergi, dan meninggalkannya sendiri disini. Mungkin riwatanya sudah habis saat Ahra eonnie masih di lift.

 

“Kau tenang saja Chaera, Kyuhyun pasti akan mengantarmu pulang. Jika namja itu tidak mau, pasti oppadeul mau mengantarmu pulang” Ahra mencoba memberi pengertian pada gadis itu. Ternyata Chaera lebih keras kepala dari Kyuhyun.

 

Ahra tersenyum, saat Chaera menggelengkan kepalanya dengan pelan sebagai isyarat penolakan.

 

“Eonnie” kali ini Chaera memasang tanpa aegyonya dihadapan eonninya itu. Dan sekarang Ahra tidak akan berpikiran untuk mencubit pipi itu lagi. Tapi kali ini ia memang sudah mencubiti pipi itu dengan gemas.

 

“Kau lucu sekali” ucap Ahra, setelah yoeja itu selesai mencubiti pipi Chaera dengan ganas. “Kau harus tetap disini. Selesaikanlah masalah kalian” Ahra kembali mencium pipi yoeja itu, dan kali ini ia benar-benar pergi.

 

Chaera hanya dapat menatap pintu dorm itu yang sudah tertutup, ketika Ahra eonnie keluar. Yoeja itu menghembuskan napasnya dengan berat. Menyelesaikan masalah yang mana?

 

Begitu banyak masalah yang ada diantara ia dan pria itu. Sampai-sampai masalah itu sudah seperti benang kusut yang saling tersangkut satu sama lain. Mungkin benang itu memang bisa diurai satu persatu. Tapi ia rasa, ia dan Kyuhyun begitu malas untuk mengurai benang itu satu persatu.

 

Chaera membalikan badannya, bermaksud untuk berpamitan pada oppadeul. Tapi lagi-lagi ia mendapati para namja itu masih betah menatapnya dengan tatapan yang tidak berubah.

 

Apakah mereka begitu membencinya sampai harus menatapnya terus seperti itu?

 

“Chaera terakhir kali aku bertemu denganmu saat pernikahanmu dulu dengan Kyuhyun, dan astaga Chaera kau tambah cantik saja” Shindong berusaha memecahkan keheningan yang menyelimuti mereka. Meskipun yang namja itu katakan adalah kebenarannya.

 

Dan keheningan ini, bukanlah keheningan yang mencengkram seperti tadi. Tapi keheningan yang tercipta karena mereka terpesona melihat perubahan Chaera yang berubah semakin cantik.

 

Ya tuhan, bisa seberapa lagi kecantikan istri maknae mereka bisa bertambah. Dan sudah seharusnya Kyuhyun bersyukur memiliki istri cantik, dan pengertian seperti Chaera. Jika gadis itu tidak pengertian, sudah pasti Kyuhyun akan putus dengan Jewo sejak awal pernikahan mereka.

 

Chaera hanya tersenyum menanggapi ucapan dari namja bertubuh subur itu. “Terimakasih oppa” tapi tiba-tiba matanya bertemu pandang lagi dengan mata tajam Kyuhyun.

Chaera dapat melihat tangan namja itu yang saling mengepal satu sama lain. Namja itu seperti ingin memberitahukan padanya kalau dia ingin segera meluapkan kembali emosi padanya.

 

Chaera hanya membalas tatapan tajam Kyuhyun, dengan senyum yang terlihat sangat ragu. Sudahlah, ia sudah terbiasa mendapatkan tatapan serupa dari Kyuhyun berulang kali. Jadi yang perlu ia lakukan adalah mengabaikan tatapan itu.

 

“Chaera apakah kau ingin membantu oppa didapur untuk membuat makan malam?” Ryeowook yang melihat tatapan tajam yang diberikan Kyuhyun pada Chaera, mencoba untuk memutuskan kontak mata itu.

 

“Maaf oppa lebih baik aku pulang saja” tolak Chaera dengan lembut.

 

“Tidak ada yang boleh keluar dari dorm dengan perut yang lapar termaksud kau” Donghae Memegang kedua bahu Chaera dari belakang dan mendorong gadis itu menuju dapur mereka.

 

“Tapi oppa aku tidak bisa masak” Chaera membalikan tubuhnya, saat Donghae akan menuntunnya kedapur, dan berusaha menolak kembali ajakan dari para oppadeul karena Chaera cukup tahu diri kalau kehadirannya tidak diinginkan disini.

 

Yah meskipun oppadeul besikap baik. Tapi Chaera tahu kalau ada satu orang yang tidak menginginkan kehadirannya disini. Siapa lagi kalau bukan suaminya sendiri.

 

“Kau tenang saja, wooki koki yang cukup handal” Donghae kembali membalikan tubuh Chaera mengahadap kedepan. Jika terlalu lama menatap wajah itu, Donghae takut ia akan benar-benar jatuh cinta pada istri maknae mereka.

 

Donghae mendorong tubuh Chaera menuju dapur, dan kali ini tidak ada penolakan dari gadis itu. Saat member yang lain mengetahui tidak ada lagi penolakan dari yoeja itu.

 

Mereka berbondong-bondong mengikuti Donghae, dan Ryeowook kedapur. Di ikuti dengan Sungmin yang memegang kedua pundak Donghae dari belakang seperti pria itu memegang pundak Chaera. Dan disusul oleh Shindong, Eunhyuk, dan Yesung, sambil mengucapkan “Makan, makan,..” dengan kompaknya.

Sementara Chaera menggelengkan kepalanya tidak percaya. Sebetulnya berapa umur asli para namja itu? kenapa justru mereka yang bersikap lebih kekanak-kanakan dibandingkan dirinya. Dan dengan terpaksa Chaera harus mengikuti mereka semua ke dapur, dan mungkin ia akan makan malam disini.

 

Meski terpaksa tapi Chaera tetap senang. Bagaimana ia tidak senang, jika saat ini kau akan makan malam dengan idolamu sendiri. Dan sudah pasti hal ini banyak di impikan para ELF diseluruh dunia, dan rasanya Chaera ingin berteriak sambil berkata. “Hai para ELF seluruh dunia, saat ini aku sedang makan malam bersama para member SUPER JUNIOR”

 

Dan ditempat lain ada seorang pria yang masih memendam amarahnya, saat melihat semua hyungnya menerima kehadiran gadis itu. Apa lagi saat ia melihat mata semua hyungnya yang seperti akan keluar dari tempatnya, saat mereka melihat sosok Chaera yang berubah menjadi lebih cantik.

 

Meski Kyuhyun membenci gadis itu, tapi ia tetap sedikit terpesona pada sosok yoeja itu. Dan perlu ditekankan disini itu hanya sedikit.

 

“Sudahlah Kyu tidak perlu kau pikirkan” Leeteuk duduk disamping Kyuhyun, sambil memukul pundak namja itu dengan pelan. “Untuk sekarang biarkan semuanya berjalan dengan sendirinya” ucap sang leder dengan bijak.

 

Kyuhyun mendengus geli mendengar, kata bijak yang keluar dari mulut hyungnya yang satu itu. Hyungnya itu mungkin memang paling tua disini, tapi ia tidak ubahnya seperti bocah berumur lima tahun.

 

“Teuki hyung benar, dan kupikir Chaera tidak begitu peduli dengan pertengakaran kalian waktu itu” tambah Siwon, yang memang berada ditempat itu.

 

Mungkin jika yang mengatakannya Siwon hyung Kyuhyun masih dapat percaya karena hyungnya yang satu itu memang cukup bijaksana. “Malah kupikir gadis itu lebih peduli pada ciuman kalian, yang diketahui oleh kami”

 

Kyuhyun langsung membelakan matanya saat mendegar ucapan Siwon barusan, dan tidak berapa lama ia mendengar suara tawa dari kedua hyungnya itu.

 

“Kupikir juga begitu” lanjut Leeteuk sambil menahan tawanya. “Apa lagi, saat gadis itu tahu kalau Ahra juga mengetahuinya. Astaga wajahnya sudah seperti udang rebus”

 

Dan kali ini kedua hyungnya benar-benar tertawa dengan kerasnya, saat mereka mengingat wajah malu istrinya itu. Kyuhyun hanya tersenyum saat wajah malu Chaera terlintas dipikirannya, kalau dipikir-pikir wajah gadis itu memang lucu sekali bila sedang malu.

 

*  *  *

 

Mereka makan malam dengan hening, hanya terdengar suara dari dentingan peralatan makan mereka, yang menjadi sumber suara. Sebetulnya member yang lain ingin sekali membuka suaranya, dan mengajak Chaera untuk mengobrol. Bagaimanapun mereka tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.

 

Hanya saja mereka menyadari tatapan tajam dari seseorang yang berada tepat disebrang meja gadis itu. Siapa lagi kalau bukan Cho Kyuhyun. Dan mereka cukup tahu kalau tidak baik membuka suara sekarang, dan mengajak Chaera mengobrol disaat suasana hati maknae mereka sedang sangat kacau.

 

Chaera sebetulnya menyadari kalau sejak tadi tatapan Kyuhyun tidak pernah berahli padanya, seolah namja itu ingin membunuhnya dengan tatapan itu. Tapi dari pada meladenin tatapan Kyuhyun, Chaera lebih memilih mengisi perutnya yang  sudah keroncongan sejak tadi.  Gadis itu telah menyelesaikan makan malamnya.

 

“Oppa biar aku saja yang mencuci piringnya” Chaera bangkit dari mejanya, sambil mengambil beberapa piring yang sudah tidak ada isinya.

 

“Tidak usah Chaera biar oppa saja nanti yang mencucinya” Leeteuk mengambil piring kotor yang ada ditangan Chaera, dan membawanya ke bak cuci piring.

 

“Kalau begitu aku akan membantu oppa” Chaera menyusul Leeteuk yang sudah lebih dulu berjalan kedapur.

 

Sementara member yang lain, hanya berdecak kesal menyesali kenapa mereka tidak langsung menawari diri untuk mencuci piring. Jika sejak awal mereka tahu kalau Chaera akan membantu mereka.

 

“Kau duduk saja bersama yang lain, biar oppa yang mencuci piringnya” ucap Leeteuk, saat Chaera sudah berdiri disampingnya, dan membantunya untuk mencuci piring.

 

Mendengar penolakan dari namja dihadapannya itu, membuat Chaera benar-benar sadar kalau mereka membencinya. Buktinya saja Leeteuk oppa tidak mau menerima bantuannya.

 

Chaera mengigit bibir bawahnya, haruskah ia menanyakan langsung bagaimana mereka menilai dirinya? Karena kadang Chaera juga merasa kalau oppadeul menerima kehadirannya. “Apa oppa, dan yang lain membenciku?” tanya Chaera dengan ragu.

 

Leeteuk menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengoleskan spon ke piring kotor, dan menatap yoeja yang berdiri disampingnya itu. Leeteuk melihat Chaera yang menundukan kepalanya, terlihat sekali kalau yoeja itu merasa bersalah pada apa yang terjadi pada pernikahannya.

 

Leeteuk tersenyum menahan tawa, saat mengingat semua dongsaengnya  yang mengidolakan sosok dihadapannya itu. Tapi bagaimana bisa Chaera justru beranggapan yang sebaliknya. Padahal jelas-jelas mereka selalu menatapnya dengan penuh takjub.

 

Tapi memang selama ini mereka selalu berpura-pura acuh pada gadis itu, hanya untuk mengahargai perasaan maknae mereka. Tapi tetap saja ada kalanya mereka tidak dapat menahan senyum mereka, saat melihat sosok yang ada dihadapannya saat ini. Seharusnya Chaera dapat merasakan itu. Yoeja ini benar-benar membuatnya gemas saja.

 

“Appo oppa” rengek Chaera, saat tiba-tiba Leeteuk mencubit pipinya, dengan tangan namja itu yang penuh dengan busa.

 

“Mau oppa beri tahu sesuatu” Leeteuk memasang tampan misteriusnya dihadapan yoeja itu, dan Chaera hanya mengerutkan keningnya tidak mengerti. “Sebetulnya, selain Kyuhyun member yang lain sangat menyukaimu. Hanya saja, mereka terlalu malu untuk mendekatimu”

 

Chaera membulatkan matanya tidak percaya saat mendengar pengakuan yang keluar dari bibir leder Super Junior itu. “Benarkah oppa? Oppa tidak bohong padakukan?” tanya Chaera, dengan gembira, sangking gembiranya ia tidak dapat menyembunyikan senyumnya itu.

 

Leeteuk kembali mencubit kedua pipi Chaera dengan gemas. “Iya, nyonya Park”

 

Setelah selesai mencubit pipi Chaera, Leeteuk kembali menahan tawanya karena melihat wajah yoeja itu yang mengembungkan pipinya kesal. Lucunya sekali gadis ini, Leeteuk baru tahu kalau ternyata Chaera memiliki sifat kekanak-kanakan seperti ini.

 

Leeteuk membersihkan tangannya yang penuh dengan busa, dan namja itu juga membersihkan pipi Chaera yang juga penuh dengan busa akibat dirinya. “Kau itu lucu sekali, oppa baru tahu kalau kau juga bisa bersikap kekanak-kanakan seperti ini”

 

Leeteuk masih asik membersihkan busa diwajah Chaera. Sementara gadis itu hanya dapat mematung ditempat, tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh namja dihadapannya itu. Leder super junior sedang membersihkan wajahnya yang penuh dengan busa. Dan begitu kalimat itu terngiang di kepalanya Chaera tidak sanggup lagi menahan senyumnya.

 

Sampai aktivitasnya itu terganggu oleh bantingan gelas yang diletakan dimeja dengan keras. Chaera, dan Leeteuk mengahlikan perhatian mereka ke sumber suara, dan terlihatlah punggung Kyuhyun yang berjalan menjauhi dapur.

 

Leeteuk hanya tersenyum melihat kelakuan Kyuhyun, yang sepertinya tidak rela jika ia menyentuh gadisnya. Sementara Chaera tidak begitu memperdulikan bantingan gelas tadi. Pikiranya masih dipenuhi oleh ucapan-ucapan Leeteuk oppa, yang mengatakan kalau oppadeul tidak membencinya.

 

“Sekarang kita selesaikan cuci piringnya, dan bergabung dengan yang lainnya diruang tengah” Chaera menganggukan kepalanya dengan patuh, dan kembali membantu Leeteuk oppa mencuci piring dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya.

 

 

*  *  *

 

At Kyura Apartement

22:30

 

Chaera segera masuk kamar, begitu ia sampai apartemen mereka. Mereka adalah ia dan Kyuhyun, karena namja penghuni apartemen itu telah kembali. Tidak ada kesepakatan ataupun pembicaraan tentang kejadian waktu itu. Tiba-tiba saja mereka sudah kembali sedia kala, dan pulang bersama dari dorm super junior.

 

Kembali sedia kala, maksudnya tidak ada pembicaraan yang berarti diantara mereka masih sama seperti dulu. Lagian apa yang Chaera harapkan? Permintaan maaf dari namja itu? dibandingkan Kyuhyun yang minta maaf padanya, akan lebih wajar jika ia yang meminta maaf duluan pada namja itu, atas apa yang telah terjadi pada mereka.

 

Yoeja itu mengganti bajunya dengan gaun tidur, rasanya Chaera ingin langsung berbaring diranjangnya yang empuk itu. Begitu ia keluar dari kamar mandi, ia dapat melihat Kyuhyun yang sedang memasukan baju-bajunya kedalam sebuah tas disisi lain ranjang mereka.

 

Bukan karena Kyuhyun ingin pergi lagi dari apartemen mereka. Tapi namja itu, dan bersama oppadeul yang lain akan melakukan tour untuk SM Town di Amerika, dan mereka akan berangkat besok pagi.

 

Tanpa ada niat untuk membantu sedikitpun. Chaera justru berbaring diranjang, dan menarik selimutnya sampai bahu. Lagian ia sangat yakin Kyuhyun tidak mengharapkan bantuannya. Yoeja itu tidak langsung tidur, meskipun ia sudah merasa sangat lelah. Bukan fisiknya yang lelah, tapi lebih dari pikirannya yang lelah. Entah apa yang membuat pikiran yoeja itu bisa sampai lelah.

 

Chaera menatap langit-langit kamarnya dengan pandangan kosong, sampai ia mengingat sesuatu. Baru saja yoeja itu akan berbicara pada Kyuhyun, tapi dering ponsel Kyuhyun sudah lebih dulu berbunyi.

 

Chaera dapat melihat senyum diwajah Kyuhyun, saat namja itu mengangkat telponnya. Tanpa perlu ditanya Chaera sudah tahu siapa yang menghubungi suaminya itu.

 

“Yoeboseyo” ucap Kyuhyun dengan senyum yang bertambah lebar. Namja itu berjalan kearah balkon kamar mereka. Chaera menatap Kyuhyun yang memunggunginya dari tempat ia berbaring. Samar-samar yoeja itu dapat mendengar pembicaraan suaminya itu.

 

“Nado saranghae chagiya” Kyuhyun mematikan sambungan telponnya dengan wanita yang ia cintai itu, dan kembali masuk kedalam kamarnya, untuk melanjutkan pekerjaannya mengepack pakaiannya.

 

Namja itu melirik kearah tempat istrinya berbaring sekarang, dan tiba-tiba matanya jatuh pada bagian ujung selimut yang digunakan oleh Chaera. Selimut itu sedikit tersikap keatas, dan memperlihatkan kaki putih gadis itu.

 

Kyuhyun meneguk salivanya yang terasa menyangkut ditenggorokannya. Oh God, sejak kapan gadis itu mulai menggunakan gaun tidur? Yah walaupun gaun tidur yang Chaera gunakan bukanlah gaun tidur yang transparan. Tapi tetap saja gaun tidur itu dapat mencetak dengan jelas bentuk tubuh gadis itu.

 

Kyuhyun segera mengahlikan perhatiannya, sebelum ia lebih tergoda lagi. Dari pada memikirkan hal yang aneh-aneh lebih baik ia segera menyelesaikan pekerjaannya tadi, dan segera pergi tidur.

 

“Oppa” panggil Chaera dengan suaranya yang pelan, namun masih dapat terdengar oleh Kyuhyun. Namja itu tidak menggubris panggilan dari sang istri dan tetap melanjutkan pekerjaannya.

 

Chaera menghembuskan napasnya dengan berat begitu ia melihat respon dari namja di hadapannya itu. Ia harus mengatakannya sekarang, ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk mengembalikan semuanya pada tempatnya.

 

Chaera masih mengingat bertapa baik, dan ramahnya Jewo eonnie padanya.

 

Flashback

 

“Mianhae” ucap Chaera pelan sambil menundukan kepalanya namun masih dapat terdengar oleh yoeja itu.

 

Yoeja itu hanya menatap Chaera sambil tersenyum tulus. Senyum yang benar-benar tulus dari hatinya.

 

“Kau tidak perlu minta maaf” Chaera segera mengangkat kepalanya begitu mendengar ucapan yoeja dihadapannya. “Ku rasa seharusnya aku yang minta maaf padamu, karena aku dengan lancangnya tetap berada disisi Kyuhyun oppa.”

 

“Maafkan aku” Jewo membungkukan badannya sebagai permintaan maaf, dan Chaera hanya dapat mematung ditempat melihat kelakuan yoeja dihadapannya. Apakah Jewo eonnie adalah malaikat? Kenapa ada orang sebaik dia

 

“Aku sudah menyuruh Kyuhyun untuk mengakhiri hubungan kita. Tapi kau tahukan namja itu terlalu keras kepala, dan kekanak-kanakan” Jewo memperlihatkan senyumnya kembali, mesikipun Chaera masih dapat mendengar nada getir didalamnya

 

“Tidak eonnie” Chaera menggelengkan kepala, bukan gadis dihadapannya itu yang salah, tapi dirinya yang salah.

 

“Tapi kau tenang saja. Aku akan meninggalkan Kyuhyun oppa secara perlahan” Dan tepat setelah yoeja itu mengucapkan kalimat itu, Chaera dapat melihat air mata yang mengalir dari kedua matanya yang cantik itu.

 

‘Kau jahat Chaera, kau lihat apa yang kau perbuat pada yoeja itu, kau telah membuatnya menangis. Oh tuhan, tebuat dari apa sebetulnya hatimu, sampai dapat berbuat sejahat itu’ makinya didalam hati.

 

“Eon..nie” panggil Chaera dengan nada bergetar. Rasanya ia tidak pantas untuk memanggil yoeja dihapannya itu. “Jangan”

 

“Itu harus Chaera. Kita bertiga tidak mungkin terus seperti ini. Aku tidak ingin terus menjadi selingkuhan Kyuhyun oppa”

 

Tidak, sejak awal Jewo eonnie bukanlah selingkuhan Kyuhyun, dan sejak awal hati Kyuhyun memang suduh ditempati oleh yoeja itu. Tapi dirinya, dirinya yang tidak tahu malu masuk, dan mengacak-ngacak semua. Merasuk apa yang sudah ada.

 

“Eonnie benar” Chaera menarik napas dalam. Sejak awal ia memang tidak ditakdirkan untuk menjadi istri Kyuhyun, dan tidak akan pernah. “Aku akan menceraikan Kyuhyun oppa. Tapi aku meminta pada eonnie untuk bersabar sebentar”

 

Jewo menatap Chaera, dengan serius. Tidak, bukan itu maksud Jewo. “Chaera kau…”

 

“Aku berjanji eonnie” potong gadis itu.

 

Flashback end

 

Chaera menarik napasnya sejenak, dan kembali menatap namja itu yang masih asik dengan pekerjaannya. Yoeja itu mendudukan dirinya dikasur sebelum ia memulai bicara “Ayo kita bercerai oppa”

 

Tepat setelah Chaera mengucapkan kalimat itu, Kyuhyun segera menatap gadis itu dengan tatapan yang lebih tajam dari sebelumnya. “Apa maksudmu?” ucap Kyuhyun dengan suara yang sangat dingin.

 

“Kurasa oppa cukup mengerti dengan apa yang kukatakan tadi” Chaera berusaha agar suaranya tetap terdengar biasa saja. Meskipun nyatanya ia sedikit takut dengan nada suara Kyuhyun yang dingin itu.

 

“Kita tidak mungkin terus seperti inikan? Tinggal satu rumah, tapi tidak pernah bicara” Chaera kembali melanjutkan kalimatnya, sementara Kyuhyun terus menatapnya dengan tajam, dan Chaera dapat melihat amarah yang berusaha dipendam oleh namja itu. “Maksudku, seperti apa nanti pernikahan kita ini? Kalau kita terus melanjutkannya”

 

“Ternyata benar” Kyuhyun tertawa getir, sambil memijit keningnya yang tiba-tiba berdenyut. “Menurutmu pernikahan hanyalah sebuah permainankan? Begitu kau bosan, kau dapat menghentikannya”

 

“Bukan oppa. Aku tidak ada maksud untuk seperti itu hanya saja…”

 

“Bukankah sejak awal aku sudah menyuruhmu untuk memikirkannya baik-baik” potong Kyuhyun dengan emosi, sebelum yoeja itu menyelesaikan kalimatnya. “TAPI KAU JUSTRU DENGAN EGOISNYA, MEMILIH UNTUK MELANJUTKAN PERNIKAHAN INI” bentak Kyuhyun yang sudah tidak dapat lagi menahan emosinya.

 

Chaera hanya dapat diam ditempat setelah mendengar bentakan dari Kyuhyun. Ini ketiga kalinya namja itu membentaknya, dan Chaera sudah mulai terbiasa dengan bentakan suaminya itu. Bagus baru mereka berbaikan, dan sekarang mereka sudah bertengkar lagi  “Maafkan aku oppa. Tapi aku hanya tidak sanggup lagi untuk menyakiti Jewo eonnie, yoeja itu terlalu baik untuk aku sakiti”

 

“Kau mengenal Jewo?” ucap Kyuhyun dengan bingung, saat Chaera menyebutkan nama wanita yang sangat ia cintai.

 

Chaera tidak menggubris pertanyaan dari Kyuhyun, dan kembali melanjutkan apa yang selama ini sudah ia pikirkan matang-matang sejak pertemuannya dengan Jewo eonnie dirumah sakit waktu itu.

 

“Bisakah oppa menunggu? Aku akan menceraikan oppa setelah aku lulus kuliah”        tanya Chaera namun tidak digburis oleh namja dihadapannya itu.

 

Chaera tersenyum kecut. Apa Kyuhyun begitu membencinya, sampai namja itu tidak mau berada disisinya untuk sementara saja. Hanya sampai ia lulus, dan itu kurang dari satu tahun lagi. Tapi Kyuhyun sepertinya tidak mau.

 

“Jika oppa tidak mau, tunggulah beberapa bulan lagi. Aku akan mengikuti lomba lukis, dan pemenang dari lomba itu akan memenangkan sejumlah uang, dan biasiswa ke Italy. Oppa tahukan, yang kubutuhkan hanya uang untuk membiayayi oppaku yang koma dirumah sakit”

 

“Bagaimana jika kau tidak menang?” Akhirnya setelah cukup lama namja itu bersuara juga, dan entah kenapa Chaera mendengar sesuatu yang aneh, dari nada bicara namja itu.

 

Kyuhyun berbicara, dengan nada yang terdengar biasa saja, seperti namja itu berbicara pada semua hyungnya. Biasanya Kyuhyun selalu berbicara dengan nada dingin padanya.

 

“Kau tenang saja oppa, aku pasti menang aku tahu kemampuanku” ucap Chaera dengan nada yang sangat yakin. Yah Kyuhyun memang cukup tahu kemampuan gadis itu dalam bidang melukis, karena Kyuhyun sempat beberapa kali melihat lukisan Chaera.

 

Tentunya saat gadis itu sedang tidak ada di apartemen mereka. Jadi secara garis besar ia melihat lukisan Chaera tanpa sepengetahuan gadis itu

 

“Jikapun aku tidak menang, aku masih punya alternative lain” ucap Chaera dengan nada yakin. Ia adalah tipe orang yang memikirkan semua masalah dengan menyereluh, dan berbagai keputusan dan penyelesaian. Dan Chaera sudah memikirkan hal ini dengan sangat matang.

 

Kyuhyun melihat Chaera yang tersenyum padanya. Ia berusaha mencari kebohongan diwajah  yoeja itu. Kyuhyun merasa ada sesuatu yang mengganjal dihatinya tapi ia tidak tahu seperti apa dominannya perasaan itu. Dan sampai detik ini ia tahu, ia masih merasa bahagia dari pernyataan Chaera yang akan melepaskannya.

 

22 thoughts on “[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 3)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s