[FF Freelance] Love Really Hurts (사랑참아프다) (Chapter 3)

sarang

Title : Love Really Hurts (사랑참아프다) – Chapter 3

Author : @pijicalangek

Cast : Son Naeun

Kim Myungsoo

Kim Jongin

Length : Chaptered

Genre : Tragedy, Hurt, Romance, Angst and Crime

Rating : PG-14

Previous : Chapter 1, Chapter 2,

Preview: Cinta itu memang menyakitkan, lebih sakit daripada di bunuh. Namun, cinta akan lebih sakit ketika kau mulai di lupakan oleh orang yang kau cintai

A/N: hoy readers!!! Haha udah nunggu?Akhirnya chapter 3 keluar setelah author juga habis selesai UTS.Hiks doain bagus bagus ya nilainya L yang kaga doain kaga dapet piring cantik haha. Ini pertama udah admin post di bebekejang sama FP facebook dulu baru disini J jangan lupa COMMENT!!! NO SILENT READER! NO PLAGIATOR! Happy reading!!

***

 

 

Kini Naeun sudah berdiri di depan rumah bertampilan modern itu dengan senyuman getir, ucapan Jongin masih berputar di kepalanya. Dengan perlahan Naeun memasuki rumah itu.

“Darimana saja kau?” sebuah suara kasar menyambut Naeun ketika ia menginjakan kaki di ruangan tengah.

Naeun mengendarkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari suara yang sudah memanggilnya dan berakhir di dofa tempat seseorang duduk melipat korannya dan kini menatap Naeun dingin.

“Kau sudah pulang tuan? Apakah harimu ind—“

“Kutanya sekal lagi darimana saja kau?!” bentak lelaki bernama Myungsoo.

“A-aku pulang berbelanja tuan,” ujar Naeun pelan.

“Kau berbohong padaku yeoja jalang?” teriak Myungsoo melempar koran yang ia sudah lipat itu kesegala arah.

“A-aku ti-tidak berbohong tuan,” jawab Naeun menundukan kepala berusaha memperlihatkan kantung-kantung plastik belanjaannya.

“Dapat uang darimana kau?!” kini Myungsoo telah berdiri di hadapannya mencengkram keras kedua pipi Naeun serta menatap manik mata yeoja itu dengan penuh benci.

Hanya itu yang yeoja itu berikan tak sanggup menatap kearah lelaki yang kini tengah mencengkram kedua pipinya dnegan keras. Sakit, hal itu yang ia rasakan oleh lelaki yang masih berstatus sebagai suaminya sendiri. Namun, ia tahu jika ia merintih kesakitan suaminya akan berbuat lebih keji daripada yang dilakukan saat ini.

“Aku tanya darimana kau mendapat uang untuk membeli itu semua?” Myungsoo membentak Naeun tepat di depan wajahnya, membuat perlahan demi perlahan air mata mulai membasahi wajahnya, dengan kasar Myungsoo melepaskan cengkraman tangannya di wajah Naeun. Kini terlihat sudah bercak merah mewarnai kedua pipi putih itu.

Seringai kini tergambar di bibir Myungsoo, tanpa ragu sedikitpun ia melayangkan tangannya menampar pipi milik Naeun yang menimbulkan suara yang cukup keras.

“Apakah kau mendapatkannya dari klienmu hari ini yeoja jalang?Berapa lelaki yang sudah kau temani hari ini? 1? 4? 13? Bahkan kau sudah buta tempat?Berciuman dengan mesra di Sungai Han dengan udara yang hampir membeku? Aah… aku mengerti ini sungguh menjijikan!” Myungsoo menendang tepat di arah tulang kering Naeun setelah mengucapkan kata-kata tanpa perasaan yang membuat air mata Naeun ini mengalir deras dan terjatuh di atas lantai marmer yang dingin.

“Malam ini dan seterusnya kau tidur digudang atau bila perlu silahkan tidur di rumah klienmu, aku tidak sudi seorang yeoja murahan sepertimu tidur di kamar tidurku,” Myungsoo mengucapkannya dengan jijik dan berjalan kerah pintu kamarnya, membanting pintu itu dengan keras.

Dengan langkah gontai Naeun berjalan ke arah gudang, membuka ruangan yang sama sekali tidak bercahaya serta tak memiliki pemanas ruangan yang bisa menghangatkannya dari dinginnya musim salju ini.

“Tuhan, aku mohon kepadaMu. Aku hanya tidak ingin membenciMu akibat semua ini, aku percaya padaMu bahwa Engkau selalu adil kepada seluruh umatMu,” mohon Naeun dengan suara parau, perlahan ia merebahkan tubuhnya di atas lantai yang tak beralaskan apapun.

Dengan kencang angina berhembus melalu saluran udara, menerpa tubuhnya yang hanya memakai pakaian yang tak cukup menghangatkannya.Membuatnya dengan erat memeluk tubuhnya berusaha menghangatkan tubuhnya sediri yang ingin beku.

“Jongin, aku memutuhkanmu…”

Dinginnya ruangan serta dingin dari luar membuar Naeun membuka matanya, dengan cepat bangkit dari tidurnya yang tak nyenyak dan meregangkan tubuhnya yang hampir membeku.

“Selamat pagi nak, eomma minta maaf jika tidurmu tidak menyenangkan semalam,” Naeun tersenyum lemah mengelus perutnya yang masih terlihat rata.

Naeun melangkahkan kakinya menuju dapur, mata bulatnya melirik jam yang masih menunjukan pukul 05.30.Myungsoo, suaminya belum bangun. Naeun mengeluarkan isi belanjaannya, mengeluarkan bahan untuk ia masak menjadi makanan kesukaan suaminya, bulgogi.

Dengan lihai tangan itu mengolah bahan-bahan itu menjdi masakan yang berasa enak di indra pengecap manusia, Naeun menata bulgogi itu menjadi cantik di atas piring saji dan segera menaruhnya di meja makan.

Suara pintu terbuka terdengar, Myungsoo sudah berdiri dengan pakaian kantornya menatap dingin ke arah Naeun yang tengah tersenyum menatap kearahnya.

“Tuan silahkan sarapan, aku sudah menyiapkan bulgogi untukmu,” ujar Naeun hangat.

“Tidak,”

“Mwo?Apa yang telah tuan katakan?”

“Aku tidak akan pernah menyantap makanan yang berasal dari uang harammu, bodoh,”

“Tapi, in—“

“Aku tidak peduli,”

“Tuan, aku mohon,”

“Tidak, aku sedang tidak berselera menamparmu bodoh, jangan menggangu moodku!”

“Hanya se—“ ucapan Naeun terhenti ketika Myungsoo keluar dari rumah mereka.

Naeun menghembuskan nafasnya dengan brat menatap sajian bulgogi yang terlihat lezat di atas meja makan.

“Sampai kapan akhirnya kau menyadari keberadaanku Kim Myungsoo?” ujar Naeun menundukan kepalanya lesu.

“Terlalu berharap banyak tidak baik untuk gadis sepertimu,” suara berat membuat Naeun mengangkat wajahnya, di depannya sudah berdiri namja berkulit eksotis tersenyum kearahnya.

Kim Jongin.

“Ba-bagai—“ Naeun menatap Jongin dan pintu berulang kali dengan bingung.

“Bagaimana aku dapat masuk kesini melewati bajingan itu?”Jongin berbicara dengan bangga sembari tersenyum.

Naeun menatap Jongin dengan tatapan yang sulit diartikan, dengan pasti Naeun melangkah mendekati Jongin.

‘Deg!’

***

Myungsoo melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, masih teringat ucapan namja berkulit coklat eksotis yang sudah mencium istrinya kemarin itu berputar di kepalanya.

“…aku akan merebutnya,”

“ceraikan dia…”

“…berhen—“

‘CIIT!’

Suara ban mobil berdecit dengan aspal, Myungsoo membanting stirnya ke arah samping jalan. Hampir saja ia menabrak seorang gadis, hembusan nafas lega keluar dari mulutnya.

‘Tok!Tok!Tok!’ suara ketukan terdengar dari kaca jendela mobil Myungsoo. Dengan spontan Myungsoo mengarahkan kepalanya melihat siapa yang mengetuk. Myungsoo melebarkan maranya ketika melihat gadis yang hampir ia tabrak sedang mengetuk kaca mobilnya.

‘Tok!Tok!’

Ketukan itu terdengar kembali, menyadarkan Myungsoo.Myungsoo meurunkan kaca mobilnya.

Agashi mianhamnida,” sesal Myungsoo menundukan kepalanya berulang kali.

Gadis itu diam menatap Myungsoo dengan datar.

“Cinta itu memang menyakitkan, lebih sakit daripada di bunuh.Namun, cinta akan lebih sakit ketika kau mulai di lupakan oleh orang yang kau cintai,” ucapan gadis itu membuat mulut Myungsoo terbuka dengan heran.

Agashi kau tidak mabuk?” tanya Myungsoo memastikan.

Ani, terimakasih telah hampir menabrakku ajhussi!” jawaban gadis itu semakin membuat Myungsoo bingung.

“Sudahlah ajhussi, aku pergi dulu!Annyeong!” gadis tersebut lari mejauh dari Myungsoo.

Myungsoo membenturkan kepalanya ke stir mobil, ketika melihat gadis tersebut sudah hilang secepat angina.

“Apakah aku sudah mulai gila?”

***

Kini Naeun dan Jongin sudah berada di taman bermain terbesar di Korea. Naeun mengedarkan pandangannya ke setiap wahana sudah tiga bulan yang lalu terakhir kali ia menginjakan kakinya di taman ini bersama lelaki disampingnya juga.

“Jongin-ah kajja kita naiki itu dulu!”Naeun menarik tangan Jongin sambil berlari-lari kecil menuju wahana roller-coaster.

“Yak!Naeun jebal, mengapa harus wahana itu? Tidak bisakah yang lain? Kumohon!”Jongin merengek enggan menaiki wahana yang bisa membuat kaki bahkan seluruh badannya lemas.

“Bagaimana jika wahan itu saja!” lanjut Jongin melihat serta menunjuk wahana cangkir putar yang siap dinaiki anak-anak.

Hening sesaat.Cekikan Naeun keluar, semakin membesar menjadi tawa mengejek, “eoh?Jinjja?Terakhir kali aku naik wahana seperti itu pada umur tujuh tahun Jongin-ah. Lihatlha umurmu! Tidak malu menaiki wahana seperti itu?” ejek Naeun di tengah tawanya sembari memegangi perutnya, entah menahan tawanya atau melanjutkan tawanya yang tak akan berhenti.

“Yak! Son Naeun! Berhenti tertawa atau aku akan menenggelamkanmu di aquarium raksasa?” ancaman Jongin dengan spontan membuat mulut Naeun yang semula tertawa kini tertutup rapat.

“Tidak lucu Kim Jongin!” ujar Naeun dingin dan melangkah pergi meninggalkan Jongin dengan kesal.

“Yak!Son Naeun!”Jongin berlari mengejar Naeun dan menarik tangn gadis itu.Naeun menatap Jongin dengan kesal.Dengan tarikan nafas pasrah keluar dari mulut Jongin diikuti dengan, “Baiklah, kajja kita naiki wahana semaumu.”

Mendengar hal itu keluar dari mulut Jongin membuat senyuman merekah dari bibir Naeun.

***

 

“Kim Myungsoo!” terdegar suara seorang yeoja kesal menatap Myungsoo yang sedari tadi terdiam menatap kosong.

“Kim Myungsoo! Yak!” panggilan itu kini terdengar lebih keras dari sebelumnya. Namun yang dipanggil masih diam memikirkan sesuatu yang tidak di ketahui yeoja di depannya.

Kim Myungsoo, namja itu masih memikirkan apa yang namja berulit itu katakana padanya. Namja itu akan merebut istrinya?

Mengapa ini terasa berbeda?Ada yang menjanggal. Apakah aku— tidak! Tidak mungkin!’ pikir Myungsoo, menggelengkan kepalanya kencang, membuat yeoja di depannya sedari tadi ini kini sudah pasrah.

“Oppa!Kau terus saja seperti ini dari beberapa hari yang lalu. Kau selalu menganggapku seolah aku tidak ada di hadapanmu, apa gunanya kau menyuruhku datang kesini?” yeoja di depan Myungsoo itu kembali mengeluarkan suara.

“Oppa! Kim Myungsoo dengerkan aku!” yeojadi depan Myungsoo itu kini sudah setengah berteriak.

Yeoja itu perlahan berdiri dari tempat duduknya mengambil tasnya dan menatap nanar ke arah Myungsoo yang sedari tadi menjadi lelaki bisu yang menatapnya kosong. Hembusan nafas lelah ia hempaskan ketika menatap Myungsoo yang selalu diam sejak mereka memasuki tempat itu.

“Aku lelah Kim Myungsoo.Kita hentikan saja hubungan ini!” kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir bewarna peach itu.

Myungsoo mengerjapkan matanya tidak percaya apa yang sudah ia dengar.

“Kry—Krystal, neo micheosoe(kau gila)?” akhirnya sebuah kalimat terucap dari bibir Myungsoo menatap Krystal dengan tatapan tak percaya.

Oppa, mianhae aku sudah lelah menjalaninya. Sepertinya kau sudah mencintai gadis lain dan aku sendiri sepertinya aku mencintai seseorang juga,”

Krystal—yeoja dihadapan Myungsoo— itu membungkukan badannya dan mengecup pipi Myungsoo sebelum pergi dari tempat itu.

Tempat dimana Myungsoo dan Krystal memulai dan menghentikan perjalanan cinta mereka.

***

Naeun, gadis itu memegang perutnya tertawa keras masih mengingat wajah masam Jongin ketika roller coaster itu meluncur dari ketinggian. Disamping gadis itu terlihat Jongin mengerucutkan bibirnya entah sudah beberapa kali ia meminta Naeun berhenti untuk menertawakannya. Namun, bukannya berhenti Naeun semakin meledeknya.

“Yak!Naeun berhenti tertawa!” ujar Jongin menutup kedua telinganya dan menatap kesal ke arah Naeun.

“Apakah wajahu tadi seperti ini Jongin-ah?”Naeun kembali tertawa dan menirukan wajah Jongin.

Dengan kesal Jongin berjalan cepat meninggalkan Naeun.Tanpa memperdulikan Naeun yang terus tertawa.

“Yak!Jongin, kau mau kemana?” teriak Naeun.

Bukannya diam Jongin terus meninggalkan Naeun yang terus memanggilnya.

“Jongin!” teriak Naeun kembali.

“Aku tidak peduli!” balas Jongin berteriak.

“Jongin..sa-sakit!” teruak Naeun seperti kesakitan.

Jongin memperhentikan langkahnya sejenak.

“Aku tau akal mu, Son Naeun!” teriak Jongin dan kembali melanjutkan langkahnya.

“Jongin, aku serius…” teriakan Naeun terdengar melemah.

“Aku tidak peduli,” balas Jongin.

Beberapa lama tidak ada balasan dari Naeun lagi.

Eomma, lihat noona itu terlihat kesakitan!Tolong dia eomma!” teriak seorang anak laki-laki menarik baju ibunya dihadapan Jongin sambil menunjuk ke arah belakangnya.

Aigoo, lihat yeoja itu!”

“Cepat tolong yeoja itu!”

“Sungguh malang yeoja cantik itu, apakah dia sakit?”

“Apakah dia tidak memunyai keluarga?”

Jongin diam mendengar seluruh perkataan dari semua orang yang melewatinya, dengan takut ia memutar balikan tubuhnya dan betapa terkejutnya ia ketika melihat Naeun sudah terkapar lemas. Jongin dengan cepat berlari ke arah kerumunan itu, ketika ia sudah sampai di depan tubuh Naeun. Jongin segera menggendongnya.

Chogiyo, kau siapanya yeoja ini?” tanya seseorang dari kerumunan itu saat Jongin menggendong tubuh Naeun.

“A-aku suaminya,” ujar Jongin spontan dan membawa Naeun pergi dari tempat itu.

Tanpa semua orang sadari seseorang laki-laki memutarkan tubuhnya ketika mendengar lontaran kata dari bibir Jongin.

***

Kim Myungsoo, lelaki bermarga Kim itu memutar tubuhnya menjauhi kerumunan tadi ketempat yang jauh lebih sepi.

Myungsoo menyentuh layar handphonenya mencari kontak seseornag dan segera menempelkan benda itu di telinganya.

Yeoboseo?” ujar seseorang di sebrang sana membuat senyuman licik terlukis di bibirnya.

“Woori noonamari kita berkencan,”

TBC

Advertisements

23 thoughts on “[FF Freelance] Love Really Hurts (사랑참아프다) (Chapter 3)

  1. astaga si L kasar banget sama istrinya..
    gimna kalu dia tau naeun hamil anak dia,
    jangan jahat-jahat jadi orang bang, ntr kalu naeu. pergi kamu kehilngan dan sedih..
    suka banget sama kata-kata ” “Cinta itu memang menyakitkan, lebih
    sakit daripada di bunuh.Namun, cinta
    akan lebih sakit ketika kau mulai di
    lupakan oleh orang yang kau cintai” dalam banget kata-katanya

  2. Wahh, kasihan banget naeun nyaㅠ.ㅠ
    Myungsoo nya jahat banget sih😢😢
    Oke, segitu aja comment nya thor,
    Lanjuuttttt~~

  3. Wahh, kasihan banget naeun nyaㅠ.ㅠ
    Myungsoo nya jahat banget😢😢😢
    Oke deh thor segini aja comment nya
    Lanjuuuttt thorr~~

    • coba kali kali bilang kasian authornya (austhor jeles sama naeun) 😦
      iya myungsu jahat ya ntar author bunuh aja.
      hihi makasi ya udah komen 🙂

  4. Kapan Myungsoo jahat lagi sama Naeun ????
    Kasian kan Naeun 😦
    semoga aja Myungsoonya Sadar .
    Ditunggu kelajutanya thor ..:-D

  5. Issshh si L gak punya hati apa ? Naeunnya kasian tuhh tersiksa hidup sama dia,, lebih baik sama jongin. Next ya thor..

  6. Ouuhhh… Ff nya mkiin sruu tpii pendekk niih,, ekekeke but daebakk thorr,, lnjutkan Ɲεҽhђђ :3 fighting buat ujiannya smga dpt nlai yg sngat memuaskan (ง’̀⌣’́)ง

  7. hiiih Myungsoo kok masih jahat siih, kebangetan sama isrinya sendiri kaya gitu, kasihan Naeun kalo gitu. besok baru tau rasa kalo Naeun di rebut sama Jongin! tapi berharap endingnya masih tetep Myungsoo Naeun

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s