Resemble (Chapter 1)

resembleTitle : Resemble (Chapter 1)

Author : DkJung

Main Casts :

  • [A Pink] Jung Eunji
  • [Girl’s Day] Bang Minah
  • [Infinite] Lee Howon
  • [Beast] Lee Gikwang

Support Casts :

  • [F(x)] Jung Soojung
  • [Girl’s Day] Lee Hyeri

Genre : Friendship, Romance

Length : Chaptered

Rated : PG 14

Disclaimer : terinspirasi dari film favorit aku. Cat : anggap di ff ini muka eunji-minah mirip identik.

Summary :

Apa yang akan kau lakukan jika bertemu dengan orang yang wajahnya serupa denganmu? Hal itulah yang dialami gadis cantik bernama Jung Eunji. Ia cucu dari pengusaha terkaya di Korea. Namun, tanpa disangka ia bertemu dengan Bang Minah, seorang gadis sederhana yang memiliki paras serupa dengannya.

 

 

Chapter 1

“Nona Eunji, sudah waktunya kita pulang!” seru Howon sambil sesekali melihat ke arah jam tangannya.

Sementara Eunji terus melahap ramen pesanannya di sebuah restoran sederhana. Menjadi cucu dari pengusaha terkaya di Korea tidak membuat Eunji menjadi besar kepala dan sombong. Eunji seorang gadis yang ceria, ramah, baik hati, dan penolong. Walau ia termasuk ke dalam orang-orang yang derajatnya tinggi, ia tak lupa untuk bergaul dengan orang-orang di perkampungan, dan pinggiran lainnya.

“Tunggu sebentar lagi, Howon-ah, ramen di sini enak sekali! Lebih enak dari yang biasa dijual di restoran mewah! Harganya saja mahal, tetapi kualitasnya tetap kalah,”ujar Eunji sambil tersenyum riang. Jelas sekali bahwa raut wajahnya terlihat sangat senang.

Setelah lebih dari sepuluh menit, Eunji selesai menghabiskan ramennya.

“Maaf lama, aku terlalu menikmati.”

Arra, palli! Aku takut nanti Tuan Presdir marah, Nona!”

Keurae, Lee Howon! Aku bayar dulu ke tempat kasirnya.”

Eunji bangkit dari duduknya lalu berjalan ke kasir yang tak jauh dari tempatnya duduk. Lagipula, kedai ramen tempat Eunji makan memang sederhana dan tidak luas.

Eunji berhenti berjalan sejenak untuk mengambil dompet di tasnya. Baru saja ia akan berbalik, tiba-tiba seorang pelayan yang datang tak sengaja bertabrakan dengannya. Piring-piring kotor yang dibawa pelayan itu berjatuhan hingga pecah.

YA! BAGAIMANA BISA KAU–“

Teriakan pelayan itu terhenti ketika ia menyadari bahwa orang yang ia tabrak merupakan cucu pengusaha terkaya di Korea yang begitu terkenal, Jung Eunji.

Eunji segera membungkuk pada pelayan itu sebagai tanda maaf.

“Ini memang kesalahanku karena berbalik secara tiba-tiba. Jeosonghamnida,” ucap Eunji setelah membungkuk.

G-g-gwenchana, ini bukan salah anda, ini salahku.”

Pelayan itu jadi merasa tak enak dengan Eunji. Ia pun segera mengeluarkan tisu basah dari saku celana jeansnya lalu dengan cepat membersihkan sepatu Eunji yang kotor. Namun, dengan cepat Eunji menahan tangan pelayan itu.

Pelayan itu pun terdiam. Pelayan itu bertatatapan dengan Eunji cukup lama.

“Kau mirip denganku,” ucap Eunji spontan.

Ne?”

Eunji mendekati pelayan itu lalu memperhatikan dengan seksama wajah pelayan itu.

“Kau cantik. Bagaimana bisa wajahmu mirip denganku?”

OOO

“Bang Minah. Wajah kita sama, tetapi nama kita berbeda jauh. Marga kita saja tidak sama.”

Minah hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Eunji.

“Nona, aku harus kembali bekerja,” ucap Minah.

Eunji tersenyum. “Kau tidak perlu memanggilku Nona, lagipula kita kan seumuran.”

Lagi-lagi Minah hanya tersenyum tipis. “Keurae, Eunji-ya.”

Minah lalu berjalan pergi meninggalkan Eunji yang masih berdiri di depan kedai ramen. Howon yang sedari tadi mempehatikan Eunji hanya mengerutkan dahi.

“Kau senang sekali bertemu dengannya?” tanya Howon.

Eunji tersenyum. “Keurom, rasanya seperti bertemu dengan saudara yang terpisah jauh. Aku jadi ingin sering main ke sini, Howon-ah.”

“Sudah pukul lima sore Nona, lebih baik kita pulang sekarang.”

OOO

Gikwang menuruni tangga rumahnya yang mewah dengan langkah cepat namun terhenti begitu saja ketika ibunya memanggil.

“Gikwang-ah, kau mau kemana dengan pakaian begitu?” tanya Nyonya Lee setelah melihat anampilan Gikwang lengkap dengan topi, headset, dan sepatu dance.

“Latihan, Eomma. Seperti biasa,” jawabnya.

“Bisa tidak hari ini kau tidak usah latihan dulu?”

“Memangnya kenapa?”

“Ada acara keluarga yang harus kau ikuti.”

Mwoga? Apa perjodohan lagi?”

Nyonya Lee menggelengkan kepalanya lalu mendekati Gikwang. Ia menyerahkan sebuah foto pada anaknya itu.

Yeoppeoda,” gumam Gikwang tanpa sadar.

Keurae? Sudah Eomma duga kau akan menyukainya. Perjodohan kali ini pasti tidak akan membuatmu menyesal!”

Arrasseo, aku akan menuruti kemauan Eomma,” ucap Gikwang seraya berlari menaiki tangga untuk kembali ke kamarnya.

OOO

“Kapan aku bisa memilih lelaki pilihanku sendiri, Harabeoji?” tanya Eunji yang kini tengah duduk di ruang keluarga yang mewah bersama kakeknya.

“Apa yang Harabeoji pilihkan jauh lebih baik daripada yang kau kau pilih sendiri, Eunji-ya.”

Keunde, apa Harabeoji tega menjodohkanku dengan orang yang bahkan belum pernah kulihat wajahnya? Bagaimana bisa aku menikah dengan orang asing?”

“Dia bukan orang asing. Lagipula, dia tampan. Kau pasti menyukainya.”

Eunji tidak membalas perkataan kakeknya. Ia justru berdiri lalu membungkuk ke arah kakeknya dan kembali ke kamarnya. Begitu Eunji sampai, tampak Howon tengah berjaga di depan kamarnya.

“Nona? Kau menangis?” tanya Howon. Eunji hanya menggeleng pelan lalu berlari memasuki kamarnya.

Huh, pasti masalah perjodohan lagi,” gumam Howon sambil menatap iba ke arah pintu yang baru saja ditutup rapat oleh Eunji.

OOO

“Lari dari perjodohan?!” pekik Minah setelah mendengar cerita dari Eunji.

Kedatangan Eunji ke kedai ramen tempatnya bekerja memang tidak diprediksi sama sekali. Gadis itu datang dengan wajah polosnya, seolah tak ada masalah apapun yang sedang terjadi, atau masalah yang akan terjadi jika ia kabur.

Keurae.”

“Apa ini bukan pertama kalinya kau dijodohkan?”

“Bukan. Aku sudah sering mengikuti perjodohan-perjodohan keinginan Harabeoji sebelumnya.”

Minah hanya diam menatap Eunji iba.

Keunde, bukankah Nona, maksudku, bukankah kau selalu dikelilingi para pengawal? Bukankah kau juga punya pengawal pribadi? Bagaimana bisa kau kabur?”

“Jendela, aku kabur lewat jendela. Huh, untung saka Harabeoji belum memasang tralis di jendela kamarku, jadi aku masih bisa kabur.”

Minah hanya mengangguk-angguk.

Ah, keunde, kenapa kau kabur ke sini?”

“Hm, karena di saat seperti ini aku butuh teman untuk diajak berbicara.”

“Teman?”

Ne. Aku senang bisa punya teman. Di kampusku, aku tidak punya teman.”

Maldo andwae! Seorang gadis cantik dan kaya sepertimu mana mungkin tidak punya teman?” ucap Minah sambil tertawa dipaksakan. Namun, melihat tidak adanya perubahan pada raut wajah Eunji, Minah berhenti tertawa.

Jeongmalyo?” tanya Minah meyakinkan. Eunji mengangguk pelan.

Ne, kalaupun mereka mendekatiku, pasti pada saat ada maunya saja. Kau tahu, kan maksudku?”

Minah tersenyum masam lalu mengangguk.

“Jujur, kadang aku iri denganmu. Hidupmu serba berkecukupan, bahkan kau bisa berkuliah. Sedangkan aku? Aku hanya seorang yatim piatu yang bekerja di kedai ramen kecil untuk menghidupi diriku sendiri,” keluh Minah.

Ya, kau tidak boleh bicara seperti itu. Aku yakin, suatu saat nanti kau bisa berkuliah di universitas yang sama denganku.”

Maldo andwae, aku hanya gadis miskin dan tidak pintar. Dengan apa aku akan kuliah di universitas mewah seperti universitas Haewon?”

“Kau tidak boleh pesimis. Kalau kau terus pesimis, bagaimana kau bisa maju? Dengar ya, aku justru iri denganmu.”

“Iri? Denganku? Memangnya apa kelebihan yang kumiliki?”

“Kau, bisa hidup dengan bebas. Kau bebas pergi kemana saja, bebas melakukan apa saja yang kau inginkan, bebas menentukan pilihanmu, bebas berpendapat, tidak terikat oleh peraturan, dan yang lainnya. Aku, ingin bisa hidup bebas sepertimu.”

Minah tak menyangka seorang cucu pengusaha kaya raya yang hidup serba berkecukupan ternyata bisa merasa iri dengan kehidupan seorang gadis sederhana yatin piatu yang hanya pelayan di sebuah kedai ramen.

OOO

Gikwang, Nyonya Lee, dan Tuan Jung tampak gelisah menunggu kehadiran sosok Eunji yang belum juga ditemukan.

Eottae? Apa Eunji sudah ketemu?” tanya Tuan Jung pada Howon yang baru saja datang dengan nafas tak beraturan karena baru saja berlarian mencari Eunji ke sekeliling komplek.

“Belum, Tuan.”

“Kau ini pengawal pribadinya! Bagaimana bisa kau tidak tahu dia kabur?!”

Jeosonghamnida, aku akan mencarinya lagi, Tuan.”

Howon segera berlari keluar dari rumah keluarga Jung yang besar dan mewah itu.

Tak lama setelah Howon keluar, seorang gadis cantik memasuki rumah Keluarga Jung dan langsung disambut hormat oleh para pelayan dan pengawal yang dilewatinya.

Harabeoji!” seru gadis itu sambil berlari lalu memeluk kakeknya.

“Soojung-ah! Kau sudah kembali? Kapan kau sampai?” tanya Tuan Jung.

“Aku sampai dari Jepang tadi sore, tadi aku sempat mampir dulu ke rumah seorang teman, baru aku ke sini,” jawab Soojung sambil melepas pelukannya.

“Apa orang tuamu sehat di sana?”

“Sehat, Harabeoji. Mereka baik-baik saja.”

Soojung memperhatikan Nyonya Lee dan Gikwang yang tampak asing baginya.

Nugu?” tanyanya pada Tuan Jung.

“Kenalkan Soojung-ah, ini Gikwang dan ibunya. Mereka, akan segera menjadi bagian dari keluarga kita.”

Jinjja? Apa aku akan dijodohkan?” bisik Soojung di telinga Tuan Jung.

“Bukan kau, tapi Eunji.”

“Kenapa selalu Eunji Eonni? Aku bosan mendengarnya! Kenapa Harabeoji lebih menyayanginya dibanding aku?”

Eii, siapa yang bilang begitu? Harabeoji sangat sayang pada kalian! Sangat sayang!”

Keurom, jodohkan aku dengannya, Harabeoji. Dia tampan, aku menyukainya!”

Ya! Dia itu calon suami kakak sepupumu! Kau tidak boleh bicara begitu!”

Harabeoji.

“Masuk ke kamarmu!”

Hara–“

“Masuk!”

OOO

Howon menghentikan langkahnya di depan sebuah kedai ramen ketika teringat sesuatu.

“Ini kan kedai ramen yang disukai Nona Eunji? Pasti dia di sini!”

Hoeon segera berlari memasuki kedai. Dan, benar saja. Eunji yang saat itu sedang duduk sambil mengobrol dengan Minah langsung terkejut.

“Lee Howon?!”

Howon segera menghampiri Eunji.

“Nona! Bagaimana bisa anda berada di sini? Anda sudah melewatkan acara penting! Anda bisa dimarahi bahkan dihukum Tuan Presdir!” bentak Howon.

“Kau berani membentakku?” ucap Eunji tak percaya.

Jeosonghamnida. Nona, kau harus pulang!”

Eunji menggeleng sambil menpis tangan Howon yang baru saja akan menarik lengannya.

Jebal, aku tidak ingin pulang untuk malam ini saja. Aku tidak peduli jika aku dihukum, asalkan aku tidak dijodohkan, Howon-ah,” ucap Eunji memelas.

Howon menghela nafas. “Arrasseo.”

OOO

“Walau bagaimanapun, perjodohan ini harus tetap dilakukan. Aku akan merasa tidak enak karena tidak bisa membalas jasa anda, Tuan Jung,” ucap Nyonya Lee yang saat itu baru saja akan memasuki mobil yang sudah didahului oleh Gikwang.

Keurae, aku tahu niat baik anda. Aku akan berusaha meyakinkan Eunji agar mau menerima Gikwang.”

Ne, gamsahamnida. Keurom, aku pulang dulu. Selamat malam,” pamit Nyonya Lee lalu masuk ke dalam mobilnya.

Setelah mobil Nyonya Lee pergi, Soojung tiba-tiba menghampiri kakeknya.

Harabeoji!”

Wae gurae?”

“Kalau perjodohan ini untuk balas budi, kenapa harus Eunji Eonni? Bukankah denganku juga bisa?”

“Bukankah kau sudah punya kekasih? Eunji kan masih belum.”

Mwoya, aku hanya bersahabat dengan Minhyuk Oppa. Waktu itu aku mengajaknya ke sini hanya untuk belajar bersama, Harabeoji.”

Ani, selama masih ada Eunji, perjodohan ini hanya akan melibatkan Eunji,” tegas Tuan Jung lalu berjalan meninggalkan Soojung.

Arra, keurom, apa yang akan terjadi bila Eunji Eonni tidak ada, Harabeoji?”

OOO

“Nona, ini sudah pukul sebelas malam. Mungkin lebih baik kita pulang. Lagipula aku yakin kaluarga Lee juga sudah pulang berjam-jam yang lalu. Mareka tidak mungkin pulang selarut ini.”

Arrasseo. Minah-ya, aku pulang ya! Senang bisa berteman denganmu.”

Nado, Eunji-ya. Hati-hati ya, sampai bertemu lagi! Annyeong!”

Keurae, annyeong!”

Eunji pun berjalan keluar kedai ramen diikuti oleh Howon. Minah hanya tersenyum melihat kepergian Eunji, gadis yang baru saja menganggapnya sahabat. Mungkin, Minah juga menganggapnya begitu.

“Apa kubilang, kau memang mirip dengannya. Bukankah para pengunjung juga sering bilang bahwa kau mirip dengannya?”

Minah tertawa pelan mendengar perkataan Hyeri, temannya yang juga berkerja di kedai ramen itu.

OOO

Langkah Eunji terhenti di depan pintu kamarnya saat mendengar suara sebuah lagu yang diputar di kamar sebelahnya. Karena penasaran, Eunji pun membuka kamar sebelahnya.

CKLEK

“Kau pulang?” tanya Eunji sambil tersenyum saat melihat Soojung yang sedang tiduran di atas ranjangnya sambil memakan beberapa camilan.

Ya, Eonni! Tidak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dulu? Itu tidak sopan!” seru Soojung sambil mengubah posisi tubuhnya menjadi duduk.

Aigoo, pada sepupumu sendiri kau bilang begitu? Kau pikir aku ini orang asing?”

Soojung hanya memutar bola matanya saat mendengar ucapan Eunji yang menurutnya menggelikan.

“Apa lagi keperluanmu? Jika sudah tidak ada perlu, lebih baik kau tutup pintu kamarku.”

Arra.”

Eunji hanya tersneyum diperlakukan seperti itu oleh Soojung. Baginya, itu sudah biasa. Sifat Soojung memang seperti itu sejak kecil. Ia sudah bisa memakluminya. Walau bagaimanapun, Soojung tetaplah sepupunya. Sejahil dan semenyebalkan apapun ia, Eunji tetap menyayanginya.

OOO

Eunji turun dari mobil mewahnya setelah dibukakan pintu oleh Howon. Seperti biasa, para mahasiswa lainnya mulai mempusatkan perhatian mereka pada Eunji, dan hal itulah yang paling ia benci. Ia tidak suka menjadi pusat perhatian dalam situasi seperti ini. Dengan helaan nafas, Eunji mulai berjalan dan mencoba mengabaikan orang-orang yang memperhatikannya. Setelah sampai di depan pintu utama kampus, Eunji bertemu dengan Soojung.

Eonni!” panggil Soojung. Eunji tersenyum lalu menghampiri adik sepupunya itu.

Wae geurae?”

“Apa Eonni ada waktu? Setelah sesesai kuliah, aku tunggu di taman belakang kampus, ada yang ingin kusampaikan pada Eonni.”

Arrasseo, aku akan ke sana pukul dua siang.”

“Aku akan menunggumu, Eonni.”

OOO

Eomma, aku dengar Eunji ada kuliah hari ini, apa boleh aku menjemputnya?”

“Kau mau menjemputnya? Keurom! Mana mungkin tidak boleh? Itu bagus! Kau akan lebih dekat dengannya bila kalian sering bertemu!”

Keurae, Eomma, aku akan menjemputnya nanti siang.”

OOO

Sudah lewat lima menit, namun Soojung belum juga datang. Lama kelamaan Eunji menjadi bosan.

“Apa ia benar-benar ingin menyampaikan sesuatu padaku? Apa itu penting? Keunde, kenapa sampai sekarang ia belum datang?”

Eunji mulai berjalan mondar-mandir karena bosan, hingga tiba-tiba dua orang berpakaian hitam. Kedua orang itu segera membius Eunji hingga ia tak sadarkan diri. Setelahnya, Eunji dibawa ke dalam mobil hitam.

Setelah kurang lebih sepuluh menit, mobil itu sampai di sebuah rumah kecil. Dengan kasar, Eunji dimasukkan ke dalam ruangan tergelap dan terpojok di rumah itu.

“Kau pantas mendapat ini semua. Karena memang selalu kau yang mendapat semuanya! Kau merebut semuanya, Eonni!”

To Be Continued

 halo! ini ff baru dari author baru^^ salam kenal!

harap meninggalkan komentarnya ya, thanks.

3 thoughts on “Resemble (Chapter 1)

  1. entah kenapa aku rasa alurnya kepanjangan, deh. Atau ceritanya kali ya yang kependekan???
    tapi over all I like this story🙂

    Dan aku akan dukung jika Soojung mau gaet Gikwang-iee ku tersayang😥 hahaha tapi bikin mewek masa Krystal cocoknya selalu antagonis ya??? mikir pake ember bisa dapat jawaban enggak??? entahlah ………………… keep writing, chingu-ya!!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s