[Chapter 3] XXME BASTARD!!!

xxme 3

Title: XXME BASTARD!!! | Author: Cimolxx92 | Main Cast: BIGBANG’s Kwon Jiyong (G-Dragon), Sandara Park (2NE1), Jennie Kim(New YG Artist), Nam Taehyun (WINNER), Mizuhara Kiko |Support Cast: YG FAMILY |Rating: PG-15| Genre: Romance, Family, Friendship |Length: Chapter.

 

Disclaimer

Plot Is Mine. The Characters are belong to God. Say No To Plagiarism.

 

Previous: Chapter 1 | Chapter 2 |

©2014

I Don’t Wanna Hurt You…

“Kwon Jiyong”

Jiyong menoleh malas ke asal suara yang memanggilnya. Suara yang benar-benar sudah muak dia dengar. Suara yang – entah kenapa – membuatnya takut kehilangan Sandara Park. Mizuhara Kiko tersenyum menggoda kearahnya. Rambut pendeknya digelung keatas, memperlihatkan lekuk leher jenjangnya. Dress yang dikenakannya benar-benar minim sampai Jiyong berpikir kalau wanita itu pasti sedang sangat kedinginan sekarang. Tanpa disadarinya, senyum yang digilai fans-nya itu mengembang dibibirnya. Menyambut Mizuhara Kiko yang langsung duduk disampingnya dan memesan minuman pada Bartender.

“Kau akan kembali ke Seoul besok?” Kiko bertanya sambil menatap Jiyong lekat. Pria itu terlihat begitu hot dengan kemeja putih yang berantakan, tattoo ditangannya benar-benar menggoda Kiko.

Jiyong tidak menjawab dan hanya menyesap minumannya dengan nikmat, perlahan menggoyangkan gelas yang berisi es batu dengan berisik. Kiko melihat sisa minuman disudut bibir Jiyong. Dengan perlahan Kiko menyentuh sudut bibir Jiyong dengan tangan rampingnya. Tetapi, diluar dugaan, yang didapatinya adalah pandangan Jijik dari Jiyong.

“Kau benar-benar benci kusentuh sekarang?” Kiko menjauhkan tangannya sambil menatap Jiyong dengan intens. Pria itu tersenyum sinis padanya.

“Aku sudah membuat kesalahan yang sangat besar.” Jiyong berkata dengan suara serak yang dalam. Membuat Kiko ingin melompat kearas pangkuan Jiyong dan melumat bibir pria itu. “Meladenimu sejak pertama kali aku melihatmu adalah kesalahan terbesar bagiku. Aku sudah menyakiti banyak orang dengan tingkahmu yang membuatku muak.” Jiyong melanjutkan minumnya yang terganggu akibat ulah Kiko.

“Jadi, selama ini. Apa arti diriku bagimu?”

Jiyong menaikan sebelah alisnya menanggapi pertanyaan Kiko. Apa arti wanita itu untuknya? Kiko hanya sekedar pelampiasan emosi sesaat Jiyong ketika dirinya sedang sangat kesepian dan sangat merindukan Sandara. Kiko, sama seperti wanita lain yang Jiyong tinggalkan. Tidak lebih sebagai pelacur yang siap memberikan apapun untuknya.

“Tidak ada.” Jiyong berkata malas sambil memikirkan cara melarikan diri dari tempat ini.

“Tidak ada?” Kiko Membeo.

“Nothing.” Jiyong mulai mencari alasan didalam kepalanya untuk segera pergi dari hadapan wanita sinting itu.

“Lalu, apa arti Sandara Park bagimu?” Kiko menyesap minumannya.

“Segalanya.” Jiyong berkata mantap tanpa berpikir lagi, membuat hati Kiko lagi-lagi tertusuk.

“Apa yang akan kau lakukan jika aku melakukan sesuatu yang jahat padanya?” Kiko kembali bertanya. Kali ini wanita itu berusaha menatap kedalam mata Jiyong. Dan betapa takutnya dia saat dia melihat mata Jiyong menatapnya tajam dengan marah.

“Aku tidak akan pernah memaafkanmu.” Jiyong menggeram.

“Aku memberimu satu kesempatan lagi.” Kiko berbicara pelan, mencoba menghentikan tangannya yang bergetar. Dia bukan takut pada amarah Jiyong. Tetapi, dia takut pada dirinya sendiri yang sekarang seolah sedang berubah perlahan menjadi monster.

“Aku memberimu kesempatan untuk kembali kepadaku. Sebelum kau menyesali semuanya.” Kiko memainkan batu es yang mencair didalam gelasnya. Berusaha menutupi perasaan gugup yang membuatnya ingin menangis.

“Hentikan omong kosongmu Kiko-ssan.” Jiyong mendesah lelah. “Aku tidak pernah menyesali keputusan yang kubuat.” Jiyong mulai berdiri dari duduknya. Menggulung lengan kemejanya dan mulai berjalan meninggalkan Kiko, akan tetapi kakinya segera berhenti dan kembali menoleh pada wanita cantik yang sedang tenggelam dalam perasaannya sendiri.

“Kau memang wanita murahan, tetapi aku yakin kau tidak akan melakukan sesuatu yang jahat. Aku tahu kau baik Kiko-ssan. Maaf sudah membuatmu berurusan dengan pria sepertiku.” Jiyong berkata tulus pada wanita itu. Perkataan tulusnya yang terakhir untuk Mizuhara Kiko.

***

Jiyongie [0512XXXX]

Aku mencintaimu… ingin sekali bertemu denganmu sekarang. Besok aku kembali ke Seoul. Bisakah kita bertemu?

 

Sandara mendesah dalam menatap layar ponselnya. Apa Jiyong sedang mabuk sekarang? Kapan terakhir kali pria itu bilang bahwa dia mencintainya? Sandara hampir lupa. Dia hampir lupa kalau Jiyong mencintainya. Dia hanya lelah dengan perasaannya pada Jiyong selama ini. Dara kembali menatap layar dan mengetik dengan cepat.

 

Ayo bertemu besok! Aku akan membawa soju dan teeok ke atap gedung YG! Sehabis makan malam!!! Jangan minum terlalu banyak! Aku rasa kau mabuk! Kekekeke

 

Sandara kembali mendesah sambil memasukan ponselnya kedalam tas, sekarang dirinya masih berdiri di parkiran YG. Jam sudah menunjukan pukul 03.40 dini hari dan dia baru saja selesai rekaman untuk album 2NE1 yang terbaru. Tiba-tiba ponselnya kembali bergetar, dengan cepat dia melihat siapa yang menelpon dan nama Chaerin tertera di layar ponselnya.

“Roo? Ada masalah? Kenapa lama sekali? Aku sudah kedinginan disini!!!” Sandara berkata lemah, dia benar-benar kehabisan energi dan yang di inginkannya sekarang adalah tempat tidurnya yang nyaman.

“Unni, aku harus mengurus beberapa hal. Teddy oppa menyuruhku untuk sedikit menambahkan aransemen. Kau bisa pulang sendiri? Aish, bagaimana ini!? Managermu sedang sakit perut, sedari tadi dia tidak pernah keluar dari toilet!!!” Chaerin berkata putus asa. Sandara hanya menghela napas dalam dan kembali melirik jam tangannya 04.00 dini hari. Diluar, matahari sudah terbit dan dia merasa sangat lelah. Apa harus menunggu Jjangmae? Dia tidak boleh manja. Mereka semua juga sedang sangat kelelahan seperti dirinya. Bom dan Minzy sudah kembali ke apartemen mereka 30 menit yang lalu, dan dia sengaja tidak ikut karena menunggu Chaerin. Sandara tahu kalau Chaerin sekarang pasti merasa sangat tidak nyaman dengan kondisi ini.

“Tenganlah Roo, aku bukan anak kecil, jangan Khawatir!” Sandara mendengar Chaerin mendesah dalam.

“Maafkan aku unni…” Leader grupnya itu berkata lemah. Dara tahu, dari semua anggota kelompoknya, Chaerinlah yang sekarang sangat membutuhkan istirahat. Andai saja dia bisa sedikit membantu Chaerin…

“Hei, kenapa minta maaf? Tidak ada yang salah disini Roo, aku yang seharusnya minta maaf karena tidak bisa membantu apa-apa untuk album kita. Aku bisa menyetir sendiri! Jangan khawatir!!!”

“Kirimi aku pesan ketika unni sampai. Jika terjadi sesuatu pada unni, aku akan dibunuh oleh Jiyong oppa.”

“Okay babe… Aku mencintaimu!” Sandara terkekeh karena suaranya dibuat se-seksi mungkin. Dia membuat suara ciuman imut untuk Chaerin dan dia bisa membayangkan gadis itu sedang memutar bola matanya.

“Aku tidak heran jika banyak yang bilang kalau kita ini bisa menjadi pasangan yang luar biasa! Lesbi couple?” Chaerin mengerang jijik sambil tertawa dan memutuskan panggilannya.

Well, dengan sisa tenaga yang Dara miliki, gadis itu mulai membuka pintu mobil dan berniat akan masuk kedalam ketika dia merasakan seseorang mencengkram lengannya dengan kuat. Sandara berteriak panik dan hampir memukul orang itu ketika tangan orang asing itu menyodorkan sesuatu kepadanya.

“Aku fans beratmu! Minum ini supaya bisa sampai rumah dengan selamat!” Suara berat orang itu menyambut telinga Sandara. Keadaan tempat itu gelap dan Sandara benar-benar tidak bisa melihat wajah laki-laki yang menyodorkan sekaleng kopi dingin padanya. Pria asing itu tinggi dan memakai topi untuk menutupi wajahnya.

Stalker?!

Sandara menatap pria itu dengan ngeri dan menerima minuman yang diberikannya dengan kaku. Tetapi, pria itu masih belum beranjak dari posisinya. Seolah dia adalah patung manekin yang memang ditaruh disitu.

“Eeer… T-Terimakasih…” Sandara bergumam dan ingin menutup pintu mobilnya cepat-cepat tetapi pria itu masih berdiri diam dan menahan pintu mobilnya untuk tetap terbuka.

“Minumlah.”

“Ya?”

“Minumlah kopi itu, supaya anda tidak mengantuk saat mengemudi.” Pria asing itu berkata dingin, membuat Dara bergidik.

Well, aku sangat menghargai perhatianmu.” Sandara tersenyum kaku dan membuka kaleng kopi itu dan sedikit terkejut karena penutup kaleng yang sangat longgar dan mudah untuk dibuka. Kening Dara berkerut dan menatap pria asing yang sedang menontonnya dengan penuh minat. Sepertinya orang itu benar-benar bertekad tidak akan pergi sebelum Dara meminum kopi pemberiannya. *sigh*

Sandara buru-buru meneguk kopi itu, dia benar-benar lelah menghadapi orang sekarang, rasanya dia akan meledak jika ada orang yang mengganggunya lagi. Sandara membersihkan sisa kopi di bibirnya dengan punggung tangan dan kembali menatap pria asing itu. Pria itu berjalan mundur tanpa berkata-kata dan menutup pintu mobil Dara. Dia masih berdiri diam dan terus memperhatikan Dara.

“Sepertinya hari ini aku benar-benar sial.” Sandara menggerutu dan mulai menyalakan mesin mobilnya. Pria aneh itu hanya berdiri diam sambil memperhatikan Sandara keluar dari parkiran. Senyum kemenangan tersungging dibibirnya, beberapa detik lagi, dia bisa membayangkan setumpuk uang di rekening bank-nya.

Sandara keluar ke jalanan Seoul yang belum cukup ramai, tangannya menekan tombol play dan suara Mandy Moore mengalun lembut menyanyikan lagunya yang berjudul Only Hope. Segaris senyum tersungging dibibirnya mendengar lirik lagu yang benar-benar disukainya itu. Dengan irama hatinya, dia pun ikut bernyanyi.

 

“To be only yours I pray, To be only yours, I know now…

You are my only hope”

 

Kwon Jiyong, selamanya kau hanya akan menjadi mimpi terindahku. Sandara membatin dengan pahit membayangkan sosok laki-laki itu, laki-laki yang rasanya sangat sulit dia jangkau.

Matahari mulai menerangi jalanan yang masih gelap, dan Sandara yakin, ada sesuatu yang tidak beres pada dirinya, penglihatannya perlahan mulai kabur, yang bisa Sandara lihat pada jalan didepannya hanya kerlap-kerlip dari lampu mobil kendaraan lain. Apa ini? Dia sama sekali tidak mabuk. Dia tidak menyentuh alkohol sedikitpun saat keluar dari studio!!!

Dengan panik, Dara menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Tangannya berusaha mencari botol air mineral. Tetapi, dirinya tersentak saat dia melihat lampu mobil lain berada tepat didepan mobilnya. Suara Klakson dan decitan ban saat Sandara mencoba mengerem menggema ditelinganya. Hal terakhir yang bisa dilihat Sandara adalah bagian depan mobilnya menabrak sesuatu dan dirinya terguling dari bangku kemudi. Darah hangat mengalir dari pelipis dan tangannya. Sandara merasakan sakit disekujur tubuhnya saat mobilnya berhenti bergerak. Jantungnya berdegub semakin lemah. Dia tidak sanggup lagi membuka matanya. Kesadarannya mulai hilang. Sebelum terjatuh dalam kegelapan total, Sandara dapat mendengar dirinya sendiri berbisik.

Maaf…

***

Don’t Leave Me…

Jiyong mengerang frustasi saat mendengar kabar kecelakaan Sandara. Setiap hembusan napas yang diambilnya seperti sedang membunuhnya, mencekiknya, membawanya jatuh kedalam neraka. Matanya mulai hangat, dia tahu dia akan menangis, dia tahu dia akan lemah, dia tahu dia akan benar-benar mati jika sesuatu yang buruk terjadi pada Sandara.

“Jiyongie… kita akan segera kembali ke Seoul. Kendalikan dirimu.” Yongbae menepuk bahu Jiyong, berusaha membuat teman baiknya itu kembali ke alam Sandarnya, karena semenjak lima menit yang lalu, ketika dia menerima telepon dari Yang Hyunsuk, pria itu hanya merosot dilantai sambil berusaha menyakiti dirinya sendiri, terdiam seperti orang yang kehilangan jiwanya.

Jiyong tidak menanggapi perkataan Yongbae karena tubuhnya seperti mati rasa. Dia merasa sangat menyesal tidak bisa melindungi gadis itu. Dia merasa benar-benar pengecut.

“Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri… jika terjadi sesuatu padanya…” Jiyong bergumam, lagi-lagi air matanya menetes dalam keheningan.

***

“Artikel mengenai kecelakaan itu sudah menyebar, dan ratusan wartawan sekarang berada di depan rumah sakit. Aku rasa mereka berniat mendirikan tenda disana.” Teddy memijat keningnya dengan kesal dan menatap Yang Hyunsuk. Ini benar-benar bencana, Comeback album 2NE1 yang ditunggu-tunggu selama ini terancam batal. Tetapi bukan hanya itu yang mereka berdua khawatirkan. Keadaan Sandara Park yang masih kritis membuat Yang Hyunsuk selalu menundukan kepalanya seperti sedang ber doa. Meminta keajaiban.

“Aku berharap dia akan bertahan.” Teddy berkata sesak. Ini benar-benar mimpi buruk, dan Teddy benar-benar tidak ingin membayangkan kejadian yang buruk selanjutnya akan menyusul.

“Dara Kuat. Dia akan bertahan.” Yang Hyunsuk berkata lebih kepada dirinya sendiri. Meyakinkan kalau gadis itu akan baik-baik saja.

Terdengar ketukan pintu ketika mereka berdua terdiam. Seorang staff masuk dengan tergesa sambil membawa setumpuk file dan kertas-kertas ditangannya.

“Sajangnim, Sandara-ssi keluar dari masa kritis, sekarang dia dipindahkan keruangan ICU, kita harus menunggu dia sadar.” Staff itu melapor, Yang Hyunsuk dan Teddy menghembuskan napas lega.

“Sudah kubilang kalau gadis itu kuat.” Yang Hyunsuk mengangguk.

“Kita harus segera mengadakan konferensi pers untuk meyakinkan fans kalau semua baik-baik saja, dan… aku menemukan sesuatu yang aneh.” Staff itu menyodorkan setumpuk file dan sebuah rekaman.

“Kami memeriksa Kamera CCTV disekitar tempat parkir saat Sandara sedang sendirian. Dan kami menangkap kejadian yang tidak wajar. Ada seseorang yang memberikan sesuatu kepada Sandara-ssi. Dan ditemukan obat tidur dalam dosis tinggi dalam darah Sandara-ssi.”

Yang Hyunsuk menyipitkan mata saat melihat kadar obat tidur dalam laporan Sandara, dan matanya beralih pada foto seorang pria yang mengenakan topi dan menyodorkan sesuatu pada Sandara.

“Hyung, aku rasa ini bukan masalah sepele.” Teddy melongok sambil ikut melihat foto yang kurang jelas itu. “Ini percobaan pembunuhan.” Teddy menyimpulkan dengan mata melebar ngeri.

“Hubungi detective dan selidiki tentang ini.” Hyunsuk berkata dengan nada rendah, menandakan kalau dia sedang sangat marah sekarang. “Kita lakukan penyelidikan diam-diam, jangan sampai informasi ini bocor pada wartawan. Ini akan semakin rumit jika media mengetahuinya.”

“Baik sajangnim.”

“Persiapkan konferensi pers sekarang.” Yang Hyunsuk bangkit dari kursinya, tatapannya benar-benar tanpa emosi. Sekarang yang ada dipikirannya adalah bagaimana reaksi dari harta berharga YG – Kwon Jiyong – jika mengetahui fakta yang sebenarnya dibalik kecelakaan ini.

***

Aku memiliki mimpi yang panjang dan aneh.

Tetapi aku menyukai mimpi ini, sepertinya ini lebih baik dari pada berada dalam posisiku sebelumnya.

Kesepian, merasa diabaikan, tanpa cinta.

Aku melangkahkan kakiku yang telanjang, menjejak rumput hijau yang basah, udara segar berhembus, menerbangkan gaun putih berendaku dan rambut panjangnku. Langit biru dengan awan putih yang lembut bagai kapas diatas langit. Aku tersenyum dengan perasaan ringan dan bahagia. Aku sendirian disini, tapi aku merasa bahagia dan damai.

Biarkan aku disini selamanya…

Aku berlari kecil ketika melihat seorang anak perempuan cantik berlari melewatiku entah berasal dari mana. Aku mengikutinya. Kami tertawa bahagia, dia kemudian berhenti berlari dan berbalik menatapku.

Aku tersentak melihat wajah kecilnya. Wajahnya sangat cantik, tetapi aku menemukan diriku dan diri Kwon Jiyong pada anak itu. Anak itu memiliki mata besar sepertiku, namun bola matanya berwarna cokelat, warna yang sama dengan warna bola mata Kwon Jiyong. Bibir tipisnya melengkung membentuk senyum, senyum yang sama milik Kwon Jiyong. Hidungnya persis hidungku. Aku hampir meneteskan air mata melihat sosoknya.

“Omma, apa yang kau lakukan disini?” Gadis kecil itu menghampiriku dan menggapai tanganku dengan tangan mungilnya. Perasaan hangat mengaliri seluruh tubuhku ketika dia menyentuhku.

“Aku bukan ommamu anak kecil, apa kau tersesat?” aku berjongkok dan memegang kedua lengannya. Dia hanya menatapku tidak berkedip.

“Kau ommaku.” Dia mengelus pipiku dengan kedua tangannya. “Kembalilah omma.”

“A-Apa?” aku berkata gugup. Menatap mata anak itu, seolah menatap mata Jiyong.

“Appa sedang menunggumu, kenapa ada disini?” Gadis itu berkata sedih, suara merengeknya membuatku memeluknya, mencoba menenangkannya.

“Kau harus kembali supaya aku bisa melihat indahnya dunia.” Gadis itu berkata disela isak tangisnya. “Kau harus kembali supaya aku bisa tinggal bersamamu. Supaya aku memiliki nama, bersekolah, dan tumbuh menjadi wanita cantik.”

“Arraso.” Aku melepaskannya. “Aku akan kembali dan membawamu ke dunia.” Aku tersenyum padanya.

Gadis itu melonjak kegirangan. Dia mencium pipiku dan kembali berlari menjauh dariku. Melompat-lompat seperti baru mendapatkan hadiah yang sangat mahal.

Aku menatapnya menghilang diatara semilir angin dan rumput yang tinggi. Aku memandang langit bersih dan tersenyum.

Bawa aku kembali…

***

Bau obat menyambut penciuman Sandara saat dia berusaha membuka kelopak matanya yang berat. Selama beberapa menit gadis itu hanya terdiam menatap langit-langit putih dengan cahaya yang temaram, menandakan lampu sudah dimatikan, Sandara ingin bangkit duduk tetapi tubuhnya terasa begitu lemah dan berat. Ada selang oksigen tersemat dihidungnya dan juga alat infuse ditangannya. Sandara berusaha mengangkat tangannya untuk menyentuh pelipisnya yang diperban dengan tebal, tetapi terhenti saat disadarinya tangannya sedang digenggam erat oleh seseorang.

“Sanghyun?” Sandara berkata serak, memanggil orang yang tertidur disampingnya. Dia mengira itu adalah adik laki-lakinya.

Orang itu bergerak perlahan, mengangkat wajahnya yang lusuh, rambut berantakan, dan kemeja yang bagian depannya tidak terkancing dengan rapih. Untuk beberapa saat mereka berdua terdiam sambil saling memandang.

“D-Dara?!” Jiyong bangkit dengan panik, selama beberapa detik dia hanya memandang wajah Dara, seolah berusaha meyakinkan dirinya kalau dia sedang tidak bermimpi.

Dengan perlahan, Jiyong mendekati Dara, menyentuh wajah Dara dan mencium keningnya yang dibalut perban dengan penuh sayang. Gadis itu tidak tahu seberapa hancurnya dia, gadis itu tidak tahu seberapa takutnya dia. Dengan perlahan, Jiyong menghembuskan napas lega. Seolah dia baru saja bisa bernapas, seolah ini pertama kalinya Jiyong menghirup oksigen masuk kedalam paru-parunya.

“Aku akan panggil dokter…” Jiyong berbisik.

Namun, sebelum Jiyong bisa meninggalkan Dara, tangan lemah gadis itu mencengkram ujung kemejanya. Jiyong menoleh, menatap Dara yang tengah menangis dalam diam.

Dengan perlahan Jiyong membantu Dara duduk, gadis itu langsung melingkarkan tangannya di pinggang Jiyong. Memelukanya dengan erat. Jiyong berada ditepi kewarasannya. Rasanya dia ingin sekali membunuh orang yang sudah menyebabkan Dara menjadi seperti ini.

“Maaf…” Jiyong mencium puncak kepala Dara dan melingkarkan lengannya disekeliling tubuh Dara. “Maafkan aku, aku tidak bisa melindungimu… maaf”

Jiyong merasakan Dara mengangguk lemah didadanya dan semakin mengencangkan pelukannya ditubuh Jiyong.

“Aku takut.” Sandara berbisik. “Sangat takut.”

“Arasso.” Jiyong mengelus punggung gadis itu “Aku disini, semua akan baik-baik saja.”

Sandara kembali mengangguk didada Jiyong. Rasa sakit menjalari hati Jiyong. Dia tidak tahu kenapa, jantungnya terasa diremas kuat oleh sesuatu yang tidak tampak.

“Jangan penah tinggalkan aku Dara… apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan aku…”

***

Mizuhara Kiko memperhatikan foto-foto dirinya dan Jiyong.

Dia benar-benar harus melakukan ini. Sandara selamat dari kecelakaan itu, itu artinya hanya butuh waktu untuk mengembalikan semuanya menjadi normal lagi.

“Uhmmm… yang mana harus ku unggah?” Kiko tersenyum saat melihat fotonya yang telanjang dibawah selimut dengan Kwon Jiyong yang tertidur disampingnya. Tangan Kiko melingkar dipinggang pria itu dengan protective.

“Ayo kita buat skandal lagi…” Kiko tersenyum puas. Memasukkan foto itu untuk segera diunggah di internet. “Aku tidak sabar dengan komentar netizen…” Kiko terkikik senang. Dirinya benar-benar sudah gila. Hanya untuk Kwon Jiyong. Dia rela melepas semua harga dirinya.

“Kita akan segera menjadi pasangan resmi, sebentar lagi Kwon Jiyong…”

Kiko menekan enter pada keyboard. Foto mesum mereka sedang dalam perjalanan indahnya menyebar keseluruh jaringan di dunia.

Tamatlah riwayatmu.

 

TO BE CONTINUED

A/N

Please leave your comments juseyooo!!! Semoga FF ini bisa menghibur yang lagi BETE. KKK see u soon! Thanks for reading and comments! Bows!!!

 

Advertisements

24 thoughts on “[Chapter 3] XXME BASTARD!!!

  1. Iiiiiiiisssshhhhh sumpah ya ,, pgen ku jadikan sate tusuk tu si tengkorak hidup. Macem taiiik ja. Gregret. Jeyek gttu. Dasar rendahan. Esmosi mndadak dbkin . Wkekekke~ aigo~ gmna kalo nanti dara tau foto tu. Apa dara akan mnjauh dari jiyong!! Hrap tdak

  2. waaah bener2 benci bgt ma si kiko ini..jahat bgt..menggunakan segala cara untuk bikin ji balik ma dy..
    untunglah dara selamat..

  3. Kiko sadarlah!!!!! Belom cukup nyakitin jiyong sama dara sekarang mau bikin scandal mesum-_-
    Hubungan jiyong sama dara disini rumit banget 😦
    Fighting! 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s