Shadow (Ficlet)

shadow-dkjung

Title : Shadow

Author : DkJung

Casts :

  • [Infinite] Lee Howon
  • [A Pink] Jung Eunji

Support Cast :

  • Infinite Members

Genre : Romance, sad

Rated : G

Length : Ficlet

Poster : iheartpanda

Disclaimer : terinspirasi dari MV U-KISS – 0330

 

*

“Aku sudah mencoba, tapi…”

*


Howon memandang nanar jendela café sore itu. Perasaannya tak karuan, tidak seperti hari-hari sebelumnya saat ia bersama Eunji. Ya, kali ini ia memang sedang bersama Eunji. Mereka baru pulang dari sekolah. Setiap hari, setelah pulang sekolah, ia selalu pergi ke café bersama kekasihnya itu.

Howon mengalihkan pandangannya pada secangkir cappuccino miliknya, dan milik Eunji. Ia menghela nafas begitu mengetahui bahwa cangkir yang berisi cappuccino di hadapan Eunji masih utuh.

“Tidak biasanya kau mengabaikan cappuccinomu, hm? Minumlah selagi hangat,” ujar Howon sambil mengusap puncak kepala kekasihnya itu.

Sementara Eunji hanya tersenyum hangat ke arahnya, tanpa berniat sedikitpun untuk meminum capuccinonya. Howon menggelengkan kepalanya lalu menatap kedua manik Eunji yang terlihat lebih cerah itu.

“Kau ini kenapa? Bukankah biasanya kau yang paling semangat jika sudah berada di café ini? Biasanya kau yang paling berisik dan menceritakan hal-hal yang lucu padaku. Tapi apa yang terjadi sekarang? Kenapa kau diam saja?”

Lagi-lagi hanya sebuah senyuman yang Howon dapatkan dari kekasihnya. Eunji yang sekarang memang berbeda dengan Eunji yang dulu. Howon mengenal Eunji sebagai sosok yang ceria, humoris, dan aktif. Tetapi berbeda sekali dengan kenyataan saat ini, bahwa yang ada di hadapannya hanya Eunji yang diam, dan hanya bisa menorehkan senyuman.

Arrasseo. Tidak apa-apa kalau kau tidak mau minum, biar aku yang habiskan,” ujar Howon sambil tersenyum lalu meraih cangkir yang semula berada di hadapan Eunji. Dan, lagi, Eunji hanya tersenyum dibuatnya.

*

“Howon-ah? Kau datang?” seru Sunggyu begitu melihat Howon yang sudah memasuki dance room, tempat biasa mereka latihan saat akan menghadapi lomba.

Howon tersenyum lalu menarik Eunji agar ikut masuk bersamanya. Tak berbeda jauh dengan saat di café, ekspresi yang ditorehkan Eunji hanya sebuah senyuman.

Mian, aku terlambat. Bisa kita mulai latihan sekarang?”

Keurom. Berhubung semua sudah datang, kita mulai saja sekarang!” ucap Myungsoo sambil bangkit dari duduknya, begitupun dengan yang lainnya.

“Kita harus semangat! Lomba kali ini, kita harus menang!”

Howon mengangguk mantap. “Keurae, kajja, kita mulai! Eunji-ya, kau duduk saja dulu ya?”

Eunji hanya tersenyum lalu duduk di sisi kanan dance room itu. Sunggyu yang sedari tadi memperhatikan Howon hanya bisa menatapnya penuh arti. Baru saja Sunggyu akan berjalan menghampiri Howon, Myungsoo dan Sungjong sudah mencegahnya duluan.

Hyung,” sela Myungsoo sebelum Sunggyu akhirnya menghentikan langkahnya.

“Anak itu!”

“Biarkan saja, Hyung.”

“Justru ini tidak bisa dibiarkan! Berani-beraninya dia masih menyebut-nyebut nama Eunji di hadapanku!”

Sunggyu yang sudah emosi itu segera menarik kaus yang dikenakan Howon.

Omo, Hyung!”

“Apa-apaan kau?” tanya Sunggyu sambil menatap Howon intens.

Wae geuraeyo, Hyung? Kenapa kau tba-tiba menarik kerah bajuku?”

“Kau memang sudah gila, Lee Howon! Bagaimana bisa kau masih menyebut-nyebut nama Eunji, huh?!”

“Memangnya kenapa? Dia kan ada di sini! Dia ingin menemaniku latihan, Hyung!” ucap Howon sambil mengalihkan pandangannya untuk melihat Eunji yang saat ini tersenyum padanya.

Nugu?! Siapa yang menemanimu latihan? Neo micheoseo! Mana ada gadis yang sudah meninggal bisa menemanimu latihan?!”

Hyung! Kau ini bicara apa? Siapa yang meninggal? Eunji masih hidup, dia ada di sini!”

“Sadarlah, Lee Howon! Eunji sudah tidak ada! Itu hanya bayangan di pikiranmu saja!”

“Aku yakin itu Eunji! Kenapa Hyung terus berkata Eunji sudah tidak ada? Apa Hyung cemburu padaku? Ah, keurae, Eunji menolak pengakuan cinta darimu dan lebih memilih bersamaku, kan?”

Kata-kata yang terlontar dari mulut Howon sukses membuat sebuah pukulan dari Sunggyu melayang ke pipinya hingga membuatnya terjatuh.

“Howon-ah!” seru Sungyeol yang saat itu berada paling dekat dengan Howon langsung menghampiri Howon yang terjatuh sambil membantunya berdiri.

Hyung, jangan emosi!” bentak Woohyun.

Ya, apa yang dikatakan Sunggyu Hyung benar. Eunji itu sudah tidak ada,” ujar Sungyeol.

“Kenapa kalian berpikir Eunji sudah mati? Dia hanya tertabrak truk! Dia masih ada–“

Howon menghentikan ucapannya saat menyadari Eunji sudah tidak ada di tempatnya. Entah kemana Eunji pergi. Yang jelas, ia takut. Ia takut perkataan teman-temannya benar, bahwa memang Eunji sudah tiada. Howon tak kuasa menahan air mata yang sedari tadi memaksa ingin kelar dari pelupuknya dan ia pun langsung berteriak kencang saat itu juga, hal yang sama yang ia lakukan juga pada hari dimana Eunji pergi. Ya, walau sampai sekarang ia masih tidak bisa menerima kenyataan. Ia bahkan tidak mau datang pada saat pemakaman Eunji. Ia tidak mau percaya, bahwa yang dimakamkan hari itu, adalah kekasihnya, yang paling ia cintai.

Maldo andwae! Tadi dia duduk di sana, tersenyum padaku!” teriak Howon sambil menunjuk-nunjuk ke arah di mana ia melihat Eunji.

“Itu hanya bayangan dalam halusinasimu saja, Hyung! Kami bahkan tidak melihatnya!” ucap Myungsoo.

“Kau harus merelakannya, Lee Howon. Biarkan ia tenang. Ia pasti sedih mengetahui kau seperti ini,” ucap Sunggyu sambil menepuk-nepuk bahu Howon.

Hyung,” panggil Howon di sela tangisnya yang semakin menjadi. Sunggyu segera memeluk Howon yang sudah ia anggap seperti adik sendiri. Sementara yang lain hanya bisa menatap Howon iba.

“Kau harus bisa merelakannya, Howon-ah.”

“Aku sudah mencoba, tapi…”

“Aku tahu pasti sulit, tapi kau harus bisa. Kau tidak mungkin hidup seperti ini, terus-menerus dibayangi oleh sosok Eunji yang sebenarnya sudah pergi. Aku yakin, Eunji akan ikut sedih melihatmu seperti ini.”

Howon hanya diam. Perkataan Sunggyu sukses membungkam mulutnya.

“Sudahlah, kau itu laki-laki, tidak boleh cengeng!” seru Dongwoo, diikuti kekehan pelan dari teman-teman yang lain.

*

Three months ago.

Howon dan Eunji duduk manis di pinggir laut sambil memandangi sunset yang akan segera muncul, menjemput siang dan mengantarkan malam. Pantai itu, tempat yang selalu menjadi favorit mereka berdua. Tempat mereka berkencan dan menghilangkan penat.

Oppa, saengil chukkae!”

Ah, benar. Gadis itu memang selalu ingat hari ulang tahun Howon. Ia sendiri bahkan hampir melupakannya. Ucapan gadis itu membuat Howon menarik kedua sudut bibirnya.

Gomawo.”

Eunji mengangguk lalu tersenyum. Ia lalu menyandarkan kepalanya pada bahu Howon.

Oh? Itu sunsetnya Oppa!” seru Eunji sambil menunjuk ke arah matahari yang mulai membenamkan wajahnya.

Keurae, indah sekali, ya?”

*

Hari sudah semakin gelap ketika sepasang kekasih itu sedang dalam perjalanan menuju rumah masing-masing. Sesekali Howon melirik ke arah Eunji yang terus memegangi perutnya.

“Kau lapar?”

Eunji hanya mengangguk pelan.

Arrasseo, kita berhenti di kedai itu bagaimana?”

Eunji hanya mengangguk. Mereka berdua pun segera turun dari mobil Howon begitu sampai di depan kedai itu. Baru saja mereka akan masuk, tiba-tiba ponsel dalam saku Eunji bergetar. Eunji menggigit bibir bawahnya begitu membaca nama yang tertera di sana. Namun, Eunji memutuskan untuk tetap menjawab telponnya.

Ne, Sunggyu Oppa?” ucap Eunji sambil melirik hati-hati ke arah Howon yang terlihat tak suka.

Howon memutar bola matanya. Ia tak suka seorang lelaki yang sudah jelas-jelas ditolak oleh Eunji masih saja menghubungi Eunji. Ya, sekalipun lelaki itu adalah kakaknya, kakak dalam grup yang dibuat mereka bersama.

Begitu melihat Eunji selesai bercakap dengan Sunggyu, Howon menatap Eunji penuh selidik.

“Dia kelihatannya masih belum bisa melepasmu?”

Oppa.”

“Dia bilang apa?”

Keunyang–”

“Kenapa dia peduli sekali denganmu yang jelas-jelas sudah punya kekasih?”

Eunji hanya diam. Ia tidak mungkin menceritakan pada Howon tentang percakapannya di telpon dengan Sunggyu, bahwa lelaki itu bilang ia masih mencintai Eunji.

“Lupakan!” ucap Howon gusar lalu berbalik meninggalkan Eunji untuk pergi ke seberang jalan. Tanpa Howon sadari, Eunji mengikutinya dari belakang.

Sangat singkat, tiba-tiba saja Howon mendengar suara. Suara yang membuatnya merinding. Suara yang membuat Howon merasa sulit untuk menoleh ke belakang.

Kekasihnya, tewas tertabrak truk yang sedang ngebut malam itu.

*

Howon tak henti memandangi batu nisan yang bertuliskan nama kekasihnya itu. Ia akan mulai merelakan Eunji untuk saat ini dan kedepannya. Ia berharap, Eunji tenang di sana. Howon pun menaruh sebuket bunga di atas makam kekasihnya, lalu pergi. Pergi meninggalkan pemakaman itu, dan pergi meninggalkan masa lalu.

The End

 

 

Maaf kalo jelek.

Maaf juga kalo kesannya bukan terinspirasi, dan malah jadi maksain. Kalo kalian udah liat MVnya, beda kan sama ff aku?

Aku mohon komennya ya^^

Advertisements

5 thoughts on “Shadow (Ficlet)

  1. ya ampun! nggak ngira kalo eunji udah meninggal, soalnya hoya bicara dan bersikap seolah eunji bener ada
    huhu kasian hoya masih terbayang masa lalu dan penyesalan
    keren! nice ff

  2. Huaa ternyata cma halusinasi yaa..?
    Kasian howon oppa..
    Iyaa yaa beda sama MVnya -,-‘ kayany yg sama cma pas howon ditarik baju dan dipukul yaa..
    Tapi keren thor malah ceritaa..:)
    keepwriting!!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s