[Chapter 4] XXME BASTARD!!!

XXME 4

Title: XXME BASTARD!!! | Author: Cimolxx92 | Main Cast: BIGBANG’s Kwon Jiyong (G-Dragon), Sandara Park (2NE1), Jennie Kim(New YG Artist), Nam Taehyun (WINNER), Mizuhara Kiko |Support Cast: YG FAMILY |Rating: PG-15| Genre: Romance, Family, Friendship |Length: Chapter

 

Disclaimer

Plot Is Mine. The Characters are belong to God. Say No To Plagiarism! J

 

Previous: Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3

©2014

Oh girl, I cry cry

You are my all. Say goodbye, bye

Oh, my love… Don’t lie, lie

You are my heart, say goodbye…

“WHAT THE FUCK IS THIIIISS?!!!”

Suara cempreng Jennie Kim menggema di seluruh ruang latihan dance. Mulutnya ternganga dengan sangat lebar dan matanya melotot kearah ponsel yang sedang dipegannya. Oh tidak, TIDAK, TIDAK, TIDAK!!!

“WHAT THE HELL, SHIT!!!”

Jennie mendongak dan mendapati Nam Taehyun lagi-lagi sedang mengintipnya. Kenapa pria itu senang sekali mengintip urusan orang lain? Atau lebih tepatnya, dia sangat suka mengintip apa yang Jennie lakukan.

“Ya! Teripang! Ini gawat!!!” Jennie menarik lengan Namtae dan menyuruhnya ikut duduk disampingnya. Gadis itu mendekat dengan tangan gemetar sambil menunjukan gambar paling menjijikan yang pernah dilihatnya sepanjang sejarah hidupnya.

“Tunggu! Kenapa kau memanggilku teripang?!” Namtae bertanya dengan kening berkerut, memperhatikan Jennie yang masih melotot kearah ponselnya.

Jennie mengabaikan pertanyaan tidak penting Namtae, entah kenapa jantungnya berdetak cepat dan dia merasa sangat takut. Siapa orang gila yang mengunggah foto mesum ini?! Dengan bingung, Jennie mulai menggigiti kukunya sendiri. Apa yang akan terjadi jika Dara unni melihatnya? Dia tidak boleh melihatnya. Sekarang keadaan Dara sedang sangat lemah, dan dia tidak mau membayangkan hal buruk lainnya terjadi pada orang yang diam-diam dia kagumi itu.

“Aku tidak peduli jika bajingan itu menderita! Ini adalah karmanya! Aku yakin dia akan benar-benar kehilangan Dara unni sekarang!” Jennie berkata kesal. Ingin sekali membanting ponselnya ke lantai kayu. Jennie mengedarkan pandangannya dan mendapati hal serupa, seluruh orang di ruang latihan dance sedang memandang ponsel mereka dengan wajah shock. Jennie yakin VIP’s sedang menangis sambil membanting komputer mereka masing-masing. Dan Jennie yakin, Jumlah fancafe Big Bang akan turun drastis. Seperti yang terjadi pada sunbaenya dulu – Seven.

“Ayo kita lindungi Dara nuuna.” Namtae menghela napas sambil memandang ponsel Jennie yang masih menampilkan foto itu.

“Bukannya kau berada di pihak bajingan itu?!” Jennie menyipitkan matanya. Namtae hanya memandangnya tanpa ekspressi. Ini adalah masalah yang sangat besar. Dan tidak bisa dianggap remeh. Dan Image YG menjadi taruhannya disini. Belum pernah ada idol yang memiliki foto mesum seperti itu.

“Aku sekarang berada dipihak Dara nuuna, aku merasa Jiyongie hyung sudah sangat keterlaluan! Dia benar-benar jahat. Ayo kita bekerja sama.” Namtae mengulurkan tangannya pada Jennie. Jennie menyambut tangan Namtae, mereka berdua tersenyum. Ini pertama kalinya mereka tidak bertengkar dan bisa duduk diam berdua dengan pembicaraan cukup serius sepanjang masa.

“Tapi bagaimana caranya? Mungkin seluruh staff YG juga memiliki pemikiran yang sama dengan kita. Ingin melindungi Dara unni.” Jennie menundukan kepala lesu, sadar kalau dia tidak bisa berbuat banyak untuk membantu. “Anggota 2NE1 juga pasti akan sangat melindungi Dara unni. Seharusnya kita lebih mengkhawatirkan si ba$tard itu.”

“YA! Si ba$tard itu sudah keterlaluan! Kenapa kau plin-plan sekali sih?!” Namtae memukul puncak kepala Jennie dengan gemas. “Apa kau masih mengharapkan dia menciummu? Setelah kejadian ini? Bibir pria itu benar-benar sudah tercemar terlalu banyak, lebih baik bibirku, bibirku ini masih lugu, polos, dan suci.” Namtae mengerucutkan bibirnya kearah Jennie dengan alis naik turun. Membuat Jennie mengerang dan berusaha menjauh darinya.

“Teripang! Jika kau berani menyentuhku, aku akan memberikanmu ini.” Jennie memanerkan kepalan tangannya yang kecil ke wajah Namtae, membuat pria itu mengerucutkan bibirnya.
“Apapun, ayo kita lindungi Dara nuuna.” Namtae bergumam sambil memeluk lututnya dan memperhatikan sekelompok trainee sedang membahas gossip tentang foto itu dipojok ruangan.

“Kita akan lindungi Dara unni, dan aku bersumpah untuk memberikan bajingan itu pelajaran!” Jennie menggeram kesal.

“Kenapa aku harus berurusan dengan gadis bar-bar sepertimu?” Namtae berkata lebih pada dirinya sendiri, tetapi Jennie masih mendengar perkataan Namtae.

“Aigooo~ Taehyunie oppa sangat imut… bukankah itu karena kau mulai menyukaiku? Aku cinta pertamamu?” Jennie menaik turunkan alisnya, menggoda Taehyun yang menatapnya penuh horror.

“KAU? AKU? SUKA PADAMU?” Taehyun berteriak ngeri sambil menatap Jennie. “Monster sepertimu yang punya banyak otot? Tuhan, sadarkan aku…” Taehyun bangkit dengan cepat dan berjalan menjauh dari Jennie, tidak menghiraukan teriakan Jennie dibelakangnya dan mencoba menyembunyikan wajahnya yang mulai memerah.

***

“Dimana dia?”

“Park Bom, sabarlah, sekarang bukan hanya kau yang sedang marah.” Yongbae mencoba berkata sabar walau sebenarnya dia juga ingin sekali memukuli kepala sahabatnya sekeras mungkin agar dia sadar.

Bom menghentakan kakinya pada lantai dan menatap kosong kearah pintu kantor Yang Hyunsuk. Rasanya dia ingin sekali memakan Jiyong hidup-hidup, andai dia memiliki kekuatan super, mungkin dia sudah melakukannya sejak dulu. Sekarang Chaerin dan Minzy sedang menemani Sandara dirumah sakit. Gadis itu baru bisa pulang besok, Bom benar-benar takut membayangkan temannya itu mendengar kabar ini. Tetapi satu hal yang pasti, cepat atau lambat, Sandara akan tahu kalau Jiyong sedang terlibat skandal – lagi – dengan Mizuhara Kiko.

“Ada seseorang yang sengaja menyebarkan foto itu.” Bom berkata pada Yongbae yang terduduk dilantai sambil menyandarkan kepalanya ke dinding. “Dan aku tahu siapa orang itu.”

“Orang itu adalah orang yang memiliki foto pribadi untuk dikenang, dengan kata lain, dia adalah Mizuhara Kiko sendiri.” Yongbae menyimpulkan sambil memejamkan matanya. Dia benar-benar tidak percaya, Kiko yang dia kenal memang wanita cantik, anggun, dan memiliki pikiran positif. Seorang Kwon Jiyong mampu mengubah gadis itu menjadi monster.

“Dan sekarang dia ada didalam?” Bom jongkok dihadapan Yongbae sambil tersenyum kecut. Gadis itu mulai memperhatikan kuku-kukunya yang tajam dan dicat merah darah.

“Yeap, dia didalam”

“Bagus.”

“Huh?”

“Aku tidak sabar untuk menanamkan kuku-kuku ini di wajah nenek sihir itu.” Bom berkata muram. “Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan untuk Dara?” Bom tidak pernah merasa sangat putus asa seperti sekarang. Memang fans tidak ada yang tahu hubungan Jiyong dan Dara adalah real, mereka sekarang tengah sibuk dengan “Jiko” – Jiyong dan Kiko – dan couple itu menempati urutan pertama dalam mesin pencarian diseluruh belahan dunia. Bom sempat mengecek SNS dan kebanyakan dari mereka berbahagia dengan kabar ini. Walau ada beberapa yang kecewa, tetapi Jiyong adalah pria dewasa dan hubungannya dengan Kiko dianggap wajar oleh para fansnya. Kebanyakan dari mereka menginginkan Jiyong dan Kiko bersama.

“SHIIIT!!!” Bom mengacak acak poninya yang tebal dan duduk dengan lemas. “Aku sudah bisa mendengar keputusan sajangnim…” Gadis pecinta jagung itu mendesah.

“Yeah… aku bisa mendengar dia berkata “Adakan Konferensi pers untuk mengkonfirmasi hubungan kalian!” TOP yang baru saja muncul dan mencuri dengar pembicaraan Bom berkata menirukan suara sajangnim mereka dengan sempurna.

“Dan semuanya akan hancur.” Yongbae berkata muram. “Jiyong benar-benar akan hancur.”

***

“Aku tidak akan melakukan itu.” Jiyong berkata tegas, tanpa emosi. Tatapannya lurus menatap mata Yang Hyunsuk. Dia duduk kaku dikursinya, tidak bergerak sedikitpun seperti patung semenjak 20 menit yang lalu pria itu memasuki ruangan CEO YG. Tatapannya lurus, tidak menghiraukan staff yang berdiri disekelilingnya, tidak meperdulikan kehadiran Teddy yang menatapnya dengan marah, tidak memperdulikan kehadiran Mizuhara Kiko yang duduk dikursi disampingnya. Seolah Kiko adalah orang asing yang belum pernah dia temui sebelumnya.

“Aku dijebak.” Jiyong berkata dengan keras kepala. “Kecelakaan yang melibatkan Sandara juga dia penyebabnya.”

Teddy berjengit, dari mana Jiyong tahu kalau kecelakaan itu bukan hanya sekedar kecelakaan biasa? Teddy melirik Yang Hyunsuk yang tetap diam. Hyunsuk dan Jiyong hampir persis sama saat mereka memasuki ruangan ini. Tidak bergerak sedikitpun dan tetap diam bagai patung.

“Aku tidak akan melakukan konferensi pers apapun. Aku tidak mau meladeni wanita sinting itu.”

“KWON JIYONG!” Hyunsuk tampaknya kehilangan kesabaran, dia berteriak dengan mengerikan dan menatap Jiyong yang sama sekali tidak terpengaruh dengan amarahnya. “Lalu, bagaimana kau akan menjelaskan foto ini pada para fansmu? Fans yang selama ini ada dibelakangmu, bersorak untukmu, bernyanyi bersamamu, menangis bersamamu, membeli musikmu!!!” Hyunsuk menggebrak meja kerjanya. “Berhenti berpikir kekanak-kanakan, ingat umurmu sekarang! Kau berani tidur dengannya! Dan kau harus berani bertanggung jawab atas semua resiko yang ada!!!”

Hening

“Berapa artikel yang keluar?” Hyunsuk bertanya geram. Staff dibelakang kursi Jiyong mulai sibuk memeriksa komputer.

“Hampir 899 sajangnim. Dan ini akan terus bertambah, banyak yang meminta penjelasan, kita harus bergerak cepat.”

“Kiko-ssan, kau yang menginginkan ini, bujuk dia untuk segera menyetujui komferensi pers.” Teddy yang sedari tadi sibuk menonton berkata pada Kiko yang hanya bisa menundukan kepala dan menyembunyikan wajahnya dibalik rambutnya yang pendek. Kiko tampak kebingungan dan tidak berdaya. “Akting yang bagus.”

“Ya?” Kiko mengangkat wajahnya dan menatap Teddy.

“Akting yang bagus, dan alibi yang tepat.” Teddy berkata sinis. “Kau seperti sudah merencanakan semuanya dengan matang. Ketika kami memintamu untuk terbang ke Seoul, kau langsung berangkat dengan penerbangan pertama, kau rupanya sudah mempersiapkan tiket pesawat? Heol…”

Wajah Kiko memerah. Dia kembali menundukan kepalanya dan tidak berani untuk menatap Yang Hyunsuk.

“Aku punya pertimbangan Jiyong. Ini adalah satu-satunya jalan keluar bagi kita.” Hyunsuk membasuh wajahnya dengan tangannya dan kembali menatap harta berhaga YG – G Dragon.

“Aku sudah sangat bosan meladeni tingkahmu. Kau tahu, ini kasus kedua terbesar setelah kasus narkoba yang menyeretmu beberapa tahun lalu.” Hyunsuk menyunggingkan senyum sinisnya. “Kiko-ssan, kau tahu? Kami disini sangat ingin menghormatimu, tetapi apa yang sudah kau lakukan pada Sandara Park sudah terkuak.” Hyunsuk mengambil setumpuk map berisi foto orang asing yang mengintai Sandara, dan foto Kiko yang bertemu dengan orang asing itu beberapa waktu lalu disekitar Hogdae. “Aku rasa, aku tidak bisa menaruh sopan santunku padamu, semenjak kau dengan berani menyakiti artis yang kubimbing. Jika aku membawa bukti ini ke pengadilan, kau tahu kau akan berakhir seperti apa?” Kiko tidak menjawab, tangannya mulai bergetar dan wanita itu sedang berusaha menutupinya dibalik blusnya.

“Kau akan dipenjara, atau membayar denda yang sangat besar pada kami.” Hyunsuk menikmati setiap tekanan yang dia berikan pada nada bicaranya yang berbahaya, wanita dihadapannya tampak pucat seketika.

“Jadi, aku memberikan tawaran yang cukup ringan untuk ini.” Hyunsuk terdiam, matanya menatap mata Jiyong yang terus terpaku padanya. “Tanda tangani kontrak selama tiga bulan.”

Teddy terlonjak dari kursinya dan hampir jatuh kelantai kalau saja dia tidak cepat berpegangan pada meja, matanya melebar pada Hyunsuk. “Hyung…”

“Kita tidak bisa berpura-pura untuk tidak tahu dengan apa yang sedang terjadi diluar, fans memiliki pro dan kontra, dan kebanyakan dari mereka menginginkan JIyong memiliki pasangan mengingat umurnya sudah semakin tua.”

Teddy berjengit, tua? Kwon Jiyong? Dia akan tertawa jika saja matanya tidak sedang menatap mata Hyunsuk yang tampak sangat berbahaya.

“Jadi kita akan buat skenario palsu.”

Hening, seluruh orang diruangan itu hampir menahan napasnya mendengarkan setiap kata yang Hyunsuk keluarkan.

“Kalian berdua –Jiyong dan Kiko – akan tetap menghadiri Konferensi pers untuk memperjelas hubungan kalian. Ketika masa kontrak berakhir, maka hubungan kalian harus berakhir dan kami akan segera melakukan konfirmasi untuk menjelaskan bahwa kalian berdua sudah putus.”

“Dengan kata lain.” Yang Hyunsuk melanjutkan “Kalian berdua akan menjadi pasangan selebriti resmi selama tiga bulan, sampai segala kegilaan yang sedang terjadi sekarang mereda. Ini adalah jalan satu-satunya. Jika Kiko-ssan tidak bisa menerimanya, maka…” Hyunsuk kembali memamerkan map yang penuh berisi bukti kejahatan wanita itu. “ini akan jatuh ketangan kejaksaan.”

Kiko menoleh menatap Jiyong yang tidak mengatakan apa-apa. Ini diluar rencananya. Kiko kira, usahanya kali ini membuahkan hasil, untuk membuat Jiyong menjadi miliknya selamanya, tetapi tiga bulan? Itu adalah waktu yang singkat, dan dia juga tidak mungkin bisa bermesraan secara pribadi mengingat pria itu pasti tidak akan pernah memaafkannya.

“Aku hanya butuh berakting didepan kamera hanya tiga bulan. Aku tidak ingin terlibat apapun dengannya.” Jiyong bangkit dari duduknya dan mulai berjalan keluar ruangan. Meninggalkan seluruh orang yang menghela napas putus asa untuknya.

Bertahanlah Jiyongie, kumohon bertahanlah sebentar… Hyunsuk membatin, tahu dengan baik bahwa Jiyong sedang sekarat sekarang.

***

Sandara keluar dari kamar mandi dan mendapati Chaerin dan Minzy sedang menyembunyikan ponselnya.

“Roo, kenapa kau melakukan itu pada ponselku?” Sandara berjalan menghampiri Chaerin, melepaskan handuk dari rambutnya yang basah dan berusaha menggapai ponselnya yang hampir disembunyikan Chaerin didalam kantung celana dalamnya – Chaerin menyukai undearwear dengan kantung!?

“Unni, a-aku hanya membutuhkannya, pinjam sebentar ya?” Chaerin mengedipkan matanya, tetapi Dara bisa melihat dengan baik kalau gadis itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya.

“Ada yang salah Roo?” Sandara menyipitkan matanya, berusaha membaca ekspresi chaerin yang menggigit bibirnya keras, seolah takut dia akan mengucapkan sesuatu yang salah. Chaerin menggeleng cepat.

“Well, aku harus meng-update twitter-ku supaya fans tidak khawatir. Hmmm… aku boleh pinjam ponselmu Minzy?” Sandara menghampiri Minzy yang Sedang berusaha menyembunyikan wajahnya dengan menghadapkan dirinya pada tembok, berusaha membuat dirinya tidak terlihat.

“Uhmmm, aku lupa bawa ponselku unni!” Minzy berkata gugup.

Sandara terdiam sambil menatap kearah kedua sahabatnya. Ada yang salah disini, mereka sedang berusaha menyembunyikan sesuatu.

“Unni, nanti malam kau sudah bisa keluar dari rumah sakit. Ayo kita makan yang banyak di restoran kesukaanmu!” Chaerin berusaha mengalihkan perhatian Dara, gadis itu berhasil menyusupkan ponsel dara kedalam kausnya.

“Well, aku juga tidak sabar untuk kembali bekerja dan meminta maaf karena semua orang mengkhawatirkanku. Aku benar-benar ceroboh.” Sandara meringis.

“Nona, tolong ikut saya untuk cek keadaan anda di laboratorium. Kami akan memastikan anda baik-baik saja sebelum kembali beraktivitas.” Seorang suster masuk dan membawa alat infuse dorong.

“Tidak usah menungguku, kalian kembali dan beristirahat, jangan khawatirkan aku, sebentar lagi omma akan datang untuk membantu mengemasi barangku.” Dara tersenyum lembut kearah Chaerin dan Minzy yang hanya diam kaku sambil menatapnya dengan sedih.

“Unni, kau tahu kan kami mencintaimu?” Minzy berkata sedih dan memeluk Dara dengan erat. Entah kenapa, Dara bisa merasakan kalau maknae itu sedang sangat ketakutan.

“Arraso Minzi-ah…” Sandara mengelus punggung Minzy. “Aku harus lekas pergi, Dokter tampan sedang menungguku!” Sandara terkikik sambil mencubit pipi Minzy. Dia menatap sekilas pada Chaerin yang seperti sedang berusaha keras menahan tangis. Apa yang sebenarnya terjadi? Mereka bersikap seolah Sandara akan diberitahukan mengidap penyakit yang sangat mematikan.

Dara melambaikan tangan pada Chaerin dan mulai mengikuti suster keluar ruangan. Ketika Dara sudah tidak terlihat dari pandangan Chaerin dan Minzy, keduanya mendesah putus asa. Chaerin memijat pelipisnya, tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit. Sementara Minzy sudah mengeluarkan air matanya. Mereka diam sambil berusaha mengatur emosi dan beragam kepanikan yang muncul didalam diri mereka.

“Aku akan berbicara pada suster untuk mencabut TV dan tidak memberikan media elektronik apapun padanya.” Chaerin mendesah frustasi dan keluar dari ruangan. Meninggalkan Minzy yang mulai terisak di pojok sambil menghadapkan dirinya kembali kearah tembok. Mereka tahu dengan pasti. Kehancuran Sandara Park akan terjadi. Cepat, atau lambat.

***

I Hate You…

Dara menatap laporan kesehatannya dan tersenyum manis kearah Dokter yang beruban dihadapannya.

“Walaupun tubuhmu kecil, tetapi kekebalan tubuhmu benar-benar luar biasa. Jangan terlalu memaksakan diri jika masih ada yang tidak beres dengan kondisimu.” Dokter itu tersenyum menatap Dara yang tampak senang bisa segera keluar dari rumah sakit.

“Ya, aku akan lebih berhati-hati sekarang.” Sandara menundukan kepalanya. Tahu kalau dirinya sudah membuat banyak orang menjadi repot dan sedih. Bahkan dia seperti bisa mendengar teriakan fans-nya yang sedang mengkhawatirkannya sekarang.

“Haha, itu memang harus kau lakukan. Sekarang kembalilah keruanganmu.”

Sandara memberi hormat pada Dokter dan mulai berjalan pelan sambil mendorong alat Infuse-nya. Suster yang tadi membimbingnya membantunya, tetapi Sandara menghentikan gerakan suster dan tersenyum.

“Aku akan kembali sendiri. Sedikit pengap, aku ingin sedikit mencari udara di taman rumah sakit.”

“Baiklah nona, harap berhati-hati.” Suster itu memberi hormat dan membiarkan Sandara berjalan seorang diri.

Dara menyusuri lorong dan melihat banyak pemandangan orang-orang yang sakit, orang yang sakit parah, sampai orang yang hanya bisa menatap kosong kearah awan dilangit. Harapan. Mereka dipenuhi harapan untuk bisa sembuh. Dara terus berjalan, mencari jalan menuju taman, tetapi sepertinya dia malah tersesat ke lobi utama. Dengan lelah, Sandara beristirahat sejenak dibangku tunggu dan melihat tampilan layar televisi yang sedang menyala.

“Ini adalah konferensi pers paling ditunggu diseluruh dunia! Pemirsa, kami akan mendengar penjelasan dari G-Dragon dan Mizuhara Kiko mengenai hubungan mereka. Seperti yang sudah tersebar di berbagai media, baik majalah ataupun internet. Bahwa G-Dragon terlibat Skandal panas dengan Model cantik Jepang, Mizuhara Kiko. Dan foto kemesraan mereka sekarang menjadi topik yang sangat dicari di situs pencarian seluruh dunia.”

Sandara membeku. Mata bulatnya melebar dengan panik dan menatap layar Televisi seolah itu adalah kali pertama dia melihat media elektronik itu. Otaknya seperti berhenti bekerja dan tubuhnya mati rasa.

Rasa sakit yang sudah sangat dikenalnya langsung meremuknya. Mencengkram dan membantingnya dengan kuat ketika dia melihat Kwon Jiyong dan Kiko Mizuhara keluar dari sebuah ruangan. Menuju kearah meja panjang yang dilapisi tirai merah marun. Tersenyum, melambai pada kamera yang memfoto mereka tanpa henti. Bergandengan tangan dan saling menatap saat flash kamera menyerang mereka.

Sandara memejamkan matanya kuat-kuat.

Hancur

Dia bahkan kesulitan untuk mengambil oksigen masuk kedalam paru-parunya.

Dia benar-benar seperti sampah.

Kami sudah saling mengenal satu sama lain selama hampir tiga tahun lamanya. Aku bertemu dengan Kiko-ssan saat aku banyak menghabiskan waktu di Jepang.” G-Dragon, yang sekarang berada didepan kamera berkata dan tersenyum. Dara tidak bisa melihat kedalam mata pria itu karena dia mengenakan kaca mata hitam. Tetapi ekspressi Kiko benar-benar sangat bahagia. Wanita itu terus menempelkan dirinya pada lengan Jiyong sambil tersenyum sangat lebar pada kamera.

Kami sangat meminta maaf pada para fans. Aku secara pribadi, benar-benar minta maaf pada kalian, aku harap kalian akan bisa terus mendukungku.” Jiyong kembali berkata dengan senyum menghiasi wajahnya.

Cukup!

Dara sudah tidak sanggup mendengar ataupun melihat lagi, Dengan lemah, Dara ingin berdiri dan melarikan diri dari situ, tetapi tubuhnya tidak mau bergerak. Seperti apapun, seberapa keraspun dia mencoba, tubuhnya tetap tidak bergerak. Dara menatap nanar kearah sekelilingnya. Tidak ada apapun, tidak ada siapapun yang bisa menolongnya. Dia sendirian.

Dan merasa menderita. Dia sangat menderita.

Suara Jiyong dan kilatan flash lampu berdengung ditelinganya. Dengan tangan gemetar dan air mata menetes, Dara menutup kedua telinganya dan menggelengkan kepala dengan kuat. Jiyong, apa yang sedang dia lakukan pada dirinya? Kenapa dia tega melakukan itu? Kenapa?

Dara hampir limbung dari duduknya jika sepasang tangan tidak menangkap tubuh mungilnya. Dara mengerling dan melihat wajah adik laki-lakinya dibalik air matanya yang terus menetes dalam keheningan.

“Nuuna…”

Dara terisak dan menarik Sanghyun. Meminta adik laki-laki yang dia andalkan untuk memeluknya. Sanghyun memeluk Dara dengan erat, ikut merasakan sakit saat Dara mulai menangis sejadi-jadinya didalam pelukannya.

“Tolong aku… aku tidak mau merasakan sakit seperti ini…” Dara terisak sambil mencengkram dadanya kuat-kuat.

“Tinggalkan dia nuuna… sekarang tinggalkan dia…” Sanghyun menggeram marah. Marah pada pria yang sudah membuat kakaknya yang berharga menjadi seperti ini.

***

Aku akan melupakanmu, aku akan melupakanmu. Mungkin dengan cara membencimu. Aku akan menghapusmu, membuatmu tidak berarti lagi dalam jarak pandangku. Anggap saja ini harga yang harus kau bayar karena membuatku seperti ini.

Dara melangkahkan kakinya ke jalanan Seoul, masuk kedalam mobilnya dengan ibunya mengekor dibelakangnya. Dia sekarang akan menjadi orang yang berbeda. Mungkin dihadapan fans dia akan tetap menjadi Dara yang sama. Tetapi, tatapan dingin dan angkuh Dara saat menatap orang lain membuat siapapun yang mengenalnya akan berkata kalau dia sedang berubah. Berubah menjadi seseorang yang dingin.

Maaf? Tidak ada kata maaf lagi. Aku sudah bosan mendengarmu memohon agar aku bertahan. Aku akan tunjukan padamu, kalau aku juga wanita yang bisa bersinar seperti wanita Jepang itu. Aku akan memakai apapun yang ingin kupakai, aku akan berteman dengan pria manapun. Aku akan menemukan seseorang yang lebih baik dari pria brengsek sepertimu.

Mobil hitam Dara bergerak perlahan. Membawa Dara yang sedang berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Aku akan baik-baik saja Ji, tanpamu, aku akan baik-baik saja…

 

TO BE CONTINUED

 

A/N

Ketika saya nulis ini, saya pun jadi kesel sama karakter Kiko. Semakin saya bikin dia jahat, semakin saya gak suka sama dia dikehidupan nyata… Sawwryy yorobun. Kekekeke, Leave your comments juseyoo! Hope u like it! Thanks for comments dan reading!🙂

 

Nam Taehyun and Jennie Kim🙂

namtae

 

 

19 thoughts on “[Chapter 4] XXME BASTARD!!!

  1. Ya ampun makin kesel aja ni sama kiko , kenapa jiyong harus kejebak ratu ular sih, kan kasian daranya ,,, next ,makin penasaran , semangat unnie

  2. Smga prbhan sft Dara Unnie tk sprti sdko jpang it ???? Dara Unnie Fighting and tndng Jippa jauhjauh smpae ktub Utara stlh it bnuh sdko it ????? Next thor Fighting

  3. Aaaaaaarrrgh dasar sdako sinting,,,, pengen bgt bakar dia hidup”,,,
    Thor jgn psahin dara m jiyong y,,, please,,, pisahin bntr aja jgn lma”,,,,
    Yaaah kontraknya knpa 3bln, knapa gk 1bln ja???!!!

    Thor fightiiing,,,, >_<

  4. jadi appa YG udah tahu kalau darakecelakaan karena kiko…
    knpa kiko g dilaporin ajah ke polisi…🙂
    jangan pisahin dara ama jiyong…??
    moment DARAGONnya di tunggu keke
    eh lupa … kasih partnya nam taehyun ama jenie
    keren next ^^

  5. Ugh. . Hurt nya berasa thor! Walopun author blom nyeritain gmn Daragon, tapi udah kerasa dalem bgt!
    Ok, next. .

  6. Oh sumpah~ siapa yg ciptakan mosnter tengkorak hidup tu. Aigoooo~ semakin gregetan ,, pgeeeeeennn bget jambak rambut ny ,, tarik” hantamkan ke dinding. Iiiiissshhh monkeeeeeyyy satu tu. Dara~ eottoekhe… Dont sad

  7. y ampun dara kasian bgt..blm sembuh dari kecelakaan..eh dh dapet luka di hati gara2 ji..
    knp appa YG g masukin si kiko ke penjara aja sich? ugh sebel..

  8. Kasian unniekuuuu😦 rumit bgt deh ini jiyong sakit hati, dara pun sama😦
    Buru2 deh 3 bulannya biar daragon bisa berama. Ayooo dara pergi ke pelukan donghae akakkakak
    Fighting!

  9. Kyaaaaa thor suka banget sama FF ini, aku applers ditambah disini ada cast Taehyun n Jenny Kim, mereka biasku kkkk (tho jenny blm debut) sepertinya aku bakal ngeship mereka jg krn ff ini kkkk *peace ayoo thor lanjutkan!!

  10. Seneng banget baca ff ini! Aku jg ga suka sama kiko di kehidupan nyata >_< semoga ship daragon bisa bangkit (?) lagi kekeke

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s