[FF Freelance] Take A Bow

Take A Bow (bang2bang.wordpress.com)

Take a Bow

.

Neo Xenon

.

| Nichkhun Horvejkul, Tiffany Hwang, Choi Siwon | PG-13 | Vignette | Romance, Sad, Life, Alternative Universe | The cast are belong to themselves, parents, management and God. I just borrow the name for my story. This story is mine and original by me, so don’t be a plagiator! Sorry if you got the typo. Keep RCL. Inspired by Rihanna-Take a Bow and my imagination.| Cover by http//bang2bang.wordpress.com |

Curtain’s finally closing. Very entertaining.

 

————–

 

Tirai merah besar telah tertutup sempurna, diiringi debaman tepuk tangan meriah para borjuis tinggi hati. Semua orang kembali dari posisi bungkuk menyakitkan dan saling melemparkan kebahagiaan, berpeluk, bercumbu, dan tak lupa menggumamkan kata-kata jalang, setelah sukses membungkam mulut para manusia-manusia sialan berkantung tebal dibalik senyuman palsu penghias sandiwara tiap minggu.

Namun, jika kau mengamati dengan seksama dan teliti, ada seseorang yang sepertinya tidak begitu tertarik untuk ikut merayakan keberhasilan para proletar dalam memperdaya musuh bersama. Retina cokelat milik pria berbalut leather jacket masih lurus menembus tirai, memperhatikan seseorang yang mungkin juga ikut memperhatikannya. Ia tidak bisa memungkiri jika sosok tersebut begitu mengusik konsentrasi saat penampilan pamungkas, terlebih lagi pemandangan yang disajikan berhasil merobek kasar dan menciptakan luka menganga pada hatinya kembali.

Dalam jarak yang tak begitu jauh, pancaran kebahagiaan dari wajah sosok tersebut seakan menguliti seluruh kemampuan penglihatan sang pria, Nichkhun Buck Horvejkul. Ia tidak bisa tidak ikut tersenyum begitu melihat, jika sang mantan kekasih dan pasangannya kini adalah manusia pertama dari sekian banyak bajingan di Theater yang memberikan standing ovation kepadanya dan yang lain. Menghargai sebuah permainan sandiwara kacangan yang telah diperagakan mungkin lebih baik oleh orang-orang di luar sana, tapi kedua manusia itu tetap saja tidak menggubris dan memberikan penghargaan maksimal malam itu.

Nichkhun berjalan perlahan menuju kamar ganti dengan senyum terpaksa, mengait langkah hingga tidak sadar butiran halus air mata jatuh satu persatu membasahi permukaan pakaian, membentuk bulatan kecil pertanda rasa sakit yang tak kunjung hilang. Pada pintu berhias simbol bintang emas dengan ukiran nama lengkap miliknya di tengah, Nichkhun membuka perlahan mahoni persegi panjang dengan engsel kuningan tersebut begitu lebar, memperlihatkan apa yang ia dapatkan. Setelah bagaimana kini ia tumbuh menjadi seorang rajawali yang menerkam buas langit popularitas dan harus jatuh bangun nyaris menemui ajal melewati rintangan hidup terlebih dahulu.

Surat penggemar, karangan bunga mahal, puluhan kotak coklat, dan hadiah-hadiah berbalut pita perak berisi perhiasan dan benda mewah lainnya mengotori meja rias. Tapi, Nichkhun hanya tersenyum dan mulai mengumpulkan satu persatu semua benda untuk dibawa pulang ke apartemennya di Beverly Hills. Ia memperhatikan siluet yang terpampang pada cermin datar, senyum simpul masih terus bertahan untuk tersungging di bibir berlapis tipis gincu transparan. Namun, sekali lagi ia harus merasa jatuh ketika sebenarnya ia sudah mampu menaiki seluruh gunung penghalang.

Bayangan itu kembali mampir dan mendominasi hampir sebagian informasi yang dibawa impuls menuju otak. Nichkhun meremas kuat rambut hingga anak-anak kehitaman menjadi berantakan dan tak teratur. Begitu lemah dengan segala untaian kristal asin yang sekali lagi merusak semua pondasi warna-warni bedak dan blush on, masa lalu yang berhasil menghancurkan seluruh sendi pikiran hingga nyaris paralisis.

Tok…Tok…

Who?

Keras dan cepat Nichkhun menghapus segala jejak air mata, memperhatikan penuh pada knop pintu yang kini berputar ke kiri dan kanan. Selanjutnya, Nichkhun sama sekali tidak bisa merasakan ada udara yang mampu ia hirup untuk memenuhi paru-paru yang terasa ingin pecah saat itu juga.

Tiffany Hwang, mantan kekasihnya berada tepat dibalik dalang pengetuk pintu ruangan. Segenggam buket krisan mengantarkan wanita berambut hitam sepinggang tersebut untuk semakin mendekat dan menyerahkan benda di dalam genggaman tangan diiringi senyum tulus kebahagiaan. Nichkhun hanya berpikir untuk mengambil bunga yang telah diberikan dan mencium harumnya sebentar, berusaha memperbaiki sirkuit otak yang terasa rusak dan berkarat.

“Penampilan yang bagus, Khun. Aku dan Siwon begitu menyukainya.”

Nichkhun mengulum senyum sedalam yang ia bisa.

“Terima kasih banyak atas pujianmu. Aku juga ingin berterima kasih karena kalianlah orang pertama yang memberikan standing ovation pada pertunjukan tadi.”

Setelahnya ruangan terasa mati rasa. Tidak ada yang berbicara dan tidak ada pula yang berinisitaif memulai pembicaraan, keduanya seakan-akan sedang bernostalgia secara tidak langsung tentang sebuah peristiwa yang membawa mereka pada kenyataan yang harus dihadapi keduanya sekarang. Nichkhun mengingat bagaimana setiap kata penuh keegoisan meluncur deras pada musim gugur di Memphis, menampar telak pendirian Tiffany saat itu untuk mempertahankan hubungan yang telah mereka bina hampir selama 3 tahun.

Sebuah keputusan yang membawa Nichkhun untuk sukses sebagai bintang Broadway dan tenggelam dalam materi melimpah dan pujaan setinggi langit. Tapi, sepertinya Tuhan memang adil dan bijaksana, karma tetap berlaku bagi seorang egois yang hanya mementingkan diri sendiri seperti Nichkhun. Ia kehilangan sang pujaan hati dan harus menyaksikan bagaimana sang wanita meraih kebahagiaannya sendiri tanpa dirinya. Meskipun, ia tetap berada pada posisi tertinggi seperti yang ia idamkan sejak dulu.

Karena kau harus mengorbankan sesuatu yang berharga untuk mendapatkan hal berharga yang lain.

“Bagaimana kabarmu dengan Siwon? Kudengar kalian baru saja mendapatkan seorang bayi laki-laki lagi. Aku senang mendengarnya. Congratulation, Tiff.”

“Cukup baik, sepertinya kau begitu mengetahui perkembangan keluargaku.”

As the richest Korean American family in the United States, bagaimana mungkin aku tidak mengetahui sepak terjang keluarga kalian yang begitu hebat dalam perdagangan saham dan penjualan perhiasan?” ucap Nichkhun sembari mengulurkan tangan.

Yeah! Whatever you say, Khun. Oh ya, Terima kasih atas ucapan selamatnya.”

Tiffany menerima uluran tangan Nichkhun, menjabatnya lembut diiringi senyum hangat seperti seorang penggemar yang bisa melihat sang idola dari jarak dekat. Senyuman wanita itu menyadarkan Nichkhun sedikit demi sedikit tentang semua perasaannya sekarang, mengenai bagaimana kini Tiffany terlihat begitu bahagia dengan semua yang telah wanita itu dapat. Entah kenapa, Nichkhun merasa ia tidak bisa lagi egois.

Darling? Kau di sana?”

Baik Nichkhun ataupun Tiffany saling melemparkan pandangan pada sosok pria berbalut Saint Laurent Virgin wool-gabardine blazer dengan kacamata Prada SPR 550 5AV-3M1 yang kini ikut tersenyum melihat keduanya. Siwon masuk perlahan dan mengamit pinggang Tiffany, mencium sekilas ubun-ubun sang wanita yang telah sah dan terikat di mata hukum dan agama sebagai istrinya. Nichkhun hanya melihat pemandangan tersebut dengan senyum yang lebih ikhlas dari sebelumnya.

“Bisakah kau meninggalkanku dan Nichkhun sebentar? Aku ingin berbincang sedikit dengannya sebagai sesama lelaki. Kau tahu, masalah pertunjukan?”

Tiffany memutar kedua bola mata dan mengangguk, sebelum benar-benar pergi dan menghilang dari balik pintu, ia sempat mendaratkan sebuah kecupan manis pada bibir Siwon. Kini, tinggal tersisa dua orang pria dewasa pada sebuah ruangan penuh pakaian pentas dan riasan berpendar lampu neon, Siwon memperhatikan kearah Nichkhun yang bangkit dari tempat duduknya dan mengulurkan tangan untuk saling berjabat erat.

“Terima kasih sudah datang pada pertunjukan ku, Tuan Choi. Kau sepertinya benar-benar penggemar Broadway, sesekali aku melihat kau datang sendiri dan berbaris layaknya penduduk biasa. Menarik,” ucap Nichkhun sembari menatap lurus pada sosok dihadapannya. Siwon terkekeh sebentar dan menaikan bingkai kacamata yang sedikit kendur melewati seperempat kecil bagian hidung runcing miliknya.

“Kau terlalu tinggi memujiku. Tidak ada yang istimewa dari itu semua. Lagipula, aku datang karena aku tahu kau adalah pelakon yang hebat, Tuan Horvejkul,” balas Siwon.

Keduanya berhenti berjabat dan saling melemparkan pandangan lurus kepada lawan bicara masing-masing, tapi tidak ada satupun hal berbau negatif yang terasa dari pertemuan setiap jengkal iris ataupun retina keduanya. Semuanya hanya terlihat seperti kebahagiaan dan kerelaan yang lapang. Siwon melihat cepat pada pergelangan tangan kiri bagian bawah yang terpasang arloji Rolex Yacht-Master II pemberian Tiffany sebagai hadiah natal tahun lalu, sudah saatnya ia untuk pulang karena pasti wanita itu akan memberikan tatapan maut di mobil nanti, karena membiarkan ketiga anak mereka untuk menunggu lama di malam liburan musim panas.

“Terima kasih sudah mencintai dan menjaga Tiffany dulu. Kau bisa mempercayakannya kepadaku mulai detik ini dan seterusnya, Tuan Horvejkul.”

Nichkhun mengangguk dan membalas senyum yang Siwon lemparkan kearahnya. Pria itu belum sempat benar-benar menghilang dari balik pintu sampai Nichkhun berjalan cepat dan memberikan dua buah kotak berisi cokelat yang ia dapatkan dari salah satu penggemarnya di meja rias tadi.

“Tiffany suka cokelat dengan isi truffle,” jawab Nichkhun dan memberikan kotak kepada Siwon.

“Bolehkah Tiffany memakannya bersamaku dan anak-anak kami?” tanya Siwon sembari memperhatikan benda di dalam genggamannya.

“Tentu. Kalian bisa menikmati cokelat enak itu bersama.”

“Terima Kasih banyak, Tuan Horvejkul.”

“Aku juga begitu berterima kasih padamu, Tuan Choi.”

Siwon pun meninggalkan Nichkhun yang masih berdiam mematung pada posisinya. Jam sudah berdetak memasuki fase tengah malam dan menyadarkan Nichkhun kembali akan dunia nyata yang harus ia hadapi ke depan.

Air mata kembali mengalir di pipi. Air mata terakhir menuju kehidupan bahagia tanpa rasa sakit dari masa lalu yang menyakitkan.

 

-Fin-

17 thoughts on “[FF Freelance] Take A Bow

  1. hmm kata katanya agak sulit dimengerti ya, harus bener dibaca baru ngerti gimana jalan ceritanya
    dan keren banget! nuchkhun dengan begitu lapangnya merelakan tiffany
    aku paling suka kata kata siwon yg menyuruh nichkhun utk mempercayakan tiffany padanya, aduh kayanya itu gentle banget~
    keren! aku suka. nice ff

  2. hmm kata katanya agak sulit dimengerti ya, harus bener dibaca baru ngerti gimana jalan ceritanya
    dan keren banget! nuchkhun dengan begitu lapangnya merelakan tiffany
    aku paling suka kata kata siwon yg menyuruh nichkhun utk mempercayakan tiffany padanya, aduh itu gentle banget~
    keren! aku suka. nice ff

  3. awww khunfany~ kangen banget baca ff cast mereka, abis sekarang udah jarang banget yaa. padahal aku berharap khunfany happy ending kkk~. diksinya bagus dan ceritanya ga ngebosenin. ditunggu karya lainnya^^

  4. Ceritanya sad,tpi berharap tidak didunia nyatanya,walaupun lebih suka sifany tpi aku akan tetap dukung hubungan mereka supaya langgeng.

  5. eh sumpah thorrr…keren bangetttt.. kebayang bngt skit nya nichkhun… tp fany nya ud bahagia sm siwon.. itu 2 pria sama2 gentle yaa,, ada ga ya di khidupan nyata, mantan yg bs brhubungan baik gitu.. apalagi suami sm mantan nya akur gituuu… how lucky tiff ^^

  6. Aaaa ini keren bangeet
    suka banget sama gaya penulisannya T.T suka juga sama settingnya..

    Jadi dulu khunfany pisah karena nickhun lebih memilih mengorbankan hub. dan milih mimpinya huhu u,u
    suka banget sama karakter mereka bertiga. Author bisa banget nggambarin karakternya u,u

    nice story!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s