[Chapter 5] XXME BASTARD!!!

xxme 5

Title: XXME BASTARD!!! | Author: Cimolxx92 | Main Cast: BIGBANG’s Kwon Jiyong (G-Dragon), Sandara Park (2NE1), Jennie Kim(New YG Artist), Nam Taehyun (WINNER), Mizuhara Kiko |Support Cast: YG FAMILY |Rating: PG-15| Genre: Romance, Family, Friendship |Length: Chapter

 

Disclaimer

Plot Is Mine. The Characters are belong to God. Say No To Plagiarism!

 

Previous: Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4

 

©2014

I’m Falling Without You…

Ruangan gelap dengan pencahayaan minim menyambut penglihatan Jiyong saat dia mencoba membuka matanya yang terasa sangat berat. Pria itu mengerang dan menggaruk tengkuknya. Dengan perlahan dia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan.

Studionya sekarang seperti sarang penjahat kelas kakap, Jiyong hanya melihat tumpukan sampah, kertas-kertas, dan botol soju yang menyebar di berbagai tempat. Jiyong kembali menyandarkan kepalanya pada meja, pandangannya jatuh pada botol soju yang tergeletak disampingnya.

“Pacar setiaku…” Layaknya orang sinting, Jiyong tersenyum kekanakan dan meraih botol soju dengan sayang, tangannya menyanggah kepalanya yang terasa tidak punya tulang dan mulai menenggak botol itu, pria itu mengerang saat dirasakannya cairan yang mampu membuatnya lupa akan masalahnya itu tidak keluar setetespun.

Jiyong mengerutkan keningnya dan melirik jam dinding. 03.51 dini hari, Jiyong hampir tidak ingat kapan terakhir kali dirinya keluar dari ruangan itu, dia hampir mirip mayat hidup, mengunci diri didalam studio, melemparkan ponselnya ke tempat sampah, dan terus diam ditempat itu untuk waktu yang dirasanya sangat singkat. Ini zona amannya, disini dia tidak perlu melihat tatapan benci yang diarahkan padanya, disini dia tidak perlu susah payah berakting baik-baik saja. Jiyong sama sekali tidak membutuhkan apapun selain soju, ia hanya ingin cairan panas memasuki kerongkongannya, membakarnya, dan membuatnya lupa pada semua yang sudah terjadi.

Jiyong mengusap wajahnya dan merasakan bulu kasar pada janggutnya, ah, dia tidak bisa keluar dalam keadaan seperti ini. Tetapi, para staff mungkin saja tidak akan menemukannya, dia hanya butuh keluar, membeli soju, dan kembali lagi ke tempat ini. Melanjutkan persembunyiannya dari segala macam cercaan. Menyembunyikan dirinya, tidak mengijinkan siapapun masuk ke dalam zona amannya.

Dengan malas, pria itu menyeret kakinya menuju wastafel, dia tidak butuh melihat bayangannya yang menyedihkan pada cermin, dengan gerakan cepat, Jiyong mencuci wajahnya, mengeringkannya dengan asal dan kembali menyeret langkahnya ke sebuah double sofa, menarik hoodie hitam dan memakainya, berjalan sempoyongan kearah pintu, dengan berisik, Jiyong mencari kunci pintu itu didalam saku celana pendeknya. Dengan mata setengah terpejam, Jiyong membuka kunci dan memutar kenop pintu dan mendapati dirinya dihadapkan pada setumpuk makanan dan pesan singkat pada kertas dilantai tepat didepan pintunya.

Jiyong berjongkok, mengamati ramyun yang ditempeli pesan, tulisan ramping Yongbae menyambut matanya.

Bro, kau sudah empat hari berada didalam. Aku yakin kau sedang ber-transformasi menjadi alien, aku harap alien Yong tidak lupa makan dan ingat kalau banyak orang yang peduli padanya.”

Jiyong menatap muram pada pesan itu, masih banyak makanan dan pesan-pesan lainnya. Bahkan Seungri membelikannya sebuah roti manis berbentuk panda. Tetapi, diantara tumpukan itu, tidak ada satupun pesan dari gadis yang takut dia temui, tidak ada satupun tulisan tangan Sandara Park.

“Pengecut!

Bom menempelkan pesannya pada setumpuk permen jelly berwarna warni.

“Brengsek! Aku ingin sekali mendaratkan tinjuku padamu Ajjushi mesum! CEPAT KELUAR!!!”

Jiyong menyunggingkan senyumnya ketika membaca pesan dengan tulisan seperti cakar bebek. Jennie menempatkan pesannya disebuah… Kondom?! Pria itu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal dan sedikit terhibur dengan keunikan gadis bar-bar itu.

Jiyong berdiri sempoyongan dan memeriksa koridor. Koridor benar-benar sepi, dengan menutupi separuh wajahnya dengan Hoodie, ia mulai melangkah, menunduk menatap lantai. Jiyong mulai berbelok kearah tangga saat telinganya menangkap suara High Heels berderak berisik mendekat kearahnya. Pria itu mematung, menimbang apakah ia harus berbalik atau berjalan seperti layaknya “Orang Normal”. Ketika dirinya memutuskan untuk melanjutkan langkahnya, dia tercengang. Seperti ada seseorang yang memukul punggungnya dengan kayu yang sangat besar, Jiyong membeku menatap gadis yang selama ini dia rindukan.

Sandara sama sekali tidak menyadari kehadiran Jiyong, dia terus melangkah lesu, Jiyong menatap gadis itu dengan pandangan menyipit… Sandara Park yang dia kenal selama ini selalu mengenakan T-Shirt longgar, sepatu sneakers, dan riasan wajah yang ringan. Apa yang dilihatnya sekarang adalah seorang wanita seksi, dengan rambut pirang yang digelung keatas, dia mengenakan blus ketat berwarna hitam, jatuh halus di pahanya yang putih susu, High Heels yang selalu dia jauhi terpasang anggun di kakinya yang ramping. Bibirnya yang berwarna merah darah…

Shit!!!” Tanpa sadar Jiyong mengumpat sambil memejamkan matanya, menahan emosi yang perlahan naik ke ubun-ubunnya. Apa yang dilakukan gadis itu di jam segini?! Dengan pakaian seperti itu?! Dengan make up yang mengatakan kalau dia bisa langsung menjadi sampul majalah ELLE?!!!

Dara menghentikan langkahnya dan mendongak menatap Jiyong yang masih terdiam di sisi tangga, Dara hampir mencapai atas dan butuh satu anak tangga lagi untuk menuju ke studio Teddy tetapi dirinya terhalang oleh sosok seseorang yang paling ingin dia musnahkan dalam ingatannya. Seperti ada sebongkah es dingin dari kutub utara mereka berdua membeku. Dara berusaha terlihat biasa saja dengan kehadiran Jiyong sementara Jiyong menatap Dara dengan pandangan marah.

Dara mengalihkan tatapannya dan melanjutkan langkahnya, seolah tidak ada seorangpun disana, seolah tidak ada apa-apa, mengabaikan dirinya yang ingin menyentuh Jiyong, mengabaikan dirinya yang ingin menanyakan banyak hal pada pria itu.

Jiyong dapat mencium harum parfum gadisnya yang hampir membuatnya gila saat Dara berjalan mendekat dan hampir melengos melewatinya. Entah kekuatan apa yang Jiyong dapatkan – Mengingat dirinya hampir limbung saat mencoba keluar dari zona amannya – dia menangkap pergelangan tangan Dara dan menghadapkan tubuh gadis itu kearahnya. Mata Dara melebar, menatap wajah Jiyong yang sedikit tidak terlihat karena Hoodie yang dikenakannya.

“What the hell are you doing?!” Jiyong menggeram marah. Dia benar-benar tidak bisa merasa aman saat melihat gadisnya menjadi hot seperti ini.

“Lepaskan aku.” Dara menjawab dingin dan mengalihkan wajahnya.

“Look at me Dara!”

“Who are you?” Dara berkata sinis, masih memalingkan wajahnya “I Don’t know about you, I Don’t care about you…” Bibir Dara mulai bergetar karena rasa sakit yang kembali meremas hatinya dengan kasar. “I Hate you…”

Jiyong melonggarkan pegangannya, walau tangan Dara tidak menyentuhnya sama sekali, dia merasakan tamparan keras, seolah Dara memukulinya, seolah Dara menjambak rambutnya, seolah Dara mencakarinya.

“Kita butuh bicara.” Jiyong mendesas frustasi.

“No, It’s over Ji… aku muak dengan semua rayuanmu.” Dara menyingkirkan tangan Jiyong, tetapi pria itu kembali mencengkramnya.

“Listen to me…” Jiyong memohon “Please Dara… biarkan aku menjelaskan apa yang terjadi.”

“You Ba$tard! Lepaskan aku hmmmpff…” Dara tidak sempat meneruskan kata-katanya ketika Jiyong dengan kasar menempelkan bibirnya, Jiyong mendorong Dara ke tembok, mengunci gerakannya, menempelkan tubuhnya, Dara hampir kehilangan kewarasannya ketika lidah Jiyong menerobos masuk, mulai menjelajahinya dengan kasar, seolah Jiyong belum pernah merasakan Dara, seolah Jiyong benar-benar haus akan Dara, seolah pria itu takut, takut jika Dara benar-benar pergi.

Ciuman Jiyong semakin liar saat Dara sama sekali tidak membalas ciumannya, tubuhnya semakin menghimpit tubuh Dara, tangannya mulai menjelajah ditempat yang tidak seharusnya. Lutut Dara bergetar saat Jiyong mengelus punggungnya dengan lembut, Dara hampir limbung saat merasakan dada Jiyong menyentuh dadanya. Dan tanpa sadar Dara mengerang dan mulai membalas apa yang Jiyong lakukan padanya, menyesap aroma pria itu, seolah dia ingin menunjukan pada Jiyong kalau dirinya juga bisa melakukan ciuman hot, seolah Dara ingin bilang kalau dirinya bisa memuaskan Jiyong dibandingkan gadis Jepang Mizuhara Kiko.

Jiyong melepaskan ciumannya dan mendaratkan dahinya ke dahi Dara, napas Jiyong yang terengah-engah menyentuh wajah Dara. Membuat gadis itu tahu dengan benar kalau dirinya tidak akan bisa lepas dari Jiyong. Sadar pada fakta menakutkan kalau dirinya seolah benar-benar sempurna untuk Jiyong, Seolah dia hanya diciptakan untuk Jiyong.

“Darong… kau membuatku takut…” Jiyong berbisik dan memeluk dara dengan erat, Jiyong ingin percaya kalau ini bukan mimpi, kalau ini bukan hanya sekedar imajinasi liarnya.

“Don’t Leave me…” Jiyong berbisik lirih, semakin menenggelamkan Dara dalam pelukannya.

“Aku harus pergi… aku bukan siapa-siapa, Kiko adalah pacarmu.” Dara berkata dingin, sejak kapan Dara bisa berkata seperti ini? Jiyong belum pernah mendengar nada suara yang sedingin es, nada suara yang begitu kosong dari seorang Sandara Park.

“Listen to me, babe… please…” Jiyong menatap mata gadis itu, Dan mendapati air mata Dara yang jatuh lembut dipipinya. “Sebanyak itukah aku menyakitimu?”

“You Don’t Understand Ji…” Dara terisak dan bergetar hebat dalam pelukan Jiyong “You Don’t Understand how I feel… always like that…”

Jiyong memegang tangan Dara dan membawanya ke jantungnya. Jantungnya yang berdetak dengan sangat cepat.

“Selalu seperti ini Dara, hatiku selalu berdetak dengan cepat jika kau ada didekatku.” Jiyong terdiam. Itu benar, dia merasa seperti hidup lagi, beberapa jam yang lalu, beberapa hari yang lalu. Dia hanya orang yang tidak memiliki jiwa. Jantungnya seperti berhenti berdetak, tetapi betapa ajaibnya, kehadiran Dara langsung membuatnya kembali sadar. Sadar kalau dia memiliki kehidupan.

“Bisakah kau percaya padaku?” Jiyong berkata serak, tidak, dia tidak akan melepaskan Dara, apapun yang terjadi. Jiyong bersumpah untuk tidak melepaskan gadis itu.

“Kau egois” Dara mencoba menjauhkan tubuhnya, tetapi lagi-lagi Jiyong menariknya mendekat. “Kau benar-benar egois…”

“Maukah kau mendengarkan? Mendengarkan penjelasanku?” Jiyong menatap mata bulat Dara dan menghapus air mata yang terus jatuh, Jiyong mengecup kening Dara dengan penuh sayang. Dara mengangguk dalam diam, kemudian kembali mengistirahatkan tubuhnya yang letih ke tubuh Jiyong. Dia menyerah, dia selalu mengalah pada perasaannya. Perasaannya untuk Kwon Jiyong. Jiyong-nya.

“Itu semua skenario yang YG tawarkan. Sajangnim berusaha melindungi kita berdua.” Jiyong menghela napas dalam merasakan Dara mengangguk didalam pelukannya.

“I Know…” Dara berbisik. “Teddy oppa menceritakan semuanya pada kami ber-empat”

“Apa ada yang mengganggumu?” Jiyong menatap kedalam mata Dara.

“A-aku… hanya tidak mengerti kenapa kau melakukan itu… m-maksudku… tidur dengan wanita itu…” Dara merasakan tenggorokannya seperti tercekik saat membayangkan foto itu lagi.

“Itu karena kau Dara… karena fantasi liarku bersamamu… karena aku merindukanmu… karena aku mencoba mengalihkan hatiku… mencoba lepas darimu… tapi aku salah, aku tahu aku sangat salah” Jiyong mengecup puncak kepala Dara. “Maaf…”

“Kita bisa bertahan…?” Dara menatap Jiyong, mengharapkan jawaban terburuk. Mengharapkan Jiyong melepasnya dan membuatnya melupakan pria itu dari hatinya.

“Ya, Dara apapun yang terjadi… kita akan tetap bertahan…” Jiyong mendesah dan kembali membenamkan dirinya di pundak gadis itu. Berharap kalau dia benar-benar bisa memegang teguh kata-katanya.

***

“Teripang, ayo kita kerjai dia!” Jennie menyenggol lengan Namtae yang sedang memegang nampan makan siangnya. Taehyun mengikuti arah pandang Jennie dan tersenyum sinis mendapati orang yang sangat mereka benci sedang duduk dipojok café YG sambil menikmati secangkir kopi.

“Berani sekali Mizuhara Kiko muncul disini, dia masuk ke kandang musuh dengan senang hati rupanya.” Minho berkomentar dan mulai berjalan kearah meja dimana semua member Winner sedang menunggu.

“Ini akan menjadi makan siang paling menarik.” Namtae nyengir pada Jennie yang mulai membuat ramuan, meminta minuman racikannya sendiri pada penjaga café.

“Tolong tambahkan telur busuk kedalamnya, yak begitu, dan satu sekop garam, uhmmm… untuk krim, tolong gunakan saus.” Jennie berkata dengan sadis.

“Jangan lupa satu sekop cabai bubuk.” Jennie menoleh dan mendapati sunbae-nya –Park Bom – mengedipkan mata padanya. “Dan aku punya obat sakit perut, tolong tambahkan kedalamnya.” Bom berkata sambil menepuk tangan gembira dan memberikannya pada penjaga café yang menatap mereka berdua dengan penuh horror.

“Unni, mereka- Jiyong dan Kiko – bukannya akan mengadakan interview untuk salah satu majalah, jika dia meminum itu…” Jennie terbelalak ngeri menatap Bom cekikikan.

“Maka dia akan kentut sepanjang interview!” Bom dan Jennie meledak dalam tawa. Mereka bahkan sampai mengeluarkan air mata.

Namtae menatap ngeri kearah dua orang wanita mengerikan itu, dalam hati sedikit menyesal berurusan dengan Jennie Kim. Tetapi tetap saja, senyum manisnya kembali mengembang saat dia berjalan dengan cool kearah meja Mizuhara Kiko.

“Konnichiwa.” Namtae menunduk pada Kiko. Kiko tertegun memandang Namtae dan tersenyum kaku.

“Hmmm, aku boleh duduk disini? Aku tidak dapat meja, meja yang lain penuh.” Namtae berkata imut dengan mengerucutkan bibirnya dan mengerutkan alisnya, bersikap menyedihkan.

Kiko tersenyum dan menepuk meja disebrangnya. “Sure, duduklah.” Kiko berkata ramah. Namtae langsung mendaratkan pantatnya ke kursi dihadapan Kiko dan langsung mencium wangi parfum menyengat Kiko, wanginya terlalu menyengat sampai membuatnya mual.

“Uhmmm, anda tidak makan siang?” Namtae bertanya sambil menyuapkan sesendok nasi kemulutnya. Berusaha menelannya walau dia merasa sangat mual akibat aroma menyengat yang mengganggu hidungnya.

“Tidak, aku diet.” Kiko tersenyum tipis.

Namtae baru akan melanjutkan percakapannya ketika dia melihat Jennie mendekat. Membawa nampan berisi orange jus dan dua cup coffee latte, satunya adalah ramuan Jennie, dengan krim putih yang Namtae yakini adalah pasta gigi dan warna merah yang merupakan saus. Dan Namtae yakin kalau orange jus itu adalah racikan Bom karena warnanya sedikit keruh.

Jennie membanting nampannya disamping Namtae dan langsung duduk tanpa permisi lagi. Dia melirik Namtae kesal dan menyodok perutnya, membuat pria itu terbatuk hebat.

“Kau mau main mata dengannya ya?” Jennie berkata galak. Namtae minum air mineral dalam botol sambil menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat.

Jennie mengalihkan tatapannya pada Kiko yang sedang memandang mereka berdua dengan keheranan.

“He is my boyfriend.” Jennie menepuk punggung Namtae dengan kencang dan membuat Namtae tersedak air mineral. “Ups, Sawwry…” Jennie terkikik melihat Namtae yang sekarat.

“Uhmmm… Konnichiwa.” Jennie memberi hormat pada Kiko dan tersenyum. Kiko mengangguk kaku dan menyeruput kopinya.

“Omo, Anda harusnya tidak meminum kopi itu!” Jennie menatap Kiko dengan ngeri, seolah apa yang baru diminum Kiko adalah racun mematikan. Alis Kiko terangkat naik, menatap heran pada Jennie.

“Why?”

“Kopi itu akan membuat tubuh anda bengkak, karbohidrat dan kolestrolnya banyak sekali!!!” Jennie histeris “Lihat, betapa anda membengkak sekarang! Pantas saya sedikit tidak mengenali anda tadi!!!”

“Uh… what should I do?” Kiko mulai terjebak dalam permainan Jennie. Dia terlihat sangat ketakutan, dengan cepat merogoh tasnya dan mengeluarkan cermin, memeriksa wajahnya dengan was-was.

“Anda tahu jeruk bisa membantu membakar karbohidrat dan kolestrol?” Jennie berkata putus asa, nada suaranya membuat Namtae ingin meledak tertawa. Oh tuhan, gadis ini membuat kiamat semakin dekat!

“I Don’t know…” Kiko menggeleng pelan, matanya tiba-tiba jatuh pada orange jus di nampan Jennie. Orange jus yang Nampak tidak berbahaya dan terlihat sangat segar itu. Mata Kiko seolah bersinar.

“Anda mau? Minumlah ini dengan cepat! Tidak boleh disisakan sedikitpun!” Jennie menyodorkan minuman itu dengan penuh suka cita. Kiko memandang Jennie dan tersenyum ramah.

“Thanks sweetheart.”

“Yea ma’am” Jennie menjawab patuh dan penuh hormat. Namtae mulai mendengus dan Jennie segera menendang tulang kering pria itu. Membuatnya mengaduh kesakitan.

Jennie dan Namtae hampir lupa bernapas saat Kiko dengan rakusnya meminum orange jus racikan Bom. Mata Jennie melebar penuh kemenangan saat dilihatnya setetespun orange jus tidak tersisa pada gelas itu.

Jennie tersenyum dan mengedipkan mata pada Namtae yang berdehem gugup.

“Uhmmm, honey, sepertinya aku harus cepat memberikan kopi ini pada teman-temanku di ruang latihan dance. Bubyeee…” Jennie mencium pipi Namtae cepat, Namtae terperangah dan merasakan wajahnya mulai memanas, dia melihat member Winner tertawa terbahak diseberang mejanya, saling ber high five seperti autis.

“Semoga hari anda menyenangkan.” Jennie tersenyum dan bangkit, dia mengedipkan mata pada Bom, Chaerin, dan Minzy yang sedang sibuk cekikikan di sudut sambil menikmati makanan mereka.

Jennie berjalan anggun, saat dia merasa posisinya sudah pas, Jennie pura-pura tersandung kaki meja, dan dengan sengaja mendorong “ramuannya” kearah Kiko. Kiko berteriak nyaring saat ramuan Jennie mengenai puncak kepalanya dan menetes-netes ke dress cantiknya. Bau amis telur busuk dan segala campuran di ramuan Jennie terkuar, membuat Kiko menjerit panik.

“UUUuuuppss… SSAaawwryy.” Jennie mengatakan dengan nada manis. Sementara Namtae terlihat bimbang, akankah dia tertawa, Atau membantu wanita itu. Dan pria itu memutuskan untuk ikut tertawa bersama member Winner dan juga para sunbae 2NE1.

Jennie buru-buru melarikan diri dari situasi itu, dengan senyum kemenangan dibibirnya, dia menghampiri meja 2NE1 dan ber high five dengan puas!

***

Kiko merutuk sambil mencuci tubuhnya, dia tidak membawa pakaian dan dia tidak mungkin mengenakan pakaian lusuh seperti T-Shirt dan celana training yang dipinjamkan beberapa dancer.

Tetapi pada akhirnya, wanita itu mengenakan pakain gembel itu, wajah angkuhnya membuat beberapa dancer mendengus kesal kearahnya.

Kiko merasakan sesuatu yang tidak beres pada perutnya. Dia sudah tiga kali ke toilet dan sekarang dia harus kembali masuk kedalam toilet karena perutnya sangat sakit.

Ketika Kiko keluar dari toilet dengan lemah, dia menabrak bahu seseorang, dengan kepala tertunduk Kiko mengucapkan maaf saat disadarinya postur orang yang ditabraknya tidak asing lagi.

Sandara Park.

Kiko buru-buru mengangkat wajahnya tinggi-tinggi dan menatap Sandara dengan angkuh. Seolah ada listrik tak terlihat dimata mereka berdua, Dara hanya tersenyum tipis, dia terlihat begitu santai. Membuat Kiko gugup, ini pertama kalinya dia merasa gugup pada saingannya.

“Kiko-ssan, apa yang terjadi padamu?” Dara tersenyum, akan tetapi matanya menatap Kiko dengan begitu dingin. Dingin, dan percaya diri. Membuat Kiko semakin menciut dihadapannya.

“Ada sedikit kecelakaan saat aku di café. Terimakasih atas perhatianmu Dara-chan.” Kiko tersenyum sinis.

Dara-chan? Omay, demi setan di neraka! Sandara ingin sekali menjambak rambut pelacur itu dan menenggelamkannya ke dalam toilet! Sejak kapan dia menjadi dekat dengan jalang itu hingga Kiko berani memanggilnya seperti itu?!

“Hooh, aku turut sedih mendengarnya, setidaknya mereka akan tetap melakukan interview kan? Kau jauh-jauh datang dari Jepang dan jadwal tetap tidak bisa dibatalkan.” Dara berkata dengan nada prihatin yang dibuat-buat. Kiko memutar matanya.

“Semoga harimu menyenangkan Kiko-ssan.” Dara berjalan menjauh ketika Kiko kembali memanggilnya.

“Bisakah kita bicara serius?” Kiko menyilangkan tangannya didepan dada dengan angkuh.

“Ya?” Sandara hampir meledak, dia benci mendengar suara Kiko yang pura-pura baik. Pura-pura menjadi malaikat.

“Aku ingin mengajakmu makan malam – bersama Jiyong tentunya.” Kiko memamerkan senyum kemenangan, tetapi Dara sama sekali tidak terpengaruh, Jika mereka bertiga makan bersama, Dara tahu siapa yang pasti akan duduk disampingnya. Kwon Jiyong tidak akan pernah duduk disebrang mejanya bersama gadis lain!

“Tentu saja Kiko-ssan, aku benar-benar senang kau bisa meluangkan waktu untuk “berteman” denganku.” Dara berusaha membentuk bibirnya menjadi senyuman. “Sampai Jumpa.”

“Yeah, see you soon Dara-chan.”

Dara berbalik dan mulai berjalan cepat, tetapi langkahnya kembali terhenti, dia berbalik pada Kiko yang sedang menggigit bibirnya gugup “Aku akan melindungi Jiyong Kiko-ssan, dan Jiyong juga akan melindungiku. People protect what they love, I will protect my love, you cannot touch him again.”

Mereka berdua berpandangan dengan sengit. Sandara tersenyum ringan dan kembali melanjutkan langkahnya. Lihat saja, siapa yang menang Kiko. Kau sudah berani menyakiti aku dan Jiyong, aku bersumpah, kau harus membayarnya dengan harga yang sama, kau akan menyesal sudah berurusan dengan YG Family!

 

TO BE CONTINUED

 

A/N

Leave your comments juseyooo. Maaf jika partnya sedikit atau bagaimana, saya udah nyoba buat bagi-bagi supaya adil dalam tiap part -___- maaf jika mengecewakan, Cuma bisa berterimakasih sama yang masih nongkrong buat baca FF saya. Maaf juga kalau typos bertebaran. Efek ngetik dalam waktu singkat, kekekek hengshow!

 

 

24 thoughts on “[Chapter 5] XXME BASTARD!!!

  1. Ada no hp ny jennie ga eonn~
    ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ. Sumpah cocok bget djadikan temen~ gokillll
    Haha 😀 suka suka suka
    Mampus ttu kiko. Hate dweh~ iuuuuh
    ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ 😀 yya bgus dara ,, bales bkin tengkorak hidup tu kapokkk. Good

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s