[FF Freelance] My Sister VS My Girl (Chapter 3 – END)

POSTER MY SISTER VS MY GIRL

Title : My Sister VS My Girl (Chapter 3)

Twitter/Fb : @leenami0203 / Nami Lee

Author : Nami

Rating : PG-13

Length : Chaptered

Genre : Family, Life, Humor

Main Cast : Cho Raehyun (OC), Lee Anna (OC), Cho Kyuhyun (super junior)

Support Cast : Jr (J&J) / Ui Bong (Dream high), Lee Sera, Anna Appa dll

Previous: Chapter 1, Chapter 2

Yuhuuuu~ akhirnya sampai juga pada part akhir, langsung saja ceritanya kita mulai. Buat readers yang masih setia sama author aku bagi Kyu deh :3

Happy Reading !!

 

 

“Adik? Lee Sera?”

“Ne, mereka meninggal karena kecelakaan.” Ucap Anna sedih. Rae merasa mendengar nama Sera disebutkan lantas menoleh kaget, buru-buru dia menarik tangan Kyuhyun untuk pergi dari sana.

Belum sempat Kyuhyun berpamitan pada Anna, Rae sudah menyeretnya masuk ke dalam mobil. Hingga saat ini Rae belum bisa menerima Anna karena rasa sakit hati akibat kelakuan adiknya.

“Aish kau ini kenapa? Aku kan belum berpamitan,” ucap Kyuhyun geram dengan tingkah laku adiknya. Rae tidak mau menjawab pertanyaan Kyuhyun dan sibuk mengalihkan pandangannya keluar jendela melihat gedung-gedung bertingkat.

***

Setelah sampai rumah Rae langsung masuk ke kamarnya dan merebahkan diri di kasur, dia masih memikirkan perkataan Anna yang menyebutkan bahwa Sera telah tiada. Sejujurnya ada sedikit perasaan tidak pecaya pada Anna. Rae beralih memikirkan perkataan Kyuhyun yang menyuruhnya untuk tidak membenci Anna.

“Aku boleh masuk?” suara dari arah pintu membuyarkan pikirannya.

“Masuklah Hyung,” Kyuhyun berjalan mendekat lalu berbaring menyamping disebelah Rae, tangan kanannya digunakan untuk menopang kepala sedangkan tangan kirinya digunakan untuk membelai pipi Rae.

“Apa yang kau pikirkan? Bagilah denganku agar kau merasa lebih ringan,”

Rae mengubah posisinya menghadap Kyuhyun dan memeluknya, “Jika kau ingin menikah, menikahlah Hyung… Aku tidak akan mengganggu hubunganmu lagi,” ucap Rae. Sesungguhnya kalimat itu mengandung sebuah makna bahwa dia sudah merestui jika kakaknya menikah dengan Anna.

Kyuhyun sedikit terkejut dengan kata-kata adiknya, dilingkarkan tangannya ke pinggang Rae, “Ani, aku masih ingin menikmati waktuku bersama adikku ini,” ucap Kyuhyun sambil terpejam.

Kyuhyun tiba-tiba membuka matanya lagi, “Aigoo, luntur sudah image mu yang mengatakan bahwa kau tidak manja, hahahaha,” goda Kyuhyun.

“SHUT UP!!” teriak Rae seketika.

Mereka menghabiskan malam bersama dengan tidur berpelukan.

Pagi harinya Kyuhyun terbangun karena merasakan sesuatu yang hangat menempel di pipinya. Dia membuka mata pelan-pelan dan melihat ke samping, ternyata dahi Rae menempel di pipinya.

“Panas, jangan-jangan dia sakit.” gumam Kyuhyun sambil menyentuh dahi Rae dengan telapak tangannya. Dia beranjak dari kasur dan menuju kamarnya untuk mengambil peralatan guna memeriksa Rae. Setelah diperiksa ternyata Rae hanya terserang demam biasa, untungnya tidak terlalu parah.

Karena tidak tahu cara membuat bubur, Kyuhyun berlari ke supermarket terdekat untuk membeli bubur kemasan. Tidak peduli Rae suka atau tidak karena Kyuhyun hanya bisa memasak bubur kemasan itu untuk Rae sarapan.

“Rae dimakan dulu buburnya dan lekaslah minum obat. Setelah itu mandi dan ikut aku kerumah sakit,” suruh Kyuhyun.

“Rumah sakit? Shireo!!” bantah Rae.

“Jika kau dirumah, tidak akan ada yang merawatmu Rae. Nanti kalau kau butuh sesuatu bagaimana? Jika dirumah sakit kan setidaknya ada aku,”

“Aku tidak butuh apapun Hyung dan aku bisa merawat diriku sendiri. Aish jadi sekarang kau mau memanjakanku?” Rae meletakkan mangkuk bubur yang masih penuh dan masuk kedalam selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya.

“Aku tidak sedang memanjakanmu, tapi kau sendiri yang membuat dirimu terlihat manja. Jika kau tidak mau ikut aku kerumah sakit aku akan menyuruh orang untuk merawatmu,”

“Whatever!”

Kyuhyun menarik selimut yang menutupi kepala Rae, lalu mencium keningnya seperti biasa.

“Aku berangkat dulu, saranghae!” Rae hanya mengangguk.

Saat berjalan keluar, Kyuhyun menghentikan langkahnya dan berbalik badan menghadap Rae, “Buburnya harus habis my princess! Aku susah payah membuatnya,”

“Ne..ne..ne..ne..my prince” Kyuhyun hanya terkekeh melihat kelakuan adiknya.

***

Hari sudah siang, Rae merasa bosan terus-terusan berbaring di tempat tidur lagipula perutnya juga sudah bernyanyi minta diisi. Rae berjalan ke arah dapur, tapi langkahnya terhenti ketika melihat seseorang.

“Anna Eonni, apa yang dilakukannya disini?” gumamnya sangat pelan.

Dia berbalik arah menuju kamar kembali. Beberapa saat kemudian Anna masuk ke kamar Rae dengan nampan ditangannya.

“Saatnya makan Rae,” ucap Anna, sedangkan ekspresi yang Rae tunjukkan adalah ekspresi datar.

Anna melihat ke meja samping kasur, “Kenapa buburnya tidak dimakan?”

“Aku tidak suka bubur,”

“Ah begitu, untung aku tidak membuatkanmu bubur tadi. Sekarang makanlah sup ini, atau mau aku yang menyuapimu?”

Rae tidak menjawab apapun, dia hanya diam seribu bahasa sambil sesekali melirik Anna.

“Jadi kau ingin aku suapi? Baiklah. Buka mulutmu,”

“Eomma,” gumam Rae pelan. Dia menemukan sosok Eomma di dalam diri Anna. Benar-benar mirip Eomma, pikirnya.

“Aigo anak pintar, sekarang minum obatnya. Setelah itu kau boleh istirahat kembali,” ucap Anna sambil mengelap mulut Rae yang belepotan. Rae hanya mengangguk.

Saat Anna memutar knop pintu kamar tiba-tiba Rae memanggil, “Eonni,”

“Wae?”

“Jangan pergi,” ucap Rae sambil menundukkan kepala.

Anna tersenyum mengangguk, lalu dia mengangkat tangannya menunjukkan akan mengembalikan nampan terlebih dahulu. 10 menit kemudian Anna kembali dengan semangkuk air beserta handuk kecil untuk mengeompres Rae. Anna merawat Rae dengan penuh kasih sayang.

***

Waktu menunjukkan pukul 8 malam, Kyuhyun bergegas menuju kamar Rae untuk melihat keadaannya. Dia sedikit terkejut ketika melihat Anna tertidur dengan posisi duduk dilantai dan kepala di sandarkan pada pinggiran rajang, keterkejutannya bertambah ketika melihat tangan Rae menggenggam erat tangan Anna.

“Aigoo, romantisnya.”

Kyuhyun berjalan mendekat, tangannya terulur ingin menyentuh pipi Anna untuk membangunkannya, “Engh…” Kyuhyun buru-buru menariknya kembali.

“Oppa kau sudah pulang? Aku akan memasak makan malam,” ucap Anna sambil mencoba berdiri dari duduknya.

“Ah iya, bagaimana keadaan Rae?”

“Sudah lumayan membaik, panasnya juga sudah turun.” Kyuhyun hanya mengangguk.

Anna pergi keluar kamar dan memasak makanan untuk mereka. 30 menit kemudian Anna kembali ke kamar Rae sekedar memberitahu bahwa makanan sudah siap dan kembali turun.

“Princess, makan malam dulu!”

“Aku mengantuk Hyung,”

“Aish kau ini,” Kyuhyun menarik selimut yang menutup tubuh Rae dengan sekali sentakan.

“WHOOOOAAA,” teriak Rae saat tiba-tiba Kyuhyun menggendongnya dan membawa ke meja makan untuk makan malam.

“Turunkan aku Hyung, jebaalll,” rengek Rae terus-menerus.

“Shireo, jika aku menurunkanmu kau akan kembali ke kamar dan tidak makan!!”

Saat di meja makan Rae hanya diam menatap makanannya tanpa menyentuh sama sekali.

“Kau pikir mata mu tahu caranya mengunyah makanan?” Kyuhyun mulai kesal dengan tingkah adiknya yang keterlaluan manja jika sedang sakit. Anna yang menyadari hal itu lantas berpindah duduk di sebelah Rae dan mengambil alih nasi, lalu menyuapkannya di mulut Rae.

Tanpa protes sama sekali Rae menurut pada Anna, dia mau membuka mulutnya. Kyuhyun membelalakkan matanya karena dua orang wanita didepannya terlihat sangat akur. Padahal sebelumnya hubungan mereka sangat parah. Dia juga terkejut dengan tingkah Rae yang mau makan dengan disuapi Anna, dulu dia hanya mau makan saat disuapi mendiang Eommanya saja.

“Setelah ini kau mandi, aku tahu kau tidak mandi seharian. Kau sangat bau!!” ucap Kyuhyun menggoda adiknya.

“Shireo! Ini sudah malam, pasti sangan dingin.. Lagipula tidak baik untuk kesehatan. Bukankah kau ini dokter? Kenapa bodoh sekali, hal seperti itu saja tidak tahu,” Rae tidak mau kalah.

“Tadi kau mau makan karena disuapi, pasti sekarang kau mau mandi jika ada yang memandikanmu bukan? Baiklah aku akan memandikanmu,” Kyuhyun mengedipkan satu matanya untuk menggoda Rae.

PLAKK PLAKK

Rae memukul bahu Kyuhyun dan mendorongnya menjauh, “Aku bisa mandi sendiri, dasar Ahjussi mesum!!” teriak Rae sambil berlari menuju kamar mandi.

Anna hanya tertawa melihat kejahilan Kyuhyun kepada Rae.

“Dia memang sangat sulit jika disuruh mandi, dan itu adalah cara terampuh untuk membuatnya memasuki kamar mandi dengan sukarela.. Hahaha.”

“Oppa, kau sangat jahil..”

“Kau lihat sikapnya, dia suka marah saat dikatakan manja tapi kenyataannya dia lebih dari manja. Tapi aku bingung, kenapa dia mau saat kau menyuapinya? Denganku saja tidak mau.”

“Dia sedang merindukan Eommanya,” jawab Anna singkat.

“Bagaimana kau tahu?”

“Dia bergumam pelan menyebut Eommanya,” Kyuhyun hanya membalasnya dengan membulatkan mulut membentuk huruf O.

Mereka kini bagaikan sebuah keluarga kecil dengan Anna sebagai Eomma, Kyuhyun sebagai Appa dan Rae sebagai anaknya mengingat sifatnya sangat ingin dimanjakan.

***

“Yeoboseyo, wae?” tampak sebuah suara dari seberang telepon.

“Eonni, aku sakit.. Bisakah kau kerumahku sekarang?”

“Tentu saja, tunggulah 15 menit lagi aku sampai sana..” Flip!

Tak butuh waktu lama Anna sudah sampai di depan rumah Rae, lalu memencet tombol password karena memang sudah hafal dengan password rumah itu.

Melihat Rae yang berbaring di kursi sofa, Anna menyentuh dahinya. “Kau bohong! Kau tidak sakit kan?” tanya Anna to the point. Rae membuka matanya dan tertawa, “Hahahaha kena kau!!”

“Dasar anak manja, nakal pula, akan kuadukan pada Kyuhyun nanti!”

“Eonniiiiiii, aku tidak manja. Adukan saja, aku tidak takut!! Eonni, aku lapar, bagaimana kalau kita memasak bersama?”

“Wah ide bagus! Kebetulan aku juga lapar,”

Mereka berdua sudah bergelut di dapur, Anna mengajarkan Rae cara memasak, memotong sayuran, mengupas udang, dan lain-lain. Tidak terlalu sulit mengajar Rae karena memang Rae adalah anak yang cerdas.

“Nah, sekarang kupas kentang ini.. Pelan-pelan saja,”

“AWWWWW, EONNIIIII AKU BERDARAH!!” teriak Rae histeris.

“Aish kau ini lebay sekali! Kemarikan tanganmu, akan kuobati.”

Setelah selesai, mereka menghidangkan berbagai masakan dimeja makan dan mulai menyantapnya satu persatu.

“Hmm..nyamm..untuk seorang pemula rasanya tidak terlalu buruk,” kata Anna sambil mengacungkan jempolnya.

“Jeongmal? Aku memang hebat. Hyung saja yang tidak percaya kehebatanku,” ucap Rae membanggakan diri sendiri. Setelah selesai makan mereka memutuskan untuk bersantai sambil menonton TV.

“Rae,” panggil Anna pelan.

“Wae?”

“Aku ingin mengatakan sesuatu…,” Anna menghentikan kalimatnya sejenak, “Aku mewakili adikku untuk minta maaf atas apa yang pernah dia lakukan padamu. Aku tahu, mungkin susah bagimu untuk memberi maaf mengingat kelakuannya sangat buruk, tapi aku tetap berharap kau memaafkannya..” tubuh Rae menegang mendengar rentetan kalimat Anna. Tidak ada respon apapun dari mulut Rae, dia hanya diam membisu.

“Sera adalah adik tiriku. Dia tidak sejahat yang kau pikirkan, dulu aku adalah sunbaenya ketika SMP. Bisa dibilang hubungan kami sangat dekat. Dia anak yang baik, polos, dan selalu ceria. Bahkan Sera dan ibunya juga sering main kerumahku dan hal itu membuat ayakhu jatuh hati pada ibunya. Sera tidak suka jika ibunya menikah lagi, lain halnya dengan ku, aku sangat berharap mereka menikah sehingga Sera bisa menjadi adikku. Aku memang egois karena mementingkan diriku sendiri, aku terlalu terobsesi dengan sosok ‘adik’ dalam hidupku. Sejak Ayah dan ibu Sera menikah, Sera selalu mengurung diri dikamar dan membenciku serta ayahku. Dia merasa tertekan dengan keadaan yang menimpanya sehingga dia meluapkan kekesalan di sekolah, sejak saat itu dia menjadi sosok Sera yang liar dan menakutkan,” Rae tidak tersentuh sama sekali dengan cerita Anna, dia tetap diam ditempat dan menatap datar kedepan tanpa berniat membuka suara.

“Sera sering pulang malam, main di club serta mabuk-mabukan. Saat itu ibunya menjemput di club, tapi ketika perjalanan pulang mobil yang mereka tumpangi tertabrak truk yang melaju dari arah berlawanan. Ibu Sera meninggal ditempat, sedangkan Sera sempat dilarikan di rumah sakit. Kau tahu apa kata-kata terakhirnya?” merasa diajak bicara Rae menolehkan kepalanya.

“Dia berkata ‘Mianhae Appa, Eonni, Rae’ , setelah itu dia menutup matanya. Aku bingung dengan apa yang dikatakannya, aku tidak mengenal yeoja bernama Rae sama sekali hingga saat kau ditaman…semuanya terungkap. Aku percaya kau adalah anak yang baik, aku mohon maafkanlah Sera,” Anna menyelesikan ceritanya dengan menggenggam tangan Rae.

“Aku…aku tidak bisa memaafkannya Eonni, ini sangat sulit” ucap Rae masih sambil tertunduk.

“Apa gunanya memendam kebencian pada orang yang sudah meninggal Rae, lagipula memaafkan adalah hal yang mulia. Mungkin dengan memaafkan Sera bisa membuat rasa traumamu hilang,”

“Dia benar-benar keterlaluan Eonni, aku sangat membencinya, dia juga selalu membuat hidupku tidak tenang,”

“Kau tahu, aku alergi jus mengkudu, aku phobia cicak, punggungku sakit saat terpeleset kelereng hingga tidak masuk kuliah… tapi aku bisa memaafkanmu, kenapa kau tidak?”

Rae terkejut dengan pengakuan Anna, “Eonni alergi jus mengkudu dan phobia cicak?”

“Ne, lidahku menjadi gatal jika merasakan mengkudu. Dan saat aku memegang cicak, aku membayangkan agar-agar agar tidak takut. Sejak saat itu phobiaku pada cicak menghilang. Cobalah mengambil sisi positif dari pengalaman-pengalaman burukmu. Anggap saja Sera adalah orang yang memotivasimu untuk menjadi juara olimpiade matematika. Dengan begitu kau lebih mudah memaafkannya,” Rae terdiam mencerna kata-kata yang diucapkan Anna. Mungkin ada benarnya juga, pikirnya.

“Akan ku coba,” jawab Rae sambil tersenyum.

“Aku tahu kau bisa melakukannya,” Anna memeluk Rae erat, “Gomawo”

“Cheonma…, kau bilang sangat menginginkan sosok adik, memangnya kenapa Eonni?”

Anna mulai bercerita masa lalunya, “Dulu aku hampir punya adik, tapi saat Eomma kandungku akan melahirkan, dokter mendeteksi adanya penyakit leukemia dan itu sudah stadium akhir. Akhirnya Eomma dan calon adikku tidak berhasil diselamatkan. Padahal aku sudah merencanakan banyak hal untuk kulakukan bersama calon adikku. Saat Appa menikah dengan Eomma Sera aku berharap bisa melakukan rencana yang tertunda itu bersama Sera. Tapi kenyataan berkata lain, Tuhan mengambil Sera lebih cepat.” Anna tersenyuman saat mengakhiri ceritanya.

“Mmmm mianhae Eonni, aku tidak tahu.. nggg Eonni, kau tahu, kau benar-benar mirip Eommaku, dulu Eomma juga suka memberiku nasehat sepertimu. Mungkin saat ini aku menjadi gadis yang anarkis dan pendendam gara-gara tidak ada sosok wanita yang memahamiku, dirumah hanya ada seorang namja –Kyuhyun Hyung–, aku terlalu malu dan takut membebaninya jika ingin menceritakan kisahku. Eonni, maukah kau menjadi teman curhatku? Aku membutuhkan seseorang yang sekiranya bisa memahamiku dan itu semua ada padamu eonni,” Anna langsung mengangguk senang. Tentu saja senang, pasalnya Anna mendapatkan seorang adik baru yang sangat unik.

“Lalu jika aku memanggilmu Eomma boleh?” lanjut Rae dan lagi-lagi Anna mengangguk senang karena dia tahu bahwa Rae sedang membutuhkan sosok Eomma disampingnya.

“Yippii, aku punya Eomma baru hahaha…” Rae senang sekali, saking senangnya sampai memeluk Anna erat.

“Aish lepaskan, sesak Raeeee!!”

“Hehe mian.. eng Eomma, jika kau ingin kembali dengan Kyuhyun Appa kembalilah.. aku minta maaf atas kejadian dulu, aku memang egois dan kekanakan.”

“Sudahlah, tidak perlu meminta maaf juga sudah kumaafkan,” ucap Anna, tapi dia seperti tersadar akan sesuatu, “MWO? KYUHYUN APPA?”

Rae mengangguk semangat, “Jika kau menjadi Eomma ku, maka Kyuhyun akan menjadi Appaku. Hahahaha aku tahu kau sangat mencintainya.”

Muka Anna memerah seperti tomat akibat kata-kata yang dilontarkan Rae, dalam hatinya sangat senang seperti ada ribuan kelinci yang sedang menari-nari merayakan kesenangannya.

***

Rae berencana mengubah diri menjadi seorang wanita sesungguhnya dengan meminta Anna membantu dan menemani shopping di pusat perbelanjaan kota Seoul. Anna memilihkan beberapa dress, tas tangan, serta high heels yang sekiranya cocok untuk Rae kenakan. Selera fashion Rae benar-benar buruk. Setelah selesai shopping mereka memutuskan ke rumah sakit untuk mengunjungi Kyuhyun.

“Eomma, kau belum mengajak Appa rujuk bukan? Ini adalah saatnya,” ajak Rae sambil menarik tangan Anna menuju ruangan Kyuhyun.

“Hh, tapi kalau dia tidak mau menerimaku lagi bagaimana?” ucap Anna takut-takut.

“Jika dia tidak mau, yasudah kita pulang”

“Yak, kau mau membuatku malu hah?” teriak Anna didepan muka Rae, sedangkan Rae diam saja pura-pura tidak dengar.

“Masuklah Eomma dan katakana bahwa kau masih mencintainya lalu mintalah kembali seperti dulu,”

“Aish kau pasti sedang membullyku lagi saat ini,” ucap Anna pasrah.

Pelan-pelan dia membuka pintu ruangan Kyuhyun, lalu menutupnya kembali. Rae menunggu di depan sambil menempelkan telinganya di depan pintu untuk menguping pembicaraan mereka.

“Ah, Anna ada apa kemari? Bukankah magangmu sedang libur?” tanya Kyuhyun sambil menghentikan tugasnya mengecek berkas-berkas pasien.

“Eng, sebenarnya aku kesini ingin mengatakan sesuatu. Oppa, Aku masih mencintaimu, bisakah kita kembali seperti dulu?” Anna merasa sangat gugup karena ini pertama kalinya dia mengungkapkan perasaannya secara terang-terangan pada seorang namja duluan. Biasanya seorang namja dulu yang mengungkapkan baru dia membalasnya.

Kyuhyun terdiam, dia terlihat berpikir dan menimbang-nimbang ajakan Anna. Tapi dia juga memikirkan kondisi Rae, dia takut jika suatu saat rasa trauma Rae kambuh kembali. Setelah diam selama 2 menit, akhirnya Kyuhyun membuka suara.

“Maafkan aku Anna, aku tidak bisa.. Ini berkaitan dengan Rae,” ucap Kyuhyun sambil menunduk.

“Tapi Rae__,” lagi-lagi sebelum Anna sempat berbicara hingga selesai, Kyuhyun memotongnya.

“Bukankah aku sudah mengatakan kalau Rae adalah prioritasku, aku tidak bisa maafkan aku.”

Anna merasakan matanya mulai panas, dia hanya menunduk merasa malu karena permintaannya ditolak. Sedangkan Kyuhyun menahan tawa melihat muka Anna yang memerah. Sebenarnya ini adalah rencana Rae untuk membully Anna, pada awalnya Kyuhyun menolak karena takut jika Anna kecewa atau marah. Tapi tak disangka ternyata Kyuhyun mengikuti permainan Rae dengan baik dan benar.

Kyuhyun bangkit dari kursinya lalu berjalan mendekati Anna, dengan tiba-tiba dia melingkarkan tangannya untuk memeluk Anna.

“Op..Oppa,” Anna terkejut dengan perlakuan Kyuhyun yang tiba-tiba ini, jantungnya berdetak 10x lebih cepat dari biasanya.

“Maafkan aku, ini semua rencana Rae. Aku juga mencintaimu dan mau kembali lagi seperti dulu,”

Anna buru-buru melepaskan pelukan Kyuhyun, “Oppa kau sama menyebalkannya seperti Rae..huh kau tau, aku sangat malu.”

“Aku tahu, mianhae. Tapi aku sangat senang jika kau sedang malu begini, terlihat lebih menggemaskan.” ucap Kyuhyun sambil mengangkat dagu Anna, dia mendekatkan bibirnya ke bibir Anna. Merasa mengerti dengan apa yang dilakukan Kyuhyun, Anna menutup matanya. Sedikit lagi…

BRAKK

“OMOOOOO,” suara teriakan Rae dari arah pintu mengintrupsi kegiatan mereka.

Kyuhyun menggeram sebal karena suasana romantis mereka digagalkan oleh sang trouble maker –Rae–, sedangkan Anna menunduk malu ketahuan hampir berciuman.

“Ciumannya jika sudah menikah!! Kita pergi saja Eomma sebelum Appa menyerangmu kembali,” dengan cepat Rae menarik Anna keluar dari ruang Kyuhyun.

Kyuhyun hanya terbengong mendengar ucapan Rae, “Eomma? Appa?” gumamnya pelan.

Tapi seketika matanya melebar, “YAK, APA MAKSUDMU?” teriak Kyuhyun sambil keluar ruangannya. Dia tidak menyadari bahwa beberapa orang pengunjung dan suster menatapnya kaget melihat sang dokter berteriak-teriak seperti orang gila.

Kyuhyun melihat Rae dan Anna sudah berjalan menjauh lalu berteriak kembali, “KALIAN BERHUTANG PENJELASAN PADAKU!!”

Rae menoleh sekilas dan meleletkan lidahnya ke arah Kyuhyun lalu menghilang dibalik tikungan rumah sakit.

Kyuhyun seolah kembali ke alam sadarnya, dia bingung karena semua orang menatapnya dengan pandangan aneh. Dia baru ingat beberapa detik lalu melakukan hal yang memalukan dan tidak sopan. Buru-buru dia menundukkan kepala kepada semua orang,

“Josonghamnida, josonghamnida,” ucap Kyuhyun dan langsung masuk kembali keruangannya.

FIN

Akhirnya karya saya selesai juga~. Bangga? Tentu sajaaa. Kkkk~

Terima kasih sebanyak-banyaknya buat readers yang selalu setia mantengin FF saya, para Admin dari fanfiction yang sudah mau memposting FF buatan saya, dan juga keluarga Oppadeul Suju yang sudah mau meminjamkan namanya.

Tanpa kalian FF saya tidak akan sesukses ini #apasih . Peluk cium buat kalian semua, muahh muuuuacch !!!!

 

2 thoughts on “[FF Freelance] My Sister VS My Girl (Chapter 3 – END)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s