[FF Freelance] Royal Beethoven: Altair Kingdom (Before Story)

royal-copy

Title                 : Royal Beethoven: Altair Kingdom (Before Story)

Author            : Quorralicious

Length             : Multi Chapter

Rating             : PG 15+

Genre              : Happy Romance

Main Cast      : Yoona SNSD dan Sehun EXO

Pairing            : Yoona dan Sehun

Quote              : please be my Princess!

Previous        : Prolog

Disclaimer     : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

A.N                   : Ini proyek terbaru dari Quorralicious jadi ceritanya ada tujuh kerajaan dengan ketujuh pangerannya, judul utamanya tetap Royal Beethoven cuma untuk setiap penggantian main cast pangerannya maka judulnya juga akan berbeda, seperti untuk judul ini Royal Beethoven: Altair Kingdom kenapa? Karena Sehun main castnya jadi untuk maincast pangerannya berbeda-beda (maksudnya disini romance Sehun dan Yoona lebih banyak ketimbang Pangeran lain yang gak kalah kece) tapi Yoonanya tetep jadi main cast cewek untuk semua pangerannya tiap judulnya dan setiap satu judul itu series, tapi nantinya akan saling berhubungan di setiap chapter real storynya, ngerti kan?? (Author aja gak ngerti ma penjelasan sendiri, hehehe/plaak//peace/) Semuanya menggunakan Author POV, jika ada tulisan Sehun POV dan Yoona POV, otomatis lanjutannya kembali menajdi author pOV, ngerti kan? Sip! WARNING Typo bertebaran, Don’t BASH, Don’t be SIDERS, enggak suka pairingnya gak usah dibaca happy reading ^^

 

 

“Pangeran Mahkota, saya mohon jangan lagi marah yang Mulia,” pengawal pribadinya memohon lirih, matanya menerawang menatap ke sekeliling ruangan makan kerajaan Altair yang setiap sudutnya membeku, kursi-kursi dan meja panjang yang terasa dingin, makan malam yang sudah disajikan di meja, buah-buahan yang sengaja diletakkan ditengah meja, termasuk lampu candlelier yang menerangi ruangan itupun ikut membeku atap ruangan yang terbuat dari kayu mahoni mulai menampakkan serpihan serpihan salju yang meruncing, begitu juga dengan lantai ruangan ini menjadi licin karena es yang melapisinya dan tentu saja ruangan ini menjadi lebih dingin suhunya berada dibawah 0 derajat celcius membuat para pengawalnya menggigil kedinginan.

Sifat pemuda yang baru memasuki masa pubertasnya itu semakin tidak terkendali saat dia merasa kesal atau marah akan sesuatu para pengawal Kerajaan Altair harus bersiap untuk membereskan semua kekacauan yang Pangeran Sehun perbuat setiap harinya.

“Tidak mau! Kau harus segera menyajikan kue chocopie dihadapanku saat ini, aku tidak peduli jika Baker yang membuat kue Chocopie ini pergi atau mati sekalipun yang harus kau penuhi adalah keinginanku untuk memakan kue chocopie yang lembut dan manis itu, itupun kalau kau tidak ingin ruangan kerajaan lain menjadi korban amukanku!” bentak Pangeran Sehun dengan nada yang meninggi tegas menolak permohonan pengawal pribadinya yang biasa disebut pengawal Yoo.

Mau tidak mau pengawal Yoo harus memutar otaknya untuk menciptakan sebuah keajaiban yang belum dia pikirkan sama sekali, bagaimana bisa dia menciptakan sebuah kue chocopie yang hanya bisa dibuat oleh Baker Han satu-satunya yang baru saja meninggal kemarin karena serangan jantung.

“Harus bagaimana lagi?” keluh pengawal Yoo sambil melangkah gontai mengarahkan kakinya menuju ke toko kue langganan Pangeran Sehun yang dikenal dengan nama Orlando Bakery, tentu saja dia pasti akan mendapat penolakan dari setiap Baker disana, mereka tidak akan berani menyajikan kue chocopie yang rasanya tentu tidak sama persis itu pada Pangeran Sehun selain dia ini mempunyai temperamen yang keras dan pemarah Pangeran Sehun juga tipe Pangeran yang pemilih dalam hal makanan dan para Baker disana sudah mengetahui sifatnya itu tentu saja tidak ingin membiarkan dan merelakan leher mereka untuk dipenggal begitu saja karena amukan Pangeran Sehun yang tidak puas dengan kue buatan mereka yang berbeda rasa.

.

.

Sementara itu dilain tempat di sudut kerajaan Polaris terlihat seorang yeoja sedang menghitung uang yang tersisa dalam tabungannya, setelah dia dipastikan memasuki Royal Academy Calderra oleh ahjumma Taeng dia bertekad untuk membiayai keperluan sekolah lainnya dengan kemampuannya sendiri, selama ini dibawah didikan keras ahjumma Taeng Yoona bisa menjahit dan mempadupadankan pakaian dengan baik, memasak juga salah satu keahliannya apalagi jika berhubungan dengan semua hal yang manis tentu saja Yoonalah spesialisnya karena dia sangat menyukai hal yang manis, dia juga pintar dalam merangkai bunga dan mengerti arti masing-masing dari bunga-bunga yang indah itu semuanya berkat ketelatenan ahjumma Taeng yang bisa membuat Yoona menguasai semuanya itu.

“Hmm, uang tabunganku masih kurang untuk membeli seragam dan beberapa buku serta tas,” keluhnya sambil memandangi lembaran-lembaran uang yang sudah berjejer rapi diatas kasurnya itu sementara disampingnya terletak celengan babinya yang sudah berlubang karena dia bongkar. “Sepertinya terpaksa aku harus menerima tawaran pekerjaan dari bibi Lim biro jasa,” ujar Yoona saat kembali melihat persediaan makanan mulai menipis di lemarinya.

Yoona mendesah berat saat ditangannya sudah tergenggam sebuah kertas dilihatnya kembali kertas tersebut yang berisi informasi pekerjaan apa saja yang menantinya, Ah rupanya ada 3 jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya namun saat dia kembali mengecek ulang lokasi tempat kerjanya dia berdecak kagum dengan jadwalnya itu, bagaimana bisa dia selama tiga bulan ini bisa bekerja di enam tempat yang berbeda? Yoona kira dia hanya akan mendapat pekerjaan disini saja, di kerajaan Polaris tempat dia dibesarkan.

Dua minggu pertama pekerjaan menjadi Baker disalah satu Bakery terkenal menantinya, tepatnya di kerajaan Altair, begitu berat hati Yoona mengemasi barang-barangnya yang diharapkan akan cukup untuk perjalanannya mengelilingi Milky Way dalam waktu 90 hari ini kalau saja dia tidak membutuhkan uang dia pasti akan memikirkan ulang tawaran bibi Lim.

Dan dua minggu lainnya menanti disetiap kerajaan yang berbeda membuat perasaan Yoona bercampur aduk antara bahagia, kesal dan gugup dia bahagia akhirnya dia yang selama ini terkurung di kerajaan Polaris ini akhirnya bisa mengetahui keadaan dan keindahan kerajaan lain, dia kesal karena bibi Lim seenaknya saja mengaturkan pekerjaan untuknya dan memilihnya di lokasi yang lumayan jauh satu sama lain, dia juga gugup karena dalam 90 hari ini dia pasti akan menemui orang-orang baru yang akan memasuki salah satu ruang kehidupan pekerjaannya.

Saat Yoona tiba di kerajaan Altair dia lumayan terkagum-kagum dengan hiasan indak dan mencolok disetiap sudut kota kerajaan Altair, beberapa patung es yang terukir indah dapat dia temui disana bahkan saat musim panas seperti inipun sepertinya patung es yang mencair ini bukanlah suatu masalah untuk mereka, “Raja dan Pangeran kami memiliki kekuatan untuk membekukan dan menciptakan es karena itulah kami tidak khawatir es akan mencair disaat musim panas karena di saat pagi hari menjelang es itu akan terbentuk kembali menampilkan patung yang berbeda setiap harinya,” jelas salah satu warga yang kebetulan mendengar pertanyaan dan kekagumannya itu.

“Ah kurasa ini jalan yang benar, jalan yang tertera pada alamat yang diberikan bibi Lim kepadaku, Orlando Bakery Gaemgyu Street 56B, Altair Kingdom,” ucap Yoona lebih kepada diirnya sendiri sambil menunduk memastikan kembali alamat yang ditujunya itu benar.

“Permisi,” ujar Yoona sambil masuk kedalam toko Bakery yang sepertinya belum tutup meski sudah malam seperti ini, dan samar-samar Yoona bisa mendengar keributan disana, “Kumohon buatlah chocopie seperti biasa saja tidak usah yang harus sama persis seperti Baker Han,” ujar seseorang yang penampilannya sangat tegas bagaikan seorang pengawal,”Kami mohon maaf, kami tidak bisa memenuhi permintaan anda tuan, berbeda jika Baker Han sudah meninggal kamii tidak bisa menerima orderan anda lagi seperti biasa,” tolak salah satu dari ketiga orang yang juga berdiri, pakaian mereka berwarna putih dengan topi khas koki yang menghiasi kepala mereka.

“Permisi, aku pekerja tambahan baru disini,” sapa Yoona saat suasan hening sudah dia rasakan, keempat pasang mata kini mematung memerhatikan dirinya, salah satu namja yang berdiri disana mencoba memberi tanda dan isyarat agar Yoona tidak menerima langsung orderan yang pasti akan diajukan oleh lelaki yang berbaju pengawal ini,”Maukah anda menerima orderan saya? Cukup 4 dus kecil chocopie,” ujarnya lagi dengan perasaan sendu dan terlihat mengiba-iba pada Yoona yang belum bisa menangkap kejadian yang sebenarnya. “Baiklah akan aku terima, jika 4 dus yang anda minta berarti jumlahnya 16 buah kan? Besok silahkan anda datang membawa orderannya,” sahut Yoona enteng bahkan dia masih sempat saja memberikan senyuman pada namja yang dia rasa kasihan itu.

“Kau GILA!,” bentak salah satu dari ketiga chef dessert disana,”Belum juga kau tahu untuk siapa pesanan itu kau sudah main ambil saja, jika terjadi sesuatu padamu kami tidak mau tahu!!!!,” teriak yeoja yang berparas cantik dengan rambut ikal pendeknya, dia bername tag Sunny, kenapa mereka begitu berlebihan sekali menghadapi pesanan chocopie yang berjumlah 16 ini ya? Gumam Yoona, belum selesai rasa penasaran dia lalu dia mendengar sesuatu,”huh masalah lagi,” gerutu namja yang bertubuh tambun dan memiliki tahi lalat disisi bibirnya itu sambil berlalu mengikuti kedua temannya yang sudah terlebih dahulu berpencar kembali pada pekerjaan masing-masing.

***

“Kau sungguh pengawal pribadiku yang paling bisa kuandalkan,” ucap Pangeran Sehun bahagia pada pengawal Yoo yang sedang berdiri disampingnya dan mulai mengembangkan senyuman lagi pada semua orang yang dia lalui,”Lihat! Apa yang kukatakan kemarin benar bukan? Baker itu tidak pergi juga tidak mati,” dengus Pangeran Sehun angkuh. Pangeran Sehun kembali fokus menyantap semua makanan yang berada dihadapannya itu, belum juga habis satu ditangan kanannya, tangan kirinya sudah bersiap memegang chocopie untuk memakan bagian selanjutnya. “Tidak tuanku yang mulia Pangeran Sehun, Baker Han memang sudah meninggal,” mendengar penjelasan dari pengawal Yoo membuat Sehun yang sibuk meminum air putih untuk melepaskan dahaganya itu Sehun tersedak air yang dia minum.

“Lalu siapa yang membuat kue chocopie ini? Sangat persis, bahkan terasa lebih enak,” ujar Pangeran Sehun sesaat menghentikan tangannya yang bersiap memasukkan kue kedalam mulutnya namun tidak jadi karena rasa penasaran dia akan Baker baru ini. “Namanya Im Yoona tuan, dia bukan pekerja tetap di Orlando Bakery dia hanya pekerja tambahan yang kebetulan selama dua minggu ini dia akan membantu di Bakery karena Baker Han sudah meninggal dan mereka membutuhkan pekerja tambahan,” sahut pengawal Yoo tanpa mengurangi rasa hormatnya pada sang Pangeran. “Aku ingin bertemu dengannya,” gumam Pangeran Sehun yang diiringi oleh anggukan dari pengawal Yoo sembari menatap kepergian pengawal Yoo Pangeran Sehun tersenyum,”Aku sangat penasaran akan sosok Im Yoona ini,” lirihnya pelan dengan suaranya yang berat.

.

.

.

“Maaf, aku tidak bisa memenuhi permintaanmu untuk yang kali ini,” jawab seorang yeoja yang saat ini rambutnya diikat keatas membentuk ponytail dan dirambutnya terdapat bando berwarna tosca, dia menjawab permohonan lelaki yang pernah dia bantu itu tanpa menghentikan tangannya yang sedang sibuk menakar tepung untuk pembuatan kue Blackforest andalannya, “Tapi Nona, Pangeran yang memintanya,” tegas pengawal itu seakan tidak menghiraukan jawaban Yoona sebelumnya, perkataannya hanya dijawab oleh desahan nafas yeoja tersebut yang kemudian menghentikan aktivitasnya.

***

“Uhh sudah kubilang aku tidak ingin menemuinya, kan jadinya aku harus ribet seperti ini,” gerutu Yoona sambil mengangkat rok bawahnya yang hampir terinjak olehnya, tubuhnya tidak seimbang karena high heels tinggi yang tidak biasa dia kenakan.

“Selamat sore yang mulia Pangeran Sehun, saya Im Yoona,” sapanya hormat pada Pangeran yang tengah duduk membelakanginya dia mencoba bersikap sehormat mungkin karena tidak ingin mendapat masalah dengan keluarga kerajaan.

“Oh, kau yang bernama Im Yoona,” sahut Pangeran masih membelakanginya,”Ya yang Mulia, saya Im Yoona pekerja tambahan Orlando Bakery,” jawab Yoona masih bersikap sopan, lalu dilihatnya Pangeran Mahkota kerajaan Altair itu mulai membalikkan badannya dan terlihat wajahnya yang menawan, rambutnya yang lurus pendek berwarna blonde itu terlihat pas dengan bentuk wajahnya yang panjang dan lonjong, rahangnya yang tajam menambah pesonanya, sosok Pangeran dihadapannya itu mulai bergerak mendekatinya,”Berapa lama kau berniat untuk tinggal di kerajaan Altair? kurasa jika kulihat dari penampilanmu ini kau pastinya bukan dari kerajaan Altair,” tebaknya setelah memperhatikan Yoona dari ujung kaki hingga ujung kepala, dia terlihat sedikit tersentak saat menyadari warna rambut Yoona yang menurutnya menarik dia kira rambut Yoona berwarna Ungu tua atau Biru tua tetapi dia lumayan tercengang saat melihat rambut hitam legam yang dimiliki Yoona. “Kurasa aku akan membutuhkanmu untuk persiapan ulang tahunku dua minggu ini, aku ingin kau yang menyiapkan semua kue chocopie untuk 500 orang tamu undanganku.” pungkas Pangeran Sehun tanpa disertai permintaan meminta, dia hanya begitu saja memutuskan Yoona untuk menuruti perintahnya.

 

Selama seminggu lebih Yoona berkutat dengan kue chocopienya, dia memutuskan untuk mencari rasa yang baru dan berbeda-beda untuk marshmallow yang merupakan bagian dari chocopie ini,”Ah, rasa Mocca, Raspberry, Blueberry, Pineapple, dan oh iya rasa Mulberry!! Rasanya sudah cukup untuk semua pilihan rasaku ini, sekarang aku hanya perlu menambahkan ini… dan itu…” Yoona terus mengoceh pada dirinya sendiri saat meramu chocopie buatannya dia tidak menyadari sepasang mata sedang memperhatikannya dari ruang dalam istana yang menghubungkannya dengan dapur istana tempat Yoona sekarang yang sedang asyik memilah-milih rasa chocopienya itu.

***

“Wow, kau memang jenius chocopie, bagaimana bisa kau menambahkan rasa kedalam chocopie yang diluarnya cokelat ini? Kurasa kemampuanmu melebihi Baker Han,” ujar Pangeran Sehun yang sedang menikmati chocopie marshmallow Blueberrynya saat ini. “Lusa perayaan ulang tahunku, aku rasa kau juga harus menghadirinya kau harus melihat bagaimana ekspresi tamu undanganku saat menikmati chocopiemu yang lezat ini,” tambah Pangeran Sehun,”Terimakasih yang mulia, kau terlalu melebih-lebihkan,” jawab Yoona masih menunduk tidak berani menatap langsung seorang Pangeran didepannya ini, “Saya tidak bisa menghadiri pesta perayaan ulang tahun yang Mulia, karena saat itu saya sudah harus kembali melakukan perjalanan ke wilayah kerajaan lain, kontrak kerja saya sudah selesai sampai lusa nanti yang Mulia,” tolak Yoona sopan.

 

Pangeran Sehun POV

Sudah seminggu lebih detak jantungku berdegup kencang setiap aku melihat sosoknya, punggungnya yang terlihat dan tubuhnya yang membelakangiku, harus kuakui aku sudah jatuh cinta padanya saat kulihat paras cantiknya itu, wajahnya yang polos itu serta ah rambutnya itu hitam legam, tidak ada yang bisa menyamai warna rambutnya di Kerajaan Altair ini ah bahkan diseluruh wilayah Milky Way ini, pikir Pangeran Sehun masih memikirkan wajah yeoja yang lusa nanti akan pergi dari kerajaannya itu. “Kurasa aku harus lebih cepat mengutarakan isi hatiku ini,” gumam Pangeran Sehun sambil memegangi kalung milik ibunya Tiffany, tanda cinta ayahandanya itu.

.

.

.

“Ah, akhirnya aku menyelesaikan semuanya hari ini, besok aku hanya tinggal melapisi semua kue itu dengan cokelat yang sudah tiriskan dilemari,” ujar Yoona di sebuah kamar disudut lain istana, dia kemudian memukul-mukul sendiri pundak dan bahunya yang sedang pegal. Karena terlalu lelah Yoona memutuskan untuk segera mandi dan merebahkan dirinya diperaduan mimpi, didalam tidurnya Yoona memimpikan sebuah perang besar yang sangat menyeramkan dan membuatnya tersentak kaget lalu bangun dari tidurnya, keringat bercucuran dari pelipisnya, ah mimpi yang sangat buruk.”Aku harus tidur, besok hari yang sangat melelahkan akan tiba,” ujar Yoona pada dirinya sendiri sembari memaksakan tubuhnya untuk tidur kembali.

 

**

Yoona membereskan pekerjaan terakhirnya ini dengan sempurna, 1000 chocopie sudah siap untuk segera dinikmati nanti malam saat pesta, saat dia akan kembali ke kamarnya di koridor sepasang tangan menariknya menuju koridor lainnya yang sangat sepi, Yoona yang akan berteriak tertahan oleh mulut yang sudah membekapnya,”Jangan berteriak, ini aku Pangeran Sehun!” titah suara yang berada dibelakangnya itu suara yang sangat dekat dengan daun telinganya itu membuat Yoona gelagapan, Yoona yang sudah tidak asing dengan suara Pangeran pun akhirnya bisa bernafas lega lagi.

“Ada apa yang Mulia Pangeran, kenapa kau menakutiku seperti ini?” tanya Yoona yang mulai kesal dengan sikap Pangeran ini setelah tangan Pangeran Sehun lepas dari mulutnya,”Yang mulia Pangeran? Sudah dua minggu ini kau tinggal diistana dan aku rasa kau tahu bahwa kita ini seumuran, jadi bisakah kau hanya memanggilku Sehun saja?” pintanya sambil membalikkan badan Yoona agar bisa menghadapnya, Yoona hanya bisa diam dia gugup dengan situasi wajah Pangeran Sehun yang terlalu dekat dengan wajahnya,”Lalu apa yang membuatmu begini Se… se,, Sehun?” tanya Yoona sambil tergagap dia masih takut untuk memanggil Pangeran Sehunhanya dengan namanya saja,”Aku hanya ingin berdua saja denganmu,” sahutnya senyumannya mengembang dia tersenyum puas karena Yoona sudah memanggilnya hanya dengan namanya saja, tangannya menarik wajah Yoona yang sedari tadi mulai menjauh dari wajahnya itu kemudian dia membisiki Yoona,

 

“Aku menyukaimu, sudah hampir dua minggu ini aku memerhatikanmu dan kurasa sikap dan sifatmu yang memancarkan ketulusanmu inilah yang membuatku seperti ini,” ungkap Pangeran Sehun dalam bisikannya masih terlihat malu-malu dengan ungkapan cintanya sendiri.

.

.

.

Yoona POV

#Kurasa aku sudah memutuskan hal dengan benar#

 

**

“Kenapa kau Sehun-ah, terlihat tidak begitu bersemangat,” tegur Luhan yang sedang memegangi wine di tangan kanannya, dia sejak tadi memerhatikan temannya itu sudah seperti kehilangan gairah saja padahal kan pesta ulang tahunnya ini sangatlah megah dan meriah, kenapa dia justru terlihat sedih?

Sebenarnya dia tahu alasan Sehun temannya ini terlihat sedih seperti itu, #Kenapa Yoona bisa menolak ungkapan perasaanku? Kurang apa diriku? Kurasa alasannya menolakku itu sangatlah tidak logis # Luhan yang tadi melihat wajah kusut Sehun tentu saja sudha menggunakan kekuatannya untuk bisa membaca pikiran temannya itu, saat dia tahu alasannya dia hanya bisa tersenyum melihat temannya itu terlihat sangat bodoh jika sudah dihadapkan dengan yang namanya cinta.

“Iya Sehun-ah, kau kenapa?” tanya  Pangeran Suho yang semakin bingung karena namja yang dikenal sangat childish ini malah menundukkan kepalanya. Keempat Pangeran lainnya pun hanya menganggukan kepala pertanda menyetujui pertanyaan Pangeran Suho seakan pertanyaan inilah yang juga berada dikepala mereka.

“Cheer Up baby, masa yang sedang ulang tahun terlihat sedih seperti ini,” ujar ayahandanya Raja Kyuhyun yang sekarang sedang duduk disinggasananya, dia terlihat gusar dengan ekspresi anaknya yang terlihat depresi, jarang sekali putranya yang arogan dan pemarah ini memperlihatkan ekspresinya yang seperti ini.

 

#Untuk selanjutnya, aku melangkahkan kakiku menuju arah utara Milky Way tidak begitu jauh dari sana pekerjaan sebagai Florist menantiku di kerajaan Aurora#

 

To be Continue

P.S: Suka gak? Maaf ya malah jadi gaje ini, yang pernah baca prolognya pasti tahu kelanjutannya kita akan beralih ke kerajaan mana, yang pasti ini baru before storynya ya, so semua pairing yang kalian suka akan mempunyai cerita masing-masing, tolong tinggalkan jejak dan kritik, saran serta pujiannya ya, hehehhehe. Gak rela kalau masih ada SIDERS di fanficku yang ini, huhu.. readers yang komentarnya menarik bisa request giliran Pangeran manaa yang akan tampil di before story ini, tentunya setelah Pangeran dari kerajaan Aurora/lirikKyungsoo/plaak/>,< Happy waiting, keep reading, salam cupcup. Banyak yang koment di prolognya semoga banyak juga di before story ini, kalo gak aku mewek nih/larike kai/ hiks, hehehe.

 

4 thoughts on “[FF Freelance] Royal Beethoven: Altair Kingdom (Before Story)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s