[FF Freelance] Cotton Candy Boy (Chapter 2)

tumblr_n1ctt6Gg3e1sbd8nbo1_1280_2

Title                 : Cotton candy Boy chapter 2

Author            : Quorralicious

Length             : multichapter

Rating             : PG 15+

Genre              : Romance Fluff

Main Cast      : Yoona SNSD dan Xiumin EXO

Pairing            : Yoona dan Xiumin

Quote              : boy, boy, oh boy! My cotton candy boy!

Previous        : Chapter 1,

Disclaimer     : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster: by gunpark @highschoolgraphics.wordpress.com

A.N                    : WARNING Typo bertebaran, SIDERS please go away, TRUE READERS yook merapat ^^ well, entah kenapa kalau Quorra bikin fanfic genre romance fluff itu selalu gak bisa, type orang yang tidak romantis jadi sulit sekali bikinnya, hoho.. So, maaf ya yang ngerasa ini fanficnya jelek banget.. huhu.. Maaf kalau gaje.

Previously

 “Minseok? Bangun Minseok!” ujar Yoona, mungkinkah namja ini tidak tahu caranya berenang? Lalu kenapa dia terjun begitu saja kearah kolam renang? Tanpa Yoona rasakan Jantungnya berdegup lebih kencang dari sebelumnya.

.

.

“Yoona-ya, mianhaeyo..”

“Yoona-ya, bisakah kau memaafkanku kali ini saja?”

“Yoona-ya, aku tak tahu akhirnya akan seperti begini jadinya, maafkan aku.”

“Yoona-ya? Maafkan aku, jadilah temanku, ne?”

Terlihat Xiumin sedang berbicara sendiri didepan cermin panjangnya yang ada dikamarnya, semenjak kejadian itu hubungan Xiumin dan Yoona menjadi lebih parah dari sebelumnya, bahkan Yoona menghindarinya selalu seperti itu selama seminggu setelah kejadian itu, kejadian dimana dia… ah memikirkannya saja membuat pipiku merah merona jadinya, batin Xiumin sambil memegangi bibir bawahnya.

“Hei, Minseok-ah kau sedang apa? Bukankah hari ini kau ada kelas Bahasa Inggris ya,?”tegur Suho saat berjalan melewati kamar Xiumin yang kebetulan tidak dia tutup, Suho memandangi Xiumin yang sedang berlatih didepan cerminnya dengan wajah bingung. Anak itu sedang jatuh cinta rupanya, tapi dengan siapa? Rasa penasaran muncul begitu saja dibenak Suho yang menghentikan langkahnya yang tadinya dia ingin pergi ke dapur,”Suho! Kenapa kau malah berhenti ditengah jalan seperti ini menghalangi saja, minggir kau!” hardik Sehun yang sudah ada dibelakangnya memegangi handuk yang dia selipkan diatas pundaknya.”Kau juga mau pergi hari ini? Mau kemana?” tanya Suho melihat Sehun yang sudah akan pergi ke kamar mandi padahal hari ini Sehun tidak ada kelas, “Mau tahu saja kau!,” sergah Sehun tidak ingin menceritakan alasannya pada Suho.

.

.

.

“Argh, sepertinya dia tidak akan memaafkan aku kali ini, seharusnya kau tutup saja matamu saat itu Xiumin ah,” teriak Xiumin kesal pada dirinya sendiri, bagaimana dia tidak kesal pada dirinya sendiri, saat Yoona memberinya CPR, Xiumin malah membuka matanya dan dengan polosnya,”Yoona-ya kau sedang melakukan apa kepadaku?” ujarnya saat bibir keduanya saling bertautan dimana Yoona memberikan oksigen untuknya, Xiumin memang benci kolam renang dia bisa segala jenis olahraga karena appanya menyuruhnya untuk berlatih tetapi untuk berenang sepertinya Xiumin paling anti dengan olahraga satu itu.

Yoona yang mendengar ucapan Xiumin yang polos itu tersentak kaget dan marah karena seakan-akan dialah yang menginginkan untuk memberikan CPR pada Xiumin, apdahal maksud Yoona saat itu baik, dia takut Xiumin tidak bisa melanjutkan hidupnya. Lalu Yoona pun berdiri saat Xiumin sudah bisa duduk dengan sendirinya, Pletak!! Jitakan Yoona sukses mendarat kembali diatas kepala Xiumin yang masih basah oleh air kolam,”Kamu itu membuatku kaget saja, aku pikir kamu akan mati!!” desis Yoona,”Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri jika kamu mati karena mencoba menyelamatkan aku, karena itu jangan lakukan hal seperti ini lagi! Jangan lagi menolongku jika kau sendiri saja tidak bisa berenang dan menolong dirimu!” desis Yoona dengan nada yang semakin meninggi, lalu dia berpaling membelakangi Xiumin lalu pergi menuju arah pintu keluar gedung khusus kolam renang. Kamu? Yoona memanggilku dengan kata kamu? Pikir Xiumin saat dirinya yang baru saja sadarkan diri harus menerima ocehan Yoona yang jengkel karena kecerobohannya. Akhirnya dia memanggilku dengan sebutan kamu, berarti dia sudah merasa dekat denganku ya? Senyum Xiuminpun mengembang diwajahnya kemudian dia pun keluar dari gedung itu setelah memastikan mengganti baju dengan baju cadangannya ditas.

Sayangnya pemikiran Xiumin itu jauh dari kenyataan, Yoona tidak menjadi lebih dekat dengannya bahkan lebih terkesan menjauhi untuk bertemu dengannya. Jadi untuk hari ini, Xiumin bertekad untuk meminta maaf pada Yoona dia tidak ingin Yoona terus menerus marah kepadanya. Dia ingin menjadikan Yoona sebagai temannya, karena itu diapun mencari informasi di internet bagaimana cara meminta maaf pada seorang yeoja, ada banyak pilihan disana namun semuanya lebih mengarah pada bagaimana cara meminta maaf pada seorang yeojachingu ketimbang kepada yeoja yang diinginkan untuk menjadi chingu,

Bagaimana cara meminta maaf pada seorang yeoja?

  1. Berikan dia bunga mawar, meski sekuntum pasti yeoja akan dibuat meleleh oleh bunga itu.
  2. Berikan hadiah yang membuat dia merasa berarti atau diperhatikan misalnya dia menyukai suatu kegiatan kamu bisa memberinya hadiah yang berkaitan dengan kegiatan favoritnya itu.
  3. Berikan perhatian 24 jam, siaga untuk berada disamping yeoja.
  4. Berikan sesuatu yang manis, seperti cokelat, permen, atau bisa juga cotton candy.
  5. Berikan dia serenada dari piano yang kau mainkan!

Dari keempat pilihan itu semua, yang paling memungkinkan bagi Xiumin adalah nomor 2 dan nomor 4, kenapa? Karena kalau dia menggunakan nomor 1 dia takut Yoona kembali salah paham, dan nomor 3 untuk bertemu dengan Yoona saja susahnya minta ampun apalagi saat ini Yoona sedang menghindarinya sejauh mungkin, untuk nomor 5 masa dia harus meminta appanya membawakan grand piano favoritnya ke China? Sangat mustahil, Xiumin baru bisa memainkan piano jika itu adalah grand piano miliknya dan bukan yang lain. Karena itu beberapa hari ini Xiumin berkutat dengan kesibukannya di toko olahraga, dia mencari kacamata renang. Setelah menemukan kacamata renang yang cocok diapun membungkusnya dengan rapi.

 

“Yoona-ya, mianhaeyo..bisakah kau memaafkanku kali ini saja? aku tak tahu akhirnya akan seperti begini jadinya, maafkan aku.” Ucap Xiumin saat melihat Yoona sudah didepannya, lalu Xiumin pun menyodorkan kotak bingkisan hadiahnya dan menarik tangan Yoona agar mau menopang dan menerima hadiahnya, lalu dia pun berujar,”Tunggu sebentar jangan pergi ya…” Xiumin malah pergi berlari kearah gerbang kampus, Yoona yang masih bingung dengan sikap Xiumin hanya bisa diam ditempat dan menuruti perintah Xiumin untuk tidak pergi.

.

.

TADA!!! Xiumin kembali dengan dua cotton candy berwarna pink dan putih ditangannya wajahnya riang dan tersenyum sumringah saat tahu Yoona masih menunggunya. Yoona melihat dua cotton candy itu, dalam seketika air matanya mengalir deras dari matanya bukan karena terharu tetapi karena cotton candy ini mengingatkannya akan sesuatu di masa lalu.

 

FLASHBACK ON

Author POV

“Yoona-ya, hari ini adalah hari ulangtahunmu karena itulah appa mengajakmu ketaman bermain, beberapa hari ini appa jarang mengajakmu main,” ujar appanya lembut pada Yoona yang masih terlihat lebih kecil dengan kunciran dirambutnya. “Ne, appa, gomawo aku sangat senang dengan kejutanmu ini,” sahut Yoona kecil sambil menggenggam tangan appanya dan berjalan berdampingan masuk menuju wahana yang berada ditaman bermain, tiba-tiba “Yoona-ya tunggu disini ya,” appanya berlari entah kemana, “ini untukmu,” ujar appanya saat dia muncul kembali dengan satu cotton candy ditangannya,”Maaf tadi appa meninggalkanmu tiba-tiba, appa sudha lama ingin memberimu cotton candy dan appa takut cotton candy menjadi lengket karena itulah appa berlari memanggil cotton candy pesanan appa,” jelas appanya menjelaskan kenapa dia meninggalkan Yoona.”uang appa hanya cukup untuk membeli satu saja, karena itu kau harus membaginya dengan appa ya,” ucap appanya lembut sambil mencomot sedikit cotton candy dan menyuapi Yoona. Setelah habis, Yoona yang sangat menyukai cotton candypun hampir menangis karena appanya tidak bisa membelikannya cotton candy lagi, appanya sudah tidak punya uang lagi.”Appa janji, kalau kita sudah kaya nanti dan bisnis appa sukses appa akan membelikanmu cotton candy kapanpun kamu mau, bahkan jika harus membelikanmu mesinnya appa akan belikan, tapi tidak untuk sekarang ya,Yoona-ya,” appanya mencoba memberikan pengertian padanya, lalu merekapun kembali bermain diwahana lainnya dengan riang gembira.

FLASHBACK OFF

 

 

“Appa…” gumamnya disela tangisnya yang pelan, Xiumin yang tidak tahu apa-apa dan tidak mengerti kenapa Yoona malah menangis menjadi panik, Yoona pergi ke arah gerbang kampus diikuti oleh Xiumin yang berlari mengejar,”Kenapa kamu Yoona-ya? Kamu masih marah atau kamu masih marah padaku?” seru Xiumin ditengah pengejarannya, tetapi sayangnya Yoona malah sudah masuk kedalam taksi yang dia berhentikan meninggalkan Xiumin yang masih memegangi dua buah cotton candy yang sebenarnya untuk Yoona.

 

Orang-orang yang melihat kejadian beberapa hari yang lalu saat Xiumin memberikan Yoona dua buah cotton candy mulai menyebarkan berita mengenai Xiumin yang mengejar-ngejar Yoona tahu dan mulai bergunjing mengenai hubungan Yoona Xiumin, tetapi Xiumin tetap memberikannya cotton candy setiap dia bertemu dengan Yoona, meski Yoona masih bersikap dingin padanya tetapi setidaknya Yoona tidak menolak semua cotton candy pemberian Xiumin.

Beberapa minggu ini Xiumin semakin sering memberikan Yoona cotton candy menurutnya setiap Yoona menerima cotton candynya itu merupakan perwakilan kasih sayangnya kepada Xiumin. Setiap dimanapun Yoona berada dan bertemu dengan Xiumin pastinya dia akan berlari kedepan gerbang dan memberikan Yoona cotton candy, untungnya penjual cotton candy sudah mengenal Xiumin pembeli langganannya itu.

Di kelas Budaya, terjadi keajaiban bagaimana bisa tidak disebut sebagai keajaiban dimana Xiumin harus menjadi teman kelompok Yoona, sebenarnya masih banyak yang mau menjadi teman kelompok Xiumin tetapi Xiumin menolaknya dia tahu pasti Yoona akan berakhir dengan mengerjakan tugas kelompok itu sendirian karena Yoona selalu dijauhi teman-temannya.

.

.

“Kau mulai banyak tingkah Minseokkie, bagaimana bisa kau menjadi lebih tenar dibanding aku dalam beberapa minggu ini, padahal aku adalah casanova dikampus ini,” dengus Sehun kesal dengan banyaknya yeoja yang mennayakan Minseok padanya, ya yeoja mana yang tidak akan meleleh dan penasaran dengan seorang namja yang selalu memberikan cotton candy setiap bertemu? Menurut penggemar romantisme hal itu mungkin sangatlah romantis karena itulah antifans Yoona semakin bertambah, banyak yang merutuki Yoona yang menolak cinta Xiumin secara blak-blakan padahal bukan itu yang terjadi, itu hanyalah kepolosan Xiumin yang menginginkan Yoona menjadi temannya, justru sebaliknya saat ini hati Yoonalah yang mulai sedikit berubah terhadap sikap Xiumin.

 

Yoona POV

Tuhan, sekali ini saja aku ingin bersikap egois terhadapnya, biarkan aku mencintainya dan buatlah hatinya berpaling hanya untukku untuk mencintaiku bukan hanya untuk menjadi temanku saja, setiap dia membawakan cotton candy dengan wajah polosnya aku mulai meyakini, benih cinta dihatiku ini mulai bertumbuh seiring berjalannya waktu, meski dia tidak bisa berenang dia rela mengorbankan dirinya untukku membuat dinding yang kubuat didalam hatiku ini semakin terbuka, es yang sengaja kubuat dalam pintu hatiku ini semakin mencair, es yang sengaja aku buat setelah seorang Chen menyakitiku.

 

 

Author POV

Saat melihat Yoona sedang sarapan dikantin kampus, Xiumin langsung gencar berlari kembali menuju gerbang beruntungnya penjual cotton candy itu sudah ada disana. Saat cotton candy yang entah keberapa kalinya Xiumin berikan pada Yoona Xiumin bisa melihat tubuh Yoona diam tak bergeming, tapi tiba-tiba dia mengucapkan sesuatu yang aku tak bisa membayangkan dia mengatakan hal itu, “Sudah kubilang aku tidak mau menjadi temanmu, aku maunya kamu menjadi pacarku, PACAR!” serunya padaku dengan wajah yang bersungut-sungut.

“Tuhan, apa yang terjadi padanya? Mungkinkah kepalanya terantuk batu atau benda tumpul lainnya?” ujarku dalam hati terkaget-kaget mendengar ucapannya melotot memandanginya penuh takjub.”eum.. eumm Yoona,bolehkah aku menjawabnya besok saja?” tanyaku padanya yang disertai anggukan manisnya.

***

Di apartment Xiumin hanya bisa terbengong-bengong mengingat pernyataan cinta Yoona yeoja yang baru dia kenali beberapa minggu yang lalu itupun mereka belum kenal dekat, lalu kenapa dia mau? Xiumin merasakan tidak percaya diri jika dia harus disandingkan dengan seorang Yoona meski penampilannya yang agak menyeramkan tapi dibalik penampilannya itu Xiumin tahu wajah seorang malaikat akan dia temukan diwajah seorang Yoona.

 

 

To Be Continue

 

P.S: akankah Xiumin menerima cinta Yoona? Hehehee sebelumnya mian ya buat yang enggak suka XiuYoon akhir-akhir ini Quorra lagi suka sama pairing ini hehehe.. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, btw aku ngeshipperin Sehun, Suho, Kai, Lay, Chen ma Kris buat pairing ma Yoong eonnie, aku 91 line dan so kalau ada yang mau manggil selain author sangat diperbolehkan hehehe, salam kenal buat semuanya. Kalau ada yang mau ditanyakan silahkan koment ntar Q jawab.

Advertisements

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s