[FF Freelance] Protecta Music Love (Part 2)

protectaml

Cast : f(x) Krystal & EXO Kai || Sub Cast : EXO Sehun

Story By : babey94 || Poster By : Keyunge @ bluegreenfanfiction

Length : Chapterd || Rating : PG-13 || Genre : Romance, Friensdhip, Sad

Previous: Part 1,

Disclaimer : Cast Milik yang diatas, alur cerita milik aku. Maafkan jika ada typo >.<

“Terinspirasi dari Novel Illana Tan – Autumn In Paris”

Enjoy and Happy Reading!

Bash isnt allowed.

ᴕ●●ᴕ

Soojung meraih bantal dan menutup wajahnya, berharap bunyi alarm nya itu segera berhenti. Tapi ternyata bunyi itu sanggup menembus bantalnya dan sampai ketelinganya itu. Gadis itu melempar bantal kesamping, menendang bantal dan mengerang kesal.

Hari ini hari Minggu! Hari khusus untuk tertidur pulas bagi gadis berusia 19tahun itu. Kenapa tidak ada kedamaian sedikit pun?

Ia menjulurkan tangan kemeja di samping tempat tidur. Ia meraba raba, tetapi tidak ada. Dan ia melihat, alarm itu kini tertidur di lantai. Ia bersusah payah membuka mata dan mencondongkan tubuh ketepi tempat tidur, berusaha meraih alarmnya. Ia masih tidak mau bangun dari tempat tidurnya dan ia juga sangat tidak rela jam waktu tidurnya diganggu oleh alarm keparat itu.

Akhirnya setelah memanjang manjangkan badan dan tangan, ia berhasil menggapai benda berisik itu. Masih dengan posisi setengah tergantung ditepi tempat tidur, Soojung mematikan alarm itu dan kembali tertidur pulas.

1 menit..

2 menit..

3 menit..

Deringan apa lagi ini! Soojung bangkit dari tidurnya dan menggapai handphone nya yang berada di meja sebelah tempat tidurnya itu. Soojung menempelkan handphone ke telinga, “yeoboseyo?” katanya dengan suara serak khas orang bangun tidur.

“Bangun Jung Soojung” Suara Sehun yang segelap dan sedingin es itu terdengar diujung sana. “Sehun?” tanya Soojung sambil menggaruk dahinya, “Kenapa kau menelponku pagi buta begini? Kau tahu aku kan sedang tidur” Gerutu Soojung kepada lelaki itu diujung sana.

“Bukankah kau akan bertemu dengan Jongin?” ucap Sehun. Soojung diam, mengapa Sehun bisa tahu? Apakah Jongin menceritakannya kepada lelaki itu? Oh tidak, Sehun pasti akan salah sangka. “Ya, aku punya janji dengannya hari ini, kenapa memang?” katanya pendek, lalu berdeham. Kantuknya langlung hilang begitu saja begitu Sehun meneleponnya dan menganggu tidurnya hanya karna soal ini.

“Kau janjian jam berapa? Oh ya, maafkan aku juga telah menganggu jam tidurmu. Cepatlah bangun sebelum jam dua belas siang, tidak baik seorang gadis tertidur sampai siang hari,” jelas Sehun dengan nada resmi, seakan ia seorang dokter pribadi milik Soojung. “Aku janjian jam..” Soojung melirik jam dan dia tersentak, mengerjap ngerjapkan mata. Jam 10.00. Bukankah janjian nya jam 09.00. Dia terlambat, lagi dan lagi.

“Astaga! Aku terlambat!” Soojung meloncat berdiridan berlari kelemari pakaiannya yang besar. “Soojung” Sehun agak heran mendengar bunyi gaduh. “Aku dan dia janji jam sembilan,” Ucap Soojung sambil mengobrak-abrik isi lemari, “Jadi, Terimakasih sudah membangunkanku Sehun”

Sehun tertawa diujung sana, “Tentu, cepat memakai bajunya, Jongin tidak suka menunggu”Ucap Sehun . Soojung berhenti sebentar mencari bajunya, dia tersenyum simpul, tak menjawab perkataan Sehun.

“Kau mau kemana?” tiba tiba seseorang datang, Ibu Soojung memasuki kamar besar Gadis itu.

Soojung memberi tahu Ibunya. “Baiklah, tetapi jangan pulang terlalu malam” kata Ibunya setelah berfikir sejenak. Soojung tersenyum dan memeluk Ibunya erat dan menutup sambungan telepon nya bersama Sehun.

ᴕ●●ᴕ

Jongin melihat jam tangannya, lalu memandang kearah Sungai Han, memerhatikan orang-orang yang berlalu lalang. Ia menempati tempat duduk disamping jalan Sungai Han sehingga bisa melihat air yang tenang.

Soojung sudah terlambat lebih dari satu jam. Tetapi Jongin tetap menunggu Gadis itu, lebih baik menunggu daripada sama sekali tidak berjalan jalan bukan?. Sayang sekali ia tidak meminta nomor telepon Soojung kemarin. Tapi Jongin juga berfikir, Mungkin saja Soojung itu tiba-tiba berhalangan karena ada urusan penting dan tidak bisa datang. Kalau memang seperti itu, sia sia Jongin menunggu satu jam.

Baiklah ia akan menunggu sebentar lagi. Kalau sampai 10.30 Soojung belum datang, ia akan membatalkan rencana ini.

Jongin menyesap Air putih dan kembali membaca buku pemanduan kota Seoul. Baginya Seoul adalah sumber kegelapan dan mimpi buruk. Ia benci Seoul, sudah cukup lama ia melarikan diri ke Jepang. Sekarang waktunya ia beranikan diri menghadapi kenyataan. Berusaha melupakan mimpi buruk 4 tahun yang lalu.

“Maaf, aku terlambat.”

Jongin mengangkat wajahdan melihat Soojung berdiri disamping kursi dengan wajah cemberut. Rambut panjang coklatnya agak berantakan. “Sudah lama?” Tanya Soojung sambil tersenyum lebar. Ia cepat cepat merapikan bajunya yang sama sekali, errr tidak berantaka. “Lumayan lama” Jongin memaksakan tersenyum. Tiba tiba raut wajahnya berubah menjadi sungguh-sungguh.

“Aku sudah memasang beker, tapi ternyata sama sekali tidak berguna. Akhirnya aku bangun kesiangan, untung saja Sehun menelepon ku mengingatkanku bahwa aku ada janji padamu.,”Kata gadis itu menjelaskan kepada Jongin. Lelaki itu tiba tiba merasakan dadanya sesak. Sesak sekali

“Jongin?”

Jongin menoleh kearah Soojung. Gadis itu sedang menatapnya dengan tatapan heran. “Kau Sakit? Wajahmu kelihatan pucat” kata Soojung. “Aku tidak apa-apa” sahut Jongin lalu berankak dari Kursi itu. “Ayo kita mengelilingi Seoul”

ᴕ●●ᴕ

Soojung menoleh ketika Jongin datang sambil membawa Es Krim.

“Terimakasih,” kata Soojung sambil menjilati Es Krim stawberry miliknya. “Sekarang kita kemana?” tanya Jongin. Soojung berfikir sejenak. “Sudah lama aku ingin melihat museum atau perpustakaan yang ada di Seoul. Museum apa yang menarik?”  Ucap Lelaki itu.

“Museum?” Soojung mengerjap ngerjapkan matanya. Dia tidak pernah menedengar seorang lelaki mengajaknya kemusem, Kim Jongin benar benar lelaki yang berbeda dari lainnya. Soojung jarang sekali kemuseum. Bisa dibilang tidak pernah. Selama dia tinggal di Seoul, satu satunya museum yang pernah dikunjunginya Cuma Seoul Museum of Art. Itu pun dipaksa oleh Sehun dan Sulli.

“Bagaimana kalauSeoul Museum of Art?” Tawar Soojung kepada Jongin. Jongin membuka buku panduannya, “Ehm, ide yang bagus”

Jongin melirik Soojung yang sedang memandangi sebuah lukisan tanpa ekspresi. Mereka sudah lebih dari dua jam didalam Museum dan walaupun Soojung terlihat jelas jelas tidak tertarik dengan seni, gadis itu sudah sabar menemaninya. Akhirnya Jongin memutuskan untuk makan siang dan menghentikan penderitaan Soojung. Makanan yang disajikan sederhana, makanan khas Korea.

“Bosan?” tanya Jongin sementara mereka menunggu pesanan datang. Soojung tersenyum. “Hmm, sedikit” jawabnya jujur, lalu mengangkat bahu. “Tapi aku sudah terbiasa. Sehun sering mengajakku kalau ada konser tentang musik klasik, sedangkan aku sama sekali tidak minat dengan seperti itu.”

Jongin tertawa kecil. “Kalau begitu, setelah makan, kita ketempat lain yang lebih menarik,” Ucap Jongin. Soojung berfikir sejenak, dan tiba tiba tersenyum lebar. “Sehun dan aku suka sekali melihat pemandangan Seoul dari puncak Namsan Tower,” katanya dengan mata berbinar-binar. “Benar benar menakjubkan! Aku dan Sehun Sulli paling suka berada ditempat yang tinggi, karena kami akan merasa… hmm, bagaimana mengatakannya ya? Rasanya seperti hati ini jauh dari kata Stress.”

“Kami akan kesana malam nanti karena pemandanganya yang bagus” ucap Soojung dan terdiam sejenak, lalu bertanya “Kau sungguh-sungguh belum pernah berjalan jalan dikota paris?” Matanya yang besar menatap lelaki itu dengan pandangan bertanya. “Iya.” Jongin berusaha menahan senyum. Soojung sanggup bercerita terus jika itu mengasikan. Menarik.

“Hm… Sudah berapa kali kau datang ke Seoul?” tanya Soojung. Jongin berfikir-fikir. “Sebenarnya aku orang Korea, tetapi aku pindah ke Jepang bersama Orang tua ku sekitar 4 tahun yang lalu.”

Soojung mengangkat bahu. “Mengapa kau pindah?” tanya Soojung bertanya lagi, sifat ingin tahunya mulai timbul lagi. Jongin ragu sejenak untuk menjawab pertanyaan gadis itu. “Untuk melupakan seseorang” Jongin menunduk dan bergumam. “Apa?” tanya Soojung dan mencondongkan tubuh kedepan karena tidak mendengarnya.

Jongin mengangkat wajah dan mengulangi, “Aku pindah karna untuk melupakan seseorang”

“Siapa?” Pertanyaan yang wajar bagi Soojung, tapi Jongin tidak ingin menjawab dan mengingat hal yang lama telah terjadi itu. Ia masih belum yakin mau menceritakannya kepada orang lain. Untung saja pada saat itu makanan pesanan mereka datang.

“Siapa yang ingin kaulupakan? Apakah seorang gadis?” tanya Soojung sekali lagi setelah makanan dan pelayan pergi. Jongin terdiam dan masih saja tidak menjawab. Soojung mengerti dan terdiam, memakan makanan nya yang baru datang itu.

Jongin mengangkat wajah dan tersenyum, “Ceritanya panjang, Akan kuceriatakan nanti jika ada waktu” Jongin mengelak, Ia akan menceritakannya jika ia sudah mempercayai Gadis didepannya ini nanti. Suatu saat nanti.

20 menit kemudian…

Jongin mengangkat alisnya dan ikut tersenyum melihat Soojung yang sedang memilih sebuah gelang. Jika Soojung tersenyum, entah kenapa ia ikut tersenyum juga. “Gelang yang lucu dan Taman yang indah,” Komentar Jongin sambil melihat lihat sekitar.

Mereka sedang berjalan jalan di kali buah anak Sungai Han dikorea. Banyak sekali orang datang dengan pasangannya, bermesraan dan merangkul pundak sang pasangan. Soojung hanya bisa melihatnya dan menghela nafas pendek. Jongin tersenyum sedikit ketika melihat tingkah laku Soojung itu.

Mata Soojung beralih mencari tempat duduk yang kosong, sementara Jongin membeli minuman atau makanan kecil. “Ah itu dia! Bangku nya kosong” Ucap Soojung dan berlari mendekati tempat duduk itu. Jongin yang membawa dua Cola mengikuti larian kecil Soojung, Gadis itu menyandarkan tubuhnya, menghirup udara dan menutup matanya sebentar.

“Sudah enak an?,” Ucap Jongin pada Soojung, lalu duduk disebelah Soojung. “Sedikit, aku hanya perlu tidur, mungkin—“ Ucap Soojung sebentar dan kemballi berbicara, “Maksudku—aku sangat senang menemanimu” Jongin memandang gadis disampingnya itu sambil tersenyum.

Jongin menawarkan Cola itu kepada Soojung, tangan gadis itu mengambil lembut minuman soda itu. Mulutnya melebar sesaat dan menyesap minuman itu, matanya agak terbuka sedikit. Jongin tetap memandang Soojung lembut, Matanya, Hidungnya, bahkan.. Bibir gadis itu mirip sekali dengan Gadis masa lalu itu..

Jongin menimbang-nimbang sesaat, lalu bertanya “Ada yang ingin kutanyakan.” Soojung langsung membuka matanya dan menatap Jongin, mata mereka bertemu untuk kedua kalinya. Gadis itu tersenyum manis, “Tentu, silakan”. Jongin agak ragu sebentar, lalu memutuskan untuk bertanya itu. “Apa kau dan Sehun berpacaran?”

Soojung hening sejenak untuk mencerna perkataan lelaki itu, dan kemudian, tertawa kecil. Jongin menatap heran gadis didepannya, sebelah alis nya terangkat. “Tidak, kami tidak pacaran. Sebatas teman kau tahu kan?” Soojung menjelaskanya walaupun Jongin tau sebenarnya Gadis itu mempunyai rasa terhadap Sehun. “Kalian berdua selalu membicarakan masing masing ketika bersamaku, apalagi saat kalian bertemu dicafe itu.”

Soojung menatap Jongin lurus, matanya agak berbinar binar dan tersenyum senang. Sekarang Jongin tau, Soojung menyukai sehun. “Kau menyukainya?” Bodoh. Jongin yang bodoh, malah bertanya hal seperti itu. Itu hal pribadi milik Soojung-Sehun.

“Ehm, lupakan saja.” Kata Jongin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Soojung berfikir sejenak, ia baru saja mau menjawab, tiba tiba Handphone nya berbunyi. “Ya Sehun?” Seru Soojung dan tersenyum manis menghadap Kali itu.

Jongin memalingkan wajah. Oh Sehun sedang menelepon Soojung.

“Ehm?… tidak…. Entah, nanti aku coba tanya kepadanya… Dimana?… Oh, resto itu.. Sepertinya tidak bisa… Bagaimana kalau ceritnya diKakao saja?…Oke, sampai jumpa!” Soojung menutup Handphonenya, dan masih saja tersenyum. “Sehun?” ucap Jongin agak sedikit judes, dan… dingin.

Soojung menoleh dan menatap aneh ke lelaki itu, “Hey, kau kenapa?” Tanya Soojung kepada lelaki itu. Jongin malah mencari handphonenya di saku jaket dan tidak menjawab pertanyaan Soojung. Soojung bangkit, dan menatap Jongin lembut. “Aku mau—“ Perkataan Soojung terhenti ketika Jongin  sudah berdiri, matanya tidak menatap Soojung, dan kau tahu? Tatapannya begitu dingin. “Tidak apa-apa, kita bisa pergi lain kali.”

Soojung agak mengangkat sedikit wajahnya, tubuh Jongin lebih tinggi darinya, “Ehm, baiklah.” Kata Soojung sambil agak tersenyum tipis. Dan mundur sedikit demi sedikit, tangannya meremas ujung jaket panjang putih miliknya, ia menggigit bibirnya sebentar lalu berkata lagi, “Aku pergi dulu terima kasih karena sudah menraktirku makan siang, Jongin”

“…” tidak ada respon dari Lelaki itu, Jongin masih menatap Kali itu dengan tatapan dingin. Soojung membalikan badan dan melambaikan tangam. “Sampai Jumpa” dan berlari kecil pergi dari tempat berdiri Kim Jongin.

“Bodoh” Ucap Jongin mengepal kedua tangannya,

ᴕ●●ᴕ

“Apakah kau tau jika Jongin marah padaku?” tanya Soojung ketika sampai dirumah. Kini ia sedang tiduran terlentang sambil handphone yang menempel ditelinganya. Ia memeluk guling nya dan mengunyah permen karetnya. Sehun berfikir sejenak diujung sana. “Aku belum pernah melihat lelaki itu marah seperti itu..” ucapnya lalu terdiam lagi. Tanpa diduga, tiba tiba sehun tertawa sangat keras disebrang sana. Soojung sontak langsung menghindarkan telepon dari telinga nya.

Dia berhenti tertawa, Soojung menatap jam nya, sudah 3 menit-an lelaki disebrang teleponnya tertawa begitu keras, sangat bahagia diatas penderitaan sahabatnya itu. Miris. “Kau tahu jung? Aku mendapatkan sms dari Jongin.” Ucapnya dengan sela sela masih tertawa kecil. Soojung menaikan satu alis nya, “Dia bicara apa?”

“Sehun, bisakah aku minta telepon gadis bernama Jung Soo jung itu? Aku hanya ingin minta maaf dan…. ehm, mengajak nya jalan jalan” Ucap Sehun dengan nada dibuat sok imut itu. Soojung sedikit tertegun, dan…. aneh. Lelaki yang kemarin begitu cuek,dingin dan marah hanya karna dia harus menjemput Sehun, ingin mengajaknya jalan jalan? Oh, god.

Gadis itu agak terdiam sejenak, boneka hello kitty pemberian kakaknya dipegang erat dengan sebelah tangan, handphonenya masih menempel ditelinganya. Apa yang dipikirkan lelaki berkulit hitam itu? Apa dia menyukai soojung?, Entahlah. Soojung sedikit tertawa berniat bahwa dia merespon kata kata sehun tadi.

“Berikan aku nomor teleponnya.” Ucap gadis itu dengan nada serius. Sehun menjelaskan akan memberikannya jika ia sudah sampai dirumah nenek dan kakeknya, “Lelaki manja.” Gerutu Soojung sambil mencibirkan bibirnya sendiri. Sehun kembali terdengar tertawa lagi diujung sana, Laughing is Sehun Style argh.

“Sudah ya jung, sepertinya aku harus fokus menyetir, Annyeong” Ucap lelaki itu dan menutup hubungan telepon nya. Soojung menjatuhkan badannya dan handphonenya kekasur berukuran besar itu. Gadis itu tak tahu apakah Jongin berbicara seperti itu bercanda atau tidak, Soojung  tersenyum sendu. “Mana mungkin dia menyukaiku? Mustahil Soojung.”

Dreet. Handphonenya bergetar, sepertinya pesan dari sehun.

From : Sehun

To : Soojung

Kau penasaran dengan nomor jongin? Add kakao dia saja, JONGINKAI

Salam hangat, sehun yang tampan.

Senyum pendek terpasang dibibir mungil Soojung, Sehun selalu membuat dia berhasil tersenyum, itulah mengapa Soojung tertarik dengan nya. Ehm, tunggu, Kai? Entah kenapa, Soojung pernah mendengar nama itu, dulu, dia sering mendengar kata Kai, tapi entah dimana. Err, rasa penasaranya kembali memuncak. Tak menghiraukan pesan dari sehun, ia langsung membuka Kakao nya dan menambahkan Jongin kedalam kontaknya.  Bingo! Ketemu.

Dengan cepat ia langsung menelepon lelaki itu, jempol nya ia gigit. Mengartikan bahwa hati dia sedang tak karuan,, mungkin ini sedikit aneh. Dengan lamban ia memencet tombol telepon dan menunggu seseorang disebrang sana mengangkatnya.

1 menit..

2 menit…

3 menit…

Tidak diangkat. Mungkinkah Jongin sengaja tidak mengangkat telepon darinya?. Soojung berfikir fikir kembali untuk meneleponnya atau tidak. Sekitar 10 menit ia memutuskan untuk kembali menelepon lelaki itu lagi. Masih mengigit jempolnya, dia tetap menunggu lelaki itu mengangkat teleponnya.

“Yeoboseyo?” Ucap seseorang diujung sana, Soojung mengambil nafas dan mulai berbicara, “Aku Soojung” Ucapnya berusama Calm. Hening sejenak diujung sana, Mereka berdua rupanya sama sama sibuk dengan pikiran masing-masing untuk sementara.

“Kuotaku hampir habis.” Ketus Jongin diujung sana, nadanya kembali dingin. Sudah kuduga, Soojung menghela nafas dan berkata dingin kembalike Jongin, “Yasudah, aku tutup teleponnya.” Ucapnya.

“Aku tak menyuruhmu menutup telepon.”

Soojung tersenyum simpul, kata-kata dinginnya entah kenapa bisa membuatnya tersenyum. Biasanya, soojung jika sudah bertemu lelaki dingin, pasti akan menjauhinya dan tak ingin mendengar lagi lelaki itu. Tapi dengan lelaki dingin itu, satu fakta tentang dirinya hangus begitu saja.

Jongin membuka keheningan sekitar sepuluh menit mungkin, “Ada urusan apa?” tanyanya. Soojung membalasnya dengan hangat, walaupun lelaki itu sama sekali belum kembali kesifat dimana mereka  berjalan-jalan berdua.

“Kau marah padaku?”

“Tidak.”

“Lalu kenapa kau begitu dingin kepadaku?.”

“Tidak.”

“Maaf” Kata-kata itu tiba-tiba terlontar dari mulut Soojung. Ini diluar dari rencana. Tapi ya memang benar, gadis ini memang merasa bersalah karena telah pulang duluan dan membatalkan rencana mereka makan malam. Jongin terdengar tertawa disana, “Hahaha, aku tak marah, Soojung.”

Ah, lega. Soojung tersenyum lebar, “Bagaimana caraku untuk berterima kasih padamu karna tidak marah padaku tuan Kim?” Tanyanya dengan sedikit nada Ejekan.

Jongin berfikir sejenak, “Besok, makan malam dicafe pertama kita berjumpa!.” Ajaknya. Nadanya sudah berubah, sudah menjadi Kim Jongin yang hangat lagi.

“Baik, jam 7, sepakat?”

“Tentu”

ᴕ●●ᴕ

Haihai xD

Maaf yaaa part 2 nya lamaa banget keluarnyaa.

Faktor mager dan aku lagii uts nih wkwk /mendadak curhat.

Di part 1nya, banyak yang bilang kalau kata katanya mirip kaya Autumn in paris. Sekarang udah aku bedain tapiii emang aku terinspirasi dari novel itu tapi alurnya bedaa kok.

Oke. Keep RCL yaaa

 

4 thoughts on “[FF Freelance] Protecta Music Love (Part 2)

  1. haish~ namanya lagi jatuh cinta, bisa marah karena hal kecil dan bisa berubah seketika
    hihi jongin kalo marah lucu deh, ngebayangin dia ngambek gimana mukanya haha
    next part soon..

  2. Aaaaaaaaaaaaa lanjut thor penasaran sumpah hahaha. Haduh deg deg an bacanya, mungkin soojung itu masa lalu nya jongin kali ya. Cuma soojung gak nyadar -_-

  3. Meskipun ff ini terinspirasi dari novel Autumn in Paris tapi endingnya please jangan kaya di Autumn in Paris ya author 😦
    Aku berharap KaiStal happy ending.
    Ditunggu kelanjutannya 🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s