[FF Freelance] Closer (Chapter 3)

Closer cover

Title: Closer (Chapter 3)

Author: Trifa & Aul

Rating: T

Length: Chaptered

Genre: Romance, School Life

Main Cast:

-Park Suri (OC)

-Kris (EXO)

-Kai (EXO)

-Chanyeol (EXO)

-Lee Jin Young (OC)

Support Cast:

-Xiumin (EXO)

-Chen (EXO)

-Park Yoorin (OC) and Other

Previous: Chapter 1, Chapter 2,

Disclamer: Ide cerita berasal dari khayalan kami dan OC milik kami. EXO milik mereka sendiri.

 

“Hai Kris” Sapa Suri berlari menghampiri Kris yang sedang berjalan dikoridor menuju kelas mereka dan segera berjalan di sampingnya,

“Oh, hai” Jawab Kris singkat sambil tersenyum kecil.

“Sekal lagi terimaksih ya sudah mengantarku sampai rumah kemarin, padahal kan kau bisa mengantarku sampai halte saja”

“Heemm tidak apa-apa, Lagipula rumah kita kan sama-sama di Apgujeong” Ucap Kris dengan tatapan lurus ke depan. Inilah hari kedua mereka mengbrol setelah kemarin. Suri sadar bahwa Kris tidak sedingin yang ia dan temen-temannya bayangkan. Kris akan menjadi sosok yang hangat jika telah sering berbicara dengannya.

“Dan aku juga berterimakasih karena kau telah menolongku waktu itu” Ucap Suri ragu.

“Heh?” Kris sedikit kaget sekaligus bingung.

“Maksudku, kau kan yang sudah menolongku mengambil kembali tasku yang dicuri itu?” Suri menjadi semakin ragu setelah melihat respon Kris. Apa dia memang tidak ingat atau memang bukan dia orangnya.

“Oh, jadi kau tahu?”

“Berarti benar kau orangnya? Kenapa kau tidak bilang? Atau setidaknya kau tidak langsung pergi begitu saja waktu itu, bahkan aku belum sempat berterimakasih padamu” Jelas Suri.

“Aku juga baru sadar kalau itu kau saat kau dinasehati oleh Lee seonsaengnim di depan kelas. Dan waktu itu aku langsung pergi karena aku sudah mengembalikan tasmu, dan kurasa urusanku sudah selesai. Aku tidak mau berurusan dengan banyak orang” Kris menjelaskan sambil mengeluarkan dan memperhatikan layar ponselnya dengan serius. Mereka sudah sampai di depan pintu kelas. Suri berjalan menuju tempat dudukya dan ia mendapati Jin Young yang sedang melamun seperti memikirkan sesuatu.

“Hai Jin Young kau sedang melamunkan apa sepagi ini?” Suri menepuk pundak Jin Young dan segera duduk di bangkunya membuat Jin Young sedikit kaget.

“Ah! Tidak. Aku hanya mengira-ngira siapa yang sudah menulis ini” Jawab Jin Young sambil menunjukkan selembar sticky note berwarna kuning.

“Apa ini? ‘selamat pagi Jin Young. Semoga harimu menyenangkan’ dari mana ini?” Suri membaca sticky note itu dengan wajah heran.

“Sejak kemarin ada yang menempelkan tulisan itu di pintu lokerku, tulisan dan kertasnya sama tapi kata-katanya berbeda” Jin Young mengelurakan sticky note yang pertama ia temukan kemarin dan menunjukkannya pada Suri.

“Berarti yang menulis kedua note ini adalah orang yang sama, begitu? Tapi siapa? Apa kau merasa seperti ada yang memperhatikanmu akhir-akhir ini?” Tanya Suri mencoba mencari tahu,

“Tidak juga. Tapi sudahlah, mungkin hanya orang iseng” Ucap Jin Young sambil mengeluarkan buku dari tasnya.

“Atau mungkin penggemar rahasiamu hahaha” Sambung Suri sambil tertawa.

“Haha kau ini, mana ada yang seperti itu. Eh, tapi kenapa tadi kau bisa datang bersama Kris?” Jin Young mengganti topik pembicaraan.

“Tadi aku bertemu dengannya di koridor. Apakah kau tahu? Sebenarnya dia itu tidak sedingin yang kita bayangkan selama ini, dia cukup hangat, aku nyaman jika berbicara dengannya” Suri bercerita sambil sekilas melirik Kris yang sedang duduk dan masih menatap layar poselnya.

“Benarkah? Jadi kita bisa berteman baik dengannya kan?” Tanya Jin Young dan dibalas dengan anggukan Suri.

 

–Jam Istirahat–

 

“Kris, kami berempat akan ke kantin, apa kau mau ikut?” Tanya Suri menghampiri Kris yang sedang mendengarkan musik.

“Tidak, terimakasih. Oh iya, kemarin kan kau menyuruhku untuk mecari sebuah lagu tradisional yang cocok untuk video presentasi tugas sejerah kita, dan sekarang aku sudah mendapatkannya”

 

“Benarkah? Boleh aku mendengarnya?” Pinta Suri.

“Tentu saja” Jawab Kris sambil menyerahkan sebelah earphonenya pada Suri. Suri pun mulai mendengarkan lagu itu dan segera duduk di samping Kris.

“Lagu ini bagus, cocok untuk tema presentasi kita” Ucap Suri menganggukan kepalanya sampil tersenyum. Sedangkan di koridor di depan kelas Suri, Kai sedang berjalan bersama Suho. Langkahnya sempat terhenti saat ia melihat Suri dan Kris yang terlihat sedang mendengarkan lagu bersama. Namun ia langsung melanjutkan langkahnya dengan mata yang masih menatap geram mereka berdua.

“Suri, bukankah kau ingin ke kantin? Ayo!” Chen menghampiri Suri diikuti dengan Jin Young dan Xiumin.

“Oh ayo! Kris kami ke kantin dulu ya” Jawab Suri melepaskan earphonenya.

“Kau tidak ikut?” Tanya Xiumin pada Kris.

“Tidak” Jawab Kris mengelengkan kepala.

“Baiklah” merekapun pergi meninggalkan kelas. Sementara itu, Kris membaca kembali pesan yang ia terima tadi pagi, ‘Ini adalah peringatan pertama dan terakhirku! Jangan pernah lagi kau mendekati Suri! Jika kau masih melakukannya, aku tidak yakin kau masih bisa bertemu dengannya nanti. Kai.’ itu adalah isi pesannya. Kris tahu siapa itu Kai, keran baru saja kemarin Kai datang ke kelasnya. Pesan ini jelas mengganggu Kris, karena ini adalah ancaman. Tetapi dia tidak terlalu ingin memikirkannya.

 

(Flashback)

Kris dan Suri berjalan berdampingan menuju tempat parkir. Di ujung koridor, Kai yang baru saja selesai latihan basket melihat mereka berdua lalu mengikutinya. Kai berdiri di belakang mobil hitam milik pelatihnya yang sedang terparkir sambil melihat Kris menaiki motornya dan Suri yang segera duduk di jok belakang. Motor itu pun melaju. Kai mengepalkan kuat tangan kanannya kesal, bola basket yang ia bawa pun segera ia lempar dengan kasar ke lantai.

“Kau sedang apa?” Suara Luhan dari belakang mengagetkan Kai. Luhan adalah ketua kelas 2-3 sekaligus teman satu tim kai.

“Tidak. Apa di kelasmu ada murid baru?” Kai tiba-tiba bertanya.

“Ada. Murid dari Cina, namanya Kris. Kenapa?”

“Tidak apa-apa, aku hanya melihat orang asing tadi”

“Yasudah, aku pulang duluan ya” Ucap Luhan meninggalkan Kai dan segera menaiki mobilnya.

Bukannya ke tempat parkir untuk pulang, Kai malah membalikkan badannya dan berjalan menuju ruang kelas. Tepatnya kelas 2-3. Kai membuka pintu kelas, tidak ada siapa-siapa. Ia segera mencari buku identas murid, karena biasanya setiap kelas memilikinya. Kai menemukannya, tetapi ia tidak begitu yakin akan menemukan nama Kris di sana karena Kris murid baru.

“Eemm.. nah ini dia” Bisik Kai saat menemukan foto Kris lengkap dengan nama, alamat dan nomor telepon. Kai segera menulis alamat dan nomor teleponnya. Entah untuk apa.

Keesokan harinya saat Kai baru sampai di kelasnya, Kai melihat Kris dan Suri sedang berjalan di di depan kelas sambil mengobrol. Kai yang melihatnya pun merasa kesal dan segera mengeluarkan ponselnya. Ia menulis sebuah pesan yang berisi, ‘Ini adalah peringatan pertama dan terakhirku! Jangan pernah lagi kau mendekati Suri! Jika kau masih melakukannya, aku tidak yakin kau masih bisa bertemu dengannya nanti. Kai.’ dan mengirimkannya pada nomor telepon Kris yang baru saja kemarin ia dapatkan. ‘Seharusnya kau tidak melakukan ini Kris’ ucap Kai dalam hati sambil menunjukkan smirk evilnya.

(Flashback End)

Hari Jumat. Hari ini ada jadwal Olahraga. Murid-murid kelas 2-3 sudah berkumpul di lapangan olahraga. Terdengar suara peluit dari guru olahraga mereka, Choi Seonsaengnim, memerintahkan mereka untuk berbaris. Setelah 15 menit pemanasan, Songsaenim memerintahkan mereka semua untuk berlari mengelilingi lapangan. Saat diputaran ke 2, tiba-tiba saja Kris sudah berlari di belakang Suri.

“Wah ternyata larimu cepat juga” Ucap Suri sedikit tertawa, Kris hanya tersenyum. Tiba-tiba…Bruukk!! “Aw…aduh!” Suri terjatuh, meringis kesakitan.

“Suri! Kau tidak apa-apa?” Kris langsung berjongkok dan menyentuh bahu Suri. Suri hanya menggeleng. “Ayo, aku bantu kau berdiri” Kris langsung memegang kedua bahu Suri dan mengangkat tubuh Suri perlahan.

“Aw.. kakiku” Suri meringis dan jatuh kembali ke tanah sambil memegang kaki kanannya.

“Sepertinya kakimu terkilir, sebaiknya kau segera ke ruang kesehatan” Saran Kris setengah khawatir.

“Iya” Jawab Suri kesakitan. Kris membantu Suri berdiri dan menaruh tangan kiri Suri ke bahunya, sedangkan tangan kanan Kris merangkul bahu kanan Suri. Mereka pun berjalan di pinggir lapangan menuju ruang kesehatan. Di taman samping lapangan, Kai sedang duduk bersandar di pohon maple sambil mendengarkan musik lewat earphonenya. Sepertinya ia membolos lagi. Tiba-tiba saja ia terlonjak dan melepaskan earphone dari telinganya saat ia melihat Kris yang sedang membopong Suri tak jauh dari pandangannya. Ia mengepalkan tangannya dan menjatuhkan pukulannya ke tanah karena kesal.

“Kau sudah menempatkan dirimu dalam bahaya Kris” Ucapnya setengah berbisik.

=TBC=

Advertisements

4 thoughts on “[FF Freelance] Closer (Chapter 3)

  1. wehe..aku nunggu2 ff ini… tp chapter ini kependekan. hihi.. thor apa Kai akn melakukan hal jahat ke Kris? 😦 aku tunggu next chapternya. semangat! \(^o^)/

  2. wah..kai g main2 sama smsnya..tp aku jd penasaran knp kai begitu suka sama suri..
    Keren2..aku penasaran..fighting chingu buat karyanya..
    😉

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s