[FF Freelance] Couple Ring (Chapter 1)

couple-ring

Title                 : Couple Ring

Author             : Quorralicious

Length             : Twoshots

Rating             : PG 15+

Genre              : Angst Romance

Main Cast      : Chen EXO dan Yoona SNSD

Pairing            : Chen dan Yoona

Disclaimer     : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster: kissmedeer at posterdesigner.wordpress.com

A.N                   : WARNING Typo bertebaran, SIDERS please go away, TRUE READERS yook merapat ^^

 

 

Yoona POV

Di tahun kedua kami berpacaran, Chen oppa berjanji untuk membawa hubungan kami ini ke jenjang yang lebih serius. Saat ini aku sedang duduk termenung mencoba memprediksi masa depan seperti apa yang akan terjadi pada hubungan kami berdua karena aku tahu bahwa pastinya hubungan kami ini akan sangat sulitnya untuk diterima oleh keluarga Chen oppa, aku tahu diri gadis miskin seperti seharusnya sudah sangat harus bersyukur jika seorang namja yang kaya, ganteng, baik, pintar dan mendekati sempurna seperti Chen oppa mau menjadi pacarku dan mencintaiku dengan  tulus, entah apa yang ada dalam diriku yang bisa membuatnya begitu sayang dan cinta padaku, jujur saja selain diriku ini miskin wajahku juga biasa-biasa saja tidak terlalu cantik tapi tidak terlalu jelek juga sih, setidaknya perawakanku bagus tinggiku melebihi rata-rata tinggi wanita pada umumnya, dan berat badan yang ideal. “Yoona-ya..” sapa suara namja yang sangat kukenal itu dari belakangku, dia memegangi pundakku dengan lembut.”Ah, oppa kau sudah selesai kuliah?” tanyaku,”Ya, tadi kebetulan hanya mengumpulkan paper dan pengumuman jadwal ujian saja,” sahutnya sambil membelai-belai rambut panjangku yang lurus dan berwarna hitam legam.”Kau juga sudah selesai dengan pekerjaanmu?” tanyanya sambil menundukkan kepalanya untuk memandang wajahku lebih jelas.”Ya, pekerjaan ku sudah selesai, oppa” jawabku sambil menepuk-nepuk tempat duduk disampingku, Chen sudah mengerti bahasa tubuhku itu dan duduk disampingku. Akupun menyandarkan kepalaku padanya, sungguh aku sangat yakin hanya waktu yang akan datang memisahkan kita karena waktu itu semakin mendekat, ya! Waktu untuk Chen oppa meminta restu kepada keluarganya untuk meminangku. “Oppa, apa kau sangat yakin dengan keputusanmu saat ini?” tanyaku tiba-tiba sambil menegakkan kepalaku yang sedari tadi bersandar dibahunya. Chen mengerti maksud dan arah pembicaraan ini, “Tenanglah Yoona-ya, aku pasti akan segera memperkenalkanmu pada keluargaku,” ujar Chen sambil mengusap kepalaku dengan lembut. “Aku percaya oppa,” jawabku tak ingin lagi memperpanjang masalah ini, hanya dengan kehadiran oppa saja sudah cukup bagiku. “Sepertinya hari ini aku tidak bisa makan malam denganmu Yoong,” ujar Chen saat kita bersama menuju arah parkiran motornya di kampus,”Hah? Kenapa oppa? Apa ada sesuatu terjadi?” tanyaku khawatir, tidak biasanya dia seperti ini meski ada hal apapun pasti dia selalu menyempatkan waktunya untuk makan malam denganku.”Aku harus pulang kerumah lebih cepat hari ini, eomma meneleponku tadi.” jawab Chen, jawabannya itu membuatku mengerti.”baiklah, aku mengerti oppa,” jawabku memasang wajah ceriaku, padahal aku takut terjadi sesuatu pada Chen oppa, aku tahu sekali Chen oppa tidak terlalu akur dengan keluarga besarnya apalagi dengan ibunya.”Syukurlah kalau kau mengerti hari ini aku antar kau ke apartmentmu ya,” ujar Chen saat dia memasangkan helmet pada kepalaku.

 

Chen POV

Eomma, aku tidak mau ditunangkan dengan siapapun, siapapun itu baik Seohyun! Tiffany ataupun Taeyeon!” teriakku dengan nada yang meninggi saat Eomma memberitahukan bahwa minggu depan adalah hari pertunangan kami.”Kau adalah anak dari keluarga besar Xi, pewaris perusahaan GM di Asia, kau harus turuti kemauanku!Mengerti?!!” teriak Eomma tak kalah keras suaranya denganku terpancing emosinya.”Tapi Eomma, aku sudah memiliki seorang yeoja yang aku cintai,.Aku TIDAK MAU bertunangan dengan siapapun kecuali dia!!!” teriakku lagi bersikukuh dengan apa yang aku mau dan meluapkan amarahku dengan memukul cermin yang berada diruang tamu tempat kami, ibu dan anak sedang bertengkar.”Kau!Kau berani ya membantah ibumu ini, HAH!!!” teriak ibu, Plaaak, tangan halusnya mendarat dipipiku membuat pipiku bengkak dan kemerahan akupun meringis menahan sakit, sakit yang ada di pipi serta hatiku bagaimana bisa seorang Eomma menampar anak semata wayangnya. Mataku membesar kearahnya menahan kemarahanku yang sudah memuncak,”Baiklah kalau begitu! Aku sudah tidak ingin menjadi pewaris keluarga ini!!” teriakku sambil memegangi pipiku yang semakin terasa perih ini,”Kau beraninya memutus tali keluarga ini demi yeoja tak dikenal itu, Kau tidak pantas menjadi anakku, KELUAR kau! Aku coret namamu dari daftar waris keluarga Kim!!!” teriak ibuku, akupun langsung keluar rumah yang layak disebut sebagai penjara tak bernama ini meninggalkan yeoja yang biasa aku panggil eomma itu sendirian diruang tengah. “Lebih baik seperti ini, aku mulai sekarang akan hidup mandiri tanpa seorang keluarga, saat ini aku hidup sebatang kara tidak, aku masih memiliki Yoona malaikat kecilku yang cantik…” gumamku.

Oppa, kenapa kau disini?” tanya Yoona-kekasihku- saat sedang memasak didapur, “Aku bertengkar dengan ibu ah sekarang dia bukan ibuku lagi,” ujarku pelan sambil menutupi wajahku dan pipiku yang merah ini dari penglihatan Yoona yang kemudian mendekat padaku yang terduduk disofa.”Apa maksudmu oppa?” tanya Yoona yang kebingungan dengan keberadaan diriku di apartmentnya, “Oppa wajahmu kenapa? “ reaksi Yoona saat melihat pipiku yang bengkak karena tamparan yeoja yang biasa kusebut eomma itu,”Sebentar aku akan bawakan salep untuk mengurangi bengkaknya,” seru Yoona yang langsung masuk kedalam kamarnya mencari kotak P3K.

“Keluargaku sudah tidak menginginkan aku lagi Yoong-ah,” lirihku kemudian saat Yoona mengolesi pipiku yang bengkak, butiran-butiran airmata yang sedari aku tahan akhirnya tak terbendung lagi dan keluar dari pelupuk mataku Yoona yang melihatku seperti ini tidak bisa mengatakan apapun dia menarikku kedalam pelukannya dan mengelus punggungku dengan lembut.”Sabar ya oppa, aku akan selalu menemanimu dan selalu disisimu. Bisa kau ceritakan apa yang sebenarnya terjadi di rumahmu tadi?” tanyanya lembut tanpa ragu. Akupun menceritakan pertengkaranku dan ibuku dirumah Yoona sempat terlihat kaget saat menyadari alasan kenapa aku seperti ini dan bagaimana bisa seorang ibu memutuskan pertalian darahnya dengan anaknya, Yoona kemudian merasa bersalah dia merasa semuanya terjadi karena dia.”Tenanglah, kau tidak salah apa-apa, aku yang memutuskan untuk melakukan semua ini pencoretan warisan dan tolakan bertunangan semuanya aku yang memutuskan bukan kau.” Ucapku mencoba menenangkan dan mengeluarkan Yoona dari perasaan bersalahnya.

.

.

.

Author POV

Meski sulit untuk berhenti dari kehidupan mewahnya dan mulai bekerja, Chen akhirnya bisa membiasakan dirinya dengan kehidupan orang normal tanpa adanya rumah mewah kartu kredit tanpa batas dan kendaraan yang mahal, dari mantan ibunya itu Chen hanya diberi pakaiannya dan motor sport miliknya yang hingga saat ini selalu setia menemaninya. Yoona selalu berada disampingnya memotivasinya untuk bisa bertahan hidup dan mengajarinya untuk berhemat, tak terasa sudah 3 bulan Chen menjalani hidupnya sebagai orang biasa, Sudah tiga bulan ini aku beradaptasi dengan kehidupanku yang baru, adaptasi ini membuatku sibuk dan lupa akan tujuanku sebenarnya untuk menjadikan Yoona istriku, mungkin sudah saatnya aku melamar dia saat dia berulang tahun minggu depan.

 

Chen POV

“Argh.. tabunganku tidak akan cukup untuk-..” bisikku, aku tidak ingin Yoona tahu rencanaku ini, akupun menelpon seorang hoobae yang sudah kuanggap dongsaeng itu,”Yeoboseyo, ne hyung,” jawabnya saat aku menelpon dia,”Kau sekarang ada dimana? Aku butuh bantuanmu.” Ujarku sambil beranjak dari sofa dan mengambil kunci motor yang tergeletak diatas meja.

.

.

.

“Kau sedang butuh uang hyung?” tanya Luhan sambil menyeruput Coffe Ice pesanannya itu,”Ya, aku membutuhkan agak banyak apa kau bisa memberiku pekerjaan?” tanyaku penuh harap pada namja yang perawakannya lebih tinggi dibandingku.”Ada sih, tapi beresiko tinggi sebanding dengan bayarannya.” Jawab Luhan enteng, ”Pekerjaan apa itu? Aku akan mencobanya.” Jawab Chen mantap,”Kau bisa berlomba balap motor dengan motor sportmu yang bagus ini hyung, jika kau menang uang 500 ribu won sudah ada ditangan karena ajang balapan ini cukup besar dan taruhan untuk tiap pembalap sangatlah besar jadi wajar jika kau bisa memenangkannya kau akan membawa pulang uang 500 ribu won setiap malamnya.”Baiklah, dengan kemampuan dan teknik balapku sepertinya tidak sia-sia aku dijuluki Pedrosa di kampusku.” Jawabku.

.

.

.

Yoona POV

Oppa dimana ya? Sudah jam 12 malam tapi dia kok belum datang juga,” ujarku mengkhawatirkan Chen oppa yang belum pulang hingga sekarang. Aku tidak bisa tidur karena memikirkan keselamatannya aku takut terjadi apa-apa dengannya. Aku berbalik saat melihat pintu apartment terbuka dan bisa kulihat Chen oppa memasuki apartment dan tersenyum padaku,”Ah syukurlah..” gumamku,”Kenapa kau belum tidur Yoongie ku sayang,?” tanya Chen oppa saat melihatku yang masih belum tidur padahal sudah berpakaian piyama,”Aku tidak bisa tidur oppa, kau benar-benar sudah membuatku khawatir. Kau dari mana saja? Sudah malam baru pulang?” cerocosku tidak menghiraukan raut wajah Chen oppa yang terlihat lelah,”Aku lelah bisa kau bawakan aku minum dulu,ne?” jawab Chen oppa sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang sedari tadi aku tunggu jawabannya itu. Akupun pergi menuju dapur dan kembali membawakan segelas air putih untuknya,”ini oppa, minumlah.” kataku sambil menyodorkan gelas yang berisi air putih itu,”Maaf Yoong, sepertinya untuk seminggu kedepan aku akan sangat sibuk dan selalu pulang malam.” Jawabnya setelah meneguk habis air putih yang barusana aku beri.”Kau mencari pekerjaan lagi oppa? Ya Tuhanku, kau benar-benar ya! Apa tidak cukup dengan penghasilanku juga aku rasa kita masih bsia bertahan hidup dengan kau dan aku yang bekerja, tapi kenapa kau mencari pekerjaan lagi dan menguras tubuhmu sendiri oppa?” racauku saat tahu Chen oppa mencari pekerjaan lagi,”Aku sudah cukup terpenuhi oppa dengan kesederhanaan ini. Berhentilah bekerja ditempat yang baru itu, aku sangat tahu oppa sudah bekerja keras selama ini dari pagi hingga menjelang petang, aku tidak ingin kau sakit.” rajukku mencoba membujuknya agar berhnti dari pekerjaannya itu,”Hanya seminggu Yoong-ah, beri aku waktu seminggu saja untuk pekerjaan ini,” jawab Chen oppa tidak mengindahkan rajukanku untuk berhenti dari pekerjaan itu. “Ya sudahlah kalau itu mau oppa, tapi ingat! Hanya seminggu ini saja ya! Seminggu,” jawabku kalah akan kerasnya kepala Chen oppa,”Tapi aku tidak akan merawatmu jika kau jatuh sakit,huh!” ancamku sambil melipat kedua tanganku dan memanyunkan bibirku sambil membuang mukaku kesamping,”Aigoo.. Yoong ku, kau sangat lucu sekali, aku jadi gemas sekali melihat tingkahmu yang menggemaskan itu,” ujar Chen merespon reaksiku yang tidak suka dengan keputusannya mencari kerja lagi itu, Chen oppa kemudian mendekat kearahku, lalu “Oppa, kau mau a-..” aku tidak bisa menyelesaikan kalimatku karena bibir Chen oppa sudah menekan bibirku dengan lembut, tangannya merengkuh tengkuk belakangku dan mendorongnya agar bibir kami tetap bisa saling mencumbu,”Saranghae Yoongie.” Bisiknya saat ciumannya mendarat dibelakang telingaku. Ah Chen oppa memang paling bisa membuatku nyaman dan lupa kalau aku sedang kesal dengannya itu, seakan tidak ada masalah kemudian kamipun tidur bersama malam itu.

Sehari, dua hari aku mungkin ingin mempercayai Chen oppa, tetapi ini sudah keempat harinya dia pulang selalu malam hari, aku takut dia berselingkuh sejujurnya.”Oppa, kau benar-benar habis pulang kerja kan? Bukan karena main kan?’ selidikku saat melihat dia sudah berganti pakaian,”Aku baru selesai bekerja, masa kau tidak percaya? Kau ingat kan kau sudah berjanji untuk mempercayaiku apapun yang terjadi?” ujar Chen oppa, sambil menaiki ranjang dan menarik selimutnya. Ah kurasa dia benar-benar lelah setelah seharian bekerja.

Chen POV

“Anda jadinya mau memesan yang mana?” tanya seorang pelayan toko perhiasan yang merk nya terkenal itu padaku saat ini aku sedang mencari kalung dan cincin yang cocok untuk Yoong, seminggu dengan perharinya aku mendapat 500 ribu sepertinya aku bisa membelikan keduanya bagi Yoong. Selama 6 hari ini aku sudah mendapat 3 juta won karena kemenanganku yang berturut-turut di arena balapan, dan aku memutuskan hari ini adalah hari terakhirku balapan motor dimalam lusa besok aku ingin memberinya kejutan dengan melamarnya di restaurant yang mewah, ah membayangkannya saja sudah membuat aku tersenyum.”Yang ini, aku mau membeli yang ini dan untuk cincinya aku ingin yang itu.” Ujarku setelah selesai melihat-lihat sembari menunjukkan cincin couple mungil yang bermatakan batu rubi berwarna merah, “Untuk cincinnya bisakah kau mengukirkan inisial dibelakangnya?” pintaku pada pramuwisma yang berdiri tak jauh dariku,”Bisa, nanti pas hari H kami akan mengirimkannya pada anda. Hari apa anda ingin kami mengirim barangnya?” tanyanya,”Aku ingin ukiran inisial ku dicincin yang untuk perempuan dan inisialnya dicincinku, C dan IY, dan kalau bisa kau kirimkannya besok karena aku akan melamarnya keesokan harinya.” Jawabku mantap kemudian aku berjalan ke counter kasir yang tak jauh dari tempatku memilih kalung dan cincin itu.”Sebentar, apa lebih baik aku juga menuliskan suratku untuknya sekarang ya?” tanyaku pada pelayan tersebut,”Ya, biasanya pelanggan kami menuliskannya sekarang tuan, agar nantinya tidak usah repot lagi menuliskan dirumah agar tidak ketahuan dan surprise eventnya berhasil,” jawab pelayan tersebut. Akupun mengambil secarik kertas yang sudah disediakan di toko tersebut, kemudian aku menuliskan…

Dear Yoongie, my First Love

Terima kasih kau sudah memberikanku senyuman disaat hidup yang sebelumnya kujalani hanyalah setapak jalanan yang beku

Terima kasih kau sudah mencintaiku seperti aku mencintaimu

Jika kau selalu mempertanyakan kenapa aku bisa mencintaimu seperti ini, aku juga tidka bisa memberikanmu jawabannya, karena jawabannya selalu ada dalam hatiku.

Jika bisa aku simpulkan alasannya agar kau tidak penasaran, kau adalah gadis yang hangat dan polos, kepolosanmu lah yang mengalahkan segala apapun yang kumiliki di dunia ini, baik itu kekayaan ataupun popularitas

Terima kasih kau mau menerima diriku apa adanya saat keluargakupun sudah tidak menginginkanku lagi, aku setia disisiku.

Terima kasih.. Im Yoona..

Aku sangat mencintaimu, jadilah teman, kekasih, istri dan ibu dari anak-anakku kelak. Agar nantinya anak-anakku bisa cantik,polos dan menjadi orang spesial bagi pasangannya kelak, seperti dirimu bagiku, kau sangat spesial.

Will you marry me?

Love, Chen…

 

Aku selipkan kertas yang berisi tulisan tanganku dimana perasaan akan rasa syukurku bisa menjadikannya istriku benar-benar aku  tuangkan dalam kertas yang berwarna biru itu. Suara handphone ku terdengar meraung-raung dari saku celanaku, kuliat layarnya ah, Luhan..”Yeoboseyo, ne Luhan-ah, Iya sebentar lagi aku sampai disana, keut.” jawabku saat menjawab telpon dari Luhan. Ini lomba balapku yang terakhir Yoona-ya, aku  janji, gumamku dalam hati.

 

Yoona POV

Praaang….! gelas yang sedari tadi aku pegang jatuh dengan sendirinya dari tanganku saat aku sedang menonton TV, Kenapa begitu tiba-tiba? Semoga ini bukanlah firasat sesuatu yang buruk akan terjadi doaku dalam hati, kulihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 9 malam, dan seperti biasa seperti hari-hari sebelumnya Chen oppa belum juga kembali dari kerjanya.

.

.

.

Author POV

Ready…!!!!

GO!!!

 

Motornya kemudian kembali melaju kencang ditengah dinginnya malam, terlihat motor Chen melaju kencang melewati motor pembalap lainnya ditengah dinginnya angin malam Chen fokus mencari titik final untuk mengakhiri perlombaan balap ini terlihat disamping kirinya pembalap lainnya, Ouh itu adalah Kris pembalap dari China yang sengaja datang ke Korea ingin menantangnya,1, 2, 3, 4, 5 detik menuju final sekaligus saja Chen menggas motornya lebih kencang, motornya sudah melewati garis final namun Kris yang kesal karena kalah melawan Chen dia dengan sengaja mendorong motor Chen sehingga motor Chen menjadi oleng kearah kirinya, “Arghhh TIDAKKKK YOONA-ya!!!” teriak Chen masih diatas motornya yang oleng tersebut lalu motornya pun menabrak drum berisi bensin cadangan untuk balapan, Gubrak..!!!! <Sound efek gagal(?)> motornya jatuh setelah menabrak drum bensin dengan begitu kencangnya membuat drum itu terbalik dan bensin isinya itu tumpah tepat mengenai motor Chen, percikan dari bensinpun tak terhindarkan dan wusss <sound efek gagal kembali> hehehe, apipun secepat kilat berkobar menyambar motor Chen dan Chen yang terpental tak jauh dari sana dan dia tak sadarkan diri, lalu Bummm <sound efek gagal lagi nih ye>.. motornya meledak dan terbakar percikan apinya mengenai Chen, Luhan yang melihat kejadian ini langsung mendekat ke arah Chen yang terluka namun karena api yang berkobar begitu besar dia tidak bisa mendekat dan dihalangi oleh staff balapan lainnya. “HYUNGGG!!!!!!!!!!!!!!!” teriaknya dengan nada meninggi, “Hyungggg,” teriaknya lagi yang disertai lirihannya,”Hyung, maafkan aku, hyung!” teriaknya lagi dari kejauhan. Kris yang menjadi pelaku hal ini langsung kabur dan menghilangkan jejaknya menuju China, selain Chen tidak ada yang melihatnya mengenai kecurangan dan perbuatannya yang menyebabkan motor Chen oleng, Kris kabur membawa perasaannya yang kalut bercampur marah yang masih bersisa karena kekalahannya melawan Chen, padahal Chen sama sekali tidak menerima tantangannya itu bahkan Chen menganggap balapan ini hanya untuk mendapatkan uang saja bukannya mendapat popularitas seperti tujuan Kris yang selama ini gemar mengikuti kejuaraan balap ditiap negara.

15 menit kemudian pemadam kebakaran bisa sampai ditempat kejadian perkara, api sementara ini sudah bisa dipadamkan, selang beberapa menit ambulanspun datang dengan segera mengangkut tubuh Chen yang masih tidak sadarkan diri, Luhan yang masih menangis melihat kondisi Chen pun menemani Chen di ambulans, dia mencoba menelepon Yoona melalui handphone Chen, “Yeoboseyo,” ucapnya di telepon,”Ne, yeoboseyo, ini siapa ya?” tanya Yoona diseberang,”Hm aku Luhan, hoobae Chen hyung, ini Yoona nuna kan? Chen mengalami kecelakaan parah, aku dan Chen hyung sedang dalam perjalanan ke rumah sakit pusat Seoul.” Klik teleponnya segera Luhan tutup sebelum Yoona bisa mengatakan sesuatu setelah dia tersadarkan akan realita bahwa Chen oppa yang dia sayangi mengalami kecelakaan.

“Yoona-yah,” gumam Chen hyung sesaat dia sadarkan diri, namun beberapa detik kemudian dia kembali pingsan,Luhan semakin panik melihat kondisi Chen yang menurut petugas ambulans semakin kritis karena pendarahan yang hebat dibagian kepalanya itu.

Titt…tiiiiiiiiiit…….tiiiiiiiiiit.. suara alat pemantau detakan jantung mulai memperdengarkan suara yang tidak teratur dan dalam detik itu juga….

 

“HYUNG!!!!!!!!” teriak Luhan,,,

To be continue

P.S: siapa yang penasaran ma lanjutannya hayoohh??? Kujamin kalian gak bisa nebaknya lagi, hehahahaha/senyuman evil ajaran suami author Sehun/ hahahahah//plaaak/(?) just kidding.. selamat perpenasaran ria.. Chen bakal meninggal apa enggak????

7 thoughts on “[FF Freelance] Couple Ring (Chapter 1)

  1. Tpi klo luhan/sehun yng jdi main castnya yng cowo bkalan dpet dech feelnya.. Dan aq malah ngebayangin luhan yng jdi pcarnya yoona..tpi bgus kok
    Lanjut. Thor….

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s