[FF Freelance] It’s Love (Chapter 3)

It's Love

Title                       : It’s Love

Length                  : Chapter

Rating                   : General

Genre                   : Romance, Friendship, Sad story

Author                  : Inge Venesia (twitter: @ingevenesia)

Cast                       : Taeyeon (SNSD), Leeteuk (SJ), Sunny (SNSD), Ljoe (Teen Top)

Support cast       : SNSD and SJ members

Previous               : Chapter 1, Chapter 2,

Disclaimer           : Jika ada kesamaan nama, unsur cerita, dll berarti hanya kebetulan.

Summary:

Semua sisi kehidupan memiliki sisi terang maupun gelap. Bisa saja terang datang sebelum atau setelah gelap. Sama halnya dengan cinta. Cinta datang disaat yang tidak terduga. Cinta juga datang dari orang yang tak terduga. Cinta bisa datang dan pergi kapan saja tanpa bisa diprediksi. Cinta datang dengan indah dan dapat pergi dengan indah juga. Sebaliknya cinta datang dengan indah dan pergi menyisakan kenangan dan luka yang mendalam. Cinta bisa juga pergi dan kembali dalam beberapa waktu. Semua dapat dilakukan oleh sosok yang disebut cinta. Cinta itu baik. Cinta itu jahat. Cinta itu memberikan kita kebahagiaan. Cinta juga memberikan kita luka. Semua dapat dilakukan oleh cinta. Cinta sejati akan selalu menjadi hal terindah bagi setiap insan. Cinta yang tulus dan abadi akan menyisakan kenangan yang tak terlupakan bagi yang ditinggalkan. Cinta… cinta.. cinta…

Part 3

               Satu minggu full oppa mengajakku pergi. Ketaman hiburan, sekolah terdahulum bahkan ke kuburan. Oppa selalu mengatakan kata-kata romantis yang terkadang membuatku takut kehilangan dirinya. “Taeyeon-ah, jangan pernah lupakan 1 minggu ini. Aku janji padamu, kamu kan menjadi gadis terakhir dalam hidupku.” bisik oppa di tengah keramaian pasar.

 

Minggu ini menjadi minggu tersibuk bagi anak tingkat akhir karena mereka semua akan menghadapi ujian kelulusan, termasuk Teuk oppa. Aku terus mensupportnya agar dapat merain hasil yang baik. Alangkah enaknya mereka, setelah 1 minggu sibuk, lalu libur sekitar 6 bulan baru masuk ke universitas. Sedangkan aku hanya 1 bulan.

“Taeyeon-ah, oppa ingin mengatakan sesuatu.” kata oppa di hari terakhir ujiannya.

“Katakan saja.” jawabku.

“Oppa akan berangkat ke Paris selama satu bulan. Ada pernikahan sepupuku dan juga appa akan mengajariku cara mengurus perusahaan disana.” jelasnya.

“Mwo? 1 bulan? Kenapa lama sekali?” sontak aku kaget mendengar 1 bulan. Artinya aku tidak dapat melihatnya apalagi memegang tangan dan wajahnya selama 1 bulan.

“Mollayo. Aku hanya diberitahu begitu. 1 lagi, sepertinya kita tidak dapat berkomunikasi selama 1 bulan karena jaringan interlokal susah didapatkan disana.”

“Tidak ada komunikasi?” aku sedikit berteriak karena terkejut.

“Mianhae chagiya.” jawabnya dengan wajah yang sangat memelas. Sebenarnya aku ingin tertawa melihat wajahnya ini, tapi disaat seperti ini, aku harus menjaga kondisi suasana (?)

Aku sampai di sekolah lebih pagi dari biasanya. Baru saja aku mau memasuki gerbang, tiba-tiba ada sesosok orang yang menarikku. Ya, siapa lagi kalau bukan Teuk oppa. Hari ini dia sudah terbebas dari seragam yang menemaninya 3 tahun belakangan. Dengan kemeja kotak-kotak dan jeans santai, ia mengajakku ke tempat belakang sekolah yang hanya kami yang mengetahuinya.

“Taeyeon-ah, hari ini oppa akan berangkat. Jika kamu bisa hidup seperti biasa tanpaku selama 1 bulan, nanti aku akan membelikanmu hadiah dari Paris.” Ia memeluk tubuhku, mengecup keningku dan mencium bibirku. Oppa, kau merebut first kiss ku. Tapi aku rela demi orang yang benar-benar aku sayangi. Kami mengambil beberapa foto berdua agar dapat saling mengingat saat oppa di Paris.

“Oppa, hati-hati dijalan.” Kataku sambil  melepaskan pelukannya. Ia pergi menjauh melambaikan tangannya dan aku yakin matanya sedang menahan air mata agar tidak jatuh dihadapanku. Aku juga membalas lambaiannya. Lama kelamaan oppa menghilang dari pandanganku.

1 hari, 2 hari, 3 hari, aku mulai terbiasa dengan kepergian oppa. Lagian hanya 1 bulan bukanlah waktu yang lama. Aku dapat bertahan selama 8 bulan berhubungan, mengapa tidak hanya 1 bulan berpisah? Lagian aku juga bisa lebih konsen ke ulangan kenaikan. 1 bulan tidak ada pekerjaan berarti tidak ada salahnya membantu orang. Ya, tentu saja aku mau membantu Sunny, apalagi kalau bukan tentang Ljoe, cowok basteran Korea-Amerika yang pernah diceritakan Yuri. Walaupun sedikit pendek dikalangan laki-laki lain, tapi kuakui wajahnya tampan. Tunggu, sepertinya dia bukan blasteran Amerika, hanya saja pernah tinggal di Amerika dan rambutnya di cat pirang.

Ljoe bukan orang yang 100% baik, buktinya kadang dia sungguh menyebalkan. Tapi bagaimanapun sepertinya Sunny sudah cinta mati dengan dia haha. Sepertinya menggabungkan kedua orang ini lumayan sulit. Sunny dan Ljoe mempunyai sifat yang bertolak belakang. Tapi bagaimanapun aku harus membantu sahabatku ini.

“Taeyeon nuna!” panggil seseorang dari belakang. Entahlah suara siapa itu, yang jelas itu suara seorang pria dan asing. Aku menoleh ke belakang dan ternyata itu suara Ljoe.

“Wae?” tanyaku singkat, padat, jelas.

“Pinjam HP mu.” katanya dengan super jutek.

“Untuk apa?” balasku sama juteknya.

“Cepatlah!” jawabnya yang terdengar sedikit membentak. Entah dia membentak atau memang gaya bicaranya yang seperti itu.

“Kalian berdua diamlah! Ini perpustakaan bukan tempat adu mulut.” tegur pustakawan yang berada lumayan jauh dari posisi kami. Aku baru sadar kalau ini perpustakaan. Dengan terpaksa aku memberikan HP ku kepada adik kelas yang tidak ada sopan santunnya sama sekali. Ia mengotak atik HP aku lalu mengembalikannya.

“Itu nomorku. Satu lagi, gantilah background HP mu itu sebelum kau menyesal.” katanya lalu berlari secepat mungkin keluar dari perpustakaan. Apa yang salah dari background ku? Hanya fotoku dengan Leeteuk oppa saat terakhir kali kami bertemu.

Betapa santainya hari ini, tidak ada lagi buku pelajaran yang mengganggu jam malamku. Ulangan kenaikan kelas sudah selesai, tinggal menunggu hasilnya saja. HP ku tiba-tiba bergetar menandakan sms masuk.

“Sunny nuna menyukaiku?”

Aku membaca pengirimnya dan ternyata disana tertulis Ljoe. Anak ini benar-benar cuek atau tidak tahu sopan santun. Tidak ada basa-basi sekali dalam smsnya. Singkat, padat, jelas.

“Iya. Wae? Kau suka tidak dengannya?” balasku.

“Mollayo nuna. Secara resmi aku sudah mengenalnya sejak 2 minggu yang lalu walaupun sejak masuk sekolah aku sudah tahu dengan dia. Setidaknya kalau dia jadi pacarku, aku tidak mau punya pacar alay.”

“Tapi kau sudah memberi harapan terlalu besar kepada dia. Sekarang Sunny sudah benar-benar suka padamu. Apa kau mau dicap sebagai pria moduser?”

Aku jadi geram sendiri membaca sms Ljoe. Secara tidak langsung dia bilang Sunny alay. Yah memang kuakui yang dikatakannya tidak salah, tapi kenapa dia terlalu frontal.

“Aniya nuna, bukan seperti itu. Aku akan coba menyukai dia. Minggu depan aku akan tembak dia. Bantu aku jusseyo.”

“Ne ne ne. Tadi tentang background HP ku, apa maksudmu?”

1 menit, 10 menit, 1 jam, 2 jam dia tidak membalas sms terakhirku tentang background itu. Tapi Sunny bilang dia sedang sms-an dengan Ljoe. Berarti dia yang tidak mau menjawab tentang background itu. Apa ada sesuatu yang aku tidak tahu? Entahlah.

Belum selesai masalah Sunny, muncul lagi masalah lain. Jessica tiba-tiba mengirimkanku sms panjang lebar tentang curhatannya yang dicuekin Tao. Sudah kuduga akhirnya akan seperti ini. Dari awal kurasa Tao bukanlah orang yang baik untuk dijadikan pacar. Setidaknya pertama kali dia sms tidak separah Ljoe. Tao dan Sica saja sudah jadi begini, bagaimana nanti Sunny dan Ljoe? Molla molla molla. Leeteuk oppa cepatlah pulang, berikan aku saran untuk anak-anak ini…

Kukira Ljoe hanya omongan belaka bilang mau tembak Sunny ternyata dia serius. Entah bagaimana ceritanya yang jelas mereka udah jadian. Sunny bilang Ljoe nembak dia lewat sms. Walau Ljoe bukan orang yang romatis tapi dia sudah berhasil meluluhkan hati sahabatku ini. Kadang lucu lihat mereka berdua, mereka pacaran dengan gaya malu-malu, tidak pernah jalan berdua di sekolah apalagi di luar sekolah. Palingan bertukar senyum jika bertemu. Hubungan mereka hanya sebatas bertukar sms. Setiap hari mereka selalu terlibat konflik kecil yang kurasa tidak penting. Ljoe orangnya suka bully orang, sedangkan Sunny tidak suka di bully dan tidak mau ngalah. Yah wajar kalau sering terlibat konflik. Tapi kurasa seru juga hubungan seperti itu.

Hasil ulanganku sudah keluar semua dan nilainya lumayan bagus. Ini pertanda bahwa liburan sudah dimulai. Leeteuk oppa.. I miss you. Harusnya hari ini dia kembali ke Seoul, tapi entahlah belum ada kabar darinya.

Aku duduk santai di ruang tamu menonton drama kesukaanku menikmati hari pertama libur kenaikan kelas. Padahal lagi asyik dengan adegan yang menegangkan, bel rumahku berbunyi dan ternyata tukang pos. Aku menerima paket yang diantarkan oleh pak pos. Di kotak tersebut tertulis namaku, tapi tidak ada nama pengirimnya. Kotaknya tidak terlalu besar, didalamnya terdapat parfum, dress berwarna hitam dan sebuah surat. Kubuka surat tersebut.

Taeyeon-ah, hari ini 9 Desember. Berarti ini anniv kita ke 9 bulan. Selamat karena sudah berhasil melewati 1 bulan tanpaku. Sesuai yang aku janjikan, aku memberikanmu hadiah dari Paris, parfum dan dress yang sedang trending di Paris. Aku yakin kamu pasti menyukainya. Walaupun tidak suka,bilang saja suka hehe.

Bagaimana pengalamanmu selama 1 bulan tanpaku? Baik-baik saja kan? Chukkae karena kau berhasil melewati ulangan kenaikan kelasmu dan hasilnya juga bagus, bukan? Gadisku pasti mendapat nilai yang bagus.

Taeyeon-ah, sebelumnya oppa minta maaf jika tidak jujur padamu. Mungkin oppa pernah salah padamu, buat air matamu jatuh, atau bahkan buat hatimu terluka. Karena itu oppa benar-benar minta maaf. Mungkin saat kau membacat surat ini oppa sudah tidak ada lagi di dunia ini. Jeongmal mianhae Taeyeon-ah, bukan oppa yang mengkehendaki ini semua, tapi ini jalan dari Tuhan.

1 bulan tanpa oppa, kau tidak apa-apa kan? Kau bisa melewati 1 bulan tanpaku, jadi cobalah setiap hari tanpaku. Aku yakin kamu pasti bisa. Cobalah lupakan aku, carilah pria yang lebih baik dariku, pria yang bisa menemanimu seumur hidup, pria yang mencintaimu setulus hati, lebih dari aku. Kamu gadis yang cantik dan baik hati, oppa berani jamin kalau diluar sana banyak pria yang tergila-gila padamu. Pria yang lebih sempurna dari Park Jungsoo. Oppa rela jika pria lain memilikimu asalkan kamu bahagia. Jangan pernah sia-siakan hidupmu demi pria bodoh seperti aku.

Jangan menangis gara-gara aku, nanti aku tidak dapat tenang di alam sana. Jagalah kesehatan, belajar yang rajin, sayangi keluargamu dan pria pilihanmu. Kalau kau mau melupakan semua kenangan kita, aku rela kok yang penting kamu bahagia. Kim Taeyeon, kau wanita terakhir dalam hidupku. Hanya satu hal yang mau kukatakan padamu. SARANGHAE. Sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu.

Your babo namja,

Park Jungsoo

Aku hanya tercengang setelah membaca surat itu. Apa maksudnya semua ini? Haha oppa pasti sedang mengerjaiku. Aku hanya sedikit tertawa geli melihat semua ini. Aku meraih handphone yang jaraknya tidak lebih dari 1 meter lalu mencari kontak oppa tersayangku ini. “Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Cobalah beberapa saat lagi.” Yak! Kenapa disaat seperti ini hp oppa harus tidak aktif. Apa mungkin oppa sedang di pesawat? Lalu bagaimana dengan hadiah ini? Ah mollayo. Aku kembali melanjutkan menonton drama kesayanganku ini. Tapi entah mengapa ada rasa yang mengganjal di hati ini. Ah waeyo? Kenapa jadi seperti ini? Oppa pasti baik-baik saja disana. Aku terus meyakinkan diriku sendiri bahwa tidak ada hal buruk yang terjadi tapi mengapa hatiku mengatakan kebalikannya? Aaa!!! Molla molla molla…

Ada sms dari nomor asing yang masuk.

“Taeyeon-ssi. Ini aku, Kangin temannya Jungsoo. Hari ini tanggal 9 Desember, berarti ini anniv kalian yang ke-9. Apa kau sudah menerima paket dari Jungsoo. Fast reply jusseyo!”

Sontak aku sedikit terkejut melihat sms yang dikirimkan Kangin oppa. Pasti dia mengetahui sesuatu mengenai paket dan surat itu. Langsung aku mengetik secepat kilat.

            “Ne aku sudah menerimanya. Apa maksud semua ini?”

            “Aku sekarang di Myeongdeon café. Datanglah kemari sekarang juga dan aku akan ceritakan semuanya.” Balasnya.

Tanpa basa basi lagi aku langsung berlari menuju café yang dimaksud. Maklum, jaraknya hanya sekitar 300 meter dari rumahku, sangat dekat. Aku melihat Kangin oppa duduk terpaku pada kertas-kertas yang sedang dipegangnya di pojok café tersebut dengan wajah yang cukup cemas. Kudekati dia dan duduk di kursi yang ada di hadapannya.

“Waeyo oppa? Apa yang sebenarnya terjadi?” tanyaku langsung to the point. Kangin oppa hanya diam dan menatapku lekat-lekat. “Wae oppa? Apa yang terjadi pada Jungsoo oppa?” sambungku dengan sedikit teriak dan mata yang mulai berkaca-kaca.

“Taeyeon-ah, lebih baik sekarang kau ikut aku.” Jawabnya. Aku membututi Kangin oppa dan masuk ke mobil hitam yang di bawanya.

Sepanjangan jalan kami hanya diam tanpa ada yang membuka suara sekatapun. Aku akhirnya mencoba menanyakan kemana aku akan dibawa.

“Taeyeon-ah, setelah kejadian ini mungkin Jungsoo akan sangat membenciku dan tidak menganggapku sebagai temannya lagi. Tapi ini sudah waktunya aku memberi tahu semuanya padamu. Sudah terlalu lama aku menyimpan rahasia ini terutama darimu. Jungsoo sungguh keras kepala. Ia rela menahan rasa sakitnya sendirian agar gadis yang sungguh dicintainya tidak menyadari keberadaan penyakitnya. Taeyeon-ssi, buka amplop yang ada di atas dasbor di depanmu itu. Aku yakin nanti kau pasti mengerti maksud perkataanku ini.” Tutur Kangin oppa panjang lebar sambil terus

Aku memalingkan pandanganku ke dasbor yang ada di hadapanku. Ada amplop coklat besar berlogo rumah sakit diatasnya. Langsung kubuka dan ternyata isinya adalah beberapa hasil rongent dan surat dari dokter. Kubaca semuanya dengan hati-hati memastikan tidak ada bagian yang terlewatkan. Dan hasil yang kudapat BINGO!

“Oppa, ini semua hanya bohongan kan? Katakan iya oppa! Jebal!” air mataku sudah tidak dapat terbendung lagi. Aku menangis sejadi-jadinya melihat hasil dari rumah sakit tersebut.

“Tidak Taeyeon-ah, itu semua kenyataan. Jungsoo menderita kanker hati sudah dari SMP. Mianhae Taeyeon-ah, selama ini tidak ada yang member tahumu karena memang Jungsoo yang melarangnya. Sebenarnya ini seharusnya dirahasiakan darimu tapi aku sudah tidak tahan untuk menyimpan hal ini lebih lama lagi. Jungsoo selalu menyembunyikan rasa sakitnya dari hadapanmu agar kau tidak mengkhawatirkan dirinya.”

Aku hanya dapat menangis menyesali betapa bodohnya aku tidak menyadari apa yang terjadi terhadap oppa. Mengapa aku tidak sadar saat oppa mengajakku ke kuburan, sekolah terdahulunya, saat oppa bilang aku menjadi gadis terakhir dalam hidupnya, saat oppa melarangku menghubunginya, semuanya. Kim Taeyeon mengapa kau sangat bodoh. Babo yeoja!

“Taeyeon-ah, kau gadis yang sangat beruntung di dunia ini, dapat menjadi gadis yang paling dicintai Park Jungsoo. Gadis yang membuatnya bertahan hidup sampai selama ini. Gadis yang memberinya semangat hidup saat harus menghadapi betapa sakitnya kemoterapi. Gadis yang dapat mengubah dirinya menjadi lebih baik. Gadis yang membuatnya semangat belajar walaupun untuk bernafas saja menyulitkan. Gadis yang bisa membuatnya tersenyum bahagia. Gadis yang membuatnya berhasil memerangi rasa sakit setahun terakhir. Gadis yang membuatnya menghargai waktu hidupnya yang singkat ini. Taeyeon-ah, sebelum bertemu denganmu sebenarnya Jungsoo sudah hamper menyerah dengan penyakitnya. Kemoterapi sangat menyiksa dan memerlukan biaya yang sangat besar. Terima kasih karena dengan kehadiranmu di hidup Jungsoo, ia jadi memilki semangat hidup baru. Betapa besar pengorbanan yang dilakukannya demi melindungimu Taeyeon-ah. Walaupun hati dan jiwanya masih terus ingin melindungimu, tapi Tuhan berkata lain. Kali ini sudah tidak ada pengobatan yang mampu melawan sel kanker ganas stadium akhir. Aku yakin pasti kau kuat menghadapi ini semua Taeyeon-ah.”

Aku hanya dapat menangis semakin kencang mendengar penjelasan Kangin oppa yang diiringi isak tangis. Sekarang tangisanku ini tidak ada gunanya selain hanya melelahkan diriku saja.

“Berhentilah menangis. Jangan buat Jungsoo tidak tenang disana.” Kangin oppa menepuk bahuku pelan. Aku menyadari apa yang kuperbuat saat ini hanya mempeberatkan Jungsoo oppa disana. Maafkan aku oppa, selama ini aku hanya membuatmu sulit.

 

TBC

2 thoughts on “[FF Freelance] It’s Love (Chapter 3)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s