[FF Freelance] Restart (Sequel of Almost Is Never Enough) (Chapter 2 – END)

IMG_2808[1]

Author: Intanbluesky

Genre: Romance

Length: Two shoot

Rating: T

Main cast:

-Park Jiyeon (T-ARA)

-Kim Myungsoo (INFINITE)

Cast:

-Choi Minho (SHINee)

-Jung Krystal (f(x))

Previous: Chapter 1,

Disclaimer: ORIGINAL made by Intanbluesky . No COPAS!

Attention: Sequel Almost is never enough!! biar Jiyeon nggak galau lagi 

 

~~oOo~~

 

Menyesal.Menyesal.Menyesal.Dan menyesal.

Itulah pemikirannya selama beberapa bulan ini. Kenapa ia dapat melukai hati yang rapuh itu demi kesenangannya sendiri. Betapa menyesalnya ia baru menyadari bahwa dirinya mencintai Jiyeon setelah ia kehilangan cinta dan kepercayaan Jiyeon kepadanya.

Terus memikirkan hal yang sama. Dapatkan mereka bersama kembali?

“Oppa!Minho Oppa!”panggil seseorang. Dilihatnya Jung Krystal berjalan kearahnya dan mulai bergelayutan di lengan kanannya.

“Waeyo Krystal? Anni, aku hanya rindu padamu.”Katanya sambil tersenyum lucu.

“Krystal-ah,” panggil Minho. “Waeyo Oppa? Apa kau sakit? Kau kelihatan tidak bersemangat?” kata Krystal khawatir sambil menyentuh kening Minho.

“Tidak panas, kau kenapa oppa?”Tanya Krystal polos.

“Aku ingin kita putus.Aku selalu merasa menyesal setiap mengingat Jiyeon.Dia selalu ada untukku, tapi aku malah bermain belakang denganmu.”Lirik Minho sambil memeluk Krystal.

“Tapi kau kan sudah putus dengannya?” lirih Krystal lemah

“Aku tidak bisa hidup dengan perasaan bersalah Krystal-ah” balas Minho sambil mengecup puncak kepala Krystal yang bergetar.Menangis di bahunya.

“Mianhae.Mianhae.Karena diriku, bukan hanya Jiyeon yang terluka.Bahkan dirimu juga terluka karenaku.Maafkan aku.”Kata Minho lalu mengecup kening Krystal dan pergi dari tempat itu.

“Oppa!Kau mau mengerjarnya lagi?” teriak Krystal memanggil Minho.Yang membuat Minho menoleh dan memandang Krystal bingung.

“Jika iya, aku hanya bisa memberimu semangat! Oppa Himnae!! Hwaitinggg!!” teriak Krystal sambil tersenyum.Mencoba menahan sakit di dadanya.Melepaskan orang yang selama ini dicintainya.

 

~~oOo~~

 

Kim Myungsoo. Sebenarnya Krystal hanya sekedar kagum kepada Kim Myungsoo.Mungkin sangat berlebihan bagi seorang pengagum yang mengagumi seseorang hinga selalu bergelayutan disampingnya.Tetapi sebenarnya hanya Choi Minho yang menggenggam hatinya erat.

Mungkin memang dari awal salahnya, ia menyatakan perasaan kepada Minho yang notabene kekasih Jiyeon. Tetapi jika hati sudah bicara mau apalagi.

Ia menyukai Minho, terlalu dalam. Tapi ia merasa hatinya goyah. Karena sosok Kim Myungsoo mulai memasuki relung hati terdalamnya.Kata kagum itu mulai berubah menjadi kata suka.Walaupun hingga saat ini Minho masih menjadi pemenang hatinya.

Kini Minho melepasnya.Ia merasa tidak punya tumpuan. Bagaimana hidupnya tanpa sosok Minho.Myungsoo pun masih tetap menolak kehadirannya.Dan itu sangat terlihat dengan jelas.Apa yang dapat dilakukannya saat ini hanyalah merenungi nasibnya.

 

~~oOo~~

 

“Myungsoo. Kim Myungsoo.” Suara maskulin itu memasuki indra pendengaran Jiyeon. Suaranya terdengar tegas tetapi amatlah lembut.

“Kau jurusan apa?” Tanya Jiyeon kepada Minho yang sedang memeluki Beiku.

“Aku jurusan bisnis. Kau Fashion Design kan? Kalau kau ingin menjadi perancang busana tentu kau harus stylist.Bukankan begitu?”Tanya Myungsoo sambil menyindir Jiyeon.

“Ne! Benar sekali!! Ehhh!!!” kaget Jiyeon.‘Berarti dia mendengar semua percakapanku dengan Beiku dong?!’

“Kau mendengar semuanya?” yang dijawab dengan anggukan Myungsoo.

“Dari awal?!!!”Tanya Jiyeon dan masih dibalas dengan anggukan Myungsoo.

“Habislah sudah!!” kata Jiyeon meratapi nasibnya.

“Kau kenapa Park Jiyeon?”Tanya Myungsoo bingung yang melihat perubahan ekspresi wajah Jiyeon.

“Gayaku sudah keren, mobilku sudah keren, tingkahku didepan semua mahasiswa lain sudah keren. Tetapi kau melihatku berbicara dengan boneka.Habislah sudah image-ku!” kata Jiyeon sambil mengacak rambutnya.

“Heyy! Itu bukan menghancurkan image-mu kau tahu! Kau bahkan terlihat sangat lucu! Dan bodoh! Hahahahah!” tawa Myungsoo yang seketika dibalas dengan jitakan Jiyeon dikepalanya.

“Tertawa hah?Kau kira ini semua lucu?Tidak sama sekali!” kata Jiyeon sambil menggembungkan pipi-nya kesal.

“Jinjja kyeopta!” kata Myungsoo sambil mencubit pipi Jiyeon dengan gemas.

“Yakk!Appo Kim Myungsoo!” kata Jiyeon sambil menepis tangan Myungsoo yang masih asik mencubiti pipinya.

Membereskan semua barang-barangnya dan memasukannya ke dalam tas. Berjalan menuju pintu ruang kesehatan.

“Kau mau kemana?” Tanya Myungsoo

“Aku mau makan siang.Tadi acara makan siangku terganggu orang wanita-wanita bodoh di kantin.Mau ikut denganku?” ajak Jiyeon.

“Ayo. Lagipula aku belum makan siang.”Kata Myungsoo sambil mendekati Jiyeon.

Mereka berjalan beriringan menuju parkiran.Myungsoo yang melihat sahabatnya –Hoya- pun memanggilnya.

“Yakkk! Lee Howon! Tangkap ini!” kata Myungsoo sambil melemparkan kunci mobilnya.

“Ini untuk apa?” Tanya Hoya bingung.

“Kau pulang naik mobil-ku saja!Aku akan makan siang dengan nona besar ini!” katanya sambil menyusul Jiyeon yang sudah berjalan mendahuluinya.Yang membuat Hoya menganga kaget.

Semua orang yang berada di koridor pun terpana melihat mereka.Siapa yang tak kaget. Seorang Kim Myungsoo sedang bersama Park Jiyeon!! Dan mereka akan pergi makan siang bersama!! BERDUA!!

Mereka yang tidak pernah terlihat bersama tiba-tiba jalan berdua.Kim Myungsoo si Ice Prince bersama Park Jiyeon ‘Goddess of Goddess’ itulah panggilan barunya.Seorang tampan, kaya, dan cerdas bersanding dengan seorang cantik, jenius fashion, kaya dan baik.Sangat serasi.

Jung Krystal dan Choi Minho hanya dapat menghela nafas panjang.Mereka hanya berpikir mampukah mereka menjadi tandingan masing-masing lawannya yang terlalu silau bahkan hanya untuk dipandang.

 

~~oOo~~

 

“He he heyyy! Woahhh! Park Jiyeon! Mobil ini kan baru keluar kemarin malam dan sekarang kau sudah memakainya ke kampus!” kata Myungsoo kaget melihat mobil Jiyeon.

“Harganya bahkan masih diatas 600 juta won.” Kata Myungsoo sambil menerima kunci mobil Jiyeon.

“Sudahlah jangan bahas mobilku lagi.Apa lebih baik besok aku naik bus lagi saja ya? Aku bahkan sudah tidak tahan mendengar semua orang membicarakan mobil ini!” kata Jiyeon pada dirinya sendiri.

“Kau mau naik bus sedangkan kau punya mobil ini?Jangan bodoh Park Jiyeon.” Kata Myungsoo

“Memangnya apa mobil-mu Kim Myungsoo?” Tanya Jiyeon

“Mobilku hanya Lamborghini Gallardo.”Kata Myungsoo enteng.

“Hey kau bodoh! Bahkan harga mobilmu masih diatas mobilku!” kata Jiyeon

“Jadi kita mau makan apa?” Tanya Myungsoo

“Molla. Tapi tiba-tiba aku ingin sekali makan samgyupsal!” kata Jiyeon

“Samgyupsal?Baiklah.Aku tahu restoran mana yang samgyupsalnya terkenal enak!” kata Myungsoo.

“Ahhh!Neomu paegopayo!” kata Jiyeon sambil mengelus perut ratanya.

“Kau tidurlah!Perjalanan kita masih panjang.”Kata Myungsoo sambil mengacak rambut Jiyeon.

“Jangan mengacak rambut-ku Kim Myungsoo!Aku bahkan ke salon dulu sebelum berangkat ke kampus.”Kata Jiyeon sebal.

“Ahhh! Aku ingin bertanya satu hal! Kudengar dari orang-orang yang bergosip tadi, kau sudah putus dengan Minho.Kenapa kau putus?”Tanya Myungsoo hati-hati.

“Kau sangat ingin tahu?” Tanya Jiyeon.

“Ne. tentu saja!” kata Myungsoo.

“Dia berselingkuh.” Lirih Jiyeon. Yang membuat Myungso menghentikan mobilnya kaget.

“Yakk!Jangan berhenti tiba-tiba!” kesal Jiyeon.

“Mwoo??!!Choi Minho selingkuh?!Kau serius?Choi Minho yang itu?!” kaget Myungsoo.Tidak aneh bagi semua orang kaget mendengar seorang Minho berselingkuh.Minho dikenal sebagai pangeran kampus yang lembut, setia, bijaksana, dan ramah.Aneh bagi seorang Choi Minho dapat berselingkuh.

“Ne!Memang kita sedang membicarakan Choi Minho yang mana lagi?!”Jiyeon gemas mendengar Myungsoo yang tiba-tiba lemot.

“Kenapa bisa?” Tanya Myungsoo bingung

“Dia bilang bahwa dia belum mencintaiku.Bukan belum sih.Tapi hampir.Tapi sebagai seorang wanita mana bisa aku menutup mata melihat kekasihku berselingkuh? Dan hey! Walaupun dulu aku kelihatan penyabar, tapi aku tidaklah seorang penyabar.”Kata Jiyeon menggebu-gebu.

“Haha! Sudahlah jangan bahas lelaki brengsek seperti dia! Now, it’s the time for you to move on!” kata Myungsoo sambil tersenyum.

Senyum yang menyejukan hati Jiyeon dan membuatnya ikut tersenyum lebar pula.

“Kau tahu Kim Myungsoo.Kau harus sering-sering tersenyum.”Kata Jiyeon tiba-tiba yang membuat Myungsoo bingung.

“Waeyo?” Tanya Myungsoo.

“Karena kau sangat tampan saat tersenyum dan aku menyukai senyummu.”Kata Jiyeon sambil menyentuh pipi Myungsoo.Yang membuat Myungsoo tersenyum jahil.

“Jadi apakah kau sudah move on dari Minho? Dan mulai menyukaiku?Aku akan menerimamu dengan senang hati kok!” rayu Mungsoo.

“Yakk! Kim Myungsoo! Kau jangan menjadi orang menjijikan!! Beiku! Lihattt! Orang gila ini! Jangan berteman dengannya arraseo!” kata Jiyeon sambil berbicara pada Beiku yang duduk dipangkuannya.

Dan perjalanan panjang mereka terasa amat singkat karena dipenuhi tawa dan candaan.

 

~~oOo~~

 

“Woahhhh!! Mashitaaa!!! Kim Myungsoo! Neo jinjja daebakk! Samgyupsal ini enak sekali!!” kata Jiyeon sambil mengunyah samgyuppsal yang baru dimasukannya kedalam mulut.

“Kalau sedang makan jangan berbicara, kau bisa tersedak.”Kata Minho pada Jiyeon.Dan benar saja belum sampai 5 detik Myungsoo genap mengatakan kalimat itu Jiyeon tersedak dan terbatuk-batuk.

“Makanya kalau kau makan jangan terlalu bersemangat!Kau jadi tersedak kann!” kata Myungsoo sambil menepuk-nepuk punggung Jiyeon.

“Neeee neee ahjumma cerewet!” kata Jiyeon setelah selesai tersedak.

“Jinjjaaa!Kau ini sangat kekanakkan!” kata Myungsoo sambil terkekeh dan hendak mengacak rambut Jiyeon.

“Hiyaaaaaaa!!Jangan acak-acak rambutku lagii!” kata Jiyeon sambil menyilangkan tangannya menutupi rambutnya.

“Huahahahaha!Arraseo arraseo Baby Dino!” kata Myungsoo sambil tertawa. Tapi tunggu!! Baby Dino??

“Baby Dino?Siapa itu?Namaku Park Jiyeon.Bukan Baby Dino!” kata Jiyeon sambil melanjutkan makannya.

“Baby Dino itu panggilan untukmu dariku!Arraseo!” kata Myungsoo sambil tersenyum lebar.

“Arra, arra! Aku akan melanjutkan makanku dengan tenang tapi jangan pernah memanggilku baby dino di kampus arraseo!” kata Jiyeon sambil menatap tajam Myungsoo..

“Hahaha! Arraseo! Lihat! Bagaimana Beiku imut itu kau telantarkan begitu saja? Beri dia makan!! Beiku ayo buka mulutmu! Aaaaaa ayoo Aaaaa” canda Myungsoo sambil mencoba menyuapi Beiku yang tak bergeming.

“Kim Myungsoo! Neo michosso?”Tanya Jiyeon heran melihat temannya yang berbicara dan mencoba menyuapi sebuah boneka anak ayam.

“Hahaha! Anniyooo! Abaikan saja aku.Ayo lanjut makan!” kata Myungsoo sambil menyuapi sumpit yang tedapat daging yang sangat besar.Hingga pipi Jiyeon menggembung mengunyah daging itu.

“Kim hyungsu! No mihoso?! Au isa mathi kwehwabsan nfas!” kata Jiyeon disela-sela kunyahannya.Yang membuat Myungsoo tertawa melihat ekspresi kesal Jiyeoon, mulutnya pipinya yang menggembung besar serta kata-kata Jiyeon yang tidak terdengar jelas.

“YAKK!Waeyooo?Kau mau membuatku mati hahhh?” kesal Jiyeon pada Myungsoo.

“Kau tahu bagaimana wajahmu saat mengunyah tadi?!Sangat lucu kau tahu.”Kata Myungsoo sambil tertawa geli.

“Lucu?Dasar kau gila!” kata Jiyeon sambil melanjutkan makannya yang tertunda akibat Myungsoo.

Beiku adalah saksi bisu kisah cinta mereka yang akan dimulai.

 

~~oOo~~

 

Beberapa hari kemudian kampus kembali heboh karena seorang Kim Myungsoo data ke kampus bersama Park Jiyeon.Butuh di capslock. PARK JIYEON!!

Mereka jadi tontonan semua penghuni kampus yang mereka lewati.Ada yang ternganga lebar, berbisik, sirik, bergosip, bahkan ada yang tersenyum mendukung hubungan mereka berdua.

Tapi mereka hanyalah teman dekat.Ya mereka teman dekat.Tapi itulah persepsi mereka yang dianggap berbeda orang semua orang. Bahkan Hoya, sahabat Myungsoo kaget dan segera mencari Myungsoo mendengar berita itu. Yang segera dibantah Myungsoo.

Saat sedang berjalan di koridor bersama Jiyeon. Suara seorang gadis memanggil nama Myungsoo.

“Oppa! Kim Myungsoo opp-“ kata-kata yeoja itu terhenti melihat siapa yang berada di samping Myungsoo. Siapa yang tidak tahu Jiyeon?Yang tiba-tiba mengalahkan pamor-nya yang notabene yeoja tercantik di kampus.Tapi itu tidaklah penting baginya.

“Ohhh! Kau sedang sibuk! Kalau begitu aku permisi! Annyeong oppa!” kata Krystal sambil berjalan meninggalkan Myungsoo.Yang membuat semua orang yang melihat adegan itu terbengong.Krystal meninggalkan Myungsoo tanpa disuruh? Amazing!!

“Baguslah kalau dia tahu diri.”Lirih Jiyeon sambil memandang kepergian Krystal dengan tatapan dingin.

“Tahu diri kenapa?”Tanya Myungsoo sambil mengikuti arah pandangan Jiyeon.

“Baguslah kalau Jung Krystal itu tahu diri melihatku ada disini.”Kata Jiyeon sambil melanjutkan langkahnya ke kantin.

“Memangnya ada apa dengannya?”Tanya Myungsoo bingung.Yang membuat Jiyeon menghentikan langkahnya dan berjinjit mendekati telinga Myungsoo membisikan sebuah kalimat ditelinga Myungsoo.Yang Myungsoo terdiam.Lalu Jiyeon kembali melanjutkan kembali langkahnya.

‘Karena Jung Krystal-lah yang menyebabkan aku putus dengan Minho.’ Kata-kata itu terus terngiang-ngiang di telinga Myungsoo.

‘Jika Jung Krystal penyebab Dino dan Minho putus.Berarti Krystal itu adalah SELINGKUHAN MINHO??!!’ pikir Myungsoo sambil terus mengaduk-aduk makanannya yang membuat Jiyeon menatap Myungsoo heran.

“Kim Myungsoo! Neo waeyo?Sakit kah?”Tanya Jiyeon sambil menempelkan telapak tangannya di kening Myungsoo.

‘DEG’

Seketika Myungsoo merasa aliran darahnya berhenti.Dadanya berdebar sangat cepat. Kemudia ia memegang dada-nya.

‘Kenapa dadaku berdegup sangat cepat?’ pikirnya.

“Myungsoo-ah!Neo waeyo?”Tanya Jiyeon khawatir melihat Myungsoo memegang dadanya.

“Ahhh! Anniyo! Anni annii!” kata Myungsoo yang tesadar dari lamunannya.

“Kau terlihat aneh hari ini.”Kata Jiyeon pada dirinya sendiri.

“Lalu kenapa?Kau mulai menyukai-ku?” yang membuat pipi Jiyeon merona. Melihat itu, Myungsoo pun tersadar apa arti rona pipi Jiyeon itu. Yang membuatnya ikut merona.

Akhirnya mereka menghabiskan makan siang mereka dengan diam. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya.

 

~~oOo~~

 

Krystal melihat semuanya. Dari sudut kantin, ia melihatnya. Bagaimana bahasa tubuh keduanya.Cara mereka saling memandang.Dan ekspresi mereka saat itu.Ekspresi yang tidak pernah Myungsoo tunjukan padanya.

Myungsoo selalu menatap-nya dingin dari ujung manik matanya sambil membalas semua perkataannya dengan pendek.Hatinya sakit.Apakah ini rasanya tersakiti karena cinta.

‘Apakah ini karma baginya karena telah merebut Minho dari Jiyeon dulu?’

Kalimat itu selalu berputar kala melihat Jiyeon dan Myungsoo bersama. Jika ini balasan dari segala kesalahannya pada Jiyeon, ia rela. Karena akhirnya ia tahu. Betapa sakitnya tersakiti karena cinta. Bahkan, yang ia rasakan saat ini belum sebanding dengan betapa hancurnya perasaan Jiyeon kala itu.

Dan ia rela. Jika harus menukar hal yang ia sukai menjadi milik Jiyeon. Karena memang dari awal tidak seharusnya ia merusak kebahagian gadis itu. Jadi ini mungkin adalah hukuman baginya.

Dan ia harus menerima itu.

 

~~oOo~~

 

Memandang kedua orang itu dari depan pintu kantin. Inikah rasanya hatimu kala kusakiti dulu?Akhirnya Minho mengetahui betapa kejamnya dirinya kala menyakiti Jiyeon dulu.Bahkan ini belum seberapa dengan besarnya luka Jiyeon dulu.

Park Jiyeon.

Nama itu selalu menghantuinya di setiap mata tertutup.Nama dari seseorang yang dahulu mencintainya amat dalam.Dan hati itu dirusaknya dengan kejamnya.Menatap kembali kedua sejoli itu yang saling berpandangan dengan wajah merona.Bahkan saat mereka belum resmi menjadi sepasang kekasih hati ini telah luar biasa sakit.

Sakit menerima kenyataan bahwa bukan dirinya lah yang berada disana. Sakit menerima kenyataan bahwa kini ia mencintai gadis itu disaat mungkin sebentar lagi gadis itu akan menjadi milik orang lain.

Mungkin inilah balasan baginya.Balasan karena menyakiti hati yang rapuh itu. Balasan karena menghancurkan harapan kecil gadis itu akan akhir yang bahagia anata mereka berdua.

Dan kini ia hanya bisa memandang senyum cantik gadis itu dari jauh. Senyum yang bahkan tidak ditujukan untuk dirinya.

 

~~oOo~~

 

Berjalan mengitari kampus dengan Beiku dipelukannya dan tas di bahunya. Langit tampak amat bersahabat hari ini. Memandang bunga-bunga indah di taman kampus. Entah kenapa sejak mengenal Myungsoo hidupnya terasa lebih berwarna dan hatinya terasa amat ringan.Seperti segala beban dipundaknya telah terangakat bersama dengan terbitnya senyum diwajah tampan Myungsoo.

Menghembuskan nafas dan memandang langit yang tampak amat indah hari ini. Tiba-tiba ia merasakan sebuah tangan menyentuk pundaknya. Dan dilihatnya Jung Krystal berdiri dihadapannya.

“Bisa berbicara sebentar?” kata Krystal kecil.

“Mwo?”

 

~~oOo~~

 

Menghentikan mobilnya di parkiran dan keluar dari mboil sambil mengenakan kacamata hitam yang membuat para mahasiswi meleleh.Tetapi langkahnya terhenti melihat Choi Minho telah berdiri dihadapannya.

“Kim Myungsoo-ssi. Bisa kita bicara?” kata Minho.

“Ehh?”

 

~~oOo~~

 

“Aku ingin meminta maaf.”Kata Krystal lirih.

“Aku sangat malu tiap bertemu denganmu.Bagaimana aku bisa masuk diantara hubunganmu dan Minho Oppa saat itu.”Lanjutnya lirih sambil menunduk dalam.

Jiyeon hanya menatap Krystal dengan tangan masih memeluk Beiku.Hatinya sangat kesal. Setelah sekian lama kenapa ia baru meminta maaf sekarang?

Entah setan apa yang merasukinya. Tangannya telah mendarat dengan mulus di pipi pucat Krystal.Yang membuat dirinya terhenyak dengan perbuatannya sendiri. Sedangkan Krystal menyentuh pipinya yag terasa panas akibat tamparan Jiyeon.

“Kenapa baru sekarang? Kau tahu bagaimana sakit hatiku mendapati orang yang kucintai berselingkuh di depan mataku? Itu bahkan lebih menyakitkan daripada jika ia bilang baik-baik kepadaku jika dia tidak mencintaiku.”Kata Jiyeon dengan pandangan sendu.Krystal hanya dapat menundukan kepalanya dalam-dalam.Merasa bersalah dengan segala perbuatannya dulu.

“Aku tidak tahu mengapa aku bisa berbuat seperti itu.Tapi aku tidak bisa memutar waktu dan kembali ke masa lalu.Dan saat ini dapat ku lakukan adalah meminta maaf kepadamu.”Kata Krystal sambil membungkukan badannya dalam.Yang membuat Jiyeon tersenyum.Bukan senyum sinis.Tapi senyum lembut teramat lembut.

“Bangkitlah! Bangun dan tataplah masa depan. Karena aku juga ingin berterima kasih kepadamu dan Minho.Jika bukan karena kalian aku tidak akan bertemu seseorang.”Kata Jiyeon sambil tersenyum.Senyum seorang sahabat.Maju selangkah dan memeluk Krystal erat.

“Terima kasih.Mari kita lupakan masa lalu. Aku yakin masa depan akan lebih baik.” Kata Jiyeon sambil tersenyum.Senyum yang membuat Krystal ikut tersenyum.Senyum bahagia.

Karena mungkin ia telah mendapat seorang teman baru.

 

~~oOo~~

 

“Ada apa kau ingin berbicara denganku?”Tanya Myungsoo tanpa basa basi.Tidak ingin menghabiskan waktu dengan seorang lelaki brengsek yang suka berselingkuh.Itulah pikirannya.

“Aku hanya ingin kau menjaga Jiyeon dengan baik.”Kata Minho sambil tersenyum.Senyum persahabatan.Yang membuat Myungsoo sendiri bingung.

“Memangnya ada apa?” Tanya Myungsoo bingung.Yang membuat Minho terkekeh lucu.

“AKu pernah menyakitinya.Sangat dalam.Dan aku tidak ingin itu kembali terjadi kepadanya.Dan aku yakin kau dapat menjaganya dengan baik.”Kata Minho sambil menepuk bahu Myungsoo.

“Kenapa kau mempercayaiku untuk menjaganya?”Tanya Myungsoo lagi.

“Karena kau mencintainya.Dan itu terlihat di wajahmu sobat!” kata Minho yakin.

“Dan kau dapat membuatnya bahagia.Tidak sepertiku yang hanya membuatnya sedih.”Kata Minho sambil mengusap lehernya.Rasa bersalah kembali menghinggapinya.

“Sudahlah!Semuanya sudah berlalu.Dan aku yakin Jiyeon cukup dewasa untuk dapat memaafkanmu.”Kata Myungsoo sambil tersenyum.

“Dan terima kasih sudah mempercayakannya kepadaku.”

 

~~oOo~~

 

Berjalan menuju halte bus.Entah kenapa beban dihati nya serasa terangkat dan hatinya terasa sangat ringan. Dan ia merasa telah menambah seorang teman baru baru.

“Kenapa kau tersenyum seperti itu?”Tanya seseorang disampingnya.Menoleh dan terkejut melihat pria disampingnya.

“Minho Oppa?Kenapa kau ada disini?Kau tidak bawa mobil?”Tanya Krystal bingung.

“Anniya.Aku hanya merindukanmu.”Kata Minho sambil tersenyum lembut.

“Oppa kau jangan menggombal!” kata Krystal sambil tertawa dan memukul bahu Minho yang jauh lebih tinggi darinya.

“Aku merasa hatiku sangat lega.”Kata Minho tiba-tiba.

“Ne, aku juga.Aku merasa sangat bahagia.”Balas Krystal sambil tersenyum lembut kepada Minho.

“Apa kau telah berbicara padanya?” Tanya Minho.

“Bagaimana kau tahu Oppa?”Tanya Krystal bingung.Yang membuat Minho terkekeh lucu.

“Terlihat jelas diwajahmu.”Jawab Minho singkat.

“Bagaimana denganmu Oppa?Kenapa kau merasa lega?”Tanya Krystal balik.

“Aku merasa telah menitipkannya pada pria yang tepat.” Jawab Minho.

“Kim Myungsoo? Aku rasa dia memang pria yang dapat diandalkan.”Balas Krystal.Mereka terdiam agak lama.

“Bagaimana kalau kita memulai dari awal lagi?” suara Minho memecah keheningan diantara mereka.

“Memulai dari awal lagi?” ulang Krystal bingung.

“Ya, memulai hubungan kita dari awal. Salam kenal! Namaku Choi Minho!” ucap Minho tiba-tiba sambil menyodorkan tangannya tiba-tiba.Yang membuat Krystal terpana.Dan seketika tersenyum lebar.

“Jung Krystal. Namaku Jung Krystal. Senang berkenalan dengamu Choi Minho.”Balas Krystal sambil menjabat tangan Minho.

Dan kisah mereka dimulai dari saat ini.

 

~~oOo~~

 

Merapatkan mantel panjangnya sambil mengelus kepala Beiku yang menyembulkan kepalanya dari tas Jiyeon. Bukan menyembulkan kepalanya tapi sengaja dikeluarkan oleh Jiyeon tepatnya.

Ia dan Kim Myungsoo berjanji akan bertemu di halte bus dekat rumahnya. Melihat jam untuk kedua kalinya. Ia telah menunggu selama 10 menit. Udara hari ini memang sedikit dingin.

Tiba-tiba sebuah mobil berhenti dihadapannya. Tanpa ragu ia masuk kedalam mobil itu. Karena dapat dihitung dengan jari siapa saja yang memakai mobil berjenis Lamborghini itu.

“Kau telat 10 menit Kim Myungsoo-ssi.”Kata Jiyeon sambil memasang safety belt.

“Mianhae mianhae!Tadi aku harus membeli sesuatu untuk mobilku.” Kata Myungsoo.

“Arra! Arra! Ayo cepat jalan!” kata Jiyeon.

“Kita mau kemana?”Tanya Jiyeon sambil memperhatikan jalanan sekitar.

“Ayo kita berkeliling Busan!” kata Myungsoo enteng.

“MWO??! Bu- Busan? Kau kira Busan itu dekat?!Aku tidak membawa pakaian ganti Kim Myungsoo babbo!” Kata Jiyeon kesal!

“Aku ingin memberi kejutan padamu hehe!” kata Myungsoo sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Selama perjalanan Jiyeon mendiami Myungsoo karena kesal.

“Baby Dino! Jangan seperti inilah! Aku hanya ingin memberikan kejutan untukmu.”Kata Myungsoo sambil mengelus kepala Jiyeon yang masih kesal kepadanya.

“Arraseooo!Tapi jangan pegang-pegang kepalaku!” kata Jiyeon sinis.

“Arra! Arra! Aku tidak menyentuk kepala mu lagi!” kata Myungsoo sambil mengangkat tangannya.

 

~~oOo~~

 

“Ayo terus jalan mundur.Iya iya sedikit lagi.Stoppp!” kata Myungsoo sambil menutup mata Jiyeon.

“SIappp?” Tanya Myungsoo.

“Nee!” kata Jiyeon.Lalu Myungsoo melepaskan tangannya dari mata Jiyeon.

“Woahhhhh!” kata Jiyeon sambil menutup mulutnya dengan kaget melihat ratusan foto yang tergantung di tali dengan tiang sebagai penyangganya.Foto itu hanya berisi satu objek.Dia. Objeknya adalah Park Jiyeon.Tapi ada dua foto yang menarik perhatiannya.

Foto yang pertama adalah foto dirinya yang sedang berbicara dengan Beiku.Tepat di ruang kesehatan.Tepat di hati Jiyeon dan Myungsoo bertemu.Ekspresi kesalnya yang sedang curhat kepada Beiku.

Dan foto kedua adalah fotonya yang sedang menangis di halte bus.Tepat di hari dia dan Minho putus.

“Bagaimana kau bisa-“

“Bagaimana aku bisa memiliki foto ini?” sela Myungsoo

“Itu hari dimana aku pertama melihatmu.Hari dimana aku jatuh cinta.Pada pandangan pertama.”Kata Myungsoo sambil mencium puncak kepala Jiyeon.Dan mendekatkan bibirnya ke telinga Jiyeon.

“Kepadamu.”Satu buah kata yang membuatnya lemas.Yang membuatnya serasa tuli sesaat.Bukan karena sedih.Tapi karena bahagia yang teramat sangat.

“Tapi bagaimana bisa?”Tanya Jiyeon yang masih bingung.

“Apakah butuh alasan untuk mencintai?” Tanya Myungsoo.

“Tidak.Maksudku bagaimana kau bisa memiliki foto ini?”Tanya Jiyeon dengan ling lung.

“Hari itu habis membeli makan.Lalu tepat di sebrang, aku melihat seorang yeoja dengan tampang menyedihkan menangis sambil memeluk boneka ayam.Dan itu sangat lucu.”Kata Myungsoo sambil terkekeh.

“Dan saat ini aku hanya ingin mengatakan kepadamu, bahwa aku mencintaimu.Sangat dalam.Bahkan terlalu dalam.Aku tidak tahu kapan tepatnya cinta ini mulai bertamanbah kuat.Tapi yang pasti cinta ini tak lekang oleh waktu.Tak hancur oleh palu besar yang mencoba meluluh lantakannya. Dan tak terkikis oleh air dan angin.” Myungsoo mengambil nafas lalu kembali berkata.

“Jadi maukah kau me-“

“Hush! Aku mencintaimu.”Kata Jiyeon sambil meletakan jarinya telunjuknya didepan bibir Myungsoo.Lalu mengecup bibirnya lembut.

“Aku mencintaimu.Dan kali ini taka da kata hampir.Karena cintaku tidak memiliki kata 9 diakhirnya. Bukan 99,9999% atau 99,99% tetapi 100% bahkan 1000%.”

“Tidak ada kata hampir dalam cinta.Karena aku tak pernah memulai cinta dengan kata hampir.Dan tak akan memiliki akhir.”

“Aku mencintaimu.”Ucap mereka bersamaan.

Dan lagi, Beiku adalah saksi bisu cinta mereka.

 

~~oOo~~

 

Ketika mencintai seseorang,

Janganlah kau mengenal kata hampir.

Karena hampir tidak akan pernah cukup dalam cinta.

 

~~The end~~

5 thoughts on “[FF Freelance] Restart (Sequel of Almost Is Never Enough) (Chapter 2 – END)

  1. wow perfect couple! ganteng iya cantik iya sama sama kaya iya, kurang sempurna apa coba. paling gak kuat waktu myung bilang mobilnya ‘hanya’ lamborghini gallardo ._.
    yeay~ happy ending, semuanya bahagia dengan pasangan masing masing
    nice ff..

  2. aky hampir mencintaimu/? /ga
    yeay!! akhirnya myungyeon bersatu dan jiyeon baikan sama orang yg pernah nyakitin dia kekeke~ myungyeon jjang!! 😀

  3. eeemm yaa ini ceritanya bagus banget 😀 haha
    krystal sama minho baik juga ya ternyata haha dan mereka tu pasrah gitu nerima karma itu. tapi mereka keren 😀 suka 😀 haha
    myungyeon juga keren banget 😀 haha cocwiiiittt 😀 sukaaaa 😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s