Between Us

between-us-req-Ladyoong at HSG

Credit : Ladyoong at HSG

 

By. Rebecca Lee

Choi Seunghyun, Lee Seunghyun [ Seungri ] | Shounen Ai/Bromance | T | Ficlet

Note : Here’s another fiction from me. Udah dibuat beberapa waktu sebelum UN, tapi baru sempet sekarang. FYI [buat yang belum tahu aja], Shounen Ai itu beda sama Yaoi ya. Shounen Ai nggak ada unsur bed scene sama sekali, just love story. Jadi, ini fiksi aman. Hope you enjoyed. :]

Di bawah gemerlap sorot lampu panggung berharga puluhan juta won dan riuhnya teriakan VIP yang tak pernah berhenti menggema adalah dua pria Double Combo yang selalu dielu-elukan karena talenta luar biasa dan karisma yang tak pernah redup barang sedikitpun. Di balik tingkah konyol dan gelak tawa renyah yang tercipta di antara kelimanya ToDae yang selalu dijadikan tokoh utama. Dan hanya G-Ri yang memiliki hubungan ala Tom and Jerry dengan berbagai bumbu manis di antaranya yang selalu terlihat oleh ribuan pasang mata. Tanpa ada seorang pun yang cukup peka untuk menyadari bahwa gejolak sesungguhnya hanya dimiliki si sulung dan si bungsu. Hanya di antara keduanya saja letup keintiman itu mampu tercipta dengan sempurna.

Subuh itu masih sama seperti yang telah dilalui sebelumnya. Suasana dorm yang hanya remang dengan kelima penghuninya yang masih sibuk bergumul dengan cuaca dingin awal musim salju di bawah selimut tebal masing-masing. Hanya ada suara lengan kecil yang berdetak teratur yang berasal dari jam dinding di ruang tengah dengan bunyi yang seolah menggema dan sedikit membelah sunyi yang mengudara. Satu detakan lagi dari lengan kecil itu dan sayup terdengar suara deritan pintu yang dibuka dan ditutup kembali dengan sangat hati-hati diikuti bayangan hitam yang mengendap dengan tenang menghampiri sebuah pintu lain di seberang ruangan yang letaknya cukup berdekatan dengan dapur. Salah seorang penghuninya telah kembali ke peradaban dunia.

 
Meskipun sadar sang pemilik kamar masih sibuk dengan memejamkan mata, sosok dengan rambut bangun tidurnya itu dengan sopan dan pelan mengetuk pintu sebelum masuk. Masih dengan langkah hati-hati yang sama di dalam kamar yang lebih gelap itu sosok laki-laki tadi dengan pasti menghampiri ranjang dengan si pemilik kamar masih bergelung dengan nyaman di atasnya dalam balutan baju tidur lengan panjang kesukaannya. Tanpa ragu tamu tak diundang itu membuka sedikit selimut dan menyusupkan tubuhnya sendiri ke sisi kosong tempat tidur kemudian memeluk yang masih lelap di sampingnya. Yang dipeluk agak terusik namun tak menolak, ia justri memberikan bahunya untuk dijadikan sandaran kepala yang hangat.

 
Gomawo, Hyung,” yang diberi ucapan terima kasih hanya tersenyum dengan matanya yang masih terpejam.

 
“Jangan banyak bicara dan kembalilah tidur, Maknae. Kau menyusup sepagi ini kemari karena merindukanku, ‘kan?” yang disebut maknae itu hanya mengangguk pelan serayap menyurukkan kepalanya lebih dalam ke ceruk leher yang lebih tua untuk menghirup aroma tubuh kesukaannya dan mengeratkan pelukannya melepaskan seluruh rasa rindu yang tertahan selama tiga bulan terakhir.

 
“Aku juga merindukanmu, Panda,” suara berat itu menjawab seolah mampu membaca pikiran. “Masih ada banyak waktu untuk rindu sampai matahari terbit,” lanjutnya sebelum keduanya kembali kea lam mimpi bersama.

 

 

-FINAL-

4 thoughts on “Between Us

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s