[FF Freelance] Love Really Hurts (사랑참아프다) (Chapter 4)

love really hurts

Title : Love Really Hurts (사랑참아프다) – Chapter 4

Author : @pijicalangek

Cast : Son Naeun

Kim Myungsoo

Kim Jongin

Length : Chaptered

Genre : Tragedy, Hurt, Romance, Angst and Crime

Rating : PG-15 *ada sesuatu hak hak

Preview: Cinta itu memang menyakitkan, lebih sakit daripada di bunuh. Namun, cinta akan lebih sakit ketika kau mulai di lupakan oleh orang yang kau cintai

A/N: hoy readers!!! Chapter 4 keluaaar~~ Ratingnya di naikkin karena ada sesuatu yang terjadi dalam chapter ini, maaf banget ya kalo ngga memuaskan otak author macet di tengah jalan hix😦 ini part terakhir sebelum part ending/?. Poster baru sayang hihihihi gimana? Bagusan ini atau yang kemarin? SELALU AUTHOR INGATKAN HARUS COMMENT!! BTW CHAPTER 5 AUTHOR PASS AJA YA LIAT DIKIIT BANGET YANG COMMENT😦 minta passnya bisa follow @pijicalangek atau tanya di LINE pijicalangek. Yok mare membaca!! Happy readings!

 

***

Keringat dingin membanjiri pelipis Jongin. Berulang kali ia menatap pintu putih dimana seseorang yang ia cintai kini berada di dalamnya. Kejadian di taman bermain itu hampir membuat jantungnya seperti berhenti berdetak.

Decitan suara pintu terbuka berbunyi, Jongin yang mendengarnya dengan spontan berdiri. Seorang yeojaber jas putih tersenyum menatapnya dan berjalan menghampirinya.

“Jongin-ah be—“

“Bagaimana keadaannya Sohyun-ah? Bagaimana keadaan kandungannya?”

“Yak! Jongin-ah tenang dulu!”

Jongin mendecak, “Bagaimana aku bisa tenang Kim Sohyun? Bayangkan jika di dalam sana seorang yang kau cintai terbaring lemah?”

Aish, aku mengerti. Naeun baik-baik saja, tapi janin yang tengah ia kandung sekarang dalam keadaan lemah. Ia sedang dalam tekanan batin yang cukup berat. Jangan menyuruhnya untuk berfikir terlalu banyak dan tidak melakukan aktvitas yang berat. Aku akan mengirimkan psikolog untuknya,”

Sohyun bergegas pergi meninggalkan Jongin yang masih diam tidak bergerak. Manik matanya terus menatap pintu ruangan dimana Naeun berada. Satu tarikan nafas di tariknya ketika memegang ganggang pintu ruangan tersebut. Dengan perlahan ia membuka pintu itu dan jelas terlihat sosok yang gadis tengah tertidur pulas entah akibat obat bius atau kelelahan.

Jongin menatap Naeun dengan senyum pahit. Jongin menarik kursi yang berada di ruangan itu dan menaruhnya di samping tempat tidur Naeun lalu mendudukinya.

Annyeong baboya,” panggil Jongin pelan sembari mengelus rambut coklat halzenut itu dengan lembut.

Tawa kecil Jongin keluar dari bibirnya, “Mengapa kau tidak memukulku? Aku baru saja memanggilmu bodoh, Naeun-ah? Aku merindukan kita selalu bersama,”

Kini Jongin mengenggam tangan Naeun dengan hangat, “Apakah ia selalu menyakitimu? Sehingga kau seperti ini? Kenapa yeoja sebaik dirimu bisa mengalami hal seperti ini?”

“Kau tahu? Dari kita kecil sampai sekarang aku selalu ingin menyambut tanganmu di altar, Naeun-ah. Kau tahu? Ketika kau menikah dengannya aku bukannya tidak datang, hanya saja— aish sudahlah. Ayolah Son Naeun bangun, mana Son Naeun yang kuat, eoh? Dirimu ingin apa? Aku akan mengabulinya jika kau bangun sekarang juga Son Naeun, bukankah ini menarik dan aku tahu kau sangat menyukainya? Jadi bangunlah dan dapatkan hadiahmu, babo-ya,” Jongin menatap wajah pucat Naeun dengan nanar.

Jongin, lelaki itu mengadahkan wajahnya ke atas menatap langit-langit rumah sakit berusaha menahan buliran air mata yang akan turun dan segera membasahi wajahnya.

Sebuah tangan terasa mengenggam tangan Jongin dengan hangat.

“Mengapa kau masih memanggilku bodoh Kim Jongin?”

***

Myungsoo dan Woori, keduanya kini tengah di dalam ruang tengah rumah Myungsoo dan juga Naeun. Entah sudah berapa gelas angguryang lelaki itu sudah minum. Sedangkan yeoja di hadapannya bermarga Go ini terus menuangkan cairan yang mengandungalcohol itu kedalam gelas Myungsoo.

“Kau tau noona? Hahaha… pasti kau tidak tahu sama saja seperti yeoja bodoh itu,” Myungsoo meneguk kembali anggur yang di tuangkan Woori kedalam gelasnya.

Woori memasng wajah seolah prihatin, “Myungsoo-ya apa yang yeoja bodoh itu lakukan? Apakah dia mengambil seluruh uangmu?”

Myungsoo terkikik keras, “Noona kira dia sepertimu? Apa sebenarnya yang yeoja bodoh itu pikirkan? Ketika yeoja itu bersama lelaki lain, kau tahu? Ini terasa sakit noona-ya, sangat sakit” ujar Myungsoo menunjuk dadanya.

Woori menuangkan kembali anggur yang ia beli sebelum datang ke rumah Myungsoo entah sudah dua botol penuh lelaki itu habiskan sendiri dengan mengatakan apa saja yang ia mau di luar batas kesadarannya.

“Myungsoo-ya, aku butuh uang. Kau tahu sayang? Harga make-up sekarang mahal sekali,” ucap Woori tersenyum dan mengelus rambut Myungsoo.

Myungsoo tersenyum, “Eoh? Kau mau berapa?”

Terlihat Woori tengah berfikir, “Hmm, sepertinya tiga juta won cukup untukku,” ujar Woori enteng sembari membuka tutup botol anggur yang ke-empat.

“Jika aku memberimu, bisakah kau tidak bersama lelaki bajingan itu lagi… Son Naeun?” Myungsoo merogoh saku kantongnya mengeluarkan selembar cek yang sudah berisi bubuhan tanda tangannya.

‘Betapa bodohnya dirimu Kim Myungsoo haha, terimakasih siapa pun dirimu bernama Son Naeun,’ batin Woori tersenyum kemenangan.

Woori mengelus pelipis Myungsoo dengan lembut dan mengecup bibir Myungsoo sekilas, “Lelaki mana? Aku tidak pernah memikirkan lelaki lain selain dirimu Myungsoo-ya. Aku hanya mencintaimu Kim Myungsoo,”

“Lelaki bernama Kim Junin? Aniani Kim Jongin. Ya bajingan itu bernama Kim Jongin,” Myungsoo berkata dengan suara seraknya.

“Tenang saja Kim Myungsoo, aku hanya mencintaimu,” Woori memegang tangan Myungsoo dan menaruhnya di dadanya.

Myungsoo tersenyum dan meremas dada Woori yang mungkin di anggapnya Naeun itu perlahan, desahan kecil keluar dari mulut Woori. Dengan kasar Myungsoo menarik tengkuk Woori dan melumat bibir Woori dengan kasar dan masih meninggalkan salah satu tangannya di dada Woori.

Bukannya merasa di lecehkan Woori tersenyum licik, ‘Sebentar lagi uangmu akan menjadi milikku Kim Myungsoo,

“KIM MYUNGSOO!!” teriakan suara yeoja membuat aktivitas Woori dan Myungsoo berhenti.

“Son Naeun?” Myungsoo membelakan matanya ketika mendengar suara teriakan istrinya itu.

Son Naeun, yeoja yang berteriak itu. Melihat pemandangan suaminya dengan gadis yang ia tak kenal hampir bersetubuh. Buliran air mata keluar dari pelupuk matanya, bahkan isakan tangis Naeun kini terdengar keras.

“Naeun-ah ada apa?” Jongin yang mendengar teriakan Naeun dari halam segera memasuki rumah itu.

Jongin mengikuti arah pandang Naeun, rahang namja itu seketika mengeras melihat pemandangan yang juga di lihat Naeun, “Kim Myungsoo apa yang kau lakukan?!”

Tanpa basa basi Jongin menarik kerah baju Myungsoo, menghajarnya tanpa ampun dan Myungsoo? Myungsoo pertama kalinya menatap manik Naeun seolah meminta maaf atas apa yang di lihat Naeun tadi.

“Jongin,” panggil Naeun pelan sedangkan Jongin yang dipanggil masih menghantam sekujur tubuh Myungsoo.

“Kim Jongin sudah cukup!” teriak Naeun lirih membuat Jongin berhenti menghantam Myungsoo.

Go Woori, yeoja itu tersenyum sinis melihat drama yang terjadi di depan matanya itu seolah ia adalah sutradara yang mengendalikan kejadian di depan matanya itu.

Naeun berjalan mendekati Myungsoo, menatap wajah lelaki yang ia cintai itu dengan sendu, “Apakah kau memperlakukan semua yeoja seperti ini, Kim Myungsoo?”

Myungsoo kini hanya diam melihat buliran air mata semakin banyak keluar dari pelupuk mata Naeun, istrinya sendiri. Tangan Myungsoo terarah untuk menghapus buliran air mata itu. Belum sempat tangan Myungsoo menyentuh pipi Naeun, Naeun segera menghampaskannya dengan keras.

“Jawab aku Kim Myungoo!” teriak Naeun parau dan menampar pipi Myungsoo cukup keras.

“A-aku bisa menjelas—“

Ucapan Myungsoo tertahan dengan Woori, “Sayang siapa dia? Bisakah kita ke kamar saja?”

Naeun tersenyum getir mendengar apa yang telah Woori katakan, “Baiklah jika sebenarnya itu maumu Kim Myungsoo, aku akan mengirimkan surat perceraian kita. Dan kalian bisa segera menikah,”

Naeun menghapus air matanya dengan punggung tangannya, perlahan ia menepuk bahu Myungsoo dan tersenyum sendu. Naeun memutar balikan tubuhnya menghadap pintu keluar rumah mereka, “Jongin-ah bawa aku pergi dari tempat ini,”

Terlihat jelas di mata Myungsoo punggung istrinya tengah bergetar kencang menangis tentunya. Tanpa ia sadari setetes air mata keluar dari kelopak mata Myungsoo.

“Aku tak menyangka seorang keturunan chaebol Korea Selatan bertingkah seperti ini. Aku harap pernikahanmu dengan yeoja murahan itu berjalan dengn lancar,” Jongin menatap jijik kedua manusia yang tersisa di rumah itu.

Sebelum ia benar benar pergi dari rumah itu Jongin membisikan di telinga Myungsoo dengan tegas, “Aku akan merebutnya Son Naeun darimu Kim Myungsoo,”

Kini hanya Woori dan Myungsoo di dalam rumah tersebut. Myungsoo menatap pintu rumah itu dengan nanar dengan air mata mengalir dari matanya.

Woori menarik tangan Myungsoo dengan manja, “Myungsoo-ya, kau tidak ingin minum lagi?”

“Pergi,”

“Ayolah ini tinggal satu botol, mari kita habiskan,”

“Aku bilang pergi!” ucapan dingin keluar dari bibir Myungsoo.

“Myungsoo-ya…” kini Woori bergelut manja di lengan Myungsoo, “Ayo kita pergi berbelanja,”

“Pergi sekarang atau aku akan mengusirmu dengan paksa,” Myungsoo diam tak bergerak sama sekali.

Woori mengambil tas tangannya dan high-heelsnya. Sebelum ia pergi, ia mengecup bibir Myungsoo membuat Myungsoo tanpa ragu menampar pipi yeoja itu dengan keras.

Myungsoo mengenggam lebih tepatnya mencengkram tangannya dengan keras, “Apa mau mu lagi?” tanya Myungsoo marah.

Cekikan santai milik Wooriterdengar menggema di ruangan itu, “Aku? Aku menginginkan uangmu Kim Myungsoo. Siapa yang tidak tergiur memanfaatkan seorangchaebol bodoh sepertimu?”

Lelaki bernama Myungsoo itu meludah tepat di wajah Woori, “Cih, yeoja murahan,”

Woori kembali mengelus pelipis Myungsoo dengan seringai licik menyertai di bibirnya, “Kau tidak sadar bahwa dirimulah yang mengundang ku kesini?”

Myungsoo terdiam dengan kaku saat yeoja itu mengambil sebuah benda di balik sofa rumahnya, yang entah kapan yeoja itu letakan di sana. Sebelum Woori benar-benar pergi dari rumah itu ia membisikan sesuatu kepada Myungsoo yang membuat harinya semakin memburuk.

“Kim Myungsoo, peneruschaebol satu-satunya bersiaplah wajahmu akan tampil di layar kaca Korea,”

***

Seorang yeoja berambut bewarna merah itu tengah mngadahkan wajahnya ke atas. Mencoba menikmati hangatnya sinar matahari yang menyusup di antara dedauanan di taman kota yang ia tempati sekarang.

Setetes air mata kini keluar dari matanya membasahi wajahnya perlahan, “Apakah pilihanku sudah benar?”

Yeoja itu mengembuskan nafasnya dengan berat, “Apakah kau masih mencintaiku oppa?”

Yeoja itu mengeluarkan handphonenya menggesekan layarnya berulang kali, “atau kau sudah mencintai seorang lain?”

Hembusan nafas kembali yeoja itu lakukan dengan berat sembari menyentuh layar handphonenya dan menempelkan ke telinganya.

Yeoboseyo?” suara berat seorang namja terdengar di sisi sana menjawab panggilan yeoja itu.

Oppa! Bisakah kita bertemu?” tanya yeoja itu mengeluarkan suara sendunya.

“…..”

Eoh! Arraseo,” yeoja itu menganggukan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang namja itu katakan.

“…..”

Ne, jaljayo~” yeoja itu menarik kedua bibirnya membentuk senyuman paksa dan mengakhiri panggilan itu.

Yeoja itu bangkit dari kursi taman yang sedari tadi ia duduki, handphonenya ia masukan kedalam saku mantel coklat yang ia gunakan.

Dengan sebuah tarikan nafas dan juga ucapan keluar dari bibiryeoja itu berjalan meinggalkan taman, “Selamat tinggal Kim Myungsoo.”

TBC

28 thoughts on “[FF Freelance] Love Really Hurts (사랑참아프다) (Chapter 4)

  1. Aku sebenarnya mau baca di blog pribadi kamu de, tp lupa blognya apa😀
    Chapter 5 mau di-pw? Lewat e-mail aja boleh kah?🙂
    Oh iya, ini mau final? Would it be a sad ending story?? huhu. I hope it would be a happy endig story #maksa #abaikan

    Sippo. Ditunggu lanjutannya ya😉
    Keep writing n fighting!!^^

    • haha banyak yang lupa soalnya aneh itu nama😦 bebekejang.wordpress.com LOL. ngga tau juga kalo banyak yang comment ngga aku pw kok say🙂 mau endingnya gimana? happy?

  2. aakkhh myungsoo mah..
    woori mau ngapain mau buat myungsoo bangkrut yaa…
    penasaran sama cerita selanjutnya..

    semoga gak jadi cerai yaa..
    kan kasian anaknya..
    myungsoo juga belum tau kan naeun hamil…

    gak papa dah di pw..
    ntar aku minta di twitter aja yaak

  3. akhirnya chapter 4 dateng juga.
    aish! Myungsoo memang keterlaluan:/
    salahnya sendiri terus mengacuhkan Naeun dan pergi bersama yeoja lain.
    wah… ada sedikit yadongnya ternyata😄
    next, next, next!!!
    jangan lama-lama nde buat kelanjutannya😀
    daebakk!!!😀

  4. huaaa..
    sekarang lebih kasian sama Myungsoo, please Naeun ngga boleh nyerein Myungsoo, pokoknya harus tetep jadi isrinya… kasin Myungsoo di udah sadar kalo dia itu cinta ama Naeun..
    ditunggu sangat chap 5 nya author😀

  5. Thor kurang panjang thor kurang panjaaan ;A; tapi for all keren part 5 end? Wuah kenapa cepet banget endnya? Ditunggu ya next partnya good luck !! Oh iya end nya happy pls.

  6. Kok pendek?😦
    Btw, maaf karrna baru baca, hehe^^
    Penasaran part 5 nya nih, jangan lama2 ya, dan mudah2an ngga jadi di pw🙂
    Fighting!

  7. Geregetan!! akhirnya MyungEun pada klimaksnya–”
    bercerai sungguhan kah? Ayo L, jangan sampai cerai-_-
    NEXT NEXT NEXT!!

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s