[FF Freelance] Ghost Melody (Chapter 4)

ghost-melody

Title                 : Ghost Melody Chapter 4

Author            : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating              : PG 13+

Genre               : Horror, School Life, Romance

Main Cast       : Yoona dan Baekhyun

Pairing             : Baekhyun dan Yoona

Other Cast      : Chen, Sehun, dan Kai

Quote                : Sing a song and i will come to you…just wait for me…

Previous          : Chapter 1Chapter 2, Chapter 3,

Disclaimer      : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster : kissmedeer @posterdesigner.wordpress.com

A.N                    : WARNING SIDERS menjauh, TRUE READERS ayoook merapat, buat barisan dan selamat menikmati fanficku ini ^^  makasih yang sudah ninggalin jejak komentnya dichapter sebelumnya, denger-denger fanficku kali ini bikin penasaran, benarkah? Baca koment kalian satu persatu dan balas semuanya bikin tenagaku terisi lagi, my vitamins… hehehe… hayo disini siapa yang ngerasa tebakannya paling bener? Siapakah pelakunya? Kai kah? Sehun kah? Atau bahkan Luhankah? Tapi so far nggak ada yang nebak pelakunya Luhan. Hehehe emang terlalu imut tuh deer satu itu/lirikLuhanoppa/hehehe… Siapa yang ijinin pairingnya ganti? Cung,,, heheh udah ah cuap-cuapnya, skali lagi makasih ya atas supportnya.. happy reading😀

 

 

Yoona POV

Cukup lama aku tidak sadarkan diri yang aku tahu saat ini aku telah berada disebuah ruangan yang lebih mirip sebuah gudang karena disekitarnya bisa aku lihat banyak sekali barang-barang yang terlihat sudah berusia tua dan sudah tidak bisa digunakan lagi, tangan dan kakiku terikat dengan kencang, lakban yang menutupi mulutku membuatku tidak bisa berteriak, jelas sekali mataku merekam semua kejadian digedung dimana tubuh Baekhyun-namjachinguku yang terikat dengan seutas tali dibelakangnya dengan mata yang tertutup dan mulut menganga. Aku sangat mengkhawatirkannya, Tuhan tolong selamatkan nyawa namja yang sangat kukasihi itu, doa kupanjatkan dalam hatiku. Aku teringat akan Luhan yang masih berada digedung itu semoga Luhan cepat membawa Baekhyun kerumah sakit.

Tubuhku masih lemas shocked karena menerima perlakuan yang kasar dari seseorang yang telah membekapku dan membawaku ketempat ini, tempat yang sama sekali aku tidak ketahui dimana lokasi ini tepatnya dan aku masih tidak mengetahui siapa orang yang telah menyanderaku, apa salahku hingga dia harus menyanderaku seperti ini? Tiba-tiba aura sekitar mendadak menjadi lebih dingin dari sebelumnya, tubuhku yang hanya diselimuti seragam sekolah dengan rok yang cukup pendek merespon, bulu kudukku mulai berdiri aku merinding kedinginan dan ketakutanku akan sesuatu yang akan muncul setelah udara dingin ini. Muncullah arwah yeoja yang datang entah dari arah mana yang pasti dia terlihat menatapku sendu, lalu kudengar lirihannya…

Aku sudah peringatkan Baekhyun mengenai hal ini dimimpinya sengaja aku memasuki mimpinya untuk memperingatkannya tetapi apa yang telah dia lakukan, dia tidak mempercayaiku dan lebih mempercayainya… Sesaat pandangan kami saling bertemu, yeoja itu juga memakai seragam sekolah sama seperti seragam sekolah yang Chen oppa kenakan, hanya yang membedakannya adalah pakaiannya yang terlihat sobek disetiap tempat membuat seragamnya terutama roknya terlihat compang camping, aku melihatnya meneteskan airmata begitu sedihnya aku saja yang hanya melihatnya merasakan kesedihan yang dia salurkan itu, remang-remang aku melihat dia mendekatiku dan mulai memegangi dahiku seakan-akan ingin menyampaikan sesuatu lalu, aku sudah berada ditempat lain disana aku melihat sebuah peristiwa yang baru kali ini aku melihatnya rupanya dia adalah korban pemerkosaan, berbeda dengan mimpi yang kualami Baekhyun dan aku sebelumnya saat ini aku berkesempatan melihat siapa pelakunya dan apa yang aku lihat itu benar? Aku sendiri tidak mempercayainya, aku saat ini menyaksikan bagaimana Kai Seonsaengnim dengan begitu bernafsunya membuka semua baju seragam yang dikenakan siswi SMA yang mempunyai rambut panjang kecokelatan itu, karena yang diberikan padaku adalah visi masa lalu jadi meskipun aku sangat ingin membantunya tetap tidak bisa, usahaku hanya berakhir dengan teriakan-teriakan yang sia-sia saat bagaimana Kai Seonsaengnim memperlakukannya seperti pada binatang, sudah tidak terkontrol nafsunya saat itu meski siswi itu meronta-ronta memohon ampun tetap saja Kai Seonsaengnim tidak melepaskannya tidak sampai nafsunya terpuaskan rupanya, karena Kai seonsaengnim membalikkan tubuhnya maka papan nama yang terpasang diseragam siswi itu bisa kulihat jelas, Seo Joo Hyun aku kira nama arwah itu Seo Joo Hyun.

Hanya sekilas aku bisa melihat peristiwa tadi dan kini aku sudah kembali ketempatku semula dimana tangan dan kakiku masih terikat. Andai saja aku bisa mengingatnya lebih cepat aku baru menyadari aku melewatkan sesuatu yang penting, aku baru menyadarinya sekarang ini saat di gedung itu yang kulihat tangan dan kakinya terikat hanyalah Baekhyun yang sudah tak sadarkan diri karena terlalu mengkhawatirkan Baekhyun membuatku tidak menyadari bahwa tubuh lain yang berada disampingnya tidak terlihat tali menyimpulkan kedua tangan dan kakinya, otakku bekerja keras mencoba berpikir dan pada akhirnya aku berada pada satu kesimpulan bahwa orang yang kemungkinan membekapku adalah Sehun oppa, bagaimana bisa? Diriku sendiri masih belum bisa mempercayainya, tetapi aku sangat yakin peristiwa pemerkosaan itu pelakunya berbeda pelakunya Kai Seonsaengnim, lalu bagaimana dengan pelaku pembully-an Chen oppa, siapakah yang sebenarnya pelakunya?

Saat aku sedang serius berpikir mengenai hal itu tiba-tiba arwah Chen muncul, dia sepertinya membantu Luhan untuk menemukanku, karena beberapa menit sejak kedatangan Chen oppa kudengar suara ribut-ribut diluar gudang ini dan aku sanga yakin itu adalah suara Luhan,”Yoona-ya..!!” teriaknya memanggil-manggil namaku dan aku hanya bisa berteriak masih dengan lakban yang menutupi mulutku dan tentunya teriakanku tidak akan sekeras seperti biasanya, dan Braaak!!!! Pintupun terbuka dengan kasarnya, aku bisa melihat Luhan yang langsung mendekat padaku dan membukakan simpul tali yang mengikatku dan kulihat dibelakangnya sosok yang sangat aku kenal dan tidak aku duga sebelumnya, Sehun oppa? Aku pikir Sehun oppa yang telah membekapku selama ini namun apa yang terjadi? Kenapa Sehun oppa datang dengan Luhan membantuku? Bukankah dia pelakunya? Ujarku dalam hati masih bingung dengan keadaan dan juga situasi dimana Sehun pelakunya ataukah dia justru membantuku,”Yoona-ya? Yoona ya kau tidak apa-apa?” tanya Sehun oppa sambil membuka lakban yang menutupi mulutku dan diapun membantu Luhan membuka ikatan tali ditangan dan kaki. Aku hanya bisa menangis lega akhirnya ada orang yang menemukanku ditempat terpencil ini, melihat tatapan bingungku Luhan mencoba menjelaskan padaku,”Sehun hyung yang menemukanmu terlebih dahulu, saat digedung tua itu aku baru menyadari kau hilang, maaf” ujar Luhan,”Lalu aku kaget karena Sehun hyung sudah tidak ada ditempatnya lagi, tetapi saat aku mengikuti Chen hyung untuk mencarimu akupun bertemu Sehun hyung didepan gudang ini dan dia membantuku membuka pintu ini Yoona-ya,” cerita Luhan sambil menahan tangisnya merasa bersalah saat dia melihat keadaanku.”Lalu Baekhyun bagaimana?” tanyaku ikut merasakan kesedihannya dan mulai terinagt bagaimana kondisi Baekhyun saat aku diculik,”Baekhyun sudah dibawa ambulans kerumah sakit terdekat, tapi dia masih koma Yoona-ya,” ujar Luhan sambil memelukku mencoba menenangkanku saat aku mulai tidak bisa menahan tangisku. Sehun oppa hanya bisa terdiam melihat kami berdua seperti itu, ada yang berbeda dari dirinya entah kenapa aku bisa merasakannya.”Gomawo, Luhan dan Sehun oppa. Kalian sudah bisa menemukanku entah bagaimana akhirnya bila aku tidak ditemukan kalian berdua,” ucapku tulus pada mereka berdua saat kami sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Sejenak aku melamun memikirkan semua yang baru saja aku alami, kenapa aku diculik dan apakah semua ini berkaitan dengan semua yang terjadi baru-baru ini, Baekhyun yang terluka, Minseok yang tidak kunjung masuk sekolah dan suara-suara dari arwah yeoja tadi, ah iya! Aku baru sadar, aku mengikuti Chen hyung untuk mencarimu penjelasan Luhan sangat tidak masuk akal bagaimana bisa dia mengikuti arwah Chen bukannya dia tidak bisa melihat arwah sepertiku? sekilas aku bisa melihatnya dibangku belakang sedang tersenyum pada Chen oppa, hei apa aku tidak salah melihat? Mungkin karena aku terlalu lelah sehingga melihat sesuatu yang tidak mungkin, bagaimana bisa Luhan oppa bisa melihat arwah sepertiku, pikirku.

 

FLASHBACK ON

“Hyung, kau juga tiba lebih dulu disini rupanya,” sapa Baekhyun saat memalingkan wajahnya dan menemukan Sehun sedang berdiri dibelakangnya mengikutinya masuk kegedung musik tua itu,”Hyung, semalam aku mimpi suatu yang buruk, ya mimpi yang sangat buruk sesuatu menimpa Yoona dan diriku dan akhirnya aku bisa mendengar suara yang cukup jelas hingga kini berdengung-dengung ditelingaku memperingatkanku,” jelas Baekhyun sambil berjalan kearah panggung dan mencoba melangkahkan kakinya menuju piano sementara Sehun mengikutinya dari belakang,”Apa maksudmu, kali ini mimpi yang berbeda lagi?” tanya Sehun pada Baekhyun saat Baekhyun sudah mulai memainkan musik Mozart,”Ya mimpi kali ini berbeda dengan sebelumnya hyung, mimpi ini lebih mirip masa depan ketimbang masa lalu seperti mimpi sebelumnya, dan sebelum aku terbangun masih bisa aku ingat ada suara yeoja yang mengatakan, Kau salah menilai orang Byun Baekhyun, kau dan teman-temanmu jangan dekati dia… aku hanya ingin memperingatkanmu kau berada disisi yang salah…” ucap Baekhyun lagi menceritakan semuanya pada Sehun bahkan lebih detail dengan suara yang dia mirip-miripkan.

Mendengar jawaban dan cerita Baekhyun itu seketika riak wajah Sehun menegang, keringatnya muncul dipelipis kanan dan kiri wajahnya yang dia takutkan akhirnya muncul juga selain dari menghindarinya ada satu lagi pilihan Sehun yakni menghilangkan atau menghabiskan saksi dan bukti, Buuuuk!!! Suara kayu yang sedang dipukulkan pada benda yang tumpul, dan benda tumpul itu adalah Baekhyun meski darah yang dia keluarkan tidka terlalu banyak yakinlah bongkahan kayu properti itu sangat besar dan berat cukup membuat pendarahan pada otak Baekhyun yang saat ini pingsan dan tubuhnya dia bawa ke gedung belakang sebelah selatan gedung musik tanpa seseorangpun yang melihatnya, dia tidak menyadari ada dua arwah yang sedang memerhatikannya tidak bisa melakukan apa-apa.  Saat Baekhyun sadar, Sehun kembali menenangkannya sebuah tendangan mendarat diperut lelaki yang lebih kecil perawakannya dibanding Sehun yang sangat jangkung itu,”Bugh,,!”,”Aww!!” teriak Baekhyun sambil meringis memegangi perutnya yang sakit minta ampun matanya mengerjap-ngerjap menahan sakit. Sehun terlihat lengah sesaat membuat Baekhyun mencoba merangkak menuju pintu gedung melarikan diri dari kasarnya Sehun memukuli dan menendangnya sehingga tenaganya habis, namun sayang Sehun melihat percobaan pelariannya dan menendangnya lagi semakin keras,”Kau!! Kau berani-beraninya mencoba kabur rupanya kau juga ingin berakhir seperti Minseokkie hah??!!” ancamnya sambil mengangkat tubuh Baekhyun menyimpulkan tali untuk mengikat tangan dan kakinya, meski kepalanya sudah berkunang-kunang Baekhyun masih bisa terperangah saat nama teman baiknya disebutkan Sehun.”Hahahahahaa, rasakan kau banci! Masa Cuma begitu saja membuat kau lemas! Dasar bodoh!!” pekik Sehun sambil terus menendangi Baekhyun, Chen yang melihat kejadian itu melihat teman baiknya saat SMA memukuli seseorang seperti saat dia dipukuli oleh Kim Kai itu tidak bisa berpangku tangan saja, akhirnya dia menyuruh arwah yang berada disampingnya untuk pergi ke gedung musik tua, dan mencari Yoona memanggil bantuan.

Sehun mendengar suara ribut dari luar diapun memasang posisinya merebahkan dirinya disamping tubuh Baekhyun yang masih tidak sadarkan diri tak lupa melumasi tubuhnya dengan darah segar yang keluar dari kepala Baekhyun berkat pukulannya tadi yang bertubi-tubi, “Yoong, pintunya terkunci, sangat sulit kubuka pintu ini,” geraman Luhan terdengar jelas dari Luhan dan mata Sehunpun pura-pura menutup, saat Luhan dan Yoona lengah dirinya meraih lakban dan tali yang digunakannya untuk Baekhyun beberapa waktu lalu, langsung saja dia membekap tubuh Yoona yang sedang berdiri memunggunginya, meski Yoona meronta-ronta dan berteriak-teriak tetapi Sehun berhasil membawa Yoona jauh.

FLASHBACK OFF

.

.

.

 

Yoona POV

“Baekhyun-ah, buka matamu Baekkie sayang…” ujarku saat melihat Baekhyun terbaring lemah disalah satu ranjang kamar rumah sakit, kondisinya sangat menyedihkan bibirnya terlihat robek dan masih berdarah meski aku yakin suster sudah membersihkan darahnya, kutemukan lebam disekujur tubuhnya terutama dikakinya dan seperti yang suster bilang perutnya lebam dan membengkak karena tendangan yang bertubi-tubi kearah perutnya membuat organ bagian dalam perutnya terluka dan mengalami pendarahan, belum lagi kepalanya sepertinya menjadi sasaran benda tumpul membuat kepalanya juga mengalami pendarahan menurut penjelasan dokter yang merawatnya. Aku hanya bisa menangis memandanginya, “Baekhyun-ah, siapa yang berani-beraninya menyakitimu sayang..” ujarku lagi mengelus lembut bagian wajahnya yang tidak terluka, sakit hati ini melihat Baekhyun-kekasihku terluka seperti ini, ingin rasanya aku saja yang menggantikan posisinya saat ini biarlah aku yang rasakan sakit itu Baekhyun-ah. Tuhan, sembuhkanlah dia, meski aku tahu kau juga sama menyayanginya seperti aku menyayanginya tetapi jangan biarkan dia disisimu, dia masih harus menjagaku disisiku Tuhan, kembalikan dia secepatnya jangan rebut dia dariku Tuhan, aku belum siap jika dia harus meninggalkanku untuk tinggal disampingmu, do’aku.

 

Aku tetap pergi ke sekolah meski berat meninggalkan Baekhyun sendirian dirumah sakit, Lee Sungmin appanya tidak bisa menemaninya karena dia harus bekerja jadi aku yang selalu menemaninya selama ini, semoga dia baik-baik saja saat aku sekolah hari ini. “Hai Yoona, kau sudah baikan?” tanya Luhan mencoba terlihat biasa saja didepan teman-teman sekelasku, memang aku ingin merahasiakan semuanya dari pihak sekolah, teman-teman sekolahku hanya tahu bahwa aku sedang sakit selama dua hari ini, dua hari ini aku menemani Baekhyun dirumah sakit.”Aku baik-baik saja Luhan, eh Minseok sudah mulai bersekolah belum?” tanyaku penasaran,”belum Yoona, dan aku belum bisa menghubunginya.” Jawab Luhan smabil memandangi handphonenya. Waktu istirahat aku dan Luhan sengaja tidak pergi ke kantin, aku membawa bekal yang cukup untuk kami berdua makan siang. “Jadi, kamu yakin sekali orang yang menculikmu itu Sehun hyung? Maldo andwae Yoona-ya, jelas sekali aku lihat ekspresinya yang sedih saat kau diculik mana mungkin dia,” sahut Luhan tidak percaya saat aku mencoba menjelaskan padanya,”Kau juga tidak bisa melihat Sehun oppa kan saat aku diculik? Aku sangat yakin dia yang membekapku dari belakang, entah kenapa aku bisa merasakan Sehun oppa jugalah yang berada dibalik luka-luka yang ada pada tubuh Baekhyun, tapi aku tidak punya bukti,” keluhku. “Tapi kan seperti yang kau ceritakan sebelumnya Sehun hyung itu teman Chen hyung dan dia baik jadi mana mungkin dia jahat kepadamu,” bantah Luhan saat aku mencoba menjelaskan kembali alasanku.

Pertengkaran kecil kami berdua ini disaksikan oleh penghuni atap sekolah, ya kalian bisa mengingatnya kan saat Baekhyun akan menembak dan membuat event disini aku masih belum bisa beradaptasi dengan suasana seram atap sekolah ini, meski saat ini aku hanya ditemani Luhan yang juga bisa melihat hantu aku masih saja merasa ketakutan setiap kali melihat bayangan hantu yeoja yang (masih saja) sedang terjun dari pinggir atap sekolah, dan kejadian itu berulang-ulang dilakukan oleh hantu itu, aku juga sekarang bisa melihat dengan jelas hantu-hantu yang mendiami atap sekolah ini, meski tidak terlalu banyak tetapi penampilan mereka yang lebih parah ketimbang hantu-hantu yang ada digedung musik, aku bisa melihatnya ada hantu anak laki-laki yang sedang sesenggukan aku kira dia memakai sebuah kacamata hitam tetapi saat aku melihat lebih jelas lagi ternyata matanya tidak ada yang aku kira kacamata itu adalah rongga matanya yang dipenuhi darah pekat yang sudah kering menghitam badannya bergetar dengan suara tangisyaa yang tidak berhenti, disamping kanan ada beberapa hantu ahjumma yang sedang berkumpul membuat lingkaran sepertinya saat mereka masih hidup mereka terlalu asyik dan ketagihan untuk taruhan mahjong karena ditengah kumpulan itu ada sebuah meja berbentuk kotak kecil dimana hantu-hantu itu akan menjerit kegirangan saat mereka menang, tentu saja jeritan mereka tidak sama dengan manusia jeritannya kali ini lebih seperti jeritan hantu yang memekikkan telinga. Bagaiman bisa semua hantu-hantu ini bisa berakhir diatap sekolahku? Kurasa rumor bagaimana seorang paranormal bisa memindahkan arwah itu benar, tapi sungguh lucu sekali bagaimana bisa atap sekolah dijadikan sampah untuk membuang hantu-hantu ini? Dan ah, dibelakang aku dan Luhan bisa aku lihat arwah memakai baju seragam kepolisian lengkap jalannya terseok-seok, kakinya masih berdarah-darah karena luka tembakan dan dengan jelas aku bisa melihat rongga dadanya yang terlihat transparan mungkin akibat granat? Tebakku.

 

Sehun POV

Untung saja aku bisa memutarbalikan cerita, hampir saja aku membunuh Yoona yeoja sialan itu, jika saja aku tidak mendengar suara Luhan dibelokan jalan tadi. Seperti saat kasus Minho aku pun akan menjadikan Kai sebagai pelakunya dimata mereka, hahahaha… aku tidak bisa membiarkan Yoona mengungkap kejahatanku melalui bantuan arwah.

 

Yoona POV

Sudah dua minggu ini Baekhyun masih belum tersadar dari komanya, aku dan Luhan memutuskan untuk menemui Minseok kerumahnya karena sebelumnya arwah senior laki-laki itu menemuiku diatap sekolah saat Luhan dan aku menghabiskan waktu berdua saja. “Yoona-ya, sampai kapan kau akan menunggu Baekhyun?” ujarnya sambil memegang tanganku, aku tersentak kaget dengan sikapnya yang mulai berbeda padaku, Luhan menjadi semakin manis saat Baekhyun terbaring koma dirumah sakit.”Entahlah Luhan, aku masih akan menunggunya..” jawabku penuh kepastian sambil mencoba melepaskan genggamannya dari tanganku dan sekektika bisa kulihat Luhan terlihat sedih dan menunduk saat sikapku yang seakan menjauhinya dengan tatapan-kita ini hanya teman, Luhan-ah. Untungnlah arwah senior itu datang kembali saat suasana canggung menyelimuti kami berdua, penampilannya kali ini berbeda dia terlihat lebih normal dari penampilan sebelumnya yang terlihat mengerikan saat ini bisa kulihat papan namanya yang sudah terpampang dibaju seragamnya, “Choi Minho..” ujar aku dan Luhan bersamaan, aku dan Luhanpun saling pandang bingung akan maksud kedatangan arwah ini, sepertinya setiap arwah membantu manusia dengan kebaikannya maka penampilan arwah itu akan menjadi baik setelahnya, hal ini juga terjadi pada Chen, penampilannya yang pada awalnya mengerikan menjadi lebih baik dan dapat dikenali wajahnya. Choi Minho ini juga terlihat lebih ganteng dengan penampilannya yang sekarang meski dia saat ini sudah menjadi arwah aura tampannya tidak sirna begitu saja, dia tersenyum kearahku dan Luhan yang sudah membiasakan diri dengan kekuatannya melihat arwah-sama sepertiku. Perlahan tapi pasti kulihat dia mendekati Luhan dan memegang dahi Luhan sama seperti ketika arwah wanita itu membeberkan masa lalunya, setelah beberapa menit Luhan kemudian tersadar kembali dan melihatku, wajahnya berubah menjadi ekspresi ketakutan entah apa yang dia lihat dari arwah yang bernama Choi Minho itu tapi aku bisa menebaknya pasti sesuatu yang mengerikan yang dia lihat. Lalu aku mendengar dia menggumam,”Dia adalah korban dari Sehun hyung..” gumamnya pelan, akupun tersentak kaget dengan gumamannya yang tidak bisa diprediksikan itu.

 

Luhan POV

Baru kali ini aku bisa beradaptasi dengan kekuatanku yang muncul tiba-tiba, melihat arwah memang keinginanku tapi aku tidak tahu akan semenakutkan ini, saat aku mencoba perhatian pada Yoona dia menolakku halus seakan tahu apa yang terjadi pada perasaanku, aku mulai menyukai Yoona yeoja yang juga masih menjadi kekasih sahabatku yang terbaring koma, cintaku ini terlihat egois memang tapi aku tidak bisa menahannya untuk datang, cupid sudah menembakkannya ke arah hatiku sehingga aku juga mencintainya. Saat suasana menjadi canggung karena sikapku yang begitu tiba-tiba, arwah seorang namja pun muncul “Choi Minhoo.” Ujar kami berbarengan saat melihat papan namanya, aku sudah melihatnya dua kali aku masih ingat sekali dia yang membantu kami untuk menemukan tubuh Baekhyun yang penuh luka itu, tiba-tiba saja arwah itu mendekatiku dan saat dia memegang dahiku aku bisa merasakan bahwa aku sudah tidak lagi berada diatap sekolah bersama Yoona, aku bisa melihat dia Choi Minho sedang dipukuli seseorang yang memakai baju seragam yang sama dengannya aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, yang bisa kupastikan adalah bagaimana Choi Minho mendapat pukulan-pukulan darinya mengenai perut, kaki dan tangannya membuat darah keluar dari lubang hidungnya, berkali-kali dia ditenggelamkan didalam air bak mandi karena saat ini aku melihat peristiwa kejadian ini bertempat di kamar mandi sekolah, suaranya tak terdengar lagi aku hanya bisa mendenagr lenguhan Minho yang terdengar menyakitkan menahan sakitnya. Saat dia sudah tidka bisa menahan sakit algi dan kupikir Minho menyerah dengan hidupnya tubuhnya sudah mulai melemah dan kulihat dadanya sudah tidak bergerak naik turun seakan dia sudah tidak bernafas dan saat itu juga wajah pelakunya bisa kulihat dengan jelas, Sehun hyung????!!!!” teriakku meski aku tahu dia tidak bisa mendengarnya karena ini hanyalah memori dari si arwah tadi. Tanap kusadari akupun menggumamkan sesuatu, meski sangat pelan aku tahu Yoona bisa mendengarnya karena raut wajahnya pun seketika berubah dengan ekspresi kagetnya, ,”Dia adalah korban dari Sehun hyung..” gumamku.

 

 

Author POV

Baekhyun terlihat sendiri disuatu tempat yang tidak dia kenali, yang dia tahu jelas adalah saat dia membuka matanya dia sudah ada disuatu ruangan yang tak berujung dengan tembok berwarna putih menjulang diantaranya, saat Baekhyun mencoba keluar melalui pintu yang dia lihat hanya ada hamparan pemandangan yang indah didepannya, dimana sungai mengalir pelan dan terdengar suara kicauan burung yang beradu dengan suara gemericik air dari air terjun yang tak jauh dari sana, suasana disana sangatlah teduh dan berbeda dengan keadaan di bumi, ini seperti di surga gumam Baekhyun, Baekhyun sangat menikmati pemandangan indah ini, pemandangan yang tidak bisa dia temukan didunia dimanapun itu, hatinya merasa tenang dan nyaman, lalu diapun duduk sendirian disebuah batu yang snagat besar dipinggir sungai, sungai yang lama-kelamaan Baekhyun pikir sungai itu bukan lagi mengalirkan air jernih saja tetapi juga susu, susu yang sepertinya akan sangat manis. Saat Baekhyun ingin mencicipi susu dari sungai tersebut, dia mendenger seseorang memanggil namanya,”Baekhyun-ah,” Baekhyunpun menoleh kearah suara yeoja yang memanggilnya itu, dia bisa melihat seorang yeoja tengah berdiri dibelakangnya, senyumannya menghiasi wajah yeoja yang terlihat sangat cantik itu yeoja itu memakai pakaian sutra berwarna putih keemasan yang berkilauan, pakaiannya seperti sebuah gaun yang berjubah sangat panjang rambutnya yang panjang dan bergelombang dibiarkan terurai indah menggantung, Baekhyun tidak tahu siapa yeojaa itu yang pasti perasaan rindunya yang menggelayuti, kerinduan akan eommanya yang sudah tiada membuncah begitu dalam, entah kenapa meski Baekhyun belum melihat sosok ibunya itu tetapi kemudia Baekhyun memanggil yeoja itu eomma,”Eomma?” sahutnya sambil mendekat pada yeoja itu,”Ne, Baekhyunnie ini eomma,” ujar yeoja itu lembut sambil memeluknya, Baekhyun akhirnya bisa bertemu dengan eommanya yang sudah meninggal itu seakan tidak ingin eommanya itu hilang kembali Baekhyun memeluknya sangat erat, “Aku merindukanmu eomma,” bisik Baekhyun saat dia melepaskan pelukan dari yeoja yang dia sebut eomma itu,”Aku juga Baekhyunnie, maafkan aku yang meninggalkanmu lebih dahulu bahkan sebelum melihat wajahmu, anakku,” jawab eommanya. “Aku sudah mengawasimu selama dua minggu ini, kau selalu memandangi sungai itu dan saat sungai berubah menjadi aliran susu aku ingin meminumnya bukan? Kau pasti sudah tergoda kan? Tapi kau tidak bisa meminumnya Baekhyun, masih banyak orang yang menunggumu didunia, kau tidak bisa selamanya disini.” Ujar eommanya sambil mengelus-ngelus rambut Baekhyun,”Tapi aku sudah terlalu lama hidup didunia eomma, aku sudah lama ingin bertemu denganmu dan aku ingin menghabiskan waktu saat ini bersamamu, aku.. aku tidak ingin kembali,” bantah Baekhyun sambil memeluk eommanya kembali,”Lihatlah keatas langit yang berwarna biru itu sayang,” perintah eomma, Baekhyun yang menurutinya bisa melihat Yoona sedang memegangi tangannya yang masih terbaring dirumah sakit sambil meraung-raung memanggil-manggil namanya, dia bisa melihat cairan bening keluar dari pelupuk mata yeoja itu, barulah Baekhyun tersadar dia harus kembali, Yoona menantinya. “Tapi eomma, bisakah kita bertemu lagi?” tanya Baekhyun ragu-ragu akan keputusannya untuk kembali itu,”Bisa sayang, selama ini eomma selalu didekatmu mengawasimu, nanti.. ada waktunya sayang kita bisa bertemu kembali bahkan dengan appa Sungmin,” jawab eomma,”Lalu bagaimana bisa aku kembali eomma?” tanya Baekhyun yang sudah membulatkan niatnya untuk kembali,”Tenang sayang, eomma akan membantumu kembali, aku hanya cukup memejamkan matamu saja,” jawab eomma.

.

.

.

“Baekhyun??!! Baekhyun?!! Kamu kenapa? Baekhyun?!! Dokter tolong, dok, Baekhyun kenapa dok!!” pekik Yoona histeris

 

 

To Be Continue

P.S: udah kan? Gak ada lagi yang penasaran, hehehe… makasih udah baca fanficku ini terutama yang setia membacanya dari awal, stock hantuku sudah terlalu banyak keluar di chapter 3 jadi scene hantunya agak sedikit di chapter ini, hehehe.. gomenasaii.. adakah yang penasaran dengan bagaimana cara tiga sekawan ini mengungkap kejahatan pelakunya?? Gimana dengan minseok? Bisakah kalian menebaknya? Hehehe,,,

3 thoughts on “[FF Freelance] Ghost Melody (Chapter 4)

  1. Maaf di chapter 3 ga komentar baru disini komen nya… hehehe. .. makin mantap aja nich ff nya… ternyt Kai yg memperkosa Soe Jo Hyun n Sehun yg membunuh Minho mrk jahat ya…. tapi kenapa Sehun jd jahat… apakah dia kaki tangan Kai… kan Sehun sahabat baik Chen… dan yg msh bikin penasaran sapa yg membunuh Chen? Apakah Kai ato Sehun teman baiknya….. penasaran berat thor… lanjut….

  2. Haaloo thor😀 aku reader baru thor jadi bru komen disini hehe
    Apa mungkin sehun jahat itu gara gara chen dibully sama kai ? Jadi sehun ngelakuin hal sama ke org lain ? Begitukah ?

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s