[FF Freelance] We’re Crazy Lovers (Chapter 1)

we're-crazy-lovers

{ Baby’s present }

Title : We’re Crazy Lovers

Genre : hurt, fantasy, angst, action, romance, friendship.

Length : 2shoot

Cast : Byun Baekhyun | Kwon Sohyun

~this fic is mine and I’m yours~

{the cast doesn’t belong to me, they belong to god and themselves, the story is purely mine and from my own thoughts, tell me if there are similarities with other story}

Read my other fanfiction at my own blog : Babys02.wordpress.com and contact me on my twitter : @Qisthi02 | My Facebook : Qisthi Zulfa | or Line : Qisthi Zulfa

Published before at Babys02.wordpress.com

Enjoy for read, guys !

_baby’s storyline_

“Ish, berhenti pabo! Kau mau menabrak pejalan kaki,ha? Ya! Jangan kencang-kencang, YA! NAMJA GILA! YA!” teriak seorang gadis tepat ditelinga pemuda yang menggendarai sepeda berwarna putih, gadis itu duduk tepat dibelakang sang pemuda. Gadis itu tanpa henti berteriak membuat pemuda itu berdecak jengkel mendengar ke-rewelan sang gadis.

“Kau ini bawel sekali sih !hey gadis bodoh, diamlah, Jika tak begini kita bisa telat pabo! Kau mau?!” teriak balik pemuda itu dengan pandangan yang tetap fokus menatap jalanan di depannya.Gadis itu tak bisa mengelak atas kebenaran ucapan pemuda itu.mereka sampai di jalan menurun dengan otomatis sepeda yang mereka tumpangi melaju dengan kencang memaksa gadis dengan rambut tergerai sebatas pundak refleks memeluk pinggang pemuda dengan denim jacket sambil menutup kedua matanya menahan rasa takut.

Pemuda itu diam-diam tersenyum mendapati gerakan refleks gadis yang diboncengnya, Byun Baekhyun,nama pemuda dengan rambut brownish itu. Dan Kwon Sohyun, gadis berpipi chubby itu.

10 menit kemudian, mereka sampai ditempat tujuan mereka.Sekolah, Kata yang sangat biasa untuk anak yang berumur 18 tahun.Sohyun masih saja memeluk Baekhyun,sementara Baekhyun terkekeh pelan melihat tingkah sahabatnya itu.

“haha, sampai kapan kau akan terus memelukku seperti itu?” goda Baekhyun yang membuat Sohyun tersadar, ia melepas pelukannya dengan wajah merona menahan malu, walaupun dengan sahabat tapi itu sangat memalukan menurut Sohyun, ia sedikit canggung jika melakukan skinship dengan Baekhyun memang.

“jangan-jangan kau suka ya jika memelukku terus? Haha” godaBaekhyun lagi.Rasa malunya kini tergantikan dengan kekesalan yang luar biasa, Sohyun menatap Baekhyun dengan wajah kesal. Ingin rasanya ia melahap habis pemuda didepannya saat ini juga, tapi sayang ia bukan kanibal.

“Jangan harap pabo!”Sohyun berjalan meninggalkan Baekhyun mengejar Sohyun, ia merangkul Sohyun dan gadis itu menghempaskan tangan Baekhyun dengan kesal, namun Baekhyun tetap mengangkat tangannya untuk merangkulSohyun kembali, dan Sohyun langsung menghempaskannya kembali. Tak kapok, Baekhyun merangkul Sohyun lagi, sementara kali ini Sohyun mendengus kesal dan mengalah, lagipula jika ia tak mengalah, Baekhyun takkan pernah berhenti.

_baby’s storyline_

“psstt, Sohyunie, heygadis gila!”Baekhyun terus saja mengganggu Sohyun yang sedang memperhatikan ahn saenim, Sohyun sengaja tak mendengar Baekhyun, ia malas dengan kelakuan Baekhyun. Ia juga tahu jika Baekhyun ingin membuatnya dihukum oleh ahn saenim, Sohyun sangat tahu bagaimana kelakuan Baekhyun.

“YA, Gadis gila!Bisakah kau melirik sedikit dan mendengarkanku?” ucap Baekhyun berbisik.Sebenarnya bola mata Sohyun sudah mengekor, namun Sohyun menahannya agar tidak melirik pemuda gila di belakangnya.Jinhee yang sebangku dengannya sudah sedari tadi menyikut tangan Sohyun, namun Sohyun tak merespon.Ia tak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti hari-hari sebelumnya.

Tak habis akal, Baekhyun menulis sesuatu di atas sebuah sobekan kertas, lalu melemparkannya ke bangku Sohyun.

YA! GADIS GILA! BERBALIKLAH!

Sohyun memutar bola matanya dengan malas, ia meraih spidolnya lalu menulis balasan dibawah tulisan asal Baekhyun dengan kesal.

                                           jika hanya membuatku dihukum, no thanks!

Baekhyun membacanya sambil tersenyum nakal dan membalasnya,“ani, ada yang ingin aku katakana,palli !”

“NANTI SAJA! DAN JANGAN GANGGU AKU LAGI!”Baekhyun sedikit meringis karena lemparan Sohyun tepat mengenai pelipis yang tertutup rapi oleh poninya, ia menatap kesal kearah Sohyun.

“addukh.. hancurlah wajah tampanku!” ucapnya sambil merapikan lagi poni yang sebenarnya tak berubah sedikitpun dari awal, Sohyun melirik melalui ekor matanya dan terkekeh pelan seraya kembali memperhatikan Ahm saenim.Sehun, pemuda dengan rambut platinum blonde disampingnya melirik.

“sampaikapan kau akan mengganggunya?” dengan nada datar seperti biasa ia memulai percakapan. Baekhyun menjawab dengan santai, “sampai dia berbalik, berteriak dan keluar bersamaku,”

“kau tak perna kapok, lalu ini hanya karena kau bosan dikelas?”

“ne,dan aku takkan keluar tanpa gadis gila itu, lagipula aku sudah pintar, buat apa belajar?” ucapBaekhyun pelan. Sehun tersenyum menyeringai.

“dasar sombong kau!”Sehun kembali menatap guru didepannya.Alih-alih menghiraukan Sehun ataupun Ahn saenim, Baekhyun malah berpikir mencari ide untuk membuat Sohyun kesal.Ia tersenyum licik saat menadapatkan apa yang sedari tadi ia butuhkan.

Baekhyun bangkit dengan tanpa suara, Sehun melirik acuh kearahnya.Ia dengan kasar menarik bandana yang Sohyun pakai, dengan tanpa sadar Sohyun berbalik kearahnya lalu dengan kesal ia berteriak kearah Baekhyun.

“APPO !MWOHANEUGEOYA, HA?”Baekhyun hanya tersenyum genit menanggapi teriakan Sohyun.Ahn saenim menatap mereka berdua bergantian dengan pandangan kesal.

Lag-lagi mereka, batinnya.

_baby’s storyline_

“ish, kenapa kau ini begitu menyebalkan ?”Sohyun tak pernah berhenti mengomel kepada Baekhyun sedangkan pemuda tampan itu terlihat acuh menanggapinya.

“kau ini berisik sekali sih,”

“argh, kenapa kau tak pernah membiarkan hidupku tentram ha?”

“takkan pernah..” jawab Baekhyun santai. Sohyun membuang muka kesal, “aku lelah bicara denganmu!”

Saat ini merekasedang berada dibawah pohon mapple ditaman belakang sekolah.Tempat favorit mereka,Baekhyun selalu menarik Sohyun kesana jika dikeluarkan dari kelas.Alasannya bukan hanya letaknya yang memang tidak terlihat orang saja, tapi pemandangan disana sungguh menakjubkan dan Baekhyun bersyukur tak ada orang selain dirinya dan Sohyun juga penjaga sekolahyang tau tempat ini.Sehun danJinheepun tidak tau.

Lama mereka terdiam, hingga Sohyun merasakan sesuatu menimpa bahunya. Aroma rambut ini,Baekhyun.Baekhyun kini tertidur diatas pundaknya dengan nyaman.Sohyun melirik sedikit bermaksud tidak ingin mengganggu alam damai Baekhyun.Jantungnya tiba-tiba serasa dipaksa untuk dipompa lebih cepat dari biasanya.Setiap berdekatan dengan pemuda gila itu, setiap memandang wajah polosnya saat tengah tertidur.Pasti detakan jantungnya tak bisa terkontrol dengan baik.Sohyun menghela nafas gugup wajahnya bersemu merah.

Baekhyun yang sebenarnya masih diatas sadar itu tersenyum simpul, tak perlu berabad-abad untuk belajar mendengarkan detakan jantung Sohyun yang kini berpacu lebih cepat.

_baby’s storyline_

Bel pulang sekolah berdering.Sohyun mengerjapkan matanya pelan.Yang pertama dilihatnya adalah langit dan daun-daun mapple.Sohyun mendapati Baekhyun masih memejamkan matanya, ia terdiam saat menyadari dirinya berada diatas pangkuan pemuda gila itu, bukankah tadi Baekhyun yang tertidur dipundaknya? Mengapa sekarang dia yang tidur diatas pangkuan Baekhyun?

Dengan susah payah akhirnya Sohyun bangkit, duduk disebelah pemuda yang masih tertidur itu. ponsel Baekhyun bergetar, tanpa ragu Sohyun merogoh saku celana Baekhyun lalu mengambil ponsel dari sana.

“Hey Bacon, Kau kemana? Bel sudah berbunyi dan kau belum kembali ke kelas ?Palli, bukankah kita akan kerja kelompok?” Cerocos orang disebrang sana. Sehun.

“YA! Bisakah kau mengucapkan salam terlebih dulu saat menelpon orang, ha? Sungguh tak punya etika !akuSohyun, Bacon masih tidur! Tunggu aku disana sebentar lagi!” tanpa menunggu Sehun berucap lagi, Sohyun menutup telpon itu.

“nuguya?” belum reda rasa kesal Sohyun, sekarang sudah dikagetkan lagi dengan wajah Baekhyun yang hanya berada beberapa senti didepan wajahnya. Sohyun menelan ludah, lidahnya kelu untuk bicara.Apa Baekhyun tak sadar kalau dadanya masih berdebar hebat?

“YA!namja gila! Kau mau membunuhku ha?”

“ya, jangan teriak-teriak terus!”

“ish, palli kita pulang!”

_baby’s storyline_

“Jinhee-ah, Sehun-ah, kita pulang duluan ya, paii paii!” pamit Sohyun pada  Jinhee dan Sehun.Mereka baru saja selesai mengerjakan tugas bersama dikediaman Jinhee yang mewah.maklumlah, Jinhee adalah anak tunggal dari seorang produser kenamaan. Sehundan Jinhee tersenyum dan mengangguk.

“ya sudah, kajja !”Baekhyun menarik Sohyun untuk duduk di sepedanya.Baekhyun mulai mengayuh sepedanya, sementara Sohyun menengok kebelakang dan melambaikan tangannya pada Jinhee dan Sehun.Setelah agak jauh, terjadilah keheningan diantara mereka.Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.

“Jinhee itu beruntung, ia berasal dari keluarga terpandang dan mempunyai Sehun yang almost perfect, hidupnya pasti berasa sempuran,” ucap Sohyun tiba-tiba.

“jangan bilang kau menyukai Sehun ? omo~” Sohyun mendelik, Baekhyun tak pernah menanggapi dengan benar ucapannya, tak pernah sekalipun.

“Jangan salah focus, bukan itu maksudku bodoh! Aku hanya ingin mendapatkan seseorang yang bisa menjagaku dan mencintaiku seperti halnya Sehun kepada Jinhee,”

“aku juga menjagamu,”

“kau menjagaku ? jangan bercanda,”

Keadaan kembali hening sampai Baekhyun menghentikan sepedanya secara mendadak membuat mau tak mau tubuh Sohyun merapat kearah Baekhyun, pemuda itu hanya terkekeh walaupun mendapatkan pukulan dari Sohyun.

“Yoonjo-ah !” panggil Baekhyun kepada seorang gadis yang cantik dengan rambut panjang melebihi dada. Gadis bernama Yoonjo itupun menoleh dan tersenyum manis. Sementara disana, Sohyun terlihat kesal.

“oppa, Sunbae? No mwohe?”

“aku mau mengantarkan gadis gila ini pulang, kau sendiri? Kenapa kau sendirian?”

“akubaru saja dari minimarket, ini,” ucap Yoonjo sambil memamerkan kantong belanjaannya. Baekhyun hanya ber ohria dan tersenyum manis. Melihat senyum Baekhyun kepada Yoonjo membuat gadis berpipi chubby dibelakangnya semakin mengembungkan pipi kesal.

“ya sudah aku duluan ya saengie, anyeong,”

“anyeong, oppa,” Yoonjopun melambaikan tangannya kearah Baekhyun yang dibalas dengan senyuman manis dari Baekhyun sebelum pemuda itu kembali mengayuh sepedanya mengantarkan gadis dibelakangnya yang tengah menahan kesal.

“ternyatanamja gila sepertimu bisa juga ya bersikap manis pada gadis yang disukainya,” ucap Sohyun sinis menyindir kearah Baekhyun.

“disukai? Maksudmu aku menyukai Yoonjo?Haha, yang benar saja,” Baekhyun terkekeh pelan mendengar perkataan Sohyun.Ia tahu Sohyun-nya sedang kesal.

“memang begitukan? mengaku sajalah,” Baekhyun malah menoyor kepala Sohyun yang duduk didepannya itu.

“sok tau, dasar bodoh!” ejek Baekhyun sambil tersenyum. Sohyun cemberut.

“apo, dasar Menyebalkan! Dasar namja gila!”

“haha, cepat turun! Masih merindukanku ya ?” Sohyun berdecak kesal sedangkan Baekhyun tertawa melihat wajah kesal Sohyun, ia mencubit pelan kedua pipi Sohyun membuat gadis itu berteriak kesal kearahnya.

“jangan cemberut terus, sudah jelek nanti tambah jelek! Besok jangan ngaret, bye babydoll,” Baekhyun mengedipkan mata sambil melemparkan ‘kiss-bye’ kearah Sohyun, ia mengacak poni Sohyun cepat lalu melesat pergi. sikap Baekhyun tadi bereaksi pada wajah Sohyun yang kini mulai merona. Sohyun memaki Baekhyun dalam hatinya Karen sikapnya barusan membuat Sohyun panas dingin.

_baby’s storyline_

“Kembalikan pabo!Makan saja makananmu sendiri!” bentak Sohyun sambil menarik kembali piring makanannya yang direbut Baekhyun, tapi,Baekhyun malah semakin menarik piring makanan Sohyun, membuat Sohyun harus memukuli tangan Baekhyun sekuat tenaga.

“kau pesan saja lagi atau makan saja punyaku,” ucap Baekhyun sambil menjauhkan piring makanan Sohyun dari jangkauan Sohyun.

“shireo! aku mau makan yang itu,”

“ya sudah ambil saja kalau bisa!”

“ya! Bisakah kalian diam?”teriak  Jinhee yang sangat terganggu dengan ulah Baekhyun juga Sohyun. Mereka berdua memeletkan lidahnya kearah Jinhee membuat gadis dengan rambut bob itu mengerang kesal.

“kalian ini sahabat atau musuh sih? Tak pernah akur,” timpal Sehun,Sohyun menyuapkan nasi kemulutnya, namun bukan nasi miliknya melainkan milik Baekhyun.Sohyun sudah kelaparan dan malas merebut nasinya lagi dari tangan Baekhyun, ia memilih memakan makanan milik Baekhyun.

Sohyun memutar kepalanya dan tepat saat Sohyun berhenti memutar kepalanya dilihatnya Ilhoon sedang tersenyum hangat kearahnya. Dengan kikuknya, Sohyun mebalas senyuman yang dilemparkan sang jawara sekolah itu.

“Jinhee-ah, Ilhoon tersenyum kearahku huwaa!” bisiknya pada  Jinhee.  Jinhee yang penasaran ikut mengedarkan pandangannya, mencari sosok pemuda yang katanya tersenyum pada Sohyun.

“kau benar, huwaa dia keren abis, sohyunie,”

“YA, WAE GURAE?!” tanyaBaekhyun dan Sehun melihat kedua gadis cantik dihadapan mereka berbisik-bisik seraya melirik kearah bangku yang berisi pemuda-pemuda dari kelas lain yang juga tengah menatap dua gadis itu.

“itu lho, tadi Ilhoon tersenyum pada Sohyun,” mendengar ucapan  Jinhee, Baekhyunyang sedang membuka mulutnya, berniat memasukan makanan kemulutnya itu terkesiap, ia terbelalak tak percaya mendengar apa yang gadis berkebangsaan America itu katakan.

“MWO?Benarkah?Maldo andwe, tidak mungkin pemuda seperti dia mau tersenyum kepada gadis gila sepertimu!” ucap Baekhyun menekan pada saat menyebut kata dia. Baekhyun tersenyum terpaksa sambil sesekali melirik ke arah Ilhoon yang dengan tenangnya menyeruput jus sambil membaca buku.

“bilang saja kau cemburu ? :P”

“M-mwo ? Cemburu kau bilang ?”

_baby’s storyline_

Hari ini Sohyun sengaja meninggalkan Baekhyun karena masih kesal dengan kelakuannya tadi, Sohyun duduk dengan sabarnya di halte seorang diri, saat seseorang menepuk pundaknya ia menoleh dan mendapati Ilhoon tengah tersenyum kearahnya. Tanpa izin Ilhoon duduk disamping Sohyun, membuat gadis itu sedikit kaget karena baru pertama kaliia berdua dengan pemuda selain Baekhyun tentunya, namun,Sohyun heran karena jantungnya berdetak normal. Tidak seperti saat berdekatan dengan Baekhyun, Rasanya berbeda.

Dan saat ini hanya kecanggungan dan keheningan yang menyelimuti mereka.

“Sohyun-ssi,” Ilhoon bersuara dengan tiba-tiba membuat reflex Sohyun menoleh.

“hmm, wae gurae?”

“bolehkah aku meminta nomor ponselmu?”

“n-ne?”

_baby’s storyline_

Baekhyun melihat Sohyun dan Ilhoon dari jauh.Entah mengapa darahnya bergejolak tak karuan.Dicengkramnya erat stang sepedanya.ia melihat Sohyun pamit dan masuk kedalam Bis meninggalkan Ilhoon yang sedang duduk arogan di kursi tunggu halte itu. Baekhyun menyeringai, diikutinya Bis yang membawa Sohyun pergi.Tepat saat melewati Ilhoon, Baekhyun tersenyum mengejek.Namun sayang, Ilhoon tak menyadarinya.

Dari sepedanya, Baekhyun dapat melihat Sohyun yang bersandar pada jendela dengan santai lalu memejamkan mata.earphone terpasang ditelinganya. Baekhyun sedikit kecewa karna Sohyun tak sedikitpun melirik kearahnya.namun,Baekhyun tetap setia mengikutinya.

_baby’s storyline_

Sohyun tengah berdiri didepan cermin sambil merapikan setelan seragam sekolahnya.Tak seperti biasanya, memang. Karena kali ini dia akan pergi dengan seorang pemuda idola sekolah, bukan pemuda gilanya.

“Sohyunie, ada yang menjemputmu diluar tapi bukannamja gilamu, siapa pemuda bermotor itu?kekasih barumu?” tanya kakaknya, tersirat nada kecewa disetiap kata-katanya.

“Ilhoon, apa dia sudah lama menunggu?”

“ani, dia baru saja datang.apa dia pacar barumu? Lalu kemana namja gilamu itu?”

“mwo? Dia bukan pacarku! Mereka berdua maksudku,”

“geotjimal! Jelas-jelas ekspresi wajahmu itu menyiratkan kalau kau memang menukainya kan?”

“menyukai siapa?”

“Baekhyun, benarkan?”

“ani, sudah ah kau ini mengganggu saja!”

“JIHYUN!SOHYUN! CEPAT TURUN!” teriak umma mereka dari bawah.

“tuh, kajja unnie!” Sohyun mendorong kakaknya untuk keluar bersama menemui Ilhoon yang sedari tadi menunggunya.

_baby’s storyline_

Baekhyun terbelalak ketika mendapati Ilhoon tengah menyodorkan helm pada Sohyun.Dengan cepat Baekhyun mengayuh sepedanya, saat berada dihadapan Sohyun, Baekhyun menarik Sohyun duduk didepannya. Tanpa berkata apapun ia kembali mengayuh sepedanya, pergi dari sana.

“YA! MWOHANEUGEOYA?” teriak Sohyun yang sama sekali tak dihiraukan olehBaekhyun. Sementara disana Ilhoon masih cengo sambil tetap memegang helmnya.

_baby’s storyline_

“kau ini menyebalkan sekali siih ! Ilhoon sudah menungguku lama-lama eh kau datang dan tanpa kompromi menarikku, kasiankan dia!”

“lalu, kau tak kasian melihatku ha? Aku sudah cape-cape menggoes sepedaku kerumahmu dan aku takmau itu sia-sia!”

“ish terserah deh, bicara dengan pemuda gila takkan menang !”

“diam kau gadis gila!”

“terserah aku dong, mulut mulutku bukan mulutmu !”

“ish.. berisik, telingaku pengang mendengar ocehanmu itu pabo!”

“so? Masalah buatku?Gakkan? Sukur sukur budek sekalian, biar bolot! Aku bahagia, haha!”

Baekhyun menggerutu tak jelas seraya melajukan sepedanya kencang di jalan menurun dan refleks Sohyun sudah pasti memeluknya karena takut dan disanalah Baekhyun mendapat kesenangannya. Dasar namja!

“kyaa!”

BRUAKK

karenalepas kendali,Baekhyun tanpa bisa mengelak menabrak seorang ahjumma yang tengah membawa cake yang dipenuhi dengan krim lezat. Beruntungnya, ahjumma itu selamat.Namun sialnya, Sohyun dan Baekhyun terjatuh, wajah Baekhyun menjadi sasaran empuk jatuhnya cake itu.

“lihat wajahmu itu kyaahahahaha!” Sohyun tertawa terbahak melihat pemandangan didepannya. Baekhyun yang tak mau kalah dengan gesit melumuri wajah Sohyun lalu tertawa.Sohyun yang mendapat kesempatan baik malah membalasnya dengan menyumpal mulut Baekhyun dengan kuenya yang berasal dari tanah itu.

“awaws khauw yuahl kwhon shohyuhn!” ucap Baekhyun sambil mengunyah cakenya, maklum saja jika ucapannya tak dapat dipahami dengan jelas.

“haha habiskan dulu, Haha,”

Baekhyun mengoleskan lagi cake itu dipipi Sohyun.Namun, kegiatan itu harus terhenti saat mata mereka beradu, tangan Baekhyun masih mematung dipipi Sohyun. Mereka merasakan sebuah detakan keras didalam tulang rusuk mereka, detakan yang sangat mengganggu!

“haha, lihatlah wajahmu itu, sungguh aneh !” Sohyun tertawa hambar mencairkan suasan seraya menyembunyikan wajahnya yang merona sedangkan Baekhyun hanya menelan ludah susah payah kemudian menunduk.

_baby’s storyline_

“ini semua salahmu gadis gila!” bisik Baekhyun, kini mereka berdua sedang menjalankan hukuman mereka. berdiri didepan kelas dengan posisi Baekhyun yang menjewer telinga Sohyun begitupun sebaliknya.

“kenapa kau menyalahkanku? Jelas-jelas ini salahmu! Kalau saja kau tadi membiarkanku pergi dengan Ilhoon mungkin sekarang aku tidak akan berdiri disini!”

“ya! Jangan bawa-bawa nama orang lain!”

“terserahku, Mulut-mulutku!”

“ish, ternyata panggilan baru itu memang harus dipakai sekarang,”

“panggilan baru apa?”

“panggilan baru yang sangat cocok untukmu!”

“mwo? Apa itu? Ah, pasti menyebalkansama seperti mukamu!”

“GADISRUSUH !!!”

“DASARPEMUDA GILA!!!”

Semua orang didalam kelas menatap heran kearah mereka, kelas sedang dalam keadaan hening.Hanya mereka berdua yang tengah dalam keributan.

“BYUN BAEKHYUN! KWON SOHYUN! KELUAAARRRR!!!!”

_baby’s storyline_

“dare or truth? Maukan ?kajja!” ajak Sehun. Sekarang Baekhyun, Sohyun dan Sehun sedang berada dirumah Jinhee. Seperti biasa mereka menemani Jinhee yang hanya seorang diri dirumah, keluarganya terlalu sibuk jika hari biasa.

“Gak ada kerjaan!” sahut Sohyun sambil memakan cemilannya, ia sedang focus pada layar televise yang sedang menampilkan beberapa idola favoritenya.

“siapa yang mengajakmu ? taka da, bukan ?” balas Baekhyun santai.

“dasar sarap!” Sohyun melempar bantal ke arah Baekhyun Namun sayangnya meleset.mereka mulai bermain tanpa Sohyun pastinya. Karna gadis itu lebih memilih melanjutkan kegiatannya yang tak mungkin ia hentikan.

“Bacon! Kau kena! Haha, dare or truth?” tanyaSehun

“truth deh” jawab Baekhyun asal

“apakah ada gadis  yang kau sukai?” tanya  Jinhee. Sohyun sedikit melirik kearah mereka saat mendengar pertanyaan Jinhee.

“aku bahkan sangat-sangat menyukainya,”Baekhyun sesekali melirik Sohyun sementara Sohyun dengan gugup meminum air dalam gelasnya berkali-kali.

“nuguya? Nuguya?” tanya Jinhee tak sabar.

“gak jadi, dare aja deh,”

“yah, bacon gak seru ah,” Jinhee mendesah kecewa seraya membaringkan kepalanya dipundak Sehun sedangkan pemuda itu hanya tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya kearah Baekhyun.

“suka suka,”

“oke, tantangannya adalah..” Sehun melirikJinhee dengan tatapan jahil.ia melirik Baekhyun kemudian melirik Sohyun, akhirnya Sehun membisikkan sesuatu pada Baekhyun.

“MWO?!Kau gila?”

“kau tidak berani? Cuma dipipi kok,”

“tetap saja! Ish kau ini!”

“ayolah, kau sudah memilih dare berarti kau harus melakukannya!” ucapJinhee yang baru mengetahui rencana Sehun. Baekhyunsedikit menunduk lalu bangkit, memandang sepsang kekasih itu dengan yakin.

“oke, lihat baik-baik!” dengan ragu Baekhyun mulai mendekati Sohyun. Setelah disamping Sohyun yang masih saja fokus menonton dan tak menyadari apa yang akan Baekhyun lakukan, Baekhyun mendekatkan bibirnya kearah pipi Sohyun. Jinhee dan Sehun menonton dengan serius.Bibir Baekhyunbeberapa senti lagi untuk mendarat sempuran di pipi Sohyun ketika secara tiba-tiba Sohyun menoleh, bukan pipi yang menjadi tempat mendaratnya kecupan itu melainkan bibir mungil Sohyun.

To Be Continued~

One thought on “[FF Freelance] We’re Crazy Lovers (Chapter 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s