[CHAPTER 6] XXME BASTARD!!!

XX ME 6

Title: XXME BASTARD!!! | Author: Cimolxx92 | Main Cast: BIGBANG’s Kwon Jiyong (G-Dragon), Sandara Park (2NE1), Jennie Kim(New YG Artist), Nam Taehyun (WINNER), Mizuhara Kiko |Support Cast: YG FAMILY |Rating: PG-15| Genre: Romance, Family, Friendship |Length: Chapter

 

Disclaimer

Plot Is Mine. The Characters are belong to God. Say No To Plagiarism!

 

Previous: Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5

©2014

We Are Family!

“Unni, kau mau pergi kemana?” Minzy mengerutkan kening saat melihat Dara keluar dengan gaun malam berpotongan pendek. Minzy melirik jam tangannya dan mengangkat alisnya saat melihat Dara bahkan memoleskan make up tipis ke wajahnya. “Kau mau kencan?”

“Mizuhara Kiko mengundangku makan malam di hotel tempat dia menginap malam ini.” Dara tersenyum lemah saat menangkap ekspresi kaget diwajah Minzy.

“Unni, aku ikut denganmu! Aku akan melindungimu!” Minzy segera bangkit dari duduknya, tidak bisa, Dara tidak boleh menemui nenek sihir itu seorang diri!!!

“Tenanglah mingkyyy.” Dara menghampiri Minzy dan memeluknya. “Aku akan baik-baik saja, Jiyong juga akan datang kesana.”

“Kalian akan datang bersama?” Minzy menatap Dara dengan takut, dia sangat tahu kalau Dara pasti merasa sangat tidak nyaman sekarang.

“Tidak, Jiyong bilang kalau dia tidak bisa menjemputku, ada sesuatu yang harus dia lakukan lebih dulu. Lagi pula, jika ada paparazzi yang menangkap kami bersama, akan timbul masalah baru yang akan mengacaukan segalanya.”

Minzy mengangguk mengerti. Dara tersenyum, mengambil tasnya dan berjalan keluar. Minzy mengikutinya, tiba-tiba dia ingat sesuatu… mungkin saja mereka bisa membantunya. Lagi pula jika Chaerin dan Bom tahu Dara akan pergi kesana seorang diri… maka habislah dia.

Minzy mengeluarkan ponselnya dan berdiri dikoridor sambil menatap punggung Dara yang semakin menjauh. Tanpa ragu, Minzy menghubungi nomor seseorang, pada dering kedua telepon tersebut diangkat.

“Jennie? Apa yang sedang kau lakukan sekarang? Apa kau sibuk?” Minzy menggigit kukunya dan kembali memandang koridor yang sudah kosong.

Unni? Aku sedang makan tteook dipinggir jalan dengan Teripangku dan Song Mino oppa, memangnya kenapa?” Jennie menjawab dari sebrang saluran dengan mulut penuh, Minzy menghela napas lega.

“Hei, kalian ingin sesuatu yang seru terjadi malam ini?” Minzy menyeringai “Aku punya sesuatu yang bisa membuat adrenalin kalian meningkat malam ini.”

Benarkah? Nuuna? Apa itu?” Suara Namtae menyambut telinga Minzy, sepertinya panggilannya di loudspeaker.

“Kalian tahu hotel tempat si jalang menginap malam ini kan? Ada sesuatu yang seru akan terjadi disana.”

Yuhuuuu! Ya! Ya! Ayo kita kesana? Huh? Huh?” Suara Jennie terdengar dikejauhan.

“Guys, Dara sedang dalam perjalanan kesana, aku rasa si jalang itu sedang merencanakan sesuatu padanya.” Minzy berhenti sebentar dan menarik napas dalam. “Aku yakin ada yang tidak beres karena Jiyong oppa tidak menjemputnya, bisakah kalian…”

Kami bisa! Kami bisa, unni!!! Jangan khawatir!!!” Jennie berteriak nyaring dan disambut protes oleh dua orang pria yang menggerutu melatar belakangi suaranya yang membuat telinga Minzy berdengung.

“Well, kuserahkan pada kalian! Fighting!!!” Minzy mendengar seruan heboh dari sebrang saluran dan tersenyum sambil mematikan ponselnya. Minzy kembali teringat pada artikel yang baru satu jam tadi dibacanya. isi artikel itu adalah hasil wawancara majalah W korea dengan Jiyong dan Kiko tadi siang – kiko berhasil mendapatkan gaun baru yang dibelikan oleh managernya – artikel itu membahas tentang kedekatan dan kemesraan mereka berdua yang membuat Minzy ingin muntah. Dan parahnya, Judul artikel itu membuat siapapun wanita didunia ini akan iri terhadap Mizuhara Kiko. “G-DRAGON YANG TERGILA-GILA PADA MODEL TERNAMA MIZUHARA.” Minzy memejamkan matanya dan kembali melihat ekspresi terluka Dara saat dia membaca artikel itu.

Unni, aku harap aku bisa kuat sepertimu… Minzy berdoa dalam hati, berharap semuanya akan baik-baik saja.

***

“Ya! Aku tidak mau ikut! Aku akan mati kalau Kang Seungyoon tahu aku berkeliaran tidak jelas! Sekarang kami ini cukup terkenal tahu.” Mino berkata dengan nada rendah yang membuat siapapun yang mendengarnya tidak berani protes, kecuali tentu saja, Jeniie Kim.

“Aku akan bertanggung jawab! Aku akan menjelaskan pada Seungyoonie oppa, jadi kau tidak perlu khawatir! Ayo bantu kami!!! Kau tidak peduli pada Dara unni?!” Jennie berkata dengan nada manis yang berbahaya.

“Jennie, bukan itu masalahnya, hotel itu adalah hotel bintang lima dan kita mau masuk kesana dengan pakaian gembel seperti ini?!!!” Namtae berkata sabar sambil menurunkan alisnya yang memang sudah turun.

“Aku punya ide untuk masuk kesana! Aku bahkan berhasil masuk kedalam klub yang sering G-DRAGON datangi, jangan panggil aku Jennie Kim jika aku tidak sanggup masuk kesana! Ayo!!!” Jennie menyeret mereka dengan tangan kanan mencengkram Namtae dan tangan Kiri mencengkram Mino.

“Aku punya firasat buruk terhadap ide itu…” Mino berkata pasrah.

“Ya! Kau mau mencuri pakaian? Atau kau mau masuk dengan cara menendang bokong penjaga keamanan?!” Namtae terus protes saat Jennie berhenti untuk mencari taksi.

“Aku tidak akan mencuri atau menendang bokong siapapun, tapi itu ide bagus, aku bisa menendang bokongmu sekarang kalau kau terus cerewet!” Jennie mengulurkan tangan kearah taksi yang lewat menuju mereka. Taksi itu berhenti tepat didepan mereka dan Namtae memejamkan matanya, berdoa dirinya masih selamat dan hidup sampai besok.

Mereka masuk dengan berjejalan, Jennie duduk di antara Mino dan Namtae, tas ranselnya yang sangat besar benar-benar sangat mengganggu.

“Aiiish, sebenarnya apa sih yang ada didalam tas itu? Apa kau membawa tulang belulang dari korban-korbanmu?” Mino mengerutkan kening penasaran dengan isi tas Jennie.

“Ini kostum kita hari ini!” Jennie berkata bangga. “Aku tadi latihan teater dan aku membawa beberapa kostum! Kyaaaahhh… beruntungnya… kita bisa menggunakan ini untuk masuk jadi jangan khawatir!!!” Jennie berkata ceria.

“Jangan bilang kalau…” Namtae menoleh ngeri menatap Jennie yang berseri-seri.

“Sawwryyy yorobunnn, ini kostum wanita semua… uhmmm, aku rasa kalian suka berpakaian seperti wanita, kalian bahkan sukses mem-parody kan drama The Heirs di winner TV!” Jennie terkikik bahagia dan tidak menghiraukan kedua wajah yang menatapnya penuh horror.

“Ini akan menjadi malam yang panjang.” Namtae mendesah pasrah.

“Dan tidak akan terlupakan seumur hidup.” Mino menyahut dengan wajah seperti ingin menangis.

***

“Terimakasih sudah mengantarku kesini Jjangmae.” Dara tersenyum pada pria bertubuh gempal yang memperhatikannya dengan khawatir.

“Kau yakin aku tidak perlu menunggu? Jiyong mungkin tidak bisa mengantarmu pulang.”

“Tenang saja, aku bisa naik taksi.” Dara tersenyum enteng dan membuka pintu.

“Tidak, tidak, Dara, telepon saja aku kalau dia tidak bisa mengantarmu pulang. Oke?”

Dara hanya mengangguk ringan dan mulai melangkahkan kakinya keluar. Mobil hitamnya perlahan pergi meninggalkannya dan dia langsung disambut penjaga hotel yang berdiri disisi lobi dan memberi hormat padanya. Dara menghela napas dan merasakan angin dingin menerpa tengkuknya. Dia melangkahkan kakinya menaiki tangga pualam dengan suara high heels yang berisik tapi anggun, Dara benar-benar berdandan total malam ini, dia ingin menunjukan pada Kiko kalau dirinya juga bisa terlihat hot dan pantas bersanding disamping Jiyong.

Dara berjalan dalam diam kearah restoran yang diterangi cahaya ke emasan, bangku-bangku yang disusun dengan elegan dan terdiri dari kayu-kayu dengan ukiran cantik melengkapi keindahan hotel itu, dengan lilin aroma terapi yang menghiasi setiap sudut meja.

Dara menghentikan langkahnya dan mengedarkan pandangan ke seisi ruangan yang sepi dan menangkap sosok di sebuah sudut. Tetapi, ini bukanlah pemandangan yang ingin dia lihat. Jantungnya mulai berdetak cepat dan hatinya mulai diremas kuat saat dia melihat Kwon Jiyong dan Mizuhara Kiko duduk berdampingan. Dan tubuhnya seperti mati rasa saat Dara menyadari ada satu kamera yang sedang merekam kegiatan mereka dengan satu reporter yang sedang meliput kegiatan mereka.

Oke, ini jebakan. Kiko benar-benar berniat membuatnya menjadi orang bodoh.

Dara menghela napas dan mencoba membuang rasa sakitnya, dia hendak berbalik pergi saat mendengar suara manis Kiko menyambut indra pendengarannya.

“Dara! Disini!”

Dara berbalik dengan malas dan menatap wajah manis Kiko dan wajah terkejut Jiyong. Oke, ini akan menjadi malam yang melelahkan, Dara tidak punya pilihan lain saat kamera mulai menyorot kearahnya. Dia secara otomatis menyunggingkan senyumnya dan berjalan pelan kearah mereka.

Jiyong bangkit dengan cepat dan menghampiri Dara sebelum Dara sampai ke meja mereka. Jiyong menyipitkan mata padanya dan menahan lengannya.

“Dara, hentikan, kau tidak boleh masuk kedalam permainannya.” Jiyong berbisik pelan ditelinganya.

“Hentikan Ji, Kamera sedang fokus pada kita. Teruskan aktingmu menjadi prince charming.” Dara mendesis dan mendorongnya pelan tetapi Jiyong tetap membeku ditempat.

“Aku takut Dara… kau…”

“Kau tidak tahu seberapa kuatnya aku menerima rasa sakit. Aku sudah merasa sangat kenyang dengan rasa sakit yang kau berikan padaku jadi… aku akan baik-baik saja.” Dara menjawab dingin dan mulai berjalan melewati Jiyong tersenyum manis pada Kiko yang memandangnya dengan pandangan meremehkan.

“Dara-Chan! Kami sudah menunggumu dari tadi!” Kiko tersenyum padanya, Dara mengangguk angkuh dan duduk disebrang wanita itu, menoleh pada reporter yang berdiri disampingnya.

“Annyeong! Ahaha, aku sangat tidak tahu kalau akan masuk dalam acara kalian, aku minta maaf…” Dara menundukan kepalanya kearah kamera.

“Woah, ini adalah suatu kehormatan karena Sandara-ssi bisa menjadi guest dalam acara kami. Acara ini tidak akan mengganggu makan malam kalian, kami hanya butuh beberapa gambar lagi dan kami akan segera pergi.” Reporter dengan kacamata frame itu berkata ramah.

“Dara-chan dan aku berteman dengan sangat baik. Karena itu, aku jarang sekali manghabiskan waktu di seoul dan aku menyempatkan diri mengundangnya.” Kiko menatap Dara dan tersenyum dengan bibir tebalnya yang berwarna merah mengilap.

Jiyong menghampiri mereka dan Dara tersentak kaget saat dia tiba-tiba menuju kekursi disampingnya dan duduk dengan tenang.

Kamera dan reporter masih fokus pada mereka bertiga. Kiko tiba-tiba membeku dan hampir ternganga saat Jiyong menarik gelas wine disebrangnya – dikursi yang tadi ditempatinya sebelum kehadiran Dara – dan meminumnya.

Dara tersenyum kearah Jiyong dan tertawa ringan, berusaha mengakhiri kecanggungan yang akan membuat reporter itu merasa curiga.

“Aku dan Jiyongie, sudah lama berteman dengan sangat baik, dan dia memang suka bertindak aneh, ahahah, iya kan Kiko-ssan?” Dara menoleh kearah Kiko yang tersenyum terpaksa padanya. “Dia pasti sedang bercanda sekarang. Selera humornya benar-benar buruk.” Dara menoleh pada Jiyong dan memandangnya tajam. Perlahan, Dara mencubit paha pria itu. Jiyong berjengit dan mengerutkan kening padanya.

Dara memberikan perintah dengan matanya, menyuruh Jiyong untuk duduk disebrang meja bersama Kiko, atau reporter ini akan meracau tidak jelas tentang hubungan mereka dan semuanya akan sangat kacau.

Dara menghembuskan napas kesal saat Jiyong tidak bergeming dari samping Dara, dan malah asik menikmati wine-nya.

“A, Aku harus ke toilet, permisi sebentar…” Dara berdiri dan berjalan cepat meninggalkan meja itu menuju toilet saat dia merasakan seseorang juga sedang mengikutinya.

“Jiyong, berhenti bertingkah kekanak-kanakan.” Dara berbalik marah sambil melipat tangannya didepan dada.

“Ayo kita pulang.” Jiyong berkata dingin sambil menarik tangan Dara, Dara tersentak dan menarik tangannya kasar hingga lepas dari pegangan pria itu.

“Jiyong! Kau tidak bisa melakukan itu! Kau ingin mereka menulis sesuatu yang buruk tentang hubunganmu yang sekarang sedang sangat panas di media?” Dara berkata sabar pada Jiyong. Jiyong menatapnya dengan pandangan bersalah.

“Apa yang harus kulakukan Dara?” Jiyong menjawab dengan nada putus asa.

Dara menghela napas, memeluk Jiyong, berusaha mengusir rasa ragu dan kecewa didalam diri pria itu, berusaha meyakinkan dirinya sendiri kalau mereka akan baik-baik saja.

“Jadilah G-Dragon yang kubenci.” Dara berbisik pelan, melepaskan pelukannya dan menatap Jiyong dengan yakin.

“Aku tidak ingin melihatmu terluka.” Jiyong menjawab dengan dingin.

“Aku akan baik-baik saja karena aku punya Kwon Jiyong.” Dara membelai wajah Jiyong. “Jadilah G-Dragon yang kubenci, seperti yang biasa kau lakukan ketika kamera ada didepan matamu.”

***

“Daeeebaaakhh.” Namtae mendongak menatap gedung tinggi dengan lampu yang berkelap-kelip menghiasi setiap bangunan.

“Wow! Kita bisa menginap disini suatu hari nanti! Saat aku sudah menjadi superstar!!!” Mino merentangkan tangannya lebar-lebar sambil memejamkan mata dan memasang senyum bodoh diwajahnya.

“Guys, ada sekitar selusin penjaga disepanjang lobi.” Jennie mengerucutkan bibir sambil memandang orang-orang yang memakai tuksedo berwarna hitam berjejer dari ujung tangga sampai lobi utama hotel.

“Terbekatilah Gaho dan Jolie, akhirnya kau sadar kalau kita tidak mungkin masuk kesana kan?” Namtae berkata puas sambil meregangkan otot-ototnya yang kaku akibat berdesakan didalam taksi.

“Kalau aku berhasil membawa kalian masuk, kau harus menciumku!” Jennie berkata enteng, berjongkok dan membanting tasnya ke tanah, tidak menghiraukan wajah Namtae yang menatapnya penuh kengerian.

“WHY ME???” Namtae menoleh kearah Mino yang berpura-pura bodoh dan berusaha menyembunyikan tawanya. “Ya! Kupikir kau sudah melupakan itu! Kau masih meneruskan novel onlinemu?”

“Of Course! Aku sudah mendapat 1120 komentar yang menyuruhku untuk cepat melanjutkan tulisanku!” Jennie berdiri dan mulai membopong tas ranselnya dengan kedua tangan. “Yak, ayo kita kepojok sana untuk berganti pakaian!” Jennie berjalan susah payah ke sudut tempat gelap disisi kanan hotel yang ditutupi oleh rerumputan di ikuti Namtae yang berlari berusaha menjajari langkahnya.

“Ya, Jennie Kim, kau kan ingin Jiyong Hyung yang menciummu, kenapa tiba-tiba aku?!” Namtae terus bertanya dengan penuh horror, Jennie menghentakan kakinya dan menoleh pada Namtae.

“Aku juga akan memintanya melakukan itu jika ada kesempatan, tetapi seperti yang kau lihat, dia sedang sangat sibuk dengan nenek sihirnya.” Jennie mengangkat bahu acuh dan berjongkok, membuka resleting tasnya dan mengeluarkan berlembar-lembar kain warna-wani dengan warna mencolok. Mino dan Namtae berjengit dan hampir terpekik kaget saat Jennie menarik keluar rambut Afro berwarna hijau toska dan wig dengan bau aneh berwarna pink mencolok.

“Are You ready?” Jennie menyeringai kepada kedua orang pria yang menatapnya dengan pandangan takjub. “We will rock tonight, guys!”

***

“Jadi kalian sudah saling berteman? Berapa lama?” Reporter yang sibuk tersenyum pada Dara berkata ramah. Dara bisa merasakan kamera menyorot padanya dan dia merasa seperti benda itu membuatnya meleleh sedikit demi sedikit seperti sinar laser.

“Well, aku bertemu dengan Kiko saat kami mengadakan konser di Jepang, aku… eeerrr… suka dengan profesionalisme yang dia tunjukan sebagai model papan atas.” Dara tersenyum dan menangkap Jiyong ikut tersenyum meremehkan dibalik tangan yang menutupi mulutnya.

“Dara Chan, kau terlalu berlebihan. Aku hanya seorang gadis biasa yang suka sekali bekerja keras untuk apa yang ingin kucapai.” Kiko berkata manis sambil memotong steaknya dengan anggun.

“Tidak Kiko-ssan, dan kau memang seorang pekerja keras, kau bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan seorang G-Dragon.” Dara berhenti sejenak untuk menikmati reaksi Kiko. Tangan Kiko berhenti mengiris daging steaknya. “Aku harap hubungan kalian bisa bertahan lebih dari tiga bulan.” Dara tersenyum sinis.

“Aku harap itu akan kurang dari tiga bul… akh!” Jiyong tidak sempat meneruskan perkataannya ketika Dara dengan sengaja menendang kakinya dari sebrang meja.

Dara terbatuk ringan dan meminum air mineralnya. Kiko kembali mengiris steaknya dan tersenyum kearah kamera yang fokus padanya.

“Apakah kalian sudah merencanakan pernikahan?” Sang reporter kembali bertanya yang disambut dengan keheningan di meja itu. “G-Dragon-ssi selalu bilang kalau ingin cepat menikah muda jika ada seseorang disisinya, sekarang anda sudah memilikinya. Apakah anda memiliki rencana untuk menikah dengan nona Mizuhara?”

“Tidak sama sekali.” Jiyong menjawab yakin yang menyebabkan kameramen dan reporter itu mengerutkan kening. “Untuk saat ini, aku tidak punya rencana untuk menikah dengan siapapun.”

Oke, Dara tahu kalau kehadirannya sangat mempengaruhi Jiyong, pria itu secara total menjadi idiot yang tidak bisa berakting sama sekali. Dia sedari tadi menjawab pertanyaan yang membuktikan kalau dirinya membenci Mizuhara Kiko, dan posisi duduknya disebelah Kiko benar-benar jauh, pria itu sengaja menggeser kursinya jauh-jauh dari sebelah Kiko. Kemana perginya G-Dragon yang professional dan Perfect itu?

Disisi lain, berjarak dua meja dari meja tempat segala kejanggalan terjadi, terlihat tiga orang aneh paling mencolok sepanjang sejarah sedang duduk menggerubungi meja, menutupi wajah mereka dengan buku menu sambil berbisik berisik.

“FUUUCKKK! PELACUR ITU MEMBAWA REPORTER!!!”

“Aku ingin sekali menggunduli kepalanya dan menarik bibirnya yang lebar itu!!!”

“Bagaimana menyelamatkan Dara nuunaaa???”

“Aku tidak percaya ini!!! Aku benar-benar sudah membayangkan pemakaman si jalang itu!!!”

“BAKAR DIA HIDUP-HIDUUUPPP! GRRRRR!”

“Ya! Kau terlalu sadis! Mengulitinya hidup-hidup lebih baik!!!”

“Ya, ya! Hentikan imajinasi liar kalian, sekarang masalahnya bagaimana mengeluarkan Dara nuuna dari situasi itu???!”

“Baik, begini, Spongebob kau berjalan dulu ke meja itu dan menyenggol kameramen, buat senggolan yang aduhai dan keras sampai kamera yang sedang dia pikul itu jatuh!”

“Ya! Kau panggil aku apa? Pertama teripang, dan sekarang spongebob?! Kenapa bukan Mino saja! Tubuhnya lebih besar dari aku!”

“Itu masalahnya! Kau tidak lihat Mino? Lihat, bahunya menonjol keluar dan memamerkan otot-otot spartanya! Lihat dress imut itu teraniaya olehnya!”

“SHIEEETTTH, Harusnya aku tidak banyak berlatih di Gym…”

“Lalu setelah itu apa?”

“Aku dan Patrick akan menyusul!!!”

“Apa?!”

“Kami akan berjanji! Aku mendeklarasikan diriku! Aku mengorbankan diriku! Aku akan menyeret Dara unni keluar dari sini!”

“Oke! Itu berlebihan, cepat kita selesaikan ini! Afro ini benar-benar membuat kepalaku gatal.”

Namtae mulai berdiri dengan suara berisik, Dara menangkap sesuatu yang janggal dari sebrang meja mereka dan matanya membulat sempurna ketika menyadari siapa yang sedang berjalan dengan gagah ke mejanya.

“Jadi, bagaimana menurutmu hubungan mereka? Mereka tampak sangat serasi bukan?” Reporter kembali mengajukan pertanyaan padanya tetapi matanya tengah sibuk melihat makhluk ajaib yang sedang berjalan kearahnya.

Namtae dengan gaun tanpa lengan yang berwarna merah menyala dan penuh dengan bulu-bulu halus berjalan dengan seksi, menggoyangkan pinggulnya kekiri dan kanan. Gaun itu terlihat kekecilan dan sangat ketat pada tubuhnya sehingga Dara bahkan bisa melihat puting Namtae yang mengintip dari balik gaun. Dan lagi… wig ikal berwarna pink mencolok terpasang dengan suka cita diatas kepalanya.

Bagaimana mungkin penjaga diluar sana membiarkan sirkus masuk kesini?!!!

“Dara chan, kau mendengar pertanyaannya?” Kiko mengerutkan kening menatap Dara yang hanya bisa bengong dengan pandangan menerawang. Apakah akhirnya dia gila?

Tiba-tiba seseorang menabrak lengan kameramen yang sedang fokus mengarahkan kamera pada Kiko, Kameramen menabrak sang reporter yang langsung terjungkang kebelakang dan lengan kameramen itu melemah dan pegangan pada kamera besarnya lepas, daaannn… Kamera yang berat dan besar itu terjatuh kearah… Kiko!

“GUBRAAAAAKKK!!!”

Hening

Kiko berhasil menghindari dirinya dari kamera yang sekarang hancur dan berjarak satu senti dari kakinya, tetapi dirinya sukses mundur dari kursinya dan jatuh dilantai yang dingin dengaaan… wig Namtae yang terbang entah dari mana jatuh diwajah Kiko!

Dara dan Jiyong berdiri sambil terperangah menyaksikan pemandangan dihadapan mereka. Tiga orang pembawa masalah untuk malam mereka semua terduduk dilantai sambil mengerang kesakitan.

Dara kembali memandang meja sebrang dan melihat Jennie Kim dengan gaun hitam ala eropa yang penuh rumbai-rumbai dan topi bulu yang menutupi hampir seluruh kepalanya berjalan ke arah mereka membawa segelas air dingin. Oke, haruskah Dara menghentikan gadis itu?!!! Dia melirik kearah Jiyong yang tampak menikmati pertunjukan mereka, dia memasukan kedua tangannya kedalam celananya dan menyeringai.

“Ji, lakukan sesuatu!” Dara berbisik panik.

Jiyong menoleh dengan kilatan nakal pada matanya meyambut Dara, dia mengangkat bahunya! Dan detik berikutnya, air dingin ditangan Jennie berpindah keatas kepala Kiko, wajah kiko masih ditutupi Wig sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas. Raungan membahana gadis itu memenuhi ruangan, membawa beberapa penjaga memasuki restoran.

Sentuhan terakhir datang, Mino berdiri dan berjalan dengan jantan. Walau Dara berusaha melihat dimana kejantanan seorang Song Mino karena, well, faktanya dia memakai pakaian ballerina berwarna pink dengan rambut afro. Mino berdiri dekat reporter yang masih memejamkam matanya karena pening, melepas wig afro nya yang ikal dengan liar, dan menyumpal wajah reporter itu dengan senyum penuh kemenangan.

“MISSION COMPLETE!” Jennie berteriak nyaring dan melompat girang, menghiraukan penjaga hotel dan para pelayan yang menonton mereka dengan takjub.

***

“Aku benar-benar kehabisan kata-kata pada kalian!” Dara berusaha menyembunyikan senyumnya saat melihat Jennie, Namtae, dan Mino berdiri dengan wajah tertunduk.

Sekarang mereka sedang berada di tempat parkir hotel itu, Dara melipat tangannya didepan dada dan takjub pada penampilan mereka.

“Unni, tolong jangan laporkan ini pada sajangnim… kumohon…” Jennie merengek sambil memelintir renda di ujung gaunnya.

“Tidak, tidak, guys! Jangan dengarkan ajumma ini.” Jiyong tiba-tiba muncul sambil menenteng kunci mobilnya dengan suara berisik. “Tidak ada yang perlu dilaporkan.” Jiyong terkekeh dan mengeluarkan ponselnya. “Sekarang… bisakah kita semua berfoto bersama?!”

“Hyung! Kau memang pahlawanku!” Mino bergerak sembarangan sambil meninjukan tangannya ke udara. Dan suara sesuatu yang robek menyambut pendengaran mereka.

“Bokong gaun ballerinanya robek!” Jennie terpekik. “Ya!!! Aku harus mengembalikannya besok! Matilah aku!!!” Jennie mulai menjitak kepala Mino. Mino hanya menunduk menatap trotoar.

“Terimakasih.”

Seluruh kepala menoleh kearah Dara yang berdiri sambil menahan air matanya agar tidak jatuh.

“Terimakasih… aku benar-benar tidak tahu harus bilang apa selain itu… aku mencintai kalian, Terimakasih.” Dara berkata dengan penuh haru.

“Nuuna.” Namtae tersenyum manis. “Kami sudah berjanji untuk melindungi nuuna… jadi tidak perlu merasa sungkan seperti itu.”

Jiyong mendekati Dara dan menggenggam tangan Dara dengan erat, mencium ringan kening Dara dan tersenyum. “Mereka semua mendukung kita Dara, hanya sebentar lagi… kita harus bertahan sedikit lagi”

“Unni, kita ini keluarga kan? Keluarga selalu mendukung dan saling melindungi!” Jennie tersenyum.

“Yeah! We are YG Family!!!” Mino bersorak seperti supporters kesebelasan sepak bola.

“Ya! Berhentilah jad idiot sebelum semua pakaian itu robek, cepat ganti baju kalian! Kami akan tunggu disini.” Jiyong berkata pelan sambil merangkul pinggul Dara.

Ketiga anak remaja yang sudah memberikan kejutan pada mereka malam ini berjalan pelan sambil membawa tas ransel Jennie yang penuh dengan barang-barang dan pakaian mereka. Meninggalkan Jiyong dan Dara yang masih berdiri sambil mencoba merasakan satu sama lain.

“Maaf…” Jiyong berbisik sambil mengecup puncak kepala Dara.

“Tidak ada yang perlu dimaafkan Ji… aku lelah, ayo masuk kedalam sambil menunggu mereka.” Dara tersenyum, mencoba menghilangkan keraguan dimata Jiyong.

Dara akan mencoba terus bertahan… menunggu masa depan yang dia impikan bersama Jiyong datang padanya… dan dia harus bisa percaya pada Jiyong. Dia akan percaya…

 

TO BE CONTINUED

 

A/N

Hello readers!!! Lama gak nyapa disini, kekeke… maaf beribu maaf bagi pecinta DARAGON yang sekarang sedang bad mood sama Kiko, ingat ini Cuma fiksi… dan jujur saya sedikit melampiaskan kekesalan saya pada Kiko lewat fiksi ini… hehe hope u like it and don’t forget to leave ur comments, please… butuh banyak dukungan untuk melanjutkan cerita ini guys! Maaf jika typo!  See u soon! Pyong!

 

 

31 thoughts on “[CHAPTER 6] XXME BASTARD!!!

  1. ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ😀 gila gila
    Sumpah ,, part ni lucu bgettt
    Gokiiillll. Aaah bisa byangin wajah jelek ny kiko teriak
    ƗƗɑƗƗɑƗƗɑƗƗɑ😀 mampus

  2. Wowww ceritanya menghibur bangetttt.
    aku gk tau kiko itu yg mana tp sejak tau dia dkt sama jiyoung jd benci bnget. Dan aku ngerasa ff ini udah ngwakiilin buat ngacak ngacak muka kiko itu..
    next d tunggu yaaa makasihhhh

  3. hay auth aku suka ffnya , ditambah lagi bahasanya yang keren abis jadi kita bisa bener bener masuk keceritanya🙂 .. sebenarnya aku kurang begitu suka daragon , tapi karena disini ada kiko jadi aku mendukung daragon . . ceritanya bagus buat yang ngak suka gd sama kiko *termasuk saya*😀 ditunggu kelanjutnya .. fighting !!!

  4. Author nim semangat lanjutin lagi ff ini ~^^
    Aku seneng banget bacain ff ini, menghibur banget aku yg terbakar karna berita es kiko ngeselin itu. Semoga daragon terselamatkan (?) hahahaha. Makasih loh author udah buat kiko hancur lebur di part ini, aku seneng bgt wkwkwk

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s