[FF Freelance] Lunch

pageqqq11

Title : Lunch

Scriptwriter (Author) : Choipin (Kapin)

Main Cast :

  • Oh Sehun as Sehun
  • Jennie Kim as Jennie

Support cast :

  • Kim Joon-myun as Suho

Genre : Friendship, Romance, School Life, Sad.

Rating : General

Duration (length) : Vignette

Disclaimer :

All cast are belong to God, but this fanfiction is mine. Sorry for typo · DON’T BASH · DON’T PLAGIAT · COMMENT · LIKE · Thank You ·

Sumarry:

Ketika kau tahu kenyataan yang sebenarnya, apakah kau akan tetap berada disampingku menemani makan siangku?

~~~~~~~~~~

Entah sejak kapan sehun mulai bersemangat ketika mendengar suara bel pertanda jam istirahat datang, lalu ia bergegas pergi ke kantin dan menghiraukan teriakan chanyeol dan tao yang memanggilnya. Sekarang kantin menjadi tempat favoritenya selain lapangan basket, karena ia ingin menemui gadisnya saat ini.

Kini semua mata yeoja dikantin tertuju pada namja tinggi yang tengah mengantri untuk mengambil pesanan makan siangnya. Sehun tersenyum miring menyadari pesonanya yang dapat membuat yeoja satu sekolah sibuk mencuri pandang kearahnya.

Tapi tidak dengan jennie, ia sibuk menikmati bekal makan siangnya. Jennie tidak tertarik dengan sehun yang sekarang berdiri didepan mejanya.

“Maaf aku terlambat. Tadi Choi seosaengnim memberikan tugas untuk minggu depan.”

Jennie mengangkat kepalanya sejenak memperhatikan sehun lalu memutar bola matanya malas kemudian sibuk lagi dengan makan siangnya.

“Kenapa kau selalu makan sendiri jen? Padahal kau punya banyak teman.”

Sehun mencoba mengajak gadisnya berbicara untuk memecahkan keheningan yang selama 5 menit telah berlalu tanpa percakapan. Yeoja yang sekarang mulai menatapnya, mengerjapkan matanya beberapa kali menatap sehun binggung. Astaga, sehun akan meleleh sekarang melihat mata itu!

“Aku sedang ingin menikmati makan siangku sendiri, lagipula kau selalu menemaniku saat makan siang bukan?”

Sehun tersenyum simpul dan mulai menyendokkan suapan pertamanya, sambil menatap yeoja yang tengah menyantap makanan didepannya. Rambut jennie yang diikat asal membuat beberapa anak rambutnya menggantung bebas, dan membuat leher jenjang jennie terlihat. Seandainya sehun adalah seekor serigala, mungkin ia akan melolong ketika melihat mangsanya seperti kartun yang sering dilihat tao –sahabatnya-.

Jennie adalah gadisnya? Astaga itu hanya khayalan sehun saja! Serius.

Pertemuan yang tak disengaja di 2 tahun lalu, dikantin sekolah yang berujung pada sehun dan jennie yang selalu satu meja saat dikantin. Entah itu disengaja atau tidak, tapi kejadian itu terus menerus dan sehun menyebutkan bahwa itu takdir mereka berdua untuk selalu bersama saat jam istirahat. Bahkan seantero sekolah sudah hafal kalau sehun dan jennie akan duduk bersama saat jam istirahat. Jangan harap bisa satu meja dengan jennie kalau sehun masih hidup. Sehun tak akan membiarkan siapapun untuk menggeser posisinya sebagai teman makan siang jennie.

“Oppa kau dimana? Aku dikantin.”

Suara jennie saat menjawab ponselnya yang berdering membuyarkan lamunan sehun tentang 2 tahun yang lalu. Tanpa sadar sehun tersenyum kecut mengetahui jennie sedang menjawab telepon dari seseorang yang ia kenal.

“Suho?” Tanya sehun sambil memainkan sendoknya. Sebenaranya sehun sudah tahu siapa yang menelepon jennie. Suho, kekasih jennie.

Jennie menggangguk kecil sambil menaruh ponselnya kembali tepat disamping nampan makan siangnya.

Kim Joon-Myun namja yang tidak populer sepopuler sehun ataupun jennie, namja yang selalu sibuk dengan buku-buku tebalnya diperpustakaan dan mungkin suho tak pernah memikirkan untuk memiliki kekasih sekalipun. Namun sungguh beruntung bahwa jennie –gadis yang sehun cintai- jatuh cinta padanya pada pandangan pertama. Lagi lagi pertemuan yang tak sengaja yang dialami jennie diperpustakaan sekolah, namun ada hal yang begitu membedakan antara pertemuan jennie dengan sehun dan pertemuannya dengan suho. Jennie jatuh cinta pada pandangan yang pertama dengan suho!

Entah bagaimana ceritanya, cinta jennie terbalaskan. Saat chanyeol memberitahu berita tentang mereka yang telah menjadi sepasang kekasih membuat sehun ingin bunuh diri terjun dari lantai 5 sekolahnya. Tapi terpaksa batal karena tao dan chanyeol mengikat sehun ditiang ring basket, takut takut sehun berbuat nekat.

“Kenapa suho tidak ikut bersamamu makan siang dikantin?”

Jennie menghentikan kegiatan mengaduk cream sup kesukaannya, menggenggam erat sendok ditangan kanannya. Ah ini kebiasaan jennie selalu mengambil cream sup yang sehun pesan. Demi pedang wushu favorite tao, sehun selalu memesan cream sup itu walaupun sehun tidak menyukainnya, yang ia sukai hanya saat jennie mengambil secara paksa dengan menunjukkan aegyo-nya pada sehun.

“Kau tahu setelah kejadian itu, suho sedikit kurang nyaman berada dikeramaian.” Kata jennie sambil memperhatikan mangkuk cream sup, pertanyaan yang dilontarkan sehun tadi membuat napsu makannya tiba tiba menghilang.

“Jika aku telah menemukan orang yang menabrak suho aku pasti akan membunuhnya! Sungguh!” Kata jennie, terlihat kilatan amarah dari sepasang bola mata jennie.

Napas sehun seketika tercekat seperti dicekik oleh jennie walaupun sebenarnya jennie masih duduk dihadapannya. Rasa bersalah itu lagi muncul, namun sekarang rasa bersalahnya makin menjadi jadi.

Sehun selalu berusaha menyangkal apa yang sebenarnya terjadi malam itu, tapi kejadian malam itu benar benar terekam jelas diingatannya bahkan setiap detiknya sehun ingat. Dimulai sehun menerima ajakan tao dan chanyeol untuk pergi ke club dan pulang dalam keadaan mabuk saat itu. Seharusnya sehun menerima tawaran tao untuk mengantarnya pulang, bukan malahnya bersikeras untuk pulang sendiri. Terkadang sehun merutuki sifat keras kepalanya yang tiba-tiba muncul disaat kurang tepat seperti malam itu.

Saat perjalanannya menuju rumah, Sehun merasa tak dapat mengendalikan mobil sedan hitamnya itu. Jika saja waktu bisa diulang kembali sehun lebih memilih membanting stirnya bukannya menabrak seseorang yang ia tak ketahui identitasnya. Saking ketakutannya sehun tak melihat orang yang telah ditabraknya, ia langsung pergi melarikan diri meninggalkan orang tersebut bersimbah darah di tengah jalanan malam kota seoul. Sehun dirundung rasa bersalah yang teramat sangat ditambah keesokan harinya ia mengetahui bahwa yang ia tabrak adalah suho teman seangkatannya disekolah sekaligus kekasih jennie dan membuat suho lumpuh seumur hidupnya.

Sehun ingin mengakui kesalahannya tapi ia takut jennie membencinya. Sehun tidak ingin kehilangan jennie sekali lagi. Ia menyukai, tidak bahkan mencintai jennie.

“Hun kau kenapa? Apakah kau baik baik saja? Atau maag-mu kambuh?” Tanya Jennie sambil melambaikan tanganya tepat didepan wajah sehun.

Sehun menggeleng cepat lalu menelan salivanya sedikit sulit.

Terlihat suho datang ditemani jongin, teman sekelasnya yang selalu menemaninya. Kini suho sudah tiba disamping meja sehun dan jennie.

“Gomawo jongin-ssi sudah mengantar suho oppa ke kantin”

“Apapun untukmu chagiya” kata jongin terkikik ketika melihat suho membulatkan matanya sambil berjalan menjauh dari meja mereka.

“Apakah oppa sudah makan siang?”

“Sudah. Eomma membawakan bekal untukku. Ah ada cream dibibirmu.” Dengan agak kesusahan suho menghapus cream yang ada disudut bibir jennie dengan ujung jemarinya.

Muka jennie memanas, terlihat semburat kemerahan dikedua pipinya. Sehun menahan napas. Sehun akan menuruti segala permintaan tao apapun itu termasuk menyerahkan seluruh kaset game keluaran terbaru miliknya, kalau ia dapat melalukan seperti hal yang suho lakukan sekarang.

“Aku duluan.” pamit jennie seraya mendorong kursi roda suho menjauh dari meja sehun.

Sehun melihat punggung jennie menjauh hingga tak terlihat lagi dibalik pintu kantin lalu menghela napas panjang. Mengusap kasar wajahnya, frustasi.

“Aku mencintaimu jen, sangat mencintaimu. Apa kau tidak merasakan apa yang aku rasakan juga huh? Seandainya kau mengetahui yang sebenarnya akankah kau tetap berada dijarak pandangku jen? Maafkan aku menyakiti suho, sungguh itu bukan kehendakku. Mungkin sekarang Tuhan tengah membalas perbuatan ku dengan membuat mu tak dapat ku miliki. Namun sekarang ijinkan aku untuk mencintaimu dalam diam seperti ini, aku tidak salah mempertahankan egoku untuk mencintaimu kan?” Gumam sehun pelan sehingga hanya ia yang dapat mendengar. Tak terasa lelehan air asin mengular seperti sungai dipipi sehun.

I’ve never learned about love but

why are these feelings coming

to me? It hurts so much that I

can’t handle it so I can’t go to you

Though my heart wants

you, you can’t feel it

Though my everything looks

for you, you’re not there

I’ve never learned about love but

why are these feelings coming

to me? It hurts so much that I can’t

handle it so I can’t go to you

I want you and hope for you

but I can’t have you

I try to change love into

goodbye but my heart…

Cold Cherry – Growing Pains

THE END

 

4 thoughts on “[FF Freelance] Lunch

  1. Yang bikin asik disini tuh, si Tao yang tiba2 muncul mulu thor, kartun kesukaannya lah, ngiket sehun di ring basket lah, tongkat wushu favorit lah. Hahaha. Aku suka cara nulisnya thor. Keep writing ya., di tunggu karya2 selanjutnya. ^^ ❤

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s