[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 4)

catslol

Title: I chose to get married Chapter 4

Author: Ishani

Length: Chaptered

Rating: PG17

Genre: Married life, family, Romance

Main cast:

v  Park Chaera ‘OC’

v  Cho Kyuhyun

Other cast:

v  Shin Jewo

v  Cho Ahra

v  All member super junior

v  And many more

Previous: Chapter 1Chapter 2, Chapter 3

Disclaimer: Cerita ini murni hasil karya sendiri. Jika ada kesamaan tokoh, dan cerita itu hanya kebetulan saja. Warning  typo bersebaran dimana-mana. Dan jangan lupa tinggalkan komen

 

 

 

At Kyura Apartement

07:00

Kyuhyun membukakan pintu apartemen mereka, saat tadi ia melihat sosok pria yang berdiri didepan pintu apartemennya melalui intercom yang terpasang diapartemen itu.

Untuk beberapa saat kedua namja itu hanya saling memandang satu sama lain. Sampai salah satu dari mereka mulai menyeruarakan suaranya. “Apa Chaera…”

“Bin oppa”

Belum selesai namja itu berbicara, sosok wanita cantik penghuni apartemen itu sudah lebih dulu menjawab pertanyaan yang tadinya ingin ia lontarkan pada namja dihadapannya itu.

Chaera segera berjalan menghampiri dua orang namja itu yang hanya saling berdiri didepan pintu apartemennya. Hari ini, ia memang meminta Bin oppa untuk mengantarnya kekampus, dan dengan baik hati namja itu mau mengantarnya.

“Oppa aku pergi” pamit Chaera saat ia sudah sampai diantara namja itu. Chaera menarik lengan namja bernama Kim woo bin itu dari hadapannya suaminya.

Kyuhyun hanya tersenyum mengejek. Ternyata Chaera lebih dari yang ada didalam pikirannya. Baru kemarin Kyuhyun melihat Chaera diantar oleh namja bernama Jung il woo, yang diakui oleh yoeja itu sebagai sahabat oppanya. Dan sekarang sudah ada namja lain lagi yang menjemputnya.

Kyuhyun tidak heran jika gadis itu tidak merasa sepi jika ia tidak ada di apartemen mereka. Justru mungkin gadis itu merasa senang, karena ia bisa lebih leluasa membawa masuk namja-namja itu.

Kyuhyun kembali melihat punggung istrinya itu yang sekarang sudah memasuki lift yang berada diujung lorong gedung apartemen mereka. Sudahlah tidak penting ia memikirkan urusan gadis itu, lebih baik ia segera bersiap-siap untuk ke bandara.

 

*  *  *

            Sudah hampir seminggu Kyuhyun dan artis SM Entertaiment yang lain melakuan konser SM Town di Amerika, dan selama itu pula Chaera merasa menjadi ELF kembali. Karena apa? Karena ia dapat sibuk mencari kegiatan oppadeul selama disana melalui jaringan internetnya.

Dan hampir seminggu itu pula, Chaera banyak menghabiskan waktunya untuk mempercepat materinya dikampus, agar ia dapat dengan cepat membuat scripsinya. Ia juga sedang fokus menyelesaikan lukisannya yang akan diikutkan lomba.

Selain itu Chaera juga membantu Ahra eonnie dibutik sekali, karena selain untuk membantu kakak iparnya yang sedang kesulitan. Chaera juga dapat mengumpulkan uang untuk tabungannya setelah ia bercerai dengan Kyuhyun nanti.

Dan kemarin Chaera juga mengirimkan surat lamaran sebagai tour gauide resmi di art galleries of Seoul. Ia berpikir sudah saatnya ia mulai mengumpulkan uang sebelum perceraiannya dengan Kyuhyun terlaksana.

Karena saat nanti ia bercerai dengan Kyuhyun saat itu pula namja itu akan melepas tanggung jawab padanya. Yah walaupun Kyuhyun selalu bersikap dingin tapi namja itu tetap bertanggung jawab padanya. Namja itu malah memberikan dua credit card padanya untuk keperluan apartemen mereka dan kampusnya.

Meski nyatanya Chaera hanya menggunakan kartu itu untuk keperluan apartemen mereka, dan untuk keperluan kampusnya Chaera menggunakan uangnya sendiri. Karena menurut yoeja itu, Kyuhyun sudah terlalu banyak mengeluarkan uang untuknya.

Statusnya sebagai istri maknae boyband itu, hanya memang status semata. Nyatanya selama pria itu pergi tidak ada komunikasi diantara mereka, dan terakhir kali Chaera melihat wajah tampan ‘suaminya itu’ saat ia dijemput oleh Bin oppa.

Chaera masih mengingat obrolannya bersama Bin oppa saat dilift waktu itu. Bin oppa menanyakannya tentang kehidupan pernikahannya bersama namja itu. Dan Chaera juga sudah menceritakan pada Bin oppa bahwa ia telah memberitahukan Kyuhyun mengenai rencana perceraian mereka.

Tapi ada sesuatu yang membuat pikiran Chaera mengganjal yaitu perkataan Bin oppa yang masih terngiang dipikirannya hingga saat ini. “Bagaimana jika suatu hari nanti kau jatuh cinta padanya? akankah kalian tetap melanjutkan rencana perceraian itu?”

Tidak, Chaera tidak akan jatuh cinta pada namja itu. Kalaupun ia tetap jatuh cinta pada namja itu. Chaera akan tetap menceraikan Kyuhyun karena ia telah berjanji pada Jewo eonnie untuk melepas namja itu.

Dan satu yang Chaera yakini Kyuhyun tidak mungkin jatuh cinta padanya, karena sosok kekasihnya itu, adalah sosok yang begitu sempurna. Tidak ada alasan Kyuhyun untuk jatuh cinta pada wanita lain, apalagi pada wanita yang telah menghancurkan hidupnya.

Chaera mengahlikan perhatiannya dari laptop dihadapannya kesebuah kunci dengan gantungan Doraemon yang sekarang ada digenggamannya. Kunci itu adalah kunci mobil yang diberikan Kyuhyun sebelum namja itu pergi ke Amerika.

Ia tidak tahu apa maksud Kyuhyun memberikan mobilnya pada Chaera. Mobil yang ia ketahui adalah mobil lama pria itu yang dulu sering ia lihat terpakir dirumah eommonim.

Namja itu hanya memberikan note, nomor plat mobil itu yang sekarang terpakir dibasment apartement mereka, beserta perintah agar ia menggunakannya.

Chaera menghembuskan napasnya dengan berat. Ia semakin tidak mengerti dengan jalan pikiran namja itu. Kenapa Kyuhyun suka sekali memerintahkannya hal yang sebelumnya tidak pernah Chaera pikirkan. Lama-lama sikap namja itu semakin mirip dengan Yoohwan oppa, dan appanya yang suka mengaturnya.

Chaera masih asik berkelana dalam lamunannya, sampai pintu apartemennya terbuka, dan masuklah tiga sosok namja yang tidak asing lagi dimatanya. Salah satu namja itu adalah suaminya, bersama dengan dua hyungnya, yaitu Leeteuk, dan Sungmin.

Chaera melihat Kyuhyun yang langsung masuk kedalam kamar mereka dengan kopernya, tanpa sedikitpun melirik kearahnya. Mungkin namja itu tidak merasakan kehadirannya, atau memang sengaja untuk mengabaikannya.

Setelah Kyuhyun benar-benar menghilang dari balik pintu kamar mereka, Chaera segera mengahlikan perhatiannya pada dua sosok namja yang sekarang juga sedang menatapnya.

“Hai Chaera kau tidak rindu pada oppamu ini?” Leeteuk mengacak-ngacak rambut yoeja cantik itu, yang sejak tadi hanya duduk diruang keluarga.

“Appo oppa, kau merusak tatanan rambutku” ucap yoeja itu dengan nada yang merajuk. Tapi dua sosok namja itu justru malah tertawa mendengar nada rajuk yoeja itu.

Leeteuk dan Sungmin baru saja ingin duduk disamping yoeja itu, sampai suatu suara menghentikan keinginan mereka. “Hyung ayo kita berangkat” ucap Kyuhyun sambil berlalu kepintu keluar apartemen mereka.

“Chaera apa kau ingin ikut kami?” tawar Sungmin pada yoeja itu. “Kami akan merayakan keberhasilan kami atas konser SM Town di Amerika kemarin”

“Hyung cepatlah, kita bisa terlambat nanti” teriak Kyuhyun dari depan pintu apartemen mereka seolah mengartikan kalau tidak ada waktu lagi untuk Chaera berdandan, jika gadis itu memang ingin ikut.

Dan Chaera cukup mengerti isyarat itu. Gadis itu menggelengkan kepalanya sebagai penolakan. “Mian oppa, tapi sepertinya aku harus menyelesaikan tugas kuliahku dulu” ucap Chaera dengan nada penyesalan, meskipun apa yang ia ucapkan tidak sepenuhnya bohong.

Bukankah sudah ia katakan kalau ia akan mengejar materinya, dan menyelesaikan kuliahnya lebih cepat dari yang seharusnya. Karena agar ia, dan Kyuhyun cepat berpisah.

Leeteuk, dan Sungmin hanya menghela napas mereka dengan kecewa. Maknae mereka itu benar-benar keterlaluan sekali, seharusnya Kyuhyun tidak perlu terlalu bersikap dingin seperti itu pada istrinya.

“Baiklah Chaera, oppa juga tidak bisa memaksamu. Kalau begitu kami pergi dulu” Leeteuk kembali mengacak rambut yoeja itu, sebelum namja itu pergi.

Sementara Chaera hanya menatap namja-namja itu, hingga pintu apartemennya tertutup. Jika mereka suami istri yang normal, mungkin saat ini mereka sudah berpelukan melepas rindu satu sama lain.

Tapi nyatanya setelah hampir seminggu mereka tidak bertatap muka, namja itu sudah pergi lagi. Sungguh pelepasan rindu yang mengharukan

*  *  *

            Saat ini semua artis SM sedang merayakan atas keberhasilan konser mereka di Amerika. Tadinya mereka ingin merayakan keberhasilan mereka disana, namun ada beberapa artis yang sudah memiliki jadwal lain di Korea. Jadi dengan terpaksa mereka harus kembali ke Korea, dan merayakan keberhasilan mereka disini.

Dan sebetulnya Kyuhyun sudah pulang sejak kemarin, hanya saja namja itu tidak langsung pulang ke apartemen yang sudah ditempati olehnya lebih dari empat bulan belakangan ini. Tapi Kyuhyun lebih memilih untuk bermalam di dorm Super Junior, sebelum ia kembali ke apartemennya.

Dan tadi saat ia pulang ke apartemen masih sempat-sempatnya kedua hyungnya, berusaha untuk menarik perhatian Chaera. Dari awal Kyuhyun sudah dapat menebak maksud dari Leeteuk, dan Sungmin hyung mau dengan baik hati mengantarnya ke apaertemen. Apalagi kalau bukan ingin bertemu dengan yoeja bernama Park Chaera.

Masih untung tadi Eunhyuk hyung tidak jadi ikut. Jika hyungnya yang satu itu ikut, Kyuhyun sangat yakin pasti Chaera sudah ditarik paksa untuk ikut ke acara ini.

Kyuhyun memerhatikan kembali hyung-hyungnya yang sedang asik mengobrol dihadapannya dengan  beberapa dongsaengnya.

Entah mengapa ia sama sekali tidak berminat untuk bergabung dalam obrolan itu. Karena Kyuhyun tahu begitu ia datang topiknya akan langsung berubah mengarah pada isrtinya.

“Kyu kau tidak membawa istrimu yang cantik itu”

Kyuhyun mengahlikan perhatian pada namja yang sekarang sudah duduk disampingnya yaitu Shim Changmin. Bahkan tanpa perlu ia bergabung dengan merekapun topik itu sudah muncul

Kyuhyun hanya melirik sahabatnya itu dengan tatapan tajam. “Apa sekarang kau juga berkhianat padaku” ucap Kyuhyun dengan ambigu.

Changmin hanya mendengus geli, melihat reaksi yang diberikan Kyuhyun. “Bilang saja kau takut jika namja-namja itu terpesona pada istrimu”

“Brengsek kau Shim Changmin” geram Kyuhyun, yang tidak terima dengan ungkapan namja itu. Bukannya menghiburnya Changmin justru membuat moodnya makin buruk.

Bukankah namja itu tahu dengan jelas bagaimana hubunganya dengan Chaera. Yah Changmin adalah salah satu orang luar dari super junior yang tahu, bagaimana kehidupan pernikahannya. Karena Kyuhyun sudah menganggap Changmin lebih dari sekedar teman, dan mereka memang sudah bersahabat sejak lama.

Selain keluarganya, Changmin, dan Super Junior, semua yang tahu tentang penikahannya selalu mengira kalau mereka menikah karena cinta. Padahal sudah sangat jelas, kalau ia masih suka jalan bersama dengan Jewo didepan mereka.

“Oppa” panggil seorang yoeja cantik yang sekarang sudah duduk dihadapannya. “Tadi aku mampir ke butik Ahra eonnie, dan dia menitipkan ini untukmu” Yoona memberikan sebuah majalah ke hadapan namja itu. “Dan dia bilang kau harus melihatnya”

Kyuhyun menatap Yoona dengan kerutan diwajahnya. Buat apa noonanya itu menyuruhnya untuk melihat majalah itu?

“Kata Ahra eonnie, kau harus melihat halaman 27 pada majalah itu” tambah Yoona sambil tersenyum penuh arti saat yoeja itu melihat raut kebingungan diwajah Kyuhyun, dan berjalan meninggalkan kumpulan namja-namja itu.

Tanpa disuruh lagi, Kyuhyun segera membuka majalah itu, dan mencari halaman 27 yang dimaksud oleh noonanya. Dan saat itu pula matanya membesar sempurna, begitu ia melihat gambar yang terpampang dalam majalah itu.

“MWOOO” teriak orang-orang yang berada disekitarnya, begitu mereka melihat gambar yang ada dimajalah itu juga.

“Astaga hyung, apakah yoeja ini benar istrimu?” Minho merebut majalah yang ada pada Kyuhyun, dan menatap gambar model disana dengan seksama.

“Aku tidak tahu kenapa yoeja secantik ini, sampai mau menikahimu hyung?” tambah Taemin, yang turut melihat gambar itu.

Kyuhyun mendengus mendengar pertanyaan dari dongsaengnya yang kurang ajar itu. Sepertinya orang yang mengidolakan istrinya itu akan bertambah lagi.

“Kyu, aku tidak tahu kalau Chaera itu ternyata” Eunhyuk mengantung kalimatnya, sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal dengan salah tingkah. “Kau tahulah, dia begitu. Ehm.. menggoda digambar itu”

Dan saat itu pula Kyuhyun menatap hyungnya yang yadong itu dengan tatapan membunuh.

“Tapi apa yang dikatakan Eunhyuk hyung benar” tambah Sehun yang terus memandangi gambar itu. “Bahkah dengan melihat gambarnya saja aku merasa tergoda. Kau beruntung sekali hyung dapat memiliki istri secantik Chaera”

Kyuhyun merebut majalah yang berada ditangan dongsaengnya itu dengan kasar. Ia tidak suka jika namja-namja itu terus membicarakan Chaera.

“Pasti ini kerjaan Ahra, tidak mungkin Chaera dapat berpose semenggoda itu, jika tidak diarahkan noonamu itu” Sebetulnya Leeteuk sedekit syok ketika ia melihat gambar Chaera di majalah itu.

Sungguh yoeja itu berubah 1800 dari sisi aslinya, yang baru Leeteuk ketahui bahwa yoeja itu memiliki sifat manja, dan kekanak-kanakan.

Kyuhyun kembali menatap gambar yang menampilkan gambar istrinya itu. Digambar itu Chaera menggunakan gaun hitam, yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih. Gaun itu juga memperlihatkan punggung gadis itu yang putih bersih, dengan pandangan mata yang tajam.

Dan digambar kedua gadis itu menggunakan gaun berwarna biru gelap tanpa lengan yang berada diatas lutut, gaun itu juga memperlihatkan sedikit belahan dadanya.  Dan digambar itu pula pandangan mata Chaera seolah menggoda kaum lelaki yang melihatnya, dan hal itu pula di perjelas dengan make-up, dan tatanan rambut gadis itu.

Dan Kyuhyun juga tidak heran jika semua hyung, dan dongsaengnya merasa tergoda dengan sosok wanita di majalah itu.

Sebetulnya apa maksud noonanya melakukan ini? Kyuhyun lebih suka melihat Chaera yang bernampilan seperti anak SMA, daripada yoeja itu bernampilan seperti ini.

Selama mereka menikah Kyuhyun tidak pernah melihat Chaera berpenampilan seperti pada gambar itu. Gadis itu selalu menggunakan pakaian yang masih berada didalam kadar kesopanan. Dan Chaera juga selalu berpenampilan sederhana, karena dengan berpenampilan sederhanpun gadis itu tetap terlihat cantik.

 

*  *  *

            Chaera sedang memusatkan konsentrasinya pada gambar yang sekarang ada dihadapannya. Ia sedang ingin menyelesaikan lukisan yang akan ia ikutkan lomba bulan depan.

Setelah ia mengirim lukisan itu, Chaera masih harus menunggu pengumuman, yang akan diumumkan enam bulan setelah pendaftaran itu ditutup. Dan itu berarti kurang dari enam bulan ia harus sudah menyelesaikan kuliahnya.

Chaera sudah bicara pada dosen pembimbingnya soal rencananya untuk mepercepat studynya. Dan berhubung Chaera adalah anak yang pandai, beliau langsung setuju kalau ia mempercepat studinya, dengan syarat ia harus mengusai seluruh materi yang akan dijadikan bahan scripsinya tanpa ada yang terlewat.

Lagian buat apa ia harus belama-lama berada di Universitas, kalau ia sanggup menyelesaikannya lebih cepat.

Chaera mengahlikan perhatian pada sosok yang baru saja keluar dari kamarnya. Yah siapa lagi kalau bukan Kyuhyun. Setelah namja itu pergi dari apartemen mereka selama hampir seminggu, akhirnya namja itu kembali meninggalinya.

Chaera melihat Kyuhyun yang berjalan kedapur, sama dengannya namja itu juga bersikap acuh padanya. Sudahlah biarkan saja Kyuhyun mau melakukan apapun. Chaera baru akan ingin memusatkan kembali perhatiannya pada lukisannya, sampai dering ponselnya berbunyi.

Chaera mengangkat sambungan ponselnya, tanpa melihat nama yang tertera dalam ponsel itu terlebih dahulu, karena ia masih memusatkan penuh perhatiannya pada lukisannya.

“Yoeboseyo” ucap Chaera sambil mengoleskan warna pada kanvasnya, dan tidak berapa lama ia mendengar sapaan balasan dari seorang lelaki disebrang sana. Chaera mengerutkan keningnya, karena ia merasa tidak mengenali suara itu.

“Apakah ini dengan Park Chaera?” tanya pria disebrang sana.

“Saya Park Chaera” jawab Chaera dengan singkat, sambil tetap mengoleskan warna pada kanvasnya.

“Saya dari majalah Star, ingin menawarkan anda untuk…”

“Maaf saya tidak berminat untuk menjadi model atau apapun itu”  potong Chaera yang sudah tahu kalau pria disebrang sana akan menawarkan hal yang sama seperti yang ia ucapkan tadi.

Entah kenapa semenjak majalah fashion yang menampilkan dirinya menggunakan baju desain dari Ahra eonnie, membuat Chaera terus saja mendapat tawaran untuk menjadi model.

Bahkan tidak nanggung-nanggung ada yang menawarkannya kontrak selama satu tahun untuk menjadi model salah satu pruduk kosmetik. Tanpa berpikir dua kali, tentu saja Chaera langsung menolak tawaran itu, karena sejak awal menjadi model bukanlah keahliannya.

Saat itu, Chaera hanya membantu kakak iparnya saja. Karena saat itu model yang seharusnya melakukan pemotretan tidak dapat hadir dikarenakan suatu hal yang Chaera juga tidak ketahui.

Dan asal kalian ketahui butuh waktu lima jam untuk mendapatkan gambar yang sesuai keinginan kakak iparnya itu. Selain karena sifat Ahra yang begitu perfectionis, itu juga disebabkan karena Chaera yang tidak dapat berpose dengan baik, sehingga mereka harus mengulangi terus.

Dan Chaera sudah cukup kapok berada didepan kamera. Ternyata menjadi model bukanlah bakatnya, Chaera sama sekali tidak bisa berada didepan kamera.

“Tapi saya sangat menginginkan anda menjadi model kami” sambar pria disebrang sana, yang tetap tidak putus asa. “Saya akan membayar berapa saja yang anda minta nona?”

Chaera menghentikan aktivitasnya monggores warna pada kanvasnya itu. Apa namja itu bilang akan membayar berapa saja padanya untuk sekali pemotretan? Hai, bukankah itu tawaran yang bagus untuknya, hanya sekali pemotretan ia bisa dapat uang yang banyak. Bukankah sudah ia katakan kalau ia sedang mengumpulkan uang.

“Kemana saya harus datang?” ucap Chaera dengan mantap.

“Baiklah anda bisa mencatat alamatnya”

“Tunggu sebentar biar saya menggambil kertas, dan pulpen untuk mencatatnya” Chaera berlari keruang tengah untuk mengambil kertas dan pulpen yang ada diatas meja telphone. “Baiklah apa alamatnya?”

Chaera baru saja akan mencatat alamat yang disebutkan oleh namja itu, saat ia merasakan seseorang yang merampaskan ponselnya. Chaera melihat Kyuhyun yang membanting ponselnya keatas sofa.

“Oppa apa yang kau lakukan?” Chaera menatap Kyuhyun dengan raut bingung, melihat kelakuan suaminya itu, yang tiba-tiba saja membanting ponselnya.

“Jangan coba-coba menerima tawaran itu” Kyuhyun balas menatap yoeja itu dengan tatapan tajam.

“Tapi kenapa oppa?” tanya Chaera yang tidak mengerti maksud Kyuhyun melarangnya. Oh God, sekarang apa lagi? Kenapa Kyuhyun begitu suka mengaturnya, dan mencampuri urusannya? Ia saja tidak pernah mencampuri urusan namja itu, lantas kenapa Kyuhyun bersikap seperti ini padanya?

“Sudah kubilang sejak awal aku tidak suka dibantah. Jika ku katakan tidak, maka tidak” Kyuhyun meninggalkan Chaera yang masih mematung ditempatnya, tanpa penjelasan yang jelas mengenai kelakuannya itu. Sampai ia mendengar suara bantingan pintu apartemen mereka.

Chaera menghembuskan napas dengan berat. Sekarang apa yang harus ia lakukan? Tuhan kuatkanlah ia, untuk menghadapi kelakuan aneh suaminya itu.

*  *  *

            Kyuhyun duduk diruang tengah apartemennya dengan televisi yang menyala yang menampilkan siaran berita dihadapannya. Namun tidak sedikitpun namja itu menghiraukan televisi dihadapannya itu.

Saat ini Kyuhyun sedang menunggu penghuni lain dari apartemen ini. Sesekali namja itu menggeram tertahan, dan mendesis menahan amarahnya yang entah sudah seberapa besar pada gadis itu.

Sebelumnya Kyuhyun tidak pernah membenci seseorang seperti ia membenci yoeja itu. Baru hanya dengan Chaera ia dapat membenci orang seperti ini. Kyuhyun segera menatap pintu apartemennya yang terbuka, dan menampilkan sesosok wanita cantik yang sejak tadi sudah ia tunggu.

“Dari mana saja kau?” Kyuhyun menghampiri Chaera, yang saat ini berdiri didepan ruang tengah itu.

Chaera mengerutkan keningnya dengan bingung, tidak biasanya Kyuhyun menunggunya pulang, dan menanyakannya? Bahkan bukankah seharusnya namja itu sekarang menginap didorm.

“Ak..ku dari rumah teman oppa” kilah Chaera, yang tidak ingin Kyuhyun tahu dari mana ia sebenarnya. Karena Chaera yakin, kalau namja itu sampai tahu ia dari mana, Kyuhyun pasti akan marah besar lagi padanya.

“Ada apa?” ucap Chaera yang sedikit takut, karena ia dapat merasakan aura lain dari diri Kyuhyun. Aura yang sama saat namja itu meledak, dan menciumnya dengan kasar.

“JANGAN BERBOHONG PADAKU PARK CHAERA”

Chaera memejamkan matanya saat ia mendengar suara menggelegar dari namja dihadapannya itu. Sungguh apakah membentaknya adalah hobi baru pria itu. kenapa Kyuhyun suka sekali membentaknya setiap saat?

“Kau habis ke agensi itukan? Dan kau menerima tawaran merekakan?” tanya Kyuhyun dengan mengebu-gebu meskipun namja itu sudah tidak lagi meneriakinya seperti tadi.

Seketika itu juga Chaera menatap Kyuhyun dengan tatapan syoknya. Astaga dari mana namja itu tahu kalau ia baru saja dari kantor agensi majalah star. Apa namja itu memata-matainya? “Oppa tahu dari mana?”

“Kenapa kau membantahku?” kali ini Kyuhyun sedikit menurunkan suaranya, saat ia melihat gadis dihadapannya itu menundukan kepalanya. “Apakah kurung jelas ucapanku kemarin?”

Chaera masih saja menundukan kepalanya, yoeja itu masih tidak berani menatap suaminya itu. Sekarang ia benar-benar seperti maling ayam yang tertangkap basa sedang mencuri pertenak miskin.

Meskipun Chaera sadar, ia bukanlah istri yang baik, tapi Chaera cukup tahu kalau ia tidak boleh membantah ucapan suaminya itu sebenci apapun suaminya itu padanya.

“Demi tuhan Chaera apakah kau harus membuat hidupku lebih sulit lagi dari ini? Tidak cukupkah apa yang kau lakukan padaku selama ini?” kali ini Kyuhyun tidak lagi bicara dengan nada yang dingin pada gadis itu.

Entahlah Kyuhyun hanya merasa lelah terus bersikap dingin pada yoeja itu. Sementara orang yang ia perlakukan seperti itu justru mengacuhkan sikapnya itu. Dan Kyuhyun juga sudah cukup lelah dengan semua ini

Chaera segera mengangkat kepalanya, dan menatap namja dihadapannya itu. Kali ini Chaera dapat melihat tatapan yang berbeda dari mata Kyuhyun. Namja itu tidak lagi menatapnya dengan tatapan membunuh. Tapi dengan tatapan, entahlah Chaera juga tidak tahu tatapan apa itu.

“Bukan begitu oppa. Aku hanya tidak ingin merepotkanmu lagi, kau sudah membayar perawatan oppaku. Setidaknya aku bisa memenuhi kubutuhanku dengan uangku sendiri” jelas Chaera.

“Apa kartu kredit yang ku berikan padamu masih kurang, sampai kau harus menerima tawaran itu?” ucap Kyuhyun, sambil membalas tatapan yoeja itu.

“Tidak oppa. Itu lebih dari cukup, bahkan aku berniat untuk mengembalikannya padamu. Minggu depan aku sudah mulai berkerja digaleri seni” Chaera membuka tas tangannya, sambil mencari dompetnya didalam sana.

Sementara Kyuhyun hanya menatap yoeja dihadapannya itu saat ia mendengar kalimat yang baru saja dilontarkan oleh Chaera. Yoeja itu bahkan itu menanyakan apakah ia mengizinkannya untuk berkerja di galeri seni. Sudah sangat jelas kalau yoeja itu tidak mengghormatinya.

Meski ia tidak mencintai Chaera, tapi sudah jelas gadis itu sudah menjadi tanggung jawabnya, sejak mereka mengucap janji dihadapan tuhan. Dan sejak dulu Kyuhyun sudah berjanji untuk tidak akan pernah melepaskan tanggung jawabnya sebegai seorang pria. “Jangan”

Chaera menghentikan gerakan tangannya yang sedang mencari dompet didalam tasnya itu, dan kembali mentap Kyuhyun saat ia kembali mendengar nada dingin dari pria itu.

“Pantas saja selama ini tidak pernah ada tagihan yang datang padaku, ternyata kau tidak pernah menggunakan kartu kredit itu”

Chaera mengigit bibir bawahnya saat ia menatap mata hitam namja dihadapannya itu. Sebelumnya sekalipun ia tidak pernah merasa terintimidasi oleh Kyuhyun.

Sekalipun namja itu pernah memperlakukannya dengan sangat tidak terhormat. Namun kali ini Chaera benar-benar merasa takut pada sosok dihadapannya itu.

“Sebetulnya kau anggap aku apa? Aku bisa tahan dengan hubungan kita yang saling acuh. Tapi aku tidak tahan jika ada yang melanggar perintahku”

Demi tuhan Chaera tidak bermaksud untuk melanggar perintah Kyuhyun. Ia justru bermaksud untuk meringankan beban pria itu. Tapi kenapa Kyuhyun justru memandang lain hal itu.

“Sungguh Chaera apakah kau harus mempersulit ini semua lagi? Selama ini aku berusaha sabar padamu” Kyuhyun mengepal kuat tangannya. Tidak, ia tidak boleh lepas kendali lagi. Jika itu sampai terjadi itu semakin mempersulitnya.

“Kau tetap ngotot untuk menikah denganku meski kau tahu aku telah memiliki kekasih. Begitu kita menikah kau meminta cerai padaku. Aku juga masih tahan saat semua orang membelamu, sementara sudah sangat jelas disini kau yang menjadi pihak yang salah” ucap Kyuhyun dengan begitu lirih, terlihat sekali kalau namja itu begitu tertekan,dan tersiksa akan keadaan ini.

Chaera tidak tahu kalau Kyuhyun begitu menderita atas pernikahan ini. Oh sudah tentu namja itu menderita Park Chaera. Kau sudah mengambil paksa kehidupannya hanya demi kepentinganmu seorang.

“Aku sudah tidak tahu lagi Chaera apa yang harus kuperbuat? Katakan padaku harus seperti apa aku padamu? Semua ini sungguh membuat kepala ku pusing”

Tepat setelah Kyuhyun mengucapkan kalimat itu, air matanya jatuh, dan ini kedua kalinya ia menangis dihadapan namja itu.

Tidakah Kyuhyun tahu, kalau ia sama tersiksanya dengan namja itu. Jika Chaera punya mesin waktu ia sudah lebih memilih untuk bunuh diri saat itu dibandingkan jika ia harus berada diposisi seperti ini.

Lagian menurutnya sama saja kedua-duanya tetap akan membunuhnya, yang membedakan hanyalah dengan cara seperti ini, akan membunuhnya secara perlahan dengan begitu menyiksanya. Eomma, appa maafkan aku sepertinya kita tidak akan pernah dapat bertemu disurga.

Anakmu ini pasti akan masuk nereka atas dosa yang ia perbuat saat ini. Chaera sangat yakin kalau ia akan terbakar sampai habis demi untuk menebus dosanya. Dan Chaera rela masuk neraka asalkan eomma, appa, dan oppanya dapat bahagia disurga-Nya.

Chaera tidak tahu bisa sebarapa buruknya lagi dirinya ini. Harus berapa kali lagi ia harus mengutuki dirinya. Kenapa tuhan tidak langsung saja mencabut nyawanya saat ini juga, itu akan jauh lebih baik baginya.

Kyuhyun mengusap mukanya dengan frustasi, saat namja itu kembali melihat Chaera yang menangis dihadapannya. Kyuhyun tidak tahu harus seperti apa lagi ia bersikap pada Chaera.

Saat dulu ia bersikap kasar Chaera menangis ketakutan, tapi saat ia bersikap lembut pada gadis itu, dan berusaha berbicara baik-baik padanya, Chaera justru menangis terisak-isak.

Kyuhyun berniat meninggalkan gadis itu kembali, ia tidak tahu apakah ia masih sanggup menahan amarahnya lagi jika terus berada didekat gadis itu. Tapi belum sempat ia melangkah sebuah tangan sudah lebih dulu menahan pergelangan tangannya.

Kyuhyun menatap Chaera yang masih menundukan kepala, menunggu yoeja itu untuk bicara. Sementara Chaera, ia menghapus air matanya dahulu sebelum menatap suaminya itu.

“Aku minta maaf oppa” isak Chaera, meski ia sudah menghapus, dan berusaha menahan air matanya itu. Tapi tetap ia tidak dapat menahan laju air matanya yang semakin deras bila ia menahannya.

“Haruskah aku berlutut dihadapanmu, memohon maaf padamu.” Chaera berusaha menahan isakannya sekuat tenanga. Tapi yang ada ia justru semakin terisak menjadi-jadi.

“Aku akan melakukannya jika kau memang menginginkannya. Aku benar-benar menyesal atas semuanya”

Kyuhyun menatap gadis itu dengan tatapan yang datar. Kyuhyun tahu kalau semua ini terjadi karena keegoisan Chaera, dan ia juga dapat melihat bertapa menyesalnya gadis itu atas perbuatannya.

Kyuhyun juga tahu bukan maksud gadis itu untuk membuatnya menjadi seperti ini. Chaera melakukan ini semua karena oppanya yang sedang koma dirumah sakit.

Tapi tetap saja apapun alasannya Kyuhyun tidak dapat menerimanya. Karenanya hidupnya tidak lagi sama, dan tidak akan pernah lagi sama semenjak gadis itu masuk dihidupnya.

Tapi ada seseuatu yang membuat Kyuhyun tidak tega melihat Chaera yang selama ini acuh dan bersikap dingin dan semaunya padanya, terisak-isak dihadapannya. Gadis itu terlihat sangat rapuh, dan lemah. Mungkin hati nuraninya tidak bisa bersikap sekejam itu pada gadis itu.

Kyuhyun dapat melihat gadis itu menangis terisak sampai ia telihat seperti akan sesek napas. Lagi-lagi Kyuhyun menggendong Chaera, dan membawanya kekamar mereka. Namja itu berbaring disamping Chaera, sambil menarik selimut untuk menyelimuti mereka.

Sementara yoeja itu masih terisak diatas dadanya, Kyuhyun dapat merasakan tangan Chaera yang memeluk pinggangnya dengan kuat.

“Maaf” dan sejak tadi gadis itu terus saja menggumamkan kata itu dengan suara yang lemah.

Kyuhyun memejamkan matanya entah apa yang ia rasakan semuanya begitu menyiksanya secara mental.

“Ini sudah malam” ucap Kyuhyun datar, dan tegas. Namun tangannya terus saja mengusap punggung Chaera, untuk membuat gadis itu berhenti terisak.

Dan Kyuhyun tahu kalau Chaera mengerti maksud dari ketiga kata yang baru saja ia ucapkan tadi. Karena ia dapat merasakan gadis itu yang sudah mulai berhenti terisak, dan nafasnya yang teratur. Menandakan gadis itu sudah tertidur dalam pelukannya.

Dan Kyuhyun masih saja betah menatap langit-langit kamar meraka, dalam diam. Tangannya yang dijadikan bantalan untuk Chaera, tidak pernah berhenti mengusap punggung yoeja yang tertidur itu

Kyuhyun dapat merasakan hembusan napas Chaera, dilehernya yang terasa sangat hangat. Namja itu melirik sekilas wajah yang tertidur dalam pelukannya. Cantik, itulah yang ia lihat, meskipun gadis itu memang cantik.

Tapi Chaera yang tertidur terlihat jauh lebih cantik, karena hanya dialah namja yang bisa selalu dapat melihat yoeja itu tertidur kapanpun yang ia mau. Sampai ia sadar kalau ia sudah berbalik menghadap gadis yang tertidur itu.

Kyuhyun menghapus bekas-bekas air mata yang berada dipipi Chaera, dengan tangannya yang bebas karena air mata itu menghalangi kecantikan gadis itu.

Setelah Kyuhyun selesai menghapus air mata di pipi Chaera. Kyuhyun kembali memeluk gadis itu, dan menariknya mendekat padanya, mendekapnya dengan erat, merasakan kembali hembusan napas gadis itu dilehernya.

Dan yang membuatnya tidak mengerti adalah kenapa ia melakukan itu semua? Memeluk gadis yang ia klaim sebagai perusak kebahagiaannya, dan penghancur hidupnya

Untuk pertama kalinya mereka tidur dalam keadaan berpelukan. Keadaan yang memang seharusnya sudah biasa terjadi pada sepasang suami istri.Tapi tidak bagi mereka, hal ini masih terlalu baru, dan terlalu asing bagi mereka. Namun mereka tahu mereka sama-sama merasa nyaman, akan keadaan ini, sampai akhirnya mereka terlelap karena terlalu nyaman.

Mereka yang berusaha untuk saling memahami keadaan satu sama lain. Berusaha untuk saling menyadari seperti apa sebenarnya keadaan mereka saat ini.

Sebetulnya bukanlah keadaan yang membuat mereka menjadi seperti ini. Tapi merekalah yang membuatnya menjadi sesulit ini. Mereka hanya perlu mengurai benang yang kusut itu, maka semuanya akan terlihat jelas.

Apakah benang itu berasal dari satu benang yang sama? Atau benang itu berasal dari berbagai benang yang tidak sengaja saling menyangkut satu sama lain. Dan sekali lagi yang perlu mereka lakukan hanya mengurai benang itu saja

 

 

Next Chapter :

Chaera menggulung rambutnya keatas dengan asal, sehingga terlihatlah lehernya yang jenjang, dan putih dengan beberapa anak rambut yang tidak terkuncir oleh gadis itu. Kyuhyun meneguk salivanya saat melihat leher putih itu, apa lagi saat ini Chaera sedikit berkeringat. Sungguh pemandangan yang err seksi

Astaga apa Chaera tidak sadar pada apa yang baru saja ia perbuat? Ia baru saja menjilati jarinya, sekali lagi ia baru saja ‘MENJILATI’ jarinya, dan Chaera justru bersikap seolah hal itu biasa saja.

            Bukannya menjawab Kyuhyun justru memperhatikan wajah cantik gadis itu dengan intens. Rasanya ia ingin sekali menyentuh pipi chubby Chaera, dan

 

            “Aku mohon jangan membenciku” ucap yoeja itu, sambil berbalik menghadap makam eommanya. Chaera meremas rumput yang ada diatas makam eommanya itu, seolah saat ini ia sedang memluk tubuh wanita itu.

 

27 thoughts on “[FF Freelance] I Chose To Get Married (Chapter 4)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s