[Ficlet] Love Stories: Growing Pain

kihwan

Love Stories

Growing Pain

A fiction by Yoo

Choi Minhwan (FT Island) – Nishino Kiara (OC)

Please read Kiara’s profile first!

Ficlet | General | Canon

© 2014

.

.

Shingasane Night Club, Hongdae

December, 25th 2013

“Ada apa?”

Minhwan berhenti meneguk orange juice miliknya lalu mendongak menatap gadis yang duduk di sampingnya di bar. Seperti biasa, rambut panjang gadis itu selalu terikat berantakan, memperlihatkan leher jenjangnya yang mulus dan tato yang tercetak di sana. Kiara masih sama seperti sebulan lalu terakhir kali Minhwan melihatnya.

Tak mendapat respon, gadis itu akhirnya menggeser pandangannya ke arah Minhwan yang masih terdiam di tempat. Ada yang mengganjal dari pemuda itu, begitulah yang terlintas di benak Kiara sesaat setelah melihat Minhwan datang mengunjunginya di kelab malam ini. Sudah hampir satu bulan pemuda itu tidak datang menemuinya —karena jadwal padat dan sebagainya— lalu hari ini tiba-tiba ia mengiriminya pesan singkat, berkata akan datang untuk bertemu. Ditambah sikap drummer FT Island yang sedikit aneh malam ini, makin membuat Kiara mengernyit heran. Sebenarnya ada apa dengan Minhwan?

“Aku tahu kau aneh, tapi tidak biasanya kau sediam ini,” gumam Kiara sambil lalu. Ia meraih gelas di hadapannya dan meneguk martininya.

Bukannya tidak mendengar, hanya saja Minhwan tidak berniat untuk membalas perkataan Kiara. Ia masih menutup mulut dan memainkan gelas berisi orange juice pesanannya tadi.

Kiara mendesah singkat. Jika pemuda itu tidak ingin membuka suara, dia pun tak akan mendesak. Gadis itu melambaikan tangan pada bartenderuntuk meminta segelas martini lagi. Ia lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan sebungkus rokok. Jemarinya mengambil satu puntung rokok dan dengan lihai menyulut ujung rokok dengan korek api. Setelah hisapan pertama, Kiara melayangkan bungkus rokoknya pada Minhwan. “Mau?”

Pemuda itu cepat-cepat menggeleng. Ia tidak biasa merokok, jujur saja. Pernah sekali Minhwan mencoba, dulu, dengan iseng dan tanpa pikir panjang menghisap batang tembakau itu dan pada akhirnya terbatuk-batuk ketika asapnya masuk ke dalam tenggorokan. Sejak saat itu, Minhwan tidak ingin mencobanya lagi. Tidak juga sekarang, saat Kiara menawarinya rokok.

Sebenarnya Kiara sendiri tahu pemuda itu tidak terbiasa merokok. Minhwan bukan tipe laki-laki penghisap tembakau. Ia hanya berbasa-basi menawarinya, meski sudah tahu pasti bagaimana reaksi pemuda itu, yah, seperti yang baru saja terjadi.

“Kau tidak ingin berhenti merokok?” tanya Minhwan tiba-tiba.

“Tidak,” Kiara menghisap ujung rokoknya dalam-dalam lalu menghembuskan asapnya melalui bibir, juga hidung. “Merokok bisa membuatku tenang.”

“Benarkah?”

“Tapi tidak untuk pria lugu sepertimu,” sela Kiara, kembali menghisap rokoknya.

Kalimat Kiara tadi berhasil membuat Minhwan salah tingkah. Pemuda mana yang tidak malu jika ada seorang gadis yang mengatakannya lugu. Minhwan berdeham, menyembunyikan wajahnya yang kini memerah. Dengan cepat meraih orange juice dan meneguknya hingga tersisa setengah gelas.

“Kalau kau hanya diam saja, lebih baik kembali ke dorm dan tidur. Di sini bukan tempat yang cocok untuk seorang idol sepertimu.”

Minhwan mendesah lirih. Gadis ini benar-benar tidak berubah, masih sama seperti awal ia mengenalnya. “Dia tidak mengangkat teleponku beberapa hari ini.” Pada akhirnya pemuda itu mengeluarkan isi pikirannya. Ia kembali menghela napas berat saat melihat reaksi Kiara yang malah diam dengan tampang datar.

“Sudahlah, itu masalah pribadiku dan tidak terlalu penting untuk dibicarakan, jadi—“

Belum sempat Minhwan menyelesaikan kalimatnya, Kiara memotong, “Kau menemuiku karena dia?”

Sebaris pertanyaan yang baru saja terlontar dari bibir Kiara berhasil membuat Minhwan terdiam. Nada dingin kembali terselip dari cara bicaranya. Makin membuat Minhwan tidak tahu harus menjawab apa atau sekedar melempar balasan apa.

Kiara mendengus kasar, tertawa sinis seraya membuang muka. Gadis itu lalu bangkit dari duduknya, membuang puntung rokok yang masih tersisa ke lantai dan menginjaknya hingga padam. “Kau kira aku minimarket yang bisa kau datangi lalu kau tinggal seenaknya?” Kiara kembali tertawa sinis, sedikit memalingkan wajah ke belakang, ke arah Minhwan berada. “Kau pikir aku ini apa, Choi Minhwan?” ujarnya pelan, sengit. Sebelum kemudian melangkah ke tengah dance floor.

Minhwan yang tadi bangkit untuk mencegah gadis itu pergi, kini kembali terduduk. Ia belum sepenuhnya menangkap maksud perkataan gadis itu tadi. Malam ini otaknya memang tidak bisa berjalan dengan baik. Tidak, bukan hanya malam ini, tapi sejak Lena —kekasihnya—tidak menjawab pesannya atau mengangkat teleponnya beberapa hari ini. Ya, sejak itu Minhwan seperti pria bodoh yang tidak bisa berpikir dengan jernih. Ditambah sikap Kiara yang di luar dugaannya hari ini. Ia memang tidak pernah bisa membaca sifat Kiara, tidak bisa menebak apa yang sebenarnya ada di pikiran gadis itu. Tapi kali ini, Kiara benar-benar membuatnya tak mengerti. Kata-katanya tadi makin membuat Minhwan frustasi.

Dan kini, ketika kedua irisnya menatap Kiara yang tengah menari dan menghentakkan badannya di dekat seorang pria bertubuh tegap, dan tangan kekar pria itu menggelayuti pinggang ramping Kiara hingga keduanya hanya berjarak beberapa senti, membuat otak Minhwan semakin membeku. Seakan ada yang menggeliat di dalam perutnya dan ingin memberontak keluar. Sesuatu yang membuat aliran darahnya memanas, dan otot yang mulai menegang.  Tanpa sadar, kedua tangannya kini mengepal kuat. Menahan sesuatu yang juga tak dimengerti oleh akal sehatnya sendiri.

FIN

Ehem, sebenarnya fic ini hanya cuplikan kisah dari fic oneshot Love Stories yang dulu pernah saya buat. Berlatar malam Natal akhir tahun 2013 dengan beberapa kisah romansa dengan cast yang berbeda-beda dan kisah yang berbeda pula. Jika ingin membaca full versionnya bisa berkunjung ke:

Paper of Stories

Blog yang khusus menyajikan fanfiction dengan cast B.A.P, Infinite, BTOB, BTS, VIXX, FT Island, N.Flying, dan masih banyak lagi, juga penuh unsur Korea & Jepang. Ah! Kami juga sedang memerlukan author yang sekaligus bisa menjadi admin/artworker. Jika berminat bisa langsung mendaftarkan diri ke SINI :)

Terimakasih, kritik dan saran untuk fic ini sangat ditunggu🙂

-yoo-

4 thoughts on “[Ficlet] Love Stories: Growing Pain

    • halo cici🙂

      sebenarnya buat ceritanya minhwan-kiara ini endingnya gantung disini soalnya nanti ada lanjutannya sendiri, semacam ff series

      full versionnya ada di http://paperofstories.wordpress.com/ kalau mau membaca silahkan, disana juga banyak ff lainnya (B.A.P/BTS/BTOB/VIXX/FT Island/NFlying/Infinite dll)🙂

      terimakasih ya sudah membaca😀

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s