[ONESHOT] Punishment

sss

Author : Awsomeoneim

Cast :

  • EXO’s Oh Sehun
  • OC’s Kim Yoo Ra

Genre : School-life romance

Rated : PG-12

Lenght : 1,157 words

Disclaimer:

  • The OC and The story is officially mine. Has posted here.
  • Oh Sehun’s belongs to God, His Parents-Family, SMEnt, and his fans around the world.

Summary : Punishment is not always a bad thing.

=0o0o0=

share-762053

Sol sepatu Gucci tampak berderap beraturan di sebuah koridor sunyi. Koridor yang selalu ia lalui sejak setahun terakhir. Seperti biasa, sang pemilik sepatu menghentikan langkahnya di depan bangku kayu di sebelah sebuah ruangan.

Tak lama kemudian ia mendengar suara pintu geser di dekatnya terbuka, menampilkan sosok yang familiar. Sosok berperawakan tinggi dengan kulit pucat yang tersembunyi di balik seragam kusut yang dikenakannya.

Setelah pintu kembali tertutup rapat, barulah sebuah pertanyaan mengudara, “Dihukum lagi?”

Sosok yang menerima pertanyaannya hanya mengendikkan bahu cuek, “Seperti yang kau lihat. Dan kau terlambat lagi?”

Jawaban yang sama persis dilontarkan sebagai balasan, “Seperti yang kau lihat.”

Segera keduanya terkekeh perlahan sebelum salah satu dari mereka berkata, “Sepertinya kita harus segera ke tempat hukuman kita..”

=0o0o0=

[1 tahun yang lalu]

Suara decitan halus terdengar saat rem milik BMW keluaran termewah tahun ini diinjak penuh di depan gerbang masuk sebuah SMA ternama di Seoul.

modification-bmw-sport-elegan (1)

“Turunlah, kau sudah terlambat 15 menit.”

“Tidak bisakah oppa menemaniku masuk? Setidaknya temani aku menemui guru BK..”

“Aku juga sibuk nona muda.. Cepatlah keluar atau aku akan terlambat datang ke acara peresmian jabatanku hari ini.”

Aaah oppa!! Kau lebih mementingkan jabatanmu daripada aku??”

Menanggapi dengusan marah remaja putri di sampingnya, namja tersebut memamerkan senyuman diplomatis yang sudah dianugerahkan kepadanya sejak lahir, “Aku harus mementingkannya, atau kau tidak akan pernah datang ke sekolah dengan mobil mewah ini lagi, Kim Yoo Ra..”

“Hah alasan tidak masuk akal,” dengan kukuh gadis belia berusia 17 tahun itu bersandar di jok nyaman milik kakak lelakinya.

Kini giliran si pemuda yang harus menarik nafas dalam-dalam, menahan amarahnya, “Demi Tuhan Kim Yoo Ra, ini hari pertamaku bekerja dan jika kau masih duduk di jok itu 3 detik lebih lama maka aku dan mobil mewah ini akan terperangkap kemacetan dan–”

“Baik, aku turun! Sekarang! Dasar Kim Joon Myun keras kepala!!”

Suara pintu mobil dibanting terdengar hampir bersamaan dengan berakhirnya bentakan nyaring yang baru saja dilontarkan Kim Yoo Ra. Dan tanpa menghiraukan tatapan marah sang adik, Kim Joon Myun menyorakkan seuntai kalimat penyemangat sebelum memacu mobilnya menuju lokasi utamanya, “Semoga kau beruntung di hari pertamamu, Kim Yoo Ra!!”

“Hah yang benar saja, aku terlambat dan dia masih saja berkata semoga beruntung?? Dia pasti sudah tidak waras..”

Yoo Ra mencebik keras sebelum menetapkan hatinya memasuki area bernuansa kelabu itu lebih jauh.

=0o0o0=

Hari pertama, dan terlambat.

Yoo Ra benar-benar harus menguatkan dirinya atas kutukan label yang ia buat hari ini sampai satu tahun kedepan.

‘Hah benar-benar sial!’

Rutukan yang sama terus keluar dari mulut Yoo Ra hingga ia tiba di dekat sebuah ruangan. Ruang kelas yang akan ia tempati hingga setahun kedepan. Namun karena kesalahan fatal yang ia perbuat di hari pertamanya, ia harus sabar menunggu di sebuah bangku yang berada tak jauh dari ruangan tersebut. Tertulis jelas di kertas yang sedang ia genggam bahwa yeoja tersebut diizinkan mengikuti pelajaran selepas jam istirahat. Artinya, ia harus menunggu 20 menit lagi.

‘Kau benar-benar membuatku beruntung, Kim Joon Myun!’

Jemarinya bergerak lincah diatas layar datar ponselnya sembari mendengus kesal.

‘Oh benarkah? ^^ syukurlah~ Aku juga sedang menikmati tugas pertamaku.. Selamat menikmati hari pertamamu Ra-baby~ Hwaiting!!’

Kedua manik mata Yoo Ra membulat sempurna kala usai membaca pesan balasan dari kakak tercintanya. Dan ia tidak ada pilihan lain selain meremas benda tak berdosa di tangannya itu. Ia harus menahan diri kuat-kuat untuk tidak menciptakan sebuah lubang di kaca terdekatnya dengan melemparkan ponsel tersebut.

Namun cengkeramannya mengendur saat suara pintu yang terbuka mengalihkan perhatiannya. Disusul dengan seorang siswa berambut cepak dengan seragam tak beraturan yang melangkah keluar.

Siswa tersebut berdiri di dekat pintu tersebut sembari mengangkat salah satu kakinya dan menjewer salah satu telinganya dengan tangannya sendiri.

‘Dia di hukum?’ Yoo Ra memperhatikan siswa tersebut yang kini tengah memejam kan kedua matanya, tampak menikmati hukuman yang ia dapat.

“Kenapa kau di luar?”

Siswa lelaki itu tersentak saat mendengar suara Yoo Ra yang sedang duduk tak jauh dari tempatnya berdiri, “Kau siapa?”

“Kim Yoo Ra,” tanpa berpikir panjang Yoo Ra menjawab pertanyaan balik yang ia terima.

“Aku tidak pernah melihatmu. Kau murid baru?”

“Uh, itu–”

“Aah, kau murid baru yang terlambat datang itu, benar?”

“Ba-bagaimana..”

“Park-saem sudah memperkenalkanmu di awal jam pelajaran,”

Sekali lagi, kedua iris hazel milik Yoo Ra membulat sempurna. Ia menepuk jidatnya pasrah. Habislah sudah harga dirinya di hari pertama sekolah.

“Tapi kau tetap harus memperkenalkan diri secara resmi setelah istirahat,”

Yoo Ra menangkap sebuah smirk jahil di wajah murid yang baru saja ia temui, calon dari salah satu teman sekelasnya selama setahun kedepan tepatnya.

Arra… Aku bisa apa lagi memangnya,” Yoo Ra kembali menyandarkan punggungnya di bangku kayu yang telah nyaman ia duduki sejak 5 menit lalu.

“Wajahmu manis, jangan bicara dengan nada ketus begitu, Nona Kim,”

Tanpa Yoo Ra sadari punggungnya menegak spontan mendengar gombalan picisan -dari seseorang yang bahkan belum ia ketahui siapa namanya- yang membuat aliran darah serasa mengalir deras ke wajahnya.

“Perkenalan tidak seburuk yang kau bayangkan. Mereka pasti melupakannya dalam beberapa bulan,” pemuda yang semula berada di dekat pintu kini sudah duduk di samping Yoo Ra, “Perkenalkan, namaku Oh Se Hun.”

Yoo Ra menyambut jabatan tangan Sehun, dan saat itulah ia menyadari Sehun memiliki warna kulit yang lebih pucat dari seragam baru miliknya.

“Kau mau ikut denganku ke kafetaria? Rasa laparku selalu datang lebih awal dibanding bel istirahat,”

“Tapi jam pelajaran masih–”

Sehun memutar manik matanya dengan tak sabaran, “Oh ayolah, Yoo Ra.. Tidak ada satupun peraturan Sekolah di Korea yang akan mengeluarkanmu dari sekolah hanya karena kau pergi ke kafetaria sembari mengisi waktu hukuman.”

“Jadi kau juga dihukum?”

“Aku tertidur. Tidak sengaja tidur.”

Yoo Ra menggumamkan ‘aigooo…’ dengan perlahan dan Sehun tidak memperdulikannya karena ia sudah bangkit meninggalkan Yoo Ra beberapa langkah.

Karena merasa tidak ada pilihan lain, Yoo Ra akhirnya menyusul langkah lebar Sehun. Menuju kafetaria.

=0o0o0=

[1 tahun kemudian]

Yoo Ra tersenyum simpul mendengar tawaran Sehun yang dilontarkan dengan nada familier, “Masih sama saja..”

Dan seperti biasanya pula, Sehun hanya menanggapi Yoo Ra dengan cengiran jahilnya sembari mulai melangkah menuju kafetaria.

“Kau tiba cukup lambat hari ini, Nona Kim.”

Yoo Ra reflek memutar pergelangan tangan kirinya untuk mengecek posisi jarum jam yang tertera di sana, “Ah, tolong maafkan kemacetan Seoul yang luar biasa, Tuan Muda Oh.”

“Perutku sudah melakukan konser tunggal sejak 12 menit yang lalu, kau sungguh tega padaku, Nona Kim.”

Mendengar protes Sehun, Yoo Ra menyadari satu hal, “Yaaa, kau memperhatikan waktu terlambatku?”

“Tentu saja, jika aku dikeluarkan lebih dulu, dan ternyata kau tidak masuk sekolah, aku akan jadi orang tolol berdiri seorang diri di depan kelas.”

“Kau kan bisa pergi ke kafetaria seorang diri. Manja sekali..”

“Menjalankan hukuman tambahan dari Park-saem akan terasa lebih ringan jika ada kau, Nona Kim.”

“Aish dasar penghasut, kau Oh Sehun!!”

“Dan kau dengan senang hati mengikuti hasutanku Kim Yoo Ra~”

끝-

16 thoughts on “[ONESHOT] Punishment

  1. Yang selalu jadi ciri khas sunbae adalah selipan gambar yang njelasin cerita, jadi imajinasi kita makin luas. anw, please, masa dihukum jadi kebiasaan, aigoo… Great story thor, ringan, jadi baca pagi2 gini bikin senyum2 sendiri. Keep writing thor!! ᄉᄋᄉ

    • gambaran keinginan terpendam sama dua barang itu sih sebenarnya….. heung~
      trend 2014 adalah trend kebiasaan tidur dan telat, uhuk, semoga ngga dicontoh, uhuk, kecuali ada sehun beneran di sekolah…uhuok.
      Gomawooo luhoney~ saranghaja!! /xoxo/

  2. wah gambar sama mobilnya keren badaaiii 😄 kalo jadi yoo ra mah, betah banget di hukum hehehe 😀
    nice ff thor, bahasanya asik banget 😉 teyus berkaryaa *salam yehet

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s