[FF Freelance] Last Kiss (Chapter 1)

last-kiss

Author : Kwon Nady (@xnadyx)

Rating : PG 14

Length : Chaptered (1000+ word)

Main Cast :

  • SNSD  Kwon yuri is Yu Ri
  • BigBang  Kwon jiyong Is Lee Ji Yong

Genre : Angst,fantasy

Disclaimer : this ff real made by author,do not plagiat without permission. , be creative guys,. thank you for reading..

credit poster: Jestsee @ HSG.

 

 

“dimana dia?”

“Jangan tanyakan keberadaanya , aku tidak tau”

===================================================================

Masih dengan secangkir Americano hangat di atas meja , aku memperhatikan asap yang mengepul diatasnya , sesekali meniupnya.  Hujan masih terus turun di Cheondamdong , kurasa  kafe coffe ini  adalah pilihan yang paling tepat.aku menggosok telapak tanganku kemudian meletakkannya didepan dada , sesekali menyesap Americano yang hangat ini , ini adalah cangkir ke 3 yang ku pesan mengingat aku sudah lebih dari satu jam duduk manis disini , aku tidak bisa keluar akibat hujan diluar kafe. Aku memasukkan Handsfree ke lubang telingaku  yang kusambungkan ke handphone ku sembari memilih lagu-lagu di PlayList tanganku teracung keatas , memanggil waitress.

“Americano lagi nona?”

“oh tidak ,kali ini , caramel macchiato”

Jari telunjuk ku bergerak-gerak mengikuti irama dari lagu yang kudengarkan , baru 10 menit dari pesanan ku sampai dimeja , aku melihat  dari lantai 2 tempat ku duduk sekarang , disebelah kaca sebuah mobil Lamborghini silver yang sangat kuhafal sedang mencari arena parkir di kafe itu , aku mengambil langsung handbag ku dan melihat cangkir kopi dimeja. belum habis. Aku berjalan kearah kasir membayarnya dan turun menuju arena parkir , hujan,basah sedikit,tak apalah.

“sudah lama menunggu?,Mian ne, ada sedikit masalah dengan transportasi”

“Ya”

Mobil itu langsung meluncur membelah jalanan kota yang hujan.

.

.

.

Mengingat hujan , maka tak lupa juga dengan salju , hujan dan salju maka mengingat desember,ya,ini bulan desember , ulang tahunku sudah lewat dan aku sama sekali tidak menikmatinya , aku lebih memilih menjadi pendiam sekarang mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.

.

.

.

Ini Salju , aku merasakan segumpalan es jatuh mengenai hidungku , aku tersenyum simpul sambil memegang erat plastic yang berisikan belanjaan sayuran untuk makan malam, aku berjalan santai menuju kafe coffe tempat ku biasa , saat aku akan membuka pintu kafe dan ingin berjalan naik ketangga lantai dua yang menjadi tempat favoritku , aku melepas gagang pintu yang kupegang , berbalik menghadap jalanan , lalu aku menarik napas panjang dan membuka pintu kafe dengan tenang.

“Mengapa Begini”

“t…tidak tau”

“kenapa bisa kau tidak tau yuri-a”

Aku menuliskannya di selembar kertas “a..aku masih belum bisa menerima kenyataan”

“cepat atau lambat kau pasti akan bisa menerimanya”

Aku menulis lagi “ya,aku tau”

“kau pendiam sekali sekarang?maafkan aku”

Aku menulis lagi dilembar berikutnya “ani , ini bukan salahmu”

“lalu,mengapa kau sekarang membua…”

Dia berhenti bicara ketika aku menulis “mian,aku harus pergi sekarang,kita bisa berjumpa lagi nanti malam”

.

.

.

Aku membuat api sebagai pendingin ruangan , aku duduk didekat kaca apertement ingin melihat pemandangan salju diluar , ingin rasanya kembali ke desember 2 tahun yang lalu ,tapi kutau dan sangat kutau memutar waktu itu tidak mungkin dapat terjadi. Aku membuka pintu kamarku yang bertuliskan lee Ji Yong  sebuah benda lengket tertempel di depan pintu.. 23:13 Tengah malam.

.

.

.

.

Aku berhenti didepan toko buku , jika kau pikir aku masuk kedalamnya , tidak, tidak sama sekali aku tidak masuk aku hanya melihat dari kaca toko mempertajam penglihatanku ke setiap inchi ruangan itu,lagi-lagi air mata ini jatuh , aku menghapusnya dengan cepat kurang dari satu detik , memang hanya sedikit yang melewati pelupuk mata tapi ini juga mengisyaratkan bahwa “aku merindukan dia’’.

.

.

Seperti biasa aku selalu ke kafe coffe favoritku , memesan 2 gelas, satu Americano dan satunya lagi caramel macchiato untuk dia,tapi nyatanya aku yang selalu menghabiskan dua gelas itu sendirian , dia hanya ada dalam kepalaku. Jika kau pikir dia hantu kau salah besar.dia nyata.

Setelah dua gelas coffe ini habis aku maju ke bandhome kafe untuk  memainkan piano disana , memainkan sebuah lagu Untuk Dia.lagu slow yang aku dan dia suka.

.

.

.

“sudah lama menunggu?,mian aku ada masalah dengan transportasi,jalanan macat total”

“Ya”

“kau masih terus begini?”

“Ya”

“apa masalahnya yuri-a, maafkan aku”

“Ya”

“kau membenciku?”

“tidak”

“Justru aku mencintaimu”.kata itu hanya terucap dalam hati tidak lewat bibir manis ini.

“Hmmm..baiklah , kajja”

“Ya”.

.

.

.

.

Aku membuka pintu rumah orang tua ku , aku juga tidak tau kenapa rasanya aku ingin kembali kesini , rumah yang membesarkanku sejak kecil,

“yuri”

“Ya”

“annyeong”

“Ne..

“ohya ahjumma dimana eomma?”

“tempat biasa”

Aku berjalan pelan menuju tempat yang dikatakannya “tempat biasa” , tempat itu hanya sebuah ruangan yang berisikan foto-foto dan benda-benda kesayangan penghuni rumah ini,termasuk boneka dan mainan kecilku dulu.aku sudah hafal bagaimana posisi eomma dan ekspresi wajahnya ketika aku masuk kedalam ruangan itu dan menyapanya.

Kreeek….

“Eomma..”

“Yu..Yuri-a..”

“Mwo?”

“dimana dia?”

“jangan tanyakan keberdaannya lagi,aku tidak tau”

Sudah kuduga eomma-ku menangis sambil memeluk foto didadanya.erat.erat sekali,seperti ia takut kehilangan untuk kedua kalinya.

.

.

.

.

Aku duduk dimeja makan , seperti acara makan keluarganya aku tidak berani menegakkan kepala-ku aku hanya menunduk aku takut jika mataku bertemu dengan mata seseorang yang  duduk tepat di hadapanku,aku hanya berharap makanan ku cepat habis maka aku bisa lebih cepat pergi dari sini.

“kau sakit yuri-a?” appaku bertanya dengan wibawanya yang khas

“sepertinya begitu,appaa” jawabku pelan

Aku menggeser kursi dan berjalan menuju kamarku.aku menggeser kain penutup jendela lalu duduk disamping jendela.ini salju . aku sangat ingin kembali ke salju 2 tahun lalu.mengigat salju yang kualami beberapa tahun terakhir rasanya begitu pahit.

Dec,

“hai,nona kwon?”

“aah..kau lama sekali oppa,sudah seribu tahun aku duduk ditaman ini”

“mian.. ada sedikit masalah dengan transportasiku”

“apa kau tidak punya alasan lain?,selalu saja transportasi yang kau jadikan alasan”

‘’tapi kau selalu percaya juga kan,”

“Aiissh…

“oppa..jangan pencet hidungku kumuhon,jangan,aku tidak bisa bernafas”

“yuri-a,kau tidak kedinginan?”

‘’ani..aku selalu merasa hangat jika didekatmu”

“lalu jika aku tidak ada”

“aku akan selalu bermimpi bahwa kau ada”

“kalau kau bermimpi,maka cara utamanya adalah tidur”

“ya,aku akan tertidur”

“sampai kapan?kumohon jangan terlalu lama”

“sampai aku benar-benar merasa bahwa kau ada”

“jika tidak ada juga”

“aku akan terus tertidur,bahkan sampai aku menemukanmu di rehinkarnasi nanti”

“kau mendoakanku mati,eoh”

“anii..aku menyayangimu Jiyongie”

“Nado..Nado Saranghae…”

Tiik…

Aku melihat air matanya ,namja brandalan ini bisa menangis juga ternyata.Dia mengecup keningku kala itu. Memelukku erat aku membalas pelukannya lebih erat, ini seperti kecupan dan pelukan terakhir darinya.

.

.

.

Dec End

Aku keluar rumah menuju swalayan untuk membuat makan malam,aku pulang ke apertemnt ku malam ini,tidak menginap dirumah seperti kemarin,.

.

lagi-lagi salju ini jatuh tepat mengenai hidungku dingin rasanya,dingin.aku berjalan pelan lurus ke depan.  Seperti biasanya aku menuju ke kafe coffe itu.. aku masuk dan pilihan pertamaku duduk di dekat jendela kaca hanya satu tujuan agar bisa melihat salju lebih jelas , 2 gelas coffe sudah mendarat di mejaku entah siapa yang memesannya tapi kurasa pelayan disini sudah sangat hafal dengan pesanan favoritku.americano dan caramel macchiato.

.

Aku tersenyum simpul saat mobil Lamborghini silver yang sangat kukenal muncul di jalanan dan mencari arena parkir di dekat kafe.aku meniup coffe sekali lagi lalu aku melipat tanganku diatas meja bak anak TK yang takut akan kedatangan gurunya.sesorang keluar dari mobil mewahnya ia memengang buku tipis di tangan kirinya.lagi-lagi aku tersenyum.

“mian,kau menunggu lama lagi,ada sedikit masalah dengan transportasiku tadi.”

“Ya”

“kau melipat tanganmu diatas meja?”

“Ya’’

“hahhaha.. Yuri-a kau tidak kedinginan”

“Lupakan atau aku akan pulang!”

Aku selalu hangat saat didekatmu oppa.kalimat itu hanya muncul dalam hati,entah kenpa ia tidak bisa keluar dari bibir mungil ini.

.

.

.

“oppa,kau mau pesan apaa?”

“macchiato”

“hanya itu,kau tidak lapar”

“tidak,hanya dengan membaca buku ini dan melihat wajah manismu aku sudah kenyang”

“kalau begitu aku Americano saja”

“apa kau tidak lapar”

“tidak,hanya dengan melihat wajah tampanmu dan dandanmu yang nyetrik begini aku sudah kenyang”

“Aiisshhh..yuri-a’’

“oppa jangan pencet hidungku,kumohon jangan aku tidak bisa bernapas’

“yuri,mengapa kau selalu takut dengan hidungmu,ada masalah di hidungmu ya,oke setelah ini kita akan ke dokter”

“aniyoo..masalahnya hanya saja kalau aku tidak bisa bernafas berarti aku tidak bisa melihatmu”

“Kau..”

“Ya,aku takut tidak bisa bernafas,rasanya sesak dan sakit,lebih sakit lagi jika akhirnya aku tidak bisa melihatmu”

“kau kan bisa bergentayangan “

“bergentayangan memang bisa,tapi aku tidak bisa memelukmu oppa,hantu tidak bisa menyentuh materi”

“aakh..kau ini,baik lah aku akan menjagamu dan membuatmu selalu bisa bernafas,karena kau takut bukan”

Jiyong melumat bibirku,aniyo,ini bukan ciuman nafsu ini ciuman sayang , aku tau dia menyayangiku seperti aku menyayanginya,tapi…it is The Last .

.

Air mata sialan ini meluncur begitu saja melewati pelupuk mataku ia mengalir deras saat ini aku tengah duduk dipinggir  jendela melihat salju dari lantai 12 apertement sebuah pemandangan menarik untukku ditambah lagi aku bisa melihat taman itu dari jendela apertement,air ini semakin menjadi ia tidak berhenti , berkali-kali ku usap , berkali-kali juga ia mengalir malah semakin deras.

“UNSTOPPABLE NUNMURI,ber..hentilah kumo..hon YEOJA PABO!”

Aku masih menatap keluar jendela keindahan dari kerlap-kerlip lampu kendaraan di jalan raya cheondamdong sangat menarik,aku bahkan menghitung lampu yang bisa kuhitung .sesekali aku memencet hidungku dan bergumam “jangan pencet hidungku,oppa,kumohon,jangan aku tidak bisa bernapas”

.

.

.

 

TBC

 

4 thoughts on “[FF Freelance] Last Kiss (Chapter 1)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s