[FF Freelance] Vestido De Noiva (Wedding Dress)

wewer

Title: vestido de noiva (Wedding Dress)||Cast: Do Kyung soo – Hong Yoo Kyung ||Genre: Sad, Romantic, Angs ||Length: Oneshot||PG: General ||scribe: An_Yeoneun (@HaYooyoung)

Thanks for dreamlan @HSG I like the poster

Disclaimer: This is the story I’ve created, Never bashing players because this is the element of my story. I will also post this fanfic in my Personal WordPress  R A S P B E R R Y

 

[2014] ||©An_Yeoneun Storyline TM||

 

Sorry Of Typo

Please do not for Copying And  plagiarism

 

 

Summary: Although you can not see with the eyes, but you can see with your heart.

 

 

Suara Piano itu terdengar sangat Merdu, Jari – jari lentik itu sangat Lihai Memainkan Piano. Dia tersenyum Ketika memainkan Piano, menekan Tuts – Tuts Piano dengan sangat lembut, sehingga membuat seseorang yang mendengarnya menjadi Tenang. Meresapi nada – nada yang keluar dari Tekanan Tuts Piano itu.

 

‘Hong Yoo Kyung’ Seorang siswa SMA yang memiliki sebuah kelebihan, kelebihan yang tidak pernah bahkan tidak mungkin orang lain memilikinya. Ketika memandangnya, rasanya biasa saja, seorang gadis SMA yang pandai bermain Piano. Tapi pandanganku berbeda, dia bukan hanya gadis yang pintar bermain Piano, tapi dia…. Dia mampu membuatku menjadi pegemar rahasianya. Pengemar yang mengikuti dia kemanapun dia berada, menemaninya disaan dia kesepian, membantu dia menyempurnakan Permainan Pianonya. Tidak! Padahal aku tak sehebat permainan Pianonya, Bahkan aku Belum pernah menunjukkan permainan pianoku didepan dia, Dan permainan Pianoku sangatlah Buruk.

 

 

April 14, 2009
Beginning I met with she.

 

Ketika Itu turunlah Hujan, Hujannya sangat deras sehingga membuat aku dan dia berteduh disebuah Halte, dekat dengan sekolah kami.

Aku pandangi dia ketika mengosok – gosokkan kedua tangannya karena kedinginan, dia berjongkok memeluk kedua Lututnya. Hujan semakin deras, dia hanya menatap Kosong butiran – butiran air hujan yang menetes.
Sedari tadi aku hanya memandang dia saja, Menurutku Obyek lain sangatlah Tidak menarik, Mataku tetap saja memandang dia yang mengigil kedinginan. Ingin rasanya aku memberikan Jaketku padanya, tapi…. Bahkan aku belum mengenal siapa drinya.

 

1 jam

2 Jam

3 Jam

 

Hujan sudah mulai reda, Tetap saja aku tidak ingin pergi dari Tempat Ini, Sepertinya aku menunggu dia untuk pergi lebih dulu. Entahlah, ada angin apa yang membuatku Terus saja memandang dia, Dia mengeluarkan sebuah Buku, menutup kepalanya dengan sebuah Buku dan kemudian dia  –Pergi-

‘Bisakah Kita bertemu lagi?’

Kata – Kata itu selalu menjadi beban pikiranku. Akankah kita bertemu lagi meskipun kita bersekolah disekolah yang sama? Ataukah Kita akan bertemu lagi suatu saat nanti dijalan? AKu ingin bertanya ‘Siapa namamu?’ ‘Bisakah kita berteman?’

 

~0~

 

Setelah hari ketika pertama kali kami bertemu, Tiba – tiba saja Tuhan mempertemukan Kami kembali. Jawaban dari Pertanyaanku  ‘Bisakah Kita bertemu lagi?’ Terjawab!
Ternyata dia mengikuti Ekstra Piano ketika hari sabtu. Pantas saja, Kami bertemu ketika matahari akan tenggelam. Ketika aku harus mendampingi Guru Kim untuk mengajar dikelas Piano.

“Kyung soo, Kau Tetap disini, sedangkan aku Akan mengajar Kelas Piano terlebih dahulu” Guru Kim menyuruhku untuk tetap duduk didalam Kelas Piano, Dia memandangku singkat, kemudian dia memfokuskan Matanya pada Tuts – Tuts Piano.
Bisakah aku bertanya ‘Siapakah namamu’ dihari ini? Aku harap Itu akan terjadi, aku sudah terlalu lama ingin mengetahui siapa nama Gadis itu. Gadis yang membuatku selalu ingin bertanya siapa namanya.

 

Setelah 2 Jam aku menunggu, Akhirnya kelas Piano pun selesai. Aku berdiri, mengikuti gerak kaki Guru Kim berjalan.

“Permisi” Kata Itu yang pertama kali aku dengar keluar dari Mulutnya. Aku pun minggir memberi dia Jalan untuk keluar dari Kelas, Ingin aku mencegahnya! Mencegah dia pergi sebelum aku bertanya ‘Siapa namamu?’
Tapi takdir berkata Lain, Aku terlalu takut untuk bertanya siapa namanya. Dia pergi…. Dia benar benar Pergi….. Kau Bodoh Kyung soo.

 

 

***

 

August 5, 2009
She follow the Piano Competition

 

 

Kali ini aku tidak ingin menyia – nyiakan kesempatan yang aku dapat. Takdir mempertemukan aku lagi dengan dirinya. Kyung soo, Kau harus bisa mendapatkan namanya, Itulah yang selama ini menjadi beban pikirmu! Sebuah bisikan yang terdengar ditelingaku. Aku memejamkan mata, Ini adalah waktu yang tepat untuk mengetahui siapa Namanya.

Ku buka perlahan Mataku, Dia….Dia naik diatas pangung, Menekan Tuts dengan sangat lembut, Nada yang dikeluarkan Piano itu sangat berbeda dengan Nada yang dikeluarkan Piano ketika seorang ahli pun menekan Tuts – tuts Itu.
Nada Itu sangat lembut, Sangat – sangat lembut.

Permainan Pianonya pun berakhir, Tepukan Tangan yang sangat meriah berhasil dia Dapatkan. Senyum terukir jelas dibibirnya. Itu adalah pertama kali aku melihat senyumnya. Senyum yang indah Gumanku dalam hati.

Perlahan – lahan aku Mulai mendekati dia yang Baru saja Turun dari pangung. Dia mendapatkan Beberapa Buket Bunga, sepertinya dari Orang tua dan Teman – temannya.
Aku tepat berjarak 1 Meter dengan dia. ‘Kyung soo Kau harus bisa mendapatkan namanya! Hwaiting!!’ Sebuah bisikan Itu muncul lagi ditelinga ku, Kau akan gagal selama – lamanya sebelum kau mencoba, Kyung soo.

Kakiku mulai bergerak, bergerak mendekati dia. Oh, kenapa Tanganku gemetar? Kenapa Aku mulai mengeluarkan Keringat dingin? Kenapa Hatiku rasanya Berubah menjadi aneh ketika Berdekatan dengan dia? Firasat apa ini! Ini adalah sebuah Penantian, penantian yang Cukup Lama.

Tepat dihadapannya! Dia memandangku, Tatapan matanya Seakan bertanya ‘Ada yang bisa aku bantu?’ Dia….Berbeda dengan Gadis – gadis yang sering aku temui.

“Bolekah aku tahu siapa Namamu?”    

Bodoh! Kau bodoh Kyung soo! Kenapa kau langsung menanyakan Namanya, seharusnya kau mengenalkan dirimu terlebih dahulu padanya! Tapi, setidaknya kau Berani Mengatakan Pertanyaan yang menjadi beban fikiranmu saat ini.

“Jeoneun Hong Yoo kyung Inmida”
Benarkah aku sekarang bermimpi? Dia…Dia mengatakan namanya?
Namanya adalah ‘Hong Yoo kyung?’ Akhirnya aku bisa memecahkan soal yang selama ini menjadi beban pikiranku.

“Do Kyung soo inmida” Aku mulai memberanikan diri Mengatakan namaku padanya. Dia tersenyum, tersenyum sangat ramah.
“Bolehkah aku memanggil namamu Kyung soo?”
Aku mengangguk, Dia kembali tersenyum, senyuman Itu… mengingatkan aku pada seseorang, Seseorang yang pergi meninggalkan ku Tanpa sebab yang pasti.

“Bisakah Kita berteman?” Ketika aku mengatakan hal itu dia mengangguk setuju, Aku pun sangat senang bisa berkenalan bahkan berteman dengan Dia, Yoo Kyung.

 

November 29, 2009
When Substitution Winter Arrived.

 

Menunggu Yoo kyung didepan sebuah Toko Boneka. Hawa dingin mulai menusuk Tulang rusukku. Dia sudah berjanji padaku akan menemuiku didepan Toko boneka ini. Tapi tidak ada tanda – tanda kedatangannya. Ku pandangi jarum jam tanganku yang berputar. Berapa lama lagi aku menunggu dia?

Ketika Aku menatap Jalan raya didepanku, Terdengar suara Seseorang yang memanggilku.
“Kyung Soo!!”

Aku mencari sumber suara, Tidak lain suara Itu dari….Yoo kyung. Dia tersenyum lebih ceriah saat ini, Dia berlari mendekatiku.
“Mian Aku terlambat, Aku ada Ekstra Piano hari ini Dan mian aku tidak menghubungimu terlebih dahulu, karena Batrai Ponselku….kau pasti tahu sendiri”

Dia menunduk, merasa bersalah padaku. Tapi aku maklumi, Meskipun beru saja Keluar dari Ekstra piano, dia masih mau menyempatkan Untuk pergi bertemu denganku, Dia adalah teman….teman yang berbeda dengan temanku yang lainnya.

“gwenchana, Lagi pula kau tak terlalu lama menunggumu”
Dia mengangkat wajahnya, dia kembali menunjukkan senyum indah dibibirnya. Kembali teringat Aku pada seseorang, Sempat terpikir bahwa Dia adalah reinkarnasi Seseorang yang pergi meninggalkan aku itu.

“Kalau begitu Ikut menuju butik Eomma ku ya?” apakah dia merasa senang karena akan bertemu dengan Eommanya? Bisa saja begitu. Kau jangan terlalu berharap Kyung soo, Dia tidak mungkin mempunyai perasaan yang sama sepertimu. Kau hanya menjadi sahabatnya saja. Tidak kurang dan tidak lebih.

“Kajja!”
Aku berjalan dengan dia menuju Butik eomma nya, Senyumnya terukir sepanjang jalan kami melintas, Hawa Dingin pun tidak terasa ketika aku bersamanya.

 

***

 

Sampai didepan Butik eomma Yookyung, aku melihat dalamnya. Terdapat banyak Gaun yang dipajang disana. Gaun pengantin lebih tepatnya.

“Hwe sa won (Karyawan) Park, Eomma ada Dimana?” Yoo kyung bertanya pada karyawan Dibutik ini.
“Sanjangnim ada Dilantai Atas Nona”
setelah karyawan itu mengatakan Dimana eomma Yookyung berada, Yookyung menarik tanganku untuk naik kelantai Atas.

Melewati tangga yang kira – kira berjumlah 20 lebih. Ketika sampai dilantai atas, terdengar suara merdu yang berasal dari Piano. Permainan Piano itu sama dengan permainan piano Yookyung.
Aku dan Yookyung hanya berdiri memandang seorang Ajumma yang lebih pantas dipanggil kakak Yookyung dari pada Eomma Yookyung.

Permainan piano Itu pun selesai. Aku dan Yookyung memberikan Sebuah tepuk tangan, Eomma yookyung pun mengalihkan padangannya pada kami berdua.
“kau datang lagi?”
Eomma Yookyung mendekati kami berdua, dia memiliki senyum yang sama seperti Yookyung.

“Aku datang untuk mengenalkan Teman baikku, eomma”
Teman Baik? Aku adalah teman baiknya?

“Kau mempunyai teman baik Yookyung? Kau adalah Orang pertama yang Yookyung ajak kemari, Sebelumnya dia hanya datang kemari sendiri”
Aku tidak percaya bahwa Yookyung memang seseorang yang luar biasa. Bahkan diusianya menjadi gadis Remaja pun hanya aku yang pertama kali diajak dia Kemari?

“Ah, eomma jangan membuatku malu dihadapan Kyung soo”
Aku tersenyum, Dia meemang sudah mengangapku sebagai temannya. Teman baiknya

“jadi namamu Kyung soo? Hey! Kalian memiliki nama yang hampir sama Yoo Kyung Soo”
Benar! Aku tak habis pikir kenapa aku tak tahu bahwa aku mempunyai nama yang sama dengan Yoo kyung?

“Mungkin kita tidak sengaja mempunyai nama yang sama, Ajumma”
Eomma Yoo kyung menganguk, Kemudian Kami bertiga Pun tersenyum.
“Eomma akan Membuatkan kalian minum terlebih dahulu” Eomma Yoo kyung pergi, aku dan Yookyung mendekati Sebuah Piano.

“Kau bisa bermain piano?”  Aku mengaruk kepalaku meskipun tidak gatal, aku sangat malu dihadapan Yookyung sekarang, Aku bahkan belum pernah menekan Tuts Tuts yang ada dipiano.

“Anio” Ujarku pada Yookyung. Tapi…. Yookyung malah tertawa, Mungkin aku terlihat Bodoh dihadapan Orang yang jago piano Ini.
“mau mendengar Ceritaku?” Yookyung membuatku penasaran dengan Ceritannya. Aku mengangguk, Kemudian tersenyum.

“Aku memiliki Appa yang menjadi Direktur disebuah Perusahaan Asing Korea, Dan memiliki Eomma yang berkerja dibutik. Waktu kecil aku sangat kesepian, Setiap kali merasa kesepian aku berbicara dengan Piano”

“bagaimana Mungkin kau bisa berbicara dengan Piano? Sedangkan Piano adalah benda mati”

“Diamlah aku sedang bercerita padamu! Ketika Aku menekan Tuts seperti ini, Dia sedang berbicara denganku. Nada yang ia keluarkan seakan mengantika seseorang yang berbicara, Jika aku menutup mata, Suara itu semakin terdengar, bahkan sangat jelas! Waktu aku duduk dibangku Sekolah dasar, aku memenangkan Juara Lomba bermain Piano, mendapatkan Banyak buket bungan dan tentunya sebuah Piala. Tapi, Ketika aku Pulang kerumah…..Aku mendengar pembicaraan Kedua orang tuaku yang akan bercerai. Piala Itu pun jatuh terbelah menjadi 2. Itu adalah Piala pertama yang aku dapat. Hidupku semakin kesepian, Hanya nada Piano lah yang setia menemaniku, Sebenarnya aku ingin memiliki seorang saudara, tapi kedua orang tuaku sdah bercerai tidak mungkin aku akan memiliki saudara. Setelah Mereka bercerai, Aku tinggal dirumah Eomma, Eomma sering sekali mengatakan ‘Yoo kyung, nantinya aku harus menjadi Pengantin yang bahagia, lebih bahagia dari pada pengantin lain, Eomma akan membuatkanmu sebuah Gaun pengantin yang paling bagus, Itu hanya Untukmu Yoo kyung’ Kata – kata Itu selalu eomma ucapkan, Sebenarnya aku tidak tertarik dengan gaun pengantin, Tapi eomma ku….. dia disainer Gaun pengantin”

 

Ketika Yookyung mengatakan ‘Dia kesepian’ Ingin sekali aku menemaninya, menemaninya setiap Waktu, hari, jam, Menit, detik. Aku ingin selalu bersama dia. Bisakah tuhan? Bisakah aku menjaga dia?

 

“Waktu itu aku mencuri Kertas eomma diruang kerjanya, aku mencoba membuat sebuah Gaun pengantin untukku menikah, Tapi kata Eomma, gaun yang aku buat sudah habis masanya, Sampai sekarang gambar gaun itu masih ada dikamarku, Kapan – kapan aku tunjukkan padamu, kau harus melihatnya!”

Gaun pengantin, Kakakku pernah bercerita. Ketika Dia akan menikah dia melihat sebuah gaun pengantin yang sangat indah, Dia ingin membeli gaun itu, Tapi….Dia sudah pergi terlebih dulu, Seseorang yang aku maksud pergi tanpa sebab.
Yoo kyung mulai memainkan Tuts – tuts piano, aku kembali mendengar sebuah Bisikan, Bisikan Seseorang yang menyuruhku menjaga Yookyung.

 

 

 

December 25, 2009
Christmas Arrived.

 

Entahlah, kenapa Tiba – tiba saja Yoo kyung menghilang, dia menghilang ketika Natal tiba. Sebenarnya aku ingin merayakan natal Dengan Yookyung, Tapi opnselnya tidak aktif, Aku mencoba menghubungi dia melalui E-mail, tetapi tetap saja Tidak ada balasan. Sudah Puluhan bahkan Ribuan E-mail yang aku kirim padanya, Tetapi tidak ada tanda – tanda dia membalas E-mailku. Yoo kyung kau ada dimana sekarang?

Kau melihat Salju turun? Kau melihat Anak – anak kecil bermain Bola salju? Kau membakar kayu dicerobong asap Agar kau tidak kedinginan? Kau membuat Pohon natal? Mengias pohon natal? Kau bermain Piano ketika salju turun?

Yoo kyung kau bilang ingin menunjukkan Disain gaun pengantinmu padaku? Kau tidak lupa kan? Aku rindu dengan permainan pianomu, Bisakah aku mendengar dan melihat Permainan pianomu lagi?

“Hong Yoo Kyung, Marry Christmas”

 

 

 

January 1, 2013
Arrived new year.

 

 

Kau masih mengingatku Yoo kyung? Sudah 4 Tahun kau pergi entah kemana, Butik gaun pengantin milik eommamu pun ditutup, Aku mencarimu rumahmu, Rumahmu sudah ditempati orang lain. Aku sudah tidak tahu lagi harus mencarimu kemana. Kau belum tahu sekarang aku sudah Lihai dalam Bermain Piano, Meskipun permainan pianoku tidak sehebat dirimu.

Benar katamu, Ketika menutup mata dan menekan Tuts, nada piano seperti sedang berbicara dengan Kita Aku menjadi Guru les Piano di sekolah dasar sekarang, Aku mempunyai Murid yang sama sepertimu namanya Rosse Keluarganya sudah lama bercerai, dia Juga berbakat dibidang piano, Dia adalah murid ku yang pertama kali mendapatkan sebuah Piala disekolah dasar.

Ketika aku bersama dengan Rosse Rasanya aku bersama denganmu, Kau harus tahu siapa Itu rosse, Dia sangat baik, memiliki senyum yang sama sepertimu.

Tahun baru ini aku Merayakannya dengan Murid – muridku, Mereka sangat senang belajar Piano, Aku juga ikut Tergabung dalam kebahagiaan Mereka, Tetapi hanya Satu nama yang Tidak akan pernah bisa luput dari pikiranku Dirimu Hong Yoo kyung.

Tahun baru ini, adalah tahun baru yang sangat berkesan untukku. Aku juga ingin kau ikut bergabung dengan Kami, Kapan kau bisa kembali? Kembali bersamaku lagi seperti dulu, Bermainlah piano didepanku Yookyung.


“happy New year Yookyung”

 

 

Aku ingat kau pernah berkata Padaku bahwa Kau ingin memiliki panggung Sendiri untuk menunjukkan kelihaianmu dalam menekan Tuts – Tuts piano. Jika kau ada disini bersamaku, aku bisa saja mewujudkan permintaanmu itu. Asal kau berada disini, bersama denganku disini.

 

 

April 14, 2013
Frist Meet You

 

Tepat ditanggal ini, Awal kita bertemu dihalte, Kau masih ingat? Ketika Itu Hujan turun. Aku memandangimu, Ingin rasanya Aku bertanya padamu saat Itu ‘Siapa namamu?’  Tapi aku tidak berani mengatakan Hal itu padamu.

Saat ini aku berada didalam Halte, Aku harap Hujan Turun hari ini, agar aku bisa kembali memutar waktu seperti 4 Tahun yang lalu.
Aku melihat orang – orang lalu lalang, Hujan benar – benar tidak turun hari ini. Tapi setidaknya aku masih ingat kejadian Itu, awal pertama Kali kita bertemu.

“Aku merindukanmu, Yoo kyung”

Kata – kata Itu ingin sekali aku ucapkan dihadapanmu dengan memelukmu. Kau adalah Adik, adik bagiku. Kau mengingatkan aku pada Kakakku yang pergi meninggalkanku. Dan sekarang kau juga pergi meninggalkan ku, Sudah 2 kali aku kehilangan Orang yang sangat berharga didalam Hidupku.
Aku pernah membaca sebuah Buku, buku itu mengatakan bahwa Jika kita memiliki sesuatu, maka kita harus merelakan sesuatu itu jika Pergi.

Apa aku harus merelakanmu pergi? Itu tidak mungkin!

 

***

Aku bermimpi bertemu Kau didepan Gereja, Kau sedang bermain Piano. Seluruh jama’at gereja terpukau melihat mu bermain Piano. Nada Piano itu berbisik padaku Dia sudah kembali  Apakah kau sudah kembali?

~0~

 

Ketika aku melewati gereja, Aku melihatmu, mengucek mataku, apakah benar gadis yang aku lihat adalah Yoo kyung? Apakah dia hanya Bayangannya saja? Aku pejamkan Mataku, dan membukanya kembali. Dia….Dia menag Yoo kyung.

“Yoo Kyung!!” Ketika Aku memanggilmu, Kau tampaknya Tidak melihatku, tapi, ditanganmu…..Kau membawa Tongkat? Sebuah Tongkat yang sering digunakan untuk orang Buta? Yoo Kyung, kau….
Aku mendekati Yoo kyung, dia tetap saja berdiri didepan gereja, sepertinya dia Takut untuk berjalan, Keadaan sekitar Gereja memang sangat ramai saat ini.

Sampai didepannya, sama seperti ketika aku pertama Kali bertanya siapa Namanya. Dia tidak melihatku, tidak melihatku yang ada dihadapannya.

“Hong Yoo Kyung?”
Dia menoleh, tapi pandangannya salah, Dia memang benar – benar Buta.

 

***

 

Aku mengajaknya Masuk kedalam sebuah Gereja, Dia duduk dan memejamkan Matanya, seakan berbicara dengan Tuhan, harapnnya adalah Agar tuhan mendengar do’anya.
Aku tidak menyangka, Yookyung sekarang tidak bisa bermain Piano lagi, Mungkin saja dia bisa menekan sembarang Tuts, tapi permainan Pianonya tidak akan sesempurna Dulu.

“Selama 4 Tahun ini kau ada dimana Yookyung?”
Air mata yookyung menetes.
“Kau….Kau Kyung soo?” Ternyata dia masih bisa mendengar suaraku, meskipun dia tidak bisa melihatku. Kau memang tidak bisa melihat dengan matamu, tapi kau bisa melihat dengan Hatimu.

Aku mendekatkan tanganku pada Wajah Yoo kyung, mencoba menghapus air matanya. Wajahnya Pucat, meskipun buta, tetapi matanya tetap…..dia tetap memandangku.
“4 Tahun ini aku Koma  karena kecelakaan Dihari natal, Eomma dan aku pindah ke Canada Untuk mengobatiku, maafkan aku pergi meninggalkanmu tanpa memebri tahumu terlebih dahulu”

 

Koma?

Kecelakaan?

Buta?

Hari natal?

Ingin rasanya aku memeluk dirinya, menjadikan diriku sebagai ruang untuk dia menanggis, Aku mengigit bibir bawahku, Kenapa kau bisa seperti ini Yoo kyung? Kenapa bukan aku saja yang seperti itu? Kau sudah cukup menderita.

“Yoo kyung kau tahu, aku sudah bisa bermain piano sekarang, Ingin tahu bagaimana aku bermain piano?”
Dia menganguk setuju, Aku mulai mendekati Piano yang ada didalam Gereja, aku mulai menekan Tuts – tuts yang sering Yoo kyung tekan.
Ku alihkan pandanganku dari Tuts kea rah Yookyung, dia kembali menanggis, aku tidak tega melihat dia menanggis.

Aku akhiri Permainan Pianoku, Aku kembali mendekati Yookyung, dia bertepuk tangan Padaku, meskipun menanggis dia tetap memeberikan senyum indahnya padaku. Hatiku terasa lega melihat senyum Indahnya.

 

Aku mengajak Yookyung kesebuah taman, tangannya tetap berada digengaman Tanganku. Meskpun tidak melihat, tepati dia pasti bisa merasakan, merasakan indahnya Musim semi ditaman.

“kau rindu hawa dikorea?”

Dia mengangguk Memejamkan matanya dan menghirup udara Korea.
“Kau bilang ingin menunjukkan sebuah disain gaun pengantin buatan mu padaku, dimana sekarang Disain itu?”

Yoo kyung mengeluarkan sebuah kertas didalam tasnya, dia memberikan kertas itu padaku.
Aku buka kertas itu, kertas itu memperlihatkan sebuah gambar gaun pengantin yang Indah, bahkan tidak pernah aku temuhi dimanapun.

“Yoo kyung, ini sangat indah, Bolekah aku mencopy nya?”

“Dengan senang hati”

Aku harus mewujudkan keinginan Yoo kyung Untuk hal ini, keinginanya yang memiliki sebuah pangung sendiri pun tidak mungkin, Dia akan senang jika keinginan lamanya terwujud.

“Aku akan segera mengembalikannya”

 

***

 

Setelah Bertemu dengan Yookyung, aku putuskan untuk mencari disainer Dikorea ini, Dia pasti akan terlihat cantik memakai gaun ini.

Setelah menemuhi disainer yang Cocok, aku memutuskan untuk mengajar piano, Sepertinya Murid – murudku tidak sabar menungguku yang sudah terlalu Lama absen tidak mengajar.
Memasuki ruang kelas, Aku melihat hanya Rosse yang memainkan Tuts – tuts Piano. Sementara teman – temannya bermain tanpa menghiraukan kedatanganku.

“Kau sendirian Rosse?”
Aku duduk disebelah Rosse, Dia mirip dengan Yoo kyung. matanya, senyumnya, Kepandaiannya dalam bermain Piano, dia adalah Reikarnasi dari Yookyung.
“Ne sonsengnim”

Dia bermain Piano lagi, Sepertinya dia sedang berbicara dengan nada Piano itu. Tidak ada hal yang bisa aku lakukan selain memandang Rosse bermain piano, membenarkan dia pada Kesalahannya menekan Tuts, Andai saja Yoo kyung ada disini, Pasti dia sangat senang, senang melihat seseorang yang sama pandainya bermain piano sepertinya.

 

3 Weeks later …..

 

Gaun Itu pun selesai Dibuat, Ketika aku melihat pertama kali gaun Yang dibuat Yookyung, Aku takjub pada Yookyung. Andai saja Yookyung bisa melihat gaun ini, pasti dia akan tersenyum bahagia. Ingin sekali aku melihat Yookyung memakai Gaun ini, Membawa Bunga ditangannya, seperti akan melakukan sebuah Pernikahan.

 

February 13, 2014
At that time Arrived

 

 

Sebuah darah keluar dari hidungku, Awalnya aku kira itu adalah sebuah Mimisan biasa, Dan setelah itu sembuh. Tapi tuhan berkata lain, penyakitku semakin parah, setiap hari Hidungku mengeluarkan Darah, Yoo kyung tidak tahu hal itu. Aku akan menyembunyikan Hal ini padanya, dia Harus tetap ceria, ceria seperti pertama kali aku bertemu dengan dirinya.

Dokter memvonisku terkena Leukimia. Jujur, waktu itu aku sangat Shok, Aku masih ingin bersama Yoo kyung Tuhan, Bisakah kau ambil penyakitku Ini?
Aku mendatangi sebuah gereja, Gereja itu tampak sepi. Hanya ada beberapa pengurus gereja yang terlihat. Aku berdo’a Dihadapan Tuhan, Agar aku bisa kembali seperti dulu, kembali melindungi sosok Yoo kyung.

 

***

 

Aku membawa Yookyung kesebuah Tempat, Tempat itu adalah tempat diamana aku menyimpan Gaun buatan Yookyung.
Aku menuntun Yookyung untuk berjalan mendekati gaun Itu.

“Kyung soo, Tempat apa Ini?” Yookyung bertanya padaku. Aku tersenyum, rasa bahagiaku seketika datang karena Akan memperlihatkan gaun yang didisain Yookyung sendiri.

“Kau Raba ini” Aku mengarahkan tangan Yookyung digaun pernikahan Itu, Tangannya menelusuri Gaun itu, meraba – raba Manik – manik hiasannya.
“Kyung soo ini…..” Dia menanggis, Mungkin dia melihat dari hatinya bahwa semua yang dianggapnya Mustahil sekarang Hal itu bisa terwujud.

“Pakailah Gaun ini Ketika kau akan menikah Yookyung”
Hidungku kembali mengeluarkan darah, Hatiku rasanya sakit harus pergi meninggalkan Yookyung.

 

March 9, 2014
Time for me to go back, go left ~ Forever ~

 

Setelah beribu – ribu hari aku menjalani Hidup didunia, Mempunyai Beribu – ribu Pengalaman tak terlupakan Bersama Yookyung, Ada kalanya Seorang manusia yang memiliki sebuah kebahagiaan harus Rela ketika Kebahagiaan Itu pergi. Dia…..Dia terlalu Sempurna Untuk aku miliki, Terlalu sempurna Untuk seorang Kyung soo.

Yookyung, Jika aku boleh meminta padamu, Kumohon tetaplah mengingatku. Aku pernah Bercerita tentang Dirimu Pada Rosse, Rosse sangat ingin bertemu denganmu. Dia ingin bermain Piano bersamamu, setiap hari dia bertanya

“Apakah Nona Hong Yookyung  itu adalah Kekasih Sonsengnim? Sonsengnim terlalu sering bercerita tentang dia Padaku”

Ingin sekali aku mempertemukan dirimu dengan Rosse, pasti Tidak akan pernah Mungkin terwujud, Mungkin aku sudah tidak ada didunia ini, atau mungkin aku terbaring lemah diranjang rumah sakit.

Lemah

Menutup mata

Menghembuskan Nafas terakhir

 

Aku minta maaf, setelah ini mungkin aku tidak akan bisa melihatmu lagi, melihat senyum mu lagi, melihat permainan Piano mu Lagi. Hiduplah bahagia setelah ini, Bermainlah piano lagi. Dan…. Jika kau menikah….. Pakailah Gaun itu. Gaun yang sudah lama ingin aku tunjukkan padamu. Kau memang berbeda….kau berbeda Yookyung.

Kata ini mungkin tidak akan pernah kau dengar dari Mulutku sendiri, Tapi setidaknya aku bisa menulis kata – kata ini sebelum Hembusan nafas terakhir Ku Yookyung.

 

“Boleh aku tahu siapa Namamu?”

“Bisakah kita berteman?”

“Kau sangat berbeda dengan Yang lainnya Yookyung”

“nada dari Piano itu memang bicara”

“Piala pertamamu, Kau bisa mendapatkan Ribuan Piala lagi setelah Ini”

“Permainan Pianomu mengalahkan Seorang pianis yang ahli dalam Bidang piano”

“Kau tahu? Aku adalah pengemar rahasiamu”

“Pakailah Gaun pengantin Itu ketika kau akan menikah Nantinya”

“Hong Yoo kyung, Saranghae”

Normal P.O.V

 

Yoo kyung menutup Buku dairy Milik Kyung soo, Seketika Tirai – tirai Dijendela yang terbuka tertiup angin. Yookyung memejamkan Matanya, Dia mengembalikan Lagi memori – memori bersama Kyung soo dimasa Lalu.

“Jadi, Mata ini….mata ini milik Kyung soo?”

Yookyung membuka Matanya, Hembusan angin itu Masih dirasakan Yookyung, Dia yakin Kyung soo saat ini ada bersamanya. Angin itu adalah Kyung soo, Dia tersenyum pada mu Yookyung.

“Aku akan selalu mengingatmu Kyung soo, Kau akan selalu bersamaku. Meskipun kau sudah pergi. Aku akan memakai Gaun itu jika aku nanti menikah. tentang Rosse, Aku menjadi guru Les untuk Rosse, dia sering menceritakan dirimu padaku. Waktu akan terus berputar, Aku mencintaimu

***

R. I. P
Do Kyung soo

Yookyung mendatangi Makam kyung soo, dia membawa sebuket bunga untuk kyung soo.
“Sudah lama aku tidak bertemu denganmu. Terima kasih atas segalanya. Aku tidak pernah bisa membalas semua kebaikanmu padaku. Gaun itu…..1 Minggu lagi aku akan mengenakan gaun itu, Gaun itu sangat indah. Aku harap kau tenang disana”

 

~END~

 

 

3 thoughts on “[FF Freelance] Vestido De Noiva (Wedding Dress)

  1. So sad at the end😦
    Fanficnya bagus^^
    Cuman masih ada beberapa kata yg ngga seharusnya huruf awalnya kapital, tapi malah ditulis kapital. Terus yg bagian kalimat ‘i meet with she’ kayanya lebih baik kalau ‘I met her’ aja deh, soalnya itu kan past.
    Tapi keseluruhan ceritanya udah bagus kok. Keep writing ya🙂

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s