[FF Freelance] Couple Ring (Chapter 2 – END)

couple-ring

Title                 : Couple Ring Final

Author             : Quorralicious

Length             : Twoshoot

Rating              : PG 15+

Genre              : Angst Romance

Main Cast       : Chen EXO dan Yoona SNSD

Pairing             : Chen dan Yoona

Previous          : Chapter 1,

Disclaimer      : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster  : kissmedeer at posterdesigner.wordpress.com

A.N                   : WARNING Typo bertebaran, SIDERS please go away, TRUE READERS yook merapat ^^ banyak yang berharap Chen gak meninggal tapi apa daya tangan tak sampai, author tak sampai hati buat bikin Chen selamat/plaak//just kidding/ hehehe selamat baca…

 

 

 

“Maafkan aku Nuna,” hanya kata itu yang bisa terucap dari mulut Luhan, tak ada daya dan upaya diri Luhan untuk membela diri, seakan-akan dirinyalah yang telah membuat Chen seperti itu.

“Gwenchana, Luhan-ah tolong doakan saja semoga Chen cepat sadar dari komanya,” lirih Yoona pelan, sengaja dia mengalihkan matanya dari Luhan karena tak ingin Luhan melihat dirinya bersedih bahkan menangis Luhan akan kembali menyalahkan dirinya sendiri jika dia terus menerus menangis seperti ini.

.

.

.

 

Yoona POV

Kini hanya tinggal kami berdua disini, Luhan harus pergi ke China mengejar seseorang yang dijadikan tersangka utama kasus Chen. Tiba-tiba jemari Chen bergerak-gerak mengerjap-ngerjap seakan sedang mengumpulkan tenaga. Akupun memegangi tangan Chen sambil memanggil-manggil namanya, “Chen,.. Chen oppa..” lirihku disela isak tangisku, “Akhirnya kau bangun juga, aku merindukanmu,” ujarku saat kulihat kedua kelopak mata Chen mulai terbuka perlahan, tangannya mendekati wajahku yang masih dibanjiri airmata,”Ja,, jangan menangis Yoona-ya,,” ujarnya pelan dan masih terbata-bata.

“Oppa,” ujarku lagi saat mata Chen sudah terbuka sempurna, meski masih bisa terlihat sekali tubuhnya yang lemah itu, Chen oppa mencoba untuk duduk, tapi aku tahan,”Kau belum boleh duduk, oppa,”tegurku cepat, kupegang tangannya lalu kubaringkan lagi.

“Dok, bagaimana keadaan Chen oppa?”tanyaku setelah keluar ruangan kamarnya, karena Chen oppa sudah terpengaruh obat tidur yang diberikan suster barusan.

“Sebenarnya hanya mukjizat yang bisa membuatnya terbangun lagi Yoona-ssi, keadaannya saat sampai dirumah sakit ini seperti sudah tidak ada harapan, tulang rusuknya yang patah memotong syaraf penting didekat jantungnya, bahkan hampir menusuk jantungnya sendiri,”ucap dokter tersebut mencoba menjelaskannya tanpa menggunakan bahasa kedokteran.

“Terima kasih dok,” jawabku sambil tersenyum tulus, akupun kembali keruangan Chen oppa. Bisa kulihat lentik bulu matanya saat berbaring, biasanya tidak kuperhatikan raut wajahnya karena kejadian ini aku tidak ingin kehilangan Chen oppa, aku akan menjaganya seumur hidupku. Senyumku mengembang saat melihat wajahnya yang sedang tertidur pulas bagai seorang malaikat.

.

.

Beberapa hari ini kondisi Chen oppa perlahan membaik, bahkan dokter mengatakan bahwa dia bisa keluar dari rumah sakit dua minggu lagi, meski pucat diwajahnya dan tubuhnya masih lemas sepertinya dokter tidak melihat sesuatu yang tidak normal di tubuh Chen oppa, karena itulah aku bahagia, lelaki yang sangat aku cintai akhirnya bisa pulih kembali dan berada disisiku menemani hari-hariku seperti dulu.

.

.

 

“Yoona, mari kita menikah,” ucap Chen oppa kepadaku saat aku sedang mengupas apel untuknya, sekilas kulihat wajahnya masih terlihat pucat ” kau kan masih sakit oppa, nanti saja saat kau sudah keluar dari rumah sakit,” jawabku sambil terus menyelesaikan mengupas apel yang ada ditanganku. “Tapi aku ingin segera menikah denganmu, peristiwa kecelakaan ini membuatku takut. Takut kehilanganmu, disana sangat gelap Yoona,” Chen oppa memaksaku dia kemudian tersenyum saat menyadari cincin yang dibelinya untukku telah aku sematkan dijari manisku, dia masih memintaku untuk menikah dengannya besok pagi, kupikir tidak ada salahnya juga. “Baiklah oppa, kalau itu maumu. Asal kau berjanji tidak akan balapan lagi,” jawabku yang disambut senyuman hangat dari wajah Chen yang masih pucat menahan sakit.

“Tuan Chen, bersediakah anda menerima Nona Yoona sebagai istri anda selamanya baik dalam keadaan sakit, sedih, bahagia dan berjanji akan setia sehidup semati?”

“Saya bersedia,” jawab Chen Oppa meski dalam keadaan berbaring dia mencoba memaksakan diri untuk duduk,

Sumpah pernikahan pun dijawab kembali olehku saat Pastur mengucapkan sumpah itu, “Saya bersedia,” lalu bibir kamipun saling bertaut.

Kami menikah diruangan kamar rumah sakitnya, banyak orang yang menghadiri termasuk dokter dan suster yang merawat disana menjadi saksi cinta kami berdua.

.

.

.

Author POV

3 tahun kemudian…

“Yoona, tolong kau bereskan file-file yang kemarin aku berikan kepadamu, itu untuk presentasi perencanaan Lokakarya Budaya Korea tahun 2017,” ucap seorang manager

“Baik pak,”’ Yoonapun langsung membereskan file-file yang menumpuk dimeja kerjanya lalu membawanya keruangan manager tadi, mungkin karena ekspresi Yoona yang terlalu ceria atau apa, tetapi atasannya itu kemudian berkata,”Bagaimana dengan bulan madu keduamu,” godanya tak ingin melewatkan kesenangannya untuk menggoda bawahannya yang baru kemarin pulang sehabis bulan madunya yang kedua, Yoona yang ditanyanya hanya bisa senyum malu kedua pipinya merona.”Bapak bisa saja, tentu saja menyenangkan,” jawabnya cuek, diapun kembali ke meja kerjanya.

 

Drrtt…drrttt.

Ada sms masuk kehandphonenya,

Kau tidak lupakan hari ini adalah hari meninggalnya dia

Yoona yang merasa pekerjaannya telah selesaipun langsung pergi mencari taksi dipinggir jalan dekat kantornya itu, tak lama kemudian taksi yang dicarinya pun ada.

“Apgujeong, pemakaman Sunny Hills ya pak,” Yoona memberikan alamat tujuannya yang jelas kepada pak supir taksi.

.

.

Setibanya di pemakaman itu Yoona langsung tahu dimana makamnya,

“Annyeong…”

“apakabarmu disana?”

“Kau tidak tahu betapa aku kehilanganmu,”

“Saat itu kulihat kau masih terlihat sehat, kenapa kau pergi tanpa memberitahukan kepergianmu itu?” tanya Yoona dengan pandangan menuduh, matanya memerah menahan tangis yang sejak dia menaiki taksi tangis itu ditahannya.

.

.

.

Seorang namja berpakaian jas lengkap dengan dasi dan kemejanya yang disetrika rapi pun menghampiri Yoona, memegang tangan Yoona.

“Sudahlah, relakanlah dia. Aku yang sudah menganggapnya dongsaengku saja sudah bisa merelakannya, jangan bebani dia,” suara berat itu kemudian membisiki kata-kata tersebut membuat Yoona memalingkan wajahnya, “Tapi, dia pergi begitu tiba-tiba oppa, saat kurasa aku akan kehilanganmu justru dia yang pergi,” kilah Yoona tangisnya semakin meledak jika dia teringat akan kejadian tiga tahun yang lalu, dihari pernikahannya dia menerima kabar duka.

“Hallo,”

“Ya, Hallo, ini dengan siapa?”

“Kami pihak kedutaan besar Korea Selatan di China, apa benar ini dengan kerabat saudara Xi Luhan?”

“Ya, ada apa pak?” Yoona mulai merasakan firasat buruk,

“Maaf, kami membawa kabar duka. Saudara Xi Luhan menjadi korban baku tembak yang terjadi di Beijing, saat itu kepolisian China sedang mengejar tersangka perampokan dan tiba-tiba Saudara Luhan ada disana sehingga dia tertembak dan menjadi korban,” cerita pihak kedutaan besar.

Yoona terlonjak kaget dari duduknya,”Lu..Luhan,” tangisnya meledak, sementara Chen yang tidak tahu isi percakapan itu langsung memungut handphone yang Yoona letakkan diranjangnya,

“Luhan?”

“Baik pak, kalau begitu kami akan memprosesnya dari sini, terima kasih.” Tangis sudah membanjiri pipi Chen saat dia tahu dia kehilangan sosok adik yang sangat dia sayangi, terlebih saat dia tahu mengapa adiknya bisa meninggal seperti itu, karena Luhan mencoba menangkap Kris yang membuatnya kecelakaan.

Yoona dan Chenpun saling berpelukan mencoba menenangkan satu sama lainnya,

“Yoona-ya, kurasa kamu harus membereskan berkas pengiriman jenazah Luhan kesini, lusa akan diberangkatkan dari China, maaf merepotkanmu jika sa-“ Yoona memotong ucapannya,”Sudahlah oppa, Luhan juga sudah kuanggap adikku sendiri aku akan membereskan administrasinya,” jawab Yoona masih terisak dan tidak percaya akan kepergian adik barunya itu.

 

P.S: ini nih hasil demo kalian yang gak mau Chennya mati, hahahaha.. karena genrenya Angst jadi harus ada yang dikorbankan dan voila, Luhan lah yang tiada,#poor Luhan.. Semoga suka, jangan lupa RCL. #bow bareng Chen.

 

 

 

Advertisements

3 thoughts on “[FF Freelance] Couple Ring (Chapter 2 – END)

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s