[FF Freelance] Friend Label

Cover ff kaisa 2

  • Judul: Friend Label
  • Author: Andin0797
  • Rate: PG13
  • Length: Vignette
  • Genre: Romance, Fluff
  • Main Cast:

-Lee Cheonsa (Ocs)

-Kim Jongin (EXO)

  • Support Cast:

-Suho (EXO)

-Cheonsa’s Parent

  • Disclaimer: FF ini terinspirasi saat saya mendengarkan lagu So Long dan Fairytale Love aka Love Story dari Apink. Mohon maaf apabila ada kesamaan dengan yang lain. Tapi cerita ini memang pure dari otak pemikiran saya. Maaf kalau ceritanya kurang mengena. Saya juga ngeposting ini di asianfanfict dengan cast myungeun dan dengan judul yang sama. Enjoy reading
  • Summary: “You came to me, into my heart, as something more than a friend…”

 

***

“Kai tunggu aku! Tolong lambatkan langkah kakimu itu Kai” ujar gadis berambut panjang yang kini tengah menyesuaikan langkah kaki namja yang dipanggil ‘Kai’ tersebut

“Aish Cheonsa-ya langkah kakiku ini sudah kuperlambat. Kau-nya saja yang lambat jalannya. Jadi jangan salahkan aku jika aku meninggalkanmu. Dasar keong” Ujar Kai sambil menjulurkan lidahnya kearah Cheonsa

“Ige mwoya?! Yak! Kim Jongin neo miccheoseo??” Cheonsa pun berlari mengejar Kai yang sudah berlari terlebih dahulu meninggalkannya.

Mereka saling kejar kejaran di lorong menuju kelas mereka di Seoul Of Perfomance Art itu. Pagi yang seharusnya damai tentram dan menyenangkan kini terusik dengan kebisingan mereka berdua. Namun tak ada satupun murid SOPA yang berani menegur mereka. Kecuali namja yang satu ini….

“KIM JONGIN LEE CHEONSA BERHENTI KALIAN!”

Sontak keduanya pun menghentikan kejar kejaran mereka. Lalu mereka menoleh ke belakang dan melihat pandangan menyeramkan dari sunbaenimnya yang tadi menyuruh mereka berhenti. Cheonsa kini bergidik ketakutan melihat sunbaenimnya itu. Mereka memang selalu seperti itu. Meskipun begitu keduanya merupakan murid teladan. Banyak yang sebal mendengar kebisingan mereka namun tak dapat dipungkiri banyak juga orang yang iri dengan kedekatan mereka berdua. Secara keduanya merupakan kingka dan queenka di SOPA karena kepintaran, kepiawaian mereka dalam music dan dance serta perfect-look wajah mereka.

Kai yang menyadari bahwa Cheonsa ketakutan melihat sunbaenya itupun refleks memegang tangan Cheonsa. Cheonsa menengadahkan wajahnya menatap Kai. Namja yang merasa diperhatikan lalu tersenyum manis melihat Cheonsa seolah-olah melalui senyumannya itu dapat menenangkan ketakutan

“Yak Kai Cheonsa tak bisakah kalian tidak membuat kebisingan sehari saja? Aku bosan memarahi kalian seperti ini setiap pagi. Tahun terakhir yang seharusnya aku lewati dengan indah rasanya terbuang percuma hanya untuk menceramahi kalian setiap pagi. Ckckck” ujar Suho sambil berkacak pinggang

“Mianhaeyo sunbaenim. Aku tidak bermaksud seperti ini. Tapi namja berkulit hitam ini yang membuatku menjadi seperti ini”

“Apa maksudmu Cheonsa? Tidak hyung! Cheonsa duluan yang berteriak. Jadi bukan salahku”

“Tapi jika bukan karena kau berjalan terlalu cepat aku tidak akan berteriak untuk menyuruhmu memperlambat langkahmu Kim Jongin yang tampan”

“Kau saja yang lambat Lee Cheonsa yang cantik”

“Ish berhenti! Sudahlah kalian ini saling mengalah saja. Aku bosan menceramahi kalian. Lama-lama aku jodohkan saja kalian berdua agar tidak berkelahi seperti ini lagi. Lagipula kalian cocok satu sama lain”

“SHIREO!!” ujar keduanya berbarengan

***

“Cheonsa-ssi bisa tolong bantu aku untuk menanam bibit bibit ini di taman belakang?” Tanya Chanyeol

“Ah tentu saja sunbaenim aku akan membantumu”

“Okay kalau begitu kau pergi duluan sambil membawa ini ne? Aku ingin pergi ke toilet sebentar” Ujar Chanyeol sambil menyerahkan bibit bunga kepada Cheonsa

Cheonsa akhirnya menerima bibit bunga itu. Lalu ia berjalan menuju ke taman belakang.

Tiba-tiba….

“Cheonsa-ya awas itu diatasmu!” Teriak seseorang

Cheonsa pun kaget lalu menutup matanya. Seorang namja sontak melindunginya dari siraman air yang tak sengaja dijatuhkan oleh murid yang berada diatas gedung sana. Cheonsa membuka matanya. Ia terkejut melihat namja yang menolongnya adalah Kai

“Cheonsa-ya. Neo gwenchana?” Tanya Kai khawatir

“N-ne Nan gwenchana. Kau tidak usah khawatir”

“Syukurlah. Aku kira kau kenapa napa.”

“Aku tidak apa apa. Sungguh. Tapi bagaimana dengan pakainmu yang basah itu?”

“Tidak apa-apa. Aku masih punya baju cadangan di loker. Oh ya untuk apa kau membawa bibit sebanyak ini?”

Bukannya menjawab pertanyaan Kai, Cheonsa malah memperhatikan penampilan Kai. Cheonsa baru menyadari bahwa Kai itu sangat tampan. Ditambah dengan rambutnya yang basah akibat siraman air. Menambah kesan sexy pada dirinya.

“Cheonsa? Lee Cheonsa?”

“Ne? Ada apa?”

“Aish rupanya kau melamun. Untuk apa kau membawa bibit sebanyak ini?”

“Mianhae. Ah aku membantu Chanyeol sunbaenim untuk menanam bibit bunga ini di taman belakang.”

“Sebanyak ini? Mau kubantu?”

“Ah tidak usah. Aku tidak mau menyusahkanmu hehe”

“Hm baiklah. Kalau begitu aku pergi dulu ne? Annyeong”

‘Aish kenapa tadi aku malah melamunkan Kai. Kita berdua itu hanyalah sahabat. Yah meskipun kita sering bertengkar tapi aku dan Kai itu adalah sahabat sejati. Tapi harus kuakui kalau Kai itu tampan. Sangat tampan malah. Aku jadi menyukainya. Aish apa yang aku katakan tadi? Tidak tidak Kai itu hanyalah teman. Tidak lebih’ ujar Cheonsa dalam hati

***

            Beberapa hari selanjutnya tiada lagi kebisingan yang ditimbulkan Kai dan Cheonsa. Keduanya kini seolah berjauhan. Sebenarnya bukan keduanya. Tapi Cheonsa yang memilih untuk berjauhan dari Kai. Sejujurnya Cheonsa baru menyadari perasaaanya terhadap Kai yang lebih dari sekedar sahabat. Namun ia tak mau mengakui perasaannya terhadap Kazi. Karena ia takut hal itu akan merusak persahabatannya dengan Kai

Orang orang disekitar pun mulai merasa aneh dengan hal ini. Tak biasanya seorang Kai dan Cheonsa tidak membuat kebisingan lagi. Hingga pada jam makan siang Kai menghampiri Cheonsa yang sedang makan bersama beberapa teman yeoja-nya.

“Cheonsa ada yang ingin aku sampaikan padamu. Aku ingin menyampaikannya secara empat mata. Ku tunggu kau di taman belakang sehabis pulang sekolah”

“Ada apa Kai? Kenapa tidak berbicara langsung disini?”

“Ada sesuatu yang penting pokoknya. Sudahlah aku pergi ke kelas dulu. Annyeong”

***

“Kai apa yang ingin kau bicarakan denganku?”

“Kenapa kau berubah akhir-akhir ini?”

“Berubah bagaimana maksudmu? Aku tidak berubah. Aku masih menjadi Cheonsa yang biasanya”

“Bukan itu maksudku. Kenapa akhir-akhir ini kau menghindariku? Apa kau marah padaku?”

“i-i-itu… aku tidak marah padamu”  Cheonsa pun memalingkan wajahnya dari hadapan Kai

“Tatap aku Lee Cheonsa. Lalu kenapa kau menghindariku?”

“Sudahlah Kai aku tidak marah padamu” Ujar Cheonsa sambil berlari meninggalkan Kai

‘Sepertinya ada yang aneh dengan Cheonsa. Dia tidak marah denganku tapi dia malah menghindariku. Apa ada yang salah denganku? Sepertinya tidak. Tapi kenapa dia menghindariku? Ck. Lee Cheonsa tak tau kah kamu bahwa di diamkan olehmu itu hatiku sangat hampa’ ujar Kai dalam hati sambil tetap memandang kepergian Cheonsa.

***

-Cheonsa pov-

Dari semua kisah cinta dari semua dongeng yang pernah aku ketahui sejak kecil. Cinta yang aku ketahui dari awal ialah semua perasaan yang dapat membuat jantungmu berdetak dengan cepat,gugup, senang sekaligus merasakan bagaikan ribuan kupu-kupu terbang diperutmu.

Sedari kecil sampai saat ini aku tidak pernah merasakan hal itu. Tapi kenapa semenjak kejadian di belakang sekolah itu aku malah merasakan hal itu ketika berada didekat Kai? Kenapa dari jutaan pria yang ada di dunia ini hanya dia yang bisa membuatku seperti ini?

Kini aku baru menyadari. Bertahun tahun mengenal Kai baru kusadari bahwa ia sudah tumbuh menjadi namja yang sangat tampan. Bukan lagi namja dekil yang hobi menjahili orang lagi. Badannya yang tegap. Wajahnya yang cukup oriental. Hidungnya yang sedikit mancung. Serta rahangnya yang tegas mampu menjadikan sosok Kai menjadi sosok namja idaman bagi sebagian yeoja. Termasuk aku sepertinya.

Banyak yeoja yang berkata bahwa aku sangatlah beruntung bisa dekat dengan Kai. Dia memang namja yang sangat populer di kalangan para yeoja. Namun dia hanya mendekati satu orang yeoja saja. Ya. Dia Cuma mendekati ku saja. Banyak orang yang bilang kami berdua itu cocok menjadi sepasang kekasih. Namun apa daya aku dan dia hanyalah sebatas ‘sahabat’ tak bisa lebih.

Sepertinya semua ini. Semua kisah cinta yang aku ketahui dari dongeng yang ku ketahui sejak kecil hanyalah bisa menjadi angan-anganku semata. Meskipun terkadang aku menginginkan kisah cinta seperti di fairytale itu dengan Kai

-cheonsa pov end-

***

“Lee Cheonsa aku ingin berbicara denganmu.” Ujar Kai sambil menggenggam pergelangan tangan Cheonsa

“Apalagi yang ingin kau katakan Kim Jongin? Bukankah kemarin aku sudah mengatakan bahwa aku tidak marah terhadapmu?”

“Aku tahu. Tapi ada hal lain yang ingin aku bicarakan?”

“Aku menyukaimu. Ah lebih tepatnya aku mencintaimu. Mianhae aku baru mengungkapkannya sekarang. Sedari dulu aku menunggu saat yang tepat. Dan kurasa saat ini adalah waktu yang tepat untukku. Mianhae aku tidak memberitahumu perasaanku ini sedari dulu. Mianhaeaku menyukaimu. Nan jeongmal mianhae. Mungkin ini terlalu sederhana. Namun kesederhanaan inilah yang membuatku ingin mengungkapkan apa yang kurasakan saat ini terhadapmu. Aku tidak ingin kita hanya sekedar sahabat semata. Aku ingin kita menjadi lebih dari sekedar sahabat. Would you be mine Lee Cheonsa?” ujar Kai sambil bertekuk lutut dihadapan Cheonsa

“Kai…. nan jeongmal mianhae. Aku tidak memiliki perasaan yang sama denganmu. Aku tidak mau ketika kita tidak menjadi sepasang kekasih lagi persahabatan kita akan rusak. Aku tidak mau merusak persahabatan kita. Nan jeongmal mianhae…” ujar Cheonsa

“Tapi kenapa? Kita bisa saja menjadi sepasang kekasih tanpa merusak persahabatan kita.”

“Mianhae.. aku tidak ingin mengingkari persahabatan kita. Kau dapat mencari yeoja yang lebih baik dari pada aku. Mianhae”

***

-Cheonsa pov-

Tuhan aku membutuhkanmu.  Aku tidak tau harus kepada siapa lagi aku meminta pertolongan kepada siapa lagi selain dirimu. Kumohon tolong selamatkan aku. Aku tidak mau merasakan sakit lebih dalam lagi. Kukira dengan menolak pernyataan cintanya itu kita masih bisa dekat seperti dulu. Kukira dia akan tetap menjadi savior-ku. Namun kenyataannya sekarang dia malah dekat dengan yeoja lain selain diriku. Baru kusadari bahwa selama ini aku egois. Tak hanya perasaanku yang aku korbankan. Akupun mengorbankan persahabatan kita. Hatiku rasanya sangat sakit melihatnya dekat dengan yeoja lain. Namun apadaya aku hanyalah seorang ‘sahabat’ untuknya. Aku tidak pernah menghargainya dan hanya bertengkar dengannya setiap hari. Kini aku tau bahwa rasa sakit melihatnya dengan yeoja lain itu lebih sakit daripada rasa cinta itu sendiri.

Kisah persahabatan kita kini berakhir seperti ini. Menjadi kenangan yang menyedihkan. Hari demi hari kita mulai menjauh dari kehidupan masing-masing. Aku tau aku yang memulai ini dari awal. Tapi aku tak pernah tau bahwa ini akan berakhir seperti ini. Aku kira dengan melupakannya semua rasa cintaku padanya akan hilang dan itu tak akan bisa menghancurkan persahabatan kita. Namun aku salah.

Ini bukanlah cinta yang pernah aku tau. Aku pikir ini seperti apa yang aku pikirkan. Ketika aku menjauh darinya dia akan mengejarku. Seperti apa yang sering kami lakukan sebelumnya. Aku pikir ini akan seperti kisah dongeng yang pernah aku impikan. Sepertinya aku terlalu muda untuk mengetahui apa itu cinta.

Aku membutuhkan Kai. Aku tidak tau mengapa. Yang aku tau bahwa aku membutuhkannya. Aku mengira kami akan tetap abadi selamanya. Aku tidak tau betapa berharganya Kai ketika dia ada disampingku. Dia adalah orang yang selalu ada disaat aku senang ataupun sedih. Tapi aku malah menyia-nyiakannya. Lebih parahnya lagi aku malah membohongi diriku sendiri bahwa aku dapat melupakannya.

Kini aku menyadari bahwa dia adalah orang yang sangat berharga bagiku. Dia adalah orang yang sangat aku cintai dengan sepenuh hati namun aku malah menyia-nyiakannya. Sekarang aku tidak bisa mengulang waktu kembali. Ini terlalu terlambat. Dia sudah tidak ada disisiku lagi. Tapi kisah kita yang sangat indah itu tetap dalam hatiku. Mianhae Kim Jongin.

-cheonsa pov end-

***

Suara sirine ambulan menggema diseluruh pelosok jalan. Mobil ambulan itu kini terdapat sosok seorang yeoja yang terkulai lemas tak berdaya karena menjadi korban tabrak lari. Nyawanya kini hanya bergantung pada alat alat medis seadanya yang terdapat dalam ambulan tersebut. Dua orang saksi mata yang melihat kejadian itu langsung menghubungi ambulan berserta orang terdekat yeoja yang menjadi keluarga korban.

Merekapun tiba dirumah sakit. Sosok Cheonsa, yeoja yang menjadi korban tabrak lari itu segera dibawa ke ruang ICU. Kedua orang tua Cheonsa sudah tiba dirumah sakit terlebih dahulu. Tak lupa pula sesosok namja yang selama ini menjadi sahabat Cheonsa pun ada disana.

Beberapa jam pun berlalu. Sang dokter yang menangani Cheonsa kini keluar dari ruangan ICU.  Kedua orang tua Cheonsa beserta Kai menghambur kehadapan dokter tersebut. Sangat disayangkan menurut dokter tersebut. Nyawa Cheonsa sudah tak dapat ditolong lagi. Pendarahan yang terjadi dibagian otaknya cukup parah. Sehingga nyawanya tak dapat ditolong lagi.

Eomma Cheonsa menangis histeris mendengar penuturan sang dokter bahwa kini putrinya sudah tak bernyawa lagi. Appa Cheonsa buru buru menenangkan istrinya sebelum terjadi hal yang tidak tidak terhadap istrinya. Mereka diperbolehkan masuk untuk terakhir kalinya melihat Cheonsa. Appa Cheonsa mempersilahkan Kai untuk terlebih dahulu masuk untuk melihat keadaan Cheonsa karena ia harus menenangkan istrinya terlebih dahulu.

-Kai pov-

Jika aku dekat dengan yeoja lain selain dirimu aku akan dengan mudah melupakanmu. Aku mencintaimu dan aku membutuhkanmu Lee Cheonsa. Aku pikir aku akan menjadi gila karena aku merindukanmu Lee Cheonsa. Waktu ini telah berakhir. Kenapa kau meninggalkan diriku? Kenapa kau harus meninggalkanku secepat ini? Aku mencintaimu lebih dari mencintai diriku sendiri. Aku masih terperangkap dalam cinta ini. Memanggil namamu seperti orang gila hanya dengan melihatmu.

Lee Cheonsa tak bisakah kau melihat diriku? Andai kau tau betapa sakitnya kehilangan dirimu. 15 tahun kita mengenal satu sama lain dan selama itupula aku mencintaimu. Tak bisakah kau merasakan cintaku yang besar ini terhadapmu? Aku tau dimatamu ini aku hanya sebatas sahabat bagimu. Namun tak bisakah kita menjadi lebih dari sekedar sahabat untukmu?

Meskipun setiap hari aku tersenyum dihadapan orang lain. Namun dalam hatiku terasa sangat hampa tanpa dirimu. Banyak orang berkata bahwa tangisan itu bisa mengobati luka seseorang. Namun apakah tangisan itu bisa mengobati lukaku yang kau tinggalkan? Ini sangat sakit seolah olah raga ku ini sudah tidak bernyawa lagi. Seolah olah hatiku dikoyak oleh ratusan pedang sehingga aku tidak bisa merasakan lagi bagaimana bentuk hatiku yang sudah terkoyak itu.

Kumohon kembali padaku Lee Cheonsa. Semua pesanmu masih ada di handphoneku. Sura terakhirmu masih terngiang-ngiang dihadapanku meskipun itu untuk menyuarakan kata-kata yang sangat menyakitiku. Aku mencintaimu maafkan aku juga. Kenapa kau membuatku merasakan sakit yang sesakit ini ketika melihatmu berbaring tak bernyawa? Rasa ini lebih sakit daripada kau menolakku saat itu.

Aku akan mencoba untuk hidup tanpamu mulai saat ini tak peduli apapun itu. Meski sebelumnya aku pernah berkata ini kepada diriku sendiri ribuan kali. Ini tidak pernah berjalan dengan baik. Suatu saat nanti aku akan menyusulmu Lee Cheonsa. Aku tak akan pernah melupakan kenangan kita berdua. Meskipun kau sudah jauh di alam sana. Namun aku akan terus mengingatmu sebagai cinta pertamaku sekaligus orang yang selalu ada dihatiku. Selamat jalan cintaku. Kekasih hatiku.

Do you remember how you and I were so young and small?
We were always together, do you remember our friends who were jealous of us?

You held my small hand and protected me, always smiling only at me
From the beautiful fairy tales from my childhood
The love that I learned for the first time was all about the fluttering feelings

I thought that kind of love would come to me too

I really didn’t know back then
I thought we’d last forever
I didn’t know how precious you were and only complained every day
Now I finally know that the pain is greater than that love
Our story has ended like that, becoming a sad memory

 

5 thoughts on “[FF Freelance] Friend Label

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s