[FF Freelance] Find New Life With Love (Chapter 1)

poster part 1-2

Tittle    : Find New Life With Love

Author : Astri Dewi Lestari (StarGoddes)

Genre  : Sad Life, Family,

Length : Chapter

Rating : T

Main Cast :

Jessica

Donghae

Kyuhyun

Support Cast :

Krystal

Minho

Eunseo

Baekhyun

Disclaimer      : Sebelumnya terimakasih untuk admin yang udah mengijinkan ff aku di post disini. FF ini pernah di post di facebook Fanfiction Mine, aku terinspirasi bikin ff ini waktu liat Jessica di mv time machine. Entah kenapa jadi kepikiran cerita ini.

 

 

~Di sebuah rumah sakit~

Seorang lelaki berjas putih yang menandakan bahwa dirinya seorang dokter masuk ke dalam sebuah ruang UGD. Di mana di dalamnya terbaring seorang gadis dengan banyak selang infus terpasang di tubuhnya.

“Donghae…” panggil gadis itu parau menyadari seseorang masuk.

“Iya, aku di sini eunseo.” sahut dokter itu menghampiri pasien sekaligus kekasihnya. Dengan nanar ia duduk di samping gadis bernama eunseo itu lalu menggenggam tangannya.

“Hae… Aku.. Aku sudah tidak kuat lagi. Aku lelah bertarung dengan penyakit ini…” adu eunseo dengan suara lemahnya. Donghae pun memandangnya dengan berlinang air mata.

“Iya, bersabarlah… Kau pasti sembuh!” eunseo menggeleng pelan mendengar ucapannya.

“Hae, aku sudah tidak mungkin sembuh. Kau lihat? Aku sudah sekarat…”

“Jangan bicara begitu! Kau pasti sembuh, aku tidak mau kehilanganmu. Aku tidak bisa!”

Eunseo pun menggenggam erat tangan donghae saat nafasnya mulai tersendat.

“Donghae… A a ku su dah d iu jung nafasku, k kau hh h ar us me relakanku!” ujarnya terbata bata.

“Tidak! Kau harus tetap hidup! Jangan tinggalkan aku eunseo…!” lirih donghae memohon, ia mulai meneteskan air matanya.

“Hae, ber janjil ah p ada k ukau akan tet ap hid up bah ag ia wa lau tanpa a ku..!” pinta eunseo.

“Bagaimana aku bisa hidup bahagia tanpamu?”

“Ka u pa sti bisa! Tem ukanlah seseorangh hyang ing in kau lindunghi. Ci ntai di a ap apun ke kurangannya!”

“Tidak, aku tidak mungkin mencintai gadis lain. Aku hanya mencintaimu eunseo.”

“Kumohon… Hae, hh ji ka kau mem ang mncntaiku, penuh i perminta anku. Ber janjilah..!”

“Eunseo…”

“Ku mohon..!” suara eunseo semakin parau.

 

“Baiklah, aku berjanji!” pasrah donghae dengan ludah getir. Eunseo tersenyum tulus.

“Terim akasih hae… Terimakasih. Ingatlah selalu pada janjimu. Ak u mencint aimu…”

 

“Aku juga, aku sangat mencintaimu eunseo…” perlahan, suara nafas eunseo mulai mengecil dan menghilang. Matanya pun terpejam dengan segurat senyum di bibirnya. Dan donghae menyadari bahwa gadis itu sudah pergi meninggalkannya untuk selamanya. Ia pun hanya bisa memeluk dan menangisi jasad yang sudah tidak bernyawa itu.

__

Donghae berdiri di depan pusara eunseo hingga larut malam, ia tak peduli walau orang orang sudah lebih dulu pergi dari tempat itu dan meninggalkannya sendirian. Tatapannya kosong menatap nisan di hadapannya. Setelah merenung sekian lama, ia pun akhirnya pergi dari sana.

‘Aku tidak akan pernah melupakanmu eunseo. Aku akan selalu mencintaimu sampai kapanpun.’ batinnya sambil berlalu meninggalkan pemakaman itu.

Donghae P.O.V

 

Aku memacu mobilku secepat mungkin. Aku berharap sesuatu terjadi padaku, agar aku bisa bertemu dengan eunseo disana. Namun, aku terus teringat pada janjiku sebelum ia meninggal. Kenapa kau harus mengambilnya begitu cepat tuhan?

Tiba tiba ku lihat seorang gadis berdiri di tengah jalan. Segera ku injak rem mobilku sekencang mungkin sebelum menabraknya tapi…

CIIITT… BRUGKK

Aku terlambat. Ku hela nafasku sesaat sebelum turun dan melihat keadaannya. Ku periksa dia, dan tidak ada luka serius hanya memar di bagian lututnya, tapi dia pingsan. Orang orang berdatangan mengerumuni kami. Aku pun segera membawanya ke mobilku, lebih baik ku bawa dia ke rumahku.

End Donghae P.O.V

Jessica P.O.V

Di mana aku? Kenapa tubuhku rasanya masih sama saat aku masih hidup? Seingatku aku menabrakan diriku di jalan raya. Apa aku masih hidup? Segera ku buka mataku dan ku lihat di sekeliling. Kamar siapa ini? Aku berusaha bangun tapi…

“Aww…” kurasakan sakit pada lututku. Ku singkapkan sedikit rok yang ku pakai, lututku memar. Lalu tiba tiba seorang lelaki masuk membawa sebuah nampan yang berisi es batu, kain kompres dan kotak obat.

“Kau sudah sadar?” tanya lelaki itu.

“Kau siapa?” tanyaku heran dia malah tersenyum menghampiriku.

“Jangan takut! Aku bukan orang jahat, aku tidak sengaja menabrakmu tadi..” jelasnya laku duduk di sampingku, aku menunduk.

“Kau malah menyelamatkanku…”

“Jadi kau sengaja berdiri di tengah jalan supaya aku menabrakmu..?”

“Iya! Harusnya kau jangan hentikan mobilmu!”

“Kalau aku melakukan itu aku akan masuk penjara…!” aku terkejut saat tiba tiba dia menarik kakiku ke pangkuannya dan menyingkapkan rok ku.

“Apa yang kau lakukan?” reaksiku mendorongnya, segera ku tarik kembali kakiku dengan menahan sakit.

“Tenanglah, aku hanya ingin mengompres lututmu…!”

“Sudahlah, jangan pedulikan aku!” ketusku.

 

“Kemarikan kakimu! Aku tidak akan berbuat macam padamu. Kalau tidak di kompres, nanti bengkak!” serunya, ia lalu menarik paksa kaki ku lagi ke pangkuannya dan mengompresnya. Aku hanya bisa diam melihatnya mengobati kaki ku dengan ke telatenannya.

“Namaku lee donghae, siapa namamu?” tanyanya dengan masih fokus pada kaki ku.

“Jessica…” jawabku singkat. Ia mengoleskan anti septik pada kaki ku dengan lembut, seperti tahu bahwa aku sedang menahan sakit. Kenapa dia begitu baik padaku? Tidak, semua lelaki awalnya begitu. Tapi setelah mendapatkan apa yang dia inginkan dia akan membuangku seperti yang sudah di lakukannya.

“Baiklah jessica, boleh aku tahu kenapa kau ingin mati?” aku menatapnya sekilas lalu memalingkan wajahku.

“Aku ingin mati, karena hidupku sudah hancur. Orang tuaku juga tidak akan mau menerimaku lagi. Aku ingin mengakhiri semuanya.” lirihku, aku benci mengingat hal itu.

“Walau aku tidak tahu masalahmu, tapi haruskah dengan cara itu kau menyelesaikannya?”

“Tidak ada cara lain selain itu bagiku!”

“Kau tahu? Banyak orang sakit yang bersemangat mempertahankan hidupnya walau sudah tidak ada kesempatan untuknya…”

“Kenapa kau bicara begitu padaku?”

“Tidak papa, aku seorang dokter. Jadi aku merasa prihatin karena kau ingin mengakhiri hidupmu. Sementara banyak orang terkena kanker, tapi mereka masih bersemangat untuk tetap sembuh…”

“Bagiku, aku lebih baik terkena kanker dari pada harus menanggung semua ini..”

“Kau fikir dengan begitu tanggunganmu akan berkurang?”

“Kau orang asing! Jangan campuri urusanku..!”

“Terserah, aku tidak akan mencampuri urusanmu! Aku hanya bertanggung jawab atas kecelakaan ini.”

“Aku akan pergi sekarang juga..!” ucapju lalu bangkit dari tempat tidurnya.

“Biar ku antar…!”

“Tidak perlu, aku bisa pergi sendiri..” ketusku lalu bergegas pergi menyeret kaki ku yang sebenarnya masih terasa sakit. Tapi tiba tiba dia menarik tanganku ke belakang.

“Kaki mu masih sakit, biar ku antar…”

“Aku bilang tidak usah, jangan memaksaku!”

“Aku hanya ingin bertanggung jawab…”

“Apa kau bilang? Bertanggung jawab?”

“Iya, aku sudah menabrakmu jadi aku harus bertanggung jawab.” aku menghela nafas kasar mendengar ucapannya.

“Ciih, apa masih ada lelaki yang bertanggung jawab.” gumamku.

“Apa maksudmu?” tanyanya tak mengerti.

“Lupakan! Kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan menuntutmu atas hal ini. Terima kasih karena sudah menolongku, walaupun sebenarnya tidak perlu..” tuturku lalu segera keluar dari rumahnya. Bertanggung jawab? Aku tidak percaya lagi pada lelaki…

End Jessica P.O.V

~Beberapa hari kemudian~

Donghae P.O.V

Hari ini rasanya aku tidak bersemangat untuk beraktivitas. Aku selalu merasa eunseo masih menghampiriku. Eunseo, bagaimana kabarmu di sana? Apa kau bahagia? Bisakah kau melihatku sekarang?

TOK TOK TOK

“Dokter lee…?”

“Eunseo…?” aku berbalik saat mendengar pintu ruanganku di ketuk. Dan tanpa sadar aku memanggil perawatku eunseo.

“Mm.. Dokter lee..?”

“Ah? Maaf, ada apa?”

“Ada pasien baru yang harus di periksa..”

 

“Benarkah? Di mana?” aku menyambar jas putih yang ku sampirkan di kursi kerjaku.

“Di kamar 152..” gerakanku yang tengah memakai jas terhenti mendengar nomor kamar itu di sebut. Di kamar itu eunseo di rawat dulu.

“Kenapa harus di kamar itu?” tanyaku pelan.

“Mm maaf dokter, apa perlu aku-”

“Tidak, tidak usah..!” selaku sebelum dia menyelesaikan ucapannya. Aku langsung bergegas menuju kamar rawat itu, sampai disana, beberapa orang tampak menunggui pasien itu.

“Kenapa dia?” tanyaku menghampiri mereka.

“Kami tidak tahu, dia tiba tiba pingsan di jalan..” jelas salah satu dari mereka. Begitu ku lihat pasien itu aku terkejut. Bukankah dia gadis yang kemarin ku tabrak?

“Kalian keluarganya?” tanyaku lagi pada mereka.

“Bukan, kami tidak mengenalnya. Kami hanya menemukannya tergeletak di jalan..”

 

“Baiklah, silahkan tunggu di luar. Biar aku memeriksanya dulu..” beri tahuku merekapun menurut dan keluar. Kenapa aku bertemu lagi dengannya? Apakah ini takdir?

__

Aku keluar dari ruang kerjaku setelah menyelesaikan pekerjaanku hari ini. Aku berniat untuk segera pulang, tapi aku tiba tiba teringat gadis itu. Jessica, apa dia sudah sadar? Ku fikir sebaiknya aku melihatnya, karena tadi orang orang yang membawanya kesini sudah pergi.

“Perawat kim..!” panggilku pada seorang perawat yang langsung menoleh dan tersenyum ramah padaku.

“Ah,, dokter lee. Anda sudah mau pulang?”

“Iya, sebentar lagi. Ah iya, apa pasien di kamar 152 itu belum sadar..?”

“Setahuku belum.. Apa, anda mengenalnya? Ku dengar dokter lee yang membayar administrasinya..”

“Dia temanku..”

“Oh, begitu.. Baiklah dokter lee, aku harus segera pulang.”

“Ah ya. Terima kasih, hati hati di jalan..” pesanku lalu berjalan mendahuluinya. Segera ku langkahkan kakiku ke kamar rawat jessica. Kamar yang dulu juga di tempati eunseo, kenapa aku merasa risih dia di rawat di kamar tempat eunseo di rawat? Melihatnya terbaring di tempat tidur, aku merasa kembali melihat eunseo. Eunseo… Aku merindukanmu… Tanpa sadar, aku menangis. Kenapa? Kenapa aku harus menangis di hadapannya? Sadarlah lee donghae! Dia bukan eunseo..

End Donghae P.O.V

Jessica P.O.V

Apa yang terjadi denganku? Kepalaku terasa pening, dan perutku sedikit mual. Begitu ku buka mataku aku melihat nuansa putih. Ini rumah sakit? Siapa yang membawaku? Ku lihat sekelilingku seorang lelaki berdiri di sebelahku. Dia… Bukankah dia lelaki yang menabraku kemarin..?

“Kau..?” gumamku.

“Kau sudah sadar?”

“Apa kau lagi yang menolongku?”

“Secara tidak langsung iya. Kelihatannya kita sudah di takdirkan untuk bertemu..”

“Bicara apa kau ini? Bagaimana aku bisa di sini?”

“Beberapa orang membawamu kemari.. Mereka bilang kau pingsan di jalan. Dan, dari hasil pemeriksaanku.. Sepertinya kau sedang hamil..” aku menunduk mendengar penuturannya. Aku benci kenyataan ini.

“Di mana suamimu..?” tanyanya, aku tertawa miris.

“Heuh.. Suami? Tidak ada..” lirihku pahit, ia tampak mengerti maksudku.

“Maksudmu kau…”

“Iya, aku hamil. Dan aku belum menikah. Sekarang kau bisa menganggapku menjijikan..!” selaku.

“Kenapa kau berkata begitu? Kau harusnya meminta pertanggung jawaban lelaki itu..”

“Heuh.. Apa masih ada lelaki yang bertanggung jawab?”

“Apa ini, alasanmu mencoba bunuh diri kemarin? Kau hamil dan lelaki itu tidak mau bertanggung jawab..?”

“Orang asing, jangan campuri urusanku! Aku tahu aku menyedihkan, tapi aku tidak butuh belas kasihanmu..” ujarku lalu segera bangun dan keluar dari kamar rawat itu.

“Tunggu..!” tahannya menarik lenganku.

“Lepaskan..!”

“Kau mau kemana..?”

“Bukan urusanmu!” ketusku segera menarik tanganku dan bergegas pergi dari sana. Ku dengar sebuah langkah kaki mengejarku. Tak lama dia mensejajarkan langkahnya denganku.

“Kenapa mengikutiku?” tanyaku.

“Aku juga akan keluar, jam kerjaku sudah habis. Aku akan pulang…”

“Kau bekerja di sini?”

“Sudah, ku bilang aku seorang dokter. Ah iya, bagaimana kakimu?”

“Sudahlah, lain kalh jangan pedulikan aku lagi..!”

“Kenapa aku harus peduli padamu..? Kau bukan siapa siapa.. Aku bahkan tidak ingat namamu.” ujarnya, aku menatapnya sinis.

“Bagus kalau begitu..!” ku percepat langkahku meninggalkannya, tapi dia terus menyusulku.

“Jessica..!”

“Kau bilang tidak ingat namaku..!” semburku, dia tertawa kecil.

“Di mana rumahmu? Biar ku antar kau pulang..” tawarnya.

“Tidak, aku tidak mau pulang…!” tolaku tegas.

“Kenapa?”

“Percuma aku pulang? Orang tuaku tidak akan mau menerima keadaanku. Aku tidak mau pulang!”

“Kalau begitu kau mau kemana?”

“Sudah ku bilang bukan urusanmu! Jangan pedulikan aku lagi!” kembali ku percepat langkahku, kali ini aku berlari menjauhinya. Aku bersembunyi di balik pohon agar dia tidak bisa menemukanku. Setelah yakin orang itu sudah pergi, aku pun berjalan tanpa arah. Aku tidak tahu arah mana yang harus ku tuju. Saat aku berjalan melewati jalanan sepi, tiba tiba muncul dua orang yang sedang mabuk di hadapanku. Aku memundurkan tubuhku, sedikit takut saat mereka mendekat ke arahku.

“Hei, nona manis.. Kau mau kemana?” aku terkejut saat mereka memegang tanganku.

“Lepaskan!” berontaku berusaha melepaskan tanganku, tapi kekuatanku kalah oleh mereka.

“Nona, dari pada kau sendirian di sini lebih baik kau ikut kami! Ayo…” mereka menyeretku, aku panik dan berusaha melepaskan diri. Tapi mereka terlalu kuat. Tiba tiba sebuah mobil berhenti di hadapan kami. Lalu turun seseorang dan menghajar mereka. Aku pun bernafas lega setelah orang itu menolongku. Kedua orang itu langsung kabur setelah di hajar.

“Kau tidak papa?” tanya orang itu menghampiriku. Tapi… Aku terkejut menyadari siapa dia.

“Kau lagi..? Sudah ku bilang jangan pedulikan aku!” semburku pada lelaki itu yang tak lain adalah lee donghae. Kenapa dia harus terus menolongku?

“Aku juga tidak mau peduli padamu! Tapi aku tidak punya pilihan! Kau lihat? Apa yang terjadi? Bagaimana kalau aku tidak datang? Jangan egois, fikirkan kau sedang hamil!” tegurnya dengan nada sedikit keras, mungkin ia sudah kehilangan kesabaran menghadapiku. Tapi aku seolah tersadar mendengar ucapannya. Aku memegang perutku sendiri hingga tanpa sadar aku menangis.

“Semuanya karena dia! Dia yang sudah menghancurkan hidupku!” aduku menangis terisak. Ku rasakan tangannya menarik tubuhku ke pelukannya. Membenamkan kepalaku di dadanya yang bidang. Entah kenapa aku merasa sangat nyaman dan terlindungi dengan perlakuannya?

End Jessica P.O.V

Donghae P.O.V

 

Entah kenapa aku merasa aneh saat melihatnya menangis. Tanganku bahkan tergerak sendiri menariknya ke dalam pelukanku. Rasanya aku tak ingin melihatnya menangis, eunseo… Dia kah yang kau maksud? Seseorang yang harus ku lindungi dan menerima apa pun kekurangannya? Tapi apa secepat ini? Semudah itukah?

Ku usap punggungnya perlahan. Mencoba menenangkannya yang masih menangis dalam dekapanku.

“Tenanglah, aku tahu ini berat bagimu..” ucapku sehalus mungkin.

“Kenapa kau harus peduli padaku?” tanyanya dengan isak tangis. Perlahan, ku lepas pelukanku dan menatapnya.

 

“Dengar, sekarang anggaplai aku tidak peduli padamu..! Aku peduli pada kandunganmu. Kalau kau tidak mau pulang, lebih baik kau ikut aku! Sampai fikiranmu tenang, supaya kau tidak berbuat macam macam..” tuturku mencoba membujuknya. Akhirnya dia menuruti perkataanku tanpa protes.

Kini kami dalam perjalanan menuju rumahku, semenjak masuk ke dalam mobil dia hanya diam dan sesekali menghapus air matanya.

“Kau tidak mengabari keluargamu?” tanyaku mencoba mengajaknya bicara.

“Ponselku tertinggal di rumah.. Aku tidak bisa menghubungi siapapun.” jawabnya.

“Aku akan bertanya padamu. Tapi aku tidak akan memaksamu menjawabnya..” aku terdiam sejenak, ia tampak menunggu lanjutan kata kataku.

“Bagaimana kau bisa terjebak dalam masalah seperti ini..?” lanjutku, awalnya ia terdiam.

“Kenapa kau ingin tahu?” tanyanya.

“Aku hanya mencoba meringankan fikiranmu. Tapi aku sudah bilang tidak akan memaksamu..” ia terdiam menunduk sementara aku memfokuskan perhatianku pada jalan yang tengah ku susuri.

“Aku seperti ini karena seseorang. Seseorang yang sangat aku cintai. Aku terlalu buta mencintainya..” aku mulai mendengarkannya saat ia mulai bercerita.

End Donghae P.O.V

FLASHBACK

Jessica sedang berdiri menunggu seseorang di depan pintu keluar sebuah kampus. Entah berapa lama ia menunggu dengan gelisah disana. Tak lama kemudian, munculah seseorang yang ia tunggu sejak tadi.

“Kyuhyun..!” panggilnya, lelaki bernama kyuhyun itu menoleh. Jessica segera menghampirinya.

“Sica, sudah ku bilang kita tidak usah bertemu lagi, kau tahu aku-”

“Kyu!” sela jessica sebelum kyuhyun menyelesaikan ucapannya.

“Aku… Kumohon, jangan tinggalkan aku..! Aku membutuhkanmu..” pintanya memegang tangan lelaki itu. Kyuhyun menghela nafas jengah.

“Sica, harus bagaimana aku menjelaskannya padamu? Aku sudah di jodohkan, kau melihatnya sendiri kan?”

“Aku hamil kyu..!” ucapan jessica sontak membuat kyuhyun diam seribu bahasa.

“Apa? Kau bilang apa? Kau…” tanyanya terkejut tak percaya. Jessica hanya mengangguk lemah.

“Iya kyu, aku hamil…” ulangnya.

“Ini tidak mungkin, pasti ada sesuatu yang salah..” elak kyuhyun.

“Apa maksudmu tidak mungkin? Kita sudah melakukannya…” bela jessica.

“Mungkin itu bukan anaku…” jessica menangis, ia menatap kyuhyun tak percaya.

“Kenapa kau berfikir begitu? Kau lah satu satunya orang yang bersamaku selama ini. Dia anakmu kyu… Ku mohon, aku dan anak ini membutuhkanmu, jadi jangan tinggalkan aku dan anak ini..!” pinta jessica. Kyuhyun mencoba berfikir, ia merasa tidak siap dengan semua ini. Perlahan ia menarik tangannya dari genggaman jessica.

“Maaf sica, aku tidak bisa. Aku harus menuruti kemauan orang tuaku.” ucapnya lalu mundur dari hadapan jessica yang terdiam menatapnya. Kyuhyun pun melangkah pergi dari sana. Jessica segera mengejarnya dan menarik tangannya hingga berlutut.

“Tidak kyu! Ku mohon, jangan tinggalkan aku..! Aku harus berbuat apa dengan anak ini..?”

“Gugurkan saja..!” ujar kyuhyun tanpa menatapnya. Jessica segera menggeleng kuat.

“Tidak, aku tidak mau..! Aku tidak tega membunuh anaku sendiri..!” tolaknya menangis terisak. Ia tak menyangka kyuhyun setega itu.

“Kalau begitu terserah kau mau berbuat apa dngan anak itu..! Yang jelas, aku tidak bisa bersamamu lagi sica..” tegas kyuhyun.

“Kyu, dia anakmu! Jangan membuangnya!” pinta jessica dengan tangis yang semakin kencang.

“Maafkan aku sica…” ucap kyuhyun singkat lalu menarik paksa tangannya dari genggaman jessica yang langsung terhempas tak berdaya. Kyuhyun segera pergi dari sana tanpa menoleh lagi. Meninggalkan jessica yang masih di posisinya. Ia makin menangis keras, saat sadar dirinya sudah di campakan.

END OF FLASHBACK

Donghae P.O.V

Ia kembali menangis setelah menceritakan semuanya padaku. Lelaki itu sungguh keterlaluan. Jika aku bertemu dengannya, aku ingin sekali menghajarnya. Ku hentikan mobilku sejenak, mengambil beberapa lembar tissue dari dashboard dan menghapus air matanya.

 

“Sudah, jangan menangis lagi… Air matamu terlalu berharga untuk menangisi bajingan seperti dia..” ucapku menenangkannya. Kembali ku peluk tubuhnya, dan ia tak menolak. Ku rasa ia nyaman dengan perlakuanku padanya.

__

Tak berapa lama, kami sampai di rumahku. Aku langsung berjalan menuju dapur dan mengambil segelas air untuknya.

“Minumlah, kau pasti lelah..!” ujarku, dia menerimanya dan meminum air itu sekali teguk, pasti dia kehausan seharian ini.

“Kau jangan merasa tidak nyaman, di rumah ini hanya ada aku..” ia hanya diam menunduk, aku kembali ke dapur dan memanggang beberapa roti. Ku lihat ia menyusulku dan duduk di meja makan.

“Kau tinggal sendirian, lalu di mana keluargamu?” tanyanya.

“Orang tua angkatku ada di luar negri. Aku di adopsi dari panti asuhan. Jadi aku sudah terbiasa hidup sendirian..!” jawabku bercerita.

“Kau belum menikah?” aku terhenti sebentar, pertanyaannya mengingatkanku pada eunseo.

“Tadinya, aku akan segera menikah. Tapi batal..” ucapku tersenyum hambar.

“Kenapa?” aku menatapnya sejenak, ia sepertinya sangat penasaran.

“Dia meninggalkanku..” akhirnya hanya ku jawab dengan ucapan singkat.

“Maaf, aku tidak bermaksud…”

“Tidak papa. Ini, kau pasti belum makan kan? Aku harus mandi dulu, makanlah selagi aku mandi.” aku lalu meninggalkannya setelah menaruh sepiring roti yang tadi ku panggang. Aku pun segera pergi membersihkan diriku.

End Donghae P.O.V

Beberapa saat kemudian, donghae baru saja selesai mandi. Ia keluar dari kamarnya dan mendapati jessica masih duduk di meja makan.

“Kau sudah selesai makan?” tanyanya menghampiri gadis itu. Jessica hanya mengangguk. Donghae lalu berjalan menuju kulkas dan mengambil segelas susu. Ia lalu memberikannya pada jessica.

“Tolong, jangan melayaniku seperti ini. Aku merasa tidak enak padamu.” tolak jessica, donghae tersenyum manis.

“Sudah ku bilang aku mempedulikan kandunganmu. Jadi aku sedang melayaninya, bukan kau..!” donghae menyodorkan susu itu pada jessica. Gadis itu pun menerima dan meneguknya. Donghae terkekeh melihat kumis putih di bibir gadis itu.

“Kenapa?” tanya jessica.

“Ada sesuatu di bibirmu, sini..!” donghae menark wajah jessica dan menghapus bekas susu di bibir gadis itu dengan ibu jarinya. Membuat gadis itu bertingkah tak nyaman.

“Ah, maaf..!” ucap donghae melepaskannya. Jessica hanya terdiam gugup.

“Sebaiknya kau istirahat sekarang..! Kamarmu disana..” tunjuknya pada salah satu pintu kamar tak jauh dari sana.

“Iya, terima kasih.” sahut jessica pelan.

 

“Aku tidur dulu, selamat malam..!” donghae pun pergi menuju kamarnya, jessica pun sama. Walau masih ada rasa canggung pada donghae, tapi jessica menyadari bahwa donghae lelaki yang baik.

__

Pagi harinya, donghae tengah menyiapkan sarapan. Jessica keluas dari kamarnya dan menghampirinya.

“Selamat pagi… Apa tidurmu nyenyak?” sapa lelaki itu manis.

“Iya, setelah menceritakan semuanya padamu aku merasa lebih baik..” sahut gadis itu, donghae tersenyum.

“Duduklah, kita sarapan..!” serunya, jessica pun duduk di meja makan. Donghae lalu menata sarapan di hadapannya dan ikut duduk di hadapan jessica.

“Ini! Makanlah..!” serunya.

“Terima kasih, aku minta maaf sudah menyulitkanmu. Aku tidak tahu harus bagaimana membalas kebaikanmu.”

“Kau tidak perlu melakukan itu, aku berbuat begini bukan karena ingin mendapat balasanmu..”

“Terima kasih, kau sangat baik padaku.” ungkap jessica sekali lagi dengan seulas senyum. Donghae ikut tersenyum melihatnya.

“Kelihatannya sekarang sikap galak dan dinginmu menghilang..?”

“Ah, soal itu. Maaf atas sikapku padamu..”

“Lupakan, aku hanya bercanda..!” tutur donghae tersenyum. Jessica ikut tersenyum.

“Kau bisa tersenyum juga? Kau sangat cantik saat tersenyum..” jessica terdiam, wajahnya memerah mendengar pujian donghae.

“Eum, setelah ini kau akan ke rumah sakit?” tanya gadis itu mengalihkan pembicaraan.

“Iya, banyak pasien menungguku. Kenapa? Apa kau takut sendirian di rumahku?”

“Tidak, bukan begitu, aku hanya berfikir tidak mungkin aku terus berada di sini.”

“Maksudmu kau ingin pergi? Begini sica, bukannya aku keberatan kau tinggal di rumahku, tapi aku tidak akan mengizinkanmu pergi jika bukan pulang ke rumahmu. Walau mereka tahu keadaanmu sekarang? Tapi menurutku tidak mungkin keluargamu tidak mencemaskanmu..”

“Tapi aku takut. Aku takut mereka tidak akan menerimaku lagi..”

“Kau belum mencobanya. Tapi itu terserah padamu, yang jelas untuk sementara ini aku minta kau tenangkan fikiranmu dulu. Jangan lakukan hal bodoh seperti kemarin..!”

“Entahlah, aku masih merasa kacau…” lirih jessica menunduk. Donghae menghela nafas lalu meraih tangan gadis itu dan menggenggamnya.

“Dengar, apapun yang harus kau lakukan bukan hal konyol seperti itu jawabannya. Kau harus ingat, ada kehidupan lain yang harus kau jaga. Jika kau mencelakai dirimu sendiri, sama saja kau mencelakainya. Kau harus hidup demi dia, sekali pun ia tidak akan mengenal ayahnya…” jessica terdiam, ucapan donghae mengembang di kepalanya. Ia merasa di sadarkan, ia bertekad akan mempertahankan kandungannya walau tanpa kyuhyun atau siapapun.

“Iya, terima kasih donghae…” ungkapnya seraya menyentuh perutnya, merasakan kehidupan yang amat berarti di sana.

 

‘Omma menyayangimu sayang…’ batinnya.

__

Setelah beberapa hari tinggal di rumah donghae, jessica akhirnya memutuskan kembali pulang ke rumahnya. Ada begitu banyak rasa cemas dalam hatinya. Ketakutannya semakin menjadi jadi saat ini. Donghae pun mengantarkannya sampai di gerbang rumahnya.

 

“Masuklah, kau tidak perlu takut..” ucap lelaki itu tersenyum meyakinkannya. Jessica berjalan beberapa langkah kemudian kembali melihat donghae. Lelaki itu hanya tersenyum untuk meyakinkannya.

Setelah jessica masuk ke dalam, donghae menunggu beberapa saat. Ia fikir ia tidak perlu masuk karena jessica melarangnya. Tak lama, ia hendak masuk ke mobil. Namun langkahnya terhenti ketika mendengar suara teriakan dari dalam rumah itu. Ia pun berlari dan masuk tanpa ragu karena pintunya pun terbuka. Begitu ia masuk, ia melihat jessica tengah berlutut sambil menangis di hadapan orang tuanya.

“Kau anak tidak tahu diri! Keluar kau dari sini!” usir ayahnya dengan nada marah.

“Appa, ku mohon maafkan aku..! Aku benar benar minta maaf…” pinta jessica parau.

“Bagaimana bisa kau hanya mengatakan maaf sica? Kau sadar? Kau sudah mencoreng nama baik dan wajah orang tuamu..!” ibunya pun ikut menyudutkannya.

“Omma, aku tidak tahu apa yang harus ku perbuat untuk menebus kesalahanku, ku mohon omma…”

“Baik, aku akan memaafkanmu, asalkan ayah anak itu harus bertanggung jawab dan menikahimu..” jessica terdiam, ia bingung harus bagaimana mendengar syarat yang di ajukan ayahnya.

“Aku,, aku sudah memintanya appa, tapi dia… Dia..”

“Dia tidak mau bertanggung jawab kan? Kenapa kau begitu bodoh hingga terjebak oleh laki laki seperti itu!!” umpat ayahnya, amarahnya semakin meninggi hingga ia menghempaskan jessica sampai terjatuh.

“Appa, sudah hentikan! Onnie sudah minta maaf..!” bela adik jessica yang semenjak tadi menyaksikan hal itu.

“Diam krystal! Kau tidak perlu ikut campur!”

“Bagaimana bisa aku tidak ikut campur, dia onnieku..!” bantah krystal. Donghae yang melihat itu segera menghampiri jessica dan membantunya berdiri. Mereka semua terkejut karena tak menyadari kehadiran donghae di sana.

“Donghae..?” lirih jessica heran melihatnya.

“Kau siapa?” tanya ayah jessica tanpa basa basi.

“Tuan jung, sebelumnya aku minta maaf karena sudah lancang masuk kemari..!” tutur donghae.

“Lantas kau mau apa?” donghae menatap jessica sejenak.

“Tolong, jangan perlakukan putrimu seperti ini. Maafkan dia, aku akan bertanggung jawab dan menikahinya..” tutur donghae tegas, semua pun terkejut mendengar pertanyaannya, terutama jessica.

“Donghae!” tegurnya, namun belum sempat ia bicara ayahnya sudah lebih dulu menyerang donghae.

“Jadi kau yang sudah menghamili putriku heuh?” tanyanya berang mencengkram kerah baju donghae kasar.

“Appa, hentikan! Bukan dia, dia hanya ingin menolongku!” tahan jessica berusaha melerai mereka. Ayahnya pun melepaskan donghae, ia pun segera membawa donghae keluar untuk bicara.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau bicara seperti itu pada ayahku?” tanya gadis itu.

“Sica, hanya ini satu satunya cara untuk menyelamatkanmu..”

“Donghae, kau sadar bagaimana aku kan? Kau sudah banyak menolongku, kau tidak perlu melakukan semua ini!”

“Aku akan terima semuanya. Kau, atau pun anakmu nanti.. Menikahlah denganku..!” jessica tertegun, ia terdiam tak percaya donghae akan melakukan hal sejauh ini.

“Tapi-”

“Aku tidak mau tidak mempedulikanmu, aku ingin melindungimu sica..” tegas donghae meyakinkan ucapannya. Jessica justru menangis dan memukul mukul dada donghae.

 

“Kau bodoh! Bodoh!” rutuknya. Donghae langsung memeluknya, ia merasa keputusannya tidak salah. Ia hanya berusaha menepati janjinya pada eunseo.

‘Eunseo, mungkin hanya dengan ini aku bisa membahagiakanmu disana.’ batinnya.

 

TBC

6 thoughts on “[FF Freelance] Find New Life With Love (Chapter 1)

  1. waaah bagus thor ffnya. tapi aku gak seberapa dapet fellnya thor😦
    tapi overall bagus kok thor, ada beberapa typo juga sih hehe.
    di tunggu next chap thor🙂

  2. waaah suamiku d sni gk bertanggung jwab yaa?
    pdahal jarang2 couple haesica tpi syang cma 1 chap kan ‘gantung’… cba deh tambah 1 chap tp langsung end kan enak….yg konflik y jgn berat gitu…tp reques klo d lanjut bkin jessica keguguran aja bisa gk ? #kejam
    yaa itu jga klo author semangat nerusin ….kendala komensih klo gini kasus y…bener gk ?? bener dong #kePDan
    yah biasa y sih karna gk srek sma couple y T_T #sedih

Don't be a silent reader & leave your comment, please!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s